100+ Soal Uji Kompetensi Keperawatan (Vokasi & Ners) + Pembahasan Kisi-kisi

100+ Soal Uji Kompetensi Keperawatan (Vokasi & Ners) + Pembahasan Kisi-kisi

Uji Kompetensi Keperawatan merupakan tahapan penting yang harus dilalui oleh lulusan pendidikan keperawatan, baik pada jenjang vokasi (D3 Keperawatan) maupun profesi Ners, sebelum mereka dapat menjalankan praktik secara profesional. Ujian ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap calon perawat memiliki kompetensi yang memadai dalam memberikan asuhan keperawatan yang aman, efektif, dan berbasis standar praktik profesional. Tidak hanya menguji pengetahuan teoritis, uji kompetensi juga menilai kemampuan peserta dalam menganalisis kasus klinis, menentukan prioritas tindakan, serta mengambil keputusan yang tepat dalam situasi pelayanan kesehatan yang kompleks.

Dalam proses persiapannya, memahami kisi-kisi materi yang sering diujikan menjadi langkah yang sangat penting bagi peserta. Kisi-kisi tersebut umumnya mencakup berbagai aspek praktik keperawatan, mulai dari keperawatan medikal bedah, maternitas, anak, komunitas, hingga keperawatan gawat darurat dan manajemen asuhan keperawatan. Dengan mempelajari contoh soal yang disusun berdasarkan kisi-kisi tersebut, peserta dapat lebih memahami pola soal berbasis kasus yang sering muncul dalam uji kompetensi, sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis dan klinis yang menjadi tuntutan utama dalam praktik keperawatan profesional.

Kisi-kisi Soal Uji Kompetensi Keperawatan (Vokasi & Ners)

Uji Kompetensi Keperawatan untuk jenjang vokasi (D3 Keperawatan) maupun profesi Ners dirancang untuk menilai kemampuan peserta dalam menerapkan proses keperawatan secara komprehensif pada berbagai kondisi pasien. Materi yang diujikan tidak hanya mencakup pengetahuan klinis, tetapi juga kemampuan analisis kasus, penentuan prioritas tindakan, keselamatan pasien, serta penerapan standar praktik keperawatan profesional. Oleh karena itu, memahami kisi-kisi materi menjadi langkah penting bagi peserta agar dapat memfokuskan pembelajaran pada kompetensi utama yang sering diujikan dalam uji kompetensi.

  1. Konsep Dasar Asuhan Keperawatan
    Menguji pemahaman tentang proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien.
  2. Keselamatan Pasien (Patient Safety)
    Materi ini menilai kemampuan peserta dalam menerapkan prinsip keselamatan pasien, termasuk identifikasi pasien yang benar, pencegahan kesalahan tindakan medis, serta upaya mengurangi risiko cedera selama perawatan.
  3. Keperawatan Medikal Bedah
    Menguji kemampuan dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien dewasa dengan berbagai kondisi penyakit, seperti gangguan kardiovaskular, respirasi, metabolik, dan sistem pencernaan.
  4. Keperawatan Gawat Darurat
    Menilai kemampuan peserta dalam mengenali kondisi kegawatdaruratan, melakukan tindakan awal yang tepat, serta menentukan prioritas penanganan pasien dengan kondisi kritis.
  5. Keperawatan Maternitas
    Menguji pemahaman mengenai asuhan keperawatan pada ibu selama masa kehamilan, persalinan, dan nifas, termasuk pemantauan kondisi ibu dan janin serta penanganan komplikasi yang mungkin terjadi.
  6. Keperawatan Anak
    Materi ini menilai kemampuan dalam memberikan asuhan keperawatan pada bayi, anak, dan remaja, termasuk pemantauan pertumbuhan dan perkembangan serta penanganan masalah kesehatan anak.
  7. Keperawatan Komunitas dan Keluarga
    Menguji pemahaman tentang upaya promotif dan preventif dalam kesehatan masyarakat, termasuk edukasi kesehatan, pencegahan penyakit, serta pemberdayaan keluarga dan komunitas.
  8. Keperawatan Jiwa
    Menilai kemampuan peserta dalam mengidentifikasi gangguan kesehatan mental, melakukan pendekatan terapeutik, serta memberikan dukungan psikososial kepada pasien.
  9. Farmakologi dalam Praktik Keperawatan
    Menguji pengetahuan tentang penggunaan obat, prinsip pemberian obat yang aman, serta pemantauan efek samping atau reaksi obat pada pasien.
  10. Etika dan Hukum Keperawatan
    Materi ini mencakup pemahaman mengenai kode etik profesi perawat, tanggung jawab profesional, serta aspek hukum yang berkaitan dengan praktik keperawatan.

