100+ Soal Uji Kompetensi Dokter Obgyn + Pembahasan Kisi-kisi

100+ Soal Uji Kompetensi Dokter Obgyn + Pembahasan Kisi-kisi

Uji Kompetensi Dokter Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) merupakan tahapan penting dalam memastikan bahwa seorang dokter spesialis memiliki kemampuan klinis, pengetahuan ilmiah, serta keterampilan pengambilan keputusan yang sesuai dengan standar pelayanan kesehatan ibu dan reproduksi. Dalam praktiknya, seorang dokter Obgyn tidak hanya dituntut memahami teori medis, tetapi juga mampu menganalisis kasus klinis yang kompleks, mulai dari kehamilan risiko tinggi, gangguan reproduksi, hingga penanganan kegawatdaruratan obstetri. Oleh karena itu, soal-soal uji kompetensi pada bidang ini umumnya dirancang berbasis kasus klinis (case-based questions) yang menuntut ketelitian, penalaran klinis yang tajam, serta pemahaman mendalam terhadap pedoman praktik kedokteran terkini.

Artikel ini menyajikan kumpulan soal Uji Kompetensi Dokter Obgyn yang dilengkapi dengan pembahasan komprehensif serta kisi-kisi materi yang sering muncul dalam ujian. Penyusunan soal tidak hanya berfokus pada pengujian hafalan konsep, tetapi juga dirancang untuk melatih kemampuan analisis klinis, interpretasi data medis, dan pengambilan keputusan yang tepat dalam berbagai skenario pelayanan kesehatan reproduksi. Dengan mempelajari soal, pembahasan, dan kisi-kisi yang disajikan, diharapkan para peserta dapat memahami pola soal yang sering muncul sekaligus memperdalam pemahaman terhadap aspek penting dalam praktik obstetri dan ginekologi.

Kisi-kisi Soal Uji Kompetensi Dokter Obgyn

Uji Kompetensi Dokter Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) dirancang untuk menilai sejauh mana dokter spesialis mampu mengintegrasikan pengetahuan teoretis, keterampilan klinis, serta kemampuan pengambilan keputusan berbasis bukti dalam menangani berbagai kasus kesehatan reproduksi perempuan. Materi yang diujikan umumnya mencakup spektrum luas mulai dari pelayanan antenatal, persalinan, hingga gangguan ginekologi dan kegawatdaruratan obstetri. Oleh karena itu, memahami kisi-kisi materi yang sering muncul menjadi langkah strategis bagi peserta untuk memfokuskan proses belajar dan memperkuat kompetensi klinis yang relevan.

1. Fisiologi dan Anatomi Sistem Reproduksi Perempuan
Memahami struktur anatomi organ reproduksi perempuan serta fungsi fisiologisnya, termasuk siklus menstruasi, regulasi hormonal, dan perubahan fisiologis selama masa reproduksi.

2. Pelayanan Antenatal (Antenatal Care/ANC)
Meliputi pemeriksaan kehamilan rutin, skrining risiko kehamilan, pemantauan pertumbuhan janin, serta edukasi kesehatan ibu selama masa kehamilan.

3. Kehamilan Risiko Tinggi
Menguji kemampuan dokter dalam mengidentifikasi dan menangani kondisi kehamilan yang memiliki risiko komplikasi, seperti preeklampsia, diabetes gestasional, anemia pada kehamilan, dan kehamilan dengan penyakit penyerta.

4. Kegawatdaruratan Obstetri
Fokus pada penanganan kondisi darurat yang dapat mengancam keselamatan ibu dan janin, seperti perdarahan postpartum, solusio plasenta, eklampsia, dan ruptur uteri.

5. Proses Persalinan dan Manajemen Intrapartum
Mencakup tahapan persalinan normal, pemantauan kemajuan persalinan, penggunaan partograf, serta penatalaksanaan komplikasi selama persalinan.

6. Perawatan Pascapersalinan (Postpartum Care)
Menilai pemahaman tentang pemantauan kondisi ibu setelah melahirkan, penanganan komplikasi masa nifas, serta dukungan terhadap pemulihan kesehatan ibu.

