Uji Kompetensi Perekam Medis Mahir ke Penyelia menuntut peserta memiliki kemampuan yang lebih kuat dalam pengelolaan rekam medis, klasifikasi dan kodifikasi diagnosis, pengendalian mutu data, statistik kesehatan, serta keamanan dan kerahasiaan informasi pasien. Melalui artikel Soal UKOM Perekam Medis Mahir ke Penyelia: Kisi-Kisi, Materi & Pembahasan, Anda dapat mempelajari materi penting sekaligus berlatih menghadapi soal berbasis kasus yang menguji ketelitian, analisis data, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan sesuai standar pelayanan rekam medis.
Mengenal Uji Kompetensi Perekam Medis Mahir ke Penyelia
Uji Kompetensi Perekam Medis Mahir ke Penyelia menilai kemampuan peserta dalam pengelolaan rekam medis dan informasi kesehatan pada tingkat yang lebih tinggi. Fokus kompetensi mencakup kodifikasi diagnosis, analisis kelengkapan rekam medis, statistik kesehatan, keamanan data, audit mutu, serta koordinasi pekerjaan unit rekam medis.
Soal dapat berbentuk studi kasus yang menguji ketelitian, analisis masalah, kerahasiaan informasi, dan kemampuan menentukan tindakan yang sesuai standar pelayanan rekam medis.
Materi Uji Kompetensi Perekam Medis Mahir ke Penyelia
Materi Uji Kompetensi Perekam Medis Mahir ke Penyelia perlu diarahkan pada kemampuan pengelolaan rekam medis, mutu data, klasifikasi dan kodifikasi, analisis informasi kesehatan, keamanan data, serta pengawasan proses kerja. Permenkes No. 1 Tahun 2025 saat ini menjadi pedoman penyelenggaraan Uji Kompetensi Jabatan Fungsional bidang kesehatan. Materi yang perlu dikuasai meliputi:
- Manajemen Rekam Medis
Registrasi, assembling, analisis kelengkapan, penyimpanan, peminjaman, retensi, dan pengelolaan dokumen. - Rekam Medis Elektronik
Pengelolaan RME, integritas data, autentikasi, ketersediaan informasi, dan alur dokumentasi elektronik. Permenkes No. 24 Tahun 2022 mewajibkan fasilitas pelayanan kesehatan menyelenggarakan Rekam Medis Elektronik. - Klasifikasi dan Kodifikasi
Penentuan kode diagnosis dan tindakan, analisis diagnosis utama, diagnosis sekunder, serta validasi ketepatan kode. - Analisis Kelengkapan Rekam Medis
Pemeriksaan identitas, autentikasi, catatan klinis, tanggal, waktu, tindakan, serta konsistensi dokumentasi. - Statistik Kesehatan
Pengolahan data kunjungan, sensus, indikator pelayanan, tren penyakit, serta penyajian laporan. - Analisis Data dan Informasi Kesehatan
Interpretasi data, validasi, identifikasi anomali, analisis tren, dan penyajian informasi untuk pengambilan keputusan. - Manajemen Basis Data
Struktur data, relasi antar data, kamus data, aliran data, serta pengendalian kualitas database. - Keamanan dan Kerahasiaan Data
Hak akses, autentikasi pengguna, pelepasan informasi, audit akses, privasi, dan perlindungan data pasien. - Interoperabilitas Sistem Informasi
Pertukaran data antar sistem, konsistensi identitas, sinkronisasi informasi, serta pengelolaan data terintegrasi. - Mutu Rekam Medis
Akurasi, kelengkapan, konsistensi, ketepatan waktu, validitas, serta tindak lanjut terhadap temuan audit. - Audit Rekam Medis
Penentuan indikator, identifikasi masalah, analisis penyebab, rekomendasi perbaikan, dan evaluasi hasil. - Manajemen Risiko Informasi
Risiko kehilangan data, akses tidak sah, duplikasi rekam medis, kesalahan identitas, dan kegagalan sistem. - Pelepasan Informasi Kesehatan
Penilaian kewenangan pemohon, persetujuan pasien, kebutuhan hukum, dan dokumentasi pelepasan informasi. - Retensi dan Pemusnahan
