100+ Soal CPNS PPPK Kemenpora Kementerian Pemuda dan Olahraga + Kisi-kisi Rekrutmen

100+ Soal CPNS PPPK Kemenpora Kementerian Pemuda dan Olahraga + Kisi-kisi Rekrutmen

Seleksi CPNS dan PPPK Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bukan sekadar tahapan administratif untuk mengisi formasi aparatur negara, melainkan proses strategis dalam menjaring sumber daya manusia yang mampu mendorong kemajuan kepemudaan dan prestasi olahraga nasional. Di balik setiap soal ujian, tersimpan upaya negara untuk menilai integritas, kompetensi, serta kapasitas berpikir peserta dalam menghadapi tantangan birokrasi modern yang dinamis, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik. Oleh karena itu, pemahaman mendalam terhadap karakteristik soal menjadi bekal penting bagi setiap pelamar yang ingin bersaing secara optimal.

Artikel ini disusun untuk membantu calon peserta memahami gambaran umum Soal CPNS PPPK Kemenpora beserta kisi-kisi rekrutmen yang menjadi acuan utama dalam penyusunan ujian. Dengan mengetahui ruang lingkup materi, arah penilaian, dan kompetensi yang diukur, peserta diharapkan mampu menyusun strategi belajar yang lebih terarah, efektif, dan realistis. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan peluang lolos seleksi, tetapi juga mempersiapkan calon aparatur Kemenpora yang profesional, adaptif, dan siap berkontribusi nyata bagi pembangunan pemuda dan olahraga Indonesia.

Kisi-kisi Soal CPNS PPPK Kementerian Pemuda dan Olahraga

Berikut kisi-kisi Soal CPNS PPPK Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga) yang disusun dalam bentuk poin-poin dengan penjelasan singkat untuk membantu peserta memahami fokus materi dan arah soal seleksi:

  1. Wawasan Kebangsaan
    Mengukur pemahaman peserta terhadap nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika serta penerapannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
  2. Integritas dan Etika Aparatur Sipil Negara
    Menilai sikap kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan komitmen peserta dalam menjalankan tugas sebagai ASN di lingkungan Kemenpora.
  3. Pemahaman Tugas dan Fungsi Kemenpora
    Menguji pengetahuan peserta mengenai peran, visi, misi, serta program strategis Kemenpora dalam bidang kepemudaan dan keolahragaan.
  4. Kebijakan Kepemudaan Nasional
    Berfokus pada pemahaman regulasi, program pemberdayaan pemuda, kepemimpinan, kewirausahaan pemuda, dan peran pemuda dalam pembangunan nasional.
  5. Kebijakan dan Pembinaan Olahraga Nasional
    Mengukur pengetahuan tentang sistem keolahragaan nasional, pembinaan atlet, olahraga pendidikan, olahraga prestasi, dan olahraga rekreasi.
  6. Manajemen dan Administrasi Pemerintahan
    Menguji kemampuan dasar dalam tata kelola pemerintahan, perencanaan program, pelaporan kegiatan, serta administrasi birokrasi yang efektif dan akuntabel.
  7. Pelayanan Publik
    Menilai pemahaman konsep pelayanan publik yang berkualitas, berorientasi pada kepuasan masyarakat, serta sesuai dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
  8. Kemampuan Analisis dan Pemecahan Masalah
    Mengukur kemampuan peserta dalam menganalisis kasus, mengambil keputusan tepat, dan menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan tugas kedinasan.
  9. Literasi Digital dan Teknologi Informasi
    Berfokus pada pemanfaatan teknologi informasi, sistem digital pemerintahan, serta etika penggunaan media digital di lingkungan kerja ASN.
  10. Karakter dan Sikap Profesional ASN
    Menilai kesiapan mental, kerja sama tim, komunikasi efektif, serta kemampuan beradaptasi dalam lingkungan kerja Kemenpora yang dinamis.

