Uji Kompetensi Pembina Industri: Materi, Contoh Soal, Pembahasan Lengkap 

Menghadapi Uji Kompetensi Pembina Industri membutuhkan persiapan yang matang, terutama dalam memahami kompetensi teknis, kebijakan industri, pembinaan dan pengembangan industri, serta kemampuan menganalisis berbagai permasalahan di lapangan. Penguasaan materi dan latihan soal secara rutin menjadi bagian penting agar peserta lebih terbiasa menghadapi soal yang menuntut pemahaman, analisis, dan pengambilan keputusan.

Artikel 120+ Soal Ujikom Pembina Industri + Kisi-Kisi Terbaru hadir sebagai referensi belajar untuk membantu peserta mempersiapkan diri secara lebih terarah. Di dalamnya terdapat kisi-kisi materi dan kumpulan soal latihan yang dapat digunakan untuk mengukur pemahaman sekaligus memperkuat penguasaan kompetensi yang dibutuhkan. Dengan belajar secara konsisten dan memahami karakteristik soal, peserta diharapkan lebih percaya diri dalam menghadapi Uji Kompetensi Pembina Industri.

Mengenal Uji Kompetensi Pembina Industri

Uji Kompetensi Pembina Industri merupakan proses penilaian untuk mengukur penguasaan kompetensi yang dibutuhkan dalam melaksanakan tugas pembinaan dan pengembangan sektor industri. Peserta perlu memiliki pemahaman mengenai kebijakan industri, pembinaan pelaku industri, pengembangan usaha, analisis permasalahan industri, serta kemampuan menyusun solusi dan rekomendasi sesuai dengan kondisi di lapangan.

Pada jenjang kompetensi Pembina Industri, kemampuan analisis dan penerapan pengetahuan menjadi bagian penting yang perlu dipersiapkan. Soal uji kompetensi dapat mengangkat berbagai situasi yang berkaitan dengan perencanaan program, pembinaan industri, koordinasi dengan pemangku kepentingan, pemanfaatan data, hingga evaluasi hasil pembinaan. Oleh karena itu, peserta tidak cukup hanya menghafal materi, tetapi juga perlu memahami bagaimana konsep tersebut diterapkan dalam pekerjaan.

Untuk mempersiapkan diri, peserta dapat memulai dengan memahami ruang lingkup tugas Pembina Industri, mempelajari regulasi dan kebijakan terkait, serta berlatih mengerjakan soal berbasis kasus. Latihan secara rutin akan membantu meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan pengambilan keputusan sehingga peserta lebih siap menghadapi uji kompetensi.

Materi yang Perlu Dipersiapkan untuk Uji Kompetensi Pembina Industri

Persiapan Uji Kompetensi Pembina Industri perlu dilakukan dengan memahami materi yang berkaitan langsung dengan tugas dan fungsi jabatan. Peserta tidak hanya dituntut menguasai konsep dasar industri, tetapi juga mampu menganalisis permasalahan, memahami kebijakan, serta menentukan strategi pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan sektor industri.

Beberapa materi penting yang perlu dipelajari meliputi:

  • Kebijakan dan regulasi industri, termasuk ketentuan terkait pembangunan dan pengembangan industri.
  • Pembinaan dan pengembangan industri, meliputi pendampingan, fasilitasi, serta peningkatan daya saing pelaku industri.
  • Perencanaan pembangunan industri, termasuk identifikasi potensi, kebutuhan, dan permasalahan sektor industri.
  • Analisis data dan permasalahan industri sebagai dasar penyusunan program dan rekomendasi.
  • Pengembangan produktivitas dan daya saing industri melalui inovasi, teknologi, dan peningkatan kualitas.
  • Koordinasi dan kemitraan, baik dengan pemerintah, dunia usaha, maupun pemangku kepentingan lainnya.
  • Monitoring dan evaluasi program pembinaan industri untuk mengukur capaian dan menentukan tindak lanjut.
  • Penyusunan rekomendasi dan solusi, khususnya dalam menghadapi permasalahan yang muncul dalam pelaksanaan pembinaan industri.

Dengan menguasai materi tersebut dan memperbanyak latihan soal berbasis kasus, peserta dapat meningkatkan kemampuan analisis sekaligus memahami penerapan kompetensi Pembina Industri dalam situasi kerja yang nyata.

