100+ Soal Seleksi Terbuka JPT Madya LEMHANNAS RI (Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia) + Kunci Jawabannya

Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya LEMHANNAS RI (Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia) merupakan proses strategis untuk menjaring kandidat yang memiliki kapasitas kepemimpinan, kompetensi, integritas, pengalaman, serta kemampuan berpikir strategis pada tingkat nasional. LEMHANNAS RI memiliki peran penting dalam penyelenggaraan pendidikan penyiapan dan pemantapan pimpinan tingkat nasional, pengkajian persoalan strategis nasional, regional, dan internasional, serta pemantapan nilai-nilai kebangsaan. Karakteristik seleksi JPT Madya menuntut peserta memiliki kemampuan yang lebih luas daripada sekadar penguasaan pengetahuan administratif. Kandidat perlu mampu menganalisis persoalan secara komprehensif, integral, dan strategis, mengambil keputusan berdasarkan data dan risiko, membangun kolaborasi lintas sektor, serta menunjukkan kepemimpinan yang berorientasi pada kepentingan nasional.

Sebagai gambaran, dalam seleksi terbuka JPT di lingkungan LEMHANNAS RI, tahapan seleksi dapat mencakup penelusuran rekam jejak, penulisan makalah, wawancara, serta assessment center untuk menilai kompetensi manajerial dan sosial kultural. Pada seleksi JPT Pratama LEMHANNAS RI Tahun 2025, komponen penilaian terdiri atas rekam jejak 20%, penulisan makalah 20%, wawancara 35%, dan assessment center 25%.  Artikel “100+ Soal Seleksi Terbuka JPT Madya LEMHANNAS RI (Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia) + Kunci Jawabannya” disusun sebagai bahan latihan untuk membantu calon peserta mempersiapkan diri secara lebih terarah. Materi latihan dapat mencakup kepemimpinan strategis, wawasan kebangsaan, ketahanan nasional, kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, integritas, manajemen perubahan, kompetensi manajerial dan sosial kultural, serta analisis berbagai persoalan strategis.

Mengenal Seleksi Terbuka JPT Madya LEMHANNAS RI

Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya LEMHANNAS RI merupakan proses strategis untuk memperoleh pejabat yang memiliki kapasitas kepemimpinan tingkat tinggi, kompetensi yang sesuai dengan jabatan, integritas, pengalaman, serta kemampuan melihat persoalan dari perspektif kepentingan organisasi dan nasional. Dalam pelaksanaan seleksi JPT di lingkungan LEMHANNAS RI, kompetensi teknis, manajerial, dan sosial kultural menjadi bagian penting yang harus diperhatikan oleh calon peserta.

Persiapan untuk mengikuti seleksi JPT Madya tidak cukup dilakukan dengan mempelajari teori pemerintahan secara umum. Peserta perlu memiliki kemampuan analisis strategis, pengambilan keputusan, perencanaan strategis, pengelolaan perubahan, pengelolaan keragaman, kolaborasi, dan kepemimpinan. LEMHANNAS RI sendiri telah mengembangkan tujuh kompetensi tersebut dalam Kamus dan Standar Kompetensi Pemimpin Nasional. (https://lemhannas.go.id/)

1. Kepemimpinan Strategis

Pemimpin pada level JPT Madya dituntut mampu melihat organisasi secara menyeluruh dan menentukan arah kebijakan berdasarkan tujuan jangka panjang. Kepemimpinan strategis bukan hanya berkaitan dengan kemampuan memberikan instruksi, tetapi juga kemampuan mengantisipasi perubahan, mengelola risiko, mengoptimalkan sumber daya, dan memastikan kebijakan berjalan sesuai tujuan.

Dalam menghadapi soal berbasis kasus, peserta perlu mempertimbangkan:

  • Kepentingan organisasi.
  • Kepentingan nasional.
  • Dampak jangka pendek dan jangka panjang.
  • Risiko kebijakan.
  • Ketersediaan sumber daya.
  • Kebutuhan koordinasi lintas sektor.
  • Keberlanjutan kebijakan.

Jawaban yang tepat tidak selalu merupakan tindakan yang paling cepat, tetapi tindakan yang memberikan dampak strategis dan berkelanjutan.

2. Analisis Strategis

Kemampuan analisis strategis menjadi fondasi penting dalam menghadapi persoalan pada level pimpinan tinggi. Peserta perlu mampu membedakan antara gejala, masalah utama, akar masalah, dan dampak.

Pendekatan yang dapat digunakan:

Identifikasi masalah → kumpulkan informasi → analisis penyebab → petakan risiko → susun alternatif → tentukan rekomendasi.

Dalam soal HOTS, peserta dapat diberikan suatu permasalahan nasional yang memiliki banyak faktor penyebab. Jangan langsung memilih solusi sebelum memahami akar persoalannya.

3. Pengambilan Keputusan Strategis

Seorang pejabat pimpinan tinggi harus mampu mengambil keputusan dalam kondisi informasi yang tidak selalu sempurna. Keputusan perlu mempertimbangkan data, regulasi, risiko, kepentingan pemangku kepentingan, dan dampak terhadap organisasi.

Tahapan sederhana yang dapat digunakan:

  1. Mengidentifikasi persoalan.
  2. Mengumpulkan informasi yang relevan.
  3. Menyusun beberapa alternatif.
  4. Menganalisis manfaat dan risiko.
  5. Memilih alternatif terbaik.
  6. Menetapkan langkah pelaksanaan.
  7. Melakukan monitoring dan evaluasi.

Pilihan jawaban yang hanya mengandalkan intuisi pribadi tanpa analisis risiko perlu diwaspadai.

4. Perencanaan Strategis

Perencanaan strategis berorientasi pada pencapaian tujuan organisasi dalam jangka menengah dan panjang. Pemimpin harus mampu menerjemahkan visi menjadi sasaran, program, indikator, serta langkah implementasi yang terukur.