7. Gangguan Ginekologi Umum
Membahas berbagai penyakit pada sistem reproduksi perempuan seperti mioma uteri, kista ovarium, endometriosis, serta gangguan menstruasi.

8. Infertilitas dan Teknologi Reproduksi
Mengukur kemampuan dalam mendiagnosis penyebab infertilitas pada pasangan serta memahami prinsip dasar terapi fertilitas dan teknologi reproduksi berbantu.

9. Infeksi pada Sistem Reproduksi
Meliputi diagnosis dan penatalaksanaan infeksi menular seksual (IMS), penyakit radang panggul, serta infeksi yang dapat memengaruhi kesehatan reproduksi perempuan.

10. Onkologi Ginekologi
Menguji pemahaman tentang deteksi dini, diagnosis, serta prinsip penatalaksanaan kanker pada organ reproduksi perempuan seperti kanker serviks, ovarium, dan endometrium.

11. Kontrasepsi dan Keluarga Berencana
Mencakup berbagai metode kontrasepsi, indikasi dan kontraindikasi penggunaannya, serta konseling kepada pasien terkait perencanaan keluarga.

12. Etika, Komunikasi, dan Keselamatan Pasien
Menilai kemampuan dokter dalam menerapkan prinsip etika kedokteran, komunikasi efektif dengan pasien, serta penerapan standar keselamatan pasien dalam praktik klinis.

Contoh Soal Uji Kompetensi Dokter Obgyn

Untuk membantu memahami bentuk soal yang sering muncul dalam Uji Kompetensi Dokter Obstetri dan Ginekologi (Obgyn), latihan soal berbasis kasus klinis menjadi salah satu metode yang efektif. Soal-soal dalam ujian umumnya tidak hanya menuntut penguasaan konsep, tetapi juga kemampuan menganalisis data klinis, menginterpretasi temuan pemeriksaan, serta menentukan langkah penatalaksanaan yang paling tepat sesuai prinsip evidence-based medicine. Berikut ini beberapa contoh soal berbasis kasus dengan tingkat berpikir tinggi (HOTS) yang dirancang untuk melatih penalaran klinis serta pengambilan keputusan dalam praktik obstetri dan ginekologi.

Soal 1
Seorang wanita usia 32 tahun G2P1A0 usia kehamilan 34 minggu datang ke IGD dengan keluhan sakit kepala berat sejak 2 hari terakhir disertai pandangan kabur dan nyeri epigastrium. Pasien memiliki riwayat tekanan darah tinggi pada kehamilan sebelumnya. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 170/110 mmHg, nadi 96 kali/menit, dan edema pada kedua tungkai. Pemeriksaan urin menunjukkan proteinuria +3. Denyut jantung janin 148 kali/menit dan gerakan janin masih aktif. Dokter mempertimbangkan adanya komplikasi serius pada kehamilan pasien tersebut.

Langkah penatalaksanaan yang paling tepat pada kondisi ini adalah …

A. Memberikan antihipertensi oral dan observasi rawat jalan
B. Melakukan terminasi kehamilan segera tanpa stabilisasi ibu
C. Memberikan magnesium sulfat untuk pencegahan kejang dan menstabilkan kondisi ibu sebelum keputusan terminasi
D. Memberikan antibiotik profilaksis dan menunggu persalinan spontan
E. Memberikan diuretik untuk menurunkan tekanan darah

Jawaban Benar: C

Pembahasan:
Kasus ini mengarah pada preeklampsia berat yang ditandai dengan tekanan darah ≥160/110 mmHg, proteinuria signifikan, serta gejala berat seperti nyeri epigastrium dan gangguan penglihatan. Pada kondisi ini, prioritas utama adalah stabilisasi ibu dan pencegahan eklampsia dengan pemberian magnesium sulfat. Setelah kondisi ibu stabil, barulah dipertimbangkan terminasi kehamilan sesuai usia gestasi dan kondisi ibu serta janin. Oleh karena itu, pilihan paling tepat adalah pemberian magnesium sulfat terlebih dahulu.

