Soal UKOMNAS Nakes: Kisi-Kisi, Materi, dan Latihan Soal 

UKOMNAS Tenaga Kesehatan (Nakes) menjadi salah satu bagian penting dalam mengukur kesiapan kompetensi calon tenaga kesehatan sesuai bidang profesinya. Karena materi yang dihadapi dapat mencakup pengetahuan hingga penerapan dalam kasus, peserta perlu mempersiapkan diri dengan memahami konsep sekaligus membiasakan diri menganalisis soal berbasis situasi pelayanan kesehatan.

Artikel Soal UKOMNAS Nakes: Kisi-Kisi, Materi, dan Latihan Soal disusun untuk membantu peserta memetakan materi yang perlu dipelajari serta berlatih menghadapi berbagai tipe soal. Dengan persiapan yang terarah, peserta dapat lebih memahami pola soal dan menentukan jawaban berdasarkan kompetensi profesinya.

Memahami UKOMNAS Tenaga Kesehatan

UKOMNAS Nakes merupakan uji kompetensi yang digunakan untuk mengukur kemampuan peserta sesuai standar kompetensi pada bidang tenaga kesehatan yang diikuti. Ujian tidak hanya menuntut penguasaan teori, tetapi juga kemampuan menerapkan pengetahuan dalam menghadapi berbagai situasi pelayanan kesehatan.

Dalam persiapannya, peserta perlu memahami kompetensi sesuai profesi, prinsip keselamatan pasien, etika profesional, komunikasi, hingga kemampuan menentukan tindakan yang tepat berdasarkan kasus. Karena karakter kompetensi setiap profesi berbeda, fokus materi dan latihan soal juga perlu disesuaikan dengan bidang masing-masing.

Oleh karena itu, persiapan UKOMNAS sebaiknya dilakukan melalui kombinasi pemahaman materi, latihan soal, analisis kasus, dan evaluasi hasil belajar agar peserta terbiasa menentukan keputusan secara tepat dan sistematis.

Materi Utama yang Perlu Dipersiapkan untuk UKOMNAS Nakes

Materi UKOMNAS Nakes pada dasarnya perlu disesuaikan dengan kompetensi masing-masing profesi. Meski demikian, terdapat beberapa area kemampuan yang penting diperhatikan dalam mempersiapkan diri menghadapi soal, khususnya soal berbasis kasus.

1. Kompetensi Klinis Sesuai Profesi

Peserta perlu menguasai konsep dan prosedur pelayanan sesuai bidangnya, mulai dari pengkajian atau pemeriksaan, menentukan masalah, memilih tindakan, hingga melakukan evaluasi.

2. Keselamatan Pasien

Materi dapat berkaitan dengan identifikasi risiko, pencegahan kesalahan pelayanan, keselamatan tindakan, hingga menentukan prioritas ketika menghadapi kondisi yang berpotensi membahayakan pasien.

3. Etika dan Profesionalisme

Peserta perlu memahami tanggung jawab profesi, kerahasiaan pasien, batas kewenangan, informed consent, serta pengambilan keputusan yang sesuai etika pelayanan kesehatan.

4. Komunikasi dalam Pelayanan Kesehatan

Mencakup komunikasi dengan pasien dan keluarga, edukasi kesehatan, komunikasi antarprofesi, serta penyampaian informasi secara jelas dan profesional.

5. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi

Meliputi kebersihan tangan, penggunaan alat pelindung diri, prinsip aseptik, pengelolaan risiko penularan, serta tindakan pencegahan infeksi sesuai konteks pelayanan.

6. Promotif dan Preventif

Peserta perlu memahami upaya promosi kesehatan, pencegahan penyakit, edukasi, deteksi faktor risiko, serta pemberdayaan pasien dan masyarakat sesuai bidang profesinya.

