100+ Soal CPNS PPPK Perencana Wilayah dan Kota Planologi + Kisi-kisi Rekrutmen

100+ Soal CPNS PPPK Perencana Wilayah dan Kota Planologi + Kisi-kisi Rekrutmen

Seleksi CPNS dan PPPK untuk formasi Perencana Wilayah dan Kota (Planologi) merupakan salah satu tahapan penting dalam menghadirkan aparatur pemerintah yang mampu merancang pembangunan ruang secara berkelanjutan, terintegrasi, dan berbasis data. Profesi ini tidak sekadar berbicara tentang tata ruang, tetapi juga menyangkut kemampuan analisis kebijakan, perencanaan pembangunan daerah, pengendalian pemanfaatan ruang, hingga pengelolaan dinamika sosial-ekonomi yang berkembang di wilayah perkotaan maupun perdesaan. Oleh karena itu, materi soal yang diujikan dalam seleksi CPNS maupun PPPK Planologi umumnya dirancang untuk menguji pemahaman konseptual, kemampuan analitis, serta ketajaman berpikir kandidat dalam menyelesaikan persoalan perencanaan wilayah secara komprehensif.

Melalui pemahaman terhadap kisi-kisi rekrutmen dan karakteristik soal CPNS PPPK Perencana Wilayah dan Kota, peserta dapat mempersiapkan diri secara lebih terarah dan strategis. Kisi-kisi tersebut biasanya mencakup berbagai aspek penting seperti teori perencanaan wilayah dan kota, kebijakan tata ruang, analisis spasial, pembangunan berkelanjutan, hingga regulasi yang berkaitan dengan penataan ruang di Indonesia. Dengan memahami ruang lingkup materi yang diujikan serta pola soal yang sering muncul, calon peserta seleksi tidak hanya meningkatkan peluang kelulusan, tetapi juga memperkuat kompetensi profesional yang dibutuhkan dalam menjalankan peran sebagai perencana pembangunan wilayah di lingkungan pemerintahan.

Kisi-kisi Soal CPNS PPPK Perencana Wilayah dan Kota Planologi

Dalam proses seleksi CPNS dan PPPK formasi Perencana Wilayah dan Kota (Planologi), kisi-kisi soal menjadi panduan penting yang menggambarkan ruang lingkup kompetensi yang akan diujikan kepada peserta. Materi yang diujikan tidak hanya berfokus pada teori perencanaan wilayah, tetapi juga mencakup kemampuan analisis kebijakan, pemahaman regulasi penataan ruang, serta penerapan konsep pembangunan berkelanjutan dalam praktik perencanaan. Dengan memahami kisi-kisi ini, peserta dapat memetakan materi yang perlu dipelajari sekaligus mengasah kemampuan analitis yang relevan dengan tugas seorang perencana di lingkungan pemerintahan.

1. Konsep Dasar Perencanaan Wilayah dan Kota
Memahami prinsip-prinsip dasar perencanaan wilayah dan kota, termasuk konsep tata ruang, fungsi ruang, hierarki wilayah, serta hubungan antara kegiatan manusia dengan struktur ruang.

2. Teori Perencanaan dan Model Pengembangan Wilayah
Menguji pemahaman tentang berbagai teori perencanaan seperti teori lokasi, teori pusat pertumbuhan, teori kutub pertumbuhan, serta model pengembangan wilayah yang digunakan dalam analisis perencanaan.

3. Sistem Tata Ruang dan Struktur Ruang Wilayah
Mencakup pemahaman tentang struktur ruang, pola ruang, sistem jaringan prasarana, serta hubungan antara kawasan perkotaan, perdesaan, dan kawasan strategis.

4. Kebijakan dan Regulasi Penataan Ruang
Mengukur pengetahuan peserta mengenai peraturan perundang-undangan terkait penataan ruang, kebijakan pembangunan wilayah, serta mekanisme penyusunan dan pengendalian rencana tata ruang.

5. Analisis Spasial dan Penggunaan Data Geospasial
Menguji kemampuan dalam memahami analisis spasial, interpretasi peta, pemanfaatan data geospasial, serta penerapan teknologi seperti GIS dalam proses perencanaan wilayah.

6. Perencanaan Pembangunan Berkelanjutan
Membahas integrasi aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial dalam perencanaan wilayah, termasuk konsep kota berkelanjutan, pembangunan rendah karbon, dan ketahanan wilayah terhadap perubahan iklim.

7. Infrastruktur dan Sistem Transportasi Perkotaan
Menguji pemahaman mengenai perencanaan infrastruktur, jaringan transportasi, mobilitas perkotaan, serta integrasi sistem transportasi dengan pengembangan tata ruang.

