100+ Soal Uji Kompetensi PMIK Perekam Medis dan Informasi Kesehatan + Pembahasan Kisi-kisi

100+ Soal Uji Kompetensi PMIK Perekam Medis dan Informasi Kesehatan + Pembahasan Kisi-kisi

Uji Kompetensi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK) merupakan salah satu tahapan krusial dalam memastikan bahwa tenaga profesional di bidang rekam medis memiliki standar pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang sesuai dengan tuntutan layanan kesehatan modern. Di tengah transformasi digital rumah sakit dan meningkatnya kebutuhan akan data kesehatan yang akurat, peran PMIK tidak lagi sebatas pengelola berkas, tetapi berkembang menjadi pengelola informasi klinis yang strategis. Oleh karena itu, soal-soal uji kompetensi dirancang untuk mengukur kemampuan analisis, ketelitian koding penyakit dan tindakan, pemahaman regulasi, hingga penguasaan sistem informasi kesehatan berbasis elektronik.

Mempelajari contoh soal Uji Kompetensi PMIK menjadi langkah penting bagi peserta untuk memetakan tingkat kesiapan sekaligus memahami pola pengujian yang digunakan. Melalui latihan soal yang komprehensif, peserta dapat mengasah kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi studi kasus rekam medis, meningkatkan ketepatan pengodean ICD, serta memperkuat pemahaman terhadap aspek hukum dan etika kerahasiaan data pasien. Dengan persiapan yang matang, peluang untuk lulus uji kompetensi tidak hanya semakin besar, tetapi juga menjadi bekal profesional untuk menjalankan praktik perekam medis yang berkualitas dan berintegritas.

Kisi-kisi Soal Uji Kompetensi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan

Berikut kisi-kisi Soal Uji Kompetensi PMIK (Perekam Medis dan Informasi Kesehatan) dalam bentuk poin disertai penjelasan singkat pada tiap poin:

1. Manajemen Rekam Medis
Mengukur pemahaman tentang pengelolaan berkas rekam medis mulai dari penerimaan pasien, assembling, analisis kelengkapan, filing, hingga retensi dan pemusnahan dokumen sesuai standar.

2. Koding Penyakit (ICD-10)
Menilai kemampuan menetapkan kode diagnosis berdasarkan klasifikasi ICD-10, termasuk penentuan diagnosis utama, sekunder, serta aturan morbiditas dan mortalitas.

3. Koding Tindakan/Prosedur (ICD-9 CM / ICD-10 PCS)
Mengukur ketepatan pengodean tindakan medis dan prosedur, termasuk interpretasi laporan operasi dan tindakan penunjang.

4. Analisis Kuantitatif & Kualitatif Rekam Medis
Mengulas kemampuan menilai kelengkapan isi rekam medis baik dari sisi formulir maupun mutu pencatatan klinis.

5. Statistik Kesehatan Rumah Sakit
Menguji pemahaman perhitungan indikator pelayanan seperti BOR, LOS, TOI, BTO, GDR, NDR, serta interpretasinya untuk mutu layanan.

6. Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS)
Menilai pengetahuan tentang penggunaan dan alur data dalam sistem informasi kesehatan berbasis elektronik.

7. Registrasi & Indeksing Pasien
Mengukur pemahaman sistem penomoran rekam medis, Kartu Indeks Utama Pasien (KIUP), serta berbagai metode penjajaran berkas.

8. Aspek Hukum & Etika Rekam Medis
Menguji pemahaman kerahasiaan informasi kesehatan, informed consent, hak akses rekam medis, serta regulasi yang berlaku di Indonesia.

9. Akreditasi & Standar Mutu Pelayanan
Menilai keterkaitan rekam medis dengan standar akreditasi rumah sakit (SNARS/JCI) dan indikator mutu.

10. Manajemen Risiko & Keamanan Data
Mengukur kemampuan mengidentifikasi risiko kehilangan/kerusakan data serta penerapan keamanan informasi kesehatan.

11. Retensi & Pemusnahan Rekam Medis
Menguji pengetahuan masa simpan dokumen aktif–inaktif dan prosedur pemusnahan sesuai ketentuan hukum.

