Uji Kompetensi Pamong Budaya Ahli Pertama ke Ahli Muda menjadi tahapan penting untuk mengukur peningkatan kompetensi dalam pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan sesuai jenjang jabatan.
Melalui artikel 35+ Soal Uji Kompetensi Pamong Budaya Ahli Pertama ke Ahli Muda Lengkap dengan Pembahasan, Anda dapat mempelajari materi utama sekaligus berlatih mengerjakan soal berbasis kasus agar lebih siap menghadapi uji kompetensi.
Gambaran Uji Kompetensi Pamong Budaya Ahli Pertama ke Ahli Muda
Uji Kompetensi Pamong Budaya Ahli Pertama ke Ahli Muda bertujuan menilai kesiapan pejabat fungsional untuk naik ke jenjang yang menuntut tanggung jawab, analisis, dan pengambilan keputusan yang lebih tinggi dalam bidang kebudayaan.
Kompetensi yang perlu dipersiapkan antara lain:
- pelindungan objek pemajuan kebudayaan;
- pengembangan kebudayaan;
- pemanfaatan kebudayaan;
- pembinaan kebudayaan;
- pendataan dan dokumentasi kebudayaan;
- penyusunan kajian dan rekomendasi;
- fasilitasi pelaku dan komunitas budaya;
- pengelolaan program kebudayaan;
- evaluasi kegiatan;
- koordinasi dengan pemangku kepentingan.
Materi Uji Kompetensi Pamong Budaya Ahli Pertama ke Ahli Muda
Materi Uji Kompetensi Pamong Budaya Ahli Pertama ke Ahli Muda perlu difokuskan pada kemampuan menganalisis, mengelola, dan mengevaluasi kegiatan kebudayaan pada tingkat tanggung jawab yang lebih tinggi.
1. Pelindungan Kebudayaan
Materi meliputi:
- inventarisasi dan pendataan budaya;
- dokumentasi objek budaya;
- identifikasi ancaman terhadap keberlanjutan budaya;
- pelestarian nilai dan praktik budaya;
- rekomendasi tindakan pelindungan.
2. Pengembangan Kebudayaan
Fokus pada:
- pengkajian potensi budaya;
- penguatan ekosistem kebudayaan;
- pengembangan inovasi berbasis budaya;
- penyusunan program pengembangan;
- pelibatan komunitas dan pelaku budaya.
3. Pemanfaatan Kebudayaan
Materi dapat mencakup:
- pemanfaatan budaya untuk pendidikan;
- penguatan identitas;
- ekonomi kreatif berbasis budaya;
- diplomasi budaya;
- pemanfaatan yang tetap memperhatikan keberlanjutan dan nilai budaya.
4. Pembinaan Kebudayaan
Peserta perlu memahami:
- fasilitasi komunitas budaya;
- pembinaan pelaku budaya;
- peningkatan kapasitas;
- pendampingan kegiatan;
- penguatan jejaring antar pemangku kepentingan.
5. Pendataan dan Dokumentasi Budaya
Fokus materi:
- pengumpulan data;
- verifikasi informasi;
- klasifikasi;
- dokumentasi;
- pemutakhiran data;
- penyajian informasi kebudayaan.
6. Kajian dan Rekomendasi Kebudayaan
Pada jenjang Ahli Muda, peserta perlu mampu:
- mengidentifikasi persoalan;
- menganalisis penyebab;
- menggunakan data pendukung;
- membandingkan alternatif kebijakan;
- menyusun rekomendasi yang dapat diterapkan.
7. Pengelolaan Program Kebudayaan
Materi meliputi:
- perencanaan kegiatan;
- penyusunan target;
- pengelolaan sumber daya;
- koordinasi pelaksanaan;
- monitoring;
- evaluasi program.
8. Kemitraan dan Fasilitasi
Fokus pada kemampuan bekerja sama dengan:
- pemerintah daerah;
- komunitas budaya;
- seniman;
- akademisi;
- lembaga pendidikan;
- masyarakat;
- pihak swasta.
9. Evaluasi dan Pelaporan
Peserta juga perlu memahami:
- indikator keberhasilan;
- evaluasi efektivitas kegiatan;
- identifikasi kendala;
- tindak lanjut hasil evaluasi;
- penyusunan laporan dan rekomendasi.
