Uji Kompetensi Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan merupakan tahapan penting untuk memastikan bahwa aparatur yang bertugas di bidang pembinaan industri dan perdagangan memiliki kapasitas profesional, pemahaman regulasi, serta kemampuan pendampingan yang memadai. Peran penyuluh tidak lagi terbatas pada penyampaian informasi, tetapi juga sebagai fasilitator transformasi usaha, penggerak kemitraan, serta penghubung antara pelaku industri, pemerintah, dan pasar. Oleh karena itu, proses uji kompetensi dirancang untuk mengukur kemampuan teknis, analitis, serta kepekaan terhadap dinamika kebijakan dan perkembangan ekonomi nasional maupun global.
Memahami karakter soal Uji Kompetensi Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan beserta pembahasan kisi-kisinya menjadi langkah strategis bagi peserta yang ingin mempersiapkan diri secara optimal. Soal-soal yang diujikan umumnya menuntut pemahaman regulasi perindustrian dan perdagangan, kemampuan analisis kebijakan, strategi pengembangan UMKM dan industri kecil menengah, hingga keterampilan komunikasi dan advokasi lapangan. Artikel ini akan menguraikan gambaran materi yang sering muncul, struktur kompetensi yang dinilai, serta pendekatan belajar yang efektif agar persiapan tidak bersifat umum, melainkan terarah dan berbasis kebutuhan uji kompetensi secara komprehensif.

Table of Contents
ToggleKisi-kisi Uji Kompetensi Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan
Berikut adalah kisi-kisi Uji Kompetensi Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan yang disusun dalam 10 poin utama lengkap dengan penjelasan singkat pada setiap poin. Kisi-kisi ini mencerminkan kompetensi teknis, analitis, regulatif, dan sosial yang umumnya diukur dalam uji kompetensi jabatan fungsional.
1. Kebijakan dan Regulasi Perindustrian
Mengukur pemahaman terhadap regulasi nasional terkait pengembangan industri, standardisasi industri, perlindungan industri dalam negeri, serta kebijakan hilirisasi dan industrialisasi berbasis nilai tambah.
2. Kebijakan dan Regulasi Perdagangan
Menilai pemahaman tentang sistem perdagangan dalam negeri dan luar negeri, tata niaga, distribusi barang, perlindungan konsumen, serta mekanisme ekspor-impor dan pengawasan perdagangan.
3. Pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM)
Mengukur kemampuan menganalisis potensi IKM, strategi peningkatan daya saing, penguatan kapasitas produksi, serta fasilitasi akses pembiayaan dan pasar.
4. Pendampingan UMKM dan Pelaku Usaha
Menilai kompetensi dalam melakukan penyuluhan, konsultasi usaha, identifikasi masalah bisnis, serta perumusan solusi praktis di lapangan.
5. Analisis Pasar dan Rantai Distribusi
Mengukur kemampuan membaca dinamika pasar, pola distribusi barang, stabilisasi harga, serta analisis hambatan distribusi dan logistik.
6. Standardisasi, Mutu, dan Sertifikasi Produk
Menilai pemahaman mengenai standar mutu produk, sertifikasi halal, SNI, keamanan produk, serta pentingnya peningkatan kualitas untuk daya saing domestik dan global.
7. Digitalisasi Perdagangan dan Industri
Mengukur kemampuan memahami transformasi digital, e-commerce, pemasaran digital, serta pemanfaatan teknologi dalam pengembangan industri dan perdagangan.
8. Pengawasan dan Perlindungan Konsumen
Menilai kompetensi dalam mengidentifikasi pelanggaran perdagangan, praktik curang, serta mekanisme pengawasan barang beredar dan jasa untuk melindungi konsumen.
9. Analisis Kebijakan dan Penyusunan Rekomendasi
Mengukur kemampuan berpikir kritis dalam menelaah permasalahan industri dan perdagangan serta menyusun rekomendasi berbasis data dan regulasi.
10. Kompetensi Komunikasi, Advokasi, dan Etika Profesi
Menilai kemampuan komunikasi efektif dengan pelaku usaha, pemerintah daerah, dan masyarakat, termasuk integritas, netralitas, dan etika dalam menjalankan tugas penyuluhan.
Contoh Soal Uji Kompetensi Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan
Berikut contoh soal Uji Kompetensi Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan berbasis kisi-kisi yang ada. Soal dirancang panjang, kontekstual, dan berbasis analisis tingkat tinggi (HOTS).