Kisi-Kisi Uji Kompetensi Pembina Industri Terbaru

Kisi-kisi Uji Kompetensi Pembina Industri perlu dipahami berdasarkan Standar Kompetensi Jabatan Fungsional Pembina Industri dan pedoman penyelenggaraan uji kompetensi yang ditetapkan Kementerian Perindustrian. Secara regulatif, Uji Kompetensi Pembina Industri mengacu pada Permenperin Nomor 3 Tahun 2023 tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Uji Kompetensi Jabatan Fungsional di Bidang Industri. Materi uji kompetensi mencakup kompetensi teknis, kompetensi manajerial, dan kompetensi sosial kultural, sedangkan materi disusun berdasarkan jenjang jabatan.

Untuk persiapan belajar, kisi-kisi berikut dibuat dengan mengacu pada ruang lingkup tugas Pembina Industri dalam Permenperin Nomor 28 Tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Pembina Industri, serta kompetensi yang relevan dengan pelaksanaan tugas di bidang pembinaan industri. Perlu diperhatikan bahwa daftar di bawah merupakan kisi-kisi persiapan belajar, bukan pembagian resmi jumlah soal. Materi resmi Uji Kompetensi ditetapkan oleh Instansi Pembina/BPSDMI dan pelaksanaannya dapat menggunakan beberapa metode penilaian.

A. Kompetensi Teknis Pembina Industri

Kompetensi teknis menjadi bagian utama yang perlu dikuasai karena berkaitan langsung dengan pelaksanaan tugas Pembina Industri. Ruang lingkup pembinaan dalam regulasi mencakup berbagai aspek, mulai dari penyusunan kebijakan, perencanaan program, pembinaan perusahaan industri, standar industri, Industri 4.0, teknologi, sumber daya alam, industri hijau, industri strategis, hingga sistem informasi industri.

Materi yang perlu dipelajari meliputi:

