100+ Soal Uji Kompetensi Pengelola PBJ untuk Kenaikan Jenjang + Pembahasan 

Menghadapi Uji Kompetensi Pengelola Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) untuk kenaikan jenjang membutuhkan persiapan yang matang karena peserta perlu menunjukkan kemampuan sesuai kompetensi jabatan yang dituju. Tidak hanya memahami konsep pengadaan barang/jasa pemerintah, peserta juga perlu mampu menganalisis permasalahan, menerapkan ketentuan dalam berbagai situasi, serta menentukan langkah yang tepat pada setiap tahapan proses pengadaan.

Artikel 100+ Soal Uji Kompetensi Pengelola PBJ untuk Kenaikan Jenjang + Pembahasan disusun sebagai bahan belajar dan latihan untuk membantu peserta mempersiapkan diri menghadapi ujian. Melalui pembahasan materi, kisi-kisi, dan contoh soal berbasis kasus atau HOTS, peserta dapat memperkuat pemahaman mengenai kompetensi Pengelola PBJ, mengenali tipe soal yang perlu dilatih, serta mengevaluasi bagian materi yang masih perlu diperdalam sebelum mengikuti uji kompetensi kenaikan jenjang.

Mengenal Jabatan dan Kompetensi Pengelola PBJ

Pengelola Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) merupakan jabatan fungsional yang memiliki tugas dan tanggung jawab dalam pelaksanaan kegiatan pengadaan barang/jasa pemerintah sesuai dengan kewenangan dan jenjang jabatannya. Dalam menjalankan tugas tersebut, seorang Pengelola PBJ tidak hanya dituntut memahami regulasi, tetapi juga mampu menerapkan kompetensi pengadaan dalam berbagai kondisi pekerjaan.

1. Memahami Proses Pengadaan Barang/Jasa

Pengelola PBJ perlu memahami proses pengadaan secara menyeluruh, mulai dari perencanaan pengadaan, persiapan pengadaan, persiapan pemilihan, pelaksanaan pemilihan penyedia, pengelolaan kontrak, hingga evaluasi pelaksanaan pengadaan sesuai ruang lingkup tugasnya.

2. Mampu Menganalisis Kebutuhan Pengadaan

Dalam pelaksanaan PBJ, kebutuhan harus dianalisis dengan tepat. Pengelola PBJ perlu memahami bagaimana kebutuhan organisasi diterjemahkan menjadi kegiatan pengadaan yang efektif, efisien, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

3. Memahami Pemilihan Penyedia

Kompetensi ini berkaitan dengan kemampuan memahami proses pemilihan penyedia, antara lain:

  • dokumen pemilihan;
  • metode pemilihan;
  • metode evaluasi;
  • kualifikasi penyedia;
  • evaluasi penawaran;
  • klarifikasi;
  • penetapan hasil sesuai kewenangan.

4. Memahami Pengelolaan Kontrak

Pengadaan tidak berhenti setelah penyedia terpilih. Pengelola PBJ juga perlu memahami aspek pelaksanaan kontrak, pengendalian pekerjaan, perubahan kontrak, penyelesaian pekerjaan, serta penanganan permasalahan kontraktual sesuai ketentuan.

5. Menerapkan Manajemen Risiko Pengadaan

Setiap kegiatan pengadaan dapat memiliki risiko yang berbeda. Karena itu, Pengelola PBJ perlu mampu mengidentifikasi, menganalisis, menentukan tindakan mitigasi, dan memantau risiko yang dapat memengaruhi pencapaian tujuan pengadaan.

6. Menjaga Etika dan Integritas

Pengelola PBJ harus mampu menjaga profesionalitas dalam setiap proses pengadaan. Prinsip seperti integritas, objektivitas, transparansi, akuntabilitas, menghindari konflik kepentingan, serta menjaga kerahasiaan informasi tertentu menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas.

7. Memiliki Kemampuan Analisis dan Pengambilan Keputusan

Uji kompetensi kenaikan jenjang tidak cukup dipersiapkan hanya dengan menghafalkan ketentuan. Peserta juga perlu mampu membaca sebuah kasus, menemukan inti masalah, menentukan ketentuan yang relevan, membandingkan alternatif tindakan, dan memilih penyelesaian yang paling tepat.

Materi Uji Kompetensi Pengelola PBJ untuk Kenaikan Jenjang

Persiapan Uji Kompetensi Pengelola PBJ untuk kenaikan jenjang perlu diarahkan pada kemampuan menerapkan pengetahuan pengadaan dalam pekerjaan. Peserta tidak cukup hanya menghafal regulasi, tetapi juga perlu memahami proses, menganalisis kasus, dan menentukan tindakan yang sesuai dengan ketentuan pengadaan barang/jasa pemerintah.