7. Kegawatdaruratan dan Penentuan Prioritas

Soal dapat berupa situasi yang meminta peserta menentukan pasien atau masalah yang harus ditangani terlebih dahulu berdasarkan tingkat urgensi dan kewenangan profesinya.

8. Dokumentasi dan Informasi Kesehatan

Mencakup pencatatan pelayanan secara benar, lengkap, akurat, menjaga kerahasiaan informasi, serta penggunaan data untuk mendukung kesinambungan pelayanan.

9. Kolaborasi Antarprofesi

Peserta perlu mampu menentukan kapan suatu kondisi dapat ditangani sesuai kompetensinya dan kapan diperlukan konsultasi, kolaborasi, atau rujukan kepada tenaga kesehatan lainnya.

10. Analisis Kasus

Selain menghafal konsep, peserta perlu membiasakan diri membaca kasus secara sistematis dengan pola: Identifikasi kondisi pasien → temukan masalah utama → tentukan prioritas → pilih tindakan sesuai kompetensi → evaluasi hasil.

Materi spesifik tetap harus disesuaikan dengan profesi yang diikuti. Karena itu, peserta Keperawatan, Kebidanan, Farmasi, Teknologi Laboratorium Medis, Gizi, Fisioterapi, dan bidang kesehatan lainnya perlu memperdalam kompetensi teknis masing-masing sebelum mengerjakan latihan soal UKOMNAS.

Kisi-Kisi Terbaru UKOMNAS Nakes 2026

Menjelang periode UKOMNAS 2026 berikutnya, peserta perlu menyesuaikan materi belajar dengan program studi dan jenjang masing-masing. Kisi-kisi berikut merupakan peta belajar berdasarkan bidang kompetensi yang relevan untuk persiapan UKOMNAS, bukan bocoran soal resmi.

1. DIII Keperawatan dan Profesi Ners

Fokus persiapan meliputi:

  • keperawatan medikal bedah;
  • keperawatan anak;
  • keperawatan maternitas;
  • keperawatan jiwa;
  • keperawatan keluarga dan komunitas;
  • keperawatan gerontik;
  • kegawatdaruratan;
  • manajemen keperawatan;
  • pengkajian dan penentuan masalah;
  • prioritas intervensi;
  • evaluasi asuhan;
  • komunikasi terapeutik;
  • etika dan profesionalisme;
  • keselamatan pasien;
  • pencegahan dan pengendalian infeksi.

Soal perlu dilatih dalam bentuk kasus pasien → data utama → masalah → prioritas → intervensi → evaluasi.

2. DIII Kebidanan dan Profesi Bidan

Materi yang perlu diprioritaskan:

  • kehamilan normal dan komplikasi;
  • persalinan;
  • masa nifas;
  • bayi baru lahir;
  • kesehatan reproduksi;
  • keluarga berencana;
  • pelayanan kebidanan komunitas;
  • deteksi dini faktor risiko;
  • kegawatdaruratan maternal dan neonatal;
  • komunikasi dan konseling;
  • rujukan;
  • etika dan profesionalisme.

Peserta perlu terampil menentukan kondisi normal, tanda bahaya, tindakan awal, dan kebutuhan rujukan sesuai kompetensi.

3. DIII dan DIV Teknologi Laboratorium Medis

Fokus kompetensi antara lain:

  • tahap pra-analitik;
  • pengambilan dan penanganan spesimen;
  • hematologi;
  • kimia klinik;
  • mikrobiologi;
  • imunologi dan serologi;
  • urinalisis dan pemeriksaan terkait;
  • tahap analitik;
  • tahap pasca-analitik;
  • validasi hasil;
  • pengendalian mutu;
  • keselamatan dan keamanan laboratorium;
  • identifikasi kesalahan pemeriksaan.

Peserta perlu mampu menganalisis sumber kesalahan pemeriksaan dan tindakan korektif yang paling tepat.

