Soal Uji Kompetensi Penyuluh Pertanian Ahli Pertama ke Ahli Muda: Kisi-Kisi, Pembahasan

Kenaikan jenjang dari Penyuluh Pertanian Ahli Pertama ke Ahli Muda menuntut kesiapan kompetensi yang semakin baik, terutama dalam menghadapi berbagai persoalan penyuluhan dan kebutuhan petani di lapangan. Karena itu, peserta perlu mempersiapkan diri dengan memahami materi sekaligus membiasakan diri mengerjakan soal yang menguji kemampuan analisis dan penerapan pengetahuan.

Artikel Soal Uji Kompetensi Penyuluh Pertanian Ahli Pertama ke Ahli Muda: Kisi-Kisi, Pembahasan hadir sebagai bahan belajar untuk membantu peserta mengenali materi yang perlu diprioritaskan. Dengan mempelajari kisi-kisi dan latihan soal beserta pembahasannya, persiapan menghadapi uji kompetensi dapat dilakukan secara lebih terarah.

Kompetensi Penyuluh Pertanian pada Jenjang Ahli Muda

Peralihan dari Penyuluh Pertanian Ahli Pertama ke Ahli Muda membutuhkan peningkatan kompetensi dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan. Peserta dituntut mampu memahami kebutuhan petani, menganalisis permasalahan, serta menentukan pendekatan penyuluhan yang tepat.

Pada jenjang Ahli Muda, kemampuan merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan penyuluhan menjadi semakin penting. Karena itu, persiapan uji kompetensi perlu menekankan pemahaman materi sekaligus kemampuan menyelesaikan berbagai kasus yang berkaitan dengan tugas penyuluhan pertanian.

Materi Uji Kompetensi Penyuluh Pertanian Ahli Pertama ke Ahli Muda

Materi Uji Kompetensi Penyuluh Pertanian Ahli Pertama ke Ahli Muda perlu dipelajari dengan menekankan kemampuan menerapkan pengetahuan dalam pelaksanaan penyuluhan. Berdasarkan standar dan petunjuk teknis JF Penyuluh Pertanian yang berlaku, beberapa materi penting yang perlu diprioritaskan meliputi:

1. Perencanaan Penyuluhan Pertanian

Memahami identifikasi potensi wilayah, kebutuhan sasaran, permasalahan usaha tani, penyusunan programa, serta penetapan tujuan dan prioritas kegiatan penyuluhan.

2. Pelaksanaan Penyuluhan

Menguasai pemilihan materi, metode, media, dan teknik komunikasi penyuluhan berdasarkan karakteristik serta kebutuhan petani dan pelaku usaha.

3. Evaluasi Kegiatan Penyuluhan

Mampu menentukan indikator, mengumpulkan dan mengolah data, mengevaluasi perubahan pengetahuan, sikap dan keterampilan sasaran, serta menyusun tindak lanjut.

4. Pengembangan Kelembagaan Petani

Memahami pembinaan kelompok tani, gabungan kelompok tani, kelembagaan ekonomi petani, pengembangan kapasitas organisasi, kemitraan, dan kemandirian kelompok.

5. Analisis Permasalahan dan Pemecahan Masalah

Peserta perlu mampu mengidentifikasi akar masalah, menentukan prioritas, memilih alternatif solusi, serta memberikan rekomendasi berdasarkan kondisi lapangan.

6. Pengembangan dan Penerapan Inovasi Pertanian

Meliputi penyebarluasan informasi, pengenalan teknologi dan inovasi, pendampingan penerapan inovasi, serta evaluasi kesesuaiannya dengan kebutuhan petani.

7. Komunikasi dan Pendampingan Petani

Mencakup komunikasi interpersonal, fasilitasi pembelajaran, konsultasi, pendekatan partisipatif, serta penanganan perbedaan kebutuhan di antara sasaran penyuluhan.

8. Data dan Informasi Penyuluhan

Mampu mengumpulkan, mengolah, memanfaatkan, dan menyajikan data pertanian sebagai dasar perencanaan serta pengambilan keputusan dalam kegiatan penyuluhan.

