150+ Soal Dokter SPESIALIS BEDAH PPPK CPNS + Pembahasan

150+ Soal Dokter SPESIALIS BEDAH PPPK CPNS + Pembahasan

Profesi Dokter Spesialis Bedah menuntut penguasaan klinis yang mendalam, kemampuan pengambilan keputusan secara cepat dan tepat, serta keterampilan teknis di ruang operasi yang tidak bisa ditawar. Dalam seleksi PPPK CPNS untuk formasi ini, peserta harus menunjukkan kapasitas profesional yang tidak hanya unggul dalam tindakan operatif, tetapi juga tangguh dalam menghadapi situasi gawat darurat dan kompleksitas klinis pasien dengan komorbid.

Materi soal yang diujikan mencerminkan standar kompetensi nasional dokter spesialis bedah. Peserta akan diuji kemampuannya mulai dari diagnosis kasus elektif dan emergensi, teknik pembedahan yang benar, interpretasi pemeriksaan penunjang, hingga prinsip etika medis dalam penanganan pasien. Kemampuan berpikir kritis, pengambilan prioritas klinis, dan pengetahuan praktik bedah di fasilitas terbatas juga menjadi poin penting yang diangkat dalam seleksi ini.

Kisi-Kisi & Materi Seleksi Dokter Spesialis Bedah PPPK CPNS

Materi seleksi untuk formasi Dokter Spesialis Bedah PPPK CPNS disusun untuk mengukur kemampuan peserta dalam menangani kasus-kasus bedah secara komprehensif, baik yang bersifat elektif maupun emergensi. Pengetahuan teknis, keterampilan operatif, kepekaan terhadap kondisi pasien, serta pemahaman terhadap etika dan prosedur klinis menjadi poin utama yang akan diuji melalui soal-soal berbasis kasus dan situasi klinis yang realistis.

  • Diagnosis dan Tata Laksana Bedah Elektif dan Emergensi
    Soal menguji kemampuan mengenali kondisi bedah umum (hernia, abses, trauma perut tumpul, apendisitis), membuat prioritas intervensi, dan menyusun rencana tindakan operatif.
  • Manajemen Trauma dan Tanggap Gawat Darurat Bedah (ATLS)
    Termasuk penanganan awal pasien politrauma, penilaian ABCDE, indikasi laparotomi emergensi, serta resusitasi cair pada trauma torakoabdominal.
  • Prinsip Teknik Operatif dan Aseptik-Antiseptik
    Soal menilai penguasaan teknik insisi, diseksi, hemostasis, anastomosis, serta penggunaan instrumen dasar dan pemahaman zona steril di kamar operasi.
  • Interpretasi Pemeriksaan Penunjang dalam Bedah
    Menguji interpretasi hasil laboratorium (Hb, leukosit, elektrolit), pencitraan (USG, X-ray abdomen, CT-scan), serta bagaimana mengintegrasikannya ke dalam diagnosis bedah.
  • Manajemen Luka dan Infeksi
    Mencakup klasifikasi luka (bersih, kontaminasi, infeksi), prinsip debridemen, penatalaksanaan infeksi pasca-operasi (SSIs), dan penggunaan antibiotik perioperatif.
  • Etika dan Hukum Kedokteran dalam Praktik Bedah
    Soal berbasis kasus: informed consent operasi, second opinion, hak pasien, serta tanggung jawab hukum dokter dalam kejadian tak terduga (komplikasi intraoperatif).
  • Bedah Minor di Fasilitas Terbatas
    Penanganan kasus bedah ringan di puskesmas/RS tipe D: incisi abses, eksisi lipoma, jahit luka terbuka, dan indikasi merujuk ke RS rujukan.
  • Tata Laksana Pasien Pre dan Post Operasi
    Fokus pada optimalisasi pre-op (kaji risiko, NPO, pemeriksaan darah), monitoring pasca-op, pencegahan komplikasi (ATEV, sepsis, perdarahan), dan edukasi pasien.
  • Penanganan Kanker Bedah Primer Umum (Early Surgical Oncology)
    Penguasaan diagnosis dan prinsip tatalaksana awal tumor mammae, tumor tiroid, kanker kolon, serta prinsip margin resection dan nodal dissection.
  • Manajemen Kasus dengan Penyakit Komorbid
    Soal kontekstual tentang penanganan pasien bedah dengan DM, hipertensi, CKD, koagulopati, atau usia geriatri, termasuk penyesuaian prosedur dan anestesi.

