Uji Kompetensi Jabfungkes KEMENKES atau Jabatan Fungsional Kementerian Kesehatan adalah mekanisme evaluasi yang bertujuan menilai sejauh mana tenaga kesehatan menguasai kompetensi sesuai standar yang telah ditetapkan. Penilaian ini mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional sebagai dasar dalam menjaga mutu layanan kesehatan di lingkungan Kementerian Kesehatan.
Melalui Soal Uji Kompetensi Jabfungkes KEMENKES, Anda akan menemukan berbagai latihan soal yang dilengkapi pembahasan serta kisi-kisi yang membantu Anda memahami konsep dan memperdalam pengetahuan. Soal Uji Kompetensi Jabfungkes KEMENKES ini dirancang agar proses belajar Anda lebih terarah sekaligus meningkatkan kesiapan dalam menghadapi Uji Kompetensi Jabfungkes KEMENKES.
Table of Contents
ToggleKisi-Kisi Soal Uji Kompetensi Jabfungkes KEMENKES (Jabatan Fungsional Kementerian Kesehatan)

Kisi-kisi Soal Uji Kompetensi Jabfungkes KEMENKES berikut memberikan gambaran ruang lingkup dan jenis kemampuan yang perlu Anda kuasai untuk menghadapi Uji Kompetensi Jabfungkes KEMENKES secara lebih terarah.
1. Konsep Dasar Kesehatan Masyarakat
Menguji pemahaman konsep sehat-sakit, determinan kesehatan, serta pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
2. Program Prioritas Kesehatan Nasional
Menguji pemahaman program seperti stunting, penanggulangan TB, imunisasi, kesehatan ibu dan anak, serta penyakit tidak menular.
3. Pelayanan Kesehatan Primer
Menguji pemahaman sistem pelayanan di puskesmas, UKM dan UKP, serta integrasi layanan kesehatan dasar.
4. Epidemiologi Dasar dan Terapan
Menguji kemampuan memahami distribusi penyakit, faktor risiko, serta analisis kejadian penyakit di masyarakat.
5. Surveilans Kesehatan
Menguji kemampuan pengumpulan, analisis, interpretasi, dan pelaporan data kesehatan untuk pengendalian penyakit.
6. Promosi Kesehatan dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Menguji kemampuan edukasi, komunikasi perubahan perilaku, serta intervensi berbasis masyarakat.
7. Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
Menguji kemampuan dalam upaya pencegahan penyakit menular dan tidak menular, termasuk deteksi dini dan skrining.
8. Manajemen Program Kesehatan
Menguji kemampuan perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi program kesehatan.
9. Keselamatan Pasien dan Mutu Layanan
Menguji pemahaman patient safety, mutu pelayanan kesehatan, serta manajemen risiko.
10. Sistem Informasi Kesehatan
Menguji kemampuan pencatatan, pelaporan, dan pemanfaatan data kesehatan (Satu Sehat, dll).
11. Kesehatan Lingkungan
Menguji pemahaman sanitasi, air bersih, limbah, serta faktor lingkungan yang mempengaruhi kesehatan.
12. Gizi Kesehatan Masyarakat
Menguji pemahaman status gizi, intervensi gizi, serta penanganan masalah gizi seperti stunting dan wasting.
13. Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)
Menguji pemahaman pelayanan antenatal, persalinan, neonatal, serta tumbuh kembang anak.
14. Kesehatan Kerja dan Keselamatan (K3)
Menguji pemahaman risiko kerja, pencegahan kecelakaan, dan penyakit akibat kerja di fasilitas kesehatan maupun industri.
15. Regulasi dan Kebijakan Kesehatan
Menguji pemahaman peraturan perundang-undangan di bidang kesehatan, standar pelayanan, dan kebijakan nasional.
16. Etika dan Profesionalisme Tenaga Kesehatan
Menguji integritas, tanggung jawab, serta penerapan etika dalam pelayanan kesehatan.
17. Komunikasi dan Edukasi Kesehatan
Menguji kemampuan komunikasi efektif dengan pasien, keluarga, dan masyarakat.
18. Kolaborasi Interprofesional
Menguji kemampuan kerja sama lintas profesi dalam pelayanan kesehatan terpadu.
19. Evidence-Based Practice (EBP)
Menguji kemampuan menggunakan data dan hasil penelitian dalam pengambilan keputusan kesehatan.
20. Penanganan Kedaruratan Kesehatan
Menguji kemampuan respon terhadap kejadian luar biasa (KLB), wabah, dan kondisi darurat kesehatan.
Contoh Soal Uji Kompetensi Jabfungkes KEMENKES (Jabatan Fungsional Kementerian Kesehatan)
Contoh Soal Uji Kompetensi Jabfungkes KEMENKES berikut akan membantu Anda mengenali bentuk soal sekaligus melatih pemahaman dalam menjawab dengan tepat dan terarah.
