Tes Rekrutmen teknisi peralatan listrik dan elektronika menuntut calon pelamar memiliki kombinasi pengetahuan teoretis, keterampilan praktis, serta kemampuan analisis yang kuat. Dalam proses seleksinya, perusahaan biasanya menyertakan rangkaian soal yang dirancang untuk mengukur pemahaman dasar kelistrikan, rangkaian elektronika, keselamatan kerja, hingga troubleshooting di lapangan. Karena sifat pekerjaannya yang kritis—berkaitan dengan keamanan, keandalan sistem, dan keberlangsungan operasional—maka evaluasi kompetensi calon teknisi dilakukan secara lebih terstruktur dan mendalam.
Melalui artikel ini, Anda akan menemukan contoh soal tes rekrutmen teknisi beserta pembahasannya, sehingga dapat memahami pola pertanyaan yang sering muncul serta pendekatan penyelesaiannya. Selain itu, disertakan pula kisi-kisi materi yang menjadi fokus utama seleksi, mencakup dasar listrik, elektronika dasar, pengukuran, perawatan peralatan, dan prosedur K3. Harapannya, artikel ini dapat menjadi panduan belajar yang efektif agar Anda lebih siap dan percaya diri menghadapi proses rekrutmen teknisi pada berbagai instansi maupun perusahaan.

Table of Contents
ToggleKisi-kisi Soal Tes Teknisi Peralatan Listrik & Elektronika
Berikut ini merupakan kisi-kisi soal Tes Teknisi Peralatan Listrik & Elektronika, setiap poin kisi-kisi disertai dengan penjelasan singkat
1. Dasar Kelistrikan
- Hukum Ohm dan Daya Listrik
Menguji pemahaman hubungan antara tegangan, arus, dan resistansi, serta cara menghitung daya pada rangkaian. - Jenis Sambungan Rangkaian (seri, paralel, campuran)
Menilai kemampuan menganalisis perubahan arus, tegangan, dan resistansi pada berbagai konfigurasi rangkaian. - Penghantar dan Konduktor
Memastikan pemahaman tentang jenis kabel, ukuran penampang, dan karakteristik bahan penghantar.
2. Elektronika Dasar
- Komponen Elektronika (resistor, kapasitor, transistor, dioda)
Menguji pengetahuan fungsi, simbol, dan cara kerja komponen pasif serta aktif dalam rangkaian. - Rangkaian Penyearah dan Penguat
Menilai kemampuan memahami diagram rangkaian sederhana seperti rectifier dan amplifier. - Sensor dan Aktuator Dasar
Menilai pemahaman komponen yang mengubah sinyal fisik menjadi sinyal listrik atau sebaliknya.
3. Pengukuran dan Alat Ukur
- Multimeter (AVO Meter)
Menguji pemahaman penggunaan multimeter untuk mengukur arus, tegangan, resistansi, dan pengecekan komponen. - Clamp Meter dan Oscilloscope
Menilai kemampuan dasar membaca arus tanpa putus rangkaian serta mengenali bentuk gelombang. - Kalibrasi dan Akurasi Alat Ukur
Mengukur pemahaman pentingnya ketelitian dan prosedur dasar kalibrasi.
4. Instalasi dan Perawatan Peralatan
- Instalasi Listrik Rumah/Industri
Menilai pemahaman tentang diagram instalasi, MCB, jalur netral, grounding, dan proteksi dasar. - Perawatan Preventif dan Korektif
Menguji wawasan tentang langkah-langkah pemeliharaan berkala serta perbaikan ketika terjadi kerusakan. - Troubleshooting Kerusakan Umum
Mengukur kemampuan mendiagnosis masalah seperti korsleting, overheat, atau komponen rusak.
5. Sistem Kontrol dan Otomasi
- Relay dan Kontaktor
Menilai pemahaman fungsi pengendalian beban listrik melalui komponen elektromekanis. - Dasar PLC (Programmable Logic Controller)
Menguji pemahaman mengenai input-output, ladder diagram sederhana, dan fungsi dasar PLC. - Motor Listrik dan Pengendaliannya
Menilai pemahaman tentang motor AC/DC dan metode starting seperti star-delta.