8. Perencanaan Kawasan Perkotaan dan Perdesaan
Mencakup strategi pengembangan kawasan perkotaan, revitalisasi kawasan, pengembangan kawasan perdesaan, serta pengelolaan urbanisasi dan pertumbuhan kota.

9. Analisis Sosial Ekonomi dalam Perencanaan Wilayah
Menguji kemampuan menganalisis kondisi demografi, ekonomi wilayah, struktur pekerjaan, serta dampaknya terhadap pola perkembangan wilayah dan kebutuhan ruang.

10. Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Evaluasi Rencana Tata Ruang
Meliputi pemahaman tentang mekanisme pengendalian pemanfaatan ruang, perizinan pemanfaatan ruang, pengawasan pelaksanaan rencana tata ruang, serta evaluasi kebijakan penataan ruang.

Contoh Soal CPNS PPPK Perencana Wilayah dan Kota Planologi

Untuk memahami karakteristik soal CPNS dan PPPK Perencana Wilayah dan Kota (Planologi), peserta tidak cukup hanya menguasai teori, tetapi juga harus mampu menganalisis kasus perencanaan wilayah yang kompleks dan multidimensional. Oleh karena itu, banyak soal dirancang dalam bentuk Higher Order Thinking Skills (HOTS) yang menuntut kemampuan berpikir kritis, analitis, serta kemampuan menghubungkan konsep perencanaan dengan situasi nyata yang sering terjadi dalam praktik pembangunan wilayah. Berikut beberapa contoh soal yang menggambarkan pola soal analitis yang sering muncul dalam seleksi tersebut.

Soal 1
Sebuah kota berkembang pesat akibat pertumbuhan sektor industri dan jasa. Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, jumlah penduduk meningkat hampir dua kali lipat. Akibatnya, terjadi ekspansi permukiman ke wilayah pinggiran kota yang sebelumnya merupakan lahan pertanian produktif. Pemerintah daerah berencana menyusun revisi rencana tata ruang untuk mengendalikan fenomena urban sprawl tersebut. Dalam diskusi perencanaan, muncul beberapa pendekatan strategi penataan ruang yang dapat dipilih untuk mengatasi masalah tersebut secara berkelanjutan.

Sebagai seorang perencana wilayah dan kota, strategi yang paling tepat untuk mengendalikan perluasan kota yang tidak terkendali sekaligus menjaga efisiensi pemanfaatan ruang adalah…

A. Mengizinkan perluasan kawasan permukiman baru secara bebas selama kebutuhan hunian meningkat
B. Mengembangkan konsep kota kompak (compact city) dengan mendorong densifikasi kawasan yang telah terbangun
C. Memindahkan seluruh pusat kegiatan ekonomi ke kawasan pinggiran kota agar pembangunan lebih merata
D. Menghapuskan pembatasan zonasi agar pasar menentukan penggunaan lahan secara optimal
E. Mempercepat pembangunan kawasan industri baru di wilayah pinggiran tanpa pengendalian ruang

Jawaban Benar: B

Pembahasan:
Konsep compact city merupakan pendekatan yang bertujuan mengendalikan urban sprawl dengan cara meningkatkan kepadatan pembangunan pada kawasan yang sudah terbangun serta memaksimalkan pemanfaatan infrastruktur yang ada. Strategi ini lebih efisien dari sisi penggunaan lahan, transportasi, serta pengendalian dampak lingkungan dibandingkan ekspansi kota yang tidak terkendali.

Soal 2
Suatu wilayah kabupaten memiliki potensi ekonomi berbasis pertanian dan pariwisata alam, tetapi perkembangan wilayahnya sangat lambat karena konektivitas antar wilayah yang terbatas. Pemerintah daerah ingin merumuskan strategi pengembangan wilayah dengan menggunakan pendekatan teori pusat pertumbuhan (growth pole theory) agar aktivitas ekonomi dapat berkembang secara lebih terarah.

Dalam konteks tersebut, kebijakan yang paling sesuai dengan konsep teori pusat pertumbuhan adalah…

A. Menyebarkan investasi secara merata ke seluruh desa tanpa mempertimbangkan potensi wilayah
B. Memusatkan pembangunan pada kawasan yang memiliki potensi ekonomi terbesar untuk mendorong efek pengganda ke wilayah sekitarnya
C. Menghentikan pembangunan kawasan perkotaan agar wilayah desa berkembang secara alami
D. Memberikan subsidi ekonomi secara langsung kepada seluruh masyarakat tanpa pembangunan infrastruktur
E. Memprioritaskan pembangunan permukiman baru tanpa memperhatikan aktivitas ekonomi wilayah

Jawaban Benar: B

Pembahasan:
Teori growth pole menjelaskan bahwa pembangunan ekonomi sering kali dimulai dari suatu pusat kegiatan ekonomi yang memiliki potensi besar, kemudian menghasilkan efek penyebaran (spread effect) ke wilayah sekitarnya. Dengan memfokuskan investasi pada pusat pertumbuhan, aktivitas ekonomi dapat berkembang lebih cepat dan memicu perkembangan wilayah di sekitarnya.