Contoh Soal Uji Kompetensi Keperawatan (Vokasi & Ners)

Latihan soal berbasis kasus merupakan salah satu cara efektif untuk mempersiapkan diri menghadapi Uji Kompetensi Keperawatan (Vokasi maupun Profesi Ners). Dalam ujian sebenarnya, soal umumnya disajikan dalam bentuk skenario klinis yang menuntut peserta untuk melakukan analisis kondisi pasien, menentukan prioritas masalah, serta memilih intervensi keperawatan yang paling tepat berdasarkan standar praktik profesional. Oleh karena itu, soal-soal berikut disusun dengan pendekatan Higher Order Thinking Skills (HOTS) agar peserta dapat melatih kemampuan berpikir kritis dan pengambilan keputusan klinis secara komprehensif.

Soal 1
Seorang pasien laki-laki berusia 58 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan diagnosis gagal jantung kongestif. Saat dilakukan pengkajian, perawat menemukan pasien tampak sesak napas saat beraktivitas ringan, terdapat edema pada kedua tungkai, frekuensi napas 28 kali/menit, dan pasien mengeluhkan cepat lelah. Pasien juga mengatakan bahwa ia sulit tidur pada malam hari karena merasa napasnya semakin berat ketika berbaring.

Perawat sedang menyusun rencana asuhan keperawatan dan harus menentukan masalah keperawatan yang menjadi prioritas utama untuk segera ditangani agar kondisi pasien tidak memburuk.

Berdasarkan kondisi tersebut, diagnosis keperawatan yang paling tepat diprioritaskan adalah…

A. Gangguan pola tidur berhubungan dengan ketidaknyamanan
B. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelelahan
C. Kelebihan volume cairan berhubungan dengan gangguan fungsi jantung
D. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan perubahan kondisi fisik
E. Risiko infeksi berhubungan dengan kondisi penyakit kronis

Jawaban benar: C

Pembahasan:
Pada pasien gagal jantung kongestif, masalah utama yang sering terjadi adalah kelebihan volume cairan akibat ketidakmampuan jantung memompa darah secara efektif. Hal ini ditandai dengan edema, sesak napas, dan ortopnea (sesak saat berbaring). Masalah ini harus diprioritaskan karena berhubungan langsung dengan gangguan fungsi kardiovaskular dan respirasi yang dapat memperburuk kondisi pasien jika tidak segera ditangani.

Soal 2
Seorang anak perempuan berusia 3 tahun dibawa ke unit gawat darurat dengan keluhan demam tinggi sejak dua hari yang lalu. Saat pengkajian, anak tampak rewel, suhu tubuh 39,5°C, frekuensi napas 30 kali/menit, dan denyut nadi meningkat. Ibu pasien tampak sangat cemas dan terus menanyakan kondisi anaknya kepada perawat.

Perawat harus menentukan tindakan awal yang paling tepat untuk menangani kondisi anak tersebut sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga.

