120+ Soal Ujikom JFPH (Jabatan Fungsional Pranata Humas) dan Kunci Jawaban

Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Pranata Hubungan Masyarakat (JFPH) merupakan tahapan penting untuk mengukur kompetensi teknis, manajerial, dan profesionalisme pejabat fungsional dalam melaksanakan tugas kehumasan di instansi pemerintah. Oleh karena itu, persiapan yang matang melalui pemahaman materi dan latihan soal sangat diperlukan agar peserta mampu menghadapi ujian dengan lebih percaya diri.

Artikel 120+ Soal Ujikom JFPH (Jabatan Fungsional Pranata Humas) dan Kunci Jawaban ini menyajikan kumpulan latihan soal yang disusun berdasarkan kompetensi yang relevan dengan pelaksanaan uji kompetensi. Dilengkapi dengan kunci jawaban dan pembahasan singkat, materi ini diharapkan dapat membantu peserta meningkatkan pemahaman sekaligus memaksimalkan hasil ujikom.

Mengenal Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Pranata Humas (JFPH)

Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Pranata Humas (JFPH) merupakan proses penilaian yang bertujuan mengukur tingkat penguasaan kompetensi pejabat fungsional dalam melaksanakan tugas kehumasan di instansi pemerintah. Penilaian ini mencakup kemampuan teknis, pemahaman terhadap regulasi, komunikasi publik, pengelolaan informasi, hubungan media, hingga etika profesi sebagai Pranata Humas.

Melalui uji kompetensi, peserta diharapkan mampu menunjukkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional yang sesuai dengan standar kompetensi Jabatan Fungsional Pranata Humas. Oleh karena itu, memahami ruang lingkup materi ujian serta berlatih mengerjakan soal-soal yang relevan menjadi langkah penting untuk meningkatkan peluang memperoleh hasil yang optimal.

Tips Mempersiapkan Diri Menghadapi Uji Kompetensi JFPH

Persiapan yang matang akan membantu peserta menghadapi Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Pranata Humas (JFPH) dengan lebih percaya diri. Selain memahami regulasi dan tugas pokok Pranata Humas, peserta juga perlu menguasai kompetensi teknis kehumasan, kemampuan komunikasi, pengelolaan media, serta penyusunan strategi komunikasi publik. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan sebelum mengikuti ujikom:

  1. Pelajari regulasi Jabatan Fungsional Pranata Humas

Termasuk tugas, fungsi, jenjang jabatan, dan standar kompetensi yang berlaku.

  1. Pahami materi kehumasan

Seperti komunikasi publik, hubungan media, pengelolaan informasi, manajemen isu, dan keprotokolan.

  1. Perbanyak latihan soal ujikom 

Mengenali pola soal dan mengukur tingkat pemahaman terhadap materi.

  1. Ikuti perkembangan isu dan kebijakan pemerintah

Kemampuan memahami informasi aktual sangat penting dalam tugas kehumasan.

  1. Latih kemampuan berpikir analitis dan komunikasi, 

Terutama dalam menyelesaikan studi kasus yang berkaitan dengan pelayanan informasi publik dan hubungan dengan pemangku kepentingan.

  1. Evaluasi hasil belajar secara berkala 

Dengan mengulas kembali materi yang belum dikuasai dan memperbaiki kelemahan sebelum hari ujian.

Dengan belajar secara konsisten dan mengikuti strategi di atas, peserta akan lebih siap menghadapi Uji Kompetensi JFPH, memahami karakteristik soal yang diujikan, serta meningkatkan peluang memperoleh hasil yang memuaskan.

Kisi-Kisi Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Pranata Humas (JFPH)

Berikut kisi-kisi materi yang dapat dijadikan acuan dalam mempersiapkan Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Pranata Humas (JFPH). Kisi-kisi ini disusun berdasarkan kompetensi utama yang dibutuhkan seorang Pranata Humas dalam melaksanakan tugas kehumasan di instansi pemerintah.