  1. Kebijakan dan regulasi bidang industri
    • Kebijakan pembangunan industri nasional.
    • Prinsip dan tujuan penyelenggaraan perindustrian.
    • Peraturan perundang-undangan di bidang industri.
    • Kebijakan pemerintah pusat dan daerah dalam pembangunan industri.
    • Perizinan dan fasilitas di bidang industri.
    • Kebijakan pengembangan iklim usaha industri.
    • Implementasi kebijakan dan evaluasi kebijakan industri.
  2. Perencanaan program Pembinaan Industri
    • Identifikasi potensi dan permasalahan industri.
    • Analisis kebutuhan pembinaan.
    • Penyusunan rencana program pembinaan.
    • Penetapan sasaran, indikator, target, dan strategi.
    • Penyusunan prioritas program berdasarkan data.
    • Monitoring dan evaluasi pelaksanaan program.
  3. Pembinaan perancangan perusahaan industri
    • Analisis kelayakan dan kebutuhan pengembangan perusahaan.
    • Perencanaan proses dan kegiatan industri.
    • Kesesuaian rancangan dengan kebutuhan pasar.
    • Efisiensi biaya, waktu, kualitas, dan kemampuan produksi.
    • Pengembangan produk dan proses produksi.
  4. Pembinaan pengelolaan dan pengembangan perusahaan industri
    • Peningkatan produktivitas perusahaan.
    • Efisiensi proses produksi.
    • Manajemen kualitas.
    • Pengembangan kapasitas usaha.
    • Pengelolaan risiko.
    • Analisis kinerja perusahaan.
    • Strategi pengembangan dan peningkatan daya saing.
  5. Pembinaan standar di bidang industri
    • Penerapan standar industri.
    • Pengendalian dan peningkatan mutu.
    • Kesesuaian produk dan proses dengan standar.
    • Standardisasi sebagai instrumen peningkatan daya saing.
    • Penerapan standar dalam pengembangan produk industri.
  6. Industri 4.0 dan transformasi digital
    • Konsep Industri 4.0.
    • Digitalisasi proses bisnis dan produksi.
    • Otomasi dan integrasi sistem.
    • Pemanfaatan data dan teknologi digital.
    • Kesiapan transformasi digital perusahaan industri.
    • Peningkatan daya saing melalui teknologi.
  7. Optimalisasi teknologi industri
    • Pemilihan teknologi sesuai kebutuhan industri.
    • Efisiensi dan efektivitas penggunaan teknologi.
    • Pengembangan dan penerapan teknologi.
    • Inovasi proses dan produk.
    • Pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan produktivitas.
  8. Pemanfaatan sumber daya alam untuk industri
    • Ketersediaan bahan baku.
    • Efisiensi penggunaan sumber daya.
    • Pengolahan bahan baku menjadi produk bernilai tambah.
    • Hilirisasi dan peningkatan nilai tambah.
    • Keberlanjutan pemanfaatan sumber daya.
  9. Industri hijau dan keberlanjutan
    • Efisiensi sumber daya.
    • Efisiensi energi dan bahan baku.
    • Pengurangan limbah dan emisi.
    • Produksi yang ramah lingkungan.
    • Penerapan prinsip keberlanjutan dalam industri.
  10. Industri strategis
    • Identifikasi industri strategis.
    • Peran industri strategis dalam perekonomian.
    • Penguatan struktur dan daya saing industri.
    • Kebijakan pengembangan industri strategis.
    • Tantangan dan strategi pengembangan industri strategis.
  11. Peningkatan penggunaan produk dalam negeri
    • Kebijakan penggunaan produk dalam negeri.
    • Penguatan industri nasional.
    • Peningkatan daya saing produk domestik.
    • Identifikasi potensi produk dalam negeri.
    • Strategi peningkatan penggunaan produk dalam negeri.
  12. Pengembangan SDM Industri
    • Kompetensi tenaga kerja industri.
    • Peningkatan produktivitas SDM.
    • Pengembangan kompetensi berbasis kebutuhan industri.
    • Hubungan kompetensi SDM dengan daya saing perusahaan.
  13. Promosi dan pengembangan pasar industri
    • Strategi promosi produk industri.
    • Analisis kebutuhan dan karakteristik pasar.
    • Pengembangan akses pasar.
    • Pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran.
    • Peningkatan daya saing produk.
  14. Industri halal
    • Konsep dan penerapan industri halal.
    • Pemenuhan aspek halal dalam proses industri.
    • Pengembangan ekosistem industri halal.
    • Peningkatan daya saing produk halal.
  15. Sistem informasi industri
    • Pengumpulan dan pengelolaan data industri.
    • Validitas dan kualitas data.
    • Pemanfaatan data untuk perencanaan pembinaan.
    • Analisis informasi industri.
    • Penyusunan rekomendasi berdasarkan data.

Ruang lingkup tersebut sejalan dengan unsur kegiatan Pembinaan Industri dalam Permenperin Nomor 28 Tahun 2022, yang mencantumkan antara lain kebijakan, perencanaan, pengelolaan perusahaan, standardisasi, Industri 4.0, teknologi, SDA, industri hijau, industri strategis, produk dalam negeri, SDM, promosi, industri halal, iklim usaha, dan sistem informasi industri.

B. Analisis Industri dan Daya Saing

Peserta juga perlu memperkuat kemampuan analisis karena tugas Pembina Industri tidak hanya bersifat administratif, tetapi berkaitan dengan identifikasi masalah dan penyusunan solusi. Materi yang dapat menjadi fokus antara lain:

  • Analisis kinerja industri.
  • Analisis struktur pasar.
  • Analisis perilaku perusahaan.
  • Analisis daya saing industri.
  • Identifikasi faktor internal dan eksternal perusahaan.
  • Analisis kondisi pasar.
  • Analisis rantai nilai industri.
  • Analisis peluang dan ancaman industri.
  • Penyusunan strategi peningkatan daya saing.
  • Analisis dampak kebijakan terhadap industri.
  • Analisis perdagangan dalam negeri dan internasional.
  • Analisis perkembangan ekonomi industri.

SKKNI Pembina Industri juga memuat unit kompetensi yang berkaitan dengan survei pasar, identifikasi kebutuhan pelanggan, perancangan produk, proses manufaktur, strategi perusahaan, evaluasi kinerja, analisis daya saing, kondisi pasar, kebijakan sektor industri, hingga evaluasi kebijakan.

