Soal UKOM Asisten Apoteker Ahli Pertama ke Mahir: Kisi-Kisi, Materi & Pembahasan 

Uji Kompetensi Asisten Apoteker Ahli Pertama ke Mahir menuntut penguasaan keterampilan teknis kefarmasian yang semakin matang, mulai dari pengelolaan sediaan farmasi, pelayanan resep, perhitungan dosis, penyimpanan obat, hingga penerapan keselamatan pasien dan ketepatan dokumentasi. Peserta juga perlu mampu memahami situasi kerja yang membutuhkan ketelitian, kepatuhan terhadap prosedur, serta komunikasi yang baik dalam pelayanan kefarmasian.

Melalui artikel Soal UKOM Asisten Apoteker Ahli Pertama ke Mahir: Kisi-Kisi, Materi & Pembahasan, Anda dapat mempelajari ruang lingkup materi yang perlu dikuasai sekaligus berlatih menghadapi soal berbasis kasus. Latihan ini dapat membantu meningkatkan kemampuan analisis, ketepatan perhitungan, pengelolaan obat, serta pengambilan keputusan sesuai standar pelayanan kefarmasian.

Materi UKOM Asisten Apoteker Ahli Pertama ke Mahir

Materi UKOM Asisten Apoteker Ahli Pertama ke Mahir berfokus pada kemampuan teknis kefarmasian, ketelitian administrasi, pengelolaan obat, serta penerapan keselamatan pasien. Pada jenjang Mahir, peserta perlu mampu menjalankan tugas secara lebih konsisten dan memahami risiko yang dapat muncul pada setiap tahapan pelayanan. Materi yang perlu dipersiapkan meliputi:

  • Pelayanan Resep
    Penerimaan resep, pemeriksaan kelengkapan administratif, identitas pasien, nama obat, kekuatan sediaan, dosis, jumlah, aturan pakai, serta penyiapan obat sesuai prosedur.
  • Skrining Resep
    Identifikasi ketidaksesuaian dosis, duplikasi obat, ketidakjelasan tulisan, kekuatan obat yang tidak sesuai, serta kondisi yang memerlukan konfirmasi kepada apoteker.
  • Perhitungan Kefarmasian
    Perhitungan dosis, jumlah obat, konsentrasi, pengenceran, persentase, kebutuhan sediaan, serta konversi satuan.
  • Peracikan Obat
    Penimbangan, pengukuran, pencampuran, pembagian, pengemasan, pelabelan, dan penerapan ketelitian selama proses peracikan.
  • Sediaan Farmasi
    Tablet, kapsul, serbuk, sirup, suspensi, emulsi, salep, krim, gel, suppositoria, tetes, dan bentuk sediaan lain beserta karakteristik penggunaannya.
  • Pengelolaan Obat
    Perencanaan kebutuhan, penerimaan, penyimpanan, distribusi, pencatatan, pengendalian stok, hingga pemusnahan sesuai prosedur.
  • Penerimaan Sediaan Farmasi
    Pemeriksaan jumlah, nama produk, batch, tanggal kedaluwarsa, kondisi fisik, kesesuaian dokumen, dan ketepatan penyimpanan setelah diterima.
  • Penyimpanan Obat
    Pengaturan suhu, kelembapan, cahaya, keamanan, penataan berdasarkan karakteristik obat, serta pemisahan produk tertentu.
  • FEFO dan FIFO
    Penerapan First Expired First Out dan First In First Out untuk mencegah obat kedaluwarsa atau menumpuk terlalu lama.
  • Cold Chain
    Penyimpanan dan distribusi produk yang memerlukan suhu terkendali, monitoring suhu, serta penanganan penyimpangan suhu.
  • Pengendalian Stok
    Stock opname, kartu stok, stok minimum-maksimum, lead time, buffer stock, selisih persediaan, dan pencegahan kekosongan obat.
  • Obat Kedaluwarsa dan Rusak
    Identifikasi, pemisahan, pelabelan, pencatatan, penyimpanan sementara, dan proses pemusnahan sesuai ketentuan.
  • Obat LASA
    Look-Alike Sound-Alike, pemisahan penyimpanan, pelabelan khusus, serta pencegahan kesalahan pengambilan.
  • High-Alert Medication
    Pengenalan obat berisiko tinggi, penyimpanan, penandaan, verifikasi, dan penerapan kehati-hatian dalam pelayanan.
  • Narkotika dan Psikotropika
    Penerimaan, penyimpanan, pencatatan, pengeluaran, pengamanan, serta dokumentasi sesuai ketentuan.
  • Obat Bebas dan Obat Bebas Terbatas
    Pengenalan golongan, tanda khusus, informasi penggunaan, serta batas kewenangan dalam pelayanan.
  • Obat Keras
    Identifikasi simbol, ketentuan penyerahan, penggunaan resep, serta pengendalian dalam pelayanan.
  • Farmakologi Dasar
    Golongan obat, indikasi, kontraindikasi, efek samping, interaksi sederhana, serta prinsip penggunaan obat yang rasional.
  • Antibiotik
    Prinsip penggunaan yang tepat, durasi, kepatuhan pasien, resistensi, serta edukasi dasar penggunaan antibiotik.
  • Obat Penyakit Kronis
    Obat hipertensi, diabetes, asma, penyakit jantung, dan terapi kronis lain yang umum dijumpai dalam pelayanan.
  • Obat Saluran Cerna
    Antasida, antiemetik, antidiare, laksatif, dan obat lambung beserta prinsip penggunaan dasarnya.
  • Obat Analgesik dan Antipiretik
    Indikasi, dosis, risiko penggunaan, serta perbedaan beberapa jenis analgesik.
  • Obat Alergi dan Pernapasan
    Antihistamin, bronkodilator, dekongestan, serta perhatian pada efek samping dan aturan pakai.
  • Pelabelan Obat
    Nama pasien, nama obat, aturan pakai, jumlah, tanggal, peringatan khusus, serta ketepatan informasi pada etiket.
  • Informasi Obat Dasar
    Cara penggunaan, waktu minum, penyimpanan, efek samping umum, hal yang perlu dihindari, dan kepatuhan terapi.
  • Komunikasi dengan Pasien
    Penyampaian informasi secara jelas, bahasa sederhana, konfirmasi pemahaman, dan sikap profesional.
  • Komunikasi dengan Apoteker
    Pelaporan masalah resep, ketidaksesuaian stok, potensi medication error, dan kondisi yang membutuhkan konfirmasi.
  • Medication Error
    Kesalahan prescribing, dispensing, labeling, pemberian informasi, pengambilan obat, serta tindakan pencegahannya.
  • Patient Safety
    Identifikasi pasien, ketepatan obat, ketepatan dosis, ketepatan label, verifikasi sebelum penyerahan, dan pelaporan insiden.
  • Dokumentasi Kefarmasian
    Pencatatan resep, stok, distribusi, suhu, narkotika-psikotropika, obat rusak, serta dokumen pelayanan lainnya.
  • Pelayanan Kefarmasian Rumah Sakit
    Alur distribusi obat, unit dose, floor stock, emergency stock, penyimpanan di unit pelayanan, dan pengendalian sediaan.
  • Pelayanan Kefarmasian Puskesmas
    Pengelolaan obat program, pelayanan resep, penyimpanan, pencatatan, distribusi, dan pelayanan kepada pasien.
  • Pelayanan Kefarmasian Apotek
    Penerimaan resep, penyiapan obat, pengelolaan stok, pelayanan obat nonresep, serta komunikasi kepada pasien.
  • Pengelolaan Bahan Medis Habis Pakai
    Penerimaan, penyimpanan, distribusi, pencatatan, serta pengendalian persediaan BMHP.
  • Higiene dan Sanitasi
    Kebersihan tangan, area kerja, alat, meja peracikan, serta pencegahan kontaminasi.
  • K3 di Instalasi Farmasi
    Keselamatan kerja, penanganan bahan berisiko, penggunaan APD, ergonomi, tumpahan, serta pencegahan kecelakaan kerja.
  • Pencegahan Kontaminasi
    Teknik kerja bersih, pemisahan alat, kebersihan wadah, serta kontrol lingkungan kerja.
  • Administrasi dan Pelaporan
    Rekap penggunaan obat, laporan stok, permintaan obat, penerimaan, pengeluaran, dan dokumentasi inventaris.
  • Etika dan Profesionalisme
    Kerahasiaan pasien, tanggung jawab, ketelitian, batas kewenangan, kepatuhan terhadap SOP, serta integritas dalam pekerjaan.
  • Problem Solving Kefarmasian
    Penanganan selisih stok, kekosongan obat, salah label, obat rusak, kesalahan penyimpanan, serta ketidaksesuaian antara resep dan sediaan.