10. Studi Kasus Kebudayaan
Soal dapat dikembangkan dari kasus seperti:
- tradisi lokal mulai ditinggalkan;
- konflik pemanfaatan ruang budaya;
- dokumentasi budaya belum lengkap;
- partisipasi masyarakat rendah;
- program budaya tidak mencapai target;
- kebutuhan pelindungan terhadap praktik budaya tertentu.
Contoh Soal HOTS Uji Kompetensi Pamong Budaya Ahli Pertama ke Ahli Muda + Pembahasan
Latihan berikut disusun untuk menekankan kemampuan yang lebih sesuai dengan jenjang Pamong Budaya Ahli Muda, yaitu analisis masalah, penyusunan rekomendasi, pengelolaan kegiatan, koordinasi, dan evaluasi kebudayaan. Jabatan Pamong Budaya kategori keahlian memang mencakup jenjang Ahli Pertama, Ahli Muda, Ahli Madya, dan Ahli Utama. Petunjuk teknis Jabatan Fungsional Pamong Budaya juga masih berstatus berlaku.
Soal 1 – Pelindungan Kebudayaan
Tradisi lokal di sebuah desa hanya dikuasai oleh tiga pelaku berusia lanjut dan hampir tidak ada generasi muda yang mempelajarinya. Langkah awal paling strategis adalah ….
A. Melakukan dokumentasi, memetakan pelaku, mengidentifikasi ancaman keberlanjutan, lalu menyusun program pewarisan
B. Mengadakan festival besar tanpa pendataan
C. Menjadikan tradisi sebagai atraksi komersial
D. Memindahkan seluruh kegiatan ke museum
E. Menunggu masyarakat mengajukan proposal
Jawaban: A
Pembahasan:
Ancaman utama adalah terputusnya transmisi pengetahuan. Karena itu, pendataan dan dokumentasi harus diikuti strategi pewarisan kepada generasi berikutnya.
Soal 2 – Pendataan Budaya
Dua sumber memberikan informasi berbeda mengenai sejarah sebuah praktik budaya. Tindakan paling tepat adalah ….
A. Menggunakan sumber yang paling lama
B. Melakukan verifikasi silang melalui sumber tertulis, pelaku budaya, dan informasi pendukung lainnya
C. Memilih sumber yang paling populer
D. Menggabungkan kedua versi tanpa penjelasan
E. Menghapus informasi yang berbeda
Jawaban: B
Pembahasan:
Data kebudayaan perlu dapat dipertanggungjawabkan. Perbedaan informasi harus diverifikasi, bukan langsung dipilih berdasarkan popularitas.
Soal 3 – Pengembangan Kebudayaan
Komunitas seni tradisional mengalami penurunan penonton meskipun kualitas pertunjukannya tetap baik. Kajian menunjukkan promosi hanya menjangkau kelompok usia tua.
Rekomendasi terbaik adalah ….
A. Mengubah seluruh bentuk kesenian
B. Mengurangi jumlah pertunjukan
C. Mengembangkan strategi penyajian dan komunikasi yang menjangkau generasi muda tanpa menghilangkan nilai utama kesenian
D. Mengganti seluruh pelaku lama
E. Menghentikan program sementara
Jawaban: C
Pembahasan:
Pengembangan tidak harus menghilangkan karakter budaya. Yang perlu diperbaiki adalah cara menjangkau audiens baru.
Soal 4 – Pemanfaatan Kebudayaan
Sebuah motif tradisional akan digunakan secara komersial oleh perusahaan swasta. Komunitas pemilik tradisi khawatir maknanya berubah.
Sikap paling tepat adalah ….
A. Membebaskan pemanfaatan karena motif sudah dikenal publik
B. Melarang seluruh penggunaan komersial
C. Menyerahkan keputusan hanya kepada perusahaan
D. Memfasilitasi kesepakatan yang memperhatikan makna budaya, kepentingan komunitas, manfaat, dan keberlanjutan
E. Mengubah motif agar tidak dikenali
Jawaban: D
Pembahasan:
Pemanfaatan budaya harus mempertimbangkan kepentingan pemilik budaya dan keberlanjutan nilai, bukan hanya manfaat ekonomi.
Soal 5 – Pembinaan Komunitas
Komunitas budaya menerima bantuan beberapa kali, tetapi kegiatan selalu berhenti setelah bantuan selesai.
