100+ Soal CPNS PPPK Kemenparekraf Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif + Kisi-kisi Rekrutmen

100+ Soal CPNS PPPK Kemenparekraf Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif + Kisi-kisi Rekrutmen

Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Kemenparekraf – (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) menjadi salah satu momentum penting bagi generasi profesional yang ingin berkontribusi dalam pembangunan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia. Di tengah dinamika global dan perubahan perilaku wisatawan modern, peran sumber daya manusia yang kompeten, inovatif, dan adaptif menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan industri yang berdampak luas terhadap ekonomi nasional. Sehingga setiap tahapan seleksi, khususnya ujian tertulis yang mengukur kemampuan teknis dan karakter, tidak hanya menjadi hambatan administratif semata, tetapi juga refleksi kesiapan calon dalam menghadapi tantangan dunia kerja nyata.

Menyadari tingginya tingkat persaingan dan kebutuhan akan persiapan matang, artikel ini menyajikan gambaran komprehensif mengenai soal-soal CPNS dan PPPK Kemenparekraf beserta kisi-kisinya sebagai panduan praktis untuk memaksimalkan peluang lolos seleksi. Materi yang dibahas mencakup struktur ujian, kompetensi yang diukur, serta contoh tipe soal yang sering muncul, disusun secara sistematis untuk membantu pembaca memahami pola evaluasi dan mengasah kemampuan secara terarah. Dengan pemahaman yang jelas terhadap kisi-kisi rekrutmen ini, diharapkan para peserta dapat lebih percaya diri dalam menghadapi proses seleksi dan menunjukkan kompetensi terbaiknya di hadapan penguji.

Kisi-kisi Soal CPNS PPPK Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Berikut kisi-kisi Soal CPNS & PPPK Kemenparekraf (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) yang disusun terstruktur, relevan dengan kebutuhan instansi, serta dilengkapi penjelasan singkat di setiap poin agar mudah dipahami dan dijadikan acuan belajar.

1. Wawasan Kebangsaan dan Kebijakan Publik
Mengukur pemahaman peserta terhadap nilai Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, serta peran ASN dalam menjaga persatuan nasional dan melaksanakan kebijakan publik yang berpihak pada kepentingan masyarakat.

2. Tata Kelola Pemerintahan dan Reformasi Birokrasi
Menilai pemahaman tentang prinsip good governance, akuntabilitas, transparansi, pelayanan publik, serta arah reformasi birokrasi dalam meningkatkan kinerja kementerian/lembaga.

3. Pengetahuan Umum Pariwisata Nasional
Menguji wawasan peserta terkait konsep kepariwisataan, potensi destinasi unggulan Indonesia, pengembangan desa wisata, pariwisata berkelanjutan, dan peran pariwisata dalam perekonomian nasional.

4. Ekonomi Kreatif dan Industri Kreatif
Mengukur pemahaman mengenai subsektor ekonomi kreatif (kuliner, fesyen, kriya, film, musik, dll.), ekosistem ekraf, serta strategi pengembangan UMKM kreatif berbasis inovasi dan digitalisasi.

5. Kebijakan Kemenparekraf
Menilai pemahaman terhadap tugas, fungsi, visi, dan program strategis Kemenparekraf, termasuk kebijakan pengembangan destinasi, pemasaran pariwisata, dan penguatan SDM pariwisata-ekraf.

6. Literasi Digital dan Transformasi Digital
Menguji kemampuan memahami pemanfaatan teknologi digital dalam promosi pariwisata, pemasaran kreatif, penggunaan media sosial, big data, serta keamanan dan etika digital.

7. Pelayanan Publik dan Etika ASN
Menilai sikap dan pemahaman peserta terkait etika kerja ASN, integritas, profesionalisme, netralitas, serta orientasi pelayanan kepada masyarakat dan pemangku kepentingan.

8. Analisis Masalah dan Pengambilan Keputusan
Mengukur kemampuan berpikir kritis dan analitis melalui studi kasus yang berkaitan dengan pengelolaan destinasi wisata, konflik kepentingan, pengembangan ekonomi kreatif, dan kebijakan publik.

9. Komunikasi dan Kolaborasi Kerja
Menguji kemampuan komunikasi efektif, kerja sama lintas sektor, serta koordinasi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat dalam mendukung program Kemenparekraf.

10. Manajemen Program dan Evaluasi Kegiatan
Menilai pemahaman tentang perencanaan program, pelaksanaan kegiatan, monitoring, dan evaluasi (Monev) dalam konteks proyek pariwisata dan ekonomi kreatif.