Kisi-Kisi Spesifik UKOM Asisten Apoteker Jenjang Mahir

Kisi-kisi UKOM Asisten Apoteker jenjang Mahir lebih tepat diarahkan pada kemampuan melaksanakan pekerjaan teknis kefarmasian dengan tingkat ketelitian dan tanggung jawab yang lebih tinggi, khususnya dalam penyiapan obat, peracikan, pengelolaan perbekalan farmasi, dokumentasi, pengendalian persediaan, serta pencegahan kesalahan pelayanan.

A. Penyiapan dan Dispensing Resep

Materi yang perlu dikuasai meliputi:

  • verifikasi identitas pasien;
  • membaca nama, bentuk, kekuatan, jumlah, dan aturan pakai obat;
  • mencocokkan resep dengan obat yang tersedia;
  • mengambil obat sesuai nama dan kekuatan;
  • menghitung jumlah sediaan yang harus disiapkan;
  • menyiapkan obat racikan dan nonracikan;
  • memilih wadah yang sesuai;
  • membuat dan memasang etiket;
  • melakukan pemeriksaan ulang sebelum obat diserahkan;
  • mengenali resep yang harus dikonsultasikan kepada apoteker.

Pola soal: ditemukan dua obat dengan nama hampir sama atau kekuatan berbeda, kemudian peserta diminta menentukan langkah pengamanan sebelum dispensing dilanjutkan.

B. Peracikan Sediaan Farmasi

Fokus materi:

  • penimbangan bahan;
  • pengukuran volume;
  • penghalusan dan pencampuran;
  • teknik geometric dilution;
  • pembagian serbuk;
  • pengisian kapsul;
  • pencampuran salep atau krim;
  • rekonstitusi sediaan;
  • homogenitas;
  • ketepatan jumlah;
  • pemilihan wadah;
  • etiket dan penyimpanan;
  • pencegahan kontaminasi.

C. Perhitungan Kefarmasian

Bagian ini perlu mendapat porsi cukup besar.

Materi spesifik:

  • menghitung jumlah tablet atau kapsul;
  • menghitung volume obat cair;
  • dosis per kali pemberian;
  • dosis total per hari;
  • konversi mg, g, mcg, mL, dan L;
  • persen konsentrasi;
  • mg/mL;
  • pengenceran;
  • kebutuhan bahan racikan;
  • jumlah sediaan untuk beberapa hari terapi.

D. Pemeriksaan Penerimaan Obat dan BMHP

Peserta perlu mampu memeriksa:

  • kesesuaian surat pesanan;
  • nama produk;
  • bentuk dan kekuatan sediaan;
  • jumlah;
  • nomor batch;
  • tanggal kedaluwarsa;
  • kondisi kemasan;
  • kondisi fisik;
  • persyaratan suhu;
  • dokumen penerimaan.

E. Penyimpanan Sediaan Farmasi

Materi spesifik:

  • penyimpanan berdasarkan persyaratan suhu;
  • perlindungan terhadap cahaya dan kelembapan;
  • penataan obat;
  • pemisahan obat tertentu;
  • keamanan ruang penyimpanan;
  • penempatan LASA;
  • penempatan high-alert;
  • narkotika dan psikotropika;
  • obat rusak;
  • obat kedaluwarsa;
  • produk recall.

F. FEFO dan FIFO

Peserta harus dapat menentukan batch mana yang dikeluarkan terlebih dahulu.

Prioritas utama pada obat dengan tanggal kedaluwarsa berbeda adalah FEFO.

Contoh:

  • Batch A diterima Januari, ED Desember.
  • Batch B diterima Maret, ED Oktober.

Batch B diprioritaskan lebih dahulu karena kedaluwarsanya lebih dekat.

Soal dapat menggabungkan tanggal penerimaan, ED, batch, jumlah stok, dan kondisi fisik.

G. Pengendalian Persediaan

Materi yang lebih spesifik meliputi:

  • kartu stok;
  • stok fisik;
  • saldo sistem;
  • stok minimum;
  • stok maksimum;
  • buffer stock;
  • lead time;
  • rata-rata pemakaian;
  • stockout;
  • overstock;
  • slow moving;
  • dead stock;
  • stok hampir kedaluwarsa.