Contoh Soal Dokter Spesialis Bedah + Kunci Jawaban PPPK CPNS

Berikut adalah kumpulan contoh soal seleksi PPPK dan CPNS untuk formasi Dokter Spesialis Bedah. Soal disusun berdasarkan kisi-kisi resmi dan menguji pemahaman klinis, teknik operatif, manajemen trauma, serta aspek etika dan pemeriksaan penunjang dalam praktik bedah. Soal-soal ini dapat digunakan sebagai latihan menghadapi seleksi teknis yang sesungguhnya.

Soal Nomor 1
Seorang pasien laki-laki, 45 tahun, datang ke IGD dengan nyeri perut kanan bawah sejak 12 jam lalu, disertai mual, anoreksia, dan demam ringan. Pemeriksaan fisik menunjukkan nyeri tekan dan rebound tenderness di fossa iliaka kanan. Apa prioritas tatalaksana yang paling tepat untuk pasien ini?

A. Segera lakukan appendektomi setelah stabilisasi awal
B. Beri antibiotik spektrum luas lalu pulangkan untuk observasi
C. Lakukan USG abdomen serial selama 24 jam
D. Rawat inap dan observasi tanpa tindakan invasif
E. Lakukan kolonoskopi untuk memastikan diagnosis

Jawaban: A
Pembahasan:
Gambaran klinis sangat khas untuk apendisitis akut, dan pada kasus klasik seperti ini tidak diperlukan pemeriksaan tambahan untuk menunda tindakan. Tindakan bedah (appendektomi) menjadi prioritas utama setelah stabilisasi, untuk mencegah perforasi atau peritonitis.

Soal Nomor 2
Pasien pria 33 tahun dibawa ke IGD setelah kecelakaan lalu lintas dengan keluhan sesak napas berat dan nyeri dada kanan. Pemeriksaan menunjukkan pernapasan tidak simetris dan suara napas kanan menurun. Apa langkah awal paling sesuai berdasarkan pendekatan ATLS?

A. Foto thorax PA dan lateral
B. Penilaian ABCDE dan pemasangan chest tube jika diperlukan
C. Pemeriksaan EKG untuk menyingkirkan tamponade
D. Pemberian oksigen lalu observasi 6 jam
E. CT scan thoraks untuk menilai kontusio paru

Jawaban: B
Pembahasan:
Dalam manajemen trauma (ATLS), pendekatan awal adalah ABCDE. Kondisi pasien menunjukkan kemungkinan pneumotoraks, maka langkah tepat adalah penilaian jalan napas dan respirasi, dan bila diperlukan, pemasangan chest tube sebelum pemeriksaan penunjang lanjutan.

Soal Nomor 3
Saat melakukan pembedahan usus pada pasien dengan peritonitis, dokter melakukan insisi midline dan menemukan cairan purulen di kavum abdomen. Setelah irigasi, dilakukan pemotongan dan penyambungan usus. Teknik penyambungan ini dikenal sebagai?

A. Reseksi segmental
B. Anastomosis double-barrel
C. End-to-end ostomy
D. End-to-end anastomosis
E. Side-to-side bypass

Jawaban: D
Pembahasan:
Penyambungan dua ujung usus setelah reseksi dikenal sebagai end-to-end anastomosis, yang umum dilakukan pada operasi usus. Ini bertujuan untuk memulihkan kontinuitas saluran pencernaan secara fisiologis.

Soal Nomor 4
Seorang pasien pasca-laparotomi mengalami demam hari ke-5 pasca operasi, disertai nyeri lokal pada luka operasi dan keluar cairan purulen. Apa penatalaksanaan yang paling tepat?

A. Antibiotik oral dan tutup luka kering
B. Aspirasi abses dengan jarum
C. Observasi dan pendinginan luka
D. Luka dijahit ulang dan diberi antiseptik
E. Buka jahitan, lakukan debridemen lokal, dan antibiotik sistemik

Jawaban: E
Pembahasan:
Ini adalah gambaran dari infeksi luka operasi (surgical site infection). Tatalaksana utamanya adalah membuka jahitan, melakukan debridemen lokal, dan pemberian antibiotik sistemik. Menjahit ulang luka yang terinfeksi sangat tidak dianjurkan sebelum infeksi terkontrol.

