Uji Kompetensi Widyaiswara Ahli Madya ke Ahli Utama mengukur kesiapan peserta dalam menjalankan peran yang lebih strategis, terutama pada pengembangan pembelajaran, evaluasi program, inovasi, pengembangan profesi, dan pembinaan Widyaiswara lainnya.
Melalui artikel 35+ Soal Uji Kompetensi Widyaiswara Ahli Madya ke Ahli Utama + Kunci Jawaban Lengkap, peserta dapat berlatih mengerjakan soal berbasis kasus dan penalaran agar lebih siap menghadapi uji kompetensi.
Gambaran Uji Kompetensi Widyaiswara Ahli Madya ke Ahli Utama
Uji Kompetensi Widyaiswara Ahli Madya ke Ahli Utama mengukur kesiapan Widyaiswara untuk menjalankan tugas yang lebih strategis dalam pengembangan kompetensi ASN, inovasi pembelajaran, evaluasi program, pengembangan profesi, serta pembinaan dan penguatan kapasitas Widyaiswara lainnya.
Pada jenjang Ahli Utama, peserta tidak hanya dituntut mampu melaksanakan pembelajaran, tetapi juga perlu menunjukkan kemampuan dalam menganalisis kebutuhan organisasi, mengevaluasi efektivitas pengembangan kompetensi, merancang strategi pembelajaran tingkat lanjut, menghasilkan inovasi, serta memberikan rekomendasi yang berdampak lebih luas. Karena itu, persiapan uji kompetensi perlu difokuskan pada kemampuan analisis, evaluasi, pengambilan keputusan, kepemimpinan pembelajaran, dan pengembangan profesi secara berkelanjutan.
Materi dan Kisi-Kisi Uji Kompetensi Widyaiswara Ahli Madya ke Ahli Utama
Materi uji kompetensi pada jenjang Ahli Madya ke Ahli Utama perlu difokuskan pada kemampuan yang lebih strategis, terutama dalam pengembangan kompetensi ASN, kepemimpinan pembelajaran, inovasi, evaluasi program, dan pengembangan profesi.
Beberapa materi dan kisi-kisi penting yang perlu dipersiapkan meliputi:
- analisis kebutuhan pengembangan kompetensi pada tingkat individu, unit kerja, dan organisasi;
- perancangan strategi pengembangan kompetensi ASN yang selaras dengan kebutuhan organisasi;
- pengembangan kurikulum, program, dan desain pembelajaran;
- pembelajaran orang dewasa dan pembelajaran berbasis pengalaman;
- coaching, mentoring, fasilitasi, dan pendampingan pembelajaran;
- pemanfaatan teknologi dan pembelajaran digital;
- pengembangan inovasi pembelajaran;
- evaluasi proses, hasil, dan dampak program pengembangan kompetensi;
- penyusunan instrumen dan indikator keberhasilan pembelajaran;
- pengembangan bahan ajar dan sumber belajar;
- penelitian, karya tulis ilmiah, dan pengembangan profesi Widyaiswara;
- pembinaan dan pengembangan kapasitas Widyaiswara lainnya;
- kepemimpinan, komunikasi, kolaborasi, dan pengelolaan perubahan;
- etika, integritas, dan profesionalisme Widyaiswara;
- penyusunan rekomendasi strategis untuk peningkatan kualitas pengembangan kompetensi ASN.
Contoh Soal HOTS Uji Kompetensi Widyaiswara Ahli Madya ke Ahli Utama + Pembahasan
Soal berikut disusun sebagai latihan prediktif berbasis kompetensi, bukan soal resmi atau soal bocoran. Fokusnya disesuaikan dengan tuntutan jenjang Ahli Utama yang lebih strategis, yaitu kemampuan menganalisis kebutuhan organisasi, merancang pengembangan kompetensi, mengevaluasi dampak, menghasilkan inovasi pembelajaran, membina Widyaiswara lain, dan memberikan rekomendasi organisasi.