Soal 1
Sebuah daerah penghasil komoditas kakao selama bertahun-tahun hanya menjual biji kakao mentah ke luar daerah. Harga yang diterima petani fluktuatif dan margin keuntungan relatif kecil. Pemerintah pusat mendorong kebijakan hilirisasi dengan membangun fasilitas pengolahan cokelat skala kecil-menengah. Namun, pelaku usaha lokal mengeluhkan keterbatasan teknologi, SDM terampil, serta kekhawatiran terhadap kemampuan bersaing dengan produk pabrikan besar.
Sebagai Penyuluh Perindustrian, rekomendasi strategi paling tepat dan berkelanjutan adalah:
A. Mewajibkan seluruh petani bergabung dalam proyek hilirisasi tanpa pengecualian.
B. Mendorong pembangunan pabrik besar oleh investor luar daerah agar produksi meningkat cepat.
C. Mengembangkan klaster industri berbasis koperasi dengan pendampingan teknologi, pelatihan produksi, serta akses pembiayaan bertahap.
D. Tetap mempertahankan pola penjualan bahan mentah karena dianggap lebih aman.
E. Memberikan subsidi langsung tanpa program pendampingan teknis.
Jawaban: C
Pembahasan:
Hilirisasi memerlukan pendekatan sistemik, bukan pemaksaan atau ketergantungan pada investor besar. Opsi C mencerminkan penguatan kapasitas lokal melalui klaster industri, peningkatan SDM, dan akses pembiayaan bertahap. Opsi A terlalu memaksa. Opsi B berisiko marginalisasi pelaku lokal. Opsi D tidak meningkatkan nilai tambah. Opsi E tidak menjamin keberlanjutan tanpa peningkatan kompetensi teknis.
Soal 2
Dalam suatu wilayah terjadi lonjakan harga minyak goreng akibat gangguan distribusi. Pedagang menyatakan stok di distributor terbatas, sementara data gudang menunjukkan stok mencukupi. Masyarakat mulai panik dan terjadi pembelian berlebihan.
Sebagai Penyuluh Perdagangan, langkah strategis paling tepat adalah:
A. Menyalahkan pedagang karena menaikkan harga.
B. Mengimbau masyarakat untuk tidak panik tanpa investigasi lebih lanjut.
C. Melakukan koordinasi lintas instansi untuk audit distribusi, memastikan transparansi stok, serta menyampaikan informasi resmi kepada publik.
D. Mengatur harga secara sepihak tanpa mempertimbangkan mekanisme pasar.
E. Mengabaikan karena dianggap mekanisme pasar akan menyeimbangkan sendiri.
Jawaban: C
Pembahasan:
Masalah distribusi memerlukan verifikasi data dan koordinasi lintas sektor. Opsi C menunjukkan analisis berbasis data dan komunikasi publik yang tepat. Opsi A simplistik. Opsi B tidak berbasis investigasi. Opsi D berisiko distorsi pasar. Opsi E tidak responsif terhadap dampak sosial.
Soal 3
Sebuah IKM makanan olahan memiliki permintaan pasar yang meningkat, tetapi belum memiliki sertifikasi standar mutu dan izin edar lengkap. Pelaku usaha merasa proses sertifikasi rumit dan mahal, sehingga memilih tetap beroperasi secara informal.
Sebagai penyuluh, pendekatan paling tepat adalah:
A. Menutup usaha tersebut karena tidak memenuhi standar.
B. Membiarkan karena produk sudah laku di pasar.
C. Memberikan pendampingan teknis terkait standar mutu, membantu proses perizinan, serta menjelaskan manfaat sertifikasi bagi akses pasar lebih luas.
D. Menyarankan menaikkan harga produk untuk menutup biaya sertifikasi.
E. Mengambil alih pengurusan sertifikasi tanpa melibatkan pelaku usaha.
Jawaban: C
Pembahasan:
Standardisasi adalah proses pembinaan, bukan hanya penegakan. Opsi C menunjukkan peran penyuluh sebagai fasilitator peningkatan mutu dan daya saing. Opsi A represif tanpa pembinaan. Opsi B mengabaikan risiko keamanan konsumen. Opsi D tidak menyelesaikan akar masalah. Opsi E tidak memberdayakan pelaku usaha.