Soal Nomor 5
Seorang pasien wanita 52 tahun datang dengan benjolan di payudara kiri yang menetap >3 bulan. Pemeriksaan fisik menunjukkan massa padat, tidak nyeri, dan tidak bergerak. Pemeriksaan penunjang menunjukkan kecurigaan kuat keganasan. Apa prinsip awal penanganan bedah pada kasus ini?

A. Lakukan biopsi insisi untuk konfirmasi
B. Lakukan terapi hormonal dan observasi
C. Lakukan kemoterapi terlebih dahulu baru operasi
D. Rujuk ke bagian bedah digestif
E. Lakukan wide excision dengan margin dan evaluasi nodus limfa

Jawaban: E
Pembahasan:
Kasus ini mengarah pada tumor mammae ganas. Prinsip awal tatalaksana bedah melibatkan eksisi massa secara luas (wide excision) dengan memperhatikan margin resection, serta evaluasi nodal dissection untuk menilai penyebaran regional sebagai bagian dari pendekatan surgical oncology primer.

Soal Nomor 6
Seorang laki-laki 40 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan benjolan lunak di leher bagian depan yang tumbuh lambat selama dua tahun. Pasien ingin benjolan diangkat karena mengganggu kosmetik. Dalam keterbatasan fasilitas, tindakan apa yang paling tepat dilakukan oleh dokter bedah di layanan primer?

A. Merujuk langsung ke rumah sakit tipe A untuk tindakan eksisi
B. Melakukan eksisi lipoma secara minor di bawah anestesi lokal
C. Melakukan aspirasi isi benjolan untuk dikirim ke patologi anatomi
D. Memberikan antibiotik selama 7 hari sebelum tindakan
E. Memberikan rujukan ke bagian THT karena lokasi di leher

Jawaban: B
Pembahasan:
Lipoma superfisial adalah kasus bedah minor yang dapat ditangani di puskesmas atau RS tipe D. Jika lokasi dan ukuran memungkinkan, eksisi lokal dengan anestesi lokal adalah tindakan yang aman dan sesuai. Tidak semua kasus harus dirujuk ke fasilitas lanjutan.

Soal Nomor 7
Seorang pasien 62 tahun dijadwalkan menjalani operasi elektif herniorafi. Riwayat menunjukkan hipertensi lama dan gula darah tidak terkontrol. Apa yang seharusnya menjadi pertimbangan utama dalam tatalaksana pasien ini?

A. Langsung operasi dengan monitoring intensif selama tindakan
B. Evaluasi dan stabilisasi komorbid sebelum tindakan operatif
C. Ubah tindakan menjadi operasi darurat untuk menghindari komplikasi
D. Hentikan semua terapi oral dan ganti dengan insulin drip
E. Hindari anestesi umum karena risiko jantung tinggi

Jawaban: B
Pembahasan:
Pada pasien dengan komorbid seperti hipertensi dan DM, hal yang paling penting adalah optimalisasi kondisi sebelum operasi elektif. Tindakan bedah harus ditunda sampai kondisi stabil, guna menurunkan risiko perioperatif seperti infeksi, krisis hipertensi, dan gangguan penyembuhan luka.

Soal Nomor 8
Seorang pasien datang ke IGD dengan luka tusuk di perut bagian kiri bawah. Pasien tampak gelisah, tekanan darah menurun, dan denyut nadi cepat. Pemeriksaan fisik menunjukkan peritonitis. Apa interpretasi klinis dan langkah paling sesuai?

A. Peritonitis lokal, rawat inap dengan antibiotik
B. Luka ringan, observasi ketat dan observasi radiologis
C. Cedera intraabdominal, indikasi laparotomi emergensi
D. Luka superfisial, evaluasi dan observasi
E. Trauma tertutup, lakukan USG FAST

Jawaban: C
Pembahasan:
Tanda vital tidak stabil dan tanda peritonitis generalisata menunjukkan adanya kemungkinan perdarahan intraabdominal atau perforasi viskus, yang merupakan indikasi mutlak laparotomi emergensi. Pemeriksaan tambahan hanya menunda intervensi yang menyelamatkan jiwa.

Soal Nomor 9
Apa prinsip dasar dari teknik aseptik yang harus selalu diperhatikan saat mempersiapkan diri di ruang operasi sebelum melakukan tindakan insisi?