Tindakan pembinaan terbaik adalah ….
A. Menambah bantuan setiap tahun
B. Mengganti pengurus komunitas
C. Menghentikan seluruh dukungan
D. Menyerahkan pengelolaan kepada pemerintah
E. Mengembangkan kapasitas organisasi, jejaring, perencanaan, dan sumber pembiayaan yang lebih berkelanjutan
Jawaban: E
Pembahasan:
Pembinaan yang baik meningkatkan kemandirian komunitas, bukan menciptakan ketergantungan pada bantuan.
Soal 6 – Dokumentasi Kebudayaan
Rekaman wawancara dengan seorang maestro budaya belum memiliki informasi tanggal, lokasi, pewawancara, dan konteks kegiatan.
Tindakan paling tepat adalah ….
A. Melengkapi metadata dan informasi kontekstual sebelum arsip digunakan lebih lanjut
B. Menyimpan rekaman apa adanya
C. Menghapus rekaman
D. Mengunggahnya langsung ke media sosial
E. Mengubah isi wawancara menjadi artikel tanpa sumber
Jawaban: A
Pembahasan:
Dokumentasi tanpa metadata akan sulit ditelusuri, diverifikasi, dan dimanfaatkan pada masa mendatang.
Soal 7 – Kajian Kebudayaan
Sebuah ritual mengalami penurunan partisipasi. Data awal menunjukkan faktor ekonomi, perubahan pekerjaan masyarakat, dan pergeseran nilai generasi muda.
Langkah analisis terbaik adalah ….
A. Menyimpulkan bahwa generasi muda tidak peduli budaya
B. Mengkaji hubungan antar faktor tersebut sebelum menentukan rekomendasi
C. Menganggap masalah hanya karena ekonomi
D. Mengadakan festival tanpa penelitian tambahan
E. Menyalahkan perubahan teknologi
Jawaban: B
Pembahasan:
Persoalan budaya biasanya multidimensi. Ahli Muda perlu melihat keterkaitan penyebab sebelum merumuskan intervensi.
Soal 8 – Evaluasi Program
Program revitalisasi kesenian berhasil menyelenggarakan 20 pertunjukan, tetapi jumlah pelaku muda tidak bertambah.
Kesimpulan evaluasi yang paling tepat adalah ….
A. Program pasti berhasil karena seluruh kegiatan terlaksana
B. Program gagal total
C. Output tercapai, tetapi outcome regenerasi belum tercapai sehingga desain program perlu diperbaiki
D. Jumlah pertunjukan harus digandakan
E. Indikator regenerasi sebaiknya dihapus
Jawaban: C
Pembahasan:
Jumlah kegiatan merupakan output. Bertambahnya pelaku muda merupakan outcome yang lebih dekat dengan tujuan regenerasi.
Soal 9 – Konflik Pemangku Kepentingan
Pemerintah daerah ingin mengembangkan kawasan budaya untuk pariwisata, sedangkan komunitas khawatir ritual menjadi sekadar tontonan.
Langkah paling tepat adalah ….
A. Mengikuti pemerintah karena memiliki anggaran
B. Mengikuti komunitas tanpa kajian
C. Membatalkan pengembangan
D. Memfasilitasi dialog dan menyusun skema pemanfaatan yang menjaga fungsi budaya sekaligus manfaat ekonomi yang wajar
E. Menyerahkan keputusan kepada wisatawan
Jawaban: D
Pembahasan:
Pengelolaan kebudayaan perlu menyeimbangkan pemanfaatan dengan pelindungan nilai serta melibatkan komunitas sebagai pemangku kepentingan utama.
Soal 10 – Integritas Data
Seorang pejabat meminta data partisipasi kegiatan dinaikkan agar target tahunan terlihat tercapai.
Sikap yang tepat adalah ….
A. Menyesuaikan sedikit agar laporan lebih baik
B. Menunggu arahan tertulis
C. Menghapus indikator
D. Memindahkan data ke tahun berikutnya
E. Mempertahankan data faktual dan menyampaikan analisis penyebab target tidak tercapai
Jawaban: E
Pembahasan:
Integritas data penting untuk evaluasi dan perbaikan kebijakan. Manipulasi justru menghilangkan dasar pengambilan keputusan.