4. DIII Farmasi dan Profesi Apoteker

Materi dapat difokuskan pada:

  • farmakologi;
  • farmakoterapi;
  • pelayanan resep;
  • dispensing;
  • penggunaan obat rasional;
  • interaksi obat;
  • efek samping obat;
  • kontraindikasi;
  • informasi dan konseling obat;
  • pengelolaan sediaan farmasi;
  • penyimpanan dan distribusi;
  • keselamatan penggunaan obat;
  • etika pelayanan kefarmasian.

Soal berbasis kasus perlu dilatih dengan menentukan masalah terkait obat dan keputusan pelayanan yang aman serta rasional.

5. DIII/DIV Gizi dan Profesi Dietisien

Fokus materi meliputi:

  • penilaian status gizi;
  • antropometri;
  • kebutuhan energi dan zat gizi;
  • diagnosis/permasalahan gizi;
  • intervensi gizi;
  • terapi diet;
  • pelayanan gizi klinik;
  • gizi masyarakat;
  • penyelenggaraan makanan;
  • edukasi dan konseling;
  • monitoring dan evaluasi.

6. DIII/DIV Fisioterapi

Materi yang perlu dipersiapkan antara lain:

  • anatomi dan fisiologi;
  • pemeriksaan fisioterapi;
  • analisis gerak dan fungsi;
  • muskuloskeletal;
  • neuromuskular;
  • kardiopulmonal;
  • fisioterapi pada berbagai kelompok usia;
  • perencanaan intervensi;
  • evaluasi hasil;
  • keselamatan pasien;
  • komunikasi dan profesionalisme.

7. Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Fokus kompetensi:

  • manajemen rekam medis;
  • klasifikasi dan kodifikasi;
  • statistik kesehatan;
  • mutu data;
  • sistem informasi kesehatan;
  • kerahasiaan rekam medis;
  • keamanan informasi;
  • pengelolaan data pasien;
  • analisis kelengkapan rekam medis;
  • etika dan aspek hukum informasi kesehatan.

8. Kesehatan Gigi/Terapi Gigi

Materi dapat mencakup:

  • anatomi dan kesehatan gigi-mulut;
  • pemeriksaan kesehatan gigi;
  • promotif dan preventif;
  • edukasi kesehatan gigi;
  • pengendalian infeksi;
  • keselamatan pelayanan;
  • pelayanan sesuai kompetensi;
  • komunikasi dengan pasien;
  • dokumentasi;
  • etika profesi.

9. Sanitasi dan Sanitasi Lingkungan

Prioritas belajar meliputi:

  • kesehatan lingkungan;
  • sanitasi dasar;
  • kualitas air;
  • sanitasi makanan;
  • pengelolaan limbah;
  • pengendalian faktor risiko lingkungan;
  • higiene dan sanitasi;
  • pengendalian vektor;
  • identifikasi masalah kesehatan lingkungan;
  • intervensi dan evaluasi.

10. Radiologi/Teknologi Radiologi Pencitraan

Fokus materi:

  • anatomi radiologi;
  • teknik pemeriksaan;
  • positioning;
  • prinsip pembentukan citra;
  • kualitas hasil pencitraan;
  • proteksi radiasi;
  • keselamatan pasien;
  • persiapan pasien;
  • pengoperasian peralatan sesuai kompetensi;
  • identifikasi kesalahan dan artefak.

11. Keperawatan Anestesiologi

Materi yang perlu dikuasai meliputi:

  • persiapan pasien;
  • penilaian kondisi pasien;
  • persiapan peralatan;
  • prinsip anestesi;
  • jalan napas;
  • ventilasi;
  • monitoring;
  • keselamatan pasien;
  • kegawatdaruratan;
  • pemulihan;
  • pencegahan infeksi;
  • dokumentasi pelayanan.

Contoh Soal UKOMNAS Nakes dan Pembahasan

Setelah memahami materi dan kisi-kisi, peserta perlu membiasakan diri mengerjakan soal berbasis kasus. Berikut contoh latihan UKOMNAS Nakes yang menguji kemampuan mengidentifikasi masalah, menentukan prioritas, serta memilih tindakan yang paling tepat sesuai konteks profesi.