C. Kompetensi Manajerial

Kompetensi manajerial berkaitan dengan kemampuan mengelola pekerjaan, mengambil keputusan, berkoordinasi, serta mencapai target organisasi. Materi yang perlu dipersiapkan meliputi:

  • Integritas dan profesionalisme.
  • Kerja sama.
  • Komunikasi efektif.
  • Orientasi pada hasil.
  • Pelayanan publik.
  • Pengambilan keputusan.
  • Pengelolaan perubahan.
  • Pengembangan kompetensi diri dan orang lain.
  • Perencanaan dan pengorganisasian pekerjaan.
  • Penyelesaian masalah.
  • Pengelolaan konflik.
  • Koordinasi lintas unit dan pemangku kepentingan.
  • Kepemimpinan dalam pelaksanaan program pembinaan industri.

Soal pada bagian ini berpotensi berbentuk studi kasus, misalnya peserta diberikan permasalahan pembinaan industri kemudian diminta menentukan tindakan paling tepat, menetapkan prioritas, atau memilih strategi penyelesaian berdasarkan data dan kepentingan organisasi.

D. Kompetensi Sosial Kultural

Kompetensi sosial kultural diperlukan karena Pembina Industri berinteraksi dengan berbagai pihak dengan latar belakang, kepentingan, dan karakteristik yang berbeda. Materi yang perlu dipahami antara lain:

  • Keberagaman masyarakat dan pemangku kepentingan.
  • Pengelolaan hubungan kerja dalam lingkungan yang beragam.
  • Komunikasi yang adaptif dan inklusif.
  • Penghormatan terhadap perbedaan budaya.
  • Persatuan dan toleransi.
  • Kemampuan membangun hubungan dengan pelaku industri dan masyarakat.
  • Penyelesaian konflik yang mempertimbangkan keberagaman.
  • Pelaksanaan tugas secara objektif dan tidak diskriminatif.

Kompetensi sosial kultural merupakan salah satu dari tiga kelompok kompetensi yang menjadi dasar Uji Kompetensi Pembina Industri, bersama kompetensi teknis dan manajerial.

E. Kemampuan Presentasi, Wawancara, dan Studi Kasus

Persiapan sebaiknya tidak hanya berfokus pada soal pilihan ganda. Dalam ketentuan Uji Kompetensi Pembina Industri, metode yang digunakan dapat mencakup tes tertulis, presentasi, dan/atau wawancara; pedoman teknis penyelenggaraan uji kompetensi bidang industri juga menjadi acuan pelaksanaannya.

Karena itu, peserta perlu mempersiapkan kemampuan untuk:

  • Menjelaskan pengalaman dan hasil kerja di bidang pembinaan industri.
  • Menganalisis permasalahan industri berdasarkan data.
  • Menyampaikan solusi secara sistematis.
  • Menjelaskan alasan pemilihan suatu kebijakan atau strategi.
  • Mempresentasikan rencana atau rekomendasi pembinaan.
  • Menjawab pertanyaan berbasis pengalaman kerja.
  • Menunjukkan kemampuan pengambilan keputusan.
  • Menjelaskan koordinasi dengan stakeholder.
  • Mempertahankan argumentasi berdasarkan regulasi dan data.

Sebagai gambaran pelaksanaan terbaru, Kementerian Perindustrian menyelenggarakan Uji Kompetensi JF Pembina Industri periode Februari 2026, termasuk ujian tertulis dan wawancara untuk jenjang Ahli Muda. Kemenperin juga mengumumkan bahwa pelaksanaan periode II tahun 2026 yang semula direncanakan Juni–Juli ditunda sampai pemberitahuan lebih lanjut.

F. Fokus Soal HOTS yang Perlu Dipersiapkan

Untuk mendapatkan hasil optimal, latihan sebaiknya tidak hanya berupa soal hafalan. Fokuskan latihan pada soal yang meminta peserta menganalisis, mengevaluasi, dan menentukan keputusan berdasarkan situasi kerja. Beberapa bentuk soal yang perlu dikuasai antara lain:

  • Studi kasus perusahaan industri yang mengalami penurunan produktivitas.
  • Analisis penyebab rendahnya daya saing produk.
  • Penentuan strategi pengembangan industri berdasarkan data.
  • Pemilihan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
  • Penyelesaian masalah bahan baku industri.
  • Strategi penerapan Industri 4.0.
  • Penyelesaian permasalahan penerapan standar industri.
  • Strategi pengembangan industri hijau.
  • Analisis dampak suatu kebijakan terhadap pelaku industri.
  • Penentuan prioritas program pembinaan.
  • Strategi peningkatan penggunaan produk dalam negeri.
  • Evaluasi efektivitas program pembinaan.
  • Penyusunan rekomendasi berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi.