9. Modernisasi dan Digitalisasi Pertanian

Materi ini semakin relevan dengan perkembangan kebijakan pertanian terkini. Peserta perlu memahami pemanfaatan teknologi informasi, penyebarluasan inovasi, dan pendampingan penerapan modernisasi pertanian sesuai kebutuhan wilayah dan petani.

10. Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural

Selain teknis, peserta perlu mempersiapkan kemampuan integritas, komunikasi, kerja sama, pelayanan, pengambilan keputusan, adaptasi perubahan, serta kemampuan bekerja dengan masyarakat yang memiliki karakteristik beragam.

Untuk jenjang Ahli Muda, materi sebaiknya tidak dipelajari sebatas definisi. Fokuskan latihan pada pola menganalisis kondisi → menemukan masalah → menentukan prioritas → memilih metode penyuluhan → melaksanakan pendampingan → mengevaluasi hasil → menentukan tindak lanjut, karena pola tersebut lebih sesuai untuk mengukur penerapan kompetensi dalam situasi pekerjaan.

Kisi-Kisi Uji Kompetensi Penyuluh Pertanian Ahli Pertama ke Ahli Muda Terbaru

Untuk kenaikan jenjang Penyuluh Pertanian Ahli Pertama ke Ahli Muda, persiapan sebaiknya diarahkan pada tiga kelompok kompetensi, yaitu teknis, manajerial, dan sosial kultural. Pada aspek teknis, peserta perlu memahami pelaksanaan penyuluhan, evaluasi, serta pengembangan metode penyuluhan pertanian. Berikut kisi-kisi yang dapat digunakan sebagai peta belajar:

1. Perencanaan Penyuluhan

  • identifikasi potensi dan permasalahan wilayah;
  • analisis kebutuhan petani;
  • penetapan tujuan dan sasaran;
  • penyusunan programa penyuluhan;
  • penentuan prioritas kegiatan.

2. Pelaksanaan Penyuluhan

  • penyusunan materi penyuluhan;
  • pemilihan metode dan media;
  • komunikasi penyuluhan;
  • fasilitasi proses pembelajaran petani;
  • penerapan pendekatan partisipatif.

3. Evaluasi dan Pelaporan

  • penyusunan indikator keberhasilan;
  • pengumpulan dan pengolahan data;
  • evaluasi hasil penyuluhan;
  • analisis perubahan pada sasaran;
  • rekomendasi dan tindak lanjut.

4. Pengembangan Metode Penyuluhan

  • identifikasi kebutuhan pengembangan metode;
  • pemilihan metode berdasarkan karakteristik sasaran;
  • pemanfaatan teknologi informasi;
  • pengembangan inovasi penyuluhan;
  • evaluasi efektivitas metode.

5. Kelembagaan dan Pemberdayaan Petani

  • pembinaan kelompok tani;
  • peningkatan kapasitas kelembagaan;
  • fasilitasi kemitraan;
  • pemberdayaan pelaku utama dan pelaku usaha;
  • penguatan kemandirian petani.

6. Penerapan Inovasi Pertanian

  • identifikasi kebutuhan teknologi;
  • penyebarluasan informasi dan inovasi;
  • pendampingan penerapan teknologi;
  • analisis kesesuaian inovasi;
  • evaluasi penerapan inovasi.

7. Analisis Permasalahan Penyuluhan

Peserta perlu mampu mengidentifikasi masalah → mencari penyebab → menentukan prioritas → memilih alternatif penyelesaian → menetapkan tindakan → mengevaluasi hasil.

8. Kompetensi Manajerial

Kisi-kisi dapat mencakup integritas, kerja sama, komunikasi, orientasi hasil, pelayanan publik, pengembangan diri dan orang lain, pengelolaan perubahan, serta pengambilan keputusan.

9. Kompetensi Sosial Kultural

Peserta perlu mampu berkomunikasi dan bekerja secara efektif dengan masyarakat yang memiliki latar belakang berbeda, membangun hubungan kerja, menangani perbedaan, serta memberikan pelayanan secara profesional dan tidak diskriminatif.