Penentuan masa simpan, penyusutan arsip, pemilahan, dokumentasi, dan pemusnahan sesuai ketentuan. - Indikator Pelayanan Rumah Sakit
Pengolahan dan interpretasi indikator seperti BOR, LOS, TOI, BTO serta data pelayanan lainnya. - Klaim dan Data Pembiayaan
Validasi informasi klinis dan administratif yang mendukung proses pembiayaan serta ketepatan data klaim. - Pengendalian Duplikasi Data
Identifikasi duplicate medical record number, merge data sesuai prosedur, serta pencegahan kesalahan identitas. - Pengelolaan Unit Rekam Medis
Pembagian pekerjaan, pengawasan mutu, evaluasi proses, koordinasi tim, dan penyelesaian hambatan pelayanan. - Etika dan Profesionalisme
Kerahasiaan pasien, integritas pencatatan, tanggung jawab profesi, dan kepatuhan terhadap regulasi.
Kisi-Kisi Uji Kompetensi Perekam Medis Mahir ke Penyelia
Kisi-kisi Uji Kompetensi Perekam Medis Mahir ke Penyelia perlu menekankan kemampuan analisis, pengendalian mutu, validasi data, keamanan informasi, serta koordinasi proses kerja. Pada jenjang Penyelia, soal dapat lebih banyak berbentuk studi kasus yang menuntut peserta menentukan tindakan, prioritas, dan rekomendasi.
| Kisi-Kisi | Materi yang Perlu Dikuasai |
| Manajemen Rekam Medis | Registrasi, assembling, penyimpanan, peminjaman, retensi, dan alur dokumen. |
| Rekam Medis Elektronik | Autentikasi, integritas data, hak akses, audit trail, dan kesinambungan informasi. |
| Klasifikasi & Kodifikasi | Diagnosis utama, sekunder, tindakan, validasi kode, dan konsistensi dokumentasi klinis. |
| Analisis Kelengkapan | Identitas, autentikasi, tanggal, waktu, diagnosis, tindakan, dan catatan klinis. |
| Mutu Data | Akurasi, kelengkapan, konsistensi, validitas, ketepatan waktu, dan duplikasi data. |
| Statistik Pelayanan | BOR, LOS, TOI, BTO, kunjungan, sensus, dan tren pelayanan. |
| Analisis Informasi Kesehatan | Interpretasi data, deteksi anomali, tren, dan penyusunan informasi manajemen. |
| Keamanan Informasi | Privasi, kerahasiaan, autentikasi, akses berbasis kewenangan, dan perlindungan data. |
| Pelepasan Informasi | Persetujuan, kewenangan pemohon, dasar hukum, dan dokumentasi pelepasan data. |
| Duplikasi Rekam Medis | Identifikasi duplicate number, verifikasi identitas, merge, dan pencegahan pengulangan. |
| Audit Rekam Medis | Indikator audit, temuan, root cause analysis, rekomendasi, dan evaluasi tindak lanjut. |
| Retensi & Pemusnahan | Masa simpan, penyusutan, pemilahan, dokumentasi, dan pengamanan pemusnahan. |
| Basis Data | Struktur, relasi, kamus data, validasi, dan konsistensi antar sistem. |
| Interoperabilitas | Pertukaran data, identitas pasien, sinkronisasi, dan integrasi sistem. |
| Klaim & Pembiayaan | Konsistensi diagnosis, tindakan, kelengkapan dokumen, dan validitas data pendukung. |
| Manajemen Risiko Informasi | Kehilangan data, akses tidak sah, salah identitas, downtime, dan mitigasi. |
| Pengelolaan Unit | Pembagian tugas, supervisi, monitoring, evaluasi, dan koordinasi tim. |
| Etika Profesi | Kerahasiaan, integritas data, profesionalisme, dan tanggung jawab. |
Fokus Soal Jenjang Penyelia
Pada jenjang Penyelia, peserta perlu mampu:
- menemukan akar masalah dari ketidaksesuaian data;
- menentukan prioritas perbaikan;
- mengevaluasi hasil audit;
- memvalidasi keakuratan laporan;
- menangani duplikasi identitas;
- menjaga keamanan dan kerahasiaan data;
- menentukan kelayakan pelepasan informasi;
- mengawasi mutu proses kerja;
- memberikan rekomendasi kepada unit terkait;
- mengevaluasi efektivitas tindak lanjut.