Soal 2
Seorang ibu usia 28 tahun baru saja melahirkan bayi secara spontan 15 menit yang lalu. Setelah plasenta lahir, pasien mengalami perdarahan hebat. Pada pemeriksaan didapatkan uterus lembek dan tidak berkontraksi dengan baik. Tekanan darah pasien 90/60 mmHg dan nadi 120 kali/menit. Dokter segera melakukan evaluasi penyebab perdarahan postpartum.

Tindakan awal yang paling tepat untuk menangani kondisi tersebut adalah …

A. Melakukan eksplorasi kavum uteri segera
B. Memberikan uterotonika dan melakukan pijat uterus
C. Melakukan histerektomi darurat
D. Memberikan transfusi darah tanpa intervensi lain
E. Menunggu kontraksi uterus terjadi secara spontan

Jawaban Benar: B

Pembahasan:
Kasus ini menunjukkan perdarahan postpartum akibat atonia uteri, yaitu penyebab tersering perdarahan setelah persalinan. Penatalaksanaan awal harus fokus pada mengembalikan kontraksi uterus melalui pijat uterus dan pemberian obat uterotonika seperti oksitosin. Jika tindakan ini tidak berhasil, barulah dipertimbangkan intervensi lain seperti tamponade, ligasi arteri, atau histerektomi.

Soal 3
Seorang wanita usia 30 tahun datang bersama suaminya karena belum memiliki anak setelah 3 tahun menikah tanpa menggunakan kontrasepsi. Pasien memiliki siklus menstruasi tidak teratur sejak remaja. Pada pemeriksaan ditemukan indeks massa tubuh 31 kg/m², terdapat hirsutisme ringan, dan hasil USG menunjukkan ovarium dengan banyak folikel kecil di perifer. Pemeriksaan hormon menunjukkan peningkatan kadar LH dibandingkan FSH.

Berdasarkan kondisi tersebut, mekanisme utama yang menyebabkan infertilitas pada pasien adalah …

A. Gangguan implantasi akibat kelainan endometrium
B. Ovulasi prematur akibat peningkatan estrogen
C. Gangguan ovulasi akibat disfungsi hormonal pada sindrom ovarium polikistik
D. Obstruksi tuba falopi akibat infeksi kronis
E. Produksi progesteron yang berlebihan

Jawaban Benar: C

Pembahasan:
Kasus ini menggambarkan Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) dengan ciri khas: siklus menstruasi tidak teratur, obesitas, hirsutisme, dan gambaran ovarium polikistik pada USG. Pada PCOS terjadi ketidakseimbangan hormon LH dan FSH yang menyebabkan gangguan maturasi folikel dan kegagalan ovulasi. Akibatnya, pasien mengalami infertilitas karena tidak terjadi pelepasan ovum secara normal.

Soal 4
Seorang wanita usia 46 tahun datang dengan keluhan perdarahan pervaginam di luar siklus menstruasi sejak 4 bulan terakhir. Pasien juga mengeluhkan nyeri panggul ringan dan keputihan yang berbau. Ia menikah pada usia 17 tahun dan memiliki riwayat berganti pasangan seksual. Pemeriksaan serviks menunjukkan lesi mudah berdarah. Dokter mencurigai adanya keganasan pada serviks.

Pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk menegakkan diagnosis pada kasus ini adalah …

A. Pemeriksaan ultrasonografi transvaginal
B. Pemeriksaan pap smear saja
C. Pemeriksaan kolposkopi dengan biopsi jaringan
D. Pemeriksaan kadar hormon estrogen
E. Pemeriksaan CT scan abdomen

Jawaban Benar: C

Pembahasan:
Gejala perdarahan abnormal, keputihan berbau, serta lesi serviks yang mudah berdarah sangat mengarah pada kanker serviks. Pap smear berfungsi sebagai skrining, tetapi diagnosis definitif kanker serviks ditegakkan melalui biopsi jaringan yang biasanya dilakukan setelah kolposkopi. Pemeriksaan ini memungkinkan evaluasi langsung jaringan abnormal pada serviks.

Soal 5
Seorang wanita usia 25 tahun G1P0A0 datang ke ruang bersalin dengan usia kehamilan 39 minggu. Persalinan telah berlangsung selama 10 jam. Pada pemeriksaan partograf diketahui pembukaan serviks berhenti pada 6 cm selama 3 jam terakhir, kontraksi uterus adekuat, dan posisi kepala janin masih tinggi. Denyut jantung janin masih dalam batas normal.