12. Terminologi Medis
Menilai pemahaman istilah anatomi, fisiologi, patologi, dan singkatan medis untuk mendukung akurasi koding.

13. Pelaporan Internal & Eksternal
Mengukur kemampuan menyusun laporan rumah sakit seperti RL, SIRS, dan pelaporan ke Kementerian Kesehatan.

14. Mutu & Audit Rekam Medis
Menguji konsep audit medis, audit koding, serta pemanfaatannya untuk peningkatan kualitas layanan.

15. Teknologi Rekam Medis Elektronik (RME/EMR)
Menilai pemahaman implementasi rekam medis elektronik, interoperabilitas, serta tantangan digitalisasi data kesehatan.

Contoh Soal Uji Kompetensi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan

Berikut Contoh Soal Uji Kompetensi PMIK (Perekam Medis dan Informasi Kesehatan) berbasis kisi-kisi sebelumnya. Soal dibuat panjang, berbasis kasus, dan bertipe HOTS disertai kunci jawaban serta pembahasan mendalam.

Soal 1
Seorang pasien laki-laki usia 58 tahun dirawat dengan keluhan utama sesak napas berat. Dari hasil pemeriksaan dokter ditegakkan diagnosis Acute Exacerbation of Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). Pasien juga memiliki riwayat Hipertensi dan Diabetes Mellitus Tipe 2 terkontrol. Selama perawatan, pasien mengalami Acute Respiratory Failure sehingga memerlukan ventilator selama 2 hari. Pada ringkasan pulang, dokter menuliskan:

  • Acute Respiratory Failure
  • Acute Exacerbation COPD
  • Type 2 Diabetes Mellitus
  • Hypertension

Sebagai koder, Anda harus menentukan diagnosis utama sesuai kaidah ICD-10 morbiditas.

Apakah penetapan yang paling tepat?

A. Hypertension
B. Type 2 Diabetes Mellitus
C. Acute Respiratory Failure
D. Acute Exacerbation COPD
E. Chronic COPD

Jawaban Benar: D

Pembahasan:
Diagnosis utama adalah kondisi yang paling bertanggung jawab atas alasan pasien dirawat. Pasien masuk karena eksaserbasi akut COPD yang menyebabkan sesak. Acute respiratory failure merupakan komplikasi/manifestasi berat selama perawatan, bukan alasan awal masuk. Oleh karena itu, kode utama adalah Acute Exacerbation COPD (J44.1), sedangkan respiratory failure menjadi diagnosis sekunder.

Soal 2
Sebuah rumah sakit memiliki data rawat inap bulan Januari sebagai berikut:

  • Jumlah tempat tidur: 150
  • Hari perawatan: 3.375 hari
  • Pasien keluar (hidup + mati): 900 pasien
  • Lama dirawat seluruh pasien: 3.600 hari

Direktur menilai efisiensi pemanfaatan tempat tidur masih rendah walaupun kunjungan tinggi. Anda diminta menganalisis indikator yang paling menggambarkan masalah tersebut.

Indikator yang PALING tepat untuk menilai pernyataan direktur adalah …

A. BOR 75% menunjukkan efisiensi optimal
B. LOS 4 hari menunjukkan perawatan terlalu singkat
C. TOI 1,2 hari menunjukkan perputaran cepat
D. BTO 6 kali menunjukkan tempat tidur jarang terpakai
E. Perbandingan BOR dan TOI menunjukkan jeda kosong tempat tidur masih tinggi

Jawaban Benar: E

Pembahasan:
Hitung indikator:

  • BOR = 3.375 / (150×30) ×100% = 75% → masih standar
  • LOS = 3.600 / 900 = 4 hari → normal
  • BTO = 900 / 150 = 6 kali → sedang
  • TOI = ((150×30) − 3.375) / 900 ≈ 1,25 hari

Masalah efisiensi tidak bisa dilihat dari satu indikator saja. Direktur menilai kunjungan tinggi tapi efisiensi rendah → analisis kombinasi BOR & TOI menunjukkan masih ada waktu kosong TT sebelum terisi kembali. Jadi analisis komprehensif paling tepat adalah opsi E.