Tindakan keperawatan yang paling tepat dilakukan pertama kali adalah…

A. Memberikan edukasi panjang kepada ibu tentang penyebab demam
B. Mengalihkan perhatian anak dengan permainan agar tidak rewel
C. Melakukan tindakan untuk menurunkan suhu tubuh anak sesuai prosedur
D. Menenangkan ibu pasien agar tidak terlalu cemas
E. Meminta keluarga menunggu hingga dokter datang

Jawaban benar: C

Pembahasan:
Dalam situasi ini, masalah utama adalah demam tinggi pada anak yang berpotensi menimbulkan komplikasi seperti kejang demam. Oleh karena itu, tindakan prioritas adalah menurunkan suhu tubuh anak melalui intervensi yang sesuai, seperti kompres hangat atau pemberian antipiretik sesuai instruksi medis. Setelah kondisi anak lebih stabil, perawat dapat memberikan edukasi dan dukungan kepada keluarga.

Soal 3
Seorang pasien perempuan berusia 27 tahun dirawat di ruang maternitas setelah melahirkan secara normal 6 jam yang lalu. Saat dilakukan pengkajian, perawat menemukan bahwa pasien tampak pucat, tekanan darah 90/60 mmHg, nadi 110 kali/menit, dan terdapat perdarahan yang cukup banyak pada pembalut. Pasien juga mengeluhkan pusing dan lemah.

Perawat harus segera menentukan tindakan yang paling tepat untuk mencegah terjadinya komplikasi yang lebih serius.

Tindakan yang paling tepat dilakukan oleh perawat adalah…

A. Memberikan edukasi tentang perawatan luka perineum
B. Membantu pasien untuk segera menyusui bayinya
C. Melakukan penilaian lebih lanjut terhadap kemungkinan perdarahan postpartum
D. Menyarankan pasien untuk beristirahat tanpa melakukan tindakan lain
E. Meminta keluarga membawa pasien berjalan ringan

Jawaban benar: C

Pembahasan:
Gejala yang muncul mengarah pada perdarahan postpartum, yang merupakan kondisi kegawatdaruratan pada ibu setelah melahirkan. Tanda-tanda seperti tekanan darah menurun, nadi meningkat, pucat, dan perdarahan berlebih menunjukkan kemungkinan kehilangan darah yang signifikan. Oleh karena itu, perawat harus segera melakukan penilaian lebih lanjut dan tindakan yang diperlukan untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

Soal 4
Seorang pasien laki-laki berusia 40 tahun dirawat di ruang perawatan dengan diagnosis diabetes melitus tipe 2. Saat melakukan pengkajian, perawat menemukan bahwa pasien sering lupa mengonsumsi obat yang diresepkan oleh dokter dan tidak mengikuti pola makan yang dianjurkan. Pasien juga mengatakan bahwa ia merasa sulit mengubah kebiasaan makannya.

Perawat ingin meningkatkan kepatuhan pasien terhadap terapi yang diberikan. Pendekatan yang paling tepat dilakukan oleh perawat adalah…

A. Menyalahkan pasien karena tidak mengikuti anjuran terapi
B. Memberikan informasi medis secara singkat tanpa diskusi
C. Melakukan edukasi kesehatan yang melibatkan pasien dalam perencanaan perubahan perilaku
D. Meminta keluarga untuk memaksa pasien mengikuti terapi
E. Menghentikan edukasi karena pasien dianggap tidak kooperatif

Jawaban benar: C

Pembahasan:
Pendekatan yang efektif dalam meningkatkan kepatuhan pasien adalah edukasi kesehatan yang partisipatif, di mana pasien dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan terkait perawatan dirinya. Pendekatan ini dapat meningkatkan pemahaman dan motivasi pasien untuk menjalani terapi secara konsisten.

Soal 5
Seorang pasien laki-laki berusia 35 tahun dirawat di ruang keperawatan jiwa dengan diagnosis gangguan kecemasan berat. Saat berinteraksi dengan perawat, pasien tampak gelisah, sering berjalan mondar-mandir, dan mengatakan bahwa ia merasa takut tanpa alasan yang jelas.

Perawat ingin membangun hubungan terapeutik yang baik dengan pasien agar dapat membantu mengurangi tingkat kecemasannya.