A. Keperawatan

Soal 1

Seorang pasien datang ke IGD dengan keluhan sesak napas. Hasil pemeriksaan menunjukkan frekuensi napas meningkat, pasien tampak gelisah, dan saturasi oksigen menurun. Perawat juga menemukan pasien mengeluhkan nyeri pada tungkai.

Masalah yang harus diprioritaskan adalah ….

A. Nyeri pada tungkai
B. Gangguan pola tidur
C. Gangguan oksigenasi
D. Kecemasan keluarga
E. Keterbatasan aktivitas

Jawaban: C

Pembahasan: Kondisi yang berhubungan dengan jalan napas dan pernapasan menjadi prioritas karena dapat mengancam keselamatan pasien. Data sesak dan penurunan saturasi menunjukkan masalah oksigenasi perlu ditangani terlebih dahulu.

Soal 2

Perawat akan memberikan obat kepada dua pasien dengan nama yang hampir sama. Ketika melakukan pemeriksaan, perawat menemukan nomor rekam medis pada obat tidak sesuai dengan pasien di tempat tidur.

Tindakan paling tepat adalah ….

A. Tetap memberikan obat karena nama pasien hampir sama
B. Meminta keluarga menentukan obat yang benar
C. Menghentikan pemberian dan melakukan verifikasi identitas serta obat
D. Memberikan setengah dosis terlebih dahulu
E. Menunggu sampai pergantian shift

Jawaban: C

Pembahasan: Keselamatan pasien harus menjadi prioritas. Ketidaksesuaian identitas perlu diverifikasi sebelum obat diberikan untuk mencegah medication error.

Soal 3

Seorang pasien yang akan menjalani tindakan mengatakan belum memahami tujuan dan risiko prosedur. Dokumen persetujuan tindakan telah tersedia.

Apa tindakan perawat yang paling tepat?

A. Meminta pasien langsung menandatangani
B. Menandatangani atas nama pasien
C. Memastikan pasien memperoleh penjelasan yang diperlukan sebelum proses persetujuan dilanjutkan
D. Meminta keluarga memaksa pasien
E. Mengabaikan pertanyaan pasien

Jawaban: C

Pembahasan: Persetujuan tindakan harus diberikan setelah pasien memperoleh informasi yang memadai. Tenaga kesehatan perlu menghormati hak pasien untuk memahami tindakan yang akan diterimanya.

B. Kebidanan

Soal 4

Seorang ibu hamil trimester ketiga datang dengan keluhan sakit kepala berat dan gangguan penglihatan. Hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah jauh di atas normal.

Prioritas tindakan adalah ….

A. Memberikan edukasi olahraga
B. Menyarankan pulang dan beristirahat
C. Mengenali kondisi sebagai tanda bahaya dan segera melakukan penanganan atau rujukan sesuai kewenangan
D. Menjadwalkan pemeriksaan bulan berikutnya
E. Memberikan konseling nutrisi saja

Jawaban: C

Pembahasan: Kombinasi hipertensi, sakit kepala berat, dan gangguan penglihatan pada kehamilan merupakan tanda yang membutuhkan penilaian serta penanganan segera.


Soal 5

Dalam pemantauan persalinan, bidan menemukan perubahan kondisi ibu dan janin yang mengarah pada kegawatdaruratan serta membutuhkan tindakan di luar kewenangannya.

Keputusan paling tepat adalah ….

A. Tetap menangani sendiri
B. Menunggu sampai persalinan selesai
C. Melakukan tindakan awal sesuai kewenangan dan menyiapkan rujukan secara tepat
D. Meminta keluarga menentukan tindakan klinis
E. Mengabaikan perubahan selama ibu masih sadar

Jawaban: C

Pembahasan: Tenaga kesehatan perlu mengenali batas kompetensi. Pada kondisi yang memerlukan pelayanan lebih lanjut, tindakan awal dan rujukan tepat waktu merupakan bagian penting dari keselamatan ibu dan bayi.

