Program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) merupakan program strategis yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dalam pembangunan infrastruktur dasar, mencakup program-program seperti PISEW, BSPS, PAMSIMAS, dan SANIMAS yang tersebar di seluruh Indonesia. Dalam pelaksanaannya, program IBM membutuhkan tenaga pendamping yang kompeten dan memahami prinsip pemberdayaan masyarakat, sehingga rekrutmen dilakukan secara selektif melalui tahapan seleksi administrasi, tes tertulis, dan wawancara.
Untuk membantu calon peserta mempersiapkan diri secara optimal, artikel ini menghadirkan lebih dari 150 soal latihan pilihan ganda lengkap beserta kunci jawaban dan pembahasan yang disusun berdasarkan karakteristik seleksi tenaga pendamping IBM KemenPU, agar calon peserta lebih siap dan percaya diri menghadapi setiap tahapan seleksi yang sesungguhnya.
Table of Contents
ToggleMengenal Program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) KEMENPU
Program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) adalah program Kementerian Pekerjaan Umum yang bertujuan mewujudkan pembangunan infrastruktur dasar secara partisipatif dengan menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dalam setiap tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan pemeliharaan. Program ini dikelola oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) di masing-masing provinsi, dan mencakup berbagai program strategis yang menyasar kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat perdesaan maupun perkotaan secara menyeluruh.
Program IBM KemenPU mencakup beberapa program utama, yaitu PISEW (Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah) yang berfokus pada pembangunan infrastruktur skala kecamatan berbasis potensi lokal, BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) yang membantu masyarakat berpenghasilan rendah mewujudkan hunian layak, PAMSIMAS (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) yang meningkatkan akses air bersih dan sanitasi di perdesaan, serta SANIMAS (Sanitasi Berbasis Masyarakat) yang mendukung pembangunan fasilitas sanitasi komunal. Seluruh program ini dilaksanakan dengan skema padat karya dan pendampingan masyarakat oleh tenaga fasilitator yang direkrut secara selektif melalui portal resmi ibmpkp.pu.go.id/rekrutmen
Formasi Dan Tugas Tenaga Pendamping Program IBM KEMENPU
Program IBM KemenPU merekrut tenaga pendamping melalui beberapa formasi yang memiliki peran dan tanggung jawab berbeda namun saling melengkapi dalam memastikan keberhasilan program di lapangan. Formasi utama yang tersedia meliputi Tenaga Ahli Provinsi (TAPr) yang bertugas mengkoordinasikan dan mensupervisi pelaksanaan program di tingkat provinsi, Asisten TAPr Bidang Teknis yang bertanggung jawab pada aspek perencanaan dan pengawasan konstruksi infrastruktur, Asisten TAPr Bidang Administrasi yang mengelola seluruh dokumen dan pelaporan program secara tertib, serta Fasilitator Masyarakat (FM) sebagai ujung tombak yang mendampingi masyarakat secara langsung dalam setiap tahapan kegiatan di tingkat kecamatan dan desa.
Secara umum, seluruh tenaga pendamping IBM KemenPU dituntut memiliki kompetensi ganda, yaitu kemampuan teknis di bidang konstruksi infrastruktur sederhana dan kemampuan sosial dalam pemberdayaan masyarakat. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui portal resmi ibmpkp.pu.go.id/rekrutmen atau ibmpks.pu.go.id/rekrutmen, dengan tahapan seleksi yang mencakup seleksi administrasi, tes tertulis online, dan wawancara, serta seluruh proses tidak dipungut biaya apapun.
Kisi-Kisi Materi Seleksi Tenaga Pendamping Program IBM KEMENPU
Seleksi tenaga pendamping IBM KemenPU terdiri dari seleksi administrasi, tes tertulis online, dan wawancara dengan sistem gugur di setiap tahapan. Tes tertulis dilaksanakan secara daring menggunakan sistem CBT (Computer Based Test) yang mencakup materi teknis dan pemberdayaan masyarakat. Berikut kisi-kisi materinya:
A. Pemahaman Program IBM KEMENPU
- Dasar hukum dan kebijakan program IBM (PISEW, BSPS, PAMSIMAS, SANIMAS).
- Struktur organisasi pelaksana: Ditjen Cipta Karya, BPPW, PPK, Korfas, hingga FM.
- Skema Padat Karya Tunai (PKT/cash for work) sebagai mekanisme pelaksanaan.
- Jenis infrastruktur yang dapat dibangun pada masing-masing program IBM.
- Mekanisme pencairan dana program secara bertahap dan persyaratannya.