Contoh Soal CPNS PPPK Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Siap. Berikut contoh soal CPNS & PPPK Kemenparekraf yang disusun panjang, HOTS, kontekstual, dan membutuhkan penalaran mendalam, berdasarkan kisi-kisi. Setiap soal berasal dari subkategori berbeda, berbentuk pilihan ganda A–E, disertai jawaban benar dan pembahasan lengkap.

Soal 1
Dalam upaya pemulihan sektor pariwisata pascapandemi, Kemenparekraf meluncurkan program pengembangan destinasi berbasis kearifan lokal yang melibatkan masyarakat lintas suku dan agama. Namun, di salah satu daerah muncul resistensi kelompok tertentu yang merasa program tersebut mengancam identitas budaya mereka. Sebagai ASN Kemenparekraf yang bertugas merancang kebijakan lanjutan, sikap paling tepat yang mencerminkan nilai Pancasila dan peran ASN adalah …

A. Menghentikan program agar tidak memicu konflik sosial meskipun berdampak pada ekonomi daerah
B. Menyerahkan sepenuhnya penyelesaian konflik kepada pemerintah daerah tanpa intervensi pusat
C. Mengutamakan kepentingan nasional dengan tetap menjalankan program tanpa mengakomodasi aspirasi lokal
D. Mengedepankan dialog partisipatif dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menyesuaikan kebijakan tanpa menghilangkan tujuan program
E. Mengganti konsep program dengan pendekatan komersial murni agar lebih cepat menghasilkan pendapatan

Jawaban benar: D

Pembahasan:
Nilai Pancasila menekankan persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial. ASN tidak bersikap pasif (B), represif (C), atau pragmatis semata (E). Opsi D menunjukkan kemampuan menyeimbangkan kepentingan nasional dan lokal melalui dialog partisipatif, sesuai peran ASN sebagai pelayan publik dan pemersatu bangsa.

Soal 2
Kemenparekraf mendorong pengembangan destinasi wisata berkelanjutan (sustainable tourism) sebagai strategi jangka panjang. Dalam implementasinya, ditemukan bahwa peningkatan jumlah wisatawan justru mempercepat degradasi lingkungan dan mengancam keberlanjutan sosial masyarakat lokal. Kebijakan lanjutan yang paling tepat untuk menjawab permasalahan tersebut adalah …

A. Membatasi jumlah wisatawan tanpa mempertimbangkan dampak ekonomi masyarakat
B. Mengalihkan fokus promosi ke destinasi lain yang belum berkembang
C. Mengintegrasikan kebijakan pengelolaan daya dukung lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal
D. Menyerahkan pengelolaan sepenuhnya kepada investor swasta agar lebih efisien
E. Menunda seluruh program pengembangan hingga kondisi lingkungan benar-benar pulih

Jawaban benar: C

Pembahasan:
Sustainable tourism menuntut keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Opsi C mencerminkan pemahaman kebijakan komprehensif, bukan solusi parsial atau ekstrem. Inilah karakter soal HOTS yang menguji analisis dan sintesis kebijakan.

Soal 3
Seorang ASN Kemenparekraf ditugaskan merancang program penguatan UMKM ekonomi kreatif di daerah wisata. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa bantuan modal saja tidak meningkatkan daya saing produk lokal. Berdasarkan konsep ekosistem ekonomi kreatif, langkah strategis yang paling efektif adalah …

A. Menambah besaran bantuan dana agar produksi meningkat
B. Mengarahkan UMKM untuk meniru produk yang sedang tren di pasar nasional
C. Mengintegrasikan pelatihan branding, akses pasar digital, dan kolaborasi lintas subsektor
D. Mengurangi jumlah UMKM binaan agar pembinaan lebih fokus
E. Mengalihkan pembinaan hanya pada UMKM yang sudah mapan

Jawaban benar: C

Pembahasan:
Ekonomi kreatif menekankan nilai tambah, inovasi, dan jejaring. Opsi C mencerminkan pemahaman ekosistem ekraf secara utuh, bukan sekadar pendekatan finansial. Ini menunjukkan kemampuan analisis strategis yang dibutuhkan ASN Kemenparekraf.