Soal 4
Banyak UMKM di suatu daerah masih mengandalkan penjualan offline dan belum memanfaatkan marketplace atau pemasaran digital. Pelaku usaha mengaku kurang memahami teknologi dan takut terhadap risiko penipuan online.
Sebagai Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan, strategi paling efektif adalah:
A. Mewajibkan seluruh UMKM mendaftar di marketplace nasional.
B. Menyediakan pelatihan literasi digital, simulasi transaksi online, serta pendampingan awal hingga pelaku usaha percaya diri menjalankan pemasaran digital.
C. Menyerahkan sepenuhnya pada generasi muda di keluarga pelaku usaha.
D. Menganggap digitalisasi bukan kebutuhan mendesak.
E. Memberikan bantuan perangkat tanpa pelatihan penggunaan.
Jawaban: B
Pembahasan:
Transformasi digital memerlukan peningkatan kapasitas, bukan sekadar kewajiban administratif. Opsi B menunjukkan pendekatan komprehensif: literasi, simulasi, dan pendampingan. Opsi A terlalu memaksa. Opsi C dan D tidak solutif. Opsi E tanpa pelatihan tidak efektif.
Soal 5
Sebuah kebijakan pembatasan impor diberlakukan untuk melindungi industri dalam negeri. Namun, beberapa pelaku usaha perdagangan mengeluhkan kenaikan harga bahan baku, yang berpotensi mengurangi daya saing produk jadi di pasar domestik.
Sebagai penyuluh, analisis paling tepat adalah:
A. Mendukung penuh pembatasan tanpa mempertimbangkan dampak lanjutan.
B. Menolak kebijakan karena berdampak pada pedagang.
C. Mengkaji keseimbangan antara perlindungan industri hulu dan dampaknya pada industri hilir, serta menyusun rekomendasi berbasis data untuk mitigasi risiko.
D. Mengabaikan karena kebijakan berasal dari pusat.
E. Mendorong pelaku usaha mencari bahan baku ilegal agar biaya lebih murah.
Jawaban: C
Pembahasan:
Kebijakan perdagangan memiliki dampak multi-sektor. Opsi C menunjukkan analisis kebijakan komprehensif dan berbasis data. Opsi A dan B bersifat satu sisi. Opsi D tidak profesional. Opsi E melanggar hukum dan etika.
Soal 6
Di suatu kabupaten, terdapat sentra kerajinan rotan yang selama ini menjadi produk unggulan daerah. Namun, dalam lima tahun terakhir, daya saing produk menurun akibat desain kurang inovatif, akses pasar terbatas, serta munculnya produk impor dengan harga lebih murah. Pemerintah daerah ingin mengembangkan kembali sentra tersebut melalui pendekatan klaster industri.
Sebagai Penyuluh Perindustrian, strategi paling tepat adalah:
A. Memberikan subsidi bahan baku agar harga jual bisa ditekan.
B. Mengusulkan pelarangan produk impor sejenis di wilayah tersebut.
C. Membangun kolaborasi antara perajin, desainer, lembaga pembiayaan, dan platform pemasaran untuk menciptakan diferensiasi produk dan perluasan pasar.
D. Mengarahkan seluruh perajin memproduksi desain yang sama agar efisien.
E. Membiarkan mekanisme pasar menentukan nasib industri tersebut.
Jawaban: C
Pembahasan:
Pengembangan klaster industri menekankan kolaborasi, inovasi, dan peningkatan daya saing. Opsi C menunjukkan pendekatan ekosistem industri yang berkelanjutan. Opsi A hanya solusi jangka pendek. Opsi B berisiko melanggar prinsip perdagangan. Opsi D menghambat kreativitas. Opsi E tidak proaktif.
Soal 7
Ditemukan produk elektronik impor beredar di pasar lokal tanpa label manual berbahasa Indonesia dan tanpa jaminan layanan purna jual. Produk tersebut dijual dengan harga lebih murah dan diminati masyarakat. Pedagang beralasan permintaan tinggi dan belum ada teguran resmi.
Sebagai Penyuluh Perdagangan, langkah paling tepat adalah:
A. Membiarkan karena konsumen tetap membeli produk tersebut.
B. Langsung menyita seluruh produk tanpa prosedur.
C. Berkoordinasi dengan instansi pengawas, memberikan edukasi kepada pedagang tentang kewajiban regulatif, serta memastikan kepatuhan sesuai ketentuan perlindungan konsumen.