Tindakan komunikasi terapeutik yang paling tepat dilakukan oleh perawat adalah…

A. Mengabaikan keluhan pasien agar ia belajar mengendalikan dirinya
B. Memberikan nasihat langsung agar pasien berhenti merasa takut
C. Mendengarkan secara aktif dan memberikan kesempatan pasien mengungkapkan perasaannya
D. Mengalihkan pembicaraan agar pasien tidak membahas kecemasannya
E. Menyuruh pasien untuk segera tidur agar tidak memikirkan masalahnya

Jawaban benar: C

Pembahasan:
Dalam keperawatan jiwa, komunikasi terapeutik sangat penting untuk membantu pasien mengungkapkan perasaan dan mengurangi kecemasan. Mendengarkan secara aktif dan memberikan dukungan emosional merupakan pendekatan yang efektif untuk membangun hubungan terapeutik antara perawat dan pasien.

Soal 6
Seorang pasien laki-laki berusia 65 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan diagnosis pneumonia. Saat dilakukan pengkajian, pasien tampak sesak napas, frekuensi napas 32 kali/menit, saturasi oksigen 88%, dan terdengar suara napas tambahan berupa ronki pada kedua paru. Pasien juga terlihat gelisah dan mengatakan bahwa ia merasa sulit bernapas.

Perawat harus menentukan intervensi yang paling tepat untuk segera dilakukan guna mengatasi masalah utama yang dialami pasien.

Tindakan keperawatan yang paling tepat adalah…

A. Memberikan edukasi kepada pasien mengenai penyakit pneumonia
B. Membantu pasien melakukan latihan batuk efektif terlebih dahulu
C. Memposisikan pasien dalam posisi semi-Fowler atau Fowler
D. Memberikan cairan hangat untuk membantu mengencerkan sekret
E. Meminta pasien untuk beristirahat tanpa melakukan tindakan lain

Jawaban benar: C

Pembahasan:
Pada pasien dengan gangguan pernapasan seperti pneumonia, tindakan awal yang penting adalah memperbaiki ventilasi paru. Posisi semi-Fowler atau Fowler dapat membantu memperluas ekspansi paru sehingga memudahkan proses pernapasan dan meningkatkan oksigenasi. Intervensi lain dapat dilakukan setelah kondisi pernapasan pasien lebih stabil.

Soal 7
Seorang pasien perempuan berusia 50 tahun dengan diagnosis hipertensi datang ke puskesmas untuk kontrol rutin. Saat dilakukan pengkajian, pasien mengatakan bahwa ia sering lupa mengonsumsi obat antihipertensi karena merasa tidak ada keluhan yang berarti. Tekanan darah pasien saat ini tercatat 160/100 mmHg.

Perawat ingin memberikan edukasi yang dapat meningkatkan kesadaran pasien mengenai pentingnya kepatuhan terhadap pengobatan.

Pendekatan yang paling efektif dilakukan oleh perawat adalah…

A. Menegur pasien karena tidak mematuhi anjuran terapi
B. Menjelaskan risiko komplikasi hipertensi secara jelas dan melibatkan pasien dalam perencanaan perawatan
C. Menghentikan pemberian edukasi karena pasien dianggap tidak patuh
D. Memberikan informasi secara singkat tanpa diskusi lebih lanjut
E. Menyarankan pasien mengganti obat dengan obat tradisional

Jawaban benar: B

Pembahasan:
Pendekatan edukasi yang efektif adalah memberikan informasi yang jelas mengenai risiko penyakit sekaligus melibatkan pasien dalam pengambilan keputusan terkait perawatannya. Dengan demikian, pasien dapat memahami pentingnya kepatuhan terhadap terapi untuk mencegah komplikasi seperti stroke atau penyakit jantung.

Soal 8
Seorang pasien laki-laki berusia 45 tahun dirawat setelah menjalani operasi abdomen. Pada hari kedua perawatan, pasien mengeluhkan nyeri pada area luka operasi dengan skala nyeri 7 dari 10. Pasien tampak meringis saat bergerak dan mengatakan bahwa ia takut bergerak karena khawatir luka operasinya akan terbuka.