Soal 3
Dalam penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), pemerintah daerah menggunakan analisis berbasis data geospasial untuk mengidentifikasi kawasan yang rawan bencana banjir. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian wilayah yang direncanakan untuk pengembangan permukiman ternyata berada di daerah dataran rendah dengan tingkat kerawanan banjir tinggi.

Sebagai perencana wilayah, keputusan yang paling rasional dalam proses penyusunan rencana tata ruang adalah…

A. Tetap mempertahankan rencana pembangunan permukiman karena kebutuhan perumahan tinggi
B. Mengubah kawasan tersebut menjadi kawasan lindung atau ruang terbuka yang berfungsi sebagai daerah resapan air
C. Mengabaikan data geospasial karena kondisi banjir dianggap sementara
D. Mengizinkan pembangunan permukiman dengan syarat masyarakat menanggung risiko bencana sendiri
E. Memindahkan kawasan industri ke wilayah rawan banjir agar lahan tetap dimanfaatkan

Jawaban Benar: B

Pembahasan:
Dalam perencanaan tata ruang, data geospasial dan analisis risiko bencana menjadi dasar penting dalam menentukan pemanfaatan ruang. Wilayah rawan banjir sebaiknya dialokasikan sebagai ruang terbuka hijau, kawasan resapan air, atau fungsi ekologis lainnya untuk mengurangi risiko bencana dan menjaga keberlanjutan lingkungan.

Soal 4
Sebuah kota metropolitan menghadapi permasalahan kemacetan yang semakin parah akibat meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi. Pemerintah kota berencana mengintegrasikan kebijakan transportasi dengan perencanaan tata ruang agar mobilitas masyarakat menjadi lebih efisien dan berkelanjutan.

Pendekatan perencanaan yang paling tepat untuk mengatasi masalah tersebut adalah…

A. Membangun jalan tol tambahan di pusat kota tanpa perubahan tata ruang
B. Mengembangkan konsep transit-oriented development (TOD) di sekitar simpul transportasi massal
C. Membatasi pembangunan kawasan permukiman baru secara total
D. Mendorong masyarakat untuk tetap menggunakan kendaraan pribadi dengan jalan yang lebih lebar
E. Menghapuskan transportasi umum karena dianggap tidak efisien

Jawaban Benar: B

Pembahasan:
Konsep Transit-Oriented Development (TOD) menekankan integrasi antara tata ruang dan sistem transportasi massal. Pengembangan kawasan dengan kepadatan tinggi di sekitar simpul transportasi seperti stasiun atau terminal dapat mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi serta meningkatkan efisiensi mobilitas perkotaan.

Soal 5
Dalam evaluasi pelaksanaan rencana tata ruang suatu kota, ditemukan bahwa banyak pembangunan yang tidak sesuai dengan zonasi yang telah ditetapkan dalam RTRW. Hal ini terjadi karena lemahnya pengawasan serta kurangnya koordinasi antar lembaga yang terlibat dalam proses perizinan pembangunan.

Jika dilihat dari perspektif pengendalian pemanfaatan ruang, langkah kebijakan yang paling efektif untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah…

A. Menghapuskan sistem zonasi agar pembangunan menjadi lebih fleksibel
B. Memperketat mekanisme perizinan pemanfaatan ruang serta meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan RTRW
C. Memberikan kebebasan kepada investor untuk menentukan lokasi pembangunan
D. Menghentikan seluruh aktivitas pembangunan hingga RTRW direvisi
E. Menyerahkan seluruh kewenangan pengendalian ruang kepada sektor swasta

Jawaban Benar: B

Pembahasan:
Pengendalian pemanfaatan ruang merupakan bagian penting dari implementasi RTRW. Mekanisme seperti perizinan pemanfaatan ruang, pengawasan pembangunan, serta penegakan aturan zonasi diperlukan untuk memastikan bahwa pembangunan berlangsung sesuai dengan rencana tata ruang yang telah ditetapkan. Tanpa pengendalian yang kuat, rencana tata ruang akan sulit diimplementasikan secara efektif.