Soal 11 – Pewarisan Budaya
Pelatihan budaya untuk generasi muda hanya dilakukan satu kali dan tidak ada tindak lanjut.
Perbaikan paling tepat adalah ….
A. Membuat proses pewarisan berjenjang dengan mentor, praktik rutin, dan evaluasi perkembangan
B. Mengulang seminar yang sama setiap tahun
C. Mengganti materi dengan teori saja
D. Membatasi peserta
E. Mengutamakan publikasi kegiatan
Jawaban: A
Pembahasan:
Pewarisan membutuhkan proses berkelanjutan, bukan kegiatan satu kali.
Soal 12 – Prioritas Pelindungan
Terdapat lima objek budaya yang membutuhkan intervensi, tetapi anggaran hanya cukup untuk dua objek.
Dasar prioritas terbaik adalah ….
A. Lokasi yang paling dekat
B. Tingkat ancaman, nilai penting, urgensi, dan kemungkinan kehilangan yang tidak dapat dipulihkan
C. Objek yang paling populer di media sosial
D. Usulan pejabat tertinggi
E. Objek dengan biaya termurah
Jawaban: B
Pembahasan:
Prioritas seharusnya berbasis risiko dan urgensi pelindungan.
Soal 13 – Fasilitasi Pelaku Budaya
Dua kelompok seniman berselisih mengenai penggunaan ruang pertunjukan yang sama.
Peran Pamong Budaya paling tepat adalah ….
A. Memilih kelompok yang lebih senior
B. Membagi jadwal tanpa mendengar kedua pihak
C. Memfasilitasi dialog, memetakan kebutuhan, dan menyusun kesepakatan penggunaan yang adil
D. Menutup ruang pertunjukan
E. Menyerahkan konflik kepada masyarakat
Jawaban: C
Pembahasan:
Fasilitasi bertujuan membangun penyelesaian yang dapat diterima berdasarkan kebutuhan dan aturan yang jelas.
Soal 14 – Program Kebudayaan
Sebuah program mempunyai tujuan “meningkatkan minat generasi muda terhadap budaya lokal”, tetapi indikatornya hanya jumlah spanduk yang dicetak.
Permasalahan utamanya adalah ….
A. Spanduk terlalu sedikit
B. Tujuannya terlalu luas
C. Anggarannya belum diketahui
D. Indikator tidak mengukur perubahan yang ingin dicapai
E. Program harus dihentikan
Jawaban: D
Pembahasan:
Indikator harus relevan dengan tujuan. Jumlah spanduk hanya mengukur keluaran komunikasi, bukan minat generasi muda.
Soal 15 – Pemanfaatan Digital
Koleksi dokumentasi budaya akan dipublikasikan melalui platform digital.
Hal yang paling penting sebelum publikasi adalah ….
A. Membuat desain semenarik mungkin
B. Mengunggah semua koleksi
C. Menonaktifkan komentar
D. Menghapus informasi sumber
E. Memastikan hak penggunaan, sensitivitas budaya, kualitas metadata, dan kepentingan komunitas
Jawaban: E
Pembahasan:
Digitalisasi harus tetap memperhatikan etika, hak, sensitivitas, dan konteks budaya.
Soal 16 – Pengembangan Ekosistem
Sebuah daerah memiliki banyak pelaku seni, tetapi tidak memiliki ruang pertunjukan, jejaring promosi, maupun akses pelatihan.
Strategi terbaik adalah ….
A. Mengembangkan ekosistem melalui ruang, peningkatan kapasitas, jejaring, dan akses publik
B. Hanya memberikan bantuan alat
C. Mengadakan satu festival besar
D. Mengirim semua seniman ke luar daerah
E. Membatasi jumlah komunitas
Jawaban: A
Pembahasan:
Masalah bersifat ekosistem sehingga solusi juga harus mencakup beberapa komponen pendukung.
Soal 17 – Analisis Risiko
Tradisi tertentu masih aktif tetapi seluruh perlengkapannya dibuat oleh satu pengrajin berusia lanjut tanpa penerus.
Risiko utama adalah ….