Perawat ingin membantu pasien mengurangi nyeri sekaligus mencegah komplikasi akibat imobilisasi.

Tindakan yang paling tepat dilakukan oleh perawat adalah…

A. Menyarankan pasien untuk tidak bergerak hingga nyeri hilang
B. Memberikan edukasi tentang pentingnya mobilisasi dini dan membantu pasien bergerak secara bertahap
C. Mengabaikan keluhan pasien karena nyeri merupakan hal normal setelah operasi
D. Meminta pasien untuk menahan nyeri agar luka cepat sembuh
E. Menghentikan seluruh aktivitas pasien selama masa pemulihan

Jawaban benar: B

Pembahasan:
Setelah operasi, mobilisasi dini sangat penting untuk mencegah komplikasi seperti trombosis, gangguan pernapasan, dan kelemahan otot. Perawat perlu memberikan edukasi kepada pasien serta membantu mobilisasi secara bertahap sambil mengelola nyeri dengan pendekatan yang tepat.

Soal 9
Seorang ibu membawa bayinya yang berusia 6 bulan ke posyandu untuk pemeriksaan rutin. Saat dilakukan penimbangan, berat badan bayi berada di bawah garis pertumbuhan yang seharusnya. Ibu mengatakan bahwa bayi sering mengalami diare dalam beberapa minggu terakhir dan nafsu makannya menurun.

Perawat komunitas perlu menentukan langkah yang paling tepat untuk membantu meningkatkan status kesehatan bayi tersebut.

Tindakan yang paling tepat dilakukan adalah…

A. Mengabaikan kondisi tersebut karena bayi masih terlihat aktif
B. Memberikan edukasi kepada ibu tentang pemberian nutrisi yang tepat serta pentingnya penanganan diare
C. Menyarankan ibu untuk menghentikan pemberian ASI
D. Menyalahkan ibu karena dianggap tidak merawat bayinya dengan baik
E. Menunggu hingga pemeriksaan berikutnya tanpa intervensi apa pun

Jawaban benar: B

Pembahasan:
Dalam keperawatan komunitas, pendekatan utama adalah promotif dan preventif. Edukasi kepada ibu mengenai nutrisi yang tepat dan penanganan diare sangat penting untuk mencegah gangguan pertumbuhan pada bayi.

Soal 10
Seorang pasien laki-laki berusia 30 tahun dirawat di ruang keperawatan jiwa dengan diagnosis skizofrenia. Saat berinteraksi dengan perawat, pasien mengatakan bahwa ia sering mendengar suara yang memerintahkannya melakukan sesuatu. Pasien tampak gelisah dan sulit berkonsentrasi.

Perawat harus menentukan pendekatan yang paling tepat untuk membantu pasien menghadapi pengalaman tersebut.

Tindakan yang paling tepat dilakukan oleh perawat adalah…

A. Mengatakan bahwa suara tersebut benar-benar ada
B. Mengabaikan keluhan pasien agar ia tidak semakin fokus pada hal tersebut
C. Mengakui bahwa pasien mengalami pengalaman tersebut dan membantu pasien mengalihkan perhatian pada aktivitas lain
D. Menyuruh pasien untuk tidak membicarakan hal tersebut
E. Menyalahkan pasien karena dianggap berhalusinasi

Jawaban benar: C

Pembahasan:
Dalam keperawatan jiwa, perawat tidak boleh memperkuat isi halusinasi pasien. Pendekatan yang tepat adalah mengakui bahwa pasien mengalami halusinasi tanpa membenarkan isinya, kemudian membantu pasien mengalihkan perhatian pada aktivitas lain atau teknik koping yang lebih adaptif.

Soal 11
Seorang pasien perempuan berusia 60 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan diagnosis stroke iskemik. Saat dilakukan pengkajian, pasien mengalami kelemahan pada sisi kanan tubuh, kesulitan berbicara, dan kesulitan menelan. Keluarga pasien mencoba memberikan minum kepada pasien, namun pasien tampak batuk setelah menelan.