H. Stock Opname dan Selisih Stok

Pola kasus yang sangat relevan:

Sistem menunjukkan 250 tablet, sedangkan hasil stock opname hanya 220 tablet.

Langkah yang seharusnya dilakukan:

  1. menghitung ulang;
  2. memeriksa kartu stok;
  3. memeriksa transaksi masuk dan keluar;
  4. menelusuri retur atau koreksi;
  5. melaporkan selisih sesuai prosedur;
  6. melakukan koreksi berdasarkan hasil verifikasi.

Peserta tidak boleh langsung mengubah data agar sama dengan stok fisik.

I. Cold Chain

Materi spesifik:

  • produk yang membutuhkan suhu terkendali;
  • monitoring dan pencatatan suhu;
  • posisi penyimpanan;
  • penggunaan cold box;
  • distribusi;
  • penyimpangan suhu;
  • tindakan ketika listrik padam;
  • dokumentasi excursion.

Jika suhu berada di luar rentang, produk tidak boleh langsung dianggap rusak ataupun langsung digunakan. Produk perlu diamankan dan dievaluasi sesuai prosedur.

J. LASA

Peserta perlu memahami risiko:

  • nama mirip;
  • suara mirip;
  • kemasan mirip;
  • kekuatan berbeda;
  • lokasi penyimpanan berdampingan.

Pencegahan dapat meliputi:

  • pemisahan lokasi;
  • label khusus;
  • Tall Man lettering bila diterapkan;
  • double check;
  • verifikasi resep dan produk.

K. High-Alert Medication

Materi meliputi:

  • identifikasi obat berisiko tinggi;
  • penyimpanan;
  • penandaan;
  • pembatasan akses;
  • double check;
  • ketepatan konsentrasi dan kekuatan;
  • dokumentasi.

Soal dapat meminta peserta menentukan kesalahan mana yang memiliki risiko paling besar terhadap keselamatan pasien.

L. Medication Error dan Near Miss

Peserta harus mengenali kesalahan seperti:

  • wrong drug;
  • wrong strength;
  • wrong quantity;
  • wrong label;
  • wrong patient;
  • salah bentuk sediaan;
  • salah aturan pakai.

Near miss dapat muncul ketika kesalahan berhasil ditemukan sebelum obat mencapai pasien.

Tindakan yang perlu dipahami:

hentikan proses → koreksi → verifikasi → dokumentasikan/laporkan sesuai prosedur → cegah pengulangan.

M. Etiket dan Label Obat

Peserta perlu mampu menemukan kesalahan pada:

  • nama pasien;
  • aturan pakai;
  • jumlah;
  • bentuk penggunaan;
  • label obat luar;
  • penyimpanan;
  • peringatan khusus;
  • label “kocok dahulu” untuk suspensi.

Soal dapat memperlihatkan obat yang benar tetapi etikelnya salah. Kondisi tersebut tetap merupakan risiko medication error.

N. Narkotika dan Psikotropika

Materi lebih spesifik meliputi:

  • penerimaan;
  • penyimpanan;
  • pencatatan;
  • saldo;
  • pengeluaran;
  • dokumen;
  • keamanan akses;
  • pemeriksaan fisik;
  • penanganan selisih.

Selisih stok narkotika merupakan kondisi yang memerlukan verifikasi dan pelaporan segera sesuai alur, bukan sekadar koreksi administrasi.

O. Obat Rusak dan Kedaluwarsa

Peserta perlu mampu:

  • mengenali perubahan fisik;
  • memisahkan obat;
  • memberi identifikasi/status;
  • mencatat;
  • menyimpan pada area khusus;
  • mencegah distribusi;
  • memproses retur atau pemusnahan sesuai ketentuan.

P. Recall Produk

Jika terdapat penarikan obat berdasarkan nomor batch, peserta perlu:

  1. memeriksa stok;
  2. menemukan batch terdampak;
  3. menghentikan distribusi;
  4. memisahkan produk;
  5. mendokumentasikan jumlah;
  6. mengikuti prosedur retur atau penarikan.

Q. Distribusi Obat

Materi yang perlu dikuasai:

  • permintaan unit;
  • ketepatan jenis dan jumlah;
  • batch;
  • distribusi;
  • dokumentasi;
  • ketertelusuran;
  • emergency stock;
  • floor stock;
  • sistem unit dose bila digunakan.