1. Perencanaan Pengadaan

Materi yang perlu dipahami meliputi:

  • identifikasi kebutuhan;
  • penyusunan spesifikasi kebutuhan;
  • perkiraan biaya;
  • strategi pengadaan;
  • jadwal pengadaan;
  • konsolidasi pengadaan;
  • identifikasi dan pengelolaan risiko.

Peserta perlu mampu menganalisis apakah suatu perencanaan telah sesuai dengan kebutuhan organisasi dan tujuan pengadaan.

2. Persiapan Pengadaan

Materi ini dapat mencakup:

  • penyusunan spesifikasi teknis atau Kerangka Acuan Kerja (KAK);
  • penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS);
  • rancangan kontrak;
  • penentuan jenis kontrak;
  • persyaratan penyedia;
  • persiapan dokumen pengadaan.

3. Pemilihan Penyedia

Peserta perlu memahami proses pemilihan penyedia, seperti:

  • metode pemilihan;
  • metode kualifikasi;
  • metode penyampaian penawaran;
  • metode evaluasi;
  • evaluasi administrasi, teknis, dan harga;
  • klarifikasi;
  • penetapan dan pengumuman hasil;
  • penanganan permasalahan dalam proses pemilihan.

4. Pengelolaan Kontrak

Materi pengelolaan kontrak penting karena banyak soal dapat dikembangkan dalam bentuk kasus. Beberapa topik yang perlu dipelajari antara lain:

  • pelaksanaan kontrak;
  • pengendalian pekerjaan;
  • perubahan kontrak;
  • pembayaran;
  • keterlambatan pekerjaan;
  • denda;
  • pemeriksaan hasil pekerjaan;
  • serah terima;
  • penyelesaian permasalahan kontrak.

5. Pengadaan Secara Swakelola

Peserta juga perlu memahami konsep dan pelaksanaan Swakelola, termasuk pihak yang terlibat, perencanaan, persiapan, pelaksanaan, pengawasan, serta pertanggungjawabannya.

6. Manajemen Risiko PBJ

Materi dapat mencakup kemampuan untuk:

  • mengidentifikasi risiko;
  • menentukan penyebab dan dampak risiko;
  • menentukan tingkat risiko;
  • menyusun mitigasi;
  • melakukan pemantauan;
  • menentukan tindakan ketika risiko terjadi.

7. Etika, Integritas, dan Konflik Kepentingan

Peserta perlu memahami penerapan etika PBJ dalam kasus nyata, terutama terkait:

  • integritas;
  • profesionalitas;
  • konflik kepentingan;
  • persaingan sehat;
  • kerahasiaan informasi;
  • transparansi;
  • akuntabilitas;
  • pencegahan penyimpangan.

8. Analisis Permasalahan Pengadaan

Soal kenaikan jenjang dapat menuntut peserta untuk menganalisis suatu kondisi pengadaan. Peserta perlu berlatih:

Mengidentifikasi masalah → menentukan ketentuan yang relevan → menganalisis risiko → membandingkan alternatif → menentukan tindakan → memberikan alasan.

9. Regulasi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

Peserta perlu mengikuti perkembangan ketentuan PBJ yang berlaku, terutama regulasi mengenai:

  • pengadaan barang/jasa pemerintah;
  • pelaku pengadaan;
  • perencanaan;
  • pemilihan penyedia;
  • kontrak;
  • Swakelola;
  • pengadaan khusus;
  • kelembagaan dan SDM PBJ;
  • ketentuan teknis sesuai ruang lingkup kompetensi.

Kisi-Kisi Uji Kompetensi Pengelola PBJ untuk Kenaikan Jenjang Terbaru

Uji Kompetensi Pengelola PBJ untuk kenaikan jenjang pada dasarnya mengukur kemampuan peserta sesuai standar kompetensi pada jenjang jabatan yang akan diduduki. Karena itu, persiapan sebaiknya tidak hanya berfokus pada hafalan regulasi, tetapi juga pada kemampuan menganalisis, menerapkan, mengevaluasi, dan menyelesaikan kasus PBJ.

Berikut kisi-kisi utama yang perlu diprioritaskan.

1. Perencanaan Pengadaan

Materi yang perlu dikuasai:

  • identifikasi dan reviu kebutuhan;
  • penetapan barang/jasa;
  • spesifikasi teknis dan KAK;
  • perkiraan harga;
  • strategi pengadaan;
  • pemaketan;
  • cara pengadaan;
  • organisasi pengadaan;
  • pengelolaan risiko perencanaan.

