Persiapan Tes Substantif PPG (Pendidikan Profesi Guru) 2026: Materi, Kisi-Kisi, Contoh Soal Terbaru

Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) merupakan program pendidikan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mempersiapkan guru profesional yang memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional sesuai standar nasional pendidikan. Sebagai jalur resmi untuk memperoleh sertifikat pendidik yang menjadi syarat wajib bagi guru profesional di Indonesia, PPG terus mengalami transformasi signifikan dalam mekanisme pelaksanaannya, termasuk penerapan Tes Substantif PPG 2026 sebagai instrumen seleksi berbasis kompetensi yang mengukur penguasaan materi bidang studi, pedagogik, dan kemampuan berpikir kritis calon peserta PPG sebelum memasuki tahapan pendidikan profesi. Tes ini menjadi penentu kelayakan guru dalam mengikuti program PPG, sehingga penguasaan materi yang kuat dan persiapan yang matang menjadi kunci utama keberhasilan.

Menghadapi Tes Substantif PPG 2026 membutuhkan persiapan yang sangat terstruktur dan komprehensif, mengingat materi yang diujikan mencakup kompetensi pedagogik, penguasaan konten bidang studi sesuai mata pelajaran yang diampu, kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS), serta pemahaman tentang kurikulum dan pembelajaran terkini termasuk implementasi Kurikulum Merdeka. Untuk membantu para guru dalam mempersiapkan diri secara optimal, artikel ini menghadirkan materi kisi-kisi terbaru, pembahasan mendalam, serta contoh soal latihan pilihan ganda yang disusun berdasarkan karakteristik dan pola soal Tes Substantif PPG 2026. Dengan berlatih secara konsisten menggunakan panduan ini, diharapkan calon peserta PPG dapat memperkuat penguasaan materi, meningkatkan kemampuan analisis pedagogik, dan tampil lebih percaya diri dalam menghadapi tes substantif yang sesungguhnya.

Mengenal Tes Substantif PPG 2026

Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru 2026 merupakan program resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang diselenggarakan untuk mempersiapkan guru profesional bersertifikat pendidik. Pendaftaran dibuka mulai 27 Juni 2026 dan berlangsung hingga 25 Juli 2026, dengan calon peserta diimbau tidak menunggu hari terakhir agar memiliki waktu untuk melengkapi seluruh persyaratan. Seleksi PPG Calon Guru 2026 terdiri dari tiga tahapan utama yang bersifat gugur di setiap tahapannya, sehingga membutuhkan persiapan yang matang dan terstruktur sejak jauh-jauh hari.

Tes substantif dilakukan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) secara luring di Tempat Uji Kompetensi (TUK), dengan materi yang diujikan meliputi kompetensi bidang studi, literasi, dan numerasi. Jadwal resmi pelaksanaan tes substantif ditetapkan pada tanggal 3–7 Agustus 2026, dengan pengumuman hasil tes substantif pada 26 Agustus 2026, dilanjutkan tes wawancara secara daring pada 31 Agustus–16 September 2026, dan pengumuman hasil akhir pada 21 September 2026. Biaya tes substantif ditetapkan sebesar Rp 200.000 dan dibayarkan melalui SIMPKB saat proses pendaftaran, dengan pendaftaran dilakukan melalui aplikasi SIMPKB menggunakan akun yang telah diverifikasi sesuai data kependudukan. Peserta yang dinyatakan lulus seluruh tahapan wajib mengonfirmasi kesediaan mengikuti perkuliahan di perguruan tinggi yang ditetapkan sebagai mitra penyelenggara PPG Calon Guru 2026. Untuk informasi terbaru dan resmi, pantau laman ppg.kemendikdasmen.go.id dan aplikasi SIMPKB.

Program dan Jalur PPG 2026

Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) 2026 menawarkan berbagai jalur masuk dan program yang disesuaikan dengan profil peserta didik. Memahami jenis-jenis program, jalur masuk, dan persyaratan spesifik membantu Anda memilih jalur yang tepat sesuai latar belakang akademik dan tujuan karir Anda.