No.MateriPokok Bahasan
1Kebijakan JFPHTugas, fungsi, jenjang jabatan, angka kredit, pengembangan karier, dan standar kompetensi JFPH.
2Regulasi Kehumasan PemerintahKebijakan komunikasi publik, keterbukaan informasi publik, pelayanan informasi, dan tata kelola kehumasan pemerintah.
3Komunikasi PublikTeknik komunikasi lisan dan tertulis, komunikasi organisasi, komunikasi krisis, dan komunikasi digital.
4Strategi KomunikasiPenyusunan strategi komunikasi, identifikasi sasaran, pemilihan media, penyusunan pesan, dan evaluasi program.
5Hubungan Media (Media Relations)Penyusunan siaran pers, konferensi pers, media briefing, wawancara, dan pengelolaan hubungan dengan media massa.
6Penulisan KehumasanPress release, berita, artikel, feature, pidato, sambutan, naskah publikasi, dan konten media sosial.
7Pengelolaan Informasi PublikPengumpulan, pengolahan, verifikasi, dokumentasi, dan diseminasi informasi publik.
8Manajemen Isu dan KrisisIdentifikasi isu, mitigasi risiko komunikasi, penanganan krisis, monitoring opini publik, dan strategi pemulihan citra.
9Media DigitalWebsite instansi, media sosial pemerintah, konten digital, analisis engagement, dan etika bermedia sosial.
10Produksi KontenPerencanaan konten, copywriting, fotografi dasar, videografi dasar, infografis, dan storytelling.
11Monitoring dan EvaluasiAnalisis pemberitaan, media monitoring, evaluasi efektivitas komunikasi, dan penyusunan laporan.
12KeprotokolanTata tempat, tata upacara, tata penghormatan, pendampingan pejabat, dan penyelenggaraan acara resmi.
13Pelayanan Informasi PublikStandar pelayanan informasi, pengelolaan permohonan informasi, dan pelayanan kepada masyarakat.
14Etika ProfesiIntegritas, objektivitas, profesionalisme, kerahasiaan informasi, dan kode etik Pranata Humas.
15Manajemen Kegiatan KehumasanPerencanaan program, pelaksanaan kegiatan, koordinasi, dokumentasi, dan pelaporan kegiatan humas.
16Analisis Opini PublikTeknik survei sederhana, analisis sentimen, pemetaan pemangku kepentingan (stakeholder), dan evaluasi persepsi publik.
17Kolaborasi dan StakeholderKoordinasi lintas unit, hubungan dengan masyarakat, mitra kerja, media, dan instansi lain.
18Literasi DigitalKeamanan informasi, etika digital, perlindungan data, dan pemanfaatan teknologi komunikasi.
19Studi Kasus KehumasanPenyelesaian kasus komunikasi publik, konflik informasi, krisis reputasi, dan pengambilan keputusan.
20Kompetensi ManajerialIntegritas, kerja sama, orientasi pelayanan, komunikasi, adaptasi, pengambilan keputusan, dan kepemimpinan sesuai kebutuhan jabatan.

1. Fokus Materi yang Perlu Diprioritaskan

  • Memahami regulasi dan kebijakan Jabatan Fungsional Pranata Humas.
  • Menguasai strategi komunikasi publik dan hubungan media.
  • Mampu menyusun press release, berita, dan berbagai produk kehumasan.
  • Memahami pengelolaan informasi publik serta keterbukaan informasi.
  • Menguasai manajemen isu, komunikasi krisis, dan pengelolaan reputasi instansi.
  • Memahami pemanfaatan media digital dan media sosial pemerintah.
  • Menguasai keprotokolan, pelayanan publik, serta etika profesi.
  • Mampu menganalisis studi kasus kehumasan dan memberikan solusi yang tepat berdasarkan prinsip komunikasi publik.

Contoh Soal Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Pranata Humas (JFPH)

Berikut merupakan 20 soal latihan yang disusun berdasarkan kompetensi Jabatan Fungsional Pranata Humas (JFPH). Soal-soal ini dirancang dengan pendekatan Higher Order Thinking Skills (HOTS) melalui studi kasus, analisis situasi, dan pengambilan keputusan, sehingga dapat digunakan sebagai bahan latihan menghadapi Uji Kompetensi.

Soal 1

Sebuah instansi pemerintah menjadi sorotan publik akibat beredarnya informasi yang belum terverifikasi di media sosial. Sebagai Pranata Humas, tindakan awal yang paling tepat adalah….

A. Menghapus seluruh komentar masyarakat.
B. Mengeluarkan pernyataan tanpa verifikasi agar isu segera mereda.
C. Melakukan verifikasi fakta, berkoordinasi dengan unit terkait, kemudian menyampaikan informasi resmi.
D. Membiarkan isu berkembang hingga perhatian publik beralih.
E. Menyalahkan media yang memberitakan.

Jawaban: C

Pembahasan: Komunikasi krisis harus diawali dengan verifikasi informasi dan penyampaian informasi resmi yang akurat.

Soal 2

Tujuan utama penyusunan strategi komunikasi publik adalah….

A. Memperbanyak unggahan media sosial.
B. Menentukan langkah komunikasi agar pesan tersampaikan secara efektif kepada sasaran.
C. Meningkatkan jumlah pegawai humas.
D. Mengurangi anggaran publikasi.
E. Menghindari kritik masyarakat.