Soal 6
Sebuah kota sedang mengalami pertumbuhan kawasan permukiman yang sangat cepat di daerah pinggiran. Namun, perkembangan tersebut tidak diikuti dengan penyediaan fasilitas publik seperti sekolah, rumah sakit, ruang terbuka hijau, dan jaringan transportasi yang memadai. Akibatnya, terjadi ketimpangan pelayanan antara pusat kota dan kawasan pinggiran yang baru berkembang.

Dalam perspektif perencanaan wilayah dan kota, pendekatan yang paling tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah…

A. Menghentikan seluruh pembangunan permukiman di kawasan pinggiran kota
B. Mengembangkan perencanaan kawasan berbasis konsep mixed-use development agar fungsi ruang lebih terintegrasi
C. Memindahkan seluruh fasilitas publik dari pusat kota ke wilayah pinggiran
D. Memberikan kebebasan kepada pengembang untuk membangun kawasan permukiman tanpa regulasi
E. Mengutamakan pembangunan kawasan industri di wilayah pinggiran tanpa mempertimbangkan kebutuhan sosial

Jawaban Benar: B

Pembahasan:
Konsep mixed-use development memungkinkan berbagai fungsi ruang seperti permukiman, komersial, fasilitas sosial, dan ruang publik berada dalam satu kawasan yang terintegrasi. Pendekatan ini dapat meningkatkan efisiensi ruang, memperpendek jarak perjalanan masyarakat, serta mengurangi ketimpangan pelayanan antar wilayah.

Soal 7
Sebuah pemerintah provinsi ingin mengembangkan kawasan pesisir sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis pariwisata dan perdagangan. Namun, wilayah tersebut juga memiliki ekosistem mangrove yang penting bagi perlindungan pantai dan keberlanjutan lingkungan. Dalam proses penyusunan rencana pengembangan wilayah, muncul dilema antara eksploitasi ekonomi dan pelestarian lingkungan.

Sebagai perencana wilayah, pendekatan yang paling tepat untuk menyeimbangkan kedua kepentingan tersebut adalah…

A. Mengubah seluruh kawasan mangrove menjadi kawasan wisata agar memberikan manfaat ekonomi
B. Menetapkan kawasan pesisir sebagai kawasan industri tanpa memperhatikan kondisi ekologis
C. Mengembangkan zonasi kawasan pesisir dengan pembagian wilayah konservasi dan wilayah pemanfaatan terbatas
D. Melarang seluruh aktivitas pembangunan di kawasan pesisir tanpa pengecualian
E. Menyerahkan pengelolaan kawasan pesisir sepenuhnya kepada investor swasta

Jawaban Benar: C

Pembahasan:
Perencanaan wilayah yang berkelanjutan menekankan keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Dengan menetapkan zonasi yang jelas antara kawasan konservasi dan kawasan pemanfaatan terbatas, pembangunan tetap dapat berlangsung tanpa merusak fungsi ekologis penting seperti ekosistem mangrove.

Soal 8
Dalam suatu analisis perkembangan wilayah, ditemukan bahwa sebagian besar aktivitas ekonomi terkonsentrasi di pusat kota, sementara wilayah pinggiran mengalami stagnasi ekonomi. Kondisi ini menyebabkan ketimpangan pembangunan antar wilayah serta meningkatnya arus komuter harian menuju pusat kota.

Jika ditinjau dari perspektif perencanaan wilayah, strategi yang paling tepat untuk mengurangi ketimpangan tersebut adalah…

A. Mengurangi aktivitas ekonomi di pusat kota agar wilayah pinggiran berkembang secara alami
B. Mengembangkan pusat-pusat kegiatan baru (sub-center) di wilayah pinggiran kota
C. Memindahkan seluruh kantor pemerintahan ke wilayah perdesaan secara langsung
D. Menghapuskan fungsi pusat kota sebagai pusat kegiatan ekonomi
E. Menghentikan pembangunan infrastruktur di pusat kota

Jawaban Benar: B

Pembahasan:
Pengembangan sub-center atau pusat kegiatan baru merupakan strategi yang sering digunakan dalam perencanaan metropolitan untuk mengurangi konsentrasi aktivitas di pusat kota. Dengan menciptakan pusat kegiatan ekonomi di wilayah pinggiran, distribusi aktivitas dapat lebih merata dan mengurangi tekanan terhadap pusat kota.

Soal 9
Dalam penyusunan rencana pembangunan wilayah, seorang perencana melakukan analisis demografi dan menemukan bahwa jumlah penduduk usia produktif di suatu kota meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini diprediksi akan memengaruhi kebutuhan ruang, lapangan kerja, serta infrastruktur perkotaan.