A. Jalur-Jalur PPG 2026

1. PPG Prajabatan (Pre-service)

Ditujukan bagi lulusan S1/D4 yang belum menjadi PNS dan ingin menjadi guru profesional. Program ini adalah jalur utama untuk fresh graduate yang akan langsung memasuki profesi guru tanpa pengalaman mengajar sebelumnya. Lulusan PPG Prajabatan akan mendapatkan sertifikat pendidik dan berhak mengikuti rekrutmen CPNS guru di kementerian/dinas pendidikan.

2. PPG Dalam Jabatan (In-service)

Ditujukan bagi guru ASN/PNS yang sudah mengajar tetapi belum memiliki sertifikat pendidik atau ingin meningkatkan kualifikasi. Program ini dirancang untuk guru yang sudah memiliki pengalaman mengajar dan ingin mendapatkan pengakuan formal atas kompetensi profesionalnya serta peluang promosi jabatan fungsional.

3. PPG Guru Bersertifikat Pendidik (untuk Perubahan Konsentrasi)

Program khusus bagi guru yang sudah tersertifikasi pendidik dalam satu mata pelajaran tetapi ingin mengajar mata pelajaran lain. Jalur ini memungkinkan guru untuk memperluas kompetensi dan peluang kerja di berbagai bidang.

B. Program Studi PPG Berdasarkan Jenjang

PPG Madrasah Ibtidaiyah (MI) / SD

  • Guru Kelas atau Guru Mata Pelajaran
  • Fokus pada pembelajaran terpadu di MI/SD
  • Materi mencakup semua mata pelajaran kurikulum MI/SD

PPG Madrasah Tsanawiyah (MTs) / SMP

  • Mata Pelajaran: Bahasa Arab, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, IPA (Biologi, Fisika, Kimia), IPS, PAI, Seni-Budaya, PJOK, TIK/Informatika
  • Fokus pada pembelajaran terdiferensiasi per mata pelajaran
  • Pendalaman konten dan metodologi khusus per bidang studi

PPG Madrasah Aliyah (MA) / SMA

  • Mata Pelajaran: Bahasa Arab, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Sejarah, Geografi, Ekonomi, Sosiologi, PAI, Seni-Budaya, PJOK, TIK/Informatika, Desain Komunikasi Visual, Perhotelan
  • Fokus pada pembelajaran mendalam dengan tingkat abstraksi tinggi
  • Persiapan peserta didik menghadapi ujian nasional dan masuk perguruan tinggi

PPG Pendidikan Khusus (PPLB)

  • Program untuk guru pendidikan inklusi dan sekolah luar biasa
  • Fokus pada pembelajaran anak berkebutuhan khusus (visual, hearing, intellectual disability, autism, motorik)
  • Adaptasi metodologi pembelajaran sesuai kebutuhan khusus

C. Pola Seleksi PPG 2026

1. Ujian Masuk PPG (UMPPG)

Peserta mengikuti tes akademik yang mencakup:

  • Tes Potensi Akademik (TPA): Penalaran umum, verbal, numerik, spatial
  • Tes Kemampuan Bidang Studi: Sesuai program studi yang dipilih (Bahasa, Matematika, IPA, IPS, PAI, dll.)
  • Tes Kepribadian/Psikologi: Motivasi, kesesuaian profesi guru, integritas

2. Nilai Kombinasi Seleksi

  • Nilai UMPPg: 40-50%
  • Nilai akademik S1/D4 (IPK): 30-40%
  • Nilai hasil seleksi psikotest: 10-20%

3. Pengumuman & Registrasi

  • Peserta yang diterima harus melakukan registrasi dan pembayaran biaya program
  • Orientasi peserta didik PPG sebelum program dimulai
  • Penempatan peserta didik ke kampus penyelenggara PPG