Soal 4
Dalam promosi destinasi wisata, Kemenparekraf memanfaatkan media sosial dan big data untuk menentukan target pasar. Namun, muncul kritik terkait etika penggunaan data pengguna. Sikap ASN yang paling profesional dan sesuai prinsip literasi digital adalah …

A. Menghentikan penggunaan big data karena berpotensi melanggar privasi
B. Menggunakan data secara maksimal tanpa perlu menjelaskan kepada publik
C. Mengandalkan promosi konvensional untuk menghindari risiko digital
D. Menggunakan data secara transparan, bertanggung jawab, dan sesuai regulasi perlindungan data
E. Menyerahkan seluruh pengelolaan data kepada pihak ketiga

Jawaban benar: D

Pembahasan:
Literasi digital ASN tidak hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga etika dan regulasi. Opsi D menunjukkan keseimbangan antara inovasi dan tanggung jawab hukum serta moral.

Soal 5
Dalam sebuah proyek pengembangan desa wisata, terjadi konflik antara pemerintah desa, pelaku usaha lokal, dan komunitas adat terkait pembagian manfaat ekonomi. Jika Anda adalah ASN Kemenparekraf yang bertindak sebagai fasilitator, keputusan paling tepat adalah …

A. Memihak pemerintah desa karena memiliki kewenangan administratif
B. Mengutamakan pelaku usaha karena berkontribusi besar pada pendapatan
C. Menunda proyek sampai seluruh pihak sepakat secara tertulis
D. Memfasilitasi perumusan kesepakatan bersama yang adil dan berkelanjutan
E. Menyerahkan konflik sepenuhnya kepada aparat hukum

Jawaban benar: D

Pembahasan:
Soal ini menguji kemampuan problem solving dan kepemimpinan kolaboratif. ASN berperan sebagai mediator, bukan pengambil keputusan sepihak. Opsi D paling mencerminkan kompetensi pengambilan keputusan strategis dan berkeadilan.

Soal 6
Kemenparekraf sedang melakukan evaluasi internal terhadap kinerja program promosi pariwisata nasional. Hasil audit menunjukkan bahwa secara administratif program berjalan sesuai prosedur, namun dampaknya terhadap peningkatan kunjungan wisatawan dan kesejahteraan masyarakat lokal masih minim. Dalam konteks reformasi birokrasi, langkah perbaikan yang paling tepat dilakukan oleh ASN adalah …

A. Mempertahankan program karena telah sesuai aturan dan tidak menyalahi prosedur
B. Menambah laporan administratif agar kinerja terlihat lebih terukur
C. Mengalihkan fokus penilaian dari kepatuhan prosedur ke capaian outcome dan dampak
D. Menghentikan program dan menggantinya dengan kebijakan baru tanpa evaluasi lanjutan
E. Menyerahkan evaluasi sepenuhnya kepada lembaga pengawas eksternal

Jawaban benar: C

Pembahasan:
Reformasi birokrasi menekankan pergeseran dari rule-based ke result-based performance. Opsi C menunjukkan pemahaman mendalam tentang tata kelola modern yang mengutamakan dampak nyata bagi publik, bukan sekadar kepatuhan administratif.

Soal 7
Seorang pelaku UMKM ekonomi kreatif mengeluhkan proses perizinan kegiatan promosi yang berbelit dan tidak konsisten antar daerah. Sebagai ASN Kemenparekraf, sikap yang paling mencerminkan etika pelayanan publik adalah …

A. Menjelaskan bahwa prosedur telah ditetapkan dan harus dipatuhi tanpa pengecualian
B. Menyalahkan pemerintah daerah karena perbedaan kebijakan teknis
C. Memberikan jalur khusus agar proses lebih cepat meskipun tidak transparan
D. Mengidentifikasi hambatan layanan dan mengupayakan simplifikasi prosedur secara akuntabel
E. Menyarankan pelaku UMKM menggunakan jasa perantara agar lebih praktis

Jawaban benar: D

Pembahasan:
Etika ASN menuntut integritas, profesionalisme, dan orientasi pelayanan. Opsi D mencerminkan upaya perbaikan sistemik tanpa melanggar prinsip transparansi dan keadilan layanan publik.