Soal 6

Seorang ibu setelah melahirkan mengalami perdarahan lebih banyak dari yang diharapkan disertai perubahan kondisi umum.

Apa prinsip utama yang harus dilakukan?

A. Menunggu perdarahan berhenti sendiri
B. Memprioritaskan identifikasi dan penanganan kegawatdaruratan sesuai kompetensi
C. Memberikan edukasi menyusui terlebih dahulu
D. Menunda pemeriksaan sampai kunjungan berikutnya
E. Meminta pasien berjalan

Jawaban: B

Pembahasan: Perubahan kondisi disertai perdarahan pascapersalinan membutuhkan respons cepat. Soal UKOM sering menguji kemampuan peserta menentukan masalah yang paling mengancam keselamatan.

C. Farmasi

Soal 7

Apoteker melakukan telaah resep dan menemukan pasien menggunakan obat lain yang berpotensi menimbulkan interaksi bermakna dengan obat baru.

Tindakan paling tepat adalah ….

A. Langsung menyerahkan seluruh obat
B. Menghapus obat dari resep tanpa komunikasi
C. Mengkaji signifikansi interaksi dan melakukan klarifikasi atau komunikasi dengan tenaga kesehatan terkait bila diperlukan
D. Meminta pasien memilih salah satu obat
E. Mengganti obat berdasarkan harga

Jawaban: C

Pembahasan: Telaah resep bertujuan memastikan terapi aman dan rasional. Potensi interaksi perlu dikaji sebelum obat diserahkan kepada pasien.

Soal 8

Dua obat memiliki nama dan kemasan yang sangat mirip serta disimpan berdekatan. Kondisi tersebut beberapa kali hampir menyebabkan kesalahan pengambilan.

Langkah pencegahan terbaik adalah ….

A. Membiarkan susunan tetap sama
B. Mengandalkan ingatan petugas
C. Melakukan pengelolaan khusus obat LASA, termasuk pemisahan dan penandaan yang jelas
D. Mengurangi jumlah petugas
E. Menghilangkan label obat

Jawaban: C

Pembahasan: Obat dengan nama atau tampilan mirip memiliki risiko kesalahan tinggi. Sistem penyimpanan dan identifikasi harus dirancang untuk meminimalkan risiko tersebut.

Soal 9

Seorang pasien mengatakan sering lupa menggunakan obat sesuai jadwal.

Pendekatan komunikasi terbaik adalah ….

A. Menyalahkan pasien
B. Menghentikan seluruh terapi
C. Mengidentifikasi penyebab ketidakpatuhan dan memberikan edukasi yang mudah dipahami
D. Meminta pasien mencari informasi sendiri
E. Mengurangi dosis tanpa instruksi

Jawaban: C

Pembahasan: Konseling yang baik berorientasi pada kebutuhan pasien. Penyebab masalah perlu diketahui sebelum menentukan strategi edukasi yang sesuai.

D. Teknologi Laboratorium Medis

Soal 10

Petugas laboratorium menerima spesimen darah dengan identitas pada tabung yang tidak sesuai dengan formulir permintaan pemeriksaan.

Apa tindakan paling tepat?

A. Tetap memeriksa spesimen
B. Mengubah identitas berdasarkan perkiraan
C. Menghentikan proses dan melakukan klarifikasi sesuai prosedur identifikasi spesimen
D. Mengabaikan perbedaan kecil
E. Memilih identitas yang paling mirip

Jawaban: C

Pembahasan: Kesalahan identifikasi pada tahap pra-analitik dapat menghasilkan laporan yang salah kepada pasien. Karena itu, ketidaksesuaian harus diselesaikan sesuai prosedur sebelum pemeriksaan dilanjutkan.