Contoh Soal Uji Kompetensi Pembina Industri

Berikut contoh soal Uji Kompetensi Pembina Industri yang disusun berdasarkan ruang lingkup materi pada kisi-kisi sebelumnya. Soal dibuat dengan pendekatan HOTS dan studi kasus agar peserta tidak hanya mengandalkan hafalan, tetapi mampu menganalisis permasalahan, mengevaluasi kondisi, serta menentukan solusi yang paling tepat dalam konteks tugas Pembina Industri.

Soal 1

Sebuah perusahaan industri mengalami penurunan produktivitas selama dua tahun berturut-turut. Dari hasil pengumpulan data diketahui bahwa mesin produksi sering mengalami downtime dan kompetensi operator belum sesuai dengan teknologi yang digunakan. Sebagai Pembina Industri, langkah paling tepat adalah…

A. Merekomendasikan perusahaan mengganti seluruh mesin produksi.
B. Meminta perusahaan menambah jumlah tenaga kerja.
C. Melakukan analisis akar masalah dan menyusun rekomendasi peningkatan teknologi serta kompetensi SDM.
D. Meminta perusahaan mengurangi target produksi.
E. Menyarankan perusahaan menghentikan sementara kegiatan produksi.

Jawaban: C

Pembahasan: Pembina Industri perlu menganalisis akar permasalahan terlebih dahulu sebelum memberikan rekomendasi. Penyelesaian harus mempertimbangkan aspek teknologi sekaligus kompetensi SDM.

Soal 2

Hasil analisis menunjukkan produk suatu industri memiliki kualitas yang baik, tetapi kalah bersaing karena biaya produksi jauh lebih tinggi dibandingkan kompetitor. Strategi pembinaan yang paling tepat adalah…

A. Menurunkan kualitas produk agar harga lebih murah.
B. Melakukan analisis proses produksi untuk menemukan peluang efisiensi.
C. Menghentikan produksi produk tersebut.
D. Menaikkan harga jual produk.
E. Mengurangi kegiatan pemasaran.

Jawaban: B

Pembahasan: Efisiensi proses produksi dapat menekan biaya tanpa harus mengorbankan kualitas produk.

Soal 3

Sebuah perusahaan ingin menerapkan teknologi Industri 4.0, tetapi sebagian besar proses produksi masih dilakukan secara manual dan perusahaan memiliki keterbatasan anggaran. Rekomendasi terbaik adalah…

A. Mengadopsi seluruh teknologi Industri 4.0 sekaligus.
B. Menunda digitalisasi sampai perusahaan memiliki anggaran besar.
C. Melakukan asesmen kesiapan dan menerapkan transformasi digital secara bertahap berdasarkan prioritas.
D. Mengganti seluruh tenaga kerja dengan mesin.
E. Membeli teknologi yang paling mahal untuk meningkatkan citra perusahaan.

Jawaban: C

Pembahasan: Transformasi digital harus disesuaikan dengan tingkat kesiapan, kebutuhan, kemampuan investasi, dan prioritas perusahaan.

Soal 4

Dalam pembinaan industri, ditemukan bahwa bahan baku utama suatu perusahaan sebagian besar masih berasal dari luar negeri. Kondisi tersebut menyebabkan biaya produksi sangat dipengaruhi oleh perubahan nilai tukar. Strategi yang paling tepat adalah…

A. Menghentikan produksi.
B. Mencari alternatif bahan baku domestik yang memenuhi spesifikasi.
C. Menaikkan harga produk tanpa analisis.
D. Mengurangi standar kualitas bahan baku.
E. Menghentikan kegiatan penelitian dan pengembangan.

Jawaban: B

Pembahasan: Pemanfaatan bahan baku domestik yang memenuhi standar dapat mengurangi ketergantungan impor sekaligus memperkuat rantai pasok industri nasional.