Soal 8
Dalam pelaksanaan program pengembangan desa wisata, indikator keberhasilan yang digunakan selama ini hanya berfokus pada jumlah wisatawan. Akibatnya, muncul ketimpangan ekonomi dan tekanan sosial di masyarakat lokal. Perbaikan indikator kinerja yang paling tepat adalah …

A. Menambah target jumlah wisatawan agar manfaat ekonomi semakin besar
B. Mengganti indikator dengan jumlah event pariwisata yang diselenggarakan
C. Mengintegrasikan indikator sosial, ekonomi, dan lingkungan secara seimbang
D. Menghapus indikator kuantitatif dan hanya menggunakan penilaian kualitatif
E. Menggunakan indikator berdasarkan persepsi investor

Jawaban benar: C

Pembahasan:
Manajemen program yang baik menuntut indikator multidimensi. Opsi C menunjukkan kemampuan evaluasi strategis berbasis keberlanjutan, selaras dengan visi Kemenparekraf.

Soal 9
Dalam upaya pengembangan destinasi prioritas, Kemenparekraf harus berkoordinasi dengan kementerian lain, pemerintah daerah, swasta, dan komunitas lokal. Tantangan utama yang muncul adalah perbedaan kepentingan dan prioritas antar pihak. Strategi komunikasi yang paling efektif bagi ASN adalah …

A. Menyusun kebijakan sepihak agar implementasi lebih cepat
B. Menunggu arahan pimpinan sebelum berkomunikasi dengan pihak lain
C. Mengedepankan komunikasi persuasif berbasis kepentingan bersama
D. Mengurangi jumlah pihak yang terlibat agar koordinasi lebih sederhana
E. Mengalihkan tanggung jawab koordinasi ke pemerintah daerah

Jawaban benar: C

Pembahasan:
Kolaborasi lintas sektor menuntut kemampuan komunikasi strategis. Opsi C menunjukkan kecakapan ASN dalam membangun sinergi tanpa mengabaikan perbedaan kepentingan.

Soal 10
Kemenparekraf berencana mengembangkan destinasi wisata baru di wilayah terpencil. Di satu sisi, program ini berpotensi meningkatkan ekonomi lokal, namun di sisi lain terdapat risiko kerusakan lingkungan dan konflik sosial. Sebagai analis kebijakan, rekomendasi paling tepat adalah …

A. Menjalankan program segera demi percepatan pertumbuhan ekonomi
B. Membatalkan program untuk menghindari potensi risiko
C. Menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada investor
D. Melakukan analisis dampak menyeluruh dan merancang kebijakan mitigasi risiko
E. Menguji coba program tanpa melibatkan masyarakat setempat

Jawaban benar: D

Pembahasan:
Soal ini menguji kemampuan berpikir strategis dan kehati-hatian kebijakan publik. Opsi D mencerminkan pendekatan analitis, berbasis data, dan partisipatif—kompetensi kunci ASN Kemenparekraf.

Soal 11
Kemenparekraf mengusung visi penguatan pariwisata berkualitas dan ekonomi kreatif berkelanjutan. Dalam implementasinya, sebuah daerah mengusulkan pembangunan destinasi wisata massal dengan target kunjungan tinggi, namun minim kajian dampak sosial dan lingkungan. Sebagai ASN Kemenparekraf, sikap kebijakan yang paling tepat adalah …

A. Menyetujui usulan tersebut karena berpotensi meningkatkan PAD secara cepat
B. Menolak usulan tanpa alternatif agar tidak menimbulkan risiko jangka panjang
C. Mengarahkan penyesuaian konsep menuju pariwisata berkualitas berbasis keberlanjutan
D. Menunda keputusan hingga pergantian kepemimpinan daerah
E. Menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada pemerintah daerah

Jawaban benar: C

Pembahasan:
Visi Kemenparekraf menekankan quality tourism, bukan sekadar kuantitas. Opsi C menunjukkan kemampuan menyelaraskan kebijakan daerah dengan arah strategis nasional tanpa bersikap ekstrem.

Soal 12
Dalam pelaksanaan program bantuan ekonomi kreatif, ditemukan indikasi konflik kepentingan antara pejabat daerah dan penerima bantuan. Sebagai ASN pusat yang melakukan supervisi, langkah paling tepat adalah …

A. Mengabaikan temuan demi menjaga hubungan antarinstansi
B. Melaporkan secara objektif dan mendorong penelusuran sesuai mekanisme akuntabilitas
C. Menyelesaikan secara informal agar tidak mencuat ke publik
D. Menghentikan seluruh program bantuan tanpa klarifikasi
E. Mengalihkan bantuan ke pihak lain tanpa prosedur

Jawaban benar: B

Pembahasan:
Good governance menuntut transparansi dan akuntabilitas. Opsi B mencerminkan integritas ASN dan kepatuhan terhadap mekanisme pengawasan yang sah.

