Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) merupakan instansi pemerintah yang memegang peranan strategis dalam pengendalian pertumbuhan penduduk, pembangunan keluarga berkualitas, dan program Keluarga Berencana (KB) nasional. Sebagai lembaga yang bertanggung jawab langsung terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana), Kemendukbangga/BKKBN secara berkala membuka Seleksi Terbuka Jabatan Administrator (Eselon III) dan Jabatan Pengawas (Eselon IV) untuk menjaring ASN terbaik yang memiliki kompetensi manajerial, teknis, dan sosial kultural yang unggul dalam mengelola program kependudukan dan keluarga berencana di seluruh Indonesia.
Menghadapi seleksi terbuka Jabatan Administrator dan Pengawas Kemendukbangga/BKKBN membutuhkan persiapan yang komprehensif, mengingat tahapan seleksi yang ketat mencakup seleksi administrasi, penulisan makalah atau policy brief, asesmen kompetensi manajerial dan sosial kultural, hingga wawancara akhir oleh Panitia Seleksi. Materi yang diujikan mencakup berbagai aspek penting mulai dari wawasan kebijakan kependudukan dan keluarga berencana, kompetensi manajerial kepemimpinan, regulasi ASN dan birokrasi pemerintahan, program prioritas Bangga Kencana, hingga kemampuan analisis kebijakan publik. Untuk membantu para calon peserta mempersiapkan diri secara optimal, artikel ini menghadirkan lebih dari 100 soal latihan pilihan ganda lengkap beserta kunci jawaban dan pembahasan yang disusun berdasarkan karakteristik seleksi Jabatan Administrator dan Pengawas Kemendukbangga/BKKBN, agar calon peserta lebih siap dan tampil maksimal dalam setiap tahapan seleksi yang sesungguhnya.
Table of Contents
ToggleMengenal Seleksi Jabatan Administrator dan Pengawas KEMENDUKBANGGA/BKKBN
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) merupakan instansi pemerintah yang lahir dari transformasi kelembagaan BKKBN menjadi kementerian penuh pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, dengan tugas pokok menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kependudukan dan keluarga berencana serta pembangunan keluarga berkualitas. Dalam rangka memenuhi kebutuhan pejabat yang kompeten dan profesional di berbagai unit kerja, Kemendukbangga/BKKBN secara berkala membuka Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Administrator (Eselon III) dan Jabatan Pengawas (Eselon IV) yang terbuka bagi PNS di lingkungan Kemendukbangga/BKKBN maupun PNS dari instansi pemerintah lain yang memenuhi persyaratan.
Proses seleksi dilaksanakan secara terbuka, transparan, dan kompetitif melalui beberapa tahapan yang meliputi seleksi administrasi, penulisan makalah atau policy brief, asesmen kompetensi manajerial dan sosial kultural melalui metode assessment center, serta wawancara akhir oleh Panitia Seleksi (Pansel) yang terdiri dari unsur internal dan eksternal instansi. Calon peserta wajib memenuhi persyaratan umum seperti berstatus PNS aktif dengan pangkat dan golongan yang sesuai jenjang jabatan yang dilamar, memiliki rekam jejak kinerja yang baik, tidak sedang menjalani hukuman disiplin, serta memenuhi persyaratan kompetensi teknis dan manajerial sesuai standar jabatan yang ditetapkan, dengan seluruh informasi seleksi diumumkan resmi melalui laman kemendukbangga.go.id
Jabatan, Tugas, dan Persyaratan Seleksi KEMENDUKBANGGA/BKKBN
Seleksi terbuka Kemendukbangga/BKKBN membuka dua jenjang jabatan struktural yang memiliki peran dan tanggung jawab berbeda namun saling melengkapi dalam mendukung pelaksanaan program kependudukan dan keluarga berencana secara menyeluruh.
1. Jabatan Administrator (Eselon III) Jabatan Administrator adalah pemimpin unit kerja setingkat eselon III yang bertanggung jawab memimpin pelaksanaan kegiatan pelayanan publik serta administrasi pemerintahan dan pembangunan di lingkungan Kemendukbangga/BKKBN. Pejabat Administrator bertugas merumuskan kebijakan teknis, mengoordinasikan pelaksanaan program, mengelola sumber daya unit kerja, serta menyusun laporan kinerja secara akuntabel. Persyaratan umum meliputi pangkat minimal Penata Tingkat I (III/d), telah menduduki jabatan pengawas atau jabatan fungsional setara selama minimal 2 tahun, nilai kinerja minimal “Baik” dalam 2 tahun terakhir, serta usia paling tinggi 56 tahun pada saat mendaftar.