A. Jumlah penonton rendah
B. Hilangnya pengetahuan pembuatan perlengkapan yang menopang keberlanjutan tradisi
C. Harga tiket meningkat
D. Dokumentasi terlalu banyak
E. Pertunjukan terlalu sering
Jawaban: B
Pembahasan:
Keberlanjutan tradisi tidak hanya bergantung pada pelaku utama tetapi juga pengetahuan pendukungnya.
Soal 18 – Rekomendasi Kebijakan
Kajian menemukan penurunan penggunaan bahasa daerah pada anak-anak karena lingkungan keluarga tidak lagi menggunakannya.
Rekomendasi paling tepat adalah ….
A. Mewajibkan semua komunikasi publik memakai bahasa daerah
B. Membuat lomba setahun sekali
C. Mengembangkan program penggunaan bahasa di keluarga, pendidikan, dan ruang komunitas secara berkelanjutan
D. Menghapus penggunaan bahasa Indonesia
E. Membatasi penggunaan media digital
Jawaban: C
Pembahasan:
Masalah terjadi pada ekosistem penggunaan bahasa sehingga intervensi harus memperluas ruang praktik sehari-hari.
Soal 19 – Monitoring
Program budaya sudah berjalan enam bulan, tetapi tidak ada data kemajuan selain laporan penggunaan anggaran.
Apa yang harus dilakukan?
A. Menunggu sampai program selesai
B. Menggunakan serapan anggaran sebagai satu-satunya indikator
C. Menambah kegiatan
D. Menetapkan dan memantau indikator proses serta hasil yang sesuai dengan tujuan program
E. Menghapus evaluasi
Jawaban: D
Pembahasan:
Monitoring tidak hanya mengawasi anggaran, tetapi juga kemajuan menuju tujuan.
Soal 20 – Keberlanjutan
Festival budaya sukses menarik wisatawan tetapi menghasilkan banyak sampah dan menimbulkan keluhan warga.
Langkah perbaikan terbaik adalah ….
A. Mengurangi semua pengunjung
B. Menghentikan festival
C. Memindahkan festival tanpa kajian
D. Menambah promosi
E. Mengintegrasikan aspek lingkungan, kapasitas lokasi, dan kepentingan warga dalam perencanaan berikutnya
Jawaban: E
Pembahasan:
Pemanfaatan budaya perlu mempertimbangkan keberlanjutan sosial dan lingkungan.
Soal 21 – Verifikasi Data
Sebuah objek budaya diusulkan untuk didokumentasikan berdasarkan informasi media sosial yang belum dapat diverifikasi.
Langkah paling tepat adalah ….
A. Melakukan verifikasi lapangan dan mengumpulkan sumber pendukung sebelum menetapkan data
B. Langsung memasukkan ke basis data
C. Menggunakan jumlah like sebagai bukti
D. Menghapus usulan
E. Meminta pengunggah menentukan statusnya
Jawaban: A
Pembahasan:
Data kebudayaan perlu didukung bukti dan verifikasi yang memadai.
Soal 22 – Perubahan Sosial
Generasi muda memodifikasi bentuk pertunjukan tradisional dengan teknologi digital. Sebagian tetua menolak karena dianggap tidak autentik.
Pendekatan terbaik adalah ….
A. Melarang semua perubahan
B. Memfasilitasi dialog untuk menentukan unsur inti yang perlu dijaga dan ruang inovasi yang masih dapat diterima
C. Membiarkan generasi muda tanpa pendampingan
D. Mengganti seluruh bentuk lama
E. Memisahkan kedua kelompok
Jawaban: B
Pembahasan:
Pengembangan kebudayaan dapat membuka inovasi selama nilai dan unsur penting dipahami serta dibicarakan bersama pemilik budaya.
Soal 23 – Analisis Stakeholder
Program revitalisasi kawasan budaya melibatkan pemerintah, komunitas, pelaku usaha, akademisi, dan warga.
Langkah pertama yang tepat adalah ….
A. Menentukan pemenang kepentingan
B. Mengabaikan pihak dengan pengaruh kecil
C. Memetakan kepentingan, pengaruh, peran, dan potensi konflik tiap pihak
D. Mengundang semua pihak tanpa agenda
E. Menyerahkan koordinasi kepada swasta
Jawaban: C
Pembahasan:
Pemetaan stakeholder membantu menentukan strategi pelibatan dan mengantisipasi konflik.