Contoh Soal CPNS PPPK Kementerian Pemuda dan Olahraga

Berikut contoh soal HOTS CPNS PPPK Kemenpora yang disusun panjang, kontekstual, dan menuntut analisis mendalam, sesuai kisi-kisi yang telah dibuat. Setiap soal berbentuk pilihan ganda A–E, dilengkapi jawaban benar dan pembahasan komprehensif.

Soal 1
Dalam rangka meningkatkan kualitas pembinaan olahraga prestasi di daerah, Kemenpora meluncurkan program kolaboratif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan komunitas olahraga. Namun, pada pelaksanaannya ditemukan bahwa sebagian daerah hanya fokus pada pencapaian medali jangka pendek tanpa memperhatikan pembinaan atlet usia dini dan keberlanjutan program. Jika Anda sebagai ASN Kemenpora terlibat dalam tim evaluasi kebijakan tersebut, langkah strategis yang paling tepat dilakukan adalah …

A. Memberikan sanksi administratif kepada daerah yang tidak memenuhi target medali
B. Menghentikan sementara bantuan anggaran olahraga prestasi di daerah tersebut
C. Menyusun rekomendasi kebijakan yang menyeimbangkan target prestasi dan pembinaan jangka panjang
D. Menyerahkan sepenuhnya pengelolaan olahraga kepada pemerintah daerah
E. Mengalihkan fokus kebijakan dari olahraga prestasi ke olahraga rekreasi

Jawaban benar: C

Pembahasan:
Soal ini menguji kemampuan analisis kebijakan dan pemecahan masalah. Permasalahan utama bukan pada kegagalan daerah, melainkan ketidakseimbangan orientasi kebijakan. ASN Kemenpora harus bersikap solutif dan strategis dengan menyusun rekomendasi yang memperbaiki arah kebijakan tanpa memutus program. Opsi C paling tepat karena menjaga keberlanjutan pembinaan sekaligus prestasi, sesuai tugas Kemenpora dalam pembinaan olahraga nasional.

Soal 2
Seorang pegawai PPPK Kemenpora bertugas dalam unit pelayanan kepemudaan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Dalam praktiknya, ia sering menghadapi tekanan dari pihak tertentu agar mempercepat layanan dengan cara mengabaikan prosedur administrasi yang berlaku. Jika ditinjau dari nilai integritas dan etika ASN, sikap yang paling tepat ditunjukkan pegawai tersebut adalah …

A. Mengikuti permintaan demi menjaga hubungan baik dengan pemohon
B. Menunda pelayanan agar tidak terlibat dalam konflik kepentingan
C. Menjalankan prosedur sesuai aturan meskipun berisiko mendapat tekanan
D. Melimpahkan tanggung jawab kepada atasan tanpa memberikan penjelasan
E. Memberikan pelayanan selektif berdasarkan tingkat urgensi pemohon

Jawaban benar: C

Pembahasan:
Soal ini menilai integritas dan etika ASN. Tekanan eksternal tidak boleh mengalahkan prinsip akuntabilitas dan kepatuhan terhadap aturan. Opsi C menunjukkan sikap profesional, berintegritas, dan sesuai nilai dasar ASN (BerAKHLAK), meskipun berpotensi menghadapi konsekuensi pribadi.

Soal 3
Dalam upaya pemberdayaan pemuda, Kemenpora merancang program kewirausahaan pemuda berbasis digital. Evaluasi awal menunjukkan bahwa program tersebut belum efektif karena rendahnya partisipasi dan kurangnya pemahaman peserta terhadap teknologi. Jika Anda diminta menyusun perbaikan program, pendekatan yang paling tepat adalah …

A. Mengganti program kewirausahaan dengan pelatihan kepemimpinan pemuda
B. Menurunkan standar kompetensi peserta agar partisipasi meningkat
C. Mengintegrasikan pelatihan literasi digital sebelum program inti dijalankan
D. Menyerahkan pelaksanaan program sepenuhnya kepada sektor swasta
E. Membatasi peserta hanya pada pemuda dengan latar belakang teknologi

Jawaban benar: C

Pembahasan:
Masalah utama terletak pada kesiapan peserta, bukan pada tujuan program. Pendekatan yang tepat adalah memperkuat fondasi kompetensi peserta melalui literasi digital. Opsi C menunjukkan pemikiran sistematis dan berorientasi solusi, selaras dengan kebijakan kepemudaan yang inklusif dan berkelanjutan.