2. Jabatan Pengawas (Eselon IV) Jabatan Pengawas adalah pemimpin unit kerja setingkat eselon IV yang bertanggung jawab mengendalikan pelaksanaan kegiatan teknis operasional dan pelayanan program Bangga Kencana di tingkat unit terkecil. Pejabat Pengawas bertugas mengawasi, mengevaluasi, dan melaporkan pelaksanaan kegiatan program secara tertib dan akuntabel sesuai kebijakan yang ditetapkan pejabat di atasnya. Persyaratan umum meliputi pangkat minimal Penata Muda Tingkat I (III/b), telah menduduki jabatan pelaksana atau jabatan fungsional setara selama minimal 2 tahun, nilai kinerja minimal “Baik” dalam 2 tahun terakhir, serta usia paling tinggi 53 tahun pada saat mendaftar.
3. Persyaratan Umum Kedua Jabatan
- Berstatus PNS aktif dan tidak sedang menjalani hukuman disiplin tingkat sedang atau berat.
- Tidak sedang dalam proses pemeriksaan pelanggaran disiplin atau tindak pidana.
- Memiliki kompetensi teknis, manajerial, dan sosial kultural sesuai standar jabatan.
- Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah kerja Kemendukbangga/BKKBN di Indonesia.
- Mendapat persetujuan dan rekomendasi dari Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) instansi asal
Kisi-Kisi Materi Seleksi Jabatan Administrator dan Pengawas KEMENDUKBANGGA/BKKBN
Proses seleksi terbuka Jabatan Administrator dan Pengawas dilaksanakan melalui beberapa tahapan meliputi seleksi administrasi, Seleksi Kompetensi menggunakan Computer Assisted Competency Test (CACT) BKN, serta wawancara bagi peserta yang memenuhi kriteria. Berikut kisi-kisi materi seleksi secara lengkap:
A. Seleksi Administrasi
Tahap pertama yang bersifat gugur, menilai kelengkapan dan keabsahan dokumen persyaratan.
- Verifikasi status kepegawaian, pangkat/golongan, dan masa kerja di jabatan sebelumnya.
- Kelengkapan dokumen: SK kepangkatan, SKP 2 tahun terakhir bernilai “Baik”, surat rekomendasi PPK, dan LHKPN/LHKASN.
- Tidak sedang menjalani hukuman disiplin atau proses pemeriksaan pelanggaran.
- Surat pernyataan bersedia ditempatkan di seluruh wilayah kerja Kemendukbangga/BKKBN.
B. Computer Assisted Competency Test (CACT) BKN
Uji kompetensi meliputi kompetensi teknis, manajerial, dan sosial kultural menggunakan computer-based test dan/atau presentasi dan wawancara.
1. Kompetensi Teknis — Wawasan Kependudukan dan KB
- Kebijakan dan program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan KB).
- Transformasi kelembagaan BKKBN menjadi Kemendukbangga berdasarkan Perpres terbaru.
- Data dan isu kependudukan nasional: bonus demografi, stunting, angka kelahiran total (TFR).
- Program Keluarga Berencana dan metode kontrasepsi modern.
- Kebijakan pembangunan keluarga: Generasi Berencana (GenRe), BKB, BKR, BKL, dan UPPKS.
- Regulasi kependudukan: UU No. 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.
- Sistem Informasi Kependudukan dan Keluarga (SIGA).
2. Kompetensi Teknis — Manajemen ASN dan Birokrasi
- UU No. 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara dan implementasinya.
- Kompetensi Teknis, Kompetensi Manajerial, dan Kompetensi Sosial Kultural sesuai standar kompetensi Jabatan yang ditetapkan.
- Sistem Merit dalam manajemen ASN: rekrutmen, promosi, dan pengembangan karier.
- Reformasi birokrasi dan zona integritas menuju WBK/WBBM.
- Manajemen kinerja ASN: SKP, evaluasi kinerja, dan penghargaan.