Soal 11

Hasil kontrol kualitas suatu pemeriksaan berada di luar batas yang dapat diterima.

Tindakan yang paling tepat sebelum mengeluarkan hasil pasien adalah ….

A. Tetap mengeluarkan hasil
B. Mengubah nilai kontrol
C. Mengidentifikasi penyebab masalah dan melakukan tindakan korektif sebelum hasil pasien dilaporkan
D. Menghapus data kontrol
E. Mengulangi pemeriksaan pasien tanpa mengevaluasi alat

Jawaban: C

Pembahasan: Hasil kontrol yang tidak memenuhi kriteria menunjukkan proses analitik perlu dievaluasi. Hasil pasien tidak seharusnya dilaporkan sebelum mutu pemeriksaan dipastikan.

Soal 12

Sampel yang diterima laboratorium mengalami kondisi yang dapat memengaruhi validitas hasil pemeriksaan.

Pertimbangan utama petugas adalah ….

A. Kecepatan pemeriksaan saja
B. Harga pemeriksaan
C. Kesesuaian spesimen dengan persyaratan pemeriksaan dan dampaknya terhadap validitas hasil
D. Jumlah pasien dalam antrean
E. Lama bekerja petugas

Jawaban: C

Pembahasan: Kualitas spesimen merupakan bagian penting tahap pra-analitik. Spesimen yang tidak memenuhi persyaratan dapat menyebabkan hasil tidak akurat.

E. Gizi

Soal 13

Seorang pasien mengalami penurunan berat badan yang tidak direncanakan dan asupan makan menurun dalam beberapa minggu terakhir.

Langkah awal tenaga gizi yang paling tepat adalah ….

A. Langsung menentukan menu tanpa pemeriksaan
B. Melakukan pengkajian gizi secara menyeluruh
C. Menyarankan pasien makan sebanyak mungkin
D. Menunda intervensi
E. Menggunakan berat badan saja sebagai dasar keputusan

Jawaban: B

Pembahasan: Intervensi gizi perlu didasarkan pada pengkajian. Data antropometri, asupan, kondisi klinis, dan informasi relevan lainnya membantu menentukan masalah serta kebutuhan pasien.

Soal 14

Setelah menjalani intervensi gizi, pasien menunjukkan perubahan asupan tetapi target yang ditetapkan belum tercapai.

Apa tindakan selanjutnya?

A. Menghentikan intervensi
B. Mengabaikan hasil
C. Melakukan monitoring dan evaluasi serta menyesuaikan intervensi berdasarkan perkembangan
D. Mengganti diagnosis tanpa data
E. Menyalahkan pasien

Jawaban: C

Pembahasan: Pelayanan gizi merupakan proses berkelanjutan. Hasil monitoring digunakan untuk menentukan apakah intervensi perlu dipertahankan atau disesuaikan.

F. Fisioterapi

Soal 15

Pasien datang untuk menjalani fisioterapi dengan keluhan keterbatasan gerak setelah cedera. Pasien membawa diagnosis dari dokter, tetapi belum pernah menjalani pemeriksaan fisioterapi.

Langkah paling tepat adalah ….

A. Langsung memberikan intervensi maksimal
B. Melakukan pemeriksaan dan penilaian fisioterapi terlebih dahulu
C. Menggunakan program pasien lain
D. Menentukan intervensi berdasarkan usia saja
E. Meminta pasien memilih sendiri terapi

Jawaban: B

Pembahasan: Program fisioterapi harus disusun berdasarkan hasil pemeriksaan dan penilaian terhadap kondisi serta fungsi pasien.

Soal 16

Selama intervensi fisioterapi, pasien menunjukkan keluhan baru yang mengindikasikan kondisi di luar ruang lingkup penanganan fisioterapi.

Apa tindakan paling tepat?