10. Isu Aktual Penyuluhan Pertanian

Untuk konteks ujian terkini, peserta juga perlu mengikuti perkembangan transformasi penyuluhan, pemanfaatan teknologi digital, modernisasi pertanian, peningkatan produktivitas, penguatan kelembagaan petani, serta adaptasi kegiatan penyuluhan terhadap perubahan kondisi pertanian.

Contoh Soal HOTS Uji Kompetensi Penyuluh Pertanian Ahli Pertama ke Ahli Muda

Berikut contoh soal berbasis studi kasus dan analisis situasi lapangan yang dapat digunakan sebagai latihan.

Soal 1 — Identifikasi Potensi Wilayah

Seorang penyuluh ditempatkan pada wilayah yang sebagian besar petaninya menanam padi. Data menunjukkan produktivitas menurun selama dua musim, sementara ketersediaan air dan kondisi lahan relatif tidak berubah.

Langkah awal yang paling tepat adalah ….

A. Langsung memberikan rekomendasi teknologi baru
B. Mengganti komoditas utama wilayah
C. Mengidentifikasi dan menganalisis penyebab penurunan produktivitas bersama petani
D. Menambah jumlah pertemuan kelompok tani
E. Menunggu hasil panen musim berikutnya

Jawaban: C

Pembahasan: Penyuluh perlu melakukan identifikasi dan analisis kondisi terlebih dahulu agar program yang disusun benar-benar menjawab akar permasalahan.

Soal 2 — Penentuan Prioritas

Hasil identifikasi menunjukkan sebuah kelompok tani menghadapi tiga masalah: keterbatasan akses informasi teknologi, administrasi kelompok yang kurang tertib, dan serangan organisme pengganggu yang sedang mengancam produksi.

Apa prioritas penyuluhan yang paling tepat?

A. Masalah yang paling mudah diselesaikan
B. Administrasi kelompok terlebih dahulu
C. Masalah yang memiliki tingkat urgensi dan dampak terbesar terhadap usaha tani
D. Semua masalah ditangani bersamaan
E. Masalah yang paling disukai anggota kelompok

Jawaban: C

Pembahasan: Prioritas sebaiknya mempertimbangkan urgensi, dampak, kebutuhan sasaran, dan sumber daya yang tersedia.

Soal 3 — RKTP

Penyuluh menyusun Rencana Kerja Tahunan Penyuluh (RKTP), tetapi sebagian besar kegiatan hanya menyalin program tahun sebelumnya meskipun kondisi wilayah telah berubah.

Apa perbaikan yang paling tepat?

A. Mempertahankan RKTP agar mudah dibandingkan
B. Mengurangi jumlah kegiatan
C. Menyesuaikan RKTP berdasarkan kondisi, kebutuhan, permasalahan, dan sasaran terbaru
D. Menunggu arahan petani
E. Menggunakan RKTP wilayah lain

Jawaban: C

Pembahasan: Rencana kerja harus relevan dengan kebutuhan aktual wilayah dan sasaran penyuluhan.

Soal 4 — Pemilihan Metode Penyuluhan

Penyuluh akan mengenalkan teknologi budidaya baru kepada petani. Sebagian besar petani belum pernah menggunakan teknologi tersebut dan membutuhkan bukti penerapannya.

Metode paling tepat adalah ….

A. Mengirimkan teks panjang melalui grup pesan
B. Ceramah tanpa praktik
C. Menggunakan demonstrasi/praktik disertai diskusi dan pendampingan
D. Membagikan poster saja
E. Meminta petani mempelajarinya secara mandiri

Jawaban: C

Pembahasan: Ketika sasaran membutuhkan pemahaman praktis, metode yang memungkinkan mereka melihat dan mencoba penerapan teknologi lebih sesuai.

Soal 5 — Media Penyuluhan

Penyuluh membuat media digital dengan informasi sangat lengkap. Namun sebagian petani sasaran kesulitan memahami istilah teknis yang digunakan.

Apa tindakan terbaik?

A. Mempertahankan media karena informasinya lengkap
B. Mengurangi seluruh informasi
C. Menyesuaikan bahasa, bentuk, dan media dengan karakteristik sasaran tanpa menghilangkan substansi penting
D. Meminta petani mencari arti istilah sendiri
E. Mengganti sasaran penyuluhan

Jawaban: C

Pembahasan: Media penyuluhan harus mempertimbangkan kebutuhan dan karakteristik sasaran agar informasi dapat dipahami dan diterapkan.