Soal 1 – Analisis Kebutuhan Pengembangan Kompetensi
Sebuah kementerian memiliki tingkat penyelesaian layanan yang rendah. Pimpinan langsung meminta seluruh pegawai mengikuti pelatihan pelayanan prima. Hasil analisis awal menunjukkan keterlambatan lebih banyak disebabkan sistem aplikasi yang sering gagal dan pembagian kewenangan yang tidak jelas.
Sebagai Widyaiswara Ahli Utama, rekomendasi paling tepat adalah ….
A. memisahkan masalah kompetensi dan nonkompetensi sebelum menetapkan intervensi
B. tetap melaksanakan pelatihan karena sudah diarahkan pimpinan
C. menambah durasi pelatihan
D. memberikan pelatihan kepada seluruh pegawai tanpa pemetaan
E. mengganti semua fasilitator
Jawaban: A
Pembahasan:
Tidak semua kesenjangan kinerja disebabkan kekurangan kompetensi. Analisis kebutuhan harus membedakan apakah masalah memerlukan intervensi pembelajaran atau perbaikan sistem organisasi.
Soal 2 – Strategi Pengembangan Kompetensi
Hasil pemetaan menunjukkan pegawai telah memahami konsep manajemen risiko, tetapi kesulitan menerapkannya dalam pekerjaan.
Strategi terbaik adalah ….
A. mengulang seluruh materi teori
B. menggunakan studi kasus, simulasi, praktik, dan umpan balik berbasis pekerjaan nyata
C. memberikan lebih banyak bahan bacaan
D. menambah ujian tertulis
E. memperpanjang sesi ceramah
Jawaban: B
Pembahasan:
Masalah berada pada kemampuan aplikasi, sehingga intervensi harus membawa peserta menggunakan pengetahuan dalam konteks tugas nyata.
Soal 3 – Evaluasi Program
Pelatihan diikuti 300 peserta. Nilai post-test tinggi dan tingkat kepuasan mencapai 95%, tetapi tiga bulan kemudian tidak ditemukan perubahan berarti pada kualitas pelayanan.
Kesimpulan terbaik adalah ….
A. program berhasil karena peserta puas
B. instruktur perlu diganti
C. keberhasilan pada level pembelajaran belum menghasilkan perubahan perilaku dan dampak kerja
D. post-test tidak diperlukan
E. peserta harus mengikuti ujian ulang
Jawaban: C
Pembahasan:
Nilai dan kepuasan belum membuktikan transfer pembelajaran ke tempat kerja.
Soal 4 – Kepemimpinan Pembelajaran
Beberapa Widyaiswara junior menggunakan metode yang sama untuk semua jenis peserta karena dianggap paling mudah dikelola.
Tindakan Widyaiswara Ahli Utama yang paling tepat adalah ….
A. membiarkan selama evaluasi peserta baik
B. mengganti seluruh metode mereka
C. mewajibkan satu metode nasional
D. membimbing mereka menganalisis karakter peserta, tujuan, dan konteks sebelum memilih metode
E. mengambil alih seluruh kelas
Jawaban: D
Pembahasan:
Ahli Utama seharusnya memperkuat kapasitas rekan sejawat agar mampu mengambil keputusan pembelajaran secara mandiri.
Soal 5 – Inovasi Pembelajaran
Lembaga ingin menerapkan teknologi AI dalam program pembelajaran. Sebagian pengelola ingin langsung menggunakannya di semua program.
Langkah paling strategis adalah ….
A. menolak karena berisiko
B. menerapkannya untuk semua peserta
C. membeli platform termahal
D. mengikuti tren lembaga lain
E. melakukan pilot, menetapkan tujuan penggunaan, mengukur manfaat, risiko, dan kesiapan pengguna sebelum diperluas
Jawaban: E
Pembahasan:
Inovasi harus berbasis kebutuhan dan dievaluasi sebelum diimplementasikan secara luas.
Soal 6 – Desain Pembelajaran
Peserta pelatihan berasal dari jabatan dan tingkat pengalaman yang sangat beragam.
Langkah awal yang paling tepat adalah ….