Kebijakan perencanaan yang paling tepat untuk merespons kondisi tersebut adalah…

A. Membatasi pertumbuhan penduduk dengan menghentikan pembangunan kawasan permukiman
B. Mengembangkan kawasan ekonomi baru yang mampu menyerap tenaga kerja serta meningkatkan kegiatan ekonomi
C. Mengurangi pembangunan infrastruktur karena jumlah penduduk masih dapat ditampung
D. Mengalihkan seluruh anggaran pembangunan ke sektor pertanian
E. Mengurangi aktivitas ekonomi di kota agar pertumbuhan penduduk melambat

Jawaban Benar: B

Pembahasan:
Peningkatan jumlah penduduk usia produktif dapat menjadi bonus demografi jika dikelola dengan baik. Oleh karena itu, perencanaan wilayah perlu mengarahkan pembangunan kawasan ekonomi, industri, dan pusat kegiatan yang mampu menyerap tenaga kerja sehingga pertumbuhan penduduk dapat menjadi pendorong pembangunan ekonomi.

Soal 10
Dalam evaluasi implementasi rencana tata ruang suatu daerah, ditemukan bahwa banyak investor lebih tertarik membangun proyek komersial di kawasan yang sebenarnya direncanakan sebagai ruang terbuka hijau. Hal ini menimbulkan tekanan terhadap pemerintah daerah untuk mengubah fungsi kawasan tersebut demi kepentingan investasi.

Jika dilihat dari perspektif tata kelola perencanaan wilayah yang baik, sikap kebijakan yang paling tepat adalah…

A. Mengubah fungsi ruang terbuka hijau menjadi kawasan komersial demi meningkatkan investasi
B. Menolak seluruh investasi yang masuk ke wilayah tersebut tanpa pertimbangan lain
C. Mempertahankan fungsi ruang terbuka hijau sesuai rencana tata ruang serta mencari lokasi alternatif bagi investasi
D. Menyerahkan keputusan perubahan tata ruang kepada investor
E. Menghapuskan kebijakan ruang terbuka hijau agar pembangunan lebih fleksibel

Jawaban Benar: C

Pembahasan:
Ruang terbuka hijau memiliki fungsi ekologis, sosial, dan estetika yang penting dalam sistem perkotaan. Oleh karena itu, konsistensi terhadap rencana tata ruang harus dijaga. Pemerintah dapat tetap mendorong investasi, namun dengan mengarahkan pembangunan ke lokasi yang sesuai dengan peruntukan ruang dalam rencana tata ruang.

Soal 11
Sebuah kota sedang merencanakan pengembangan kawasan ekonomi baru di wilayah pinggiran yang selama ini didominasi oleh lahan pertanian. Pemerintah daerah melihat potensi besar untuk menarik investasi industri dan jasa, tetapi masyarakat lokal khawatir bahwa konversi lahan secara besar-besaran akan mengancam ketahanan pangan serta mata pencaharian petani.

Jika dilihat dari perspektif perencanaan wilayah yang berkelanjutan, pendekatan kebijakan yang paling tepat adalah…

A. Mengizinkan seluruh konversi lahan pertanian agar investasi dapat berkembang dengan cepat
B. Melarang seluruh aktivitas pembangunan ekonomi di wilayah tersebut untuk melindungi lahan pertanian
C. Mengembangkan zonasi yang mengatur keseimbangan antara kawasan pertanian berkelanjutan dan kawasan pengembangan ekonomi
D. Memindahkan seluruh aktivitas pertanian ke wilayah lain tanpa perencanaan
E. Menyerahkan keputusan penggunaan lahan sepenuhnya kepada investor

Jawaban Benar: C

Pembahasan:
Perencanaan wilayah berkelanjutan menekankan keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan perlindungan sumber daya. Melalui zonasi yang jelas, wilayah pertanian strategis dapat dilindungi sementara pengembangan ekonomi tetap dilakukan pada area yang sesuai sehingga konflik pemanfaatan ruang dapat diminimalkan.

Soal 12
Dalam kajian sistem transportasi suatu kota, diketahui bahwa sebagian besar perjalanan harian masyarakat berasal dari kawasan permukiman pinggiran menuju pusat kota. Hal ini menyebabkan kemacetan pada koridor utama transportasi setiap jam sibuk. Pemerintah kota ingin merumuskan strategi perencanaan yang dapat mengurangi tekanan mobilitas tersebut dalam jangka panjang.