D. Mengimbau masyarakat agar tidak membeli tanpa tindakan lanjutan.
E. Menutup seluruh toko yang menjual produk tersebut.
Jawaban: C
Pembahasan:
Pengawasan harus berbasis regulasi dan prosedur, bukan tindakan sepihak. Opsi C mencerminkan fungsi pembinaan sekaligus penegakan aturan melalui koordinasi resmi. Opsi A mengabaikan risiko konsumen. Opsi B dan E terlalu represif tanpa prosedur. Opsi D tidak menyelesaikan aspek legalitas barang.
Soal 8
Sebuah UMKM pengolah kopi lokal mengeluhkan margin keuntungan rendah meskipun volume penjualan stabil. Hasil observasi menunjukkan bahwa pelaku usaha menjual produk dalam bentuk bahan setengah jadi ke pengepul yang kemudian mengemas ulang dan menjual dengan harga jauh lebih tinggi.
Sebagai penyuluh, rekomendasi strategis paling tepat adalah:
A. Meminta pelaku usaha menaikkan harga jual tanpa perubahan sistem.
B. Menganalisis rantai nilai, mendorong pengolahan lanjutan (branding dan pengemasan mandiri), serta membuka akses pemasaran langsung ke konsumen akhir.
C. Menghentikan kerja sama dengan pengepul secara langsung tanpa persiapan.
D. Mengandalkan subsidi pemerintah untuk meningkatkan keuntungan.
E. Menyarankan pelaku usaha meningkatkan volume produksi saja.
Jawaban: B
Pembahasan:
Permasalahan terletak pada posisi pelaku usaha dalam rantai nilai. Opsi B menunjukkan analisis value chain dan peningkatan nilai tambah melalui pengemasan dan pemasaran langsung. Opsi A dan E tidak menyentuh akar margin. Opsi C berisiko tanpa strategi alternatif. Opsi D tidak berkelanjutan.
Soal 9
Sebuah perusahaan lokal mulai mengekspor produk makanan olahan ke negara tetangga. Namun, terjadi penolakan pengiriman karena tidak memenuhi standar keamanan pangan negara tujuan. Pelaku usaha menyalahkan prosedur ekspor yang dianggap rumit.
Sebagai Penyuluh Perdagangan, pendekatan paling tepat adalah:
A. Menyalahkan otoritas negara tujuan atas kebijakan yang ketat.
B. Menghentikan ekspor agar tidak mengalami kerugian lebih lanjut.
C. Memberikan pendampingan terkait standar teknis ekspor, regulasi negara tujuan, serta sistem jaminan mutu produksi sebelum pengiriman berikutnya.
D. Mengurangi kualitas produk agar biaya produksi lebih rendah.
E. Mengalihkan ekspor melalui jalur tidak resmi.
Jawaban: C
Pembahasan:
Perdagangan internasional membutuhkan kepatuhan terhadap standar negara tujuan. Opsi C menunjukkan peningkatan kapasitas dan manajemen risiko yang profesional. Opsi A dan B tidak solutif. Opsi D menurunkan mutu. Opsi E melanggar hukum.
Soal 10
Sebuah program pendampingan IKM telah berjalan satu tahun dengan berbagai pelatihan dan workshop. Namun, evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta tidak selalu diikuti peningkatan omzet atau ekspansi pasar.
Pendekatan evaluasi paling tepat adalah:
A. Menganggap program berhasil karena seluruh kegiatan terlaksana.
B. Menghentikan program karena tidak berdampak signifikan.
C. Menganalisis faktor penghambat implementasi di lapangan, mengevaluasi relevansi materi pelatihan dengan kebutuhan usaha, serta menyusun intervensi lanjutan berbasis outcome.
D. Menambah jumlah pelatihan agar dampak terasa.
E. Menyalahkan peserta karena tidak serius menerapkan materi.
Jawaban: C
Pembahasan:
Evaluasi program harus berbasis dampak (outcome), bukan sekadar aktivitas (output). Opsi C menunjukkan analisis komprehensif dan perbaikan berkelanjutan. Opsi A hanya administratif. Opsi B terlalu drastis. Opsi D belum tentu tepat sasaran. Opsi E tidak objektif.