Berdasarkan kondisi tersebut, diagnosis yang paling mungkin adalah …

A. Persalinan normal fase aktif
B. Inersia uteri primer
C. Arrest of dilatation pada fase aktif persalinan
D. Persalinan preterm
E. Distosia bahu

Jawaban Benar: C

Pembahasan:
Pada fase aktif persalinan, pembukaan serviks seharusnya terus bertambah secara progresif. Jika tidak terjadi kemajuan pembukaan serviks selama ≥2 jam pada fase aktif, kondisi tersebut disebut arrest of dilatation. Penyebabnya dapat berupa disproporsi sefalopelvik atau masalah posisi janin. Penatalaksanaan selanjutnya biasanya mempertimbangkan evaluasi penyebab dan kemungkinan tindakan operatif seperti seksio sesarea jika persalinan tidak dapat dilanjutkan secara aman.

Soal 6
Seorang wanita usia 27 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri perut bagian bawah sejak 4 hari terakhir disertai demam dan keputihan berwarna kekuningan. Pasien juga mengeluhkan nyeri saat berhubungan seksual dan nyeri saat berkemih. Ia memiliki riwayat berganti pasangan seksual dalam beberapa bulan terakhir. Pada pemeriksaan didapatkan suhu 38,4°C, nyeri tekan pada abdomen bawah, serta nyeri hebat saat serviks digerakkan pada pemeriksaan vaginal. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan leukositosis.

Diagnosis yang paling mungkin pada pasien tersebut adalah …

A. Vaginitis kandida
B. Penyakit radang panggul (Pelvic Inflammatory Disease)
C. Endometriosis
D. Kista ovarium ruptur
E. Infeksi saluran kemih

Jawaban Benar: B

Pembahasan:
Gejala klasik Pelvic Inflammatory Disease (PID) meliputi nyeri perut bawah, demam, keputihan abnormal, nyeri saat hubungan seksual, serta cervical motion tenderness pada pemeriksaan bimanual. Faktor risiko utama adalah aktivitas seksual dengan pasangan berganti-ganti yang meningkatkan kemungkinan infeksi oleh Chlamydia trachomatis atau Neisseria gonorrhoeae. Diagnosis ditegakkan secara klinis dan terapi harus segera diberikan untuk mencegah komplikasi seperti infertilitas dan kehamilan ektopik.

Soal 7
Seorang wanita usia 38 tahun datang ke klinik untuk konsultasi kontrasepsi. Ia memiliki dua anak dan tidak berencana menambah keturunan. Pasien memiliki riwayat hipertensi terkontrol dan merokok sekitar 10 batang per hari. Ia ingin menggunakan metode kontrasepsi yang efektif namun aman dengan kondisi kesehatannya.

Metode kontrasepsi yang paling tepat direkomendasikan pada pasien tersebut adalah …

A. Pil kontrasepsi kombinasi estrogen-progesteron
B. Suntikan estrogen
C. IUD tembaga (Copper IUD)
D. Pil kontrasepsi darurat secara berkala
E. Metode kalender

Jawaban Benar: C

Pembahasan:
Pada wanita usia >35 tahun yang merokok, penggunaan kontrasepsi yang mengandung estrogen seperti pil kombinasi meningkatkan risiko tromboemboli dan penyakit kardiovaskular. Oleh karena itu, metode kontrasepsi non-hormonal atau progesteron saja lebih aman. IUD tembaga merupakan metode kontrasepsi jangka panjang yang sangat efektif, tidak mengandung hormon, dan aman bagi pasien dengan hipertensi maupun perokok.

Soal 8
Seorang wanita usia 35 tahun datang dengan keluhan menstruasi yang sangat banyak selama 6 bulan terakhir. Ia juga mengeluhkan rasa penuh pada perut bagian bawah dan sering berkemih. Pemeriksaan abdomen menunjukkan massa padat di daerah pelvis. USG menunjukkan adanya massa solid pada dinding uterus dengan batas tegas.