A. melakukan pemetaan karakteristik dan kebutuhan peserta untuk menentukan diferensiasi pembelajaran
B. menggunakan satu materi dasar untuk semuanya
C. mengelompokkan berdasarkan usia
D. memperpanjang durasi kelas
E. meminta peserta belajar sendiri
Jawaban: A
Pembahasan:
Desain pembelajaran perlu mempertimbangkan kesiapan, pengalaman, dan kebutuhan peserta.
Soal 7 – Pembelajaran Orang Dewasa
Peserta senior sering mengaitkan materi dengan pengalaman kerja dan mempertanyakan relevansi beberapa konsep.
Fasilitator sebaiknya ….
A. menghentikan diskusi
B. menggunakan pengalaman peserta sebagai sumber belajar dan menghubungkannya dengan tujuan pembelajaran
C. meminta peserta mengikuti materi tanpa bertanya
D. mengurangi sesi diskusi
E. meminta peserta senior tidak mendominasi dengan cara menutup semua pertanyaan
Jawaban: B
Pembahasan:
Andragogi menghargai pengalaman peserta dan relevansi materi dengan kebutuhan nyata.
Soal 8 – Evaluasi Efektivitas
Program kepemimpinan menghasilkan peningkatan nilai tes, tetapi pimpinan ingin mengetahui apakah program benar-benar meningkatkan kualitas kepemimpinan peserta di unit kerja.
Data paling penting adalah ….
A. jumlah peserta
B. tingkat kehadiran
C. perubahan perilaku kerja dan hasil kinerja setelah peserta kembali ke organisasi
D. jumlah modul
E. lama pelatihan
Jawaban: C
Pembahasan:
Evaluasi dampak perlu melihat transfer pembelajaran dan perubahan kinerja di tempat kerja.
Soal 9 – Coaching
Seorang Widyaiswara junior meminta solusi karena kelasnya selalu pasif.
Pendekatan coaching terbaik adalah ….
A. langsung memberikan metode yang harus digunakan
B. meminta mengganti seluruh peserta
C. menyuruh membaca modul
D. membantu Widyaiswara mengeksplorasi penyebab, alternatif strategi, serta rencana tindakan yang dipilih sendiri
E. mengambil alih kelas berikutnya
Jawaban: D
Pembahasan:
Coaching membantu coachee membangun kesadaran dan menemukan pilihan tindakan.
Soal 10 – Integritas Akademik
Seorang peserta meminta data hasil evaluasi program diubah agar unitnya terlihat berkinerja baik.
Sikap Widyaiswara adalah ….
A. menyesuaikan sebagian data
B. membiarkan unit mengedit sendiri
C. mengganti indikator
D. menunda laporan
E. mempertahankan data yang valid dan menjelaskan implikasinya secara profesional
Jawaban: E
Pembahasan:
Integritas menuntut data evaluasi tetap objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.
Soal 11 – Kurikulum Pelatihan
Sebuah kurikulum telah digunakan lima tahun tanpa perubahan, sementara strategi organisasi dan teknologi kerja telah berkembang.
Langkah terbaik adalah ….
A. mengevaluasi relevansi kompetensi, kebutuhan organisasi, materi, metode, dan asesmen sebelum melakukan redesain
B. mempertahankan karena sudah teruji
C. hanya mengganti sampul modul
D. menambah jam pelatihan
E. mengganti seluruh instruktur
Jawaban: A
Pembahasan:
Kurikulum harus selalu relevan dengan kebutuhan kompetensi dan konteks organisasi terbaru.
Soal 12 – Pengembangan Bahan Ajar
Modul pelatihan berisi teori yang lengkap, tetapi peserta kesulitan menerapkannya.
Perbaikan terbaik adalah ….
A. menambah jumlah halaman
B. menambahkan kasus, contoh pekerjaan, latihan aplikasi, dan panduan refleksi
C. memperbanyak definisi
D. memperkecil ukuran huruf
E. menghapus seluruh konsep
Jawaban: B
Pembahasan:
Bahan ajar harus membantu peserta menghubungkan konsep dengan praktik pekerjaan.