Soal 5

Sebuah perusahaan telah memperoleh sertifikasi standar produk, tetapi dalam evaluasi ditemukan bahwa penerapan standar pada proses produksinya belum konsisten. Tindakan Pembina Industri yang paling tepat adalah…

A. Mengabaikan temuan karena perusahaan sudah memiliki sertifikat.
B. Meminta perusahaan meningkatkan konsistensi penerapan standar dan melakukan evaluasi proses secara berkala.
C. Meminta perusahaan mengganti seluruh produk.
D. Menghentikan kegiatan produksi secara permanen.
E. Menyarankan perusahaan mengurangi proses pengendalian mutu.

Jawaban: B

Pembahasan: Penerapan standar harus dijaga secara konsisten, bukan hanya dibuktikan melalui kepemilikan sertifikat.

Soal 6

Dalam rangka pengembangan industri hijau, sebuah perusahaan ingin mengurangi biaya energi sekaligus menurunkan dampak lingkungan. Program yang paling tepat untuk diprioritaskan adalah…

A. Meningkatkan penggunaan bahan bakar tanpa evaluasi.
B. Melakukan audit energi dan meningkatkan efisiensi penggunaan energi.
C. Menambah kapasitas produksi tanpa perubahan proses.
D. Mengurangi kegiatan pemeliharaan mesin.
E. Menghentikan seluruh kegiatan produksi.

Jawaban: B

Pembahasan: Audit energi dapat mengidentifikasi titik pemborosan sehingga perusahaan dapat menentukan langkah efisiensi yang terukur.

Soal 7

Pemerintah daerah meminta rekomendasi pengembangan sentra industri berdasarkan potensi wilayah. Data menunjukkan daerah tersebut memiliki bahan baku melimpah, tenaga kerja cukup, tetapi akses pasar masih terbatas. Prioritas strategi yang paling tepat adalah…

A. Meningkatkan produksi tanpa memperhatikan pasar.
B. Mengembangkan akses pasar dan jaringan pemasaran sekaligus memperkuat kapasitas industri.
C. Mengurangi jumlah pelaku industri.
D. Menghentikan pengembangan sentra industri.
E. Mengganti seluruh bahan baku lokal dengan bahan impor.

Jawaban: B

Pembahasan: Potensi bahan baku dan tenaga kerja perlu diikuti dengan penguatan akses pasar agar pengembangan industri berkelanjutan.

Soal 8

Hasil monitoring menunjukkan bahwa program pembinaan telah mencapai 90% target peserta, tetapi perubahan kinerja perusahaan sasaran masih rendah. Kesimpulan yang paling tepat adalah…

A. Program pasti berhasil karena target peserta tercapai.
B. Program gagal dan harus langsung dihentikan.
C. Perlu dilakukan evaluasi terhadap kualitas dan efektivitas intervensi, bukan hanya jumlah peserta.
D. Target peserta harus dikurangi.
E. Anggaran harus langsung ditambah.

Jawaban: C

Pembahasan: Capaian output yang tinggi belum tentu menunjukkan keberhasilan outcome. Efektivitas program harus dianalisis berdasarkan perubahan yang dihasilkan.

Soal 9

Data Sistem Informasi Industri menunjukkan adanya penurunan produksi pada beberapa subsektor. Sebelum menyusun rekomendasi kebijakan, langkah yang paling tepat adalah…

A. Langsung memberikan bantuan kepada seluruh perusahaan.
B. Memastikan validitas data dan menganalisis faktor penyebab penurunan produksi.
C. Mengabaikan data karena kondisi industri selalu berubah.
D. Menggunakan satu indikator saja.
E. Menyalin kebijakan dari daerah lain.

Jawaban: B

Pembahasan: Data yang valid dan analisis penyebab merupakan dasar penyusunan rekomendasi yang tepat.

Soal 10

Dalam upaya meningkatkan penggunaan produk dalam negeri, ditemukan bahwa produk lokal memiliki kualitas yang baik tetapi belum memenuhi kebutuhan spesifikasi industri pengguna. Kebijakan pembinaan yang paling tepat adalah…

A. Memaksa industri pengguna membeli produk lokal.
B. Menghentikan produk impor sepenuhnya.
C. Mendorong peningkatan kemampuan produsen lokal agar produk memenuhi kebutuhan dan spesifikasi pasar.
D. Menurunkan standar produk pengguna.
E. Mengurangi jumlah produsen lokal.