A. Menghindari semua bentuk kontaminasi dengan menjaga batas zona steril
B. Menjaga tangan selalu bersih dengan sarung tangan meskipun belum disterilkan
C. Menggunakan antiseptik sebelum menyentuh area luka terbuka
D. Menghindari menyentuh kulit pasien sebelum memakai masker
E. Mengatur posisi instrumen berdasarkan urutan penggunaannya

Jawaban: A
Pembahasan:
Prinsip aseptik dan antiseptik menekankan mencegah kontaminasi silang melalui penjagaan zona steril, penggunaan alat steril, serta teknik scrub dan draping yang benar. Semua petugas harus memahami batas area steril dan tidak boleh melanggarnya.

Soal Nomor 10
Seorang pasien wanita 54 tahun menjalani hemikolektomi kanan karena karsinoma kolon. Pada tindakan reseksi, dokter menentukan batas reseksi berdasarkan?

A. Panjang lesi yang tampak secara visual
B. Posisi anatomi fleksura hepatika
C. Panjang usus 20 cm di atas dan di bawah tumor
D. Margin bebas tumor dan distribusi pembuluh darah regional
E. Keberadaan nyeri tekan dan keluhan pasien pra-operatif

Jawaban: D
Pembahasan:
Dalam pembedahan onkologi primer, seperti pada karsinoma kolon, batas reseksi ditentukan berdasarkan margin resection yang aman secara onkologis dan pola vaskularisasi. Ini penting untuk memastikan pengangkatan lengkap tumor dan nodus limfa regional untuk staging dan prognosis.

Soal Nomor 11
Seorang pasien laki-laki usia 60 tahun datang ke IGD dengan keluhan demam tinggi, luka operasi yang tampak kemerahan, terasa nyeri, dan mengeluarkan cairan purulen dari jahitan operasi laparotomi yang dilakukan seminggu lalu. Pasien tampak lemas, hipotensi, dan disertai takikardia. Dalam kondisi seperti ini, apa langkah tatalaksana yang paling tepat untuk mencegah komplikasi sistemik lebih lanjut?

A. Luka ditutup kembali setelah pemberian antiseptik
B. Luka dibiarkan terbuka dan diberi salep topikal
C. Luka dikompres dan pasien dipulangkan dengan antibiotik oral
D. Pemeriksaan laboratorium lengkap sambil observasi cairan luka
E. Luka dibuka kembali, dilakukan debridemen, dan diberikan antibiotik sistemik

Jawaban: E
Pembahasan:
Pasien mengalami infeksi luka operasi yang sudah berkembang menjadi infeksi berat dengan tanda-tanda sistemik. Dalam kasus ini, tindakan yang paling tepat adalah membuka jahitan luka untuk drainase, melakukan debridemen jaringan nekrotik atau purulen, dan memberikan antibiotik sistemik. Ini bertujuan untuk mencegah progresi ke sepsis berat atau syok septik.

Soal Nomor 12
Pasien pasca-operasi reseksi kolon datang dengan keluhan mendadak berupa sesak napas, nyeri dada, denyut nadi cepat, dan tekanan darah yang menurun. Pasien sebelumnya tidak mendapatkan profilaksis antikoagulan pasca-bedah. Pemeriksaan fisik menunjukkan penurunan suara napas tanpa ronki, dan saturasi oksigen menurun. Apa diagnosis tersering dan tindakan awal yang harus dipertimbangkan dalam kasus ini?

A. Hemoperitoneum akibat perdarahan sisa
B. Syok septik akibat infeksi pasca-operasi
C. Pneumotoraks karena komplikasi anestesi spinal
D. Emboli paru dan perlunya terapi suportif dan trombolitik
E. Syok neurogenik akibat respons nyeri berlebihan

Jawaban: D
Pembahasan:
Gambaran klinis mendukung kecurigaan kuat terhadap emboli paru, terutama jika pasien tidak mendapatkan pencegahan tromboemboli setelah operasi besar. Penurunan saturasi mendadak, takikardia, dan hipotensi adalah indikator penting. Penanganan awal mencakup stabilisasi hemodinamik dan pertimbangan pemberian trombolitik sesuai evaluasi risiko.

Soal Nomor 13
Seorang pria 30 tahun dibawa ke IGD setelah terjatuh dari ketinggian dengan keluhan nyeri hebat di perut. Pasien sadar, namun tampak gelisah, tekanan darah menurun, dan denyut nadi cepat. Pemeriksaan USG FAST menunjukkan cairan bebas di cavum abdomen. Laboratorium menunjukkan hemoglobin turun drastis. Tindakan apa yang paling tepat dilakukan saat ini?