Soal 13 – Pengukuran Kompetensi
Peserta akan dinilai dalam kemampuan melakukan coaching terhadap bawahan.
Instrumen paling tepat adalah ….
A. ujian pilihan ganda saja
B. angket kepuasan
C. simulasi praktik dengan rubrik perilaku yang terukur
D. daftar hadir
E. tes hafalan konsep coaching
Jawaban: C
Pembahasan:
Kompetensi keterampilan paling tepat dinilai melalui demonstrasi atau asesmen kinerja.
Soal 14 – Pengelolaan Perubahan
Transformasi pembelajaran digital ditolak sebagian Widyaiswara karena dianggap mengurangi peran fasilitator.
Strategi paling tepat adalah ….
A. mewajibkan penggunaan teknologi tanpa penjelasan
B. mengganti Widyaiswara yang menolak
C. menghentikan transformasi
D. mengidentifikasi sumber resistensi, membangun pemahaman manfaat, menyediakan dukungan, dan menerapkan perubahan bertahap
E. menyerahkan sepenuhnya kepada tim TI
Jawaban: D
Pembahasan:
Perubahan membutuhkan pengelolaan resistensi, keterlibatan pengguna, dan dukungan implementasi.
Soal 15 – Rekomendasi Strategis
Pimpinan meminta rekomendasi karena biaya pelatihan meningkat, tetapi dampaknya terhadap kinerja belum jelas.
Laporan terbaik adalah ….
A. daftar seluruh kegiatan
B. jumlah peserta setiap program
C. perbandingan biaya antarunit saja
D. daftar fasilitator
E. analisis biaya, capaian kompetensi, transfer pembelajaran, dampak kinerja, serta opsi perbaikan program
Jawaban: E
Pembahasan:
Rekomendasi strategis harus menghubungkan investasi pengembangan kompetensi dengan hasil dan dampaknya.
Soal 16 – Blended Learning
Sebagian kompetensi membutuhkan pemahaman teori dan sebagian lain membutuhkan praktik langsung.
Desain terbaik adalah ….
A. menggabungkan pembelajaran mandiri/daring untuk teori dengan sesi praktik, simulasi, dan umpan balik secara langsung
B. seluruhnya dibuat daring
C. seluruhnya menggunakan ceramah
D. hanya memberi modul
E. hanya melakukan ujian akhir
Jawaban: A
Pembahasan:
Blended learning sebaiknya menggunakan setiap moda sesuai karakter kompetensi yang dikembangkan.
Soal 17 – Transfer Pembelajaran
Peserta mampu melakukan praktik dengan baik selama pelatihan, tetapi kembali menggunakan cara kerja lama setelah kembali ke unit.
Intervensi terbaik adalah ….
A. memberikan sertifikat tambahan
B. membangun tindak lanjut seperti action plan, dukungan atasan, coaching, dan monitoring penerapan
C. mengulang pre-test
D. menambah materi teoritis
E. memperpanjang acara penutupan
Jawaban: B
Pembahasan:
Transfer pembelajaran memerlukan lingkungan kerja yang mendukung penerapan kompetensi.
Soal 18 – Penelitian dan Pengembangan Profesi
Widyaiswara ingin mengetahui apakah metode berbasis kasus lebih efektif daripada ceramah untuk meningkatkan kemampuan analisis peserta.
Pendekatan paling tepat adalah ….
A. memilih metode yang paling disukai
B. menggunakan testimoni peserta
C. menyusun penelitian dengan pertanyaan, indikator, metode pengumpulan data, dan analisis yang sistematis
D. membandingkan jumlah slide
E. menilai berdasarkan intuisi
Jawaban: C
Pembahasan:
Pengembangan profesi sebaiknya menghasilkan pengetahuan berbasis bukti.
Soal 19 – Pembinaan Widyaiswara
Hasil observasi menunjukkan beberapa Widyaiswara memiliki masalah yang berbeda: satu lemah dalam desain pembelajaran, satu dalam fasilitasi, dan satu dalam evaluasi.