Diagnosis yang paling mungkin pada pasien tersebut adalah …

A. Kista ovarium
B. Adenomiosis
C. Mioma uteri
D. Kanker ovarium
E. Endometriosis

Jawaban Benar: C

Pembahasan:
Keluhan menorrhagia, rasa penuh di perut bawah, serta adanya massa solid pada uterus sangat khas untuk mioma uteri (fibroid). Mioma merupakan tumor jinak yang berasal dari otot polos uterus. Gejala yang sering muncul meliputi perdarahan menstruasi berlebihan, nyeri pelvis, serta tekanan pada organ sekitarnya seperti kandung kemih yang menyebabkan sering berkemih.

Soal 9
Seorang wanita usia 29 tahun datang ke IGD dengan keluhan nyeri perut hebat pada sisi kanan sejak beberapa jam terakhir. Pasien juga mengalami perdarahan pervaginam ringan. Ia terlambat menstruasi sekitar 7 minggu. Pada pemeriksaan ditemukan tekanan darah 95/60 mmHg dan nyeri tekan hebat pada abdomen kanan bawah. Hasil tes kehamilan positif. USG transvaginal tidak menunjukkan kantung gestasi di dalam uterus.

Diagnosis yang paling mungkin adalah …

A. Abortus inkomplet
B. Kehamilan mola
C. Kehamilan ektopik terganggu
D. Kehamilan intrauterin normal
E. Plasenta previa

Jawaban Benar: C

Pembahasan:
Trias klasik kehamilan ektopik adalah amenore, nyeri perut, dan perdarahan pervaginam. Jika kondisi disertai nyeri hebat dan tanda instabilitas hemodinamik, kemungkinan terjadi ruptur tuba yang menyebabkan perdarahan intraabdomen. USG yang tidak menunjukkan kantung gestasi di uterus pada pasien dengan tes kehamilan positif semakin memperkuat diagnosis kehamilan ektopik.

Soal 10
Seorang ibu usia 30 tahun datang 10 hari setelah melahirkan dengan keluhan demam tinggi, nyeri perut bawah, dan keputihan berbau tidak sedap. Persalinan sebelumnya berlangsung lama dan dilakukan dengan tindakan vakum. Pada pemeriksaan didapatkan suhu 38,7°C, uterus terasa nyeri saat palpasi, serta lokia berbau.

Diagnosis yang paling mungkin pada pasien tersebut adalah …

A. Mastitis
B. Endometritis postpartum
C. Infeksi saluran kemih
D. Subinvolusi uterus
E. Tromboemboli postpartum

Jawaban Benar: B

Pembahasan:
Endometritis postpartum adalah infeksi pada lapisan endometrium yang biasanya terjadi setelah persalinan, terutama jika persalinan berlangsung lama atau terdapat intervensi seperti vakum atau operasi. Gejala khas meliputi demam, nyeri uterus, dan lokia berbau tidak sedap. Penatalaksanaan biasanya berupa pemberian antibiotik spektrum luas untuk mengatasi infeksi bakteri.

Soal 11
Seorang wanita usia 29 tahun G1P0A0 dengan usia kehamilan 36 minggu datang ke rumah sakit dengan keluhan sakit kepala berat sejak pagi hari. Pasien juga mengeluhkan pandangan kabur dan pembengkakan pada wajah serta kaki. Pemeriksaan tekanan darah menunjukkan 165/105 mmHg. Pada pemeriksaan urin ditemukan proteinuria +2. Denyut jantung janin dalam batas normal.

Dokter mempertimbangkan kemungkinan preeklampsia berat. Selain pemberian magnesium sulfat untuk mencegah kejang, pemeriksaan laboratorium berikut yang paling penting dilakukan untuk menilai komplikasi penyakit ini adalah …

A. Pemeriksaan kadar glukosa darah
B. Pemeriksaan fungsi hati dan jumlah trombosit
C. Pemeriksaan kadar hormon estrogen
D. Pemeriksaan kadar kalsium serum
E. Pemeriksaan fungsi tiroid

Jawaban Benar: B

Pembahasan:
Pada preeklampsia berat, dokter perlu menilai kemungkinan terjadinya HELLP syndrome (Hemolysis, Elevated Liver Enzymes, Low Platelets). Oleh karena itu pemeriksaan yang sangat penting dilakukan adalah fungsi hati (AST/ALT) serta jumlah trombosit. Hasil pemeriksaan ini membantu menentukan tingkat keparahan penyakit dan memandu keputusan terapi serta waktu terminasi kehamilan.