- Pengadaan barang/jasa pemerintah dasar.
C. Kompetensi Manajerial
Mengukur kemampuan kepemimpinan dan manajemen yang dibutuhkan dalam jabatan struktural.
- Integritas — konsistensi antara perkataan dan tindakan, menjaga nama baik institusi.
- Kerjasama — membangun sinergi lintas unit, mendelegasikan tugas, dan memimpin tim.
- Komunikasi — menyampaikan gagasan secara efektif kepada bawahan, atasan, dan mitra.
- Orientasi pada Hasil — menetapkan target, memantau progres, dan memastikan capaian.
- Pelayanan Publik — memberikan layanan prima yang responsif kepada masyarakat.
- Pengembangan Diri dan Orang Lain — mendorong pertumbuhan bawahan secara berkelanjutan.
- Mengelola Perubahan — memimpin transformasi organisasi secara adaptif dan inovatif.
- Pengambilan Keputusan — menganalisis masalah dan mengambil keputusan berbasis data.
D. Kompetensi Sosial Kultural
Mengukur kemampuan berinteraksi dan beradaptasi dalam lingkungan kerja yang beragam.
- Perekat Bangsa — kemampuan menghargai keberagaman dan memperkuat persatuan.
- Kepekaan Sosial — kesadaran terhadap isu sosial kependudukan dan pembangunan keluarga.
- Adaptabilitas — kemampuan menyesuaikan diri dengan dinamika kebijakan dan masyarakat.
- Kolaborasi Lintas Sektor — kemampuan bekerja sama dengan lintas kementerian/lembaga.
E. Penulisan Makalah / Policy Brief
Peserta diminta menyusun makalah atau policy brief sesuai bidang jabatan yang dilamar.
- Identifikasi masalah kependudukan atau keluarga berencana yang relevan dan aktual.
- Analisis kebijakan berbasis data dan bukti empiris (evidence-based policy).
- Usulan solusi/rekomendasi kebijakan yang inovatif, realistis, dan terukur.
- Kemampuan penulisan yang sistematis, logis, dan komunikatif.
F. Wawancara
Wawancara dilakukan oleh Panitia Seleksi (Pansel) untuk menilai aspek yang tidak terukur melalui tes tertulis.
- Motivasi dan komitmen menduduki jabatan yang dilamar di Kemendukbangga/BKKBN.
- Pemahaman mendalam tentang tugas, fungsi, dan program Bangga Kencana.
- Pengalaman kepemimpinan dan manajemen yang relevan dengan jabatan.
- Rencana kerja 100 hari pertama jika terpilih menduduki jabatan.
- Integritas, rekam jejak, dan kesesuaian nilai dengan budaya organisasi Kemendukbangga/BKKBN.
Contoh Soal Seleksi Jabatan Administrator dan Pengawas KEMENDUKBANGGA/BKKBN
Berikut 20 contoh soal latihan sesuai kisi-kisi seleksi terbuka Jabatan Administrator dan Pengawas Kemendukbangga/BKKBN, mencakup wawasan kependudukan, program Bangga Kencana, manajemen ASN, kompetensi manajerial, dan sosial kultural.
Soal 1
Kemendukbangga/BKKBN merupakan hasil transformasi kelembagaan yang memperluas mandat BKKBN menjadi kementerian penuh. Program unggulan yang menjadi identitas utama Kemendukbangga/BKKBN dalam pembangunan kependudukan dan keluarga adalah…
A. Program Keluarga Harapan (PKH)
B. Program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana)
C. Program Kartu Indonesia Sehat (KIS)
D. Program Jaminan Persalinan (Jampersal)
E. Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas)
Jawaban: B
Pembahasan: Program Bangga Kencana merupakan program unggulan Kemendukbangga/BKKBN yang merupakan akronim dari Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana. Program ini menjadi payung besar seluruh kegiatan kependudukan dan KB nasional yang diselenggarakan oleh Kemendukbangga/BKKBN di seluruh Indonesia.