Strategi terbaik adalah ….
A. memberikan pelatihan yang sama
B. menilai semuanya tidak kompeten
C. mengurangi jam mengajar
D. menyusun pengembangan individual berdasarkan kesenjangan masing-masing dan memonitor kemajuannya
E. mengganti seluruh program
Jawaban: D
Pembahasan:
Pembinaan profesional harus berbasis kesenjangan kompetensi individu.
Soal 20 – Etika Pemanfaatan Teknologi
Widyaiswara menggunakan AI untuk menyusun bahan pelatihan tanpa memeriksa akurasi informasi dan sumbernya.
Risiko utama adalah ….
A. materi menjadi terlalu singkat
B. peserta terlalu cepat belajar
C. kelas menjadi terlalu interaktif
D. bahan ajar terlalu modern
E. munculnya informasi keliru, bias, atau tidak dapat dipertanggungjawabkan
Jawaban: E
Pembahasan:
Teknologi harus digunakan secara bertanggung jawab dengan verifikasi manusia.
Soal 21 – Learning Organization
Organisasi ingin menjadikan pembelajaran sebagai bagian dari budaya kerja, bukan hanya kegiatan pelatihan formal.
Strategi paling tepat adalah ….
A. mengintegrasikan belajar melalui komunitas praktik, berbagi pengetahuan, coaching, pembelajaran di tempat kerja, dan refleksi kinerja
B. meningkatkan jumlah kelas saja
C. mewajibkan semua pegawai mengikuti seminar
D. memberikan modul setiap bulan
E. menambah jumlah sertifikat
Jawaban: A
Pembahasan:
Organisasi pembelajar mengintegrasikan belajar ke dalam pekerjaan sehari-hari.
Soal 22 – Prioritas Pengembangan Kompetensi
Anggaran pengembangan kompetensi terbatas. Terdapat lima kesenjangan kompetensi dengan tingkat dampak berbeda terhadap sasaran strategis organisasi.
Prioritas sebaiknya ditentukan berdasarkan ….
A. program yang paling murah
B. tingkat urgensi, besarnya kesenjangan, dampak pada sasaran organisasi, dan jumlah pegawai yang terdampak
C. permintaan peserta terbanyak saja
D. rekomendasi vendor
E. urutan pengajuan program
Jawaban: B
Pembahasan:
Prioritas harus mempertimbangkan kebutuhan dan dampak strategis.
Soal 23 – Data Pembelajaran
Dashboard menunjukkan tingkat penyelesaian kelas daring 90%, tetapi hanya 45% peserta mampu menjawab asesmen aplikasi dengan baik.
Interpretasi paling tepat adalah ….
A. program pasti berhasil
B. LMS bermasalah
C. penyelesaian aktivitas tinggi belum menunjukkan penguasaan kompetensi yang memadai
D. asesmen harus dihapus
E. peserta kurang disiplin
Jawaban: C
Pembahasan:
Completion rate merupakan indikator partisipasi, bukan bukti langsung penguasaan kompetensi.
Soal 24 – Kolaborasi
Program pengembangan kompetensi lintas kementerian membutuhkan kontribusi berbagai ahli dengan perspektif berbeda.
Sebagai Widyaiswara Ahli Utama, langkah terbaik adalah ….
A. membuat seluruh materi sendiri
B. mengikuti pendapat instansi terbesar
C. menghindari perbedaan
D. membangun tujuan bersama, membagi peran berdasarkan keahlian, dan mengintegrasikan kontribusi menjadi desain yang konsisten
E. menyerahkan semua kepada vendor
Jawaban: D
Pembahasan:
Program lintas organisasi membutuhkan kepemimpinan kolaboratif.
Soal 25 – Evaluasi Inovasi
Sebuah metode pembelajaran baru mendapatkan respons sangat positif dari peserta.
Sebelum direplikasi secara nasional, hal yang paling penting adalah ….