Soal 1
Dalam suatu wilayah ditemukan bahwa tingkat kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan, dan genetik. Seorang petugas kesehatan merancang intervensi berupa penyuluhan PHBS dan perbaikan sanitasi lingkungan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Pendekatan yang digunakan dalam kasus tersebut paling tepat adalah…
A. Kuratif
B. Rehabilitatif
C. Promotif dan preventif
D. Diagnostik
E. Paliatif
Jawaban: C
Pembahasan:
Pendekatan promotif bertujuan meningkatkan kesehatan melalui edukasi, sedangkan preventif mencegah timbulnya penyakit melalui intervensi seperti sanitasi. Dalam kasus ini, penyuluhan dan perbaikan lingkungan merupakan kombinasi keduanya. Hal ini menunjukkan upaya tidak hanya mengobati, tetapi mencegah dan meningkatkan kualitas kesehatan.
Soal 2
Pemerintah menjalankan program penanggulangan stunting dengan intervensi gizi spesifik dan sensitif seperti pemberian makanan tambahan dan perbaikan sanitasi. Tujuan utama dari program tersebut adalah…
A. Mengobati penyakit kronis
B. Menurunkan angka kematian lansia
C. Meningkatkan status gizi anak sejak dini
D. Mengurangi angka kecelakaan kerja
E. Meningkatkan fasilitas rumah sakit
Jawaban: C
Pembahasan:
Program stunting berfokus pada peningkatan status gizi terutama pada 1000 HPK. Intervensi dilakukan secara langsung dan tidak langsung untuk mencegah gangguan pertumbuhan. Upaya ini penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Soal 3
Seorang petugas puskesmas melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat baik dalam bentuk upaya kesehatan masyarakat (UKM) maupun upaya kesehatan perorangan (UKP). Fungsi utama puskesmas dalam konteks ini adalah…
A. Pelayanan rujukan tingkat lanjut
B. Pelayanan kesehatan primer
C. Pelayanan spesialis
D. Pelayanan rehabilitasi lanjutan
E. Pelayanan farmasi industri
Jawaban: B
Pembahasan:
Puskesmas merupakan fasilitas kesehatan tingkat pertama yang memberikan pelayanan dasar. UKM dan UKP menjadi bagian penting dalam sistem pelayanan primer. Hal ini menekankan fungsi promotif dan preventif sekaligus pelayanan dasar.
Soal 4
Dalam suatu penelitian epidemiologi ditemukan bahwa penyakit tertentu lebih banyak terjadi pada kelompok usia tertentu dan wilayah tertentu. Kajian ini termasuk dalam aspek…
A. Distribusi penyakit
B. Intervensi klinis
C. Terapi medis
D. Diagnostik laboratorium
E. Rehabilitasi pasien
Jawaban: A
Pembahasan:
Epidemiologi mempelajari distribusi penyakit berdasarkan orang, tempat, dan waktu. Analisis ini membantu memahami pola penyebaran penyakit. Informasi tersebut penting untuk perencanaan intervensi kesehatan.
Soal 5
Petugas kesehatan mengumpulkan data kasus penyakit secara rutin, kemudian menganalisis dan melaporkannya untuk tindakan pengendalian. Kegiatan ini disebut…
A. Sampling
B. Surveilans
C. Tabulasi
D. Evaluasi
E. Publikasi
Jawaban: B
Pembahasan:
Surveilans adalah proses sistematis pengumpulan, analisis, dan interpretasi data kesehatan. Tujuannya untuk mendukung tindakan pengendalian penyakit. Kegiatan ini bersifat berkelanjutan dan terintegrasi.
Soal 6
Seorang tenaga kesehatan memberikan edukasi kepada masyarakat agar rutin mencuci tangan dan menjaga kebersihan lingkungan. Upaya tersebut termasuk…
A. Kuratif
B. Rehabilitatif
C. Promosi kesehatan
D. Diagnostik
E. Terapi
Jawaban: C
Pembahasan:
Promosi kesehatan bertujuan mengubah perilaku masyarakat menjadi lebih sehat. Edukasi seperti PHBS merupakan bagian utama dari strategi ini. Perubahan perilaku dapat mencegah berbagai penyakit.