B. Teknis Perencanaan Dan Konstruksi Infrastruktur
- Penyusunan Rencana Teknis (DED) dan gambar kerja infrastruktur sederhana.
- Perhitungan volume pekerjaan (tanah, pasangan bata, beton, plesteran).
- Penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan analisa harga satuan.
- Spesifikasi teknis bahan bangunan (beton mutu K-175, pasangan batu, dan lainnya).
- Standar minimal rumah layak huni (khusus BSPS).
- Pengawasan mutu konstruksi di lapangan.
C. Pemberdayaan Dan Pendampingan Masyarakat
- Prinsip dasar pembangunan berbasis masyarakat (IBM/partisipatif).
- Teknik fasilitasi rembug warga dan pengambilan keputusan demokratis.
- Pembentukan dan penguatan KSM/KPB/BKM sebagai pelaksana kegiatan.
- Pendekatan partisipatif dalam perencanaan kegiatan bersama masyarakat.
- Penanganan konflik sosial di masyarakat secara mediasi.
- Penguatan swadaya dan gotong royong masyarakat.
D. Administrasi Dan Pelaporan
- Penyusunan Rencana Kerja Masyarakat (RKM) sesuai ketentuan program.
- Mekanisme pencairan dana Tahap I dan II beserta persyaratan dokumen.
- Penyusunan laporan bulanan, progres fisik, dan laporan pertanggungjawaban.
- Dokumentasi foto progres 0%-50%-100%.
- Berita Acara Serah Terima (BAST) hasil pekerjaan kepada PPK.
E. Wawasan Kebijakan Pembangunan
- RPJMN dan arah kebijakan infrastruktur perdesaan.
- SDGs terkait infrastruktur (Goal 6, 9, 10, 11).
- UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa dan relevansinya dengan program IBM.
- Pengarusutamaan gender dalam pelaksanaan program.
F. Wawancara
- Motivasi dan komitmen bertugas di lapangan/daerah terpencil.
- Pengalaman kerja di bidang konstruksi atau pendampingan masyarakat.
- Pemahaman tentang program IBM dan wilayah kerja yang dilamar.
- Sikap, integritas, dan kesiapan mental bertugas di lapangan.
Contoh Soal Rekrutmen Tenaga Pendamping IBM KEMENPU
Berikut 20 contoh soal latihan sesuai kisi-kisi seleksi IBM KemenPU, disusun singkat dan mudah dipahami untuk membantu calon peserta mengukur kesiapan sebelum tes sesungguhnya.
Soal 1
Program IBM KemenPU dilaksanakan melalui skema yang mengutamakan keterlibatan warga setempat sebagai pelaku pembangunan. Skema tersebut dikenal dengan…
A. Kontraktual penuh
B. Padat Karya Tunai (PKT)
C. Swakelola Tipe III
D. Design and Build
E. Pengadaan langsung
Jawaban: B
Pembahasan:
Program IBM dilaksanakan dengan skema Padat Karya Tunai (PKT) yang melibatkan masyarakat setempat sebagai pelaku utama, sekaligus mendistribusikan pendapatan langsung kepada masyarakat melalui upah kerja yang dibayarkan tunai.
Soal 2
Direktorat Jenderal yang bertanggung jawab atas pelaksanaan Program IBM di Kementerian Pekerjaan Umum adalah…
A. Direktorat Jenderal Bina Marga
B. Direktorat Jenderal Sumber Daya Air
C. Direktorat Jenderal Cipta Karya
D. Direktorat Jenderal Perumahan
E. Direktorat Jenderal Bina Konstruksi
Jawaban: C
Pembahasan:
Program IBM berada di bawah tanggung jawab Direktorat Jenderal Cipta Karya KemenPU. Di tingkat lapangan, pelaksanaan teknis dikoordinasikan oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) di masing-masing provinsi.
Soal 3
Dalam program BSPS, terdapat dua jenis kegiatan utama. Kegiatan yang tepat untuk rumah yang masih memiliki pondasi layak namun dinding dan atap rusak adalah…
A. Pembangunan Baru (PB)
B. Relokasi rumah
C. Peningkatan Kualitas (PK)
D. Rehabilitasi total
E. Pembangunan PSU
Jawaban: C
Pembahasan:
Peningkatan Kualitas (PK) diperuntukkan bagi rumah yang masih memiliki komponen struktural layak namun membutuhkan perbaikan pada komponen tertentu, seperti dinding dan atap. Pembangunan Baru (PB) dilakukan jika rumah harus dirobohkan seluruhnya.