Jawaban: C

Pembahasan: Peningkatan penggunaan produk dalam negeri perlu didukung dengan peningkatan kualitas, spesifikasi, kapasitas, dan daya saing produk domestik.

Soal 11

Sebuah perusahaan memiliki produk inovatif, tetapi penjualannya rendah karena tidak memahami kebutuhan konsumennya. Langkah pertama yang sebaiknya dilakukan adalah…

A. Menambah kapasitas produksi.
B. Menurunkan harga tanpa analisis.
C. Melakukan riset pasar dan mengidentifikasi kebutuhan pelanggan.
D. Mengurangi kualitas produk.
E. Menghentikan inovasi.

Jawaban: C

Pembahasan: Pemahaman terhadap kebutuhan pelanggan menjadi dasar pengembangan produk dan strategi pasar yang tepat.

Soal 12

Dalam sebuah program pembinaan, terdapat dua kelompok pelaku industri dengan kepentingan berbeda. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi tersebut dapat menimbulkan konflik. Tindakan yang paling tepat adalah…

A. Mengutamakan kelompok yang lebih besar.
B. Mengabaikan perbedaan kepentingan.
C. Memfasilitasi dialog dan mencari solusi berdasarkan data, aturan, serta kepentingan bersama.
D. Menghentikan program.
E. Menyerahkan seluruh keputusan kepada salah satu kelompok.

Jawaban: C

Pembahasan: Pembina Industri harus mampu membangun komunikasi, mengelola perbedaan, dan mencari solusi yang objektif serta sesuai ketentuan.

Soal 13

Suatu industri kecil memiliki potensi berkembang, tetapi belum mampu memenuhi standar kualitas yang dibutuhkan pasar modern. Bentuk pembinaan yang paling strategis adalah…

A. Memberikan bantuan modal tanpa pendampingan.
B. Melakukan pendampingan peningkatan proses produksi, kualitas, dan kompetensi SDM.
C. Meminta perusahaan memperbesar produksi.
D. Mengurangi standar kualitas.
E. Menghentikan kegiatan usaha.

Jawaban: B

Pembahasan: Peningkatan daya saing membutuhkan pembinaan yang menyentuh aspek proses, kualitas, teknologi, dan SDM.

Soal 14

Seorang Pembina Industri memperoleh dua sumber data yang berbeda mengenai jumlah perusahaan industri di suatu wilayah. Sebelum menggunakan data tersebut untuk menyusun kebijakan, tindakan yang paling tepat adalah…

A. Memilih data dengan jumlah perusahaan paling besar.
B. Menggunakan keduanya tanpa verifikasi.
C. Melakukan validasi dan rekonsiliasi sumber data untuk memastikan keakuratan informasi.
D. Menggunakan data yang paling lama.
E. Mengabaikan seluruh data.

Jawaban: C

Pembahasan: Kualitas rekomendasi sangat bergantung pada validitas data yang digunakan.

Soal 15

Sebuah perusahaan strategis mengalami penurunan daya saing akibat teknologi produksi yang tertinggal. Sebagai Pembina Industri, rekomendasi yang paling komprehensif adalah…

A. Menurunkan jumlah produksi.
B. Mengganti seluruh pekerja.
C. Menyusun strategi peningkatan teknologi, produktivitas, SDM, dan efisiensi secara terintegrasi.
D. Menaikkan harga produk.
E. Mengurangi kegiatan penelitian dan pengembangan.

Jawaban: C

Pembahasan: Peningkatan daya saing membutuhkan pendekatan terintegrasi antara teknologi, SDM, produktivitas, dan efisiensi.

Soal 16

Dalam pelaksanaan program pembinaan, anggaran terbatas sementara terdapat lima kegiatan yang harus dilaksanakan. Agar keputusan dapat dipertanggungjawabkan, langkah terbaik adalah…

A. Memilih kegiatan yang paling mudah dilaksanakan.
B. Membagi anggaran secara sama rata.
C. Menentukan prioritas berdasarkan urgensi, dampak, sasaran, dan ketersediaan data.
D. Memilih kegiatan berdasarkan permintaan pihak tertentu.
E. Menunda seluruh kegiatan.