Soal 3
Seorang peneliti datang ke unit rekam medis meminta data pasien stroke 5 tahun terakhir untuk kepentingan penelitian akademik. Ia membawa surat dari universitas, tetapi tidak membawa izin direktur RS maupun surat persetujuan etik. Kepala instalasi meminta Anda menentukan langkah yang benar sesuai regulasi kerahasiaan rekam medis.

Apa keputusan paling tepat?

A. Memberikan seluruh data karena untuk pendidikan
B. Memberikan data tanpa identitas pasien
C. Menolak karena bukan tenaga kesehatan RS
D. Meminta izin direktur dan persetujuan etik terlebih dahulu
E. Memberikan ringkasan statistik saja tanpa prosedur lain

Jawaban Benar: D

Pembahasan:
Akses rekam medis untuk penelitian harus memenuhi:

  • Izin pimpinan fasilitas kesehatan
  • Ethical clearance / komite etik
  • Perlindungan identitas pasien

Tanpa izin resmi, data tidak boleh diberikan. Bahkan data tanpa identitas tetap butuh persetujuan institusi. Jadi prosedur yang benar adalah meminta izin direktur + persetujuan etik.

Soal 4
Sebuah RS menggunakan Unit Numbering System dengan Terminal Digit Filing. Terjadi kasus duplikasi nomor karena petugas baru membuat nomor rekam medis baru bagi pasien lama yang datang tanpa kartu. Dampak yang paling berisiko terhadap mutu informasi kesehatan adalah …

A. Waktu pencarian berkas menjadi lebih lama
B. Ketebalan map rekam medis meningkat
C. Riwayat klinis pasien terpecah pada dua nomor
D. Sistem penjajaran menjadi tidak rapi
E. Kebutuhan rak penyimpanan bertambah

Jawaban Benar: C

Pembahasan:
Duplikasi nomor pada Unit Numbering sangat berbahaya karena:

  • Riwayat penyakit tidak terintegrasi
  • Risiko salah terapi meningkat
  • Kesalahan koding & klaim

Dampak administratif (rak, kerapian) bukan risiko utama. Risiko klinis terbesar adalah riwayat pasien terpecah → opsi C.

Soal 5
Sebuah rumah sakit beralih ke Electronic Medical Record (EMR). Setelah implementasi, ditemukan masalah:

  • Dokter sering berbagi akun login
  • Password ditulis di meja kerja
  • Tidak ada audit trail akses data
  • Data pasien bisa diunduh bebas oleh staf

Sebagai PMIK, Anda diminta menentukan prioritas pengendalian risiko PALING krusial.

A. Membatasi jumlah komputer di ruangan
B. Mengganti vendor sistem EMR
C. Membuat SOP retensi digital
D. Menerapkan kontrol akses berbasis user & audit trail
E. Menambah kapasitas server penyimpanan

Jawaban Benar: D

Pembahasan:
Masalah utama adalah keamanan & kerahasiaan data:

  • Account sharing
  • Password tidak aman
  • Tidak ada jejak akses

Solusi prioritas:

  • Unique user ID
  • Role-based access
  • Audit trail monitoring

Pergantian vendor/server bukan akar masalah. Jadi pengendalian paling krusial adalah kontrol akses + audit trail.

Soal 6
Dalam proses audit internal, Anda menemukan 30 berkas rekam medis rawat inap yang diperiksa. Hasilnya:

  • 8 berkas tidak ada tanda tangan DPJP pada resume medis
  • 5 berkas tidak ada informed consent tindakan operasi
  • 7 berkas tidak lengkap catatan perkembangan pasien terintegrasi
  • 10 berkas lengkap seluruhnya

Direktur meminta Anda menentukan prioritas perbaikan mutu paling mendesak dari sisi risiko hukum.

Manakah yang paling prioritas?

A. Ketidaklengkapan CPPT karena memengaruhi kontinuitas pelayanan
B. Tidak adanya tanda tangan DPJP pada resume medis
C. Tidak adanya informed consent tindakan operasi
D. Ketidaklengkapan administratif umum
E. Jumlah berkas tidak lengkap melebihi 50%

Jawaban Benar: C

Pembahasan:
Informed consent memiliki kekuatan hukum langsung terkait persetujuan tindakan medis. Tanpa dokumen ini:

  • RS dan dokter berisiko gugatan hukum
  • Tindakan dianggap tanpa persetujuan

Kekurangan tanda tangan dan CPPT penting, tetapi tidak sebesar risiko litigasi tindakan tanpa consent. Jadi prioritas utama adalah informed consent operasi.