Soal 11
Pemerintah pusat meluncurkan program nasional penguatan industri berbasis substitusi impor. Namun, di daerah Anda, mayoritas pelaku usaha masih bergantung pada bahan baku impor karena belum tersedia alternatif lokal dengan kualitas setara. Pemerintah daerah tetap ingin menjalankan program tersebut demi keselarasan kebijakan.
Sebagai Penyuluh Perindustrian, sikap strategis yang paling tepat adalah:
A. Menjalankan program sepenuhnya tanpa mempertimbangkan kesiapan pelaku usaha.
B. Menolak program pusat secara terbuka karena tidak sesuai kondisi daerah.
C. Melakukan kajian kesiapan industri daerah, memetakan potensi bahan baku lokal, serta menyusun rekomendasi transisi bertahap agar kebijakan tetap sejalan namun realistis.
D. Menunda implementasi tanpa laporan evaluasi.
E. Menginstruksikan pelaku usaha mencari bahan baku alternatif sendiri.
Jawaban: C
Pembahasan:
Sinkronisasi kebijakan membutuhkan analisis kontekstual, bukan penolakan atau pemaksaan. Opsi C menunjukkan pendekatan berbasis data dan transisi bertahap yang menjaga keselarasan kebijakan pusat-daerah. Opsi A berisiko merugikan pelaku usaha. Opsi B kurang diplomatis. Opsi D tidak profesional. Opsi E tidak menunjukkan peran pembinaan.
Soal 12
Di wilayah binaan, ditemukan indikasi kartel informal antar distributor bahan pokok yang secara tidak langsung menyepakati kenaikan harga. Tidak ada bukti tertulis, namun pola harga menunjukkan keseragaman yang tidak wajar.
Sebagai Penyuluh Perdagangan, tindakan paling tepat adalah:
A. Menuduh distributor secara terbuka tanpa data kuat.
B. Membiarkan karena tidak ada bukti tertulis.
C. Mengumpulkan data harga historis, berkoordinasi dengan otoritas pengawas persaingan usaha, dan menyampaikan laporan resmi sesuai prosedur.
D. Menetapkan harga secara sepihak untuk menghentikan praktik tersebut.
E. Mengintimidasi distributor agar menurunkan harga.
Jawaban: C
Pembahasan:
Penanganan dugaan kartel memerlukan data dan koordinasi lintas lembaga. Opsi C mencerminkan profesionalisme dan kepatuhan pada mekanisme hukum. Opsi A dan E tidak berbasis bukti. Opsi B pasif. Opsi D berpotensi menyalahi mekanisme pasar.
Soal 13
Sebuah IKM tekstil berhasil menembus satu pasar ekspor, namun mengalami penurunan pesanan akibat kebijakan proteksi negara tujuan. Ketergantungan pada satu pasar menyebabkan risiko tinggi terhadap keberlanjutan usaha.
Sebagai penyuluh, strategi paling tepat adalah:
A. Menghentikan ekspor dan fokus pasar domestik.
B. Tetap bergantung pada pasar lama sambil menunggu kebijakan berubah.
C. Mendorong diversifikasi pasar dengan riset negara alternatif, peningkatan standar produk, serta pemanfaatan perjanjian perdagangan yang tersedia.
D. Menurunkan kualitas produk agar harga lebih murah.
E. Mengalihkan ekspor melalui negara ketiga tanpa prosedur resmi.
Jawaban: C
Pembahasan:
Diversifikasi pasar mengurangi risiko ketergantungan. Opsi C menunjukkan analisis strategis dan pemanfaatan peluang perdagangan internasional secara legal. Opsi A dan B tidak adaptif. Opsi D menurunkan mutu. Opsi E melanggar hukum perdagangan.
Soal 14
Data menunjukkan bahwa 60% pelaku UMKM di wilayah tertentu bergerak di sektor kuliner dengan produk serupa, menyebabkan persaingan harga ketat dan margin rendah. Banyak usaha gulung tikar dalam dua tahun pertama.
Sebagai Penyuluh, pendekatan penguatan ekonomi paling tepat adalah:
A. Memberikan bantuan modal tambahan kepada seluruh pelaku usaha.
B. Membiarkan persaingan berjalan alami tanpa intervensi.
C. Melakukan pemetaan potensi ekonomi lokal, mendorong diversifikasi usaha, serta membangun segmentasi pasar berbasis keunikan produk.