Soal 24 – Evaluasi Dampak
Sebuah program pelatihan berhasil meluluskan 100 peserta, tetapi enam bulan kemudian hanya 10 orang yang masih aktif berkegiatan.
Interpretasi paling tepat adalah ….
A. Program sangat berhasil karena pesertanya banyak
B. Program gagal karena tidak ada peserta aktif
C. Data enam bulan tidak diperlukan
D. Retensi rendah menunjukkan perlunya evaluasi terhadap pendampingan dan keberlanjutan pascapelatihan
E. Target peserta harus dinaikkan
Jawaban: D
Pembahasan:
Evaluasi perlu melihat keberlanjutan dampak, bukan hanya jumlah peserta awal.
Soal 25 – Kepentingan Komunitas
Peneliti ingin mempublikasikan informasi mengenai ritual yang oleh komunitas dianggap terbatas untuk kalangan tertentu.
Tindakan paling tepat adalah ….
A. Mempublikasikan karena tujuan ilmiah
B. Menghapus semua penelitian
C. Menyerahkan keputusan kepada media
D. Mempublikasikan tanpa nama komunitas
E. Menghormati batasan komunitas dan menentukan bentuk dokumentasi/publikasi yang disepakati
Jawaban: E
Pembahasan:
Tidak semua pengetahuan budaya layak dibuka untuk publik. Persetujuan dan sensitivitas komunitas perlu dihormati.
Soal 26 – Perencanaan Program
Anggaran program budaya turun 30%, sedangkan target awal tidak berubah.
Keputusan terbaik adalah ….
A. Memprioritaskan kegiatan berdasarkan dampak dan tujuan utama, kemudian menyesuaikan strategi pelaksanaan
B. Memotong semua kegiatan sama rata
C. Menghapus monitoring
D. Mengurangi kualitas seluruh kegiatan
E. Melanjutkan rencana lama tanpa penyesuaian
Jawaban: A
Pembahasan:
Pengelolaan program menuntut kemampuan menentukan prioritas berdasarkan hasil, bukan sekadar pemotongan merata.
Soal 27 – Pelibatan Masyarakat
Program dokumentasi budaya mendapat penolakan karena warga merasa hanya dijadikan objek penelitian.
Langkah perbaikan terbaik adalah ….
A. Melanjutkan tanpa perubahan
B. Melibatkan warga sejak perencanaan, pengumpulan data, validasi, hingga pemanfaatan hasil
C. Menghentikan komunikasi dengan warga
D. Menggunakan tenaga dari luar daerah
E. Menyimpan hasil tanpa publikasi
Jawaban: B
Pembahasan:
Partisipasi bermakna meningkatkan rasa memiliki dan kualitas data.
Soal 28 – Pemanfaatan untuk Pendidikan
Sekolah ingin memasukkan budaya lokal dalam pembelajaran, tetapi materi yang tersedia terlalu akademis.
Tindakan paling tepat adalah ….
A. Meminta siswa membaca penelitian asli
B. Menghapus materi budaya
C. Mengadaptasi hasil kajian menjadi bahan ajar yang akurat, kontekstual, dan sesuai usia peserta didik
D. Mengganti dengan budaya populer
E. Membatasi materi pada nama-nama tokoh
Jawaban: C
Pembahasan:
Pemanfaatan pendidikan membutuhkan adaptasi tanpa menghilangkan ketepatan informasi budaya.
Soal 29 – Koordinasi Program
Dua instansi menjalankan kegiatan serupa untuk komunitas yang sama pada waktu berdekatan.
Tindakan terbaik adalah ….
A. Membiarkan karena anggaran berbeda
B. Membatalkan salah satu tanpa komunikasi
C. Membuat kegiatan ketiga
D. Mengkoordinasikan tujuan, jadwal, sasaran, dan sumber daya agar tidak terjadi duplikasi
E. Meminta komunitas memilih salah satu instansi
Jawaban: D
Pembahasan:
Koordinasi meningkatkan efisiensi dan menghindari beban berulang pada komunitas.
Soal 30 – Pemulihan Pasca Bencana
Bencana merusak ruang budaya dan sebagian koleksi dokumentasi komunitas.
Prioritas awal yang paling tepat adalah ….