Peserta perlu memahami hubungan antara:

Visi → tujuan → sasaran → strategi → program → indikator kinerja → evaluasi.

Kesalahan yang sering terjadi dalam soal adalah memilih program terlebih dahulu tanpa memastikan kesesuaiannya dengan tujuan strategis organisasi.

5. Manajemen Perubahan

Lingkungan pemerintahan terus mengalami perubahan akibat perkembangan teknologi, tuntutan masyarakat, perubahan kebijakan, dinamika geopolitik, dan berbagai tantangan lainnya.

Pemimpin strategis harus mampu:

  • Mengidentifikasi kebutuhan perubahan.
  • Menjelaskan alasan perubahan.
  • Mengelola resistensi.
  • Melibatkan pemangku kepentingan.
  • Menyiapkan sumber daya.
  • Mengawal implementasi.
  • Mengevaluasi hasil perubahan.

Perubahan tidak seharusnya dilakukan hanya karena mengikuti tren. Perubahan harus memiliki tujuan yang jelas, dasar yang kuat, dan manfaat yang dapat dipertanggungjawabkan.

6. Mengelola Keragaman

Indonesia merupakan negara yang memiliki keragaman suku, agama, budaya, daerah, latar belakang sosial, dan karakter masyarakat. Pemimpin perlu memiliki kemampuan mengelola keberagaman agar menjadi kekuatan organisasi dan bangsa.

Sikap yang perlu dikembangkan antara lain:

  • Menghargai perbedaan.
  • Menghindari diskriminasi.
  • Membangun komunikasi terbuka.
  • Mengelola konflik secara konstruktif.
  • Mendorong kolaborasi.
  • Menciptakan lingkungan kerja yang inklusif.

Dalam soal situasional, pilihan terbaik biasanya tidak memaksakan keseragaman, tetapi membangun titik temu untuk mencapai tujuan bersama.

7. Kolaborasi Lintas Sektor

Persoalan strategis nasional umumnya tidak dapat diselesaikan oleh satu lembaga saja. Karena itu, pemimpin JPT Madya perlu mampu membangun kolaborasi dengan berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, maupun pemangku kepentingan lainnya.

Kolaborasi yang efektif membutuhkan:

  • Tujuan bersama.
  • Pembagian peran yang jelas.
  • Komunikasi.
  • Koordinasi.
  • Kepercayaan.
  • Mekanisme evaluasi.
  • Akuntabilitas.

Dalam menghadapi soal, hindari pilihan yang terlalu berorientasi pada kepentingan satu unit apabila masalah membutuhkan pendekatan lintas lembaga.

8. Integritas dan Keteladanan

Integritas merupakan fondasi kepemimpinan. Pemimpin harus mampu mempertahankan objektivitas dan mengambil keputusan berdasarkan aturan serta kepentingan organisasi, bukan kepentingan pribadi atau kelompok.

Contoh sikap berintegritas:

  • Menolak intervensi yang tidak sesuai aturan.
  • Tidak menyalahgunakan jabatan.
  • Menjaga kerahasiaan informasi.
  • Menghindari konflik kepentingan.
  • Bertanggung jawab atas keputusan.
  • Bersedia menerima evaluasi.
  • Memberikan teladan kepada bawahan.

Soal dapat dibuat tricky dengan kondisi ketika keputusan yang benar secara etis justru berpotensi menimbulkan tekanan. Peserta harus mampu memilih tindakan yang tetap mempertahankan integritas dan akuntabilitas.

9. Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Nasional

Karena LEMHANNAS RI memiliki mandat yang erat dengan ketahanan nasional dan pemantapan nilai-nilai kebangsaan, peserta perlu memiliki wawasan mengenai berbagai persoalan strategis yang dapat memengaruhi kehidupan nasional.

Materi yang dapat dipelajari meliputi:

  • Pancasila.
  • UUD NRI Tahun 1945.
  • NKRI.
  • Bhinneka Tunggal Ika.
  • Wawasan Nusantara.
  • Ketahanan nasional.
  • Geopolitik dan geostrategi.
  • Ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan.
  • Stabilitas nasional.
  • Dinamika lingkungan strategis.

Peserta perlu memahami konsep tersebut secara kontekstual, bukan sekadar menghafalkan definisinya.

10. Assessment dan Wawancara

Peserta juga perlu mempersiapkan diri menghadapi penilaian yang bersifat lebih mendalam. Dalam seleksi JPT LEMHANNAS RI tahun 2025, misalnya, rangkaian seleksi JPT Pratama mencakup penelusuran rekam jejak, penulisan makalah, wawancara, serta assessment center. Komposisi penilaiannya pada seleksi tersebut adalah rekam jejak 20%, makalah 20%, wawancara 35%, dan assessment center 25%. 

Kompetensi dan Materi yang Perlu Dikuasai dalam Seleksi JPT Madya LEMHANNAS RI

Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya LEMHANNAS RI membutuhkan kesiapan yang lebih komprehensif dibandingkan seleksi pada jenjang jabatan yang lebih rendah. Kandidat tidak hanya dinilai berdasarkan pengetahuan teknis, tetapi juga berdasarkan kemampuan memimpin organisasi, mengelola perubahan, mengambil keputusan strategis, membangun kolaborasi, serta memahami berbagai persoalan yang berkaitan dengan kepentingan nasional.

Oleh karena itu, peserta perlu mempersiapkan beberapa kelompok kompetensi utama yang dapat menjadi dasar dalam menghadapi soal tertulis, studi kasus, penulisan makalah, assessment, maupun wawancara.

1. Kompetensi Manajerial

Kompetensi manajerial berkaitan dengan kemampuan mengelola organisasi dan sumber daya untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan.