Soal 4
Persyaratan yang harus dipenuhi KPB agar dana BSPS Tahap I dapat dicairkan adalah…
A. Seluruh pekerjaan fisik selesai 100%
B. Rencana Kerja Masyarakat (RKM) telah disusun dan diverifikasi PPK
C. Laporan pertanggungjawaban tahap sebelumnya disetujui kementerian
D. Material bangunan sudah dibeli seluruhnya
E. Progres fisik mencapai minimal 50%
Jawaban: B
Pembahasan:
Pencairan dana BSPS Tahap I mensyaratkan Rencana Kerja Masyarakat (RKM) yang telah disusun bersama fasilitator, diverifikasi, dan disetujui PPK. RKM memuat rencana kegiatan, RAB, dan jadwal pelaksanaan.
Soal 5
Seorang FM PISEW diminta menghitung volume beton untuk jalan rabat panjang 150 meter, lebar 3 meter, tebal 15 cm. Volume beton yang dibutuhkan adalah…
A. 50,5 m³
B. 60,5 m³
C. 67,5 m³
D. 70,0 m³
E. 75,5 m³
Jawaban: C
Pembahasan:
Volume = Panjang × Lebar × Tebal = 150 × 3 × 0,15 = 67,5 m³. Kemampuan menghitung volume pekerjaan secara akurat adalah kompetensi dasar tenaga teknis IBM.
Soal 6
Campuran beton yang benar untuk pekerjaan jalan rabat beton (mutu K-175) adalah…
A. 1 PC : 3 pasir : 5 kerikil
B. 1 PC : 2 pasir : 4 kerikil
C. 1 PC : 2 pasir : 3 kerikil
D. 1 PC : 4 pasir : 6 kerikil
E. 1 PC : 1 pasir : 2 kerikil
Jawaban: C
Pembahasan:
Campuran beton mutu K-175 yang sesuai SNI adalah 1 PC : 2 pasir : 3 kerikil. Campuran yang lebih encer (seperti 1:3:5) tidak memenuhi standar kekuatan struktural dan berisiko menghasilkan jalan yang mudah retak.
Soal 7
Jika harga satuan pekerjaan pasangan bata Rp120.000/m² dan volume pekerjaan 45 m², total biaya pekerjaan tersebut adalah…
A. Rp4.800.000
B. Rp5.200.000
C. Rp5.400.000
D. Rp5.600.000
E. Rp6.000.000
Jawaban: C
Pembahasan:
Total biaya = Volume × Harga Satuan = 45 × Rp120.000 = Rp5.400.000. Penyusunan RAB yang akurat memastikan dana program digunakan secara efisien.
Soal 8
Dalam pembentukan KSM sebagai pelaksana kegiatan PISEW, FM menemukan tokoh masyarakat berpengaruh tidak memenuhi kriteria pengurus. Sikap FM yang tepat adalah…
A. Tetap memasukkannya agar proses berjalan lancar
B. Membatalkan pembentukan KSM
C. Memilih pengurus sendiri tanpa musyawarah
D. Memfasilitasi pemilihan demokratis berdasarkan kriteria resmi secara transparan
E. Menyerahkan keputusan kepada kepala desa
Jawaban: D
Pembahasan:
FM berperan sebagai fasilitator netral yang menjaga objektivitas dan transparansi proses. Pemilihan harus dilakukan secara demokratis berdasarkan kriteria resmi, dengan penjelasan terbuka kepada masyarakat untuk membangun kepercayaan dan legitimasi program.
Soal 9
Prinsip utama yang membedakan Program IBM dengan program infrastruktur kontraktual biasa adalah…
A. Anggaran yang lebih besar
B. Teknologi konstruksi yang lebih canggih
C. Masyarakat sebagai pelaku utama (community driven development)
D. Keterlibatan kontraktor swasta besar
E. Pengawasan ketat dari pemerintah pusat
Jawaban: C
Pembahasan:
Ciri khas Program IBM adalah prinsip community driven development (CDD) atau pembangunan berbasis masyarakat, di mana masyarakat terlibat aktif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pemeliharaan, bukan sekadar penerima manfaat pasif.
Soal 10
Seorang FM BSPS di Kabupaten Wonogiri mendapati penerima bantuan menggunakan dana Tahap I untuk keperluan di luar pembangunan rumah. Tindakan FM yang paling tepat adalah…
A. Membiarkan karena bukan tanggung jawab FM
B. Mendokumentasikan temuan, melaporkan kepada Korfas dan PPK, serta mendampingi penerima menyusun rencana perbaikan
C. Menegur keras di depan warga sebagai efek jera
D. Langsung melapor ke polisi
E. Mengambil alih pengelolaan dana
Jawaban: B
Pembahasan:
FM bertanggung jawab mengawasi penggunaan dana sesuai peruntukan. Prosedur yang benar adalah mendokumentasikan temuan, melaporkan secara berjenjang kepada Korfas dan PPK, serta membantu penerima menyusun rencana pengembalian atau penyesuaian penggunaan dana secara persuasif.