Contoh Soal UKOM Perekam Medis Mahir ke Penyelia dan Pembahasan
Contoh soal berikut dirancang untuk menguji kemampuan analisis, validasi data, pengendalian mutu, keamanan informasi, statistik pelayanan, kodifikasi, audit, hingga pengambilan keputusan pada level Penyelia.
Soal 1
Dua pasien berbeda ditemukan memiliki nomor rekam medis yang sama. Salah satu pasien sedang menjalani rawat inap dan data klinis keduanya sudah tercampur di sistem.
Tindakan prioritas yang paling tepat adalah ….
A. Menghentikan sementara penggunaan data yang terindikasi tercampur, melakukan verifikasi identitas, lalu memisahkan data sesuai prosedur
B. Menghapus salah satu nomor rekam medis
C. Menggabungkan seluruh data menjadi satu agar lebih sederhana
D. Membuat nomor baru tanpa menelusuri riwayat sebelumnya
E. Menunggu pasien selesai dirawat
Jawaban: A
Pembahasan:
Kasus ini berisiko langsung terhadap keselamatan pasien. Prioritasnya adalah mencegah penggunaan informasi yang salah, melakukan verifikasi identitas secara menyeluruh, kemudian memperbaiki struktur data sesuai prosedur.
Soal 2
Hasil audit menunjukkan 28% resume medis rawat inap belum lengkap dalam batas waktu yang ditetapkan. Sebagian besar ketidaklengkapan berasal dari unit yang sama.
Langkah Penyelia yang paling tepat adalah ….
A. Mengingatkan seluruh dokter secara umum
B. Menganalisis pola ketidaklengkapan per unit dan jenis elemen, mencari akar masalah, lalu menyusun tindak lanjut terukur
C. Melengkapi data sendiri agar angka audit membaik
D. Menghapus berkas yang tidak lengkap dari sampel audit
E. Mengurangi jumlah sampel audit
Jawaban: B
Pembahasan:
Pada level Penyelia, respons tidak cukup berupa teguran umum. Data perlu dianalisis untuk mengetahui jenis ketidaklengkapan, unit dominan, penyebab, dan intervensi yang dapat dievaluasi.
Soal 3
Diagnosis pada resume medis tertulis pneumonia bakterial, tetapi data klaim menggunakan kode untuk pneumonia tidak spesifik. Dokumen klinis sebenarnya cukup jelas untuk mendukung diagnosis yang lebih spesifik.
Tindakan paling tepat adalah ….
A. Membiarkan karena kelompok penyakitnya sama
B. Mengubah diagnosis pada resume
C. Memvalidasi dokumentasi klinis dan melakukan koreksi kode sesuai diagnosis yang tercatat
D. Menghapus diagnosis sekunder
E. Menggunakan kode yang menghasilkan klaim lebih tinggi
Jawaban: C
Pembahasan:
Kodifikasi harus mengikuti dokumentasi klinis, bukan kepentingan finansial. Jika dokumentasi sudah mendukung diagnosis spesifik, kode perlu disesuaikan secara benar.
Soal 4
Petugas dari unit nonklinis membuka rekam medis seorang tokoh publik tanpa alasan pekerjaan. Tidak ada perubahan data, hanya akses baca.