Materi yang perlu dipahami meliputi:

  • Integritas.
  • Kerja sama.
  • Komunikasi.
  • Orientasi pada hasil.
  • Pelayanan publik.
  • Pengembangan diri dan orang lain.
  • Mengelola perubahan.
  • Pengambilan keputusan.

Pada tingkat JPT Madya, kompetensi tersebut perlu diterapkan pada persoalan yang kompleks dan melibatkan banyak pemangku kepentingan.

Dalam soal berbasis kasus, peserta perlu memperhatikan apakah pilihan jawaban menunjukkan kemampuan memimpin, mengoordinasikan, menyelesaikan masalah, dan menghasilkan keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan.

2. Kompetensi Kepemimpinan Nasional

Kepemimpinan pada level JPT Madya tidak hanya berorientasi pada pencapaian target internal organisasi. Pemimpin perlu memahami dampak keputusan terhadap kepentingan yang lebih luas.

Kandidat perlu mampu:

  • Membaca perkembangan lingkungan strategis.
  • Menentukan arah kebijakan.
  • Mengantisipasi risiko.
  • Mengelola sumber daya secara efektif.
  • Membangun sinergi lintas lembaga.
  • Menjaga stabilitas organisasi.
  • Menghasilkan kebijakan yang berkelanjutan.

Ketika menghadapi soal kepemimpinan, jangan hanya memilih jawaban yang menunjukkan ketegasan. Ketegasan harus disertai analisis, dasar yang kuat, komunikasi, dan akuntabilitas.

3. Wawasan Kebangsaan

Pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan merupakan bagian penting bagi kandidat yang akan menduduki jabatan strategis.

Materi yang perlu dipelajari antara lain:

  • Pancasila.
  • UUD NRI Tahun 1945.
  • NKRI.
  • Bhinneka Tunggal Ika.
  • Wawasan Nusantara.
  • Ketahanan nasional.
  • Persatuan dan kesatuan.
  • Bela negara.
  • Kepentingan nasional.

Peserta sebaiknya tidak berhenti pada hafalan. Konsep tersebut perlu dipahami dan diterapkan dalam berbagai persoalan pemerintahan maupun kehidupan berbangsa.

4. Ketahanan Nasional

Sebagai lembaga yang memiliki tugas strategis dalam bidang ketahanan nasional, LEMHANNAS RI memiliki karakteristik yang membuat pemahaman mengenai ketahanan nasional menjadi relevan dalam persiapan peserta.

Peserta perlu memahami berbagai aspek yang memengaruhi ketahanan nasional, termasuk:

  • Ideologi.
  • Politik.
  • Ekonomi.
  • Sosial budaya.
  • Pertahanan dan keamanan.
  • Geografi.
  • Demografi.
  • Sumber kekayaan alam.

Peserta juga perlu mampu menganalisis hubungan antara satu aspek dengan aspek lainnya. Suatu permasalahan ekonomi, misalnya, dapat memiliki dampak sosial dan politik apabila tidak dikelola dengan baik.

5. Analisis Lingkungan Strategis

Pemimpin tingkat tinggi harus mampu membaca perubahan lingkungan sebelum mengambil keputusan.

Analisis dapat mencakup:

  • Perubahan geopolitik.
  • Perkembangan ekonomi global.
  • Teknologi dan transformasi digital.
  • Perubahan sosial.
  • Ancaman keamanan.
  • Perubahan iklim.
  • Dinamika hubungan internasional.
  • Perkembangan kawasan regional.

Gunakan pendekatan:

Identifikasi perubahan → analisis dampak → petakan peluang dan risiko → susun alternatif → tentukan respons strategis.

Kemampuan ini penting untuk menjawab soal HOTS yang memberikan situasi kompleks dan membutuhkan keputusan jangka panjang.

6. Kebijakan Publik

Peserta perlu memahami bagaimana suatu kebijakan dirancang, dilaksanakan, dan dievaluasi.

Materi yang dapat dipelajari:

  • Identifikasi masalah publik.
  • Perumusan kebijakan.
  • Analisis alternatif kebijakan.
  • Implementasi kebijakan.
  • Monitoring.
  • Evaluasi.
  • Pengukuran dampak kebijakan.

Dalam soal, jangan langsung memilih kebijakan yang terlihat paling populer. Pertimbangkan data, tujuan, kelompok terdampak, sumber daya, risiko, serta efektivitas implementasi.

7. Manajemen Perubahan dan Transformasi Organisasi

Organisasi pemerintah menghadapi perubahan yang terus berlangsung. Pemimpin harus mampu memastikan perubahan tidak hanya berhenti pada perencanaan, tetapi benar-benar diterapkan.

Tahapan yang dapat diperhatikan:

Identifikasi kebutuhan perubahan → komunikasi visi perubahan → persiapan organisasi → implementasi → monitoring → evaluasi → penyempurnaan.

Resistensi pegawai tidak selalu berarti perubahan harus dihentikan. Pemimpin perlu memahami penyebab resistensi dan membangun komunikasi yang efektif.

8. Kolaborasi dan Jejaring Kerja

Persoalan strategis biasanya melibatkan banyak pihak. Karena itu, pemimpin perlu membangun jejaring kerja yang efektif.

Kolaborasi membutuhkan:

  • Tujuan bersama.
  • Pembagian peran.
  • Komunikasi terbuka.
  • Koordinasi.
  • Kepercayaan.
  • Akuntabilitas.
  • Evaluasi bersama.

Dalam soal studi kasus, pilihan yang terlalu mengutamakan kepentingan satu unit perlu dipertimbangkan kembali apabila masalah membutuhkan kerja sama lintas sektor.

9. Integritas dan Pencegahan Konflik Kepentingan

Jabatan pimpinan tinggi memiliki kewenangan yang besar sehingga integritas menjadi aspek yang sangat penting.