6. Keselamatan dan K3 Listrik
- Prosedur Keselamatan Kerja
Menguji pemahaman tentang APD, lock-out tag-out (LOTO), dan standar keselamatan instalasi. - Penanganan Darurat Listrik
Menilai pengetahuan tindakan ketika terjadi kecelakaan listrik seperti sengatan atau korsleting besar. - Standar dan Regulasi Teknis
Memahami pentingnya mengikuti standar seperti PUIL, SNI, atau aturan perusahaan.
7. Gambar Teknik dan Diagram
- Membaca Diagram Rangkaian
Menilai kemampuan memahami simbol, jalur, dan hubungan antar komponen. - Skema Wiring dan Layout Panel
Mengukur kemampuan membaca serta mengikuti wiring plan pada sistem kendali dan distribusi. - Pemahaman Simbol Listrik & Elektronika
Menguji pengetahuan simbol standar internasional.
Contoh Soal Tes Teknisi Peralatan Listrik & Elektronika dan Pembahasan
Berikut ini merupakan contoh soal HOTS Tes Teknisi Peralatan Listrik & Elektronika, soal panjang, bentuk pilihan ganda A-E, disertai kunci jawaban dan pembahasan soal
Soal 1
Sebuah rangkaian terdiri dari sumber 24 V yang mengalir melalui R1 = 8 Ω, kemudian bercabang ke dua resistor paralel R2 = 12 Ω dan R3 = 6 Ω. Tentukan tegangan pada cabang paralel (tegangan di R2 dan R3).
A. 6 V
B. 8 V
C. 10 V
D. 12 V
E. 16 V
Jawaban: B
Pembahasan:
R paralel = (12×6)/(12+6) = 72/18 = 4 Ω.
Total R = 8 + 4 = 12 Ω.
Arus total = 24/12 = 2 A.
Drop di R1 = 2 A × 8 Ω = 16 V.
Tegangan di cabang paralel = 24 – 16 = 8 V
Soal 2
Pada rangkaian penguat transistor, teknisi mendapati titik kerja transistor bergeser saat suhu lingkungan naik. Untuk mengurangi pergeseran tersebut, perubahan apa yang paling efektif pada rangkaian dasar penguat?
A. Menambah nilai resistor kolektor
B. Menambah resistor emitor
C. Memperbesar resistor basis atas pada pembagi
D. Menambah kapasitor kopel input
E. Mengganti transistor dengan tipe β lebih besar
Jawaban: B
Pembahasan:
Resistor emitor memberikan umpan balik negatif DC. Saat arus naik akibat suhu, tegangan emitor meningkat sehingga mengurangi V_BE dan menekan kenaikan arus. Ini meningkatkan stabilitas titik kerja.
Soal 3
Sebuah modul kontrol sering mengalami reset acak, tetapi pengukuran dengan multimeter menunjukkan tegangan suplai stabil pada 12 V. Teknisi menduga adanya spike atau drop singkat. Alat apa yang paling tepat digunakan untuk membuktikannya?
A. Multimeter True RMS
B. Data logger tegangan dengan interval 1 detik
C. Oscilloscope
D. Voltmeter analog
E. Clamp meter DC
Jawaban: C
Pembahasan:
Oscilloscope mampu menangkap perubahan cepat (microsecond–millisecond) yang tidak terekam oleh multimeter atau data logger lambat.
Soal 4
Sebuah motor 1-phase 220 V memiliki arus nominal 8 A dan arus start mencapai tiga kali arus nominal. MCB harus dipilih agar tidak trip saat starting, namun tetap aman terhadap overcurrent. Pilihan mana yang paling sesuai?
A. MCB 6 A
B. MCB 10 A tipe B
C. MCB 10 A tipe C
D. MCB 16 A tipe B
E. MCB 20 A tipe D
Jawaban: C
Pembahasan:
Tipe C dirancang menahan arus inrush 5–10 kali nominal. Arus start motor = 24 A → tipe B kemungkinan trip. Tipe C 10 A cocok karena menahan lonjakan tanpa mengorbankan proteksi berlebih.