Soal 2
Undang-Undang yang menjadi landasan hukum utama penyelenggaraan program perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga di Indonesia adalah…
A. UU No. 23 Tahun 2006
B. UU No. 40 Tahun 2004
C. UU No. 52 Tahun 2009
D. UU No. 36 Tahun 2009
E. UU No. 13 Tahun 2003
Jawaban: C
Pembahasan:
UU No. 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga merupakan landasan hukum utama penyelenggaraan program kependudukan dan keluarga berencana di Indonesia. Undang-undang ini mengatur pengendalian kuantitas penduduk, peningkatan kualitas penduduk, serta pembangunan keluarga yang berkualitas.
Soal 3
Total Fertility Rate (TFR) adalah salah satu indikator kependudukan penting yang selalu dipantau Kemendukbangga/BKKBN. TFR menggambarkan…
A. Jumlah total penduduk Indonesia per tahun.
B. Rata-rata jumlah anak yang dilahirkan seorang wanita selama masa reproduksinya.
C. Angka kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup.
D. Persentase peserta KB aktif dari total pasangan usia subur.
E. Jumlah penduduk yang lahir dikurangi yang meninggal per tahun.
Jawaban: B
Pembahasan:
Total Fertility Rate (TFR) adalah rata-rata jumlah anak yang akan dilahirkan oleh seorang wanita selama masa reproduksinya (usia 15–49 tahun) apabila mengikuti pola fertilitas yang berlaku. Target TFR nasional Indonesia adalah 2,1 anak per wanita (replacement level) sebagai salah satu sasaran Program Bangga Kencana.
Soal 4
Dalam Program Bangga Kencana, Bina Keluarga Balita (BKB) merupakan kegiatan yang bertujuan untuk…
A. Memberikan bantuan keuangan kepada keluarga dengan balita.
B. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam pengasuhan dan tumbuh kembang anak usia 0–6 tahun.
C. Menyediakan layanan kesehatan gratis bagi balita dari keluarga miskin.
D. Mendata jumlah balita yang mengalami stunting di seluruh Indonesia.
E. Memberikan vaksinasi lengkap kepada seluruh balita di Indonesia.
Jawaban: B
Pembahasan:
Bina Keluarga Balita (BKB) bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan orang tua serta anggota keluarga dalam membina tumbuh kembang anak usia 0–6 tahun secara optimal. BKB merupakan salah satu dari tiga kelompok kegiatan Bina Keluarga bersama BKR (Bina Keluarga Remaja) dan BKL (Bina Keluarga Lansia).
Soal 5
Bonus demografi yang sedang dialami Indonesia merupakan peluang sekaligus tantangan bagi Kemendukbangga/BKKBN. Bonus demografi terjadi ketika…
A. Jumlah penduduk lansia melebihi jumlah penduduk usia produktif.
B. Jumlah penduduk usia produktif (15–64 tahun) lebih besar dibandingkan penduduk nonproduktif sehingga dependency ratio rendah.
C. Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah.
D. Jumlah kelahiran melebihi jumlah kematian secara signifikan.
E. Penduduk Indonesia tersebar merata di seluruh wilayah Nusantara.
Jawaban: B
Pembahasan:
Bonus demografi terjadi ketika proporsi penduduk usia produktif (15–64 tahun) jauh lebih besar dibandingkan penduduk nonproduktif (anak-anak dan lansia), sehingga rasio ketergantungan (dependency ratio) menjadi rendah. Indonesia diperkirakan menikmati puncak bonus demografi pada periode 2025–2030, sehingga perlu dimanfaatkan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Soal 6
Program Generasi Berencana (GenRe) yang dikembangkan Kemendukbangga/BKKBN ditujukan terutama kepada…
A. Pasangan usia subur yang telah memiliki dua anak.
B. Lansia yang membutuhkan pembinaan kesehatan.
C. Remaja agar memiliki perencanaan kehidupan berkeluarga yang matang.
D. Balita yang mengalami stunting.
E. Ibu hamil yang mengikuti program KB.
Jawaban: C
Pembahasan:
Program Generasi Berencana (GenRe) ditujukan kepada remaja agar memiliki pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam merencanakan kehidupan, termasuk pendidikan, karier, usia ideal menikah, serta kehidupan berkeluarga yang sehat dan berkualitas. Program ini juga bertujuan mencegah pernikahan dini, penyalahgunaan narkoba, dan perilaku berisiko lainnya.