Soal 7
Program skrining hipertensi dilakukan di masyarakat untuk mendeteksi penyakit sejak dini sebelum muncul komplikasi. Upaya ini termasuk…
A. Promotif
B. Preventif sekunder
C. Kuratif
D. Rehabilitatif
E. Paliatif
Jawaban: B
Pembahasan:
Skrining merupakan bentuk pencegahan sekunder untuk deteksi dini. Tujuannya mengidentifikasi penyakit sebelum berkembang lebih lanjut. Dengan demikian, penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Soal 8
Dalam perencanaan program kesehatan, petugas menentukan tujuan, sasaran, dan indikator keberhasilan sebelum pelaksanaan. Tahapan ini disebut…
A. Evaluasi
B. Monitoring
C. Perencanaan
D. Implementasi
E. Pelaporan
Jawaban: C
Pembahasan:
Perencanaan merupakan tahap awal yang krusial dalam manajemen program kesehatan karena menjadi dasar bagi seluruh proses selanjutnya. Pada tahap ini, petugas menetapkan tujuan yang jelas, menentukan sasaran yang tepat, serta menyusun indikator keberhasilan yang terukur sebagai acuan evaluasi. Perencanaan yang matang akan membantu penggunaan sumber daya secara efisien, meminimalkan risiko kegagalan program, dan memastikan kegiatan berjalan sesuai dengan kebutuhan serta prioritas kesehatan masyarakat.
Soal 9
Seorang tenaga kesehatan memastikan identitas pasien sebelum memberikan tindakan untuk mencegah kesalahan medis. Hal ini merupakan bagian dari…
A. Etika profesi
B. Patient safety
C. Administrasi
D. Surveilans
E. Promosi kesehatan
Jawaban: B
Pembahasan:
Patient safety bertujuan mencegah kesalahan dalam pelayanan kesehatan. Identifikasi pasien yang tepat merupakan salah satu standar keselamatan. Hal ini penting untuk menjaga mutu layanan.
Soal 10
Petugas mencatat data pasien dalam sistem digital nasional seperti Satu Sehat untuk keperluan pelaporan dan analisis. Kegiatan ini termasuk…
A. Survei
B. Sistem informasi kesehatan
C. Promosi kesehatan
D. Diagnostik
E. Terapi
Jawaban: B
Pembahasan:
Sistem informasi kesehatan merupakan rangkaian proses pengumpulan, pencatatan, pengolahan, hingga penyajian data kesehatan untuk mendukung pengambilan keputusan. Penggunaan sistem digital seperti Satu Sehat memungkinkan data tersimpan secara terintegrasi, mudah diakses, serta dapat dianalisis secara lebih cepat dan akurat. Dengan demikian, pemanfaatan sistem ini tidak hanya meningkatkan efisiensi pelayanan, tetapi juga membantu perencanaan, monitoring, dan evaluasi program kesehatan secara berkelanjutan.
Soal 11
Ketersediaan air bersih dan pengelolaan limbah yang baik merupakan faktor penting dalam mencegah penyakit berbasis lingkungan. Hal ini termasuk aspek…
A. Epidemiologi
B. Kesehatan lingkungan
C. Kesehatan kerja
D. Gizi
E. KIA
Jawaban: B
Pembahasan:
Kesehatan lingkungan berfokus pada faktor eksternal yang mempengaruhi kesehatan. Air bersih dan sanitasi merupakan komponen utama. Kondisi lingkungan yang baik dapat mencegah penyakit.
Soal 12
Balita dengan tinggi badan di bawah standar usianya akibat kekurangan gizi kronis dikategorikan sebagai…
A. Obesitas
B. Stunting
C. Wasting
D. Underweight
E. Anemia
Jawaban: B
Pembahasan:
Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis. Dampaknya tidak hanya fisik tetapi juga perkembangan kognitif. Pencegahan dilakukan sejak masa kehamilan.
Soal 13
Pelayanan antenatal care (ANC) dilakukan untuk memantau kesehatan ibu dan janin selama kehamilan. Tujuan utama pelayanan ini adalah…
A. Mengobati penyakit kronis
B. Mencegah komplikasi kehamilan
C. Rehabilitasi pasien
D. Terapi lanjutan
E. Diagnostik lanjutan
Jawaban: B
Pembahasan:
Pelayanan antenatal care (ANC) berfokus pada pemantauan kondisi ibu dan janin secara berkala untuk mendeteksi faktor risiko sejak dini. Melalui pemeriksaan rutin, tenaga kesehatan dapat mengidentifikasi potensi komplikasi seperti anemia, preeklamsia, atau gangguan pertumbuhan janin, sehingga dapat segera ditangani. Dengan demikian, ANC berperan penting dalam mencegah komplikasi kehamilan serta meningkatkan keselamatan ibu dan bayi hingga proses persalinan.
Soal 14
Seorang pekerja di fasilitas kesehatan menggunakan alat pelindung diri (APD) saat bekerja untuk mengurangi risiko paparan penyakit. Upaya ini termasuk…
A. Promosi kesehatan
B. Kesehatan kerja
C. Surveilans
D. Rehabilitasi
E. Diagnostik
Jawaban: B
Pembahasan:
Kesehatan kerja bertujuan melindungi pekerja dari risiko lingkungan kerja. Penggunaan APD merupakan langkah pencegahan utama. Hal ini penting untuk menjaga keselamatan tenaga kesehatan.