Soal 12
Seorang wanita usia 31 tahun datang dengan keluhan nyeri hebat saat menstruasi sejak beberapa tahun terakhir. Nyeri semakin berat dalam 6 bulan terakhir dan sering disertai nyeri saat berhubungan seksual. Pasien juga telah menikah selama 3 tahun namun belum memiliki anak. Pemeriksaan USG menunjukkan adanya kista berisi cairan kental berwarna cokelat pada ovarium kiri.

Mekanisme utama yang menyebabkan nyeri pada kondisi tersebut adalah …

A. Infeksi bakteri kronis pada uterus
B. Pertumbuhan jaringan endometrium di luar kavum uteri yang merespons siklus hormonal
C. Gangguan kontraksi uterus akibat kelainan saraf
D. Penurunan produksi hormon progesteron
E. Gangguan aliran darah ke ovarium

Jawaban Benar: B

Pembahasan:
Kasus ini mengarah pada endometriosis, yaitu kondisi ketika jaringan endometrium tumbuh di luar rongga uterus, misalnya pada ovarium, tuba falopi, atau peritoneum. Jaringan ini tetap merespons perubahan hormonal siklus menstruasi sehingga mengalami perdarahan dan inflamasi lokal setiap siklus. Proses ini menimbulkan nyeri hebat, terutama saat menstruasi (dismenore), serta dapat menyebabkan infertilitas.

Soal 13
Seorang wanita usia 34 tahun G2P1A0 dengan usia kehamilan 28 minggu menjalani pemeriksaan skrining diabetes gestasional. Hasil tes toleransi glukosa oral menunjukkan peningkatan kadar glukosa darah setelah pemberian glukosa. Pasien tidak memiliki riwayat diabetes sebelumnya.

Jika kondisi ini tidak ditangani dengan baik, komplikasi berikut yang paling mungkin terjadi pada janin adalah …

A. Berat badan lahir sangat rendah
B. Mikrosefali
C. Makrosomia janin
D. Kelainan kromosom
E. Hipoplasia paru

Jawaban Benar: C

Pembahasan:
Pada diabetes gestasional, kadar glukosa ibu yang tinggi akan melewati plasenta dan merangsang pankreas janin menghasilkan insulin dalam jumlah besar. Insulin memiliki efek anabolik sehingga menyebabkan pertumbuhan janin berlebihan yang dikenal sebagai makrosomia. Kondisi ini meningkatkan risiko komplikasi persalinan seperti distosia bahu.

Soal 14
Seorang wanita usia 33 tahun G3P2A0 dengan usia kehamilan 32 minggu datang ke IGD dengan keluhan perdarahan pervaginam mendadak tanpa disertai nyeri. Pasien tampak cemas namun kondisi umum masih stabil. Pada pemeriksaan USG diketahui bahwa plasenta menutupi sebagian ostium uteri internum.

Diagnosis yang paling mungkin pada kondisi tersebut adalah …

A. Solusio plasenta
B. Plasenta previa
C. Ruptur uteri
D. Abortus imminens
E. Kehamilan ektopik

Jawaban Benar: B

Pembahasan:
Plasenta previa ditandai dengan perdarahan pervaginam tanpa nyeri pada trimester ketiga kehamilan. Penyebabnya adalah implantasi plasenta yang menutupi atau berada sangat dekat dengan ostium uteri internum. Diagnosis biasanya ditegakkan dengan USG. Pemeriksaan vaginal digital tidak dianjurkan karena dapat memicu perdarahan hebat.

soal 15
Seorang wanita usia 52 tahun datang dengan keluhan perut terasa kembung sejak beberapa bulan terakhir. Ia juga merasa cepat kenyang saat makan dan mengalami penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya massa pada abdomen bawah. Dokter mencurigai adanya kanker ovarium.