Soal 4
Sebagai bagian dari transformasi digital, Kemenpora menerapkan sistem pelaporan kegiatan berbasis aplikasi daring. Namun, sebagian pegawai masih enggan menggunakan sistem tersebut dan memilih metode manual karena dianggap lebih nyaman. Jika ditinjau dari sikap profesional ASN, tindakan yang paling tepat dilakukan pimpinan unit adalah …

A. Membiarkan pegawai memilih metode kerja masing-masing
B. Menghapus sistem digital dan kembali ke sistem manual
C. Memberikan pelatihan dan pendampingan penggunaan sistem secara berkelanjutan
D. Memberikan sanksi langsung kepada pegawai yang menolak sistem baru
E. Mengalihkan tugas pelaporan hanya kepada pegawai yang menguasai teknologi

Jawaban benar: C

Pembahasan:
Transformasi digital menuntut adaptasi, bukan pemaksaan semata. Opsi C mencerminkan kepemimpinan yang solutif, mendorong peningkatan kompetensi, dan mendukung budaya kerja profesional serta adaptif di lingkungan Kemenpora.

Soal 5
Dalam suatu forum lintas kementerian, Kemenpora diminta menyelaraskan program kepemudaan dengan agenda pembangunan nasional. Salah satu tantangan yang muncul adalah perbedaan prioritas antarinstansi. Jika Anda berperan sebagai perwakilan Kemenpora, sikap yang paling mencerminkan wawasan kebangsaan dan profesionalisme ASN adalah …

A. Mempertahankan program Kemenpora tanpa mempertimbangkan masukan instansi lain
B. Mengalah sepenuhnya demi menjaga keharmonisan forum
C. Mengedepankan dialog dan mencari titik temu demi kepentingan nasional
D. Menunda keputusan hingga ada arahan tertulis dari pimpinan tertinggi
E. Menarik diri dari forum karena perbedaan kepentingan sulit disatukan

Jawaban benar: C

Pembahasan:
Wawasan kebangsaan menuntut ASN mengutamakan kepentingan nasional di atas ego sektoral. Opsi C menunjukkan kemampuan komunikasi, kolaborasi, dan pemikiran strategis dalam kerangka pembangunan nasional yang terpadu.

Soal 6
Kemenpora merancang program pembinaan olahraga berbasis sekolah yang bertujuan menjaring bibit atlet sejak usia dini. Namun, dalam evaluasi ditemukan bahwa sekolah lebih menekankan pencapaian akademik sehingga program olahraga sering dianggap kegiatan tambahan. Jika Anda sebagai ASN Kemenpora diminta merumuskan solusi kebijakan, pendekatan paling strategis yang sejalan dengan sistem keolahragaan nasional adalah …

A. Mewajibkan sekolah mengurangi jam pelajaran akademik demi olahraga
B. Mengintegrasikan pembinaan olahraga ke dalam kurikulum dan ekstrakurikuler terstruktur
C. Mengalihkan seluruh pembinaan atlet usia dini ke klub olahraga profesional
D. Memberikan sanksi kepada sekolah yang tidak menjalankan program olahraga
E. Menghapus program olahraga berbasis sekolah dan menggantinya dengan kompetisi daerah

Jawaban benar: B

Pembahasan:
Masalah utama adalah posisi olahraga yang belum terintegrasi dalam sistem pendidikan. Opsi B paling tepat karena memperkuat sinergi antara pendidikan dan olahraga tanpa mengorbankan akademik, sesuai prinsip pembinaan berjenjang dan berkelanjutan dalam kebijakan olahraga nasional.