Peserta perlu memahami situasi seperti:

  • Intervensi terhadap keputusan.
  • Konflik kepentingan.
  • Penyalahgunaan kewenangan.
  • Permintaan mengubah data.
  • Tekanan dari pihak tertentu.
  • Penggunaan fasilitas jabatan untuk kepentingan pribadi.

Sikap yang tepat adalah tetap objektif, mengikuti ketentuan, mendokumentasikan proses pengambilan keputusan, dan memastikan setiap keputusan dapat dipertanggungjawabkan.

10. Pengambilan Keputusan dalam Kondisi Krisis

Pemimpin dapat menghadapi situasi yang membutuhkan keputusan cepat. Namun, cepat tidak berarti ceroboh.

Dalam kondisi krisis, pemimpin perlu:

  1. Mengidentifikasi masalah paling kritis.
  2. Memastikan informasi penting.
  3. Menentukan risiko terbesar.
  4. Menetapkan prioritas.
  5. Mengambil keputusan sesuai kewenangan.
  6. Mengomunikasikan keputusan.
  7. Melakukan monitoring.
  8. Menyiapkan langkah korektif.

Dalam soal tricky, pilihan yang paling cepat belum tentu yang paling tepat. Pilih tindakan yang mampu menyeimbangkan kecepatan, akurasi, risiko, dan kepentingan publik.

11. Kompetensi Sosial Kultural

Pemimpin perlu mampu bekerja dalam lingkungan yang memiliki latar belakang sosial dan budaya yang beragam.

Kemampuan yang perlu dikembangkan:

  • Menghargai keberagaman.
  • Mencegah diskriminasi.
  • Mengelola konflik.
  • Membangun komunikasi lintas budaya.
  • Menumbuhkan lingkungan kerja inklusif.
  • Menjaga persatuan.

Dalam menghadapi konflik internal, pemimpin tidak seharusnya langsung menentukan pihak yang salah tanpa memahami akar masalah dan mendengarkan pihak-pihak yang terkait.

12. Orientasi pada Hasil dan Akuntabilitas

Pemimpin harus mampu memastikan program menghasilkan manfaat yang nyata. Orientasi hasil tidak hanya berarti mencapai target, tetapi juga memastikan prosesnya efektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Indikator yang dapat diperhatikan:

  • Ketercapaian target.
  • Efisiensi penggunaan sumber daya.
  • Kualitas hasil.
  • Dampak program.
  • Kepuasan pemangku kepentingan.
  • Keberlanjutan.
  • Akuntabilitas.

Jika suatu program mencapai target secara kuantitatif tetapi menimbulkan masalah besar dalam jangka panjang, pemimpin perlu melakukan evaluasi dan perbaikan.

Kisi-Kisi Materi Seleksi Terbuka JPT Madya LEMHANNAS RI

Memahami kisi-kisi menjadi langkah penting dalam mempersiapkan diri menghadapi Seleksi Terbuka JPT Madya LEMHANNAS RI. Pada jenjang pimpinan tinggi, materi yang perlu dikuasai tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan administratif, tetapi juga kemampuan menganalisis persoalan strategis, memahami ketahanan nasional, memimpin perubahan, serta mengambil keputusan yang berdampak luas.

Kisi-kisi berikut dapat dijadikan panduan belajar, bukan sebagai daftar soal resmi. Peserta tetap perlu menyesuaikan persiapan dengan persyaratan, tahapan, dan ketentuan resmi seleksi pada periode yang diikuti.

1. Kepemimpinan Strategis

Materi yang perlu dikuasai:

  • Konsep kepemimpinan strategis.
  • Visi dan arah strategis organisasi.
  • Pengambilan keputusan tingkat pimpinan.
  • Antisipasi risiko.
  • Manajemen sumber daya.
  • Kepemimpinan dalam situasi krisis.
  • Kepemimpinan transformasional.
  • Pengembangan organisasi.
  • Kepemimpinan berbasis kinerja.

Soal dapat berbentuk studi kasus yang meminta peserta menentukan langkah strategis ketika organisasi menghadapi persoalan kompleks.

2. Analisis Lingkungan Strategis

Peserta perlu mampu membaca perubahan lingkungan yang dapat memengaruhi organisasi maupun kepentingan nasional.

Materi meliputi:

  • Geopolitik.
  • Geostrategi.
  • Perubahan ekonomi global.
  • Dinamika kawasan.
  • Perkembangan teknologi.
  • Ancaman nonmiliter.
  • Perubahan sosial dan budaya.
  • Perubahan iklim.
  • Keamanan nasional.
  • Dinamika hubungan internasional.

Fokus utamanya adalah kemampuan menghubungkan perubahan lingkungan dengan risiko, peluang, dan pilihan kebijakan.

3. Wawasan Kebangsaan

Materi yang perlu dipelajari:

  • Pancasila.
  • UUD NRI Tahun 1945.
  • NKRI.
  • Bhinneka Tunggal Ika.
  • Wawasan Nusantara.
  • Bela negara.
  • Persatuan dan kesatuan.
  • Kepentingan nasional.
  • Nilai-nilai kebangsaan.

Peserta perlu memahami penerapan nilai kebangsaan dalam pengambilan keputusan dan penyelenggaraan pemerintahan.

4. Ketahanan Nasional

Materi ketahanan nasional perlu dipahami secara menyeluruh, termasuk hubungan antargatra.

Materi meliputi:

  • Konsep ketahanan nasional.
  • Ketahanan ideologi.
  • Ketahanan politik.
  • Ketahanan ekonomi.
  • Ketahanan sosial budaya.
  • Ketahanan pertahanan dan keamanan.
  • Geografi.
  • Demografi.
  • Sumber kekayaan alam.
  • Ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan.

Soal HOTS dapat meminta peserta menganalisis bagaimana suatu masalah dalam satu bidang dapat memengaruhi bidang lainnya.