Soal 15
Peraturan tentang standar pelayanan minimal di bidang kesehatan dibuat untuk menjamin kualitas layanan. Hal ini termasuk dalam…
A. Etika profesi
B. Regulasi kesehatan
C. Surveilans
D. Promosi kesehatan
E. Diagnostik
Jawaban: B
Pembahasan:
Regulasi kesehatan mencakup berbagai peraturan dan kebijakan yang ditetapkan untuk mengatur penyelenggaraan layanan kesehatan agar sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Standar pelayanan minimal menjadi acuan penting dalam menjamin mutu, keselamatan, serta pemerataan akses layanan bagi masyarakat. Dengan adanya regulasi yang jelas, tenaga kesehatan memiliki pedoman dalam menjalankan tugas secara profesional dan konsisten sesuai ketentuan yang berlaku.
Soal 16
Seorang tenaga kesehatan menjaga kerahasiaan data pasien dan bertindak sesuai kode etik profesi. Hal ini mencerminkan…
A. Kompetensi teknis
B. Etika dan profesionalisme
C. Surveilans
D. Promosi kesehatan
E. Administrasi
Jawaban: B
Pembahasan:
Etika dan profesionalisme dalam tenaga kesehatan mencerminkan sikap bertanggung jawab dalam menjaga kepercayaan pasien, salah satunya melalui kerahasiaan data medis. Prinsip ini merupakan bagian dari kode etik yang wajib dipatuhi untuk melindungi hak privasi pasien serta menjaga integritas pelayanan. Dengan menerapkan etika yang baik, tenaga kesehatan dapat membangun hubungan yang profesional dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan.
Soal 17
Tenaga kesehatan menggunakan bahasa sederhana saat menjelaskan kondisi pasien agar mudah dipahami keluarga. Hal ini menunjukkan…
A. Diagnostik
B. Komunikasi efektif
C. Surveilans
D. Evaluasi
E. Administrasi
Jawaban: B
Pembahasan:
Komunikasi efektif dalam pelayanan kesehatan ditunjukkan melalui kemampuan menyampaikan informasi secara jelas, sederhana, dan sesuai dengan tingkat pemahaman pasien maupun keluarga. Penggunaan bahasa yang mudah dipahami membantu mengurangi kesalahpahaman serta memastikan informasi medis diterima dengan tepat. Dengan komunikasi yang baik, pasien cenderung lebih patuh terhadap anjuran dan pengobatan, sehingga mendukung keberhasilan proses pelayanan kesehatan.
Soal 18
Dokter, perawat, dan ahli gizi bekerja bersama dalam menangani pasien untuk memberikan pelayanan yang optimal. Hal ini disebut…
A. Promosi kesehatan
B. Kolaborasi interprofesional
C. Surveilans
D. Evaluasi
E. Administrasi
Jawaban: B
Pembahasan:
Kolaborasi interprofesional melibatkan berbagai profesi kesehatan. Tujuannya memberikan pelayanan yang komprehensif. Kerja sama ini meningkatkan kualitas hasil perawatan.
Soal 19
Seorang tenaga kesehatan menggunakan hasil penelitian terbaru untuk menentukan metode intervensi yang paling efektif. Hal ini merupakan penerapan…
A. Surveilans
B. Evidence-Based Practice
C. Promosi kesehatan
D. Evaluasi
E. Administrasi
Jawaban: B
Pembahasan:
Evidence-Based Practice mengintegrasikan bukti ilmiah dalam praktik. Pendekatan ini meningkatkan kualitas keputusan klinis. Penggunaan data penelitian membuat intervensi lebih efektif.
Soal 20
Terjadi wabah penyakit di suatu daerah dan petugas kesehatan segera melakukan investigasi serta penanganan cepat untuk mencegah penyebaran. Tindakan ini termasuk…
A. Promosi kesehatan
B. Kedaruratan kesehatan
C. Rehabilitasi
D. Diagnostik
E. Administrasi
Jawaban: B
Pembahasan:
Kedaruratan kesehatan mencakup respon terhadap wabah atau KLB. Tindakan cepat diperlukan untuk mengendalikan penyebaran. Hal ini melindungi masyarakat dari dampak yang lebih luas.
Akses Soal Uji Kompetensi Jabfungkes KEMENKES Sekarang Juga!

Akses Soal Uji Kompetensi Jabfungkes KEMENKES sekarang juga di fungsional.or.id untuk membantu Anda mengasah kemampuan secara lebih terarah dan sistematis. Dengan latihan yang dilengkapi pembahasan, Anda dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan, memperdalam pemahaman, serta meningkatkan kepercayaan diri dalam menghadapi Uji Kompetensi Jabfungkes KEMENKES dengan hasil yang optimal.