Jawaban: B

Pembahasan: Strategi komunikasi disusun untuk memastikan pesan, media, sasaran, dan tujuan komunikasi selaras.

Soal 3

Sebuah siaran pers telah selesai dibuat, namun data pendukung belum diverifikasi. Tindakan terbaik adalah….

A. Tetap menerbitkannya agar menjadi yang pertama.
B. Menunggu proses verifikasi sebelum dipublikasikan.
C. Menghapus seluruh naskah.
D. Mengubah data tanpa konfirmasi.
E. Meminta media memperbaikinya setelah terbit.

Jawaban: B

Pembahasan: Akurasi informasi lebih penting daripada kecepatan publikasi.

Soal 4

Indikator keberhasilan program komunikasi publik yang paling tepat adalah….

A. Banyaknya pegawai yang hadir.
B. Jumlah dokumen yang dicetak.
C. Tercapainya tujuan komunikasi dan meningkatnya pemahaman masyarakat.
D. Banyaknya rapat internal.
E. Besarnya anggaran kegiatan.

Jawaban: C

Pembahasan: Evaluasi komunikasi harus mengukur dampak terhadap audiens.

Soal 5

Dalam konferensi pers, wartawan mengajukan pertanyaan di luar kewenangan narasumber. Sikap yang tepat adalah….

A. Memberikan jawaban yang belum tentu benar.
B. Menolak menjawab dengan nada tinggi.
C. Menyampaikan bahwa informasi akan dikonfirmasi kepada pihak yang berwenang.
D. Mengabaikan pertanyaan.
E. Menyuruh wartawan mencari sendiri.

Jawaban: C

Pembahasan: Jawaban harus akurat dan sesuai kewenangan.

Soal 6

Prinsip utama pelayanan informasi publik adalah….

A. Menutup seluruh informasi.
B. Memberikan informasi yang terbuka sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
C. Memberikan informasi hanya kepada media tertentu.
D. Menyampaikan informasi berdasarkan kedekatan pribadi.
E. Membatasi seluruh akses informasi.

Jawaban: B

Pembahasan: Informasi publik diberikan secara terbuka kecuali yang dikecualikan oleh peraturan.

Soal 7

Media sosial instansi dipenuhi komentar negatif. Langkah paling profesional adalah….

A. Menghapus seluruh komentar.
B. Membalas dengan emosi.
C. Menganalisis penyebab, merespons secara sopan, dan memberikan informasi yang benar.
D. Menutup akun media sosial.
E. Mengabaikan semuanya.

Jawaban: C

Pembahasan: Respon yang profesional membantu menjaga kepercayaan publik.

Soal 8

Saat menyusun press release, informasi yang paling penting ditempatkan pada….

A. Penutup berita.
B. Paragraf terakhir.
C. Paragraf pembuka.
D. Bagian lampiran.
E. Biodata penulis.

Jawaban: C

Pembahasan: Press release menggunakan prinsip piramida terbalik.

Soal 9

Monitoring media dilakukan dengan tujuan….

A. Mengawasi pegawai.
B. Mengetahui pemberitaan dan persepsi publik terhadap instansi.
C. Mengurangi jumlah media.
D. Menghapus kritik masyarakat.
E. Mengganti narasumber.

Jawaban: B

Pembahasan: Monitoring media menjadi dasar evaluasi strategi komunikasi.

Soal 10

Dalam penyelenggaraan acara resmi pemerintah, Pranata Humas harus berkoordinasi erat dengan….

A. Seluruh tamu undangan.
B. Tim keprotokolan dan panitia kegiatan.
C. Penjual konsumsi saja.
D. Media nasional saja.
E. Sponsor kegiatan.

Jawaban: B

Pembahasan: Koordinasi menjamin kelancaran acara resmi.

Soal 11

Jika terdapat perbedaan data antara dua unit kerja, Pranata Humas sebaiknya….

A. Memilih data yang paling menarik.
B. Menggabungkan seluruh data tanpa verifikasi.
C. Memastikan data yang valid melalui koordinasi dengan unit terkait.
D. Menyampaikan keduanya kepada media.
E. Menunda seluruh komunikasi selamanya.

Jawaban: C

Pembahasan: Validitas data menjadi dasar komunikasi publik.

Soal 12

Seorang Pranata Humas menerima informasi yang bersifat rahasia. Sikap yang tepat adalah….

A. Membagikannya kepada media.
B. Mengunggah ke media sosial pribadi.
C. Menjaga kerahasiaan sesuai ketentuan.
D. Mengirim ke grup WhatsApp umum.
E. Menjadikannya bahan diskusi publik.

Jawaban: C

Pembahasan: Menjaga kerahasiaan merupakan bagian dari etika profesi.