D. Membatasi izin usaha kuliner baru secara langsung.
E. Mendorong pelaku usaha bersaing melalui perang harga.
Jawaban: C
Pembahasan:
Masalah utama adalah homogenitas usaha dan kurangnya diferensiasi. Opsi C menunjukkan pendekatan berbasis data dan strategi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing. Opsi A hanya solusi finansial sementara. Opsi B tidak proaktif. Opsi D terlalu represif. Opsi E memperparah kompetisi tidak sehat.
Soal 15
Pemerintah daerah memberikan subsidi peralatan produksi kepada sejumlah IKM. Setelah satu tahun, ditemukan bahwa sebagian peralatan tidak dimanfaatkan optimal karena kurangnya keterampilan teknis.
Sebagai Penyuluh Perindustrian, evaluasi kebijakan paling tepat adalah:
A. Menyimpulkan bahwa bantuan peralatan gagal total.
B. Menghentikan seluruh program subsidi serupa.
C. Mengidentifikasi kesenjangan kompetensi teknis, merancang pelatihan penggunaan alat, serta mengintegrasikan bantuan fisik dengan pendampingan berkelanjutan.
D. Menyalahkan penerima bantuan atas ketidakefektifan.
E. Membagikan lebih banyak peralatan agar penggunaan meningkat.
Jawaban: C
Pembahasan:
Evaluasi kebijakan harus melihat keterkaitan antara bantuan fisik dan kapasitas SDM. Opsi C menunjukkan perbaikan berbasis outcome dan integrasi program. Opsi A dan B terlalu simplistik. Opsi D tidak konstruktif. Opsi E tidak menyelesaikan akar persoalan.
Soal 16
Di sebuah daerah perbatasan, masuknya barang konsumsi dari negara tetangga dengan harga jauh lebih murah menyebabkan penurunan drastis penjualan produk lokal. Pelaku usaha dalam negeri menuntut pembatasan distribusi barang tersebut, sementara masyarakat menikmati harga yang lebih terjangkau.
Sebagai Penyuluh Perdagangan, pendekatan paling tepat adalah:
A. Mendukung penuh pembatasan barang masuk tanpa analisis lanjutan.
B. Membiarkan barang murah beredar tanpa intervensi apa pun.
C. Melakukan analisis dampak ekonomi terhadap produsen lokal dan konsumen, berkoordinasi dengan otoritas terkait mengenai regulasi perbatasan, serta mendorong peningkatan daya saing produk lokal.
D. Mengimbau masyarakat untuk membeli produk lokal tanpa strategi nyata.
E. Melarang pedagang menjual produk impor tersebut secara sepihak.
Jawaban: C
Pembahasan:
Isu perbatasan menyangkut keseimbangan antara perlindungan industri domestik dan kesejahteraan konsumen. Opsi C menunjukkan pendekatan berbasis data dan koordinasi lintas lembaga, sekaligus strategi peningkatan daya saing lokal. Opsi A dan E terlalu represif. Opsi B pasif. Opsi D tidak cukup strategis.
Soal 17
Seorang pelaku usaha binaan menawarkan “kerja sama pribadi” kepada Anda sebagai penyuluh berupa komisi jika produknya direkomendasikan dalam program pemerintah. Ia beralasan bahwa promosi tersebut juga akan membantu meningkatkan capaian program pendampingan.
Sebagai Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan, sikap paling profesional adalah:
A. Menerima tawaran karena dapat mempercepat perkembangan usaha tersebut.
B. Menolak secara diam-diam namun tetap memberi prioritas pada usaha tersebut.
C. Menolak secara tegas, menjaga netralitas, dan memastikan seluruh rekomendasi program berbasis kriteria objektif.
D. Membiarkan keputusan pada tim lain tanpa sikap pribadi yang jelas.
E. Menerima dengan alasan tambahan dana pribadi untuk kegiatan sosial.
Jawaban: C
Pembahasan:
Integritas merupakan fondasi jabatan fungsional. Opsi C mencerminkan etika profesional dan netralitas pelayanan publik. Opsi A, B, dan E mengandung konflik kepentingan. Opsi D menunjukkan sikap menghindar, bukan penyelesaian etis.
Soal 18
Pemerintah daerah ingin mengembangkan startup berbasis perdagangan digital untuk meningkatkan ekspor produk lokal. Namun, ekosistem pendukung seperti akses logistik internasional, perlindungan hak kekayaan intelektual, dan literasi digital masih terbatas.