Perawat harus menentukan tindakan yang paling tepat untuk mencegah komplikasi yang dapat membahayakan kondisi pasien.

Tindakan yang paling tepat dilakukan oleh perawat adalah…

A. Mengizinkan keluarga tetap memberikan minum agar pasien tidak dehidrasi
B. Memberikan makanan lunak dalam jumlah kecil
C. Mengkaji kemampuan menelan pasien sebelum pemberian makanan atau minuman
D. Menyarankan keluarga memberikan makanan lebih sering
E. Menunda seluruh interaksi dengan pasien

Jawaban benar: C

Pembahasan:
Pasien stroke sering mengalami disfagia (gangguan menelan) yang dapat menyebabkan aspirasi. Oleh karena itu, sebelum pemberian makanan atau minuman, perawat harus terlebih dahulu melakukan pengkajian kemampuan menelan untuk mencegah komplikasi seperti aspirasi pneumonia.

Soal 12
Seorang pasien laki-laki berusia 52 tahun dirawat dengan diagnosis ulkus diabetikum pada kaki kiri. Saat dilakukan pengkajian, luka tampak kemerahan, terdapat sedikit eksudat, dan pasien mengeluhkan nyeri pada area luka. Pasien juga memiliki riwayat kadar gula darah yang tidak terkontrol.

Perawat ingin menentukan intervensi yang paling efektif untuk mendukung proses penyembuhan luka.

Tindakan yang paling tepat dilakukan adalah…

A. Menutup luka tanpa membersihkannya terlebih dahulu
B. Mengedukasi pasien tentang pentingnya kontrol gula darah dan perawatan luka yang tepat
C. Menyarankan pasien untuk tidak menggerakkan kaki yang luka sama sekali
D. Mengabaikan kondisi gula darah karena fokus pada luka
E. Menghentikan seluruh aktivitas pasien

Jawaban benar: B

Pembahasan:
Penyembuhan luka pada pasien diabetes sangat dipengaruhi oleh kontrol kadar gula darah. Oleh karena itu, edukasi mengenai pengelolaan diabetes dan perawatan luka yang tepat menjadi bagian penting dalam intervensi keperawatan.

Soal 13
Seorang pasien laki-laki berusia 70 tahun dirawat di ruang perawatan geriatri. Pasien memiliki riwayat hipertensi dan sering mengalami pusing saat berdiri. Saat berjalan menuju kamar mandi, pasien hampir terjatuh karena kehilangan keseimbangan.

Perawat harus menentukan langkah yang paling tepat untuk mencegah risiko cedera pada pasien tersebut.

Tindakan yang paling tepat adalah…

A. Membiarkan pasien berjalan sendiri agar tetap mandiri
B. Membatasi seluruh aktivitas pasien di tempat tidur
C. Menerapkan intervensi pencegahan risiko jatuh dan membantu pasien saat mobilisasi
D. Mengabaikan kondisi tersebut karena pasien masih dapat berjalan
E. Meminta keluarga untuk selalu berada di dekat pasien

Jawaban benar: C

Pembahasan:
Pasien lansia memiliki risiko tinggi mengalami jatuh. Oleh karena itu, perawat perlu menerapkan langkah-langkah pencegahan seperti membantu mobilisasi, memastikan lingkungan aman, serta melakukan pemantauan kondisi pasien.

Soal 14
Seorang pasien perempuan berusia 28 tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan nyeri perut hebat di bagian kanan bawah. Pasien tampak meringis, suhu tubuh 38°C, dan mengeluhkan mual. Dokter mencurigai pasien mengalami apendisitis akut.

Perawat perlu menentukan tindakan awal yang paling tepat sebelum pasien menjalani tindakan medis lebih lanjut.