D. Durasi dan Beban Belajar

PPG Prajabatan

  • Durasi: 2 semester (1 tahun akademik)
  • Beban belajar: 36-48 SKS
  • Komposisi: Pembelajaran teori, praktik, magang mengajar (internship)
  • Sertifikasi: Lulus dengan nilai minimal C dan kompeten di tes akhir

PPG Dalam Jabatan

  • Durasi: 1 semester (dapat disesuaikan)
  • Beban belajar: 18-24 SKS
  • Komposisi: Pembelajaran blended (online + luring), mentoring, refleksi praktik
  • Sertifikasi: Lulus dengan nilai minimal C dan kompeten di tes substantif

E. Komponen Pembelajaran PPG

Mata Kuliah Pedagogik (Semua Program)

  • Psikologi Pembelajaran dan Peserta Didik
  • Kurikulum dan Pembelajaran (Kurikulum Merdeka, IPAS, Literasi, dll.)
  • Strategi Pembelajaran Inovatif
  • Penilaian Pembelajaran
  • Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
  • Pengembangan Bahan Ajar dan Media Pembelajaran
  • Bimbingan dan Konseling di Sekolah
  • Pendidikan Karakter dan Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Mata Kuliah Konten Bidang Studi

  • Pendalaman materi pelajaran yang relevan sesuai program studi
  • Aplikasi konsep dalam pembelajaran kontekstual
  • Integrasi teknologi dalam pembelajaran mata pelajaran
  • Penguasaan materi tingkat lanjut untuk MA/Universitas

Praktik Pembelajaran (Internship/Magang)

  • Observasi kelas dan analisis pembelajaran
  • Simulasi mengajar (micro teaching)
  • Praktik mengajar terbimbing di sekolah mitra
  • Mentoring dari guru pamong dan dosen pembimbing
  • Refleksi dan analisis pengalaman mengajar

Penelitian & Pengembangan Profesional

  • Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan inovasi pembelajaran
  • Karya tulis ilmiah dan publikasi
  • Penulisan jurnal pembelajaran dan refleksi profesional
  • Presentasi hasil penelitian

F. Penyelenggara PPG 2026

Universitas Penyelenggara PPG:

  • Universitas Negeri (Universitas Negeri Malang, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Negeri Jakarta, dll.)
  • Beberapa Universitas Swasta yang terakreditasi penuh

Kampus Mitra:

  • Penyebaran di berbagai provinsi untuk kemudahan akses peserta
  • Fasilitas: Ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, asrama mahasiswa

G. Biaya dan Beasiswa PPG

Biaya Program:

  • PPG Prajabatan: Rp 0 (beasiswa penuh) hingga biaya sendiri sesuai kemampuan
  • PPG Dalam Jabatan: Gratis untuk guru ASN (diganti APBN)

Sumber Beasiswa:

  • Beasiswa Pembiayaan Pendidikan Profesi Guru (BPPPPG) dari Kemendikbud
  • Beasiswa dari dinas pendidikan lokal
  • Beasiswa dari universitas penyelenggara
  • Beasiswa kerjasama dengan lembaga swasta

H. Sertifikat dan Pengakuan

Lulusan PPG Akan Mendapatkan:

  • Sertifikat Pendidik dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
  • Surat Keterangan Lulus dari Universitas Penyelenggara
  • Rekomendasi untuk pendaftaran CPNS (Prajabatan) atau Promosi Jabatan (Dalam Jabatan)
  • Pengakuan sebagai Guru Profesional Bersertifikat secara nasional

Peluang Karir Setelah Lulus:

  • Peserta Prajabatan → Ikut seleksi CPNS Guru di kementerian/dinas pendidikan
  • Peserta Dalam Jabatan → Promosi jabatan fungsional (Guru Muda → Guru Madya → Guru Utama)
  • Kesempatan melanjutkan pendidikan S2 Pendidikan
  • Peluang menjadi master teacher, mentor guru, atau fasilitator pembelajaran

Kisi-Kisi Tes Substantif PPG 2026

Tes Substantif PPG 2026 fokus pada Kurikulum Merdeka dan Higher Order Thinking Skills (HOTS), bukan hafalan teori usang.