Sebagai penyuluh, strategi paling tepat adalah:
A. Langsung mengalokasikan dana besar untuk promosi global.
B. Mengembangkan inkubator bisnis digital yang terintegrasi dengan pelatihan, akses logistik, perlindungan HKI, dan jejaring pasar internasional.
C. Membiarkan pelaku usaha belajar sendiri melalui pengalaman.
D. Mengutamakan promosi tanpa peningkatan kualitas produk.
E. Menghentikan rencana karena ekosistem belum sempurna.
Jawaban: B
Pembahasan:
Ekosistem industri digital membutuhkan pendekatan terintegrasi, bukan hanya promosi. Opsi B menunjukkan pemahaman sistemik mencakup pelatihan, perlindungan hukum, dan akses pasar. Opsi A terlalu prematur. Opsi C dan D tidak terstruktur. Opsi E tidak progresif.
Soal 19
Menjelang hari besar keagamaan, terjadi kenaikan signifikan harga komoditas pangan utama. Pemerintah daerah meminta masukan kebijakan untuk mencegah inflasi berlebih tanpa merugikan pedagang.
Sebagai Penyuluh Perdagangan, rekomendasi paling tepat adalah:
A. Menetapkan harga eceran maksimal tanpa evaluasi pasokan.
B. Mengadakan operasi pasar berbasis data stok dan distribusi, serta memastikan kelancaran pasokan dari daerah produsen.
C. Menutup pasar sementara agar harga turun.
D. Mengimbau pedagang untuk tidak menaikkan harga tanpa kebijakan pendukung.
E. Membatasi pembelian masyarakat secara drastis.
Jawaban: B
Pembahasan:
Pengendalian inflasi harus berbasis data pasokan dan distribusi. Operasi pasar yang terukur dan koordinasi distribusi merupakan solusi realistis. Opsi A dapat menimbulkan kelangkaan. Opsi C dan E ekstrem. Opsi D tidak efektif tanpa intervensi sistemik.
Soal 20
Sebagai koordinator tim penyuluh, Anda diminta menyusun indikator kinerja penyuluhan yang lebih akurat. Selama ini, keberhasilan hanya diukur dari jumlah kegiatan sosialisasi dan pelatihan yang dilakukan.
Indikator kinerja yang paling mencerminkan dampak substantif adalah:
A. Jumlah pertemuan dan laporan kegiatan yang dibuat.
B. Banyaknya peserta yang hadir dalam pelatihan.
C. Peningkatan omzet usaha binaan, perluasan pasar, dan tingkat kepatuhan regulasi setelah pendampingan.
D. Jumlah materi presentasi yang disampaikan.
E. Lama waktu penyuluhan yang diberikan.
Jawaban: C
Pembahasan:
Kinerja penyuluhan harus diukur dari outcome dan perubahan nyata pada pelaku usaha. Opsi C mencerminkan indikator berbasis dampak ekonomi dan kepatuhan regulatif. Opsi A, B, D, dan E hanya mengukur aktivitas, bukan efektivitas.
Siap Lulus Uji Kompetensi Penyuluh Perindustrian & Perdagangan?

Jangan biarkan persiapan Anda berjalan setengah matang. Uji kompetensi jabatan fungsional menuntut analisis kebijakan, pemahaman regulasi, kemampuan membaca data pasar, hingga penyusunan rekomendasi strategis. Soal-soalnya bukan sekadar teori, tetapi studi kasus nyata yang menguji kedalaman berpikir dan ketajaman profesional Anda.
🔥 Tingkatkan peluang lulus dengan latihan yang terstruktur dan relevan!
🎯 Di Fungsional.id Anda akan mendapatkan:
- 📘 Paket soal berbasis HOTS sesuai kisi-kisi resmi
- 🧠 Studi kasus industri & perdagangan yang realistis
- 📊 Pembahasan mendalam dan analitis, bukan jawaban instan
- ⏱️ Simulasi tryout untuk mengukur kesiapan Anda
- 🎓 Materi yang disusun sesuai level jabatan (Ahli Pertama, Muda, Madya)
Jangan tunggu sampai mendekati jadwal ujian. Persiapan yang serius hari ini menentukan hasil Anda nanti.
👉 Akses sekarang paket lengkapnya di Fungsional.id dan buktikan bahwa Anda siap naik kelas secara profesional.