Soal 5
Pada sistem kontrol motor berbasis PLC, ketika interlock pintu safety terbuka motor berhenti, tetapi ketika pintu ditutup kembali, motor langsung menyala karena kontak seal-in. Bagaimana cara membuat motor hanya dapat menyala kembali jika operator melakukan tindakan manual?
A. Tambah kapasitansi pada coil motor
B. Hilangkan seal-in contact
C. Tambahkan pushbutton reset manual
D. Paralelkan tombol start dan stop
E. Ubah interlock menjadi NO
Jawaban: C
Pembahasan:
Dengan pushbutton reset yang mengaktifkan kembali izin start, seal-in tidak akan aktif otomatis setelah interlock normal kembali. Operator harus mereset secara manual untuk keamanan.
Soal 6
Suatu peralatan listrik menerima suplai 220 V dan menarik arus 3 A. Namun pengukuran menunjukkan bahwa hanya 540 W yang benar-benar digunakan sebagai daya output. Berapakah efisiensi peralatan tersebut?
A. 60%
B. 70%
C. 75%
D. 82%
E. 90%
Jawaban: C
Pembahasan:
Daya input = V × I = 220 × 3 = 660 W.
Efisiensi = (Output/Input) × 100% = (540/660) × 100% = 81,8% ≈ 75%.
Soal 7
Sebuah rangkaian penyearah gelombang penuh menghasilkan tegangan ripple yang cukup besar. Teknisi ingin mengurangi ripple dengan menambah kapasitor filter lebih besar. Apa konsekuensi teknis yang perlu dipertimbangkan?
A. Arus keluaran akan menurun drastis
B. Dioda penyearah akan menerima arus puncak lebih besar
C. Frekuensi ripple meningkat
D. Tegangan output berubah menjadi AC murni
E. Kapasitor membuat beban menjadi resistif
Jawaban: B
Pembahasan:
Kapasitor besar mengisi cepat pada puncak gelombang, sehingga dioda harus menahan arus puncak yang lebih besar saat pengisian. Ini harus diperhitungkan agar dioda tidak overcurrent.
Soal 8
Saat mengukur tegangan pada panel kontrol, teknisi mendapatkan pembacaan yang tidak stabil. Setelah diperiksa, ternyata probe ground oscilloscope tidak dihubungkan dengan benar ke titik ground panel. Apa akibat utamanya?
A. Tegangan yang terbaca akan selalu lebih rendah
B. Bentuk gelombang menjadi mirip sinus walaupun aslinya tidak
C. Pembacaan bisa salah karena loop ground atau noise induksi
D. Oscilloscope berubah membaca nilai RMS
E. Panel akan otomatis shutdown
Jawaban: C
Pembahasan:
Ground yang tidak tepat menyebabkan loop noise, interferensi, dan induksi pickup. Hasilnya pembacaan gelombang menjadi tidak stabil atau salah.
Soal 9
Motor 3-phase memiliki arus nominal 12 A. Overload relay harus diset agar tidak trip saat motor start, tetapi tetap melindungi motor dari overcurrent berkelanjutan. Setting mana yang paling tepat?
A. 8 A
B. 10 A
C. 12 A
D. 14 A
E. 20 A
Jawaban: C
Pembahasan:
Overload relay diset di sekitar 100% arus nominal (atau 105–110% tergantung standar). Setting 12 A adalah ideal: tidak mengganggu starting dan tetap aman melindungi motor.
Soal 10
Sebuah rangkaian ladder menggunakan kontak NO “Run” untuk mempertahankan motor tetap menyala setelah tombol Start ditekan. Namun motor tidak bertahan menyala setelah tombol Start dilepas. Apa penyebab paling mungkin?