Soal 13
Program desa wisata yang dijalankan Kemenparekraf menunjukkan peningkatan kunjungan, namun masyarakat lokal hanya menjadi penonton dan tidak memperoleh manfaat signifikan. Perbaikan kebijakan yang paling tepat adalah …

A. Meningkatkan promosi agar kunjungan semakin tinggi
B. Mengalihkan pengelolaan kepada investor profesional
C. Mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam rantai nilai pariwisata
D. Mengurangi jumlah wisatawan agar masyarakat lebih nyaman
E. Menghapus program desa wisata dan menggantinya dengan sektor lain

Jawaban benar: C

Pembahasan:
Esensi desa wisata adalah pemberdayaan masyarakat. Opsi C menunjukkan pemahaman mendalam terhadap konsep pariwisata berbasis komunitas (community-based tourism).

Soal 14
Dalam kampanye digital pariwisata, seorang ASN menemukan konten promosi yang viral namun mengandung klaim berlebihan dan berpotensi menyesatkan wisatawan. Tindakan paling profesional yang harus dilakukan adalah …

A. Membiarkan konten tersebut karena efektif meningkatkan eksposur
B. Menghapus konten tanpa koordinasi agar tidak menjadi polemik
C. Mengklarifikasi dan menyesuaikan konten sesuai fakta serta etika informasi
D. Menyalahkan tim kreatif atas kesalahan tersebut
E. Mengganti strategi digital dengan promosi konvensional

Jawaban benar: C

Pembahasan:
Etika informasi publik menuntut kejujuran dan tanggung jawab. Opsi C menyeimbangkan kepentingan promosi dan kredibilitas institusi.

Soal 15
Sebagai koordinator proyek lintas sektor di Kemenparekraf, Anda menghadapi tenggat waktu ketat sementara beberapa mitra belum memenuhi komitmen. Keputusan yang paling mencerminkan kepemimpinan ASN yang efektif adalah …

A. Mengambil alih seluruh tugas mitra agar proyek selesai
B. Memberikan sanksi tanpa dialog untuk menegakkan disiplin
C. Menunda proyek hingga seluruh pihak siap
D. Mengomunikasikan ulang target, membagi peran secara realistis, dan memastikan komitmen bersama
E. Mengurangi ruang lingkup proyek tanpa analisis dampak

Jawaban benar: D

Pembahasan:
Kepemimpinan ASN menuntut kolaborasi, komunikasi, dan solusi adaptif. Opsi D menunjukkan kecakapan manajerial dan pengambilan keputusan berbasis situasi nyata.

Soal 16
Kemenparekraf merancang kebijakan pengembangan destinasi super prioritas dengan target peningkatan investasi dan lapangan kerja. Namun, hasil kajian awal menunjukkan potensi alih fungsi lahan yang dapat mengurangi ruang hidup masyarakat lokal. Sebagai ASN yang terlibat dalam perumusan kebijakan, sikap paling tepat adalah …

A. Tetap melanjutkan kebijakan karena manfaat ekonomi dianggap lebih besar
B. Menghentikan kebijakan demi mencegah konflik sosial
C. Menyesuaikan desain kebijakan dengan skema perlindungan masyarakat dan lingkungan
D. Menyerahkan sepenuhnya pengambilan keputusan kepada investor
E. Menunggu reaksi publik sebelum menentukan arah kebijakan

Jawaban benar: C

Pembahasan:
Kebijakan publik yang baik tidak bersifat dikotomis. Opsi C menunjukkan kemampuan policy adjustment berbasis analisis dampak, selaras dengan prinsip pariwisata berkelanjutan dan keadilan sosial.

Soal 17
Dalam proses pengadaan jasa promosi pariwisata, seorang ASN mengetahui adanya tekanan informal dari pihak tertentu untuk memenangkan penyedia jasa tertentu. Tindakan yang paling mencerminkan integritas ASN adalah …

A. Mengikuti arahan tersebut demi menjaga relasi kerja
B. Menolak secara pribadi tanpa melaporkan kepada atasan
C. Mendokumentasikan dan melaporkan sesuai mekanisme yang berlaku
D. Menunda proses pengadaan tanpa alasan jelas
E. Mengalihkan keputusan kepada rekan kerja

Jawaban benar: C

Pembahasan:
Integritas ASN tidak berhenti pada penolakan personal, tetapi menuntut tindakan sistemik. Opsi C mencerminkan keberanian moral dan kepatuhan terhadap prinsip pencegahan KKN.