Tindakan Penyelia yang paling tepat adalah ….
A. Mengabaikan karena tidak ada data yang diubah
B. Mengingatkan secara lisan tanpa dokumentasi
C. Menonaktifkan seluruh akun pegawai
D. Menelusuri audit trail, mendokumentasikan insiden, dan menindaklanjuti sesuai kebijakan akses serta keamanan informasi
E. Menghapus log akses
Jawaban: D
Pembahasan:
Akses tanpa kepentingan pelayanan tetap merupakan pelanggaran kerahasiaan. Audit trail menjadi bukti penting untuk analisis dan tindak lanjut.
Soal 5
Nilai BOR bulan ini meningkat tajam dari 67% menjadi 91%, tetapi sensus harian beberapa ruangan menunjukkan total hari perawatan yang tidak konsisten.
Langkah pertama paling tepat adalah ….
A. Langsung melaporkan BOR 91%
B. Menggunakan rata-rata dua bulan
C. Mengganti denominator
D. Mengabaikan perbedaan kecil
E. Memverifikasi sumber data sensus sebelum menetapkan indikator
Jawaban: E
Pembahasan:
Indikator tidak boleh ditetapkan sebelum sumber datanya valid. Kesalahan input sensus dapat menghasilkan BOR yang menyesatkan.
Soal 6
Permintaan salinan rekam medis datang melalui email pribadi seseorang yang mengaku sebagai keluarga pasien. Tidak ada surat kuasa atau bukti persetujuan pasien.
Tindakan paling tepat adalah ….
A. Menolak pelepasan dan meminta pemohon mengikuti prosedur verifikasi serta otorisasi yang berlaku
B. Mengirim diagnosis saja
C. Memberikan karena masih anggota keluarga
D. Mengirim setelah menghapus nomor identitas
E. Meminta biaya administrasi terlebih dahulu
Jawaban: A
Pembahasan:
Hubungan keluarga tidak otomatis memberikan hak akses. Pelepasan informasi harus didasarkan pada otorisasi dan prosedur yang sah.
Soal 7
Database menunjukkan satu pasien memiliki tiga nomor rekam medis akibat registrasi berulang di waktu berbeda. Seluruh nomor berisi riwayat pelayanan yang valid.
Langkah paling tepat adalah ….
A. Menghapus dua nomor secara langsung
B. Memverifikasi identitas, menentukan nomor utama, lalu melakukan merge sesuai prosedur dengan menjaga riwayat data
C. Membiarkan karena semua data benar
D. Membuat nomor keempat yang baru
E. Menggabungkan hanya data terbaru
Jawaban: B
Pembahasan:
Duplikasi nomor harus diselesaikan dengan proses merge yang terkendali agar seluruh riwayat tetap utuh dan dapat ditelusuri.
Soal 8
Data lama rawat inap menghasilkan LOS 6,2 hari, tetapi setelah migrasi sistem angka berubah menjadi 3,1 hari tanpa perubahan nyata pada pola pelayanan.
Tindakan paling tepat adalah ….
A. Menganggap pelayanan membaik
B. Menggunakan angka terbaru karena berasal dari sistem baru
C. Membandingkan definisi variabel, rumus, serta mapping data sebelum dan sesudah migrasi
D. Menghapus data lama
E. Menetapkan angka tengah
Jawaban: C
Pembahasan:
Perubahan besar setelah migrasi sering terkait definisi field, mapping, atau formula. Validasi teknis dan konseptual perlu dilakukan sebelum menarik kesimpulan.
Soal 9
Dalam audit internal ditemukan petugas masih menggunakan akun bersama untuk mengakses RME karena dianggap lebih praktis.
Risiko utama yang paling penting adalah ….
A. Komputer menjadi lebih lambat
B. Data lebih cepat diakses
C. Penyimpanan server meningkat
D. Tidak dapat ditentukan secara jelas siapa yang melakukan aktivitas tertentu
E. Sistem menjadi tidak kompatibel
Jawaban: D
Pembahasan:
Akun bersama merusak akuntabilitas karena audit trail tidak lagi dapat dikaitkan dengan individu tertentu.