A. Mengabaikan keluhan
B. Meningkatkan intensitas latihan
C. Menghentikan atau menyesuaikan tindakan yang berisiko dan melakukan konsultasi atau rujukan sesuai kebutuhan
D. Meminta pasien menahan keluhan
E. Melanjutkan semua program

Jawaban: C

Pembahasan: Keselamatan pasien dan batas kewenangan profesi harus menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan.

G. Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Soal 17

Seorang pegawai yang tidak terlibat dalam pelayanan pasien meminta akses terhadap rekam medis seorang tokoh terkenal karena penasaran dengan kondisi kesehatannya.

Tindakan paling tepat adalah ….

A. Memberikan akses karena sesama pegawai
B. Memberikan sebagian informasi
C. Menolak akses yang tidak memiliki dasar kewenangan dan menjaga kerahasiaan informasi pasien
D. Mengirimkan foto rekam medis
E. Membacakan diagnosis saja

Jawaban: C

Pembahasan: Informasi kesehatan bersifat rahasia. Akses harus diberikan berdasarkan kewenangan dan kebutuhan yang sah, bukan rasa ingin tahu.

Soal 18

Petugas menemukan data penting pada rekam medis belum lengkap sehingga berpotensi memengaruhi kualitas informasi pelayanan.

Apa tindakan terbaik?

A. Mengisi berdasarkan perkiraan
B. Menghapus rekam medis
C. Melakukan proses verifikasi dan tindak lanjut kelengkapan sesuai prosedur
D. Membiarkan data kosong
E. Menyalin data pasien lain

Jawaban: C

Pembahasan: Kelengkapan dan akurasi data penting untuk mutu informasi kesehatan. Data tidak boleh dibuat berdasarkan asumsi.

H. Kesehatan Gigi

Soal 19

Dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan gigi di sekolah ditemukan banyak siswa memiliki faktor risiko masalah gigi dan kebiasaan pemeliharaan kesehatan mulut yang kurang baik.

Program yang paling tepat adalah ….

A. Hanya mencatat jumlah siswa
B. Menunggu seluruh siswa mengalami keluhan
C. Menggabungkan edukasi, tindakan promotif-preventif, dan tindak lanjut sesuai hasil pemeriksaan
D. Memberikan tindakan yang sama tanpa pemeriksaan
E. Mengabaikan siswa tanpa keluhan

Jawaban: C

Pembahasan: Upaya kesehatan gigi tidak hanya bersifat kuratif. Promosi, pencegahan, deteksi masalah, dan tindak lanjut merupakan bagian penting pelayanan.

I. Kesehatan Lingkungan

Soal 20

Di suatu wilayah terjadi peningkatan penyakit yang diduga berkaitan dengan kualitas air. Pemeriksaan awal menunjukkan sebagian sumber air masyarakat memiliki risiko kontaminasi.

Langkah paling tepat adalah ….

A. Menutup seluruh sumber air tanpa pemeriksaan
B. Melakukan identifikasi faktor risiko, pemeriksaan yang diperlukan, dan menentukan intervensi berdasarkan hasil
C. Menunggu kasus bertambah
D. Hanya memberikan poster
E. Menganggap masalah disebabkan cuaca

Jawaban: B

Pembahasan: Penanganan masalah kesehatan lingkungan harus dimulai dengan identifikasi faktor risiko dan data yang memadai agar intervensi tepat sasaran.

Soal 21

Sebuah fasilitas pelayanan kesehatan menghasilkan limbah yang memerlukan pengelolaan khusus. Petugas menemukan limbah tercampur sejak tahap awal.

Apa tindakan yang paling tepat?

A. Membiarkannya hingga tempat pembuangan akhir
B. Melakukan pemilahan dan pengelolaan sesuai jenis serta risiko limbah berdasarkan prosedur
C. Mencampurkan seluruh limbah agar mudah diangkut
D. Membakar semua limbah tanpa prosedur
E. Menyimpan seluruh limbah dalam satu wadah

Jawaban: B

Pembahasan: Pemilahan sejak sumber merupakan bagian penting pengelolaan limbah karena setiap kategori dapat memiliki risiko dan metode penanganan berbeda.