Soal 7
Salah satu indikator keberhasilan pembangunan keluarga adalah meningkatnya Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga). Indeks ini mengukur…
A. Tingkat kesejahteraan ekonomi keluarga semata.
B. Keberhasilan keluarga dalam memenuhi dimensi ketenteraman, kemandirian, dan kebahagiaan keluarga.
C. Jumlah keluarga yang menerima bantuan sosial dari pemerintah.
D. Persentase keluarga yang mengikuti program Keluarga Berencana (KB).
E. Tingkat kepadatan penduduk pada setiap kabupaten/kota.
Jawaban: B
Pembahasan:
Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga) merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur kualitas pembangunan keluarga berdasarkan tiga dimensi utama, yaitu ketenteraman, kemandirian, dan kebahagiaan keluarga. Indeks ini menjadi salah satu indikator penting dalam mengevaluasi keberhasilan program pembangunan keluarga.
Soal 8
Dalam upaya percepatan penurunan stunting, peran utama Kemendukbangga/BKKBN adalah…
A. Menyediakan seluruh layanan pengobatan balita stunting di rumah sakit.
B. Mengoordinasikan pelaksanaan pendampingan keluarga serta edukasi kepada calon pengantin, ibu hamil, dan keluarga berisiko stunting.
C. Menentukan standar gizi nasional untuk seluruh masyarakat.
D. Menyalurkan bantuan pangan kepada seluruh keluarga miskin.
E. Menyelenggarakan imunisasi nasional bagi seluruh balita.
Jawaban: B
Pembahasan:
Kemendukbangga/BKKBN berperan sebagai koordinator dalam percepatan penurunan stunting melalui pendampingan keluarga, edukasi kepada calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga yang berisiko melahirkan anak stunting. Upaya ini dilakukan secara kolaboratif bersama kementerian, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan.
Soal 9
Pendataan Keluarga dilakukan oleh Kemendukbangga/BKKBN dengan tujuan utama untuk…
A. Menentukan besaran pajak yang harus dibayarkan setiap keluarga.
B. Mengumpulkan data keluarga sebagai dasar perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan penetapan kebijakan pembangunan keluarga.
C. Menghitung jumlah pemilih tetap dalam pelaksanaan pemilu.
D. Menentukan jumlah bantuan sosial yang diterima setiap keluarga.
E. Mengawasi aktivitas ekonomi seluruh keluarga di Indonesia.
Jawaban: B
Pembahasan:
Pendataan Keluarga (PK) merupakan kegiatan strategis Kemendukbangga/BKKBN untuk memperoleh data keluarga yang akurat, mutakhir, dan terpadu sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan, perencanaan program, pelaksanaan kegiatan, monitoring, dan evaluasi pembangunan keluarga.
Soal 10
Dalam pelayanan Keluarga Berencana, metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) meliputi…
A. Pil KB dan kondom.
B. Suntik KB dan pil KB.
C. Implan (susuk) dan IUD, termasuk metode mantap (MOW/MOP).
D. Kondom dan metode kalender.
E. Pil KB dan metode amenore laktasi.
Jawaban: C
Pembahasan:
Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) terdiri atas IUD (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim), implan (susuk), serta Metode Operasi Wanita (MOW) dan Metode Operasi Pria (MOP). MKJP memiliki efektivitas tinggi dalam mencegah kehamilan dibandingkan metode kontrasepsi jangka pendek.
Soal 11
Salah satu sasaran utama program pembangunan keluarga adalah mewujudkan keluarga yang…
A. Memiliki jumlah anggota keluarga sebanyak-banyaknya.
B. Sejahtera, berkualitas, mandiri, dan berketahanan.
C. Berpenghasilan tinggi tanpa memperhatikan kualitas pengasuhan.
D. Tinggal di wilayah perkotaan.
E. Memiliki rumah pribadi sebagai syarat utama.
Jawaban: B
Pembahasan:
Program pembangunan keluarga bertujuan mewujudkan keluarga yang berkualitas, mandiri, sejahtera, dan memiliki ketahanan keluarga. Ketahanan keluarga mencakup kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan fisik, sosial, ekonomi, psikologis, dan spiritual secara berkelanjutan.