Kebijakan perencanaan yang paling strategis untuk mengatasi masalah tersebut adalah…

A. Meningkatkan kapasitas jalan di pusat kota tanpa mengubah struktur tata ruang
B. Mengembangkan pusat kegiatan ekonomi baru di wilayah pinggiran kota
C. Menghapuskan sistem transportasi umum dan menggantinya dengan kendaraan pribadi
D. Membatasi aktivitas ekonomi di pusat kota secara langsung
E. Mengurangi pembangunan permukiman baru di wilayah pinggiran tanpa solusi alternatif

Jawaban Benar: B

Pembahasan:
Pengembangan pusat kegiatan baru (polycentric development) dapat mengurangi konsentrasi perjalanan menuju pusat kota. Dengan adanya pusat kegiatan ekonomi di wilayah pinggiran, masyarakat tidak harus melakukan perjalanan jauh setiap hari sehingga beban transportasi dapat berkurang secara signifikan.

Soal 13
Dalam proses penyusunan rencana tata ruang wilayah provinsi, dilakukan analisis terhadap potensi bencana alam seperti gempa bumi, banjir, dan tanah longsor. Hasil kajian menunjukkan bahwa beberapa kawasan yang memiliki potensi ekonomi tinggi ternyata juga memiliki tingkat risiko bencana yang cukup besar.

Sebagai seorang perencana wilayah, pendekatan yang paling tepat dalam menentukan kebijakan pemanfaatan ruang pada kawasan tersebut adalah…

A. Tetap mengembangkan kawasan tersebut secara maksimal karena memiliki potensi ekonomi tinggi
B. Menutup seluruh kawasan tersebut dari aktivitas pembangunan tanpa pengecualian
C. Mengembangkan pembangunan dengan prinsip mitigasi bencana dan pengendalian pemanfaatan ruang
D. Mengabaikan risiko bencana karena tidak dapat diprediksi secara pasti
E. Memindahkan seluruh aktivitas ekonomi ke wilayah lain tanpa analisis lanjutan

Jawaban Benar: C

Pembahasan:
Perencanaan wilayah modern mengintegrasikan mitigasi bencana dalam tata ruang. Pembangunan masih dapat dilakukan pada kawasan berisiko, tetapi harus dilengkapi dengan pengaturan zonasi, standar konstruksi, serta sistem mitigasi yang memadai untuk mengurangi potensi kerugian akibat bencana.

Soal 14
Sebuah kota besar mengalami penurunan kualitas lingkungan akibat berkurangnya ruang terbuka hijau dan meningkatnya pembangunan kawasan komersial. Kondisi tersebut menyebabkan meningkatnya suhu udara perkotaan, berkurangnya kualitas udara, serta menurunnya kenyamanan lingkungan bagi masyarakat.

Dalam konteks perencanaan kota berkelanjutan, strategi yang paling tepat untuk mengatasi masalah tersebut adalah…

A. Mengurangi pembangunan ekonomi agar tekanan terhadap lingkungan menurun
B. Mengembangkan jaringan ruang terbuka hijau yang terintegrasi dalam sistem tata ruang kota
C. Menghapuskan seluruh pembangunan kawasan komersial di kota
D. Memindahkan seluruh aktivitas ekonomi ke wilayah perdesaan
E. Mengganti seluruh kawasan permukiman menjadi kawasan komersial

Jawaban Benar: B

Pembahasan:
Ruang terbuka hijau memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekologi perkotaan, mengurangi efek urban heat island, meningkatkan kualitas udara, serta menyediakan ruang sosial bagi masyarakat. Oleh karena itu, pengembangan sistem ruang terbuka hijau yang terintegrasi menjadi strategi penting dalam perencanaan kota berkelanjutan.

Soal 15
Dalam suatu wilayah metropolitan, terjadi ketidakseimbangan antara pertumbuhan kawasan permukiman dan penyediaan infrastruktur dasar seperti air bersih, sanitasi, dan jaringan jalan. Akibatnya, beberapa kawasan berkembang secara tidak terencana dan menimbulkan berbagai permasalahan sosial serta lingkungan.

Jika dilihat dari perspektif perencanaan wilayah, langkah strategis yang paling tepat untuk mengatasi kondisi tersebut adalah…

A. Membiarkan perkembangan kawasan berlangsung secara alami tanpa intervensi pemerintah
B. Menghentikan pembangunan permukiman secara total hingga seluruh infrastruktur tersedia
C. Menyusun rencana pengembangan wilayah yang mengintegrasikan pembangunan permukiman dengan penyediaan infrastruktur dasar
D. Mengalihkan seluruh pembangunan ke wilayah pusat kota
E. Menyerahkan pengembangan kawasan permukiman sepenuhnya kepada sektor swasta

Jawaban Benar: C

Pembahasan:
Perencanaan wilayah yang efektif harus memastikan sinkronisasi antara pembangunan permukiman dan penyediaan infrastruktur dasar. Tanpa integrasi tersebut, perkembangan wilayah dapat menjadi tidak terarah dan menimbulkan berbagai masalah seperti kawasan kumuh, kemacetan, serta penurunan kualitas lingkungan.