Soal 7
Dalam pelaksanaan pelayanan publik di bidang kepemudaan, Kemenpora menerima keluhan masyarakat terkait proses pengajuan bantuan yang dianggap lambat dan kurang transparan. Jika ditinjau dari prinsip pelayanan publik, langkah perbaikan yang paling tepat dilakukan adalah …

A. Menambah persyaratan administrasi agar proses lebih selektif
B. Mempercepat layanan tanpa dokumentasi demi kepuasan pemohon
C. Menyederhanakan prosedur dan menyediakan informasi layanan yang jelas dan terbuka
D. Membatasi jumlah pemohon agar pelayanan lebih terkendali
E. Menyerahkan proses sepenuhnya kepada pihak ketiga

Jawaban benar: C

Pembahasan:
Prinsip pelayanan publik menekankan kemudahan, transparansi, dan akuntabilitas. Opsi C menjawab akar masalah tanpa mengorbankan tata kelola, serta mencerminkan orientasi pelayanan kepada masyarakat.

Soal 8
Seorang ASN Kemenpora ditugaskan dalam tim penyusunan laporan kinerja tahunan. Dalam prosesnya, ia menemukan adanya tekanan untuk menyesuaikan data agar terlihat lebih baik dari kondisi sebenarnya. Jika dikaitkan dengan nilai profesionalisme dan integritas ASN, sikap paling tepat yang harus diambil adalah …

A. Menyesuaikan data selama tidak merugikan pihak lain
B. Mengikuti arahan atasan tanpa mempertanyakan isi laporan
C. Menyampaikan laporan sesuai fakta dan ketentuan meskipun berisiko tidak populer
D. Menghapus bagian data yang berpotensi menimbulkan masalah
E. Menunda penyusunan laporan hingga situasi lebih kondusif

Jawaban benar: C

Pembahasan:
Integritas merupakan nilai utama ASN. Manipulasi data melanggar prinsip akuntabilitas dan berpotensi menimbulkan dampak kebijakan yang keliru. Opsi C menunjukkan keberanian moral dan profesionalisme yang diharapkan dari ASN Kemenpora.

Soal 9
Dalam pengembangan sistem informasi kepemudaan nasional, Kemenpora menghadapi tantangan berupa perbedaan kemampuan digital antarpegawai dan daerah. Agar sistem dapat berjalan efektif dan merata, kebijakan yang paling tepat diambil adalah …

A. Menerapkan sistem hanya di daerah yang sudah siap secara teknologi
B. Menunda implementasi sistem hingga seluruh daerah memiliki kemampuan yang sama
C. Melaksanakan implementasi bertahap disertai pelatihan dan pendampingan
D. Mengganti sistem digital dengan sistem manual yang lebih sederhana
E. Menyerahkan pengelolaan sistem sepenuhnya kepada pemerintah daerah

Jawaban benar: C

Pembahasan:
Kesenjangan kapasitas digital tidak boleh menghambat inovasi. Opsi C menunjukkan pendekatan adaptif dan inklusif, memastikan transformasi digital berjalan efektif tanpa meninggalkan daerah yang belum siap.

Soal 10
Dalam penyusunan program strategis kepemudaan, Kemenpora harus menyesuaikan kebijakan dengan dinamika sosial dan tantangan global, seperti bonus demografi dan persaingan tenaga kerja internasional. Jika ditinjau dari kemampuan analisis kebijakan, prioritas program yang paling relevan dikembangkan adalah …

A. Program seremonial kepemudaan berskala nasional
B. Program kepemudaan yang berfokus pada penguatan karakter dan kompetensi global
C. Program yang hanya menitikberatkan pada jumlah peserta
D. Program kepemudaan yang bersifat jangka pendek dan populis
E. Program kepemudaan yang terbatas pada kelompok tertentu

Jawaban benar: B

Pembahasan:
Tantangan global menuntut pemuda yang berdaya saing, berkarakter, dan kompeten. Opsi B paling mencerminkan pemikiran strategis, berorientasi masa depan, dan selaras dengan peran Kemenpora dalam pembangunan pemuda nasional.