I. Kompetensi Literasi (25-30%)

  • Membaca pemahaman teks panjang/narasi studi kasus pembelajaran
  • Analisis ide pokok, inferensi, dan konteks masalah kelas nyata
  • Interpretasi kebijakan pendidikan (Kurikulum Merdeka, Pancasila)

II. Kompetensi Numerasi (15-20%)

  • Analisis data asesmen peserta didik
  • Statistika dasar dan interpretasi hasil pembelajaran
  • Pemecahan masalah kontekstual numerasi

III. Kompetensi Bidang Studi (35-40%)

Bahasa: Fonologi, morfologi, sintaksis, sastra, keterampilan berbahasa 

Matematika: Bilangan, aljabar, geometri, trigonometri, statistika, kalkulus (SMA) 

IPA: Biologi (sel, fotosintesis, evolusi), Fisika (mekanika, gelombang, energi), Kimia (atom, reaksi, asam-basa) 

IPS: Geografi, Sejarah, Ekonomi, Sosiologi (konten integratif) 

PJOK: Gerak dasar, olahraga, kebugaran, kesehatan 

PAI: Al-Quran, Hadis, Aqidah, Fiqih, Sejarah Islam, Akhlak 

Seni: Seni rupa (elemen visual, apresiasi), Musik, Tari, Drama 

TIK: Hardware, software, internet, coding dasar, literasi digital

IV. Pedagogical Content Knowledge (20-25%)

  • Kurikulum Merdeka: Modul ajar diferensiasi, CP-ATP, Profil Pelajar Pancasila
  • Strategi Pembelajaran: Discovery, Inquiry, Problem-Based, Kooperatif, Kontekstual
  • Asesmen: Diagnostik, formatif, sumatif, analisis data hasil belajar
  • Pengelolaan Kelas: Lingkungan inklusif, disiplin positif, media pembelajaran
  • Teknologi & AI: Integrasi AI dalam pembelajaran dan literasi digital pendidik menjadi porsi besar

V. Situational Judgement Test (SJT) (15-20%)

  • Studi kasus pembelajaran real-life di ruang kelas
  • Pengambilan keputusan dalam situasi kompleks
  • Manajemen peserta didik berkarakter berbeda
  • Penanganan konflik dan bullying
  • Integrasi nilai-nilai pendidikan dalam aksi

VI. Format Ujian

  • Soal: Pilihan ganda (60-70%) + Uraian (30-40%)
  • Jumlah: 40-60 soal
  • Waktu: 120-180 menit
  • Passing: Min 70-75%

VII. Topik Prioritas 2026

✓ High: Kurikulum Merdeka, modul ajar, asesmen formatif, literasi digital, Pancasila 

✓ Medium: PBL, pembelajaran kontekstual, anak berkebutuhan khusus 

✗ Low: Teori 2013, hafalan usang, administrasi sekolah

Berikut Soal 1–10 terlebih dahulu. Saya akan lanjut 11–20 pada balasan berikutnya agar tidak terpotong.

Contoh Soal Tes Substantif PPG 2026 dan Pembahasan

Contoh soal berikut disusun berdasarkan kisi-kisi Tes Substantif PPG 2026, meliputi kompetensi literasi, numerasi, pedagogical content knowledge (PCK), bidang studi, serta situational judgement test (SJT) dengan pendekatan Higher Order Thinking Skills (HOTS).

Soal 1

Seorang guru menemukan hasil asesmen diagnostik yang menunjukkan kemampuan literasi peserta didik sangat beragam. Langkah yang paling sesuai dengan Kurikulum Merdeka adalah….

A. Memberikan materi yang sama kepada seluruh peserta didik.

B. Mengelompokkan peserta didik berdasarkan hasil asesmen dan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi.

C. Mengulang seluruh materi dari awal.

D. Menambah pekerjaan rumah setiap hari.

E. Menunda pembelajaran hingga seluruh peserta didik memiliki kemampuan yang sama.

Jawaban: B

Pembahasan: Kurikulum Merdeka menekankan penggunaan asesmen diagnostik sebagai dasar pembelajaran berdiferensiasi.