Soal 16
Sebuah kota menengah mengalami pertumbuhan kawasan komersial yang sangat cepat di sepanjang koridor jalan utama. Aktivitas perdagangan dan jasa berkembang pesat, namun di sisi lain muncul masalah baru seperti kemacetan, berkurangnya ruang pejalan kaki, serta konflik antara fungsi transportasi dan kegiatan ekonomi.

Jika ditinjau dari perspektif perencanaan tata ruang dan transportasi perkotaan, kebijakan yang paling tepat untuk mengelola perkembangan kawasan tersebut adalah…

A. Melarang seluruh aktivitas komersial di sepanjang koridor jalan utama
B. Mengembangkan penataan koridor berbasis manajemen ruang jalan yang mengintegrasikan transportasi, aktivitas ekonomi, dan ruang publik
C. Memindahkan seluruh kegiatan perdagangan ke wilayah pinggiran kota
D. Menghapuskan jalur pejalan kaki agar kapasitas kendaraan meningkat
E. Mengizinkan pembangunan komersial tanpa pengaturan tata ruang tambahan

Jawaban Benar: B

Pembahasan:
Pendekatan penataan koridor perkotaan memungkinkan integrasi antara fungsi transportasi, aktivitas ekonomi, dan ruang publik. Dengan pengaturan parkir, jalur pejalan kaki, transportasi publik, serta zonasi kegiatan komersial, konflik pemanfaatan ruang dapat diminimalkan dan kualitas lingkungan kota tetap terjaga.

Soal 17
Sebuah wilayah perdesaan yang berada dekat dengan kota besar mulai mengalami perubahan fungsi lahan akibat meningkatnya permintaan terhadap kawasan perumahan. Banyak pengembang membeli lahan pertanian untuk dikembangkan menjadi permukiman baru. Jika tren ini terus berlanjut, dikhawatirkan wilayah tersebut akan kehilangan fungsi utamanya sebagai kawasan produksi pangan.

Sebagai seorang perencana wilayah, langkah kebijakan yang paling tepat untuk mengendalikan fenomena tersebut adalah…

A. Mengizinkan konversi lahan pertanian tanpa pembatasan agar pembangunan berjalan cepat
B. Menetapkan kawasan pertanian pangan berkelanjutan yang dilindungi dalam rencana tata ruang
C. Memindahkan seluruh kegiatan pertanian ke wilayah lain
D. Menghentikan pembangunan permukiman secara total di wilayah tersebut
E. Menyerahkan seluruh keputusan penggunaan lahan kepada mekanisme pasar

Jawaban Benar: B

Pembahasan:
Penetapan kawasan pertanian pangan berkelanjutan (KP2B) dalam rencana tata ruang merupakan instrumen penting untuk melindungi lahan pertanian strategis dari alih fungsi yang tidak terkendali. Kebijakan ini membantu menjaga ketahanan pangan sekaligus memastikan pembangunan wilayah tetap terarah.

Soal 18
Pemerintah daerah merencanakan pembangunan kawasan industri baru untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi wilayah. Namun hasil kajian menunjukkan bahwa lokasi yang direncanakan memiliki akses transportasi yang terbatas serta jauh dari pusat distribusi logistik.

Jika dilihat dari perspektif efisiensi sistem wilayah, pertimbangan utama yang seharusnya menjadi dasar penentuan lokasi kawasan industri adalah…

A. Kedekatan lokasi dengan wilayah permukiman agar tenaga kerja mudah diperoleh
B. Ketersediaan akses transportasi dan konektivitas logistik yang memadai
C. Harga lahan yang paling murah tanpa mempertimbangkan faktor lainnya
D. Jarak yang paling jauh dari pusat kota agar tidak mengganggu aktivitas perkotaan
E. Lokasi yang paling dekat dengan kawasan wisata

Jawaban Benar: B

Pembahasan:
Kawasan industri membutuhkan konektivitas transportasi dan logistik yang baik agar distribusi bahan baku dan produk dapat berjalan efisien. Oleh karena itu, akses terhadap jalan utama, pelabuhan, rel kereta, atau jaringan logistik menjadi faktor penting dalam penentuan lokasi kawasan industri.