A. jumlah unggahan media sosial
B. komentar peserta
C. popularitas fasilitator
D. desain visual
E. bukti efektivitas, konsistensi hasil, biaya, risiko, dan kesesuaian dengan berbagai konteks
Jawaban: E
Pembahasan:
Skalabilitas inovasi tidak dapat ditentukan hanya dari tingkat kepuasan.
Soal 26 – Problem Based Learning
Tujuan pembelajaran adalah meningkatkan kemampuan peserta menyelesaikan persoalan pelayanan publik yang kompleks.
Metode terbaik adalah ….
A. menggunakan masalah autentik yang membutuhkan analisis, kolaborasi, pemilihan alternatif, dan refleksi solusi
B. memberikan ceramah penuh
C. memberikan hafalan regulasi
D. menggunakan satu pertanyaan sederhana
E. meniadakan diskusi
Jawaban: A
Pembahasan:
Problem based learning cocok untuk mengembangkan kemampuan analisis terhadap masalah kompleks.
Soal 27 – Learning Analytics
Data LMS menunjukkan banyak peserta berhenti belajar pada modul ketiga.
Langkah terbaik adalah ….
A. menghapus peserta yang tidak selesai
B. menganalisis data perilaku belajar dan umpan balik peserta untuk menemukan penyebab sebelum mengubah desain
C. menambah modul baru
D. menaikkan nilai minimal
E. menambah jumlah ujian
Jawaban: B
Pembahasan:
Data pembelajaran perlu digunakan untuk diagnosis sebelum menentukan intervensi.
Soal 28 – Assessment
Peserta memperoleh skor tinggi dalam tes pengetahuan, tetapi tidak mampu melakukan tugas ketika diberikan simulasi kasus.
Kesimpulan yang tepat adalah ….
A. simulasi terlalu sulit
B. peserta sudah kompeten
C. asesmen pengetahuan saja belum cukup untuk membuktikan kompetensi kinerja
D. tes pengetahuan harus dinaikkan
E. simulasi tidak relevan
Jawaban: C
Pembahasan:
Kompetensi mencakup kemampuan menerapkan pengetahuan dalam situasi kerja.
Soal 29 – Pengembangan Profesi Berkelanjutan
Widyaiswara telah lama menggunakan metode yang sama karena selalu memperoleh nilai kepuasan tinggi.
Sebagai Ahli Utama, sikap yang tepat adalah ….
A. mempertahankan tanpa evaluasi
B. menggunakan metode hanya berdasarkan popularitas
C. menghentikan seluruh metode lama
D. terus melakukan refleksi, mengikuti perkembangan, menguji pendekatan baru, dan menggunakan bukti untuk memperbaiki praktik
E. mengikuti semua tren sekaligus
Jawaban: D
Pembahasan:
Profesionalisme menuntut pembelajaran dan pembaruan praktik secara terus-menerus.
Soal 30 – Keputusan Strategis
Terdapat dua program pengembangan kompetensi. Program A murah dan menjangkau banyak peserta tetapi dampaknya kecil. Program B lebih mahal tetapi menunjukkan peningkatan kinerja yang signifikan.
Keputusan terbaik adalah ….
A. selalu memilih A
B. selalu memilih B
C. menghentikan keduanya
D. memilih berdasarkan jumlah peserta
E. membandingkan tujuan strategis, cost-effectiveness, dampak, cakupan, dan kemungkinan skalabilitas sebelum memutuskan
Jawaban: E
Pembahasan:
Keputusan strategis membutuhkan analisis manfaat dan biaya secara menyeluruh.
Soal 31 – Pembelajaran Adaptif
Hasil asesmen awal menunjukkan sebagian peserta sudah menguasai kompetensi dasar sedangkan sebagian lain masih membutuhkan penguatan.
Desain terbaik adalah ….
A. memberikan jalur belajar berbeda berdasarkan tingkat penguasaan sambil mempertahankan standar kompetensi akhir yang sama
B. mengulang semua materi dari awal
C. memberikan materi hanya untuk peserta lemah
D. menyamakan kecepatan belajar
E. menghapus asesmen awal
Jawaban: A
Pembahasan:
Pembelajaran adaptif menyesuaikan jalur belajar berdasarkan kebutuhan tanpa menurunkan standar hasil.