Soal 18
Kemenparekraf ingin mendorong pelaku ekonomi kreatif daerah agar mampu bersaing di pasar global. Namun, sebagian besar pelaku masih berorientasi pada pasar lokal dan kurang adaptif terhadap standar internasional. Strategi kebijakan paling tepat adalah …

A. Memaksa penerapan standar global secara seragam
B. Memberikan subsidi ekspor tanpa pendampingan
C. Mengembangkan inkubasi bisnis kreatif berbasis peningkatan kapasitas dan jejaring global
D. Membatasi produk lokal agar tidak kalah bersaing
E. Mengalihkan fokus hanya pada pelaku usaha besar

Jawaban benar: C

Pembahasan:
Inovasi kebijakan menuntut pendekatan bertahap dan adaptif. Opsi C menunjukkan pemahaman ekosistem ekonomi kreatif serta pembangunan kapasitas jangka panjang.

Soal 19
Dalam pelaksanaan event pariwisata berskala internasional, terdapat risiko kegagalan akibat faktor cuaca, keamanan, dan logistik. Sebagai ASN Kemenparekraf, pendekatan manajemen risiko yang paling tepat adalah …

A. Mengabaikan risiko karena bersifat tidak pasti
B. Membatalkan event untuk menghindari kerugian
C. Menyusun rencana mitigasi risiko dan skenario alternatif
D. Menyerahkan penanganan risiko sepenuhnya kepada pihak ketiga
E. Menunggu hingga risiko benar-benar terjadi

Jawaban benar: C

Pembahasan:
Manajemen risiko menuntut antisipasi, bukan reaksi. Opsi C mencerminkan kemampuan perencanaan strategis dan kesiapan ASN menghadapi ketidakpastian.

Soal 20
Kinerja seorang ASN Kemenparekraf dinilai sangat baik secara administratif, namun program yang dikelolanya tidak memberikan dampak signifikan bagi masyarakat. Dalam konteks penilaian kinerja modern, kesimpulan yang paling tepat adalah …

A. ASN tersebut tetap layak dinilai sangat baik karena patuh prosedur
B. Kinerja tidak dapat dievaluasi karena dampak sulit diukur
C. Perlu penyesuaian indikator kinerja agar berorientasi pada hasil dan manfaat
D. ASN tersebut gagal total dalam menjalankan tugas
E. Evaluasi cukup dilakukan berdasarkan laporan internal

Jawaban benar: C

Pembahasan:
Penilaian kinerja ASN modern menekankan outcome dan impact. Opsi C menunjukkan pemahaman reformasi birokrasi dan evaluasi berbasis manfaat publik.

Siap Lolos CPNS & PPPK Kemenparekraf? Jangan Bertaruh dengan Persiapan Setengah-Setengah!

Persaingan CPNS dan PPPK Kemenparekraf semakin ketat setiap tahun. Bukan hanya soal pintar, tapi siapa yang paling siap dan paham pola soal. Kalau kamu ingin belajar lebih terarah dan efisien, paket soal eksklusif dari fungsional.id adalah solusi yang tepat 👇

Kenapa harus di fungsional.id?

  • 📘 Soal HOTS & kontekstual, disusun sesuai kisi-kisi resmi dan kebutuhan Kemenparekraf
  • 🧠 Pembahasan logis, mendalam, dan mudah dipahami, bukan sekadar jawaban
  • 🎯 Materi fokus pada kompetensi inti CPNS & PPPK, bukan soal acak
  • ⏱️ Hemat waktu belajar dengan latihan soal yang tepat sasaran
  • 💼 Cocok untuk pemula maupun pejuang seleksi berulang

🔥 Jangan tunggu sampai pengumuman formasi keluar baru panik belajar.
🔑 Persiapan matang hari ini adalah kunci kelulusan besok.

👉 Akses sekarang paket soal CPNS & PPPK Kemenparekraf hanya di:
🌐 fungsional.id

💡 Belajar lebih cerdas. Lebih siap. Lebih percaya diri.
Karena kesempatan lolos tidak datang dua kali.

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Picture of Tim Asn

Tim Asn

Tim ASN adalah kelompok profesional yang terbiasa menyusun soal. Kami terdiri dari ahli berbagai bidang, berkomitmen menciptakan soal berkualitas tinggi yang relevan dengan kompetensi jabatan.
Butuh Paket Soal Ini?
Akses Sekarang!

Dapatkan Akses Sistem CBT dengan ratusan paket soal + pembahasan!

Butuh Bantuan?