Soal 10
Satu unit memiliki angka ketidaklengkapan rekam medis tertinggi selama tiga bulan berturut-turut. Edukasi sudah diberikan dua kali tetapi tidak ada perbaikan berarti.
Tindakan berikutnya yang paling tepat adalah ….
A. Mengulang edukasi yang sama
B. Menghentikan audit
C. Mengubah indikator agar terlihat membaik
D. Memberi teguran umum kepada seluruh rumah sakit
E. Melakukan root cause analysis lebih mendalam dan mengubah intervensi berdasarkan penyebab spesifik
Jawaban: E
Pembahasan:
Jika intervensi tidak efektif, berarti penyebab belum tertangani. Penyelia perlu mengevaluasi faktor sistem, beban kerja, alur, kompetensi, maupun desain aplikasi.
Soal 11
Sebuah kode diagnosis dipertanyakan karena dokumentasi dokter tidak cukup jelas untuk menentukan kategori yang lebih spesifik.
Tindakan terbaik adalah ….
A. Melakukan klarifikasi sesuai mekanisme yang berlaku tanpa mengarahkan isi klinis
B. Memilih kode dengan tarif tertinggi
C. Menafsirkan sendiri berdasarkan obat yang diberikan
D. Menggunakan diagnosis dari perawat
E. Membiarkan tanpa kode
Jawaban: A
Pembahasan:
Perekam medis tidak boleh menciptakan diagnosis. Jika dokumentasi ambigu, klarifikasi harus dilakukan sesuai prosedur.
Soal 12
Sebuah rumah sakit akan memusnahkan rekam medis lama. Daftar berkas sudah disusun, tetapi belum dilakukan penilaian apakah ada dokumen yang masih memiliki nilai guna tertentu.
Tindakan paling tepat adalah ….
A. Tetap musnahkan agar ruang penyimpanan cepat kosong
B. Melakukan proses retensi dan penilaian terlebih dahulu sebelum pemusnahan
C. Memindahkan seluruhnya ke gudang lain
D. Memusnahkan hanya berkas paling tebal
E. Memindai semua berkas tanpa seleksi
Jawaban: B
Pembahasan:
Retensi dan pemusnahan harus melalui proses penilaian. Tidak semua dokumen otomatis dapat dimusnahkan hanya karena sudah lama.
Soal 13
Seorang petugas salah memasukkan jenis kelamin pasien. Kesalahan baru diketahui setelah data tersebut dipakai dalam laporan epidemiologi bulanan.
Tindakan Penyelia paling tepat adalah ….
A. Memperbaiki database saja
B. Mengubah laporan tanpa catatan
C. Melakukan koreksi pada sumber data, menilai dampaknya pada laporan, lalu memperbarui output bila material
D. Menghapus pasien dari laporan
E. Membiarkan karena hanya satu kasus
Jawaban: C
Pembahasan:
Koreksi harus dilakukan dari sumber utama dan dampaknya pada laporan turunan harus ditelusuri.
Soal 14
Sistem RME mengalami downtime selama dua jam. Setelah sistem aktif, ditemukan beberapa pelayanan dicatat dua kali karena input manual kemudian diinput kembali.
Prioritas tindakan adalah ….
A. Menghapus seluruh input setelah downtime
B. Membiarkan karena jumlahnya sedikit
C. Mengganti sistem RME
D. Melakukan rekonsiliasi data dan menghapus duplikasi melalui prosedur terkontrol
E. Mengunci semua akun pengguna
Jawaban: D
Pembahasan:
Downtime harus diikuti rekonsiliasi agar data manual dan elektronik tidak menimbulkan duplikasi.