Fokus soal: menganalisis kebutuhan dan menentukan strategi pengadaan yang tepat berdasarkan suatu kasus.

2. Pemilihan Penyedia

Kisi-kisi meliputi:

  • persiapan pemilihan;
  • metode pemilihan;
  • kualifikasi penyedia;
  • dokumen pemilihan;
  • evaluasi penawaran;
  • klarifikasi;
  • penetapan hasil;
  • pengelolaan risiko pemilihan.

Fokus soal: menentukan metode, mengevaluasi kondisi penawaran, dan menyelesaikan permasalahan dalam proses pemilihan.

3. Pengelolaan Kontrak

Materi utama:

  • perumusan kontrak;
  • pembentukan tim pengelola kontrak;
  • pengendalian pelaksanaan kontrak;
  • perubahan kontrak;
  • penanganan keterlambatan;
  • serah terima hasil;
  • evaluasi kinerja penyedia;
  • risiko kontrak.

Fokus soal: studi kasus ketika terjadi perubahan pekerjaan, keterlambatan, ketidaksesuaian hasil, atau permasalahan pelaksanaan kontrak.

4. Pengadaan Secara Swakelola

Materi mencakup:

  • perencanaan dan persiapan Swakelola;
  • Swakelola Tipe I, II, III, dan IV;
  • pelaksanaan;
  • pengawasan;
  • pengendalian;
  • pelaporan;
  • pengelolaan risiko Swakelola.

Fokus soal: memilih bentuk dan tindakan pengelolaan Swakelola sesuai kondisi kasus.

5. Pengelolaan PBJ dan Penyedia

Peserta perlu memahami:

  • pengelolaan proses PBJ;
  • pengelolaan penyedia;
  • pengelolaan kinerja;
  • evaluasi kinerja;
  • pengelolaan risiko PBJ;
  • penyelesaian permasalahan pengadaan.

6. Kapabilitas Kelembagaan PBJ

Terutama untuk kompetensi yang lebih tinggi, pelajari:

  • analisis kapabilitas kelembagaan;
  • perencanaan peningkatan kapabilitas;
  • pelaksanaan program;
  • pemantauan;
  • evaluasi;
  • Model Kematangan UKPBJ;
  • pengembangan UKPBJ menuju pusat keunggulan PBJ.

7. Pengelolaan SDM PBJ

Kisi-kisi dapat mencakup:

  • perencanaan kebutuhan SDM;
  • pengembangan kompetensi;
  • pembinaan SDM PBJ;
  • pelaksanaan program pengembangan;
  • monitoring;
  • evaluasi kompetensi dan kinerja.

8. Strategi dan Kebijakan PBJ

Peserta perlu mempersiapkan kemampuan:

  • menganalisis permasalahan PBJ;
  • menyusun alternatif strategi;
  • merumuskan kebijakan;
  • mengimplementasikan strategi;
  • melakukan evaluasi kebijakan.

9. Transformasi Digital dan Sistem PBJ

Materi dapat meliputi:

  • transformasi digital PBJ;
  • sistem pengadaan secara elektronik;
  • pemanfaatan sistem pendukung;
  • evaluasi penggunaan sistem;
  • identifikasi risiko;
  • penyelesaian masalah operasional;
  • peningkatan efektivitas proses digital PBJ.

10. Etika, Risiko, dan Pengambilan Keputusan

Soal berbasis kasus perlu dipersiapkan terkait:

  • integritas;
  • konflik kepentingan;
  • objektivitas;
  • transparansi dan akuntabilitas;
  • identifikasi risiko;
  • mitigasi risiko;
  • kepatuhan terhadap ketentuan;
  • pengambilan keputusan profesional.

Contoh Soal Uji Kompetensi Pengelola PBJ untuk Kenaikan Jenjang + Pembahasan

Soal berikut dirancang berbasis HOTS dan studi kasus. Peserta tidak hanya dituntut mengingat ketentuan, tetapi juga menganalisis masalah, mengidentifikasi risiko, dan menentukan tindakan yang paling tepat.

A. Perencanaan Pengadaan

Soal 1

Sebuah perangkat daerah merencanakan pengadaan perangkat komputer. Unit pengguna langsung mengusulkan merek tertentu karena dianggap paling berkualitas. Sebelum menyusun spesifikasi teknis, tindakan yang paling tepat adalah …

A. Langsung menggunakan merek yang diusulkan
B. Mengidentifikasi kebutuhan dan fungsi barang terlebih dahulu
C. Memilih produk dengan harga tertinggi
D. Menyerahkan penyusunan spesifikasi kepada calon penyedia
E. Mengikuti spesifikasi pengadaan tahun sebelumnya

Jawaban: B

Pembahasan: Perencanaan harus dimulai dari identifikasi kebutuhan. Spesifikasi kemudian disusun berdasarkan kebutuhan, fungsi, kinerja, dan ketentuan yang berlaku, bukan semata-mata preferensi terhadap produk tertentu.