A. Kontak seal-in terpasang paralel, bukan seri
B. Kontak seal-in salah menggunakan kontak NC
C. Coil motor tidak mendapatkan suplai tegangan
D. Kontak seal-in ditempatkan di rung berbeda sehingga tidak ikut mengunci
E. Tombol start terlalu besar nilai resistansinya
Jawaban: D
Pembahasan:
Kontak seal-in harus berada di rung yang sama dan paralel dengan tombol Start. Jika ditempatkan di rung lain, rangkaian tidak dapat mengunci kondisi motor setelah Start dilepas.
Soal 11
Sebuah motor induksi 4 kutub disuplai dengan frekuensi 50 Hz. Kecepatan rotor diukur 1430 rpm. Berapa slip motor tersebut?
A. 1,2%
B. 2,0%
C. 2,8%
D. 3,5%
E. 4,7%
Jawaban: E
Pembahasan:
Kecepatan sinkron:
Ns = 120 f / p = 120×50 / 4 = 1500 rpm.
Slip = (Ns – Nr) / Ns = (1500–1430) / 1500 = 70/1500 = 0,0467 ≈ 4,7%
Soal 12
Sebuah rangkaian non-inverting amplifier memiliki R1 = 10 kΩ dan R2 = 40 kΩ. Jika input 0,2 V diberikan, berapa tegangan output idealnya?
A. 0,6 V
B. 0,8 V
C. 1,0 V
D. 1,2 V
E. 1,8 V
Jawaban: C
Pembahasan:
Gain non-inverting = 1 + (R2/R1) = 1 + (40k/10k) = 5.
Output = 5 × 0,2 V = 1,0 V
Soal 13
Sebuah sistem conveyor memerlukan waktu tunda 7 detik sebelum motor bergerak setelah sensor objek aktif. Timer PLC diset dengan nilai preset 70 dan base time 0,1 detik. Apa yang akan terjadi?
A. Motor delay 5 detik
B. Motor delay 7 detik
C. Motor delay 10 detik
D. Motor tidak akan pernah menyala
E. Motor langsung menyala
Jawaban: B
Pembahasan:
Timer ON-delay: Waktu tunda = preset × base time = 70 × 0,1 = 7 detik.
Soal 14
Sebuah industri memiliki beban 50 kW dengan faktor daya 0,65 lagging. Mereka ingin menaikkan faktor daya menjadi 0,9. Berapa perkiraan kapasitas daya reaktif (kVAR) kapasitor yang harus dipasang?
A. 25 kVAR
B. 30 kVAR
C. 35 kVAR
D. 40 kVAR
E. 50 kVAR
Jawaban: C
Pembahasan:
Qc = P × (tan φ1 – tan φ2)
φ1 = arccos(0,65) → tan φ1 ≈ 1,18
φ2 = arccos(0,9) → tan φ2 ≈ 0,48
Qc = 50 × (1,18 – 0,48) = 50 × 0,70 = 35 kVAR
Soal 15
Proteksi diferensial pada transformator dapat salah trip selama inrush current. Bagaimana metode untuk mencegah salah trip?
A. Menggunakan fuse tambahan pada sisi primer
B. Mengurangi ratio CT
C. Menambahkan harmonics restraint (2nd harmonic) pada relay
D. Menurunkan tap setting tegangan
E. Menggunakan CT jenis rogowski
Jawaban: C
Pembahasan:
Inrush current kaya harmonik ke-2. Relay differential modern menggunakan 2nd harmonic restraint untuk membedakan inrush dari fault aktual.
Soal 16
Sebuah panel distribusi memiliki tiga jenis beban: lampu 800 W (resistif), motor 1,5 kW dengan PF 0,75, dan UPS 600 VA dengan PF 0,6. Ketika ketiga beban ini menyala bersamaan, kira-kira berapa total arus pada sistem 220 V?
A. 9–10 A
B. 11–12 A
C. 13–14 A
D. 15–16 A
E. 18–20 A
Jawaban: D
Pembahasan:
Hitung masing-masing arus efektif:
- Lampu: I = 800/220 ≈ 3,64 A
- Motor: P = 1500 W, PF 0,75 → S = P/PF = 1500/0,75 = 2000 VA → I = 2000/220 ≈ 9,1 A
- UPS: S = 600 VA, PF 0,6 → P = 360 W → I = 600/220 ≈ 2,73 A
Total ≈ 3,64 + 9,1 + 2,73 = 15,47 A → masuk rentang 15–16 A.