R. Emergency Stock

Peserta perlu mampu mengecek:

  • jenis obat;
  • jumlah;
  • ED;
  • kondisi;
  • kelengkapan;
  • dokumentasi;
  • penggantian setelah digunakan.

Soal dapat memberikan emergency trolley dengan satu obat sudah kedaluwarsa dan meminta tindakan prioritas.

S. Informasi Obat Dasar kepada Pasien

Sesuai batas kewenangan, peserta perlu memahami informasi operasional seperti:

  • aturan pakai;
  • waktu penggunaan;
  • cara penyimpanan;
  • penggunaan sediaan tertentu;
  • “kocok dahulu”;
  • penyimpanan setelah rekonstitusi bila relevan.

Masalah klinis yang membutuhkan interpretasi lebih lanjut harus diteruskan kepada apoteker.

T. Batas Kewenangan Asisten Apoteker

Ini sangat penting untuk soal UKOM.

Peserta harus dapat membedakan situasi yang dapat diselesaikan secara teknis dengan situasi yang perlu eskalasi kepada apoteker.

Contohnya:

  • dosis tampak terlalu tinggi;
  • resep tidak terbaca;
  • terjadi kemungkinan interaksi;
  • pasien mengalami efek samping berat;
  • perlu mengganti obat;
  • perlu mengubah dosis;
  • terdapat masalah klinis penggunaan obat.

Asisten Apoteker tidak seharusnya membuat keputusan klinis di luar kewenangannya.

U. Dokumentasi Pelayanan Kefarmasian

Materi meliputi:

  • kartu stok;
  • penerimaan;
  • pengeluaran;
  • retur;
  • ED;
  • batch;
  • suhu;
  • obat rusak;
  • narkotika;
  • psikotropika;
  • pelayanan resep;
  • insiden.

Kesalahan pencatatan harus diperbaiki secara transparan dan dapat ditelusuri, bukan dihapus tanpa jejak.

V. Higiene, Sanitasi, dan Pencegahan Kontaminasi

Materi spesifik:

  • hand hygiene;
  • kebersihan meja racik;
  • kebersihan alat;
  • pemisahan bahan;
  • penggunaan wadah bersih;
  • APD;
  • pencegahan kontaminasi silang.

W. K3 Kefarmasian

Kasus dapat mencakup:

  • vial pecah;
  • bahan tumpah;
  • paparan kulit;
  • benda tajam;
  • pecahan kaca;
  • bahan berisiko;
  • postur kerja;
  • penggunaan APD.

Peserta harus memprioritaskan keselamatan petugas dan lingkungan.

X. Problem Solving Operasional Jenjang Mahir

Ini merupakan salah satu area yang paling cocok dibuat HOTS.

Kasus yang perlu dilatih antara lain:

  • selisih stok;
  • obat kosong;
  • stok hampir kedaluwarsa;
  • salah etiket;
  • near miss LASA;
  • suhu refrigerator menyimpang;
  • resep tidak jelas;
  • barang datang tidak sesuai;
  • batch recall;
  • obat rusak;
  • stok narkotika berbeda;
  • emergency stock tidak lengkap.

Pada setiap kasus, peserta harus mampu menentukan:

masalah → risiko → tindakan pertama → verifikasi → dokumentasi → eskalasi bila diperlukan.

Contoh Soal UKOM Asisten Apoteker Mahir dan Pembahasan

Contoh soal berikut disusun berbasis HOTS dan situasi kerja kefarmasian. Peserta tidak hanya dituntut mengetahui prosedur, tetapi juga mampu menentukan tindakan paling aman, menemukan sumber masalah, melakukan verifikasi, serta memahami kapan suatu kondisi harus diteruskan kepada apoteker.

Soal 1

Saat stock opname, jumlah fisik amoksisilin 500 mg tercatat 420 kapsul, sedangkan kartu stok menunjukkan 470 kapsul. Tindakan pertama yang paling tepat adalah ….

A. Mengubah saldo kartu stok menjadi 420 kapsul
B. Menghitung ulang stok fisik dan menelusuri transaksi penerimaan serta pengeluaran
C. Membuat berita acara kehilangan langsung
D. Menambahkan 50 kapsul pada stok fisik
E. Menghapus transaksi terakhir

Jawaban: B

Pembahasan:
Selisih stok harus diverifikasi terlebih dahulu. Pemeriksaan mencakup penghitungan ulang, kartu stok, dokumen penerimaan, pengeluaran, retur, dan kemungkinan kesalahan pencatatan sebelum dilakukan koreksi.