Soal 13

Dalam komunikasi krisis, penyampaian informasi sebaiknya….

A. Ditunda selama mungkin.
B. Cepat, akurat, dan konsisten.
C. Berbeda di setiap media.
D. Berdasarkan opini pribadi.
E. Tidak perlu menggunakan data.

Jawaban: B

Pembahasan: Konsistensi informasi mencegah munculnya spekulasi.

Soal 14

Konten media sosial pemerintah yang efektif adalah….

A. Mengandung informasi yang akurat, mudah dipahami, dan bermanfaat.
B. Hanya berisi foto pejabat.
C. Selalu menggunakan bahasa teknis.
D. Mengandung opini pribadi admin.
E. Menyalin seluruh berita media.

Jawaban: A

Pembahasan: Konten harus informatif dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Soal 15

Keberhasilan hubungan media dapat dilihat dari….

A. Banyaknya media yang diundang.
B. Terbangunnya hubungan profesional dan pemberitaan yang objektif.
C. Jumlah konsumsi acara.
D. Banyaknya spanduk.
E. Jumlah pegawai humas.

Jawaban: B

Pembahasan: Media relations berorientasi pada hubungan yang saling percaya.

Soal 16

Apabila terjadi kesalahan informasi yang telah dipublikasikan, langkah terbaik adalah….

A. Menghapus tanpa penjelasan.
B. Mengabaikan kesalahan.
C. Segera melakukan klarifikasi dan koreksi resmi.
D. Menyalahkan media.
E. Menunggu isu hilang.

Jawaban: C

Pembahasan: Klarifikasi cepat menjaga kredibilitas instansi.

Soal 17

Stakeholder mapping dilakukan agar….

A. Menentukan lawan komunikasi.
B. Mengidentifikasi pihak yang berkepentingan dan strategi komunikasi yang sesuai.
C. Mengurangi jumlah mitra kerja.
D. Membatasi informasi.
E. Menentukan anggaran kegiatan.

Jawaban: B

Pembahasan: Pemetaan stakeholder membantu penyusunan strategi komunikasi.

Soal 18

Seorang Pranata Humas diminta menyampaikan informasi yang belum memiliki dasar hukum yang jelas. Sikap yang paling tepat adalah….

A. Tetap menyampaikan agar cepat viral.
B. Menolak dengan emosi.
C. Berkoordinasi terlebih dahulu dengan pimpinan dan unit terkait sebelum menyampaikan informasi.
D. Mengubah isi informasi.
E. Membiarkan masyarakat berspekulasi.

Jawaban: C

Pembahasan: Informasi publik harus memiliki dasar yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Soal 19

Kompetensi yang paling dibutuhkan dalam menghadapi perubahan teknologi komunikasi adalah….

A. Menolak inovasi.
B. Literasi digital dan kemampuan beradaptasi.
C. Mengurangi penggunaan media digital.
D. Menghindari media sosial.
E. Bergantung pada pihak luar.

Jawaban: B

Pembahasan: Adaptasi dan literasi digital merupakan kompetensi penting bagi Pranata Humas.

Soal 20

Seorang Pranata Humas harus memilih antara menerbitkan informasi dengan cepat atau menunggu verifikasi lengkap. Keputusan yang paling tepat adalah….

A. Selalu memilih kecepatan.
B. Menunggu hingga isu selesai sendiri.
C. Mengutamakan informasi yang akurat, terverifikasi, dan dapat dipertanggungjawabkan meskipun memerlukan waktu lebih lama.
D. Meminta media membuat kesimpulan sendiri.
E. Menyampaikan informasi berdasarkan dugaan.

Jawaban: C

Pembahasan: Dalam kehumasan pemerintah, akurasi, kredibilitas, dan akuntabilitas merupakan prinsip utama yang harus diutamakan dibandingkan kecepatan publikasi.

Ingin mendapatkan lebih banyak latihan soal Ujikom JFPH beserta pembahasan lengkap? 

Kunjungi Fungsional.id untuk mengakses kumpulan soal terbaru, kisi-kisi, materi belajar, dan berbagai referensi yang dapat membantu Anda mempersiapkan diri menghadapi Uji Kompetensi Jabatan Fungsional.

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Picture of Tim Asn

Tim Asn

Tim ASN adalah kelompok profesional yang terbiasa menyusun soal. Kami terdiri dari ahli berbagai bidang, berkomitmen menciptakan soal berkualitas tinggi yang relevan dengan kompetensi jabatan.
Butuh Paket Soal Ini?
Akses Sekarang!

Dapatkan Akses Sistem CBT dengan ratusan paket soal + pembahasan!

Butuh Bantuan?