A. Segera CT-scan abdomen untuk menilai sumber perdarahan
B. Observasi dan pemberian cairan intravena
C. Laparotomi eksploratif untuk menghentikan perdarahan
D. Transfusi darah sambil menunggu hasil pencitraan lengkap
E. Uji fungsi ginjal dan urine output untuk menilai ginjal

Jawaban: C
Pembahasan:
Pasien mengalami trauma tumpul abdomen dengan tanda-tanda perdarahan aktif dan instabilitas hemodinamik. Dalam kasus ini, tindakan segera yang diperlukan adalah laparotomi eksploratif untuk mengidentifikasi dan menghentikan sumber perdarahan. Pemeriksaan tambahan seperti CT-scan akan menunda tindakan penyelamatan jiwa.

Soal Nomor 14
Seorang pasien dijadwalkan untuk menjalani operasi elektif hernia inguinalis. Ia dijadwalkan masuk ruang bedah pukul 08.00 pagi. Dokter anestesi menanyakan tentang waktu terakhir pasien makan dan minum. Apa waktu puasa (NPO) yang paling sesuai dan direkomendasikan untuk pasien dewasa sebelum operasi elektif seperti ini?

A. Pasien cukup puasa 2 jam sebelum operasi
B. Pasien harus puasa minimal 6–8 jam sebelum tindakan
C. Pasien boleh makan malam sebelumnya tanpa batas
D. Pasien cukup menghentikan minum setelah subuh
E. Pasien wajib puasa total sejak sehari sebelum operasi

Jawaban: B
Pembahasan:
Untuk operasi elektif, pasien harus puasa makanan padat minimal 6 jam, dan cairan jernih 2 jam sebelum anestesi umum. Tujuannya adalah mencegah risiko aspirasi pulmonal saat induksi anestesi. Aturan ini menjadi standar dalam pedoman ASA dan sangat penting diterapkan dalam penjadwalan operasi.

Soal Nomor 15
Seorang pasien pria usia 47 tahun akan menjalani prosedur bedah mayor. Sebelum tindakan, dokter menjelaskan prosedur, risiko, dan alternatif terapi kepada pasien secara rinci. Pasien kemudian menyatakan persetujuannya secara lisan dan tertulis. Apa prinsip etis dan hukum yang sedang dijalankan oleh dokter dalam proses ini?

A. Persetujuan yang diberikan secara sadar, sukarela, dan dengan pemahaman yang cukup
B. Persetujuan verbal cukup jika disaksikan oleh perawat
C. Persetujuan hanya diperlukan untuk tindakan invasif
D. Persetujuan bisa diwakilkan jika pasien masih sadar
E. Persetujuan dapat diberikan melalui pihak rumah sakit tanpa penjelasan rinci

Jawaban: A
Pembahasan:
Prinsip informed consent dalam praktik bedah mewajibkan adanya penjelasan lengkap tentang tindakan medis yang akan dilakukan, risiko dan manfaat, serta alternatif yang tersedia. Pasien harus memberikan persetujuan secara sadar, tanpa tekanan, dan memiliki pemahaman yang cukup. Ini adalah prinsip fundamental dalam etika medis dan aspek hukum pelayanan kesehatan.

Soal Nomor 16
Seorang pasien datang ke instalasi gawat darurat dengan keluhan nyeri hebat dan pembengkakan di tungkai bawah setelah operasi pemasangan plat beberapa hari lalu. Luka operasi tampak bengkak, kemerahan, dan keluar cairan purulen dengan bau tidak sedap. Pasien menunjukkan tanda-tanda hipotensi dan takikardia. Apa penatalaksanaan paling tepat pada kondisi ini?

A. Kompres luka dan pemberian antibiotik oral
B. Debridemen jaringan dan pemberian antibiotik sistemik
C. Observasi luka sambil menunggu hasil kultur
D. Tutup luka kembali dan pasang drain pasif
E. Evaluasi laboratorium lengkap dan kontrol ulang 24 jam

Jawaban: B
Pembahasan:
Infeksi luka operasi yang menunjukkan tanda sistemik harus ditangani segera. Debridemen jaringan yang terinfeksi dan pemberian antibiotik sistemik adalah langkah utama untuk mencegah penyebaran infeksi lebih lanjut.