Soal 2

Terdapat dua batch obat yang sama. Batch A diterima Januari dengan ED Desember 2027. Batch B diterima Maret dengan ED Oktober 2027. Batch yang harus didistribusikan terlebih dahulu adalah ….

A. Batch A karena datang lebih dahulu
B. Batch B karena kedaluwarsa lebih dahulu
C. Keduanya dikeluarkan bersamaan
D. Batch dengan jumlah paling sedikit
E. Batch dengan harga paling tinggi

Jawaban: B

Pembahasan:
Prinsip FEFO mengutamakan obat dengan tanggal kedaluwarsa paling dekat, meskipun diterima lebih belakangan.

Soal 3

Asisten apoteker menemukan resep dengan nama obat jelas, tetapi dosis yang tertulis jauh lebih tinggi daripada dosis yang biasa dilayani. Tindakan paling tepat adalah ….

A. Menurunkan dosis berdasarkan pengalaman
B. Menyiapkan obat sesuai resep tanpa verifikasi
C. Menunda proses dan mengonsultasikan ketidaksesuaian kepada apoteker
D. Mengganti dengan obat lain
E. Menanyakan kepada pasien dosis yang biasanya diminum

Jawaban: C

Pembahasan:
Asisten apoteker tidak boleh mengubah dosis secara mandiri. Dosis mencurigakan harus diverifikasi melalui apoteker sesuai batas kewenangan.

Soal 4

Sebuah produk cold chain ditemukan berada pada suhu di luar rentang yang dipersyaratkan selama beberapa jam akibat listrik padam. Tindakan yang paling tepat adalah ….

A. Langsung membuang seluruh produk
B. Mengembalikan produk ke pelayanan setelah suhu normal
C. Memisahkan produk terdampak, mendokumentasikan penyimpangan, dan melaporkan untuk evaluasi kelayakan
D. Mengganti label tanggal kedaluwarsa
E. Memindahkan produk ke rak biasa

Jawaban: C

Pembahasan:
Penyimpangan suhu tidak otomatis berarti produk rusak ataupun aman. Produk harus dikarantina sementara dan dinilai berdasarkan prosedur serta data stabilitas.

Soal 5

Saat pemeriksaan akhir, petugas menemukan obat yang disiapkan adalah glibenklamid, sedangkan resep meminta glimepirid. Obat belum diserahkan kepada pasien. Kejadian ini termasuk ….

A. Adverse drug reaction
B. Near miss
C. Efek samping obat
D. Medication adherence
E. Drug interaction

Jawaban: B

Pembahasan:
Kesalahan telah terjadi dalam proses dispensing tetapi berhasil ditemukan sebelum mencapai pasien, sehingga termasuk near miss.

Soal 6

Petugas menemukan dua obat LASA disimpan berdampingan dengan kemasan hampir sama. Upaya pencegahan paling efektif adalah ….

A. Menambah stok kedua obat
B. Memisahkan lokasi penyimpanan dan memberikan penandaan khusus
C. Menempatkan keduanya di rak paling atas
D. Menghapus label pabrik
E. Menyimpan keduanya dalam satu wadah besar

Jawaban: B

Pembahasan:
Pemisahan lokasi dan penandaan membantu mengurangi risiko salah ambil pada obat dengan nama atau kemasan mirip.

Soal 7

Resep meminta 250 mg obat per dosis. Sediaan yang tersedia adalah 125 mg/5 mL. Volume yang perlu disiapkan untuk satu kali pemberian adalah ….

A. 2,5 mL
B. 5 mL
C. 10 mL
D. 15 mL
E. 20 mL

Jawaban: C

Pembahasan:
125 mg terdapat dalam 5 mL. Untuk 250 mg diperlukan dua kali jumlah tersebut, yaitu 10 mL.

Soal 8

Saat menerima barang, jumlah obat sesuai surat pesanan, tetapi salah satu kemasan ditemukan rusak dan segel terbuka. Tindakan paling tepat adalah ….

A. Memasukkan seluruh barang ke stok
B. Memisahkan produk bermasalah dan mendokumentasikan ketidaksesuaian
C. Menempelkan segel baru
D. Menjual produk lebih dahulu
E. Menempatkan di rak diskon

Jawaban: B

Pembahasan:
Produk dengan kemasan atau segel rusak tidak boleh langsung masuk stok aktif karena integritas produknya perlu dipastikan.