Jawaban: C

Pembahasan: Penetapan prioritas harus objektif dan mempertimbangkan dampak serta urgensi program.

Soal 17

Perusahaan industri telah menerapkan teknologi baru, tetapi produktivitas tidak meningkat secara signifikan. Hasil evaluasi menunjukkan operator belum memahami teknologi tersebut. Rekomendasi paling tepat adalah…

A. Menghapus teknologi baru.
B. Menambah mesin baru.
C. Meningkatkan kompetensi SDM melalui pelatihan dan pendampingan penggunaan teknologi.
D. Mengurangi jumlah operator.
E. Menghentikan produksi.

Jawaban: C

Pembahasan: Teknologi akan optimal apabila didukung SDM yang memiliki kompetensi sesuai dengan teknologi yang digunakan.

Soal 18

Dalam menyusun rekomendasi kebijakan industri, seorang Pembina Industri menemukan bahwa kebijakan yang diusulkan berpotensi menguntungkan satu kelompok tetapi merugikan kelompok lain. Sikap profesional yang paling tepat adalah…

A. Tetap menjalankan kebijakan tanpa analisis.
B. Memilih kelompok yang paling berpengaruh.
C. Melakukan analisis dampak dan menyusun alternatif kebijakan yang mempertimbangkan berbagai kepentingan.
D. Mengabaikan kelompok yang terdampak.
E. Membatalkan seluruh kebijakan.

Jawaban: C

Pembahasan: Analisis dampak diperlukan agar rekomendasi kebijakan lebih objektif, proporsional, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Soal 19

Dalam pengembangan industri halal, sebuah perusahaan telah memiliki produk yang berpotensi masuk pasar halal, tetapi proses produksinya belum memenuhi seluruh persyaratan yang diperlukan. Langkah pembinaan yang tepat adalah…

A. Langsung memasarkan produk sebagai produk halal.
B. Membantu perusahaan mengidentifikasi kesenjangan dan melakukan perbaikan proses sesuai ketentuan.
C. Menghentikan pengembangan produk.
D. Mengganti seluruh bahan baku tanpa analisis.
E. Mengabaikan proses produksi.

Jawaban: B

Pembahasan: Pengembangan industri halal perlu memastikan proses dan persyaratan terkait dipenuhi sebelum produk diklaim sebagai produk halal.

Soal 20

Seorang Pembina Industri diminta memberikan rekomendasi terhadap perusahaan yang mengalami penurunan kinerja. Data menunjukkan masalah terjadi pada bahan baku, produktivitas tenaga kerja, teknologi, dan pemasaran. Pendekatan yang paling tepat adalah…

A. Menyelesaikan satu masalah yang paling mudah terlebih dahulu tanpa melihat masalah lainnya.
B. Memberikan bantuan modal sebagai satu-satunya solusi.
C. Melakukan analisis menyeluruh dan menyusun intervensi terintegrasi berdasarkan skala prioritas.
D. Menyarankan perusahaan mengurangi produksi.
E. Menunggu perusahaan menyelesaikan masalahnya sendiri.

Jawaban: C

Pembahasan: Permasalahan industri yang bersifat multidimensi membutuhkan analisis komprehensif dan strategi pembinaan yang terintegrasi berdasarkan prioritas.

Jangan menunggu sampai hari ujian untuk mulai belajar! 

Persiapkan Uji Kompetensi Pembina Industri dengan lebih terarah melalui Fungsional.id, yang menyediakan bank soal, kisi-kisi, materi, serta latihan soal HOTS berbasis kasus untuk membantu memperkuat pemahaman dan kemampuan analisis Anda. Segera kunjungi Fungsional.id dan mulai latihan sekarang agar lebih percaya diri menghadapi uji kompetensi!

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Picture of Tim Asn

Tim Asn

Tim ASN adalah kelompok profesional yang terbiasa menyusun soal. Kami terdiri dari ahli berbagai bidang, berkomitmen menciptakan soal berkualitas tinggi yang relevan dengan kompetensi jabatan.

Dapatkan Akses Sistem CBT dengan ratusan paket soal + pembahasan!

Butuh Bantuan?