Soal 11
Kemenpora bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menyelenggarakan program pengembangan kepemimpinan pemuda di daerah tertinggal. Namun, hasil evaluasi menunjukkan bahwa program tersebut kurang berdampak karena materi tidak sesuai dengan konteks sosial dan kebutuhan lokal. Jika Anda menjadi bagian dari tim perancang ulang program, langkah paling tepat yang harus diambil adalah …

A. Menyeragamkan materi agar mudah dikontrol secara nasional
B. Menghentikan program di daerah yang dinilai kurang siap
C. Menyesuaikan desain program berdasarkan kebutuhan dan karakteristik lokal
D. Menyerahkan sepenuhnya pengelolaan program kepada pemerintah daerah
E. Mengurangi durasi program agar lebih efisien secara anggaran

Jawaban benar: C

Pembahasan:
Soal ini menguji kemampuan analisis kebijakan dan sensitivitas sosial. Program kepemudaan yang efektif harus kontekstual dan responsif terhadap kebutuhan lokal. Opsi C paling tepat karena menjaga tujuan nasional sekaligus meningkatkan relevansi dan dampak program di daerah.

Soal 12
Dalam rangka meningkatkan akuntabilitas penggunaan anggaran, Kemenpora menerapkan sistem monitoring dan evaluasi berbasis kinerja. Namun, sebagian pelaksana program hanya berorientasi pada penyerapan anggaran tanpa memperhatikan capaian output dan outcome. Jika Anda sebagai ASN diminta memberikan rekomendasi perbaikan, langkah yang paling strategis adalah …

A. Menilai keberhasilan program hanya berdasarkan serapan anggaran
B. Menghentikan program dengan serapan rendah meskipun berdampak besar
C. Mengaitkan evaluasi anggaran dengan capaian kinerja dan manfaat program
D. Menambah alokasi anggaran agar program terlihat berhasil
E. Mengurangi indikator kinerja agar mudah dicapai

Jawaban benar: C

Pembahasan:
Akuntabilitas publik menuntut keterkaitan antara anggaran dan hasil nyata. Opsi C menunjukkan pemahaman mendalam tentang manajemen pemerintahan modern yang berorientasi kinerja, bukan sekadar administrasi.

Soal 13
Dalam sebuah kegiatan olahraga berskala nasional, Kemenpora menghadapi situasi darurat akibat gangguan teknis yang menyebabkan keterlambatan acara. Informasi yang beredar di media sosial berkembang cepat dan berpotensi menimbulkan persepsi negatif publik. Jika Anda bertugas dalam tim komunikasi publik, sikap paling tepat yang harus dilakukan adalah …

A. Menutup akses informasi hingga masalah selesai ditangani
B. Menyalahkan pihak teknis untuk meredam kritik publik
C. Menyampaikan informasi secara terbuka, akurat, dan proporsional
D. Mengabaikan isu media sosial karena bersifat sementara
E. Menunggu perintah pimpinan sebelum memberikan klarifikasi apa pun

Jawaban benar: C

Pembahasan:
Soal ini menilai literasi digital dan komunikasi publik ASN. Transparansi dan kecepatan informasi sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik. Opsi C paling mencerminkan profesionalisme dan akuntabilitas dalam pengelolaan isu publik.

Soal 14
Kemenpora berperan dalam mendukung pencapaian prestasi olahraga internasional. Namun, keterbatasan anggaran menuntut adanya prioritas program. Jika Anda terlibat dalam penyusunan kebijakan strategis, pendekatan paling rasional yang harus diambil adalah …

A. Membagi anggaran secara merata ke seluruh cabang olahraga
B. Memprioritaskan cabang olahraga berdasarkan potensi prestasi dan keberlanjutan
C. Mengalokasikan anggaran hanya pada cabang olahraga populer
D. Mengurangi dukungan pembinaan jangka panjang demi hasil cepat
E. Menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada federasi olahraga

Jawaban benar: B

Pembahasan:
Pendekatan kebijakan harus berbasis data dan analisis potensi. Opsi B mencerminkan pengambilan keputusan strategis yang efektif, berorientasi prestasi, dan berkelanjutan sesuai peran Kemenpora.