Tindakan yang paling tepat dilakukan adalah…

A. Memberikan kompres hangat pada perut pasien
B. Memberikan makanan untuk meningkatkan energi pasien
C. Menjaga pasien tetap puasa dan memantau kondisi vital
D. Meminta pasien berjalan agar nyeri berkurang
E. Mengabaikan keluhan nyeri karena menunggu diagnosis pasti

Jawaban benar: C

Pembahasan:
Pada pasien dengan dugaan apendisitis akut, tindakan penting adalah menjaga pasien tetap puasa (NPO) karena kemungkinan memerlukan tindakan operasi. Pemantauan tanda vital juga penting untuk menilai perkembangan kondisi pasien.

Soal 15
Seorang pasien laki-laki berusia 45 tahun dirawat dengan diagnosis asma bronkial. Saat pengkajian, pasien tampak sesak, frekuensi napas 30 kali/menit, dan menggunakan otot bantu pernapasan. Pasien mengatakan bahwa ia lupa membawa inhaler miliknya.

Perawat harus segera menentukan tindakan yang paling tepat untuk membantu pasien.

Tindakan yang paling tepat adalah…

A. Menyarankan pasien untuk tidur agar lebih tenang
B. Membantu pasien menggunakan bronkodilator sesuai instruksi medis
C. Memberikan minuman hangat kepada pasien
D. Mengabaikan kondisi pasien karena serangan asma biasanya membaik sendiri
E. Menyarankan pasien menahan napas selama beberapa detik

Jawaban benar: B

Pembahasan:
Pada serangan asma, prioritas utama adalah melebarkan saluran napas. Pemberian bronkodilator sesuai instruksi medis merupakan tindakan yang tepat untuk mengurangi bronkospasme dan memperbaiki pernapasan pasien.

Soal 16
Seorang pasien perempuan berusia 32 tahun dirawat setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Saat pengkajian, pasien tampak pucat, tekanan darah 85/60 mmHg, dan denyut nadi 120 kali/menit. Perawat mencurigai adanya syok hipovolemik.

Tindakan prioritas yang harus dilakukan oleh perawat adalah…

A. Memberikan edukasi kepada keluarga pasien
B. Menjaga pasien tetap hangat dan memantau kondisi vital
C. Meminta pasien untuk berjalan agar sirkulasi darah meningkat
D. Mengabaikan kondisi pasien hingga dokter datang
E. Memberikan makanan untuk meningkatkan energi pasien

Jawaban benar: B

Pembahasan:
Pada kondisi syok, tindakan awal adalah menjaga stabilitas pasien, termasuk mempertahankan suhu tubuh dan memantau tanda vital secara ketat sambil menunggu intervensi medis lebih lanjut.

Soal 17
Seorang pasien dengan tuberkulosis paru sedang menjalani pengobatan di rumah sakit. Pasien sering menolak menggunakan masker saat batuk karena merasa tidak nyaman.

Perawat ingin mencegah penularan penyakit kepada pasien lain dan tenaga kesehatan.

Pendekatan yang paling tepat dilakukan oleh perawat adalah…

A. Mengabaikan perilaku pasien tersebut
B. Memarahi pasien agar menggunakan masker
C. Memberikan edukasi mengenai pentingnya etika batuk dan penggunaan masker
D. Mengeluarkan pasien dari ruang perawatan
E. Membatasi interaksi pasien dengan perawat

Jawaban benar: C

Pembahasan:
Edukasi mengenai pencegahan penularan penyakit merupakan bagian penting dari peran perawat. Dengan memberikan penjelasan yang tepat, pasien dapat memahami pentingnya penggunaan masker untuk melindungi orang lain.

Soal 18
Seorang ibu membawa anaknya yang berusia 2 tahun ke puskesmas dengan keluhan diare sejak dua hari yang lalu. Anak tampak lemas dan frekuensi buang air besar meningkat.

Perawat perlu menentukan tindakan yang paling tepat untuk mencegah dehidrasi pada anak tersebut.