A. Mengadakan festival pemulihan
B. Membuat promosi wisata
C. Menghitung jumlah pengunjung
D. Mencetak ulang seluruh foto
E. Melakukan asesmen kerusakan, penyelamatan material yang masih mungkin, serta menyusun prioritas pemulihan
Jawaban: E
Pembahasan:
Pemulihan harus diawali asesmen agar tindakan tidak justru memperburuk kerusakan.
Soal 31 – Pembinaan Pelaku Budaya
Pelaku budaya memiliki kemampuan artistik tinggi tetapi lemah dalam pengelolaan organisasi dan dokumentasi.
Intervensi terbaik adalah ….
A. Memberikan peningkatan kapasitas yang sesuai kebutuhan nonartistik mereka
B. Mengganti pelaku budaya
C. Membatasi kegiatan
D. Memberikan alat baru saja
E. Mengambil alih seluruh administrasi
Jawaban: A
Pembahasan:
Pembinaan harus berbasis kebutuhan nyata, termasuk kemampuan organisasi yang menunjang keberlanjutan.
Soal 32 – Validasi Rekomendasi
Sebelum rekomendasi program diterapkan, ditemukan bahwa sebagian data lapangan sudah berusia lima tahun.
Langkah yang tepat adalah ….
A. Menggunakan data lama karena sudah lengkap
B. Memutakhirkan data kunci dan memeriksa apakah asumsi rekomendasi masih relevan
C. Menghapus seluruh kajian
D. Menggunakan perkiraan
E. Menunggu lima tahun lagi
Jawaban: B
Pembahasan:
Rekomendasi perlu didasarkan pada kondisi aktual, terutama jika perubahan sosial cukup cepat.
Soal 33 – Indikator Program
Tujuan program adalah meningkatkan keterlibatan generasi muda dalam kegiatan budaya.
Indikator yang paling relevan adalah ….
A. Jumlah surat undangan
B. Jumlah rapat panitia
C. Persentase peserta muda yang aktif secara berkelanjutan dalam kegiatan budaya
D. Jumlah spanduk
E. Besarnya anggaran
Jawaban: C
Pembahasan:
Indikator harus langsung merefleksikan perubahan yang diharapkan.
Soal 34 – Dilema Pemanfaatan
Sebuah tradisi menjadi viral dan menarik banyak wisatawan, tetapi pelaksana ritual merasa jadwalnya mulai ditentukan oleh kebutuhan wisata.
Langkah paling tepat adalah ….
A. Menambah jadwal sebanyak mungkin
B. Menyerahkan pengaturan kepada agen wisata
C. Menghentikan wisata selamanya
D. Menempatkan fungsi dan otoritas budaya komunitas sebagai dasar, lalu mengatur pemanfaatan wisata agar tidak mengubah makna ritual
E. Mengubah ritual menjadi pertunjukan reguler
Jawaban: D
Pembahasan:
Pemanfaatan tidak boleh mengambil alih fungsi budaya utama atau otoritas komunitas.
Soal 35 – Kasus Integratif Ahli Muda
Sebuah kesenian lokal mengalami penurunan pelaku muda, dokumentasi tidak lengkap, promosi lemah, dan dukungan antarlembaga berjalan sendiri-sendiri.
Sebagai Pamong Budaya Ahli Muda, langkah paling komprehensif adalah ….
A. Mengadakan lomba tahunan
B. Menambah publikasi media sosial
C. Membuat dokumentasi saja
D. Memberikan bantuan dana langsung
E. Menyusun pemetaan masalah dan stakeholder, memperkuat dokumentasi serta pewarisan, membangun kolaborasi, menetapkan program prioritas, dan mengevaluasi hasilnya
Jawaban: E
Pembahasan:
Kasus tersebut memiliki beberapa akar masalah yang saling terkait. Ahli Muda perlu mengintegrasikan kajian, pelindungan, pengembangan, pembinaan, kemitraan, dan evaluasi, bukan menggunakan satu intervensi tunggal.
Siapkan Diri untuk Uji Kompetensi Pamong Budaya

Tingkatkan kesiapan Anda dengan latihan soal yang membahas pelindungan budaya, pengembangan program, fasilitasi komunitas, kajian, hingga evaluasi kegiatan kebudayaan. Temukan lebih banyak latihan Soal Uji Kompetensi Pamong Budaya Ahli Pertama ke Ahli Muda beserta kunci jawaban dan pembahasannya di fungsional.id