Penanda tumor yang paling sering digunakan untuk membantu evaluasi kanker ovarium adalah …

A. AFP (Alpha-fetoprotein)
B. CEA (Carcinoembryonic antigen)
C. CA-125
D. PSA
E. Beta-hCG

Jawaban Benar: C

Pembahasan:
CA-125 merupakan penanda tumor yang paling sering digunakan dalam evaluasi kanker ovarium epitelial. Meskipun tidak spesifik untuk diagnosis awal, peningkatan kadar CA-125 dapat membantu dalam pemantauan respons terapi serta deteksi kekambuhan penyakit. Gejala kanker ovarium sering tidak spesifik seperti perut kembung, cepat kenyang, dan nyeri abdomen sehingga sering terdiagnosis pada stadium lanjut.

Soal 16
Seorang wanita usia 35 tahun G3P2A0 usia kehamilan 35 minggu datang ke IGD dengan keluhan nyeri perut hebat yang muncul tiba-tiba sejak satu jam terakhir. Pasien juga mengeluhkan perdarahan pervaginam berwarna gelap. Pada pemeriksaan ditemukan tekanan darah 150/95 mmHg, uterus teraba tegang dan nyeri, serta denyut jantung janin menurun menjadi 100 kali/menit.

Diagnosis yang paling mungkin pada kasus tersebut adalah …

A. Plasenta previa
B. Solusio plasenta
C. Ruptur uteri
D. Persalinan prematur
E. Vasa previa

Jawaban Benar: B

Pembahasan:
Solusio plasenta adalah pelepasan plasenta sebelum bayi lahir. Gejala khasnya adalah perdarahan pervaginam disertai nyeri perut hebat dan uterus tegang. Hal ini berbeda dengan plasenta previa yang biasanya tidak disertai nyeri. Kondisi ini merupakan kegawatdaruratan obstetri karena dapat menyebabkan hipoksia janin dan perdarahan hebat pada ibu.

Soal 17
Seorang wanita usia 26 tahun datang dengan keluhan perdarahan pervaginam pada usia kehamilan sekitar 10 minggu. Pasien mengeluhkan kram perut bagian bawah. Pada pemeriksaan ditemukan serviks terbuka dan sebagian jaringan kehamilan telah keluar dari uterus, namun masih terdapat jaringan yang tertinggal di dalam kavum uteri berdasarkan pemeriksaan USG.

Diagnosis yang paling tepat pada kondisi ini adalah …

A. Abortus imminens
B. Abortus inkomplet
C. Abortus komplit
D. Missed abortion
E. Kehamilan ektopik

Jawaban Benar: B

Pembahasan:
Abortus inkomplet terjadi ketika sebagian jaringan hasil konsepsi telah keluar tetapi masih terdapat jaringan yang tertinggal di dalam uterus. Kondisi ini biasanya disertai perdarahan yang masih berlangsung serta serviks yang terbuka. Penatalaksanaan dapat berupa evakuasi uterus untuk mencegah perdarahan lanjutan dan infeksi.

Soal 18
Seorang wanita usia 24 tahun datang dengan keluhan tidak mengalami menstruasi selama 8 bulan terakhir. Sebelumnya siklus menstruasi pasien teratur. Pasien memiliki riwayat olahraga intensif sebagai atlet lari jarak jauh dan mengalami penurunan berat badan signifikan dalam satu tahun terakhir. Hasil tes kehamilan negatif.

Mekanisme yang paling mungkin menyebabkan kondisi pasien adalah …

A. Gangguan produksi estrogen oleh ovarium akibat tumor
B. Penurunan stimulasi GnRH dari hipotalamus akibat stres metabolik
C. Peningkatan hormon prolaktin akibat adenoma hipofisis
D. Obstruksi mekanik pada saluran reproduksi
E. Kegagalan fungsi ovarium prematur

Jawaban Benar: B

Pembahasan:
Amenore pada atlet dengan aktivitas fisik berat sering disebabkan oleh penurunan sekresi GnRH dari hipotalamus akibat stres fisik dan defisit energi. Hal ini menyebabkan penurunan hormon FSH dan LH sehingga ovulasi tidak terjadi. Kondisi ini dikenal sebagai functional hypothalamic amenorrhea.