Soal 17
Sebuah rangkaian LED driver membutuhkan arus konstan 350 mA. Tegangan masukan bervariasi 10–20 V. Jika digunakan regulator linear dengan resistor pembatas, apa konsekuensi paling besar dari fluktuasi tegangan ini?
A. LED menjadi lebih terang tetapi tetap aman
B. Resistor menjadi lebih panas karena daya terbuang
C. Arus LED stabil karena regulator linear otomatis mengimbangi
D. Tegangan LED turun di bawah forward voltage
E. LED hanya menyala pada tegangan rendah
Jawaban: B
Pembahasan:
Regulasi arus dengan resistor pada supply yang fluktuatif menyebabkan daya disipasi besar pada resistor, terutama pada tegangan tinggi, sehingga berisiko panas berlebih dan ketidakstabilan arus LED.
Soal 18
Dalam panel kontrol, dua motor M1 dan M2 tidak boleh menyala bersamaan karena memakai satu beban mekanik yang sama. Saat M1 ON, operator menekan tombol M2, tetapi M2 tetap tidak menyala. Apa penyebab paling logis berdasarkan prinsip interlock?
A. Kontak bantu NO pada M1 rusak
B. Kontak bantu NC pada M1 memutus rangkaian start M2
C. Relay M2 mengalami coil open
D. Thermal overload M2 trip
E. Fuse M2 putus
Jawaban: B
Pembahasan:
Interlock umumnya menggunakan kontak bantu NC dari motor lain untuk mencegah operasi simultan. Saat M1 aktif, NC M1 → M2 berubah open sehingga M2 tidak bisa start.
Soal 19
Sebuah inverter menghasilkan keluaran 220 V, tetapi teknisi menemukan fluktuasi cepat pada bentuk gelombangnya. Meter digital menunjukkan tegangan stabil. Instrumen apa yang harus digunakan untuk menentukan apakah fluktuasi tersebut berasal dari harmonisa atau noise switching?
A. Power quality analyzer
B. Megger 500 V
C. Clamp meter
D. Multimeter analog
E. Continuity tester
Jawaban: A
Pembahasan:
Power quality analyzer mampu membaca harmonisa, distorsi THD, ripple, dan noise switching. Multimeter tidak dapat menangkap bentuk gelombang kompleks.
Soal 20
Motor 2,2 kW pada 220 V memiliki arus nominal sekitar 12 A. Motor ini menggunakan starting langsung (DOL), dengan arus start ±5 × In. MCB ukuran berapa yang paling aman digunakan agar motor tetap dapat start tanpa trip?
A. 10 A tipe B
B. 16 A tipe B
C. 20 A tipe C
D. 25 A tipe D
E. 32 A tipe B
Jawaban: C
Pembahasan:
Arus starting: 12 A × 5 = 60 A.
MCB tipe B akan trip pada inrush tinggi.
MCB tipe C (opsi C) memiliki karakteristik lebih toleran terhadap inrush (5–10× In), sehingga ukuran 20 A tipe C paling cocok untuk starting motor kecil.
Siap Lolos Rekrutmen? Tingkatkan Peluang Anda Sekarang!

Jika Anda merasa soal-soal di atas membantu, bayangkan seberapa jauh Anda bisa melaju dengan akses penuh ke ratusan soal eksklusif, pembahasan super detail, simulasi CAT, dan materi yang benar-benar relevan dengan tes teknisi listrik & elektronika. Semua itu telah kami kemas rapi dalam Paket Soal Resmi di fungsional.id, dirancang agar Anda belajar lebih terarah, cepat memahami pola soal, dan percaya diri saat menghadapi ujian sebenarnya.
Jangan menunggu sampai kesempatan berlalu. Klik dan dapatkan paket soalnya sekarang di fungsional.id, dan mulai latihan seperti kandidat yang siap menang. Setiap latihan hari ini adalah langkah pasti menuju kelulusan Anda!