Soal 11
Dokumen yang wajib disusun masyarakat bersama FM sebagai dasar pencairan dana Program IBM adalah…
A. Laporan akhir kegiatan
B. Berita Acara Serah Terima
C. Rencana Kerja Masyarakat (RKM)
D. Surat pernyataan kepala desa
E. Dokumen AMDAL
Jawaban: C
Pembahasan:
RKM adalah dokumen perencanaan partisipatif yang disusun bersama masyarakat dan FM, memuat rencana kegiatan, RAB, dan jadwal pelaksanaan. RKM menjadi syarat utama pencairan dana setelah diverifikasi dan disetujui PPK.
Soal 12
Dalam memfasilitasi rembug warga, FM mendapati hanya laki-laki yang hadir sementara perempuan tidak dilibatkan. Tindakan FM yang tepat adalah…
A. Melanjutkan rembug karena sudah kuorum
B. Menunda dan berkoordinasi untuk memastikan keterwakilan perempuan di pertemuan berikutnya
C. Meminta salah satu laki-laki mewakili suara perempuan
D. Menyusun RKM sendiri tanpa musyawarah
E. Melaporkan kepada kepala desa tanpa tindak lanjut
Jawaban: B
Pembahasan:
Program IBM menerapkan prinsip pengarusutamaan gender yang mewajibkan keterlibatan perempuan dalam perencanaan. FM wajib menunda pertemuan dan aktif memfasilitasi kehadiran perempuan karena perspektif mereka penting dalam menentukan prioritas infrastruktur yang dibutuhkan.
Soal 13
Alur pelaporan resmi Program IBM dari tingkat lapangan ke pusat yang benar adalah…
A. FM → PPK → Korfas → BPPW → KemenPU
B. FM → Korfas → PPK → BPPW → Ditjen Cipta Karya → KemenPU
C. FM → Kepala Desa → Camat → Bupati → KemenPU
D. FM → KemenPU secara langsung
E. FM → Bupati → Gubernur → KemenPU
Jawaban: B
Pembahasan:
Alur pelaporan resmi IBM dilakukan secara berjenjang, yaitu FM → Koordinator Fasilitator (Korfas) → PPK → BPPW → Ditjen Cipta Karya → KemenPU. Sistem ini memastikan proses verifikasi dan validasi dilakukan pada setiap tingkat sebelum laporan diterima di pusat.
Soal 14
Setelah infrastruktur PISEW selesai dibangun, langkah yang wajib dilakukan FM sebelum masa tugasnya berakhir adalah…
A. Membiarkan pemeliharaan diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah
B. Memfasilitasi pembentukan kelompok pengelola dan pemelihara infrastruktur dari masyarakat setempat
C. Mengusulkan perpanjangan kontrak FM
D. Melaporkan kepada PPK bahwa masyarakat tidak mampu melakukan pemeliharaan
E. Menyerahkan seluruh dokumen kepada kepala desa tanpa tindak lanjut
Jawaban: B
Pembahasan:
Keberlanjutan program merupakan indikator keberhasilan IBM. FM bertanggung jawab memfasilitasi pembentukan kelompok pengelola dari masyarakat dengan sistem iuran yang disepakati sebagai wujud pemberdayaan masyarakat agar infrastruktur yang dibangun dapat dipelihara secara mandiri.
Soal 15
Tujuan utama program PAMSIMAS di perdesaan adalah…
A. Membangun jaringan jalan desa yang memadai
B. Meningkatkan akses masyarakat terhadap air minum bersih dan sanitasi layak berbasis masyarakat
C. Menyediakan perumahan layak bagi masyarakat miskin
D. Membangun pasar tradisional di desa
E. Mengembangkan jaringan irigasi pertanian
Jawaban: B
Pembahasan:
PAMSIMAS (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) bertujuan meningkatkan jumlah warga perdesaan yang memiliki akses terhadap air minum bersih dan sanitasi layak melalui pendekatan berbasis masyarakat, mendukung pencapaian SDGs Goal 6 tentang air bersih dan sanitasi.