Soal 19
Seorang wanita usia 30 tahun melahirkan bayi dengan berat lahir 4200 gram. Setelah kepala bayi lahir, bahu anterior bayi tidak dapat melewati simfisis pubis sehingga proses persalinan terhenti. Dokter mencurigai terjadinya distosia bahu.

Manuver awal yang paling direkomendasikan untuk mengatasi kondisi tersebut adalah …

A. Manuver Kristeller
B. Manuver McRoberts
C. Versi internal
D. Ekstraksi vakum
E. Histerektomi darurat

Jawaban Benar: B

Pembahasan:
Distosia bahu terjadi ketika bahu bayi terjebak di belakang simfisis pubis setelah kepala lahir. Manuver pertama yang paling sering dilakukan adalah manuver McRoberts, yaitu dengan menekuk paha ibu ke arah abdomen untuk memperlebar diameter pelvis sehingga bahu bayi dapat keluar.

Soal 20
Seorang wanita usia 28 tahun datang dengan keluhan mual muntah yang sangat berat pada usia kehamilan sekitar 12 minggu. Pasien juga mengalami perdarahan pervaginam dan ukuran uterus lebih besar dari usia kehamilan. Pemeriksaan USG menunjukkan gambaran seperti “badai salju” tanpa adanya janin.

Diagnosis yang paling mungkin adalah …

A. Kehamilan ektopik
B. Mola hidatidosa
C. Abortus inkomplet
D. Plasenta previa
E. Polihidramnion

Jawaban Benar: B

Pembahasan:
Mola hidatidosa merupakan bagian dari penyakit trofoblastik gestasional yang ditandai oleh proliferasi abnormal jaringan trofoblas. Ciri khasnya meliputi perdarahan pervaginam, uterus lebih besar dari usia kehamilan, hiperemesis gravidarum, serta gambaran “snowstorm” pada USG. Penatalaksanaan utama adalah evakuasi jaringan mola dan pemantauan kadar β-hCG secara berkala.

🚀 Siap Lulus Uji Kompetensi Obgyn? Tingkatkan Persiapan Anda Sekarang!

Jangan hanya belajar teori—latih kemampuan analisis Anda dengan bank soal yang terstruktur dan realistis seperti ujian sebenarnya. Di Fungsional.id tersedia paket latihan soal yang dirancang khusus untuk membantu Anda belajar lebih efektif dan terarah.

Keunggulan Paket Soal di Fungsional.id:

📚 Ratusan soal berbasis kasus klinis (HOTS)
Dirancang menyerupai pola soal uji kompetensi sehingga melatih cara berpikir klinis secara mendalam.

🧠 Pembahasan lengkap dan mudah dipahami
Setiap soal dilengkapi penjelasan komprehensif agar Anda tidak hanya tahu jawabannya, tetapi juga memahami alasan medis di baliknya.

📊 Materi sesuai kisi-kisi ujian kompetensi
Topik soal disusun berdasarkan area penting dalam obstetri dan ginekologi yang paling sering muncul dalam ujian.

⏱️ Melatih strategi mengerjakan soal ujian
Dengan banyak latihan, Anda akan terbiasa menganalisis vignette klinis panjang dengan lebih cepat dan akurat.

🎯 Cocok untuk persiapan ujian maupun pendalaman materi klinis
Baik untuk dokter yang sedang mempersiapkan ujian kompetensi maupun yang ingin memperkuat pemahaman klinis Obgyn.

👉 Kunjungi sekarang: Fungsional.id
dan temukan paket bank soal Obgyn lengkap yang dapat membantu Anda mempersiapkan ujian dengan lebih percaya diri.

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Picture of Tim Asn

Tim Asn

Tim ASN adalah kelompok profesional yang terbiasa menyusun soal. Kami terdiri dari ahli berbagai bidang, berkomitmen menciptakan soal berkualitas tinggi yang relevan dengan kompetensi jabatan.
Butuh Paket Soal Ini?
Akses Sekarang!

Dapatkan Akses Sistem CBT dengan ratusan paket soal + pembahasan!

Butuh Bantuan?