5. Kebijakan Publik

Materi yang perlu dipahami:

  • Identifikasi masalah publik.
  • Perumusan kebijakan.
  • Analisis alternatif.
  • Implementasi kebijakan.
  • Monitoring.
  • Evaluasi.
  • Analisis dampak.
  • Efektivitas kebijakan.
  • Efisiensi kebijakan.
  • Akuntabilitas.

Peserta perlu mampu memilih kebijakan berdasarkan data, kebutuhan masyarakat, risiko, sumber daya, dan dampak jangka panjang.

6. Manajemen Perubahan

Materi meliputi:

  • Konsep perubahan organisasi.
  • Faktor pendorong perubahan.
  • Resistensi terhadap perubahan.
  • Strategi komunikasi perubahan.
  • Transformasi organisasi.
  • Digitalisasi pemerintahan.
  • Inovasi pelayanan.
  • Evaluasi perubahan.

Soal dapat memberikan kasus mengenai pegawai yang menolak kebijakan baru. Peserta harus menentukan pendekatan yang mampu mengelola resistensi tanpa mengabaikan tujuan perubahan.

7. Manajemen Krisis dan Pengambilan Keputusan

Materi yang perlu dikuasai:

  • Identifikasi krisis.
  • Penentuan prioritas.
  • Analisis risiko.
  • Pengambilan keputusan cepat.
  • Komunikasi krisis.
  • Koordinasi lintas lembaga.
  • Mitigasi risiko.
  • Evaluasi pascakrisis.

Dalam soal, peserta perlu mempertimbangkan keseimbangan antara kecepatan keputusan, validitas informasi, kewenangan, dan dampak kebijakan.

8. Integritas dan Etika Kepemimpinan

Materi meliputi:

  • Integritas.
  • Akuntabilitas.
  • Transparansi.
  • Konflik kepentingan.
  • Penyalahgunaan kewenangan.
  • Etika jabatan.
  • Pencegahan korupsi.
  • Keteladanan pemimpin.
  • Pengambilan keputusan objektif.

Soal dapat menguji respons kandidat ketika menghadapi tekanan dari pihak tertentu atau menemukan pelanggaran yang dilakukan oleh bawahannya.

9. Kompetensi Sosial Kultural

Peserta perlu memahami:

  • Keberagaman masyarakat.
  • Toleransi.
  • Inklusivitas.
  • Konflik sosial.
  • Komunikasi lintas budaya.
  • Pengelolaan perbedaan.
  • Persatuan dan kesatuan.
  • Pencegahan diskriminasi.

Kandidat JPT Madya harus mampu menciptakan lingkungan kerja yang menghargai keberagaman sekaligus tetap berorientasi pada tujuan organisasi.

10. Kolaborasi Lintas Instansi

Materi yang perlu dipelajari:

  • Koordinasi antarinstansi.
  • Kolaborasi lintas sektor.
  • Jejaring kerja.
  • Pembagian kewenangan.
  • Sinergi pemerintah pusat dan daerah.
  • Kemitraan dengan pemangku kepentingan.
  • Penyelesaian konflik kepentingan.

Soal dapat menguji kemampuan peserta dalam membangun kolaborasi yang efektif tanpa menghilangkan akuntabilitas masing-masing lembaga.

11. Tata Kelola Pemerintahan

Materi meliputi:

  • Good governance.
  • Akuntabilitas pemerintahan.
  • Transparansi.
  • Efektivitas dan efisiensi.
  • Pengawasan.
  • Manajemen kinerja.
  • Pelayanan publik.
  • Reformasi birokrasi.
  • Digitalisasi pemerintahan.

Peserta perlu memahami bagaimana prinsip tata kelola diterapkan dalam proses pengambilan keputusan dan pelaksanaan program pemerintah.

12. Perencanaan dan Manajemen Kinerja

Materi yang perlu dipahami:

  • Perencanaan strategis.
  • Sasaran organisasi.
  • Indikator kinerja.
  • Target.
  • Program dan kegiatan.
  • Monitoring.
  • Evaluasi.
  • Pengukuran hasil.
  • Perbaikan kinerja.

Peserta perlu mampu membedakan antara output, outcome, dan dampak dalam suatu program.

13. Transformasi Digital dan Inovasi

Perkembangan teknologi menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam kepemimpinan organisasi pemerintahan.

Materi meliputi:

  • Transformasi digital.
  • SPBE.
  • Pemanfaatan data.
  • Inovasi pelayanan publik.
  • Keamanan informasi.
  • Literasi digital.
  • Pengambilan keputusan berbasis data.
  • Otomatisasi proses kerja.

Soal dapat berupa kasus ketika organisasi ingin melakukan digitalisasi tetapi menghadapi keterbatasan sumber daya dan resistensi pegawai.

14. Isu Strategis Nasional

Peserta perlu memiliki kemampuan mengikuti dan menganalisis berbagai isu strategis yang berkembang.

Materi pengayaan dapat mencakup:

  • Ketahanan pangan.
  • Ketahanan energi.
  • Ekonomi nasional.
  • Stabilitas politik.
  • Keamanan nasional.
  • Teknologi dan keamanan siber.
  • Perubahan iklim.
  • Demografi.
  • Konflik sosial.
  • Hubungan internasional.

Fokus belajar bukan sekadar mengetahui berita, tetapi memahami dampak, risiko, peluang, dan pilihan kebijakan yang berkaitan dengan isu tersebut.

15. Penulisan Makalah dan Penyampaian Gagasan Strategis

Persiapan juga perlu diarahkan pada kemampuan menyusun gagasan secara sistematis.

Struktur berpikir yang dapat digunakan:

Permasalahan → data dan fakta → analisis → alternatif solusi → rekomendasi → strategi implementasi → indikator keberhasilan.

Gagasan yang baik tidak hanya menawarkan solusi, tetapi juga menjelaskan bagaimana solusi tersebut dapat dilaksanakan dan bagaimana keberhasilannya diukur.