Soal 9

Kartu stok menunjukkan saldo narkotika 25 ampul, tetapi hasil pemeriksaan fisik hanya 24 ampul. Tindakan yang paling tepat adalah ….

A. Mengubah kartu stok menjadi 24 ampul
B. Menambahkan satu ampul dari stok lain
C. Melakukan verifikasi segera dan melaporkan selisih sesuai prosedur
D. Mengabaikan jika selisih hanya satu ampul
E. Menunggu stock opname berikutnya

Jawaban: C

Pembahasan:
Selisih narkotika merupakan temuan penting yang harus segera ditelusuri dan dilaporkan sesuai ketentuan.

Soal 10

Dalam emergency stock ditemukan satu obat sudah melewati tanggal kedaluwarsa. Tindakan paling tepat adalah ….

A. Membiarkan karena hanya digunakan saat darurat
B. Memisahkan obat kedaluwarsa dan segera mengganti stok sesuai prosedur
C. Menutup label tanggal kedaluwarsa
D. Menggunakannya terlebih dahulu sebelum dibuang
E. Mengurangi jumlah emergency stock

Jawaban: B

Pembahasan:
Obat kedaluwarsa tidak boleh tersedia untuk pelayanan. Emergency stock harus selalu siap pakai dan berada dalam kondisi aman.

Soal 11

Suatu resep racikan membutuhkan 12 bungkus serbuk dengan total zat aktif 600 mg. Jumlah zat aktif per bungkus adalah ….

A. 25 mg
B. 40 mg
C. 50 mg
D. 75 mg
E. 100 mg

Jawaban: C

Pembahasan:
600 mg dibagi 12 bungkus menghasilkan 50 mg per bungkus.

Soal 12

Selama proses dispensing, etiket sudah dibuat dengan nama pasien yang benar, tetapi aturan pakainya salah. Obat belum diserahkan. Tindakan terbaik adalah ….

A. Menyerahkan karena obat sudah benar
B. Memperbaiki etiket dan melakukan pemeriksaan ulang
C. Meminta pasien menyesuaikan sendiri
D. Mencoret aturan pakai tanpa membuat label baru
E. Memberikan penjelasan lisan tanpa mengubah etiket

Jawaban: B

Pembahasan:
Etiket merupakan bagian dari medication safety. Informasi yang salah tetap dapat menyebabkan medication error meskipun obat yang disiapkan benar.

Soal 13

Suatu produk terkena recall untuk nomor batch tertentu. Tindakan paling tepat adalah ….

A. Menarik seluruh merek tanpa memeriksa batch
B. Mengidentifikasi batch terdampak, menghentikan distribusi, memisahkan, dan mendokumentasikan jumlahnya
C. Menjual stok secepat mungkin
D. Mengganti nomor batch pada kemasan
E. Memindahkan stok ke gudang lain

Jawaban: B

Pembahasan:
Recall harus dilakukan secara tertelusur berdasarkan produk dan batch yang dinyatakan terdampak.

Soal 14

Rata-rata pemakaian suatu obat 300 tablet per bulan. Lead time pengadaan satu bulan dan buffer stock ditetapkan 100 tablet. Stok minimum yang logis adalah ….

A. 100 tablet
B. 200 tablet
C. 300 tablet
D. 400 tablet
E. 600 tablet

Jawaban: D

Pembahasan:
Kebutuhan selama lead time adalah 300 tablet. Ditambah buffer 100 tablet menghasilkan stok minimum 400 tablet.

Soal 15

Petugas akan meracik serbuk dari dua bahan dengan jumlah sangat berbeda. Teknik pencampuran yang paling tepat untuk memperoleh campuran homogen adalah ….

A. Mencampur seluruh bahan sekaligus
B. Menggunakan geometric dilution
C. Memasukkan bahan terbesar terlebih dahulu lalu tidak diaduk
D. Menggunakan wadah terbesar tanpa memperhatikan urutan
E. Menambahkan air pada semua bahan

Jawaban: B

Pembahasan:
Geometric dilution membantu mencampurkan bahan dalam proporsi berbeda secara bertahap agar distribusi zat lebih homogen.