Soal 15
Pihak eksternal meminta data agregat kunjungan untuk penelitian. Data tidak mencantumkan identitas langsung, tetapi kelompok tertentu sangat kecil sehingga pasien berpotensi mudah dikenali.
Tindakan paling tepat adalah ….
A. Berikan karena tidak ada nama
B. Tambahkan nomor rekam medis
C. Berikan seluruh data agar penelitian lengkap
D. Hilangkan hanya alamat
E. Evaluasi risiko re-identifikasi dan lakukan de-identifikasi tambahan sebelum pelepasan
Jawaban: E
Pembahasan:
Data agregat tetap dapat memiliki risiko identifikasi ulang pada kelompok kecil. Prinsip perlindungan privasi tetap harus diterapkan.
Soal 16
BOR rumah sakit 95%, LOS meningkat, dan TOI sangat rendah. Interpretasi paling tepat adalah ….
A. Tempat tidur digunakan sangat intensif sehingga perlu dianalisis dampaknya pada kapasitas dan mutu pelayanan
B. Rumah sakit pasti efisien
C. Jumlah tempat tidur terlalu banyak
D. Pasien terlalu sedikit
E. Data tidak dapat digunakan
Jawaban: A
Pembahasan:
BOR tinggi dengan TOI rendah menunjukkan utilisasi tempat tidur sangat tinggi. Ini perlu dianalisis bersama LOS, kapasitas, kebutuhan pelayanan, dan mutu.
Soal 17
Hasil audit koding menunjukkan tingkat ketepatan 96%, tetapi 4% kesalahan terkonsentrasi pada satu diagnosis berbiaya tinggi.
Tindakan terbaik adalah ….
A. Menganggap mutu sangat baik karena 96% benar
B. Melakukan audit terfokus pada diagnosis tersebut dan menilai dampak klinis serta finansialnya
C. Mengurangi sampel audit
D. Menghapus diagnosis itu dari audit berikutnya
E. Meningkatkan target menjadi 100% tanpa analisis
Jawaban: B
Pembahasan:
Persentase total dapat menutupi risiko material. Kesalahan pada diagnosis dengan dampak besar harus dianalisis khusus.
Soal 18
Dua aplikasi menghasilkan jumlah kunjungan berbeda karena definisi “kunjungan baru” tidak sama.
Tindakan paling tepat adalah ….
A. Menggunakan data aplikasi yang jumlahnya lebih tinggi
B. Mengambil rata-rata
C. Menyamakan definisi operasional dan kamus data sebelum melakukan integrasi atau perbandingan
D. Menghapus salah satu aplikasi tanpa kajian
E. Menggunakan data manual
Jawaban: C
Pembahasan:
Interoperabilitas membutuhkan kesamaan definisi semantik, bukan hanya koneksi teknis.
Soal 19
Petugas menemukan data klaim berbeda dengan resume medis. Setelah ditelusuri, ternyata perubahan terjadi setelah proses coding selesai tanpa pemberitahuan kepada unit rekam medis.
Tindakan paling tepat adalah ….
A. Menggunakan data klaim saja
B. Menggunakan resume lama
C. Menghapus salah satu data
D. Memastikan versi dokumentasi yang sah, melakukan rekonsiliasi, dan memperbaiki alur komunikasi perubahan
E. Menutup akses dokter
Jawaban: D
Pembahasan:
Masalah tidak hanya berupa ketidaksesuaian data, tetapi juga kegagalan proses komunikasi dan version control.
Soal 20
Seorang pimpinan meminta data identitas pasien secara lengkap untuk presentasi internal yang sebenarnya hanya membutuhkan tren penyakit.
Tindakan paling tepat adalah ….
A. Berikan karena yang meminta pimpinan
B. Berikan hanya nomor rekam medis
C. Berikan semua agar presentasi lengkap
D. Menolak semua bentuk data
E. Memberikan data seminimal mungkin sesuai kebutuhan dan prinsip pembatasan akses
Jawaban: E
Pembahasan:
Prinsip minimum necessary harus diterapkan. Data identitas tidak perlu digunakan jika tujuan dapat dicapai dengan data agregat atau terde-identifikasi.