Soal 15
Dalam upaya membangun budaya kerja yang profesional, Kemenpora mendorong kolaborasi lintas unit kerja. Namun, perbedaan kepentingan dan ego sektoral sering menghambat sinergi. Jika ditinjau dari sikap ASN yang ideal, tindakan paling tepat untuk mengatasi situasi tersebut adalah …

A. Mengutamakan kepentingan unit sendiri agar target tercapai
B. Menghindari kerja sama lintas unit untuk mengurangi konflik
C. Mengedepankan komunikasi, koordinasi, dan tujuan organisasi
D. Menunggu instruksi pimpinan sebelum bekerja sama
E. Menyerahkan penyelesaian konflik kepada pihak eksternal

Jawaban benar: C

Pembahasan:
ASN dituntut mampu bekerja kolaboratif demi kepentingan organisasi dan negara. Opsi C menunjukkan sikap profesional, dewasa, dan berorientasi pada tujuan bersama, sejalan dengan nilai ASN dan budaya kerja Kemenpora.

Soal 16
Kemenpora meluncurkan program peningkatan partisipasi pemuda dalam kegiatan olahraga masyarakat sebagai upaya membangun gaya hidup sehat. Namun, berdasarkan laporan lapangan, program tersebut kurang diminati karena dianggap tidak relevan dengan minat generasi muda saat ini. Jika Anda sebagai ASN Kemenpora diminta melakukan evaluasi, langkah paling tepat yang harus diambil adalah …

A. Tetap melanjutkan program tanpa perubahan demi konsistensi kebijakan
B. Menghentikan program dan menggantinya dengan kebijakan baru sepenuhnya
C. Melakukan kajian kebutuhan dan melibatkan pemuda dalam perancangan program
D. Mewajibkan partisipasi melalui regulasi daerah
E. Mengalihkan fokus program ke kelompok usia yang lebih tua

Jawaban benar: C

Pembahasan:
Program kepemudaan dan olahraga harus bersifat partisipatif dan responsif terhadap kebutuhan sasaran. Opsi C paling tepat karena mengedepankan pendekatan berbasis kebutuhan (need-based policy) dan pelibatan pemangku kepentingan utama, yaitu pemuda itu sendiri.

Soal 17
Dalam proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Kemenpora, seorang ASN menemukan potensi konflik kepentingan yang dapat memengaruhi objektivitas keputusan. Jika ditinjau dari prinsip tata kelola pemerintahan yang baik, tindakan paling tepat yang harus dilakukan adalah …

A. Tetap melanjutkan proses pengadaan selama belum ada bukti pelanggaran
B. Menyampaikan potensi konflik kepentingan secara terbuka dan mengikuti mekanisme yang berlaku
C. Menghindari keterlibatan tanpa melaporkan kepada pihak terkait
D. Mengambil keputusan cepat demi menjaga kelancaran kegiatan
E. Menyerahkan seluruh proses kepada rekan kerja tanpa dokumentasi

Jawaban benar: B

Pembahasan:
Good governance menuntut transparansi dan akuntabilitas. Opsi B mencerminkan sikap profesional dan berintegritas dengan mengedepankan pencegahan risiko sejak dini melalui mekanisme yang sah.

Soal 18
Kemenpora berupaya memperkuat kolaborasi dengan komunitas olahraga dan organisasi kepemudaan. Namun, perbedaan kepentingan sering menimbulkan dinamika yang kompleks. Jika Anda bertindak sebagai fasilitator kerja sama, pendekatan yang paling efektif adalah …

A. Memaksakan kebijakan pemerintah sebagai pihak yang memiliki kewenangan
B. Menghindari keterlibatan aktif agar konflik tidak semakin besar
C. Membangun komunikasi terbuka dan kesepakatan berbasis tujuan bersama
D. Mengutamakan kerja sama dengan pihak yang paling berpengaruh
E. Menyederhanakan kerja sama dengan mengurangi jumlah mitra

Jawaban benar: C

Pembahasan:
Kolaborasi yang berkelanjutan membutuhkan kepercayaan dan kesamaan tujuan. Opsi C paling mencerminkan kemampuan komunikasi, negosiasi, dan kepemimpinan kolaboratif ASN Kemenpora.