Berikut 20 contoh soal pilihan ganda berbasis HOTS yang disusun berdasarkan kisi-kisi dalam file Seleksi Terbuka JPT Madya LEMHANNAS RI, mencakup kepemimpinan strategis, analisis lingkungan strategis, wawasan kebangsaan, ketahanan nasional, kebijakan publik, manajemen perubahan, krisis, integritas, kolaborasi, tata kelola, kinerja, transformasi digital, dan isu strategis nasional.

Contoh Soal Seleksi Terbuka JPT Madya LEMHANNAS RI

Soal 1

Sebuah unit strategis mengalami tekanan untuk segera menghasilkan kebijakan baru akibat perubahan lingkungan yang cepat. Data yang tersedia belum lengkap, sementara keputusan yang terlalu lambat dapat meningkatkan risiko bagi organisasi. Sebagai pimpinan JPT Madya, tindakan paling tepat adalah….

A. Menunda seluruh keputusan sampai semua data tersedia sempurna
B. Mengambil keputusan berdasarkan intuisi agar respons lebih cepat
C. Mengidentifikasi informasi paling kritis, menganalisis risiko, menentukan alternatif, lalu menetapkan keputusan sesuai kewenangan
D. Menyerahkan seluruh keputusan kepada bawahan
E. Mengikuti keputusan lembaga lain tanpa melakukan analisis

Jawaban: C

Pembahasan: Pengambilan keputusan strategis tidak selalu dilakukan dalam kondisi informasi sempurna. Pimpinan perlu menyeimbangkan data yang tersedia, risiko, alternatif, kewenangan, dan kebutuhan tindakan.

Soal 2

Pemerintah menghadapi peningkatan risiko keamanan siber yang berpotensi mengganggu layanan publik. Seorang pimpinan hanya memfokuskan kebijakan pada pembelian perangkat keamanan baru. Analisis yang lebih strategis adalah….

A. Menambah anggaran perangkat sebanyak mungkin
B. Menganggap persoalan hanya merupakan masalah teknis
C. Menganalisis keterkaitan teknologi, sumber daya manusia, tata kelola, risiko, dan dampaknya terhadap kepentingan nasional
D. Menyerahkan seluruh persoalan kepada satu unit teknologi informasi
E. Menunggu serangan siber terjadi sebelum bertindak

Jawaban: C

Pembahasan: Analisis lingkungan strategis menuntut pemimpin melihat hubungan antara perubahan, risiko, peluang, dan pilihan kebijakan secara komprehensif.

Soal 3

Sebuah program pemerintah mencapai seluruh target kuantitatif, tetapi dalam pelaksanaannya menimbulkan ketergantungan masyarakat dan membutuhkan biaya pemeliharaan yang tinggi pada tahun-tahun berikutnya. Evaluasi pimpinan yang paling tepat adalah….

A. Program dinyatakan sepenuhnya berhasil karena target tercapai
B. Program dihentikan tanpa evaluasi lebih lanjut
C. Melakukan evaluasi terhadap dampak, efisiensi, keberlanjutan, dan risiko jangka panjang
D. Menambah target kuantitatif agar program terlihat lebih baik
E. Mengabaikan dampak jangka panjang

Jawaban: C

Pembahasan: Orientasi hasil tidak hanya berkaitan dengan ketercapaian target, tetapi juga kualitas hasil, dampak, efisiensi, keberlanjutan, dan akuntabilitas.

Soal 4

Seorang pimpinan ingin menjalankan transformasi digital secara cepat. Namun, sebagian besar pegawai menolak karena khawatir tidak mampu menggunakan sistem baru. Langkah paling tepat adalah….

A. Membatalkan transformasi digital
B. Memaksakan implementasi tanpa komunikasi
C. Mengidentifikasi penyebab resistensi, mengomunikasikan tujuan perubahan, menyiapkan sumber daya dan pendampingan, lalu melakukan evaluasi
D. Mengganti seluruh pegawai yang menolak
E. Menunda perubahan tanpa batas waktu

Jawaban: C

Pembahasan: Resistensi tidak selalu berarti perubahan harus dihentikan. Pemimpin perlu memahami penyebabnya dan mengelola proses perubahan secara sistematis.

Soal 5

Dalam penyusunan kebijakan strategis, terdapat tekanan dari kelompok tertentu agar kebijakan menguntungkan kepentingan mereka. Pilihan yang paling menunjukkan integritas pimpinan adalah….

A. Mengikuti tekanan untuk menjaga hubungan
B. Menolak seluruh masukan dari pihak luar
C. Tetap objektif, menggunakan dasar data dan ketentuan, serta mendokumentasikan proses pengambilan keputusan
D. Menyerahkan keputusan kepada kelompok tersebut
E. Mengambil keputusan secara rahasia tanpa pertanggungjawaban

Jawaban: C

Pembahasan: Integritas menuntut objektivitas, kepatuhan pada ketentuan, pencegahan konflik kepentingan, dan keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Soal 6

Sebuah persoalan strategis nasional melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat. Strategi kolaborasi yang paling efektif adalah….

A. Menetapkan satu lembaga sebagai pelaksana seluruh pekerjaan
B. Membiarkan setiap pihak bekerja sesuai kepentingannya
C. Menyepakati tujuan bersama, pembagian peran, mekanisme koordinasi, komunikasi, akuntabilitas, dan evaluasi
D. Mengutamakan kepentingan lembaga yang memiliki anggaran terbesar
E. Menyerahkan seluruh proses kepada pemerintah daerah

Jawaban: C

Pembahasan: Kolaborasi lintas sektor membutuhkan tujuan bersama, peran yang jelas, komunikasi, koordinasi, kepercayaan, evaluasi, dan akuntabilitas.