Soal 21
Setelah implementasi kebijakan baru, kelengkapan rekam medis meningkat dari 72% menjadi 90%. Namun waktu penyelesaian berkas justru menjadi jauh lebih lama.
Tindakan Penyelia yang paling tepat adalah ….
A. Mengevaluasi kedua indikator bersama untuk memastikan perbaikan mutu tidak menimbulkan masalah proses baru
B. Menganggap kebijakan berhasil sepenuhnya
C. Mengabaikan keterlambatan
D. Menurunkan target kelengkapan
E. Menghapus indikator waktu
Jawaban: A
Pembahasan:
Evaluasi mutu harus melihat trade-off antarindikator. Kualitas yang meningkat tetapi menyebabkan keterlambatan ekstrem tetap perlu diperbaiki.
Soal 22
Audit trail menunjukkan akun seorang petugas digunakan pada pukul 02.00, padahal petugas tersebut tidak sedang bertugas.
Tindakan pertama yang paling tepat adalah ….
A. Menyimpulkan terjadi peretasan
B. Mengamankan akun, memverifikasi aktivitas, dan melakukan investigasi insiden
C. Menghapus log
D. Mengubah jam sistem
E. Mengabaikan jika tidak ada data yang berubah
Jawaban: B
Pembahasan:
Temuan tersebut merupakan red flag keamanan. Akun perlu diamankan dan aktivitas ditelusuri sebelum menyimpulkan penyebab.
Soal 23
Satu indikator statistik mengalami perubahan tajam setelah pergantian petugas, sementara definisi indikator dan volume pasien relatif sama.
Tindakan paling tepat adalah ….
A. Menganggap perubahan mencerminkan kondisi nyata
B. Menggunakan data tahun lalu
C. Memverifikasi metode pengumpulan, pencatatan, dan perhitungan yang dilakukan petugas baru
D. Menurunkan target indikator
E. Menghapus nilai ekstrem
Jawaban: C
Pembahasan:
Perubahan petugas dapat memengaruhi konsistensi proses. Sebelum menyimpulkan perubahan layanan, proses data harus divalidasi.
Soal 24
Unit rekam medis memiliki backlog assembling yang terus meningkat. Menambah lembur selama dua bulan hanya memberi perbaikan sementara.
Langkah manajerial yang paling tepat adalah ….
A. Menambah lembur permanen
B. Mengurangi standar kelengkapan
C. Memindahkan seluruh staf
D. Menganalisis kapasitas, beban kerja, alur proses, dan bottleneck sebelum menentukan solusi struktural
E. Menunda assembling
Jawaban: D
Pembahasan:
Backlog yang berulang menandakan masalah proses atau kapasitas. Solusi permanen membutuhkan analisis beban kerja dan alur, bukan sekadar menambah jam kerja.
Soal 25
Setelah corrective action dilaksanakan untuk mengurangi duplikasi nomor rekam medis, angka duplikasi turun dari 4% menjadi 1,2%. Namun target organisasi adalah <0,5%.
Keputusan paling tepat adalah ….
A. Menganggap masalah selesai karena sudah menurun
B. Menghentikan monitoring
C. Mengubah target menjadi 1,5%
D. Mengurangi frekuensi evaluasi
E. Melanjutkan evaluasi akar masalah tersisa dan memperkuat tindakan sampai target tercapai
Jawaban: E
Pembahasan:
Perbaikan sudah terjadi, tetapi target belum tercapai. Penyelia perlu melakukan continuous quality improvement, bukan berhenti pada adanya tren positif.
Siapkan Diri untuk UKOM Perekam Medis

Perbanyak latihan untuk mengasah ketelitian, analisis data, kodifikasi, dan pengambilan keputusan. Kunjungi fungsional.id untuk akses latihan soal lebih banyak dan coba simulasi CAT.