Soal 2

Seorang guru memperoleh data nilai formatif sebagai berikut: 85, 80, 70, 65, 50. Tujuan utama menganalisis data tersebut adalah….

A. Menentukan peringkat kelas.

B. Menentukan peserta didik yang harus tinggal kelas.

C. Menyusun tindak lanjut pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik.

D. Mengurangi jumlah soal evaluasi.

E. Menentukan wali kelas.

Jawaban: C

Pembahasan: Analisis hasil asesmen digunakan untuk memperbaiki proses pembelajaran berikutnya.

Soal 3

Dalam pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning), peran utama guru adalah….

A. Menjadi satu-satunya sumber informasi.

B. Memberikan jawaban sebelum peserta didik berpikir.

C. Memfasilitasi peserta didik menemukan solusi melalui proses investigasi.

D. Menjelaskan seluruh materi tanpa diskusi.

E. Memberikan tugas tanpa bimbingan.

Jawaban: C

Pembahasan: Guru berperan sebagai fasilitator dalam pembelajaran berbasis masalah.

Soal 4

Seorang guru ingin meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Bentuk soal yang paling tepat adalah….

A. Menghafal definisi.

B. Menyalin materi.

C. Menganalisis studi kasus dan menentukan solusi.

D. Menjawab benar atau salah.

E. Mengisi titik-titik.

Jawaban: C

Pembahasan: Soal HOTS mengukur kemampuan analisis, evaluasi, dan pemecahan masalah.

Soal 5

Dalam Kurikulum Merdeka, modul ajar disusun berdasarkan….

A. Buku paket.

B. Kalender akademik.

C. Capaian Pembelajaran (CP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP).

D. Keinginan guru.

E. Nilai ujian semester.

Jawaban: C

Pembahasan: Modul ajar dikembangkan berdasarkan CP dan ATP.

Soal 6

Seorang guru menggunakan aplikasi AI untuk membantu membuat rancangan pembelajaran. Sikap yang paling tepat adalah….

A. Menyalin seluruh hasil AI tanpa pemeriksaan.

B. Menggunakan AI sebagai alat bantu, kemudian memverifikasi dan menyesuaikan dengan karakteristik peserta didik.

C. Melarang penggunaan AI.

D. Menggantikan seluruh peran guru dengan AI.

E. Menggunakan AI hanya untuk membuat nilai.

Jawaban: B

Pembahasan: AI dimanfaatkan sebagai pendukung profesionalisme guru, bukan pengganti keputusan pedagogis.

Soal 7

Dalam sebuah kelas terjadi kasus perundungan (bullying). Sebagai guru, tindakan pertama yang paling tepat adalah….

A. Mengabaikan kejadian tersebut.

B. Menghukum seluruh peserta didik.

C. Menghentikan tindakan, melindungi korban, kemudian melakukan penanganan sesuai prosedur sekolah.

D. Mengeluarkan korban dari kelas.

E. Menunggu orang tua datang.

Jawaban: C

Pembahasan: Guru harus mengutamakan keamanan peserta didik dan penyelesaian masalah secara edukatif.

Soal 8

Seorang guru meminta peserta didik mengamati fenomena lingkungan sekitar, kemudian menyusun solusi berdasarkan hasil pengamatan. Model pembelajaran tersebut adalah….

A. Ceramah.

B. Drill.

C. Inquiry Learning.

D. Hafalan.

E. Demonstrasi satu arah.

Jawaban: C

Pembahasan: Inquiry mendorong peserta didik menemukan pengetahuan melalui proses penyelidikan.

Soal 9

Kemampuan literasi dalam Tes Substantif PPG lebih menekankan pada….

A. Menghafal isi buku.

B. Membaca cepat.

C. Memahami, menganalisis, dan menarik kesimpulan dari suatu bacaan.

D. Menyalin teks.

E. Mengingat nama tokoh.

Jawaban: C

Pembahasan: Literasi mengukur kemampuan memahami dan menginterpretasikan informasi.

Soal 10

Seorang guru ingin mengetahui efektivitas strategi pembelajaran yang telah diterapkan sebelum materi berikutnya diberikan. Jenis asesmen yang paling tepat adalah….

A. Asesmen diagnostik.

B. Asesmen formatif.

C. Asesmen sumatif akhir tahun.

D. Ujian sekolah.

E. Ujian nasional.

Jawaban: B

Pembahasan: Asesmen formatif digunakan untuk memonitor proses belajar dan memperbaiki pembelajaran selama proses berlangsung.

Soal 11

Seorang guru menemukan bahwa sebagian besar peserta didiknya kurang aktif berdiskusi saat pembelajaran. Setelah melakukan refleksi, guru memutuskan mengubah strategi mengajar pada pertemuan berikutnya. Langkah tersebut merupakan bagian dari….

A. Supervisi akademik

B. Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

C. Penilaian sumatif

D. Administrasi pembelajaran

E. Evaluasi kurikulum nasional

Jawaban: B

Pembahasan: PTK bertujuan memperbaiki kualitas pembelajaran melalui refleksi dan tindakan secara berkelanjutan.

Soal 12

Seorang guru akan mengajarkan materi pencemaran lingkungan. Agar peserta didik mampu berpikir kritis dan menemukan solusi terhadap masalah di lingkungan sekitar, model pembelajaran yang paling tepat adalah….

A. Ceramah

B. Drill

C. Problem Based Learning (PBL)

D. Hafalan konsep

E. Tanya jawab satu arah

Jawaban: C

Pembahasan: PBL mendorong peserta didik menganalisis masalah nyata dan menghasilkan solusi.

Soal 13

Seorang guru menyajikan diagram hasil asesmen yang menunjukkan peningkatan nilai rata-rata kelas, tetapi masih terdapat beberapa peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran. Tindakan yang paling tepat adalah….

A. Mengulang seluruh materi.

B. Memberikan nilai tambahan kepada seluruh peserta didik.

C. Menyelenggarakan pembelajaran remedial bagi peserta didik yang membutuhkan.

D. Menghapus hasil asesmen.

E. Melanjutkan materi tanpa tindak lanjut.

Jawaban: C

Pembahasan: Analisis hasil asesmen digunakan sebagai dasar pemberian tindak lanjut pembelajaran.

Soal 14

Dalam Kurikulum Merdeka, penguatan Profil Pelajar Pancasila sebaiknya dilakukan melalui….

A. Mata pelajaran tertentu saja.

B. Kegiatan pembelajaran dan budaya sekolah secara terpadu.

C. Hafalan sila-sila Pancasila setiap hari.

D. Penugasan tanpa diskusi.

E. Penilaian akhir semester.

Jawaban: B

Pembahasan: Profil Pelajar Pancasila diintegrasikan dalam proses pembelajaran dan aktivitas sekolah.

Soal 15

Seorang guru menggunakan media pembelajaran digital yang memungkinkan peserta didik berkolaborasi menyelesaikan proyek secara daring. Kompetensi yang juga dikembangkan melalui kegiatan tersebut adalah….

A. Literasi digital.

B. Kemampuan menghafal.

C. Menyalin materi.

D. Menulis cepat.

E. Kemampuan menggambar.

Jawaban: A

Pembahasan: Integrasi teknologi dalam pembelajaran bertujuan meningkatkan literasi digital peserta didik.

Soal 16

Seorang peserta didik memiliki kemampuan belajar yang jauh lebih cepat dibandingkan teman-temannya. Strategi guru yang paling sesuai adalah….

A. Memberikan tugas yang sama tanpa penyesuaian.

B. Meminta peserta didik menunggu teman lainnya.

C. Memberikan pengayaan melalui pembelajaran berdiferensiasi.

D. Memindahkan peserta didik ke kelas lain.

E. Mengurangi target belajarnya.

Jawaban: C

Pembahasan: Pembelajaran berdiferensiasi mengakomodasi kebutuhan belajar yang beragam.

Soal 17

Dalam kegiatan micro teaching, aspek yang paling penting untuk dievaluasi adalah….

A. Lama presentasi guru.

B. Warna pakaian guru.

C. Kemampuan mengelola pembelajaran, komunikasi, dan interaksi dengan peserta didik.

D. Jumlah slide presentasi.

E. Besarnya ruang kelas.

Jawaban: C

Pembahasan: Micro teaching bertujuan melatih kompetensi mengajar secara menyeluruh.

Soal 18

Seorang guru menghadapi peserta didik yang sering mengganggu teman saat pembelajaran. Langkah pertama yang paling tepat adalah….

A. Mengeluarkan peserta didik dari kelas.

B. Memberikan hukuman fisik.

C. Mencari penyebab perilaku, melakukan pendekatan persuasif, dan menerapkan disiplin positif.

D. Membiarkan perilaku tersebut.

E. Menurunkan nilai peserta didik.

Jawaban: C

Pembahasan: Pengelolaan kelas dalam Kurikulum Merdeka menekankan lingkungan belajar yang inklusif dan disiplin positif.

Soal 19

Seorang guru menggunakan aplikasi berbasis AI untuk menyusun soal evaluasi. Agar tetap profesional, guru sebaiknya….

A. Menggunakan seluruh soal tanpa revisi.

B. Memastikan soal telah ditelaah, sesuai tujuan pembelajaran, dan karakteristik peserta didik.

C. Membagikan akun AI kepada peserta didik.

D. Menghapus seluruh hasil AI.

E. Menggunakan AI hanya saat ujian.

Jawaban: B

Pembahasan: AI merupakan alat bantu yang tetap memerlukan validasi dan pertimbangan pedagogis dari guru.

Soal 20

Dalam sebuah kelas terdapat peserta didik dengan latar belakang sosial, budaya, dan kemampuan akademik yang beragam. Guru diminta menyusun pembelajaran yang tetap mencapai tujuan pembelajaran sekaligus menghargai perbedaan tersebut. Keputusan yang paling tepat adalah….

A. Menggunakan satu metode pembelajaran untuk semua peserta didik.

B. Memisahkan peserta didik berdasarkan nilai akademik.

C. Menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, memanfaatkan asesmen diagnostik, serta menciptakan lingkungan belajar yang inklusif.

D. Memfokuskan pembelajaran hanya pada peserta didik berprestasi.

E. Memberikan materi tambahan kepada seluruh peserta didik tanpa melihat kebutuhan.

Jawaban: C

Pembahasan: Soal ini mengintegrasikan kompetensi Kurikulum Merdeka, asesmen diagnostik, pembelajaran berdiferensiasi, pengelolaan kelas, dan pengambilan keputusan (SJT) yang menjadi fokus utama Tes Substantif PPG 2026.

Persiapkan diri Anda menghadapi Tes Substantif PPG 2026 dengan belajar menggunakan materi yang tepat dan latihan soal yang relevan. 

Kunjungi Fungsional.id untuk mendapatkan bank soal HOTS terbaru, kisi-kisi sesuai kebijakan terkini, simulasi ujian, serta pembahasan lengkap yang disusun berdasarkan kompetensi yang diujikan. Belajar lebih terarah, tingkatkan kompetensi pedagogik dan profesional Anda, serta maksimalkan peluang untuk meraih hasil terbaik pada Seleksi PPG 2026.

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Picture of Tim Asn

Tim Asn

Tim ASN adalah kelompok profesional yang terbiasa menyusun soal. Kami terdiri dari ahli berbagai bidang, berkomitmen menciptakan soal berkualitas tinggi yang relevan dengan kompetensi jabatan.
Butuh Paket Soal Ini?
Akses Sekarang!

Dapatkan Akses Sistem CBT dengan ratusan paket soal + pembahasan!

Butuh Bantuan?