Soal Nomor 17
Dalam praktik sehari-hari, dokter bedah sering menemui pasien dengan nyeri mendadak pada skrotum yang disertai pembesaran dan nyeri tekan hebat. Pemeriksaan menunjukkan testis tidak dapat diraba jelas dan ada reaksi nyeri yang signifikan terhadap sentuhan ringan. Tindakan apa yang harus segera dilakukan dalam situasi ini?

A. Pemeriksaan kultur urin dan terapi konservatif
B. Pemberian antibiotik untuk dugaan epididimitis
C. Eksplorasi bedah segera untuk kemungkinan torsio testis
D. USG skrotum dan observasi 24 jam
E. Kompres es dan posisi elevasi skrotum

Jawaban: C
Pembahasan:
Torsio testis merupakan keadaan gawat darurat bedah. Diagnosis dapat ditegakkan secara klinis dan penanganan eksplorasi bedah tidak boleh ditunda untuk mencegah nekrosis testis akibat iskemia.

Soal Nomor 18
Saat menerima pasien dengan luka tusuk pada abdomen yang masih aktif mengeluarkan darah dan menunjukkan tanda-tanda instabilitas hemodinamik, apa tindakan paling tepat yang harus dilakukan oleh seorang dokter bedah?

A. Lakukan CT-scan dengan kontras terlebih dahulu
B. Langsung lakukan eksplorasi bedah (laparotomi)
C. Tutup luka sementara dan observasi di ruang rawat
D. Periksa laboratorium lengkap untuk penilaian awal
E. Kompres luka dan berikan analgesik

Jawaban: B
Pembahasan:
Tanda-tanda instabilitas pada trauma abdomen penetran merupakan indikasi mutlak untuk tindakan laparotomi eksploratif guna mengontrol perdarahan dan mencegah komplikasi lebih lanjut.

Soal Nomor 19
Pada evaluasi pra-operasi, seorang pasien yang akan menjalani tindakan bedah elektif diketahui memiliki tekanan darah tinggi dan kadar glukosa darah yang tidak terkendali. Apa sikap dokter bedah terhadap kondisi ini sebelum menjadwalkan tindakan?

A. Lanjutkan operasi dengan pemantauan ekstra
B. Tunda operasi sampai kondisi komorbid terkendali
C. Lakukan operasi dengan anestesi lokal
D. Lakukan operasi dan beri antibiotik pasca-tindakan
E. Ganti ke tindakan rawat jalan tanpa pembiusan

Jawaban: B
Pembahasan:
Pasien dengan kondisi komorbid seperti hipertensi dan diabetes yang tidak terkendali harus distabilkan terlebih dahulu. Operasi elektif hanya aman dilakukan jika kondisi dasar pasien telah dikontrol dengan baik.

Soal Nomor 20
Pasien datang dengan keluhan nyeri perut kanan bawah disertai mual dan muntah. Pemeriksaan menunjukkan nyeri tekan di titik McBurney, suhu tubuh meningkat, dan tanda Rovsing positif. Berdasarkan data klinis tersebut, apa kemungkinan diagnosis yang paling tepat?

A. Apendisitis akut
B. Hernia strangulata
C. Obstruksi ileus
D. Kolik ureter
E. Dispepsia fungsional

Jawaban: A
Pembahasan:
Gejala khas apendisitis meliputi nyeri kuadran kanan bawah, mual, dan tanda-tanda peritoneal. Diagnosis dapat ditegakkan secara klinis dan segera ditindaklanjuti dengan apendektomi sebelum terjadi komplikasi seperti perforasi atau abses.

Ingin mengakses lebih banyak soal dan kunci jawaban lengkap untuk seleksi PPPK CPNS Dokter Spesialis Bedah?

Tersedia soal-soal terbaru yang menguji kompetensi sesuai kisi-kisi resmi, mulai dari tata laksana bedah elektif dan emergensi, manajemen trauma, teknik operatif, hingga interpretasi pemeriksaan penunjang. Materi juga mencakup prinsip aseptik, penanganan infeksi, serta etika dan aspek klinis lain yang relevan. Selengkapnya bisa dipelajari melalui platform seperti fungsional.id yang menyediakan sumber belajar khusus bagi tenaga medis.

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Picture of Tim Asn

Tim Asn

Tim ASN adalah kelompok profesional yang terbiasa menyusun soal. Kami terdiri dari ahli berbagai bidang, berkomitmen menciptakan soal berkualitas tinggi yang relevan dengan kompetensi jabatan.