Soal 6 — Evaluasi Penyuluhan

Setelah kegiatan penyuluhan, 95% peserta hadir sampai selesai. Namun hanya sedikit petani yang mampu menerapkan keterampilan yang diajarkan.

Kesimpulan paling tepat adalah ….

A. Program berhasil karena tingkat kehadiran tinggi
B. Program gagal sepenuhnya
C. Kehadiran merupakan indikator proses, sedangkan efektivitas pembelajaran dan penerapan perlu dievaluasi lebih lanjut
D. Petani harus diwajibkan menerapkan teknologi
E. Evaluasi tidak diperlukan

Jawaban: C

Pembahasan: Keberhasilan tidak cukup dinilai berdasarkan kehadiran. Penyuluh perlu mengevaluasi perubahan pengetahuan, keterampilan, maupun penerapan hasil penyuluhan.

Soal 7 — Adopsi Inovasi

Sebuah inovasi terbukti meningkatkan produktivitas pada wilayah lain. Petani di wilayah binaan menolak menerapkannya karena biaya awal dianggap terlalu tinggi.

Tindakan penyuluh paling tepat adalah ….

A. Memaksa petani menggunakannya
B. Menyatakan petani tidak terbuka terhadap teknologi
C. Menganalisis kelayakan dan kebutuhan petani serta memfasilitasi pembuktian manfaat inovasi secara realistis
D. Menghentikan penyuluhan
E. Mengatakan inovasi pasti menguntungkan

Jawaban: C

Pembahasan: Adopsi inovasi perlu mempertimbangkan kebutuhan, kondisi ekonomi, manfaat, risiko, dan karakteristik usaha tani sasaran.

Soal 8 — Kelembagaan Petani

Kelompok tani aktif menghadiri pertemuan, tetapi hampir seluruh keputusan ditentukan ketua tanpa melibatkan anggota.

Apa tindakan penyuluh?

A. Membiarkan karena ketua memiliki kewenangan
B. Mengganti ketua kelompok
C. Memfasilitasi peningkatan partisipasi anggota dan proses pengambilan keputusan kelompok
D. Membentuk kelompok baru
E. Mengurangi jumlah pertemuan

Jawaban: C

Pembahasan: Penguatan kelembagaan bukan sekadar meningkatkan aktivitas pertemuan, tetapi juga mendorong partisipasi dan kemandirian anggota.

Soal 9 — Komunikasi Penyuluhan

Dua kelompok petani berbeda pendapat mengenai teknologi yang akan diterapkan. Perdebatan mulai menghambat kegiatan kelompok.

Sebagai penyuluh, langkah terbaik adalah ….

A. Mendukung kelompok terbesar
B. Menentukan keputusan sendiri
C. Memfasilitasi dialog berdasarkan kebutuhan, fakta, dan kondisi usaha tani masing-masing
D. Menghentikan pertemuan kelompok
E. Menghindari pembahasan tersebut

Jawaban: C

Pembahasan: Penyuluh berperan sebagai fasilitator yang membantu sasaran mengambil keputusan berdasarkan informasi yang objektif.

Soal 10 — Analisis Data

Data menunjukkan produktivitas kelompok A lebih rendah daripada kelompok B. Seorang penyuluh langsung menyimpulkan bahwa kemampuan petani kelompok A lebih rendah.

Apa kelemahan kesimpulan tersebut?

A. Tidak menggunakan aplikasi statistik
B. Jumlah kelompok terlalu sedikit
C. Kesimpulan dibuat tanpa menganalisis faktor lain yang dapat memengaruhi produktivitas
D. Produktivitas tidak dapat diukur
E. Penyuluh tidak boleh membandingkan kelompok

Jawaban: C

Pembahasan: Produktivitas dapat dipengaruhi banyak faktor. Data harus dianalisis secara menyeluruh sebelum menentukan penyebab dan rekomendasi.