Soal 16
Seorang Asisten TAPr Teknis menemukan pekerjaan pondasi talud tidak mencapai kedalaman yang disyaratkan dalam DED karena KSM menganggap tanah sudah cukup keras. Tindakan yang tepat adalah…
A. Menyetujui karena keputusan teknis menjadi wewenang KSM
B. Melanjutkan sambil mencatat ketidaksesuaian di laporan bulanan
C. Menghentikan pekerjaan, menjelaskan risiko teknis kepada KSM, dan meminta pekerjaan disesuaikan dengan DED
D. Mengurangi ketinggian talud agar sesuai kedalaman yang digali
E. Meminta kepala desa memutuskan
Jawaban: C
Pembahasan:
Asisten TAPr Teknis wajib menghentikan pekerjaan yang menyimpang dari spesifikasi teknis karena kedalaman pondasi ditentukan berdasarkan perhitungan teknis. Mengurangi kedalaman tanpa analisis valid berisiko menimbulkan kegagalan struktur yang membahayakan keselamatan publik.
Soal 17
Dalam konteks program IBM, yang dimaksud dengan swadaya masyarakat adalah…
A. Kewajiban membayar cicilan dana bantuan yang diterima
B. Kontribusi sukarela berupa tenaga, material lokal, atau dana tambahan sebagai bentuk partisipasi aktif masyarakat
C. Seluruh kegiatan harus dikerjakan sendiri tanpa tukang profesional
D. Iuran wajib yang dipungut dari penerima manfaat
E. Dana cadangan yang harus disiapkan pemerintah daerah
Jawaban: B
Pembahasan:
Swadaya masyarakat dalam IBM adalah kontribusi sukarela berupa tenaga (gotong royong), material lokal, atau dana tambahan sebagai wujud partisipasi dan rasa kepemilikan masyarakat terhadap program. Swadaya bukan kewajiban pembayaran, melainkan ekspresi kebersamaan yang mendorong keberlanjutan program.
Soal 18
Undang-undang yang paling relevan menjadi landasan pelaksanaan program IBM berbasis masyarakat di tingkat desa adalah…
A. UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
B. UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa
C. UU No. 25 Tahun 2004 tentang SPPN
D. UU No. 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi
E. UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara
Jawaban: B
Pembahasan:
UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa paling relevan karena mengatur kewenangan desa dalam mengelola pembangunan secara partisipatif, musyawarah desa sebagai forum pengambilan keputusan, serta keterlibatan masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, selaras dengan pendekatan IBM.
Soal 19
Seorang FM IBM ditempatkan bertugas di daerah terpencil dengan akses yang sulit. Sikap yang PALING MENCERMINKAN profesionalisme adalah…
A. Menolak penempatan dan meminta lokasi yang lebih dekat kota
B. Menerima penempatan dengan sepenuh hati sebagai bagian dari tanggung jawab profesi untuk mendampingi masyarakat yang paling membutuhkan
C. Menerima namun berniat mengundurkan diri setelah kontrak pertama
D. Meminta kompensasi tambahan sebelum bersedia ditempatkan
E. Tidak melapor ke lokasi tanpa pemberitahuan
Jawaban: B
Pembahasan:
Profesionalisme FM IBM tercermin dari kesediaan bertugas di manapun ditempatkan, termasuk daerah terpencil yang justru paling membutuhkan pendampingan. Komitmen ini menjadi indikator kesiapan mental dan dedikasi sebagai tenaga pendamping program infrastruktur berbasis masyarakat.
Soal 20
Program IBM yang berfokus pada pembangunan infrastruktur pendukung sanitasi komunal seperti MCK (Mandi Cuci Kakus) dan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) bagi masyarakat perkotaan padat adalah…
A. PISEW
B. BSPS
C. PAMSIMA
D. SANIMAS
E. KOTAKU
Jawaban: D
Pembahasan:
SANIMAS (Sanitasi Berbasis Masyarakat) adalah program IBM yang secara khusus berfokus pada pembangunan infrastruktur sanitasi komunal seperti MCK dan IPAL bagi masyarakat di kawasan perkotaan padat penduduk yang belum memiliki akses sanitasi layak, berbeda dengan PAMSIMAS yang berfokus pada air minum di perdesaan.
Lolos Rekrutmen IBM KemenPU? Mulai Persiapanmu di Fungsional.id

Seleksi tenaga pendamping IBM KemenPU menguji banyak hal sekaligus dari teknis konstruksi, pemberdayaan masyarakat, hingga administrasi pelaporan. Latihan yang tepat sasaran adalah kuncinya. Fungsional.id hadir dengan ratusan soal latihan terstruktur lengkap pembahasan dan simulasi CBT yang dirancang menyerupai pola seleksi sesungguhnya. Mulai latihan sekarang dan buktikan kesiapanmu!