Soal 12
Dalam pelaksanaan tugasnya, Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) memiliki peran utama sebagai…
A. Penentu kebijakan nasional di bidang kependudukan.
B. Pelaksana pendampingan, penyuluhan, advokasi, dan pembinaan program Bangga Kencana di wilayah binaannya.
C. Pengawas penggunaan anggaran seluruh pemerintah daerah.
D. Penanggung jawab pelayanan medis di rumah sakit.
E. Petugas sensus penduduk yang bertugas setiap sepuluh tahun sekali.
Jawaban: B
Pembahasan:
Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) berperan sebagai ujung tombak pelaksanaan Program Bangga Kencana di lapangan. Tugasnya meliputi penyuluhan, pendampingan keluarga, advokasi kepada masyarakat dan pemangku kepentingan, serta pembinaan kelompok kegiatan seperti BKB, BKR, BKL, dan UPPKA.
Soal 13
Salah satu prinsip pelayanan publik yang harus diterapkan oleh ASN di lingkungan Kemendukbangga/BKKBN adalah…
A. Memberikan pelayanan hanya kepada masyarakat yang telah menjadi peserta KB.
B. Mengutamakan kepentingan pribadi dibandingkan kepentingan masyarakat.
C. Memberikan pelayanan yang profesional, cepat, mudah, transparan, dan tidak diskriminatif.
D. Membatasi akses informasi kepada masyarakat.
E. Mendahulukan pelayanan kepada kerabat atau keluarga.
Jawaban: C
Pembahasan:
ASN wajib memberikan pelayanan publik yang profesional, akuntabel, transparan, cepat, mudah, dan tidak diskriminatif sesuai dengan prinsip good governance dan nilai-nilai BerAKHLAK sebagai core values ASN.
Soal 14
Dalam pelaksanaan Program Bangga Kencana, kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan diperlukan karena…
A. Kemendukbangga/BKKBN tidak memiliki pegawai di daerah.
B. Pembangunan keluarga merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi lintas sektor.
C. Seluruh program pembangunan keluarga sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.
D. Program keluarga berencana hanya dapat dilaksanakan oleh rumah sakit.
E. Pendataan keluarga hanya dapat dilakukan oleh pemerintah desa.
Jawaban: B
Pembahasan:
Pembangunan keluarga merupakan urusan lintas sektor sehingga membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dunia pendidikan, organisasi masyarakat, serta berbagai mitra strategis agar program dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.
Soal 15
Seorang Penyuluh KB menemukan bahwa tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan Bina Keluarga Remaja (BKR) masih rendah. Langkah yang PALING TEPAT dilakukan adalah…
A. Menghentikan kegiatan BKR karena kurang diminati.
B. Memberikan edukasi, melakukan pendekatan kepada tokoh masyarakat, dan menyusun strategi sosialisasi yang lebih efektif.
C. Menunggu masyarakat datang sendiri tanpa melakukan promosi.
D. Memindahkan seluruh peserta ke kelompok BKL.
E. Mengurangi frekuensi penyuluhan agar anggaran lebih hemat.
Jawaban: B
Pembahasan:
Seorang Penyuluh KB harus mampu mengidentifikasi penyebab rendahnya partisipasi masyarakat, kemudian melakukan edukasi, advokasi, komunikasi, dan membangun kerja sama dengan tokoh masyarakat agar program lebih dikenal dan diminati.
Soal 16
Dalam pelaksanaan Pendataan Keluarga, petugas menemukan data yang berbeda antara hasil wawancara dan dokumen administrasi keluarga. Tindakan yang PALING TEPAT adalah…
A. Mengubah data sesuai perkiraan petugas agar lebih cepat selesai.
B. Menggunakan data yang dianggap paling menguntungkan.
C. Melakukan verifikasi kembali kepada keluarga yang bersangkutan sesuai prosedur pendataan.
D. Mengabaikan perbedaan data tersebut.
E. Menyalin data dari keluarga lain yang dianggap serupa.
Jawaban: C
Pembahasan:
Data yang berkualitas harus memenuhi prinsip akurat, valid, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan. Apabila ditemukan ketidaksesuaian, petugas wajib melakukan verifikasi ulang kepada responden sesuai dengan prosedur yang berlaku sebelum data ditetapkan sebagai data akhir.