Soal 7

Terjadi konflik internal antara dua kelompok pegawai yang memiliki latar belakang sosial budaya berbeda. Kedua kelompok saling menyalahkan sehingga kinerja organisasi terganggu. Tindakan pimpinan paling tepat adalah….

A. Langsung menentukan kelompok yang salah
B. Memaksakan salah satu kelompok mengikuti kelompok mayoritas
C. Mengidentifikasi akar konflik, mendengarkan pihak terkait, membangun komunikasi, dan mencari titik temu untuk mencapai tujuan bersama
D. Memisahkan kedua kelompok secara permanen
E. Mengabaikan konflik karena dianggap persoalan pribadi

Jawaban: C

Pembahasan: Kompetensi sosial kultural menuntut pemimpin menghargai keberagaman, mencegah diskriminasi, memahami akar konflik, dan membangun lingkungan yang inklusif.

Soal 8

Suatu kebijakan publik sangat populer di masyarakat, tetapi analisis menunjukkan sumber daya tidak memadai dan terdapat risiko tinggi terhadap kelompok tertentu. Langkah paling tepat adalah….

A. Tetap melaksanakan kebijakan karena populer
B. Menolak kebijakan tanpa menyusun alternatif
C. Menganalisis kembali data, tujuan, kelompok terdampak, sumber daya, risiko, serta alternatif kebijakan
D. Menunggu sampai masyarakat tidak lagi mendukung kebijakan
E. Menyerahkan keputusan kepada media

Jawaban: C

Pembahasan: Kebijakan publik harus dipilih berdasarkan analisis masalah, data, dampak, risiko, sumber daya, dan efektivitas implementasi, bukan semata popularitas.

Soal 9

Dalam kondisi krisis nasional, informasi berkembang sangat cepat dan sebagian belum terverifikasi. Sebagai pimpinan, urutan tindakan yang paling tepat adalah….

A. Menyampaikan seluruh informasi yang beredar kepada publik
B. Menunggu sampai krisis selesai
C. Mengidentifikasi masalah kritis, memastikan informasi penting, menentukan risiko, menetapkan prioritas, mengambil keputusan, dan melakukan monitoring
D. Mengambil tindakan berdasarkan informasi media sosial
E. Menyerahkan seluruh keputusan kepada bawahan

Jawaban: C

Pembahasan: Pengambilan keputusan dalam krisis membutuhkan keseimbangan antara kecepatan, validitas informasi, risiko, kewenangan, dan dampak.

Soal 10

Sebuah gangguan ekonomi nasional mulai menyebabkan peningkatan pengangguran dan ketegangan sosial di sejumlah daerah. Analisis ketahanan nasional yang paling tepat adalah….

A. Menganggap persoalan hanya berkaitan dengan ekonomi
B. Menangani persoalan sosial tanpa mempertimbangkan ekonomi
C. Menganalisis hubungan antara ketahanan ekonomi dengan aspek sosial, politik, dan stabilitas nasional
D. Menunggu sampai dampaknya meluas
E. Memisahkan setiap aspek agar mudah ditangani

Jawaban: C

Pembahasan: Ketahanan nasional perlu dipahami secara menyeluruh karena masalah pada satu bidang dapat memengaruhi bidang lainnya.

Soal 11

Seorang pimpinan diminta menyusun rencana strategis lima tahun. Langkah yang paling tepat adalah….

A. Menentukan program terlebih dahulu
B. Membeli sumber daya sebelum menentukan tujuan
C. Menerjemahkan visi menjadi tujuan, sasaran, strategi, program, indikator kinerja, dan mekanisme evaluasi
D. Menentukan indikator tanpa sasaran
E. Menggunakan program tahun sebelumnya tanpa analisis

Jawaban: C

Pembahasan: Perencanaan strategis harus memiliki hubungan yang jelas antara visi, tujuan, sasaran, strategi, program, indikator, dan evaluasi.

Soal 12

Sebuah organisasi memiliki keterbatasan anggaran untuk menghadapi tiga risiko strategis. Salah satu risiko memiliki peluang kecil tetapi dampaknya sangat besar terhadap kepentingan nasional. Tindakan paling tepat adalah….

A. Mengabaikan risiko karena peluangnya kecil
B. Membagi anggaran secara sama rata
C. Memetakan kemungkinan dan dampak risiko, lalu menentukan prioritas mitigasi berdasarkan tingkat risiko dan kepentingan strategis
D. Memilih risiko yang paling mudah ditangani
E. Menunggu risiko benar-benar terjadi

Jawaban: C

Pembahasan: Kepemimpinan strategis membutuhkan kemampuan mengantisipasi risiko dan mengoptimalkan sumber daya untuk mencapai dampak yang paling strategis.

Soal 13

Dalam rapat lintas instansi, setiap lembaga mempertahankan kepentingan sektoral sehingga program bersama tidak dapat berjalan. Peran pimpinan yang paling tepat adalah….

A. Memaksakan keputusan lembaganya
B. Menghentikan seluruh kerja sama
C. Mengarahkan pihak terkait untuk membangun tujuan bersama, memperjelas peran, dan menyusun mekanisme koordinasi serta akuntabilitas
D. Membiarkan setiap instansi menjalankan program sendiri
E. Mengutamakan lembaga dengan kewenangan terbesar

Jawaban: C

Pembahasan: Masalah strategis yang kompleks membutuhkan kolaborasi lintas instansi yang didasarkan pada tujuan bersama dan pembagian peran yang jelas.

Soal 14

Seorang bawahan terbukti melakukan pelanggaran etika, tetapi memiliki kontribusi besar terhadap keberhasilan organisasi. Tindakan pimpinan yang paling tepat adalah….