Soal 16

Seorang pasien mengatakan obat diabetesnya membuatnya sering berkeringat dingin dan gemetar. Tindakan asisten apoteker yang paling tepat adalah ….

A. Menurunkan dosis obat
B. Menghentikan obat
C. Mengarahkan masalah kepada apoteker untuk evaluasi lebih lanjut
D. Mengganti obat dengan vitamin
E. Menyarankan pasien menggandakan makan tanpa konsultasi

Jawaban: C

Pembahasan:
Keluhan dapat mengarah pada hipoglikemia dan merupakan masalah klinis yang perlu dievaluasi oleh apoteker atau tenaga kesehatan yang berwenang. Asisten apoteker tidak mengubah terapi secara mandiri.

Soal 17

Pada saat distribusi ke unit rawat inap, jumlah fisik obat yang akan dikirim lebih sedikit daripada yang tertulis pada dokumen pengeluaran. Tindakan paling tepat adalah ….

A. Mengirim sesuai jumlah fisik tanpa mengubah dokumen
B. Mengoreksi dokumen setelah melakukan verifikasi jumlah dan penyebab ketidaksesuaian
C. Menambah jumlah dari obat lain
D. Menghapus dokumen pengeluaran
E. Meminta unit penerima menyesuaikan catatan sendiri

Jawaban: B

Pembahasan:
Ketidaksesuaian harus diselesaikan sebelum distribusi agar ketertelusuran stok tetap terjaga.

Soal 18

Di ruang penyimpanan ditemukan beberapa obat yang sudah hampir kedaluwarsa tetapi pemakaiannya sangat lambat. Strategi paling tepat adalah ….

A. Menyembunyikan produk dari stock opname
B. Mengidentifikasi jumlah dan ED, memprioritaskan FEFO, serta melakukan tindak lanjut sesuai mekanisme redistribusi atau pengendalian stok
C. Menunggu sampai kedaluwarsa
D. Menghapus tanggal kedaluwarsa
E. Menambah stok agar lebih lengkap

Jawaban: B

Pembahasan:
Stok slow moving yang mendekati ED perlu dikendalikan agar tidak menjadi kerugian dan limbah farmasi.

Soal 19

Saat terjadi tumpahan bahan farmasi di area kerja, langkah awal paling tepat adalah ….

A. Membersihkan dengan tangan kosong agar cepat selesai
B. Membatasi area, menggunakan APD yang sesuai, dan mengikuti prosedur penanganan tumpahan
C. Membiarkan hingga mengering
D. Menutup tumpahan dengan kertas lalu tetap bekerja
E. Memindahkan bahan ke meja lain

Jawaban: B

Pembahasan:
Keselamatan petugas dan lingkungan harus diprioritaskan. Penanganan tumpahan dilakukan sesuai karakter bahan dan SOP.

Soal 20

Sebuah obat yang sering digunakan habis. Tersedia produk lain dengan zat aktif sama tetapi kekuatan berbeda. Tindakan asisten apoteker paling tepat adalah ….

A. Langsung mengganti karena zat aktif sama
B. Mengubah aturan pakai sendiri
C. Melaporkan kondisi stok dan sediaan alternatif kepada apoteker untuk keputusan lebih lanjut
D. Memberikan dua tablet tanpa perhitungan
E. Menolak seluruh resep tanpa koordinasi

Jawaban: C

Pembahasan:
Perbedaan kekuatan dapat memengaruhi dosis dan aturan pakai. Penggantian tidak boleh dilakukan secara mandiri di luar kewenangan.

Tingkatkan Kesiapan Menghadapi UKOM Asisten Apoteker

Perbanyak latihan soal berbasis kasus agar Anda semakin terbiasa menghadapi persoalan dispensing, perhitungan kefarmasian, pengelolaan stok, FEFO, cold chain, LASA, hingga medication error secara tepat dan sesuai kewenangan. Kunjungi fungsional.id untuk mengakses latihan soal lebih banyak dan coba simulasi CAT sebagai bagian dari persiapan UKOM Asisten Apoteker menuju jenjang Mahir.

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Picture of Tim Asn

Tim Asn

Tim ASN adalah kelompok profesional yang terbiasa menyusun soal. Kami terdiri dari ahli berbagai bidang, berkomitmen menciptakan soal berkualitas tinggi yang relevan dengan kompetensi jabatan.
Butuh Paket Soal Ini?
Akses Sekarang!