Tindakan yang paling tepat adalah…

A. Menghentikan seluruh asupan cairan anak
B. Memberikan cairan rehidrasi oral sesuai kebutuhan
C. Menunda penanganan hingga diare berhenti sendiri
D. Memberikan makanan padat dalam jumlah besar
E. Mengabaikan kondisi anak karena diare umum terjadi

Jawaban benar: B

Pembahasan:
Pada anak dengan diare, risiko utama adalah dehidrasi. Oleh karena itu, pemberian oralit atau cairan rehidrasi oral merupakan langkah penting untuk menggantikan cairan yang hilang.

Soal 19
Seorang pasien laki-laki berusia 50 tahun dirawat dengan diagnosis penyakit ginjal kronis. Pasien mengatakan bahwa ia sering merasa lelah dan mengalami pembengkakan pada kaki.

Perawat ingin membantu pasien memahami kondisi kesehatannya dan cara mengelola penyakit tersebut.

Pendekatan yang paling tepat adalah…

A. Mengabaikan keluhan pasien
B. Memberikan edukasi mengenai pembatasan cairan dan diet yang sesuai
C. Menyarankan pasien untuk berhenti minum obat
D. Membatasi komunikasi dengan pasien
E. Memberikan informasi yang tidak terkait dengan penyakit

Jawaban benar: B

Pembahasan:
Pengelolaan penyakit ginjal kronis memerlukan pengaturan diet dan pembatasan cairan untuk mencegah penumpukan cairan dan memperlambat progresivitas penyakit.

Soal 20
Seorang pasien perempuan berusia 35 tahun dirawat di ruang keperawatan jiwa dengan diagnosis depresi berat. Pasien tampak menarik diri dari lingkungan dan mengatakan bahwa hidupnya tidak berarti.

Perawat perlu menentukan pendekatan yang paling tepat untuk membantu pasien tersebut.

Tindakan yang paling tepat adalah…

A. Mengabaikan pernyataan pasien
B. Mengatakan bahwa pasien harus lebih bersyukur
C. Mendengarkan secara empatik dan melakukan pendekatan terapeutik
D. Mengalihkan pembicaraan agar pasien tidak membahas perasaannya
E. Menyarankan pasien untuk tidak memikirkan masalahnya

Jawaban benar: C

Pembahasan:
Dalam keperawatan jiwa, pendekatan yang paling penting adalah komunikasi terapeutik dan empati. Dengan mendengarkan pasien secara aktif, perawat dapat membantu pasien mengekspresikan perasaannya dan membangun hubungan terapeutik yang mendukung proses pemulihan.

🎯 Siap Lulus Uji Kompetensi Keperawatan?

Contoh soal di atas bisa membantu Anda memahami pola soal UKOM, tetapi latihan yang lebih banyak dan terarah akan jauh meningkatkan peluang Anda untuk lulus.

💡 Di fungsional.id tersedia paket latihan soal Uji Kompetensi Keperawatan (Vokasi & Ners) yang dirancang sesuai pola soal terbaru.

Yang akan Anda dapatkan:

📚 Ratusan soal latihan berbasis kasus klinis seperti soal UKOM asli
🧠 Soal tipe HOTS untuk melatih analisis dan pengambilan keputusan klinis
📝 Pembahasan jelas dan mudah dipahami agar konsep benar-benar dikuasai
🎯 Materi sesuai kisi-kisi ujian terbaru sehingga belajar lebih fokus

🚀 Latih kemampuan Anda dari sekarang dan tingkatkan peluang lulus UKOM!

👉 Kunjungi: fungsional.id

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Picture of Tim Asn

Tim Asn

Tim ASN adalah kelompok profesional yang terbiasa menyusun soal. Kami terdiri dari ahli berbagai bidang, berkomitmen menciptakan soal berkualitas tinggi yang relevan dengan kompetensi jabatan.
Butuh Paket Soal Ini?
Akses Sekarang!

Dapatkan Akses Sistem CBT dengan ratusan paket soal + pembahasan!

Butuh Bantuan?