Soal 19
Dalam penyusunan laporan evaluasi program kepemudaan, Kemenpora dihadapkan pada data yang menunjukkan hasil belum optimal. Jika laporan tersebut berpotensi menjadi dasar pengambilan kebijakan strategis, sikap paling profesional yang harus diambil adalah …

A. Menyesuaikan data agar terlihat lebih positif
B. Menghilangkan temuan yang berpotensi menimbulkan kritik
C. Menyajikan data secara objektif disertai rekomendasi perbaikan
D. Menunda penyampaian laporan hingga hasil membaik
E. Menyerahkan sepenuhnya interpretasi data kepada pimpinan

Jawaban benar: C

Pembahasan:
Laporan evaluasi berfungsi sebagai dasar perbaikan kebijakan. Opsi C menunjukkan profesionalisme, integritas, dan orientasi pada peningkatan kualitas program, bukan sekadar pencitraan.

Soal 20
Kemenpora menghadapi tantangan perubahan kebijakan nasional yang menuntut penyesuaian cepat terhadap program kepemudaan dan olahraga. Jika Anda sebagai ASN terlibat dalam proses adaptasi kebijakan tersebut, sikap yang paling tepat ditunjukkan adalah …

A. Menunggu instruksi rinci sebelum melakukan penyesuaian apa pun
B. Menolak perubahan karena berpotensi mengganggu program berjalan
C. Bersikap adaptif dan proaktif menyesuaikan program sesuai arah kebijakan baru
D. Melanjutkan program lama hingga periode anggaran berakhir
E. Mengalihkan seluruh tanggung jawab penyesuaian kepada pimpinan

Jawaban benar: C

Pembahasan:
ASN dituntut adaptif terhadap dinamika kebijakan nasional. Opsi C mencerminkan sikap profesional, responsif, dan berorientasi pada kepentingan organisasi serta negara.

Siap Lolos CPNS & PPPK Kemenpora? Jangan Andalkan Tebakan!

Persaingan CPNS dan PPPK Kemenpora semakin ketat setiap tahun. Belajar tanpa arah hanya akan membuang waktu dan energi. Bekali dirimu dengan paket soal terstruktur, HOTS, dan sesuai kisi-kisi terbaru agar peluang lolosmu makin besar 💪

Kenapa harus pilih paket soal di fungsional.id?
✅ Soal disusun berdasarkan kisi-kisi resmi dan kebutuhan aktual seleksi
✅ Dilengkapi pembahasan mendalam & logis, bukan sekadar kunci jawaban
✅ Materi CPNS & PPPK Kemenpora yang fokus dan tepat sasaran
✅ Cocok untuk belajar mandiri maupun latihan intensif menjelang ujian
✅ Menghemat waktu belajar, lebih siap, dan lebih percaya diri 🎯

📘 Jangan tunggu sampai penutupan pendaftaran!
Ribuan peserta lain sudah mulai mempersiapkan diri dari sekarang.

👉 Akses paket soal lengkapnya sekarang di
🌐 fungsional.id

🔥 Belajar lebih terarah hari ini, raih kursi ASN impianmu besok!

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Picture of Tim Asn

Tim Asn

Tim ASN adalah kelompok profesional yang terbiasa menyusun soal. Kami terdiri dari ahli berbagai bidang, berkomitmen menciptakan soal berkualitas tinggi yang relevan dengan kompetensi jabatan.
Butuh Paket Soal Ini?
Akses Sekarang!

Dapatkan Akses Sistem CBT dengan ratusan paket soal + pembahasan!

Butuh Bantuan?