J. Radiologi

Soal 22

Sebelum pemeriksaan radiologi, petugas menemukan identitas pasien pada permintaan pemeriksaan berbeda dengan identitas yang disampaikan pasien.

Apa tindakan pertama?

A. Tetap melakukan pemeriksaan
B. Memilih identitas pada formulir
C. Menghentikan sementara proses dan melakukan verifikasi identitas
D. Meminta pasien memilih data yang digunakan
E. Menghapus data lama

Jawaban: C

Pembahasan: Verifikasi identitas merupakan bagian penting keselamatan pasien. Pemeriksaan tidak boleh dilakukan pada pasien yang identitasnya belum dipastikan.

Soal 23

Hasil citra menunjukkan kualitas yang kurang memadai. Petugas mempertimbangkan pemeriksaan ulang yang akan menambah paparan radiasi.

Apa pertimbangan utama?

A. Pemeriksaan selalu harus diulang
B. Mengutamakan kualitas gambar tanpa mempertimbangkan paparan
C. Menilai kebutuhan pengulangan dan mengoptimalkan teknik agar memperoleh informasi yang diperlukan dengan paparan yang wajar
D. Mengulang berkali-kali sampai gambar sempurna
E. Mengabaikan prinsip proteksi radiasi

Jawaban: C

Pembahasan: Pemeriksaan radiologi perlu mempertimbangkan kualitas diagnostik sekaligus prinsip proteksi radiasi dan keselamatan pasien.

K. Keperawatan Anestesiologi

Soal 24

Sebelum tindakan anestesi, ditemukan salah satu peralatan penting untuk pengelolaan jalan napas belum siap digunakan.

Apa tindakan paling tepat?

A. Memulai tindakan karena pasien sudah berada di ruangan
B. Mengabaikan peralatan tersebut
C. Memastikan kesiapan peralatan dan keselamatan sebelum prosedur dilanjutkan
D. Meminta keluarga menyediakan alat
E. Menunggu masalah terjadi

Jawaban: C

Pembahasan: Persiapan peralatan merupakan bagian penting keselamatan anestesi. Kesiapan untuk mempertahankan jalan napas harus dipastikan sebelum prosedur.

Soal 25

Dalam pemantauan pasien setelah tindakan anestesi, terjadi perubahan kondisi yang mengarah pada gangguan pernapasan.

Apa prioritas utama?

A. Menyelesaikan dokumentasi terlebih dahulu
B. Menanyakan menu makanan pasien
C. Melakukan penilaian dan penanganan segera terhadap jalan napas dan pernapasan sesuai kewenangan serta berkolaborasi bila diperlukan
D. Menunggu pasien pulih sendiri
E. Memindahkan pasien tanpa penilaian

Jawaban: C

Pembahasan: Gangguan jalan napas dan pernapasan merupakan kondisi prioritas. Prinsip keselamatan pasien mengharuskan tenaga kesehatan mengenali perubahan kondisi dan melakukan respons sesuai kompetensi serta prosedur.

Maksimalkan Persiapan UKOMNAS Nakes!

Persiapkan diri menghadapi UKOMNAS dengan latihan yang lebih terarah. Melalui Fungsional.id, kamu dapat mengasah kemampuan dengan berbagai latihan soal berbasis kasus beserta pembahasannya sesuai kompetensi tenaga kesehatan. Mulai latihan sekarang dan tingkatkan kesiapan menghadapi UKOMNAS!

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Picture of Tim Asn

Tim Asn

Tim ASN adalah kelompok profesional yang terbiasa menyusun soal. Kami terdiri dari ahli berbagai bidang, berkomitmen menciptakan soal berkualitas tinggi yang relevan dengan kompetensi jabatan.
Butuh Paket Soal Ini?
Akses Sekarang!