Soal 19
Dalam analisis perkembangan wilayah metropolitan, ditemukan bahwa pembangunan infrastruktur transportasi baru seperti jalan tol dan jalur kereta cepat memicu pertumbuhan kawasan permukiman dan komersial di wilayah yang sebelumnya relatif kurang berkembang. Fenomena ini menunjukkan adanya perubahan pola perkembangan ruang akibat pembangunan infrastruktur.

Konsep perencanaan wilayah yang paling tepat untuk menjelaskan fenomena tersebut adalah…

A. Teori urban decay
B. Teori difusi pembangunan wilayah
C. Teori konsentrasi ekonomi statis
D. Teori isolasi wilayah
E. Teori stagnasi wilayah

Jawaban Benar: B

Pembahasan:
Difusi pembangunan wilayah menggambarkan bagaimana pertumbuhan ekonomi dan aktivitas pembangunan menyebar dari suatu pusat atau koridor infrastruktur ke wilayah sekitarnya. Infrastruktur transportasi sering menjadi pemicu utama penyebaran pembangunan tersebut.

Soal 20
Sebuah kota pesisir menghadapi ancaman kenaikan muka air laut yang berpotensi menggenangi sebagian wilayah permukiman dan infrastruktur penting dalam beberapa dekade mendatang. Pemerintah kota ingin memasukkan strategi adaptasi perubahan iklim ke dalam perencanaan tata ruang wilayah.

Kebijakan perencanaan yang paling tepat untuk menghadapi kondisi tersebut adalah…

A. Mengabaikan proyeksi perubahan iklim karena masih bersifat prediksi
B. Mengembangkan strategi adaptasi seperti pembangunan tanggul, perlindungan ekosistem pesisir, serta pengaturan zonasi kawasan rawan
C. Memindahkan seluruh penduduk kota ke wilayah lain dalam waktu singkat
D. Menghentikan seluruh aktivitas pembangunan di wilayah pesisir
E. Menyerahkan pengelolaan wilayah pesisir sepenuhnya kepada sektor swasta

Jawaban Benar: B

Pembahasan:
Perencanaan wilayah modern harus mengintegrasikan strategi adaptasi perubahan iklim, terutama pada kota pesisir yang rentan terhadap kenaikan muka air laut. Kebijakan seperti perlindungan ekosistem pesisir, pembangunan infrastruktur perlindungan, serta pengaturan zonasi kawasan rawan merupakan langkah penting untuk meningkatkan ketahanan wilayah.

🚀 Siap Lulus Seleksi CPNS/PPPK Planologi? Saatnya Latihan dengan Soal yang Tepat!

Persaingan seleksi CPNS dan PPPK Perencana Wilayah dan Kota (Planologi) semakin ketat setiap tahunnya. Tidak cukup hanya memahami teori, Anda juga perlu terbiasa menghadapi soal-soal analitis, studi kasus perencanaan wilayah, serta soal HOTS seperti yang sering muncul dalam ujian resmi. Karena itu, berlatih dengan paket soal yang tepat dapat menjadi kunci untuk meningkatkan peluang Anda lolos seleksi.

🔥 Dapatkan Paket Soal Lengkap di sistem fungsional.id dan rasakan manfaat berikut:

✅ 📚 Ratusan soal latihan berkualitas HOTS yang disusun berdasarkan kisi-kisi rekrutmen terbaru
✅ 🧠 Pembahasan mendalam dan mudah dipahami sehingga membantu memahami konsep perencanaan wilayah secara komprehensif
✅ 🎯 Simulasi soal yang realistis seperti ujian sebenarnya untuk melatih ketajaman analisis Anda
✅ ⏱️ Meningkatkan kepercayaan diri saat menghadapi tes karena sudah terbiasa dengan pola soal
✅ 🚀 Strategi belajar yang lebih terarah sesuai materi yang sering keluar dalam seleksi

💡 Jangan tunggu sampai pengumuman tes semakin dekat!
Persiapan yang matang dimulai dari sekarang.

👉 Kunjungi sekarang juga: fungsional.id

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Picture of Tim Asn

Tim Asn

Tim ASN adalah kelompok profesional yang terbiasa menyusun soal. Kami terdiri dari ahli berbagai bidang, berkomitmen menciptakan soal berkualitas tinggi yang relevan dengan kompetensi jabatan.
Butuh Paket Soal Ini?
Akses Sekarang!

Dapatkan Akses Sistem CBT dengan ratusan paket soal + pembahasan!

Butuh Bantuan?