Soal 2

Tiga unit kerja membutuhkan perangkat dengan fungsi dan spesifikasi yang hampir sama. Masing-masing merencanakan paket secara terpisah. Pengelola PBJ melihat terdapat peluang memperoleh proses yang lebih efisien.

Analisis yang paling tepat adalah …

A. Seluruh paket wajib tetap dipisahkan
B. Mengkaji kemungkinan konsolidasi pengadaan berdasarkan kebutuhan dan karakteristik paket
C. Menghapus dua paket
D. Menunjuk satu penyedia tanpa proses pemilihan
E. Menunda seluruh pengadaan

Jawaban: B

Pembahasan: Pengelola PBJ perlu melihat kemungkinan konsolidasi apabila karakteristik kebutuhan memungkinkan. Tujuannya meningkatkan efisiensi proses dan efektivitas pengadaan tanpa mengabaikan persaingan usaha serta ketentuan yang berlaku.

Soal 3

Sebelum pengadaan dilaksanakan, ditemukan risiko bahwa barang yang dibutuhkan memiliki waktu pengiriman cukup panjang, sedangkan barang harus tersedia sebelum kegiatan dimulai.

Tindakan terbaik adalah …

A. Mengabaikan risiko karena kontrak belum dibuat
B. Memasukkan risiko tersebut dalam perencanaan dan menyusun mitigasinya
C. Mengurangi spesifikasi tanpa analisis
D. Menentukan penyedia terlebih dahulu
E. Menunggu risiko benar-benar terjadi

Jawaban: B

Pembahasan: Risiko perlu diidentifikasi sejak tahap perencanaan. Mitigasi dapat berkaitan dengan jadwal, strategi pengadaan, spesifikasi, maupun tindakan lain yang diperbolehkan.

Soal 4

Anggaran suatu paket telah tersedia, tetapi kebutuhan pengguna belum terdefinisi dengan jelas. Langkah yang paling tepat adalah …

A. Memulai pemilihan penyedia agar tidak terlambat
B. Menentukan kebutuhan dan hasil yang ingin dicapai terlebih dahulu
C. Menggunakan spesifikasi tahun sebelumnya
D. Menyerahkan seluruh keputusan kepada penyedia
E. Menentukan harga berdasarkan pagu

Jawaban: B

Pembahasan: Ketersediaan anggaran tidak menggantikan proses identifikasi kebutuhan. Pengadaan harus memiliki kebutuhan, tujuan, ruang lingkup, dan keluaran yang jelas.

B. Persiapan dan Pemilihan Penyedia

Soal 5

Sebuah paket Barang/Jasa Lainnya bernilai Rp175 juta dan memenuhi kondisi untuk Pengadaan Langsung. Tim menyatakan bahwa karena nilainya kecil, prinsip PBJ tidak perlu diterapkan secara ketat.

Pernyataan yang paling tepat adalah …

A. Benar, karena Pengadaan Langsung bebas prosedur
B. Benar jika penyedia sudah dikenal
C. Salah, prinsip dan etika PBJ tetap harus diterapkan
D. Benar apabila anggaran tersedia
E. Salah karena seluruh paket harus melalui Tender

Jawaban: C

Pembahasan: Nilai paket atau metode pemilihan tidak menghilangkan kewajiban menerapkan prinsip dan etika PBJ. Pengadaan Langsung bukan berarti proses pengadaan dapat dilakukan tanpa pertanggungjawaban.

Soal 6

Dalam evaluasi penawaran, salah satu peserta menawarkan harga sangat menarik, tetapi terdapat bagian yang tidak memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan.

Apa tindakan paling tepat?

A. Tetap memenangkan karena harga termurah
B. Mengabaikan ketidaksesuaian
C. Melakukan evaluasi berdasarkan kriteria dan ketentuan Dokumen Pemilihan
D. Mengubah persyaratan setelah penawaran masuk
E. Meminta peserta lain menurunkan harga

Jawaban: C

Pembahasan: Evaluasi harus konsisten dengan Dokumen Pemilihan. Harga bukan satu-satunya dasar apabila peserta tidak memenuhi persyaratan yang ditentukan.

Soal