Soal 32 – Rekomendasi Organisasi
Hasil evaluasi beberapa tahun menunjukkan masalah kompetensi yang sama terus muncul meskipun pelatihan rutin dilakukan.
Rekomendasi terbaik adalah ….
A. menambah jumlah pelatihan
B. mengevaluasi akar masalah sistemik, desain pengembangan kompetensi, dukungan atasan, proses kerja, dan transfer pembelajaran
C. mengganti peserta
D. menambah pre-test
E. memperpanjang jam kelas
Jawaban: B
Pembahasan:
Masalah berulang menunjukkan perlunya melihat sistem secara menyeluruh, bukan sekadar menambah kegiatan.
Soal 33 – Pembimbingan Rekan Sejawat
Seorang Widyaiswara Madya memiliki kemampuan fasilitasi sangat baik tetapi belum mampu mendesain program pengembangan kompetensi skala organisasi.
Pendekatan Ahli Utama yang paling tepat adalah ….
A. mengerjakan desain untuknya
B. menilai bahwa ia belum siap berkembang
C. memberikan kesempatan terstruktur untuk menganalisis kebutuhan, mendesain program, mendapatkan umpan balik, dan merefleksikan hasil
D. membatasi pada kegiatan mengajar
E. memberikan modul teori saja
Jawaban: C
Pembahasan:
Pembimbingan harus membangun kompetensi melalui pengalaman, umpan balik, dan refleksi.
Soal 34 – Dampak Pengembangan Kompetensi
Pimpinan meminta bukti bahwa program pengembangan kompetensi memberi kontribusi terhadap sasaran organisasi.
Pendekatan terbaik adalah ….
A. melaporkan jumlah kelas
B. melaporkan jumlah sertifikat
C. menggunakan kepuasan peserta saja
D. menghubungkan indikator kompetensi, perubahan perilaku, kinerja individu, dan indikator organisasi yang relevan
E. menghitung jumlah bahan ajar
Jawaban: D
Pembahasan:
Evaluasi strategis harus menunjukkan hubungan antara pembelajaran dan kinerja organisasi.
Soal 35 – Kasus Integratif Ahli Utama
Sebuah instansi memiliki 5.000 pegawai di berbagai wilayah. Hasil evaluasi menunjukkan kesenjangan kompetensi digital, kualitas program pelatihan tidak seragam, Widyaiswara memiliki kapasitas berbeda, dan pimpinan meminta perubahan dalam satu tahun dengan anggaran terbatas.
Sebagai Widyaiswara Ahli Utama, strategi paling komprehensif adalah ….
A. membuat satu pelatihan daring untuk seluruh pegawai
B. memprioritaskan pegawai kantor pusat
C. menambah jumlah webinar
D. membeli LMS baru
E. memetakan kebutuhan dan prioritas kompetensi, melakukan segmentasi peserta, menetapkan standar desain dan evaluasi, mengembangkan kapasitas Widyaiswara, menggunakan blended learning secara selektif, serta memonitor dampak dan memperbaiki program berdasarkan data
Jawaban: E
Pembahasan:
Pada level Ahli Utama, penyelesaian masalah harus bersifat sistemik: menghubungkan kebutuhan organisasi, strategi pembelajaran, kapasitas SDM, teknologi, evaluasi, dan dampak.
Maksimalkan Persiapan Uji Kompetensi Widyaiswara Ahli Madya ke Ahli Utama

Perbanyak latihan soal untuk memperkuat kemampuan analisis kebutuhan kompetensi, desain pembelajaran, evaluasi program, inovasi, coaching, pengembangan profesi, hingga penyusunan rekomendasi strategis. Kunjungi fungsional.id untuk mendapatkan lebih banyak latihan Soal Uji Kompetensi Widyaiswara Ahli Madya ke Ahli Utama lengkap dengan materi, kisi-kisi, kunci jawaban, dan pembahasan.