Soal 17
Seorang Penyuluh KB akan melakukan sosialisasi mengenai pencegahan stunting kepada masyarakat desa. Agar penyuluhan berjalan efektif, langkah yang PALING TEPAT adalah…
A. Menyampaikan materi dengan istilah teknis tanpa menyesuaikan karakteristik peserta.
B. Menggunakan metode komunikasi yang mudah dipahami, melibatkan diskusi, dan memberikan contoh yang sesuai dengan kondisi masyarakat setempat.
C. Membagikan materi kemudian langsung meninggalkan lokasi.
D. Hanya menyampaikan data statistik tanpa memberikan solusi.
E. Membatasi sesi tanya jawab agar kegiatan selesai lebih cepat.
Jawaban: B
Pembahasan:
Penyuluhan yang efektif harus memperhatikan karakteristik sasaran. Penyuluh perlu menggunakan bahasa yang sederhana, contoh yang relevan, komunikasi dua arah, serta memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berdiskusi sehingga materi lebih mudah dipahami dan diterapkan.
Soal 18
Seorang ASN di lingkungan Kemendukbangga/BKKBN menerima hadiah dari masyarakat sebagai ucapan terima kasih atas pelayanan yang diberikan. Berdasarkan prinsip integritas ASN, tindakan yang PALING TEPAT adalah…
A. Menerima hadiah karena diberikan secara sukarela.
B. Menerima hadiah jika nilainya tidak terlalu besar.
C. Menolak pemberian tersebut secara sopan dan menjelaskan bahwa ASN tidak diperbolehkan menerima gratifikasi yang berkaitan dengan jabatan.
D. Menerima hadiah kemudian membaginya kepada rekan kerja.
E. Menyimpan hadiah tersebut tanpa melaporkannya.
Jawaban: C
Pembahasan:
ASN wajib menjunjung tinggi integritas dan menghindari praktik gratifikasi. Hadiah yang diterima karena jabatan atau pelayanan publik berpotensi menimbulkan konflik kepentingan sehingga harus ditolak atau dilaporkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Soal 19
Dalam pelaksanaan Program Bangga Kencana, data hasil Pendataan Keluarga dimanfaatkan untuk…
A. Menentukan hasil pemilihan kepala daerah.
B. Menyusun kebijakan, menentukan sasaran program, serta melakukan monitoring dan evaluasi pembangunan keluarga.
C. Menentukan besaran pajak setiap keluarga.
D. Menghitung keuntungan perusahaan swasta.
E. Menetapkan harga kebutuhan pokok nasional.
Jawaban: B
Pembahasan:
Data Pendataan Keluarga menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan, perencanaan program, penetapan sasaran intervensi, monitoring, serta evaluasi pembangunan keluarga sehingga program pemerintah dapat berjalan lebih tepat sasaran.
Soal 20
Seorang calon pegawai Kemendukbangga/BKKBN diminta bekerja sama dalam tim lintas sektor untuk menyelesaikan program percepatan penurunan stunting. Sikap yang PALING MENCERMINKAN nilai BerAKHLAK, khususnya Kolaboratif, adalah…
A. Menyelesaikan seluruh pekerjaan sendiri tanpa melibatkan anggota tim lain.
B. Mengutamakan pendapat pribadi dan mengabaikan masukan dari instansi lain.
C. Bersedia bekerja sama, saling berbagi informasi, menghargai pendapat anggota tim, serta berorientasi pada tujuan bersama.
D. Menunggu instruksi tanpa memberikan kontribusi kepada tim.
E. Hanya berkoordinasi dengan rekan yang berasal dari unit kerja yang sama.
Jawaban: C
Pembahasan:
Nilai Kolaboratif dalam Core Values ASN BerAKHLAK menekankan pentingnya membangun kerja sama, komunikasi yang efektif, saling menghargai, berbagi pengetahuan, dan mengutamakan kepentingan organisasi untuk mencapai tujuan bersama. Sikap tersebut sangat penting dalam pelaksanaan program pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting yang melibatkan banyak pemangku kepentingan.
Ingin mempersiapkan diri lebih maksimal?

Dapatkan ribuan latihan soal, kisi-kisi terbaru, pembahasan lengkap, serta materi seleksi ASN, PPPK, CPNS, UKKJ, Ujikom Jabatan Fungsional, dan berbagai rekrutmen instansi pemerintah hanya di Fungsional.id Akses sekarang dan tingkatkan peluang Anda meraih hasil terbaik!