A. Menutup pelanggaran demi menjaga kinerja organisasi
B. Memberikan perlakuan khusus karena pegawai tersebut berprestasi
C. Menangani pelanggaran secara objektif sesuai ketentuan sambil memastikan proses pembinaan dan akuntabilitas berjalan
D. Langsung memberhentikan tanpa pemeriksaan
E. Menyerahkan seluruh keputusan kepada rekan kerja

Jawaban: C

Pembahasan: Integritas dan etika kepemimpinan mengharuskan pemimpin mengambil keputusan objektif dan bertanggung jawab, tanpa membiarkan pelanggaran karena pertimbangan pribadi.

Soal 15

Organisasi ingin meningkatkan penggunaan data dalam pengambilan keputusan. Namun, data yang tersedia berasal dari berbagai sistem dan kualitasnya belum seragam. Langkah awal paling strategis adalah….

A. Langsung menggunakan seluruh data untuk mengambil keputusan
B. Menghapus seluruh data lama
C. Menilai kualitas dan kebutuhan data, memperbaiki tata kelola serta keamanan informasi, kemudian mengintegrasikan pemanfaatannya secara bertahap
D. Membeli teknologi baru tanpa evaluasi
E. Menyerahkan seluruh data kepada pihak eksternal

Jawaban: C

Pembahasan: Transformasi digital dan pengambilan keputusan berbasis data perlu memperhatikan pemanfaatan data, keamanan informasi, sumber daya, dan kesiapan organisasi.

Soal 16

Seorang pimpinan ingin mempercepat reformasi birokrasi dengan mengurangi beberapa tahapan prosedur. Sebelum menerapkannya, tindakan yang paling tepat adalah….

A. Menghapus seluruh prosedur lama
B. Memastikan perubahan meningkatkan efektivitas dan efisiensi tanpa menghilangkan akuntabilitas dan pengawasan
C. Menyalin sistem dari organisasi lain
D. Mengurangi pengawasan agar proses lebih cepat
E. Membiarkan setiap unit membuat prosedurnya sendiri

Jawaban: B

Pembahasan: Tata kelola pemerintahan yang baik menuntut keseimbangan antara efektivitas, efisiensi, transparansi, akuntabilitas, pengawasan, dan manajemen kinerja.

Soal 17

Sebuah program menghasilkan output berupa 10.000 peserta pelatihan. Namun, setelah enam bulan tidak terdapat peningkatan kemampuan yang signifikan pada peserta. Kesimpulan evaluasi yang paling tepat adalah….

A. Program pasti berhasil karena output tercapai
B. Program perlu dievaluasi berdasarkan outcome dan dampaknya, bukan hanya jumlah peserta
C. Jumlah peserta harus ditambah
D. Indikator hasil tidak diperlukan
E. Evaluasi cukup dilakukan berdasarkan jumlah anggaran

Jawaban: B

Pembahasan: Dalam manajemen kinerja, peserta perlu membedakan output, outcome, dan dampak. Ketercapaian kegiatan tidak selalu menunjukkan manfaat atau perubahan yang diharapkan.

Soal 18

Dalam menghadapi perubahan geopolitik regional, seorang pimpinan diminta memberikan rekomendasi strategis. Pendekatan yang paling tepat adalah….

A. Berfokus pada satu berita terbaru
B. Meniru kebijakan negara lain
C. Mengidentifikasi perubahan, menganalisis dampak terhadap kepentingan nasional, memetakan peluang dan risiko, lalu menyusun alternatif respons
D. Menunggu perubahan geopolitik selesai
E. Mengambil keputusan berdasarkan opini pribadi

Jawaban: C

Pembahasan: Analisis lingkungan strategis membutuhkan kemampuan menghubungkan perubahan dengan risiko, peluang, dan pilihan kebijakan jangka panjang.

Soal 19

Dalam organisasi yang anggotanya berasal dari berbagai daerah dan latar belakang budaya, seorang pimpinan ingin memperkuat persatuan tanpa menghilangkan identitas kelompok. Kebijakan paling tepat adalah….

A. Mewajibkan seluruh pegawai mengikuti satu budaya dominan
B. Melarang pembahasan perbedaan
C. Membangun lingkungan inklusif, komunikasi terbuka, penghargaan terhadap perbedaan, dan orientasi pada tujuan bersama
D. Memisahkan pegawai berdasarkan latar belakang
E. Mengabaikan persoalan keberagaman

Jawaban: C

Pembahasan: Pengelolaan keragaman yang efektif tidak memaksakan keseragaman, melainkan membangun titik temu dan kolaborasi untuk mencapai tujuan bersama.

Soal 20

Seorang kandidat JPT Madya diminta menyusun gagasan strategis mengenai suatu isu nasional yang kompleks. Struktur penyampaian gagasan yang paling tepat adalah….

A. Kesimpulan → opini → rekomendasi
B. Permasalahan → data dan fakta → analisis → alternatif solusi → rekomendasi → strategi implementasi → indikator keberhasilan
C. Program → anggaran → penutup
D. Rekomendasi → permasalahan
E. Opini → slogan → kesimpulan

Jawaban: B

Pembahasan: Gagasan strategis perlu disusun secara sistematis, dimulai dari permasalahan dan data, dilanjutkan analisis serta alternatif solusi, kemudian rekomendasi, implementasi, dan indikator keberhasilan.

Siapkan Diri untuk Seleksi Bersama Fungsional.id 

Tingkatkan persiapan menghadapi Seleksi Terbuka JPT Madya LEMHANNAS RI dengan latihan soal, materi, kisi-kisi, pembahasan, serta simulasi CBT/CAT. Kunjungi Fungsional.id dan mulai persiapan terbaik Anda sekarang!

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Picture of Tim Asn

Tim Asn

Tim ASN adalah kelompok profesional yang terbiasa menyusun soal. Kami terdiri dari ahli berbagai bidang, berkomitmen menciptakan soal berkualitas tinggi yang relevan dengan kompetensi jabatan.
Butuh Paket Soal Ini?
Akses Sekarang!