Soal 11 — Perubahan Kondisi Lapangan

Program penyuluhan telah disusun pada awal tahun. Beberapa bulan kemudian terjadi perubahan kondisi yang menyebabkan kebutuhan petani berubah cukup signifikan.

Apa tindakan paling tepat?

A. Tetap menjalankan seluruh rencana awal
B. Membatalkan seluruh program
C. Mengevaluasi perubahan kebutuhan dan menyesuaikan kegiatan yang relevan
D. Menunggu tahun berikutnya
E. Menyerahkan seluruh keputusan kepada kelompok tani

Jawaban: C

Pembahasan: Penyuluhan harus adaptif terhadap perubahan kondisi tanpa mengabaikan proses perencanaan dan evaluasi.

Soal 12 — Pemecahan Masalah

Sebuah program telah dilakukan tiga kali, tetapi masalah yang sama terus muncul.

Apa tindakan Ahli Muda yang paling tepat?

A. Mengulangi program yang sama
B. Menambah jumlah pertemuan
C. Mengevaluasi akar masalah dan efektivitas intervensi sebelumnya sebelum menyusun tindak lanjut
D. Menghentikan pendampingan
E. Menganggap petani tidak kooperatif

Jawaban: C

Pembahasan: Permasalahan berulang menunjukkan perlunya evaluasi terhadap akar masalah dan efektivitas metode yang telah digunakan.

Soal 13 — Digitalisasi Penyuluhan

Penyuluh ingin menggunakan platform digital agar penyampaian informasi lebih cepat. Namun sebagian petani memiliki kemampuan penggunaan teknologi yang terbatas.

Strategi terbaik adalah ….

A. Menggunakan digital sepenuhnya
B. Tidak menggunakan teknologi sama sekali
C. Mengombinasikan media digital dengan metode lain yang sesuai karakteristik sasaran
D. Hanya melayani petani yang memiliki perangkat
E. Meminta anggota keluarga petani mengikuti penyuluhan

Jawaban: C

Pembahasan: Digitalisasi merupakan alat pendukung. Metode tetap harus mempertimbangkan akses dan kemampuan sasaran.

Soal 14 — Orientasi Hasil

Penyuluh berhasil melaksanakan seluruh kegiatan dalam RKTP. Namun indikator perubahan perilaku dan penerapan teknologi tidak tercapai.

Apa evaluasi yang paling tepat?

A. Program tetap berhasil karena semua kegiatan terlaksana
B. Program pasti gagal total
C. Pelaksanaan kegiatan tercapai, tetapi efektivitas dan hasil penyuluhan perlu dievaluasi
D. Indikator hasil tidak penting
E. Menambah kegiatan tanpa evaluasi

Jawaban: C

Pembahasan: Ahli Muda perlu membedakan keterlaksanaan kegiatan dengan dampak atau hasil kegiatan.

Soal 15 — Kerja Sama

Permasalahan petani berkaitan dengan aspek yang berada di luar kompetensi teknis utama penyuluh.

Tindakan terbaik adalah ….

A. Memberikan jawaban berdasarkan perkiraan
B. Mengabaikan masalah
C. Berkoordinasi atau berkolaborasi dengan pihak yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan
D. Menyerahkan seluruhnya kepada ketua kelompok
E. Mencari solusi tercepat tanpa verifikasi

Jawaban: C

Pembahasan: Kemampuan membangun koordinasi dan jejaring merupakan bagian penting dalam penyelesaian persoalan yang multidimensi.

Soal 16 — Integritas

Seorang pengurus kelompok meminta penyuluh mengubah data capaian kegiatan agar terlihat memenuhi target.

Apa tindakan paling tepat?

A. Mengubah data demi kepentingan kelompok
B. Mengubah sebagian data
C. Mempertahankan data berdasarkan kondisi sebenarnya dan menjelaskan hasil evaluasi secara objektif
D. Menghapus data yang tidak sesuai target
E. Menunda laporan

Jawaban: C

Pembahasan: Integritas menuntut penyuluh menjaga objektivitas, akurasi data, dan akuntabilitas pelaksanaan tugas.