Soal 7
Sebuah RS akan memusnahkan berkas rekam medis tahun 2015 pada tahun 2026. Namun ditemukan beberapa berkas pasien kasus forensik, KDRT, dan kecelakaan lalu lintas yang masih dalam proses hukum.

Sebagai PMIK, keputusan paling tepat adalah …

A. Memusnahkan semua berkas karena sudah >10 tahun
B. Menunda seluruh pemusnahan sampai semua kasus selesai
C. Memusnahkan kecuali berkas bernilai hukum aktif
D. Mengalihmediakan semua berkas lalu memusnahkan fisik
E. Menyerahkan berkas hukum ke kepolisian lalu dimusnahkan

Jawaban Benar: C

Pembahasan:
Prinsip retensi:

  • Umum: ≥5 tahun (rawat inap, dapat lebih sesuai regulasi RS)
  • Kasus hukum: disimpan sampai proses selesai

Tidak semua harus ditunda, hanya yang memiliki nilai hukum aktif. Jadi keputusan tepat: memusnahkan yang memenuhi syarat, mengecualikan kasus hukum.

Soal 8
Petugas pelaporan menemukan perbedaan jumlah kematian antara laporan ruang rawat inap dan laporan SIRS. Setelah ditelusuri, ternyata bayi lahir mati (stillbirth) ikut dihitung sebagai kematian pasien rawat inap.

Analisis Anda sebagai PMIK adalah …

A. Sudah benar karena tetap kematian di RS
B. Harus dihitung dalam GDR dan NDR
C. Tidak dihitung sebagai kematian rawat inap umum
D. Hanya masuk laporan neonatal
E. Dihitung jika berat lahir >2.500 gram

Jawaban Benar: C

Pembahasan:
Stillbirth tidak dihitung dalam indikator kematian rawat inap (GDR/NDR) karena:

  • Tidak termasuk pasien hidup yang dirawat
  • Masuk statistik kelahiran & perinatal tersendiri

Kesalahan ini menyebabkan bias indikator mortalitas RS. Jadi jawaban paling tepat C.

Soal 9
Seorang pasien didiagnosis:

“Diabetic Chronic Kidney Disease Stage 5 with Hypertensive Heart Disease”

Sebagai koder, Anda harus memahami prinsip koding kombinasi dan kausalitas.

Pendekatan koding paling tepat adalah …

A. Mengode diabetes, CKD, dan hipertensi terpisah tanpa relasi
B. Menggunakan kode kombinasi diabetes dengan komplikasi ginjal
C. Menjadikan CKD sebagai diagnosis utama tunggal
D. Mengode hipertensi sebagai penyebab utama
E. Menggunakan satu kode untuk seluruh diagnosis

Jawaban Benar: B

Pembahasan:
ICD-10 memiliki combination codes untuk Diabetes Mellitus dengan komplikasi, termasuk nefropati/CKD.

Langkah:

  • Gunakan kode DM dengan komplikasi ginjal
  • Tambahkan stage CKD bila perlu
  • Hipertensive heart disease sebagai komorbid

Pendekatan terpisah tanpa relasi melanggar aturan kausalitas. Jadi paling tepat kode kombinasi diabetes + komplikasi ginjal.

Soal 10
Dalam survei akreditasi SNARS, surveyor menemukan:

  • Waktu pengembalian berkas rawat inap >7 hari
  • Banyak resume medis belum lengkap saat pasien pulang
  • Koding INA-CBGs terlambat
  • Klaim BPJS tertunda

Direktur meminta Anda menentukan akar masalah utama yang berdampak sistemik terhadap seluruh temuan.

Analisis paling tepat adalah …

A. Kekurangan tenaga koder
B. Tidak adanya SIMRS terintegrasi
C. Ketidakpatuhan DPJP mengisi rekam medis tepat waktu
D. SOP assembling belum diperbarui
E. Ruang filing terlalu sempit

Jawaban Benar: C

Pembahasan:
Semua masalah bermula dari resume medis tidak lengkap saat pasien pulang:

Dampaknya berantai:

  • Assembling tertunda
  • Koding terlambat
  • Klaim INA-CBGs tertunda
  • Pengembalian berkas molor

Akar sistemik bukan di filing/koder, tetapi di kepatuhan pengisian oleh DPJP sebagai sumber data klinis utama.

Soal 11
Sebuah rumah sakit telah mengimplementasikan SIMRS terintegrasi dengan modul pendaftaran, rawat jalan, rawat inap, farmasi, laboratorium, dan billing. Namun saat audit data INA-CBGs ditemukan banyak klaim “pending” karena ketidaksesuaian antara diagnosis dokter di EMR dengan data koding di modul klaim.

Sebagai PMIK, Anda diminta mengidentifikasi akar masalah paling logis dari sisi tata kelola informasi.

A. Sistem bridging BPJS tidak stabil
B. Koder tidak memahami ICD-10
C. Tidak ada standarisasi clinical terminology di EMR
D. Server SIMRS sering down
E. Dokter kurang jumlahnya

Jawaban Benar: C

Pembahasan:
Masalah utama adalah ketidaksinkronan terminologi klinis antara input dokter dan proses koding. Jika EMR tidak memakai:

  • Clinical pathway terminology
  • Diagnosis pick-list terstandar
  • Mapping ICD otomatis

Maka akan terjadi perbedaan interpretasi koding → klaim pending. Jadi akar tata kelola data adalah tidak adanya standarisasi terminologi klinis.

Soal 12
Dalam audit internal INA-CBGs ditemukan pola:

  • Banyak kasus pneumonia dikode sebagai Severe Pneumonia
  • LOS pasien rata-rata pendek
  • Tidak ada ventilator atau ICU stay
  • Tarif klaim meningkat signifikan

Sebagai auditor PMIK, interpretasi paling tepat adalah …

A. RS menangani kasus berat secara efektif
B. Terjadi clinical improvement cepat
C. Indikasi upcoding untuk meningkatkan tarif klaim
D. Sistem grouping INA-CBGs error
E. Dokter spesialis paru terlalu berhati-hati

Jawaban Benar: C

Pembahasan:
Indikator fraud/upcoding:

  • Severity level tidak sesuai klinis
  • Tidak ada prosedur penunjang berat
  • LOS singkat (tidak mencerminkan severe case)
  • Klaim meningkat

Ini pola klasik upcoding untuk tarif lebih tinggi. Maka analisis paling tepat adalah indikasi manipulasi koding klaim.

Soal 13
Dalam 1 tahun terakhir terdapat 45 kasus berkas rekam medis hilang. Setelah ditelusuri:

  • Tidak ada tracer saat berkas keluar
  • Peminjaman tidak tercatat
  • Rak overcapacity
  • Tidak ada CCTV ruang filing

Manajemen meminta prioritas intervensi pertama yang paling efektif menurunkan kehilangan berkas secara cepat.

A. Menambah rak penyimpanan
B. Digitalisasi seluruh berkas
C. Menerapkan sistem tracer & log peminjaman
D. Memasang CCTV
E. Menambah petugas filing

Jawaban Benar: C

Pembahasan:
Langkah paling cepat & berdampak langsung adalah kontrol sirkulasi berkas:

  • Tracer menunjukkan lokasi berkas
  • Log peminjaman menciptakan akuntabilitas
  • Mudah diterapkan segera

Digitalisasi & rak baru butuh biaya/waktu. CCTV hanya pengawasan pasif. Jadi prioritas efektif adalah tracer + pencatatan peminjaman.

Soal 14
Seorang dokter peneliti ingin menelusuri seluruh pasien dengan kasus Ca Mamae dengan metastasis tulang selama 3 tahun terakhir untuk penelitian survival rate. Sistem indeks yang PALING membantu penelusuran cepat adalah …

A. Indeks Dokter
B. Indeks Penyakit & Operasi
C. Indeks Kematian
D. Indeks Pasien
E. Indeks Wilayah

Jawaban Benar: B

Pembahasan:
Penelusuran berbasis diagnosis & komplikasi membutuhkan:

  • Disease index
  • Kode ICD spesifik
  • Kombinasi metastasis

Indeks pasien hanya identitas, indeks dokter hanya provider. Jadi yang paling relevan untuk penelitian klinis adalah Indeks Penyakit & Operasi.

Soal 15
Seorang artis nasional dirawat di sebuah RS. Karena penasaran, beberapa staf non-medis membuka EMR pasien tersebut tanpa terlibat pelayanan. Tidak ada kebocoran data keluar RS, tetapi akses ilegal tercatat di sistem.

Sebagai PMIK, klasifikasi insiden ini adalah …

A. Tidak termasuk pelanggaran karena data tidak bocor
B. Pelanggaran ringan administratif
C. Pelanggaran etika kerahasiaan & unauthorized access
D. Fraud informasi kesehatan
E. Kesalahan sistem keamanan IT

Jawaban Benar: C

Pembahasan:
Prinsip kerahasiaan:

  • Akses hanya berbasis kebutuhan pelayanan (need to know)
  • Membuka tanpa kewenangan = pelanggaran

Walau tidak bocor keluar, tetap termasuk:

  • Breach of confidentiality
  • Unauthorized access
  • Pelanggaran etika & disiplin

Audit trail justru menjadi bukti pelanggaran. Jadi klasifikasi paling tepat adalah pelanggaran kerahasiaan & akses ilegal.

Soal 16
Seorang pasien G2P1A0 usia 32 tahun dirawat karena Pre-Eklampsia Berat pada usia kehamilan 36 minggu. Saat perawatan terjadi Solusio Plasenta sehingga dilakukan Sectio Caesarea emergensi. Bayi lahir prematur dengan BBLR. Pada resume medis tertulis:

  • Severe Pre-Eclampsia
  • Abruptio Placenta
  • Preterm Delivery
  • Low Birth Weight Infant

Sebagai koder, Anda harus menentukan diagnosis utama ibu.

Manakah yang paling tepat?

A. Preterm Delivery
B. Low Birth Weight Infant
C. Abruptio Placenta
D. Severe Pre-Eclampsia
E. Sectio Caesarea

Jawaban Benar: D

Pembahasan:
Dalam koding obstetri, diagnosis utama adalah kondisi yang menjadi alasan utama perawatan ibu. Pasien dirawat awal karena Pre-Eklampsia Berat. Solusio plasenta merupakan komplikasi lanjutan. Kondisi bayi tidak menjadi diagnosis utama ibu. Maka diagnosis utama: Severe Pre-Eclampsia (O14.1).

Soal 17
Audit klaim menemukan dua pasien dengan diagnosis sama: Congestive Heart Failure (CHF).

Perbedaan:

VariabelPasien APasien B
KomorbidTidak adaDM + CKD
ICU StayTidakYa
VentilatorTidakYa
LOS4 hari9 hari

Tarif klaim Pasien B jauh lebih tinggi.

Faktor yang PALING menentukan kenaikan tarif adalah …

A. LOS lebih lama
B. ICU stay saja
C. Diagnosis CHF sebagai utama
D. Severity level akibat komorbid & prosedur
E. Usia pasien

Jawaban Benar: D

Pembahasan:
INA-CBGs tarif ditentukan oleh:

  • Diagnosis utama
  • Komorbid/komplikasi
  • Prosedur
  • Severity level

Pasien B memiliki:

  • DM + CKD (CC/MCC)
  • ICU + ventilator

Ini menaikkan severity level → tarif lebih tinggi. LOS hanya dampak, bukan penentu utama tarif.

Soal 18
Dalam uji petik 100 berkas, ditemukan 25% ketidaktepatan kode diagnosis. Setelah dianalisis:

  • Tulisan dokter sulit dibaca
  • Banyak singkatan tidak baku
  • Tidak ada klarifikasi koder-dokter
  • SOP query diagnosis belum ada

Intervensi mutu paling strategis jangka panjang adalah …

A. Mengganti seluruh koder
B. Melatih ulang koder ICD
C. Membuat SOP clinical query & standarisasi terminologi
D. Menggunakan jasa koding eksternal
E. Menunda proses klaim

Jawaban Benar: C

Pembahasan:
Akar masalah bukan kompetensi koder saja, tetapi:

  • Dokumentasi klinis tidak standar
  • Tidak ada mekanisme klarifikasi

Solusi sistemik:

  • SOP query dokter
  • Standar singkatan
  • Clinical documentation improvement (CDI)

Ini berdampak jangka panjang pada akurasi koding & klaim.

Soal 19
RS akan menambah formulir baru “Checklist Edukasi Pasien Pulang”. Namun setelah 6 bulan, assembling mengeluhkan berkas makin tebal, waktu analisis lama, dan banyak formulir kosong.

Sebagai PMIK, evaluasi paling tepat adalah …

A. Formulir harus dihapus karena menambah beban
B. Edukasi pasien tidak perlu didokumentasikan
C. Perlu analisis kebutuhan formulir & uji efektivitas penggunaan
D. Menambah petugas assembling
E. Mengurangi isi rekam medis lain

Jawaban Benar: C

Pembahasan:
Prinsip manajemen formulir:

  • Harus berbasis kebutuhan pelayanan & regulasi
  • Tidak duplikasi dengan formulir lain
  • Dievaluasi efektivitas penggunaannya

Formulir edukasi penting mutu & akreditasi, tetapi harus dianalisis:

  • Apakah digunakan?
  • Siapa mengisi?
  • Apakah redundant?

Jadi solusi tepat adalah analisis kebutuhan & efektivitas formulir.

Soal 20
Server EMR rumah sakit mengalami kerusakan akibat kebakaran ruang data center. Sebagian data pasien 2 bulan terakhir hilang karena backup terakhir dilakukan 3 bulan lalu.

Sebagai PMIK, kelemahan utama tata kelola keamanan informasi adalah …

A. Tidak adanya asuransi server
B. Tidak menggunakan cloud storage
C. Disaster Recovery Plan & backup tidak memadai
D. Tidak ada pelatihan IT staf
E. Gedung tidak tahan api

Jawaban Benar: C

Pembahasan:
Dalam keamanan informasi kesehatan wajib ada:

  • Backup berkala (harian/mingguan)
  • Off-site backup
  • Disaster Recovery Plan (DRP)
  • Business Continuity Plan

Kehilangan data 2 bulan menunjukkan:

  • Frekuensi backup tidak cukup
  • Tidak ada sistem pemulihan cepat

Akar masalah bukan gedung/cloud, tetapi DRP & manajemen backup lemah.

Siap Lulus Uji Kompetensi PMIK Sekali Coba? Saatnya Latihan Lebih Serius!

Jangan hanya mengandalkan contoh soal terbatas. Tingkat kesulitan Uji Kompetensi PMIK terus berkembang butuh latihan yang benar-benar menyerupai soal asli agar Anda siap menghadapi kasus klinis, koding kompleks, hingga analisis klaim INA-CBGs.

💡 Di Fungsional.id tersedia paket soal lengkap yang dirancang khusus untuk membantu Anda lulus lebih cepat dan percaya diri.

Kenapa harus ambil paketnya?
📚 Ratusan soal HOTS berbasis kasus nyata
🧠 Pembahasan mendalam & mudah dipahami
📊 Sesuai kisi-kisi terbaru ujikom PMIK
💻 Bisa dipelajari kapan saja (fleksibel)
🎯 Cocok untuk pemula sampai yang sudah bekerja

🔥 Jangan tunggu sampai mendekati ujian!
Persiapan matang = peluang lulus makin besar.

👉 Kunjungi sekarang: www.fungsional.id
Mulai latihan hari ini, dan buktikan sendiri peningkatan kemampuanmu!

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Picture of Tim Asn

Tim Asn

Tim ASN adalah kelompok profesional yang terbiasa menyusun soal. Kami terdiri dari ahli berbagai bidang, berkomitmen menciptakan soal berkualitas tinggi yang relevan dengan kompetensi jabatan.
Butuh Paket Soal Ini?
Akses Sekarang!

Dapatkan Akses Sistem CBT dengan ratusan paket soal + pembahasan!

Butuh Bantuan?