Soal 17 — Sosial Kultural

Dalam wilayah binaan terdapat kelompok petani dengan latar belakang sosial dan kebiasaan komunikasi yang berbeda.

Apa pendekatan terbaik?

A. Menggunakan satu pendekatan untuk semuanya
B. Memprioritaskan kelompok terbesar
C. Menyesuaikan pendekatan komunikasi tanpa memberikan perlakuan diskriminatif
D. Memisahkan kelompok secara permanen
E. Menghindari kelompok yang sulit diajak berkomunikasi

Jawaban: C

Pembahasan: Penyuluh perlu mampu bekerja secara efektif dalam keberagaman sekaligus memberikan pelayanan yang adil dan profesional.

Soal 18 — Pengembangan Kelembagaan

Kelompok tani sangat bergantung pada penyuluh. Bahkan keputusan sederhana selalu menunggu arahan penyuluh.

Tujuan pendampingan berikutnya sebaiknya ….

A. Meningkatkan ketergantungan agar mudah dikontrol
B. Mengambil alih pengelolaan kelompok
C. Meningkatkan kemampuan kelompok dalam menganalisis masalah dan mengambil keputusan secara mandiri
D. Menambah frekuensi instruksi
E. Mengurangi peran pengurus

Jawaban: C

Pembahasan: Salah satu arah pemberdayaan adalah meningkatkan kapasitas dan kemandirian sasaran, bukan menciptakan ketergantungan.

Soal 19 — Modernisasi Pertanian

Pemerintah mendorong modernisasi pertanian. Penyuluh menemukan teknologi baru yang menjanjikan peningkatan efisiensi, tetapi kondisi lahan dan kemampuan ekonomi petani di wilayahnya beragam.

Apa tindakan terbaik?

A. Mewajibkan seluruh petani menerapkannya
B. Menolak teknologi tersebut
C. Menganalisis kesesuaian teknologi dengan kebutuhan, kondisi wilayah, kapasitas petani, dan manfaatnya sebelum mendorong penerapan
D. Memberikannya hanya kepada petani dengan lahan terbesar
E. Mengikuti tren tanpa evaluasi

Jawaban: C

Pembahasan: Modernisasi harus diterapkan secara tepat guna. Teknologi yang baik belum tentu sesuai untuk seluruh kondisi usaha tani.

Soal 20 — Studi Kasus Terintegrasi

Hasil evaluasi menunjukkan produktivitas kelompok tani menurun. Penyuluh menemukan empat kondisi:

  1. materi penyuluhan tahun sebelumnya masih digunakan;
  2. sebagian petani belum memahami teknologi baru;
  3. metode penyuluhan didominasi ceramah;
  4. kebutuhan petani telah berubah.

Sebagai Penyuluh Pertanian yang akan menuju jenjang Ahli Muda, langkah paling tepat adalah ….

A. Menambah frekuensi ceramah
B. Mempertahankan program agar konsisten
C. Menganalisis kebutuhan terbaru, menetapkan masalah prioritas, menyesuaikan materi dan metode, melaksanakan pendampingan, kemudian mengevaluasi hasilnya
D. Mengganti seluruh teknologi yang digunakan petani
E. Menyerahkan penyelesaian kepada ketua kelompok

Jawaban: C

Pembahasan: Soal ini menggabungkan kompetensi perencanaan, analisis masalah, pemilihan metode, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada level Ahli Muda, peserta perlu menunjukkan kemampuan memilih tindakan berdasarkan kondisi aktual, bukan sekadar menghafalkan konsep.

Maksimalkan Persiapan Menuju Ahli Muda!

Jadikan latihan sebagai bagian dari persiapan dengan memanfaatkan Fungsional.id untuk mengasah kemampuan menghadapi berbagai soal dan studi kasus Penyuluh Pertanian. Semakin terbiasa berlatih, semakin siap menghadapi uji kompetensi!

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Picture of Tim Asn

Tim Asn

Tim ASN adalah kelompok profesional yang terbiasa menyusun soal. Kami terdiri dari ahli berbagai bidang, berkomitmen menciptakan soal berkualitas tinggi yang relevan dengan kompetensi jabatan.
Butuh Paket Soal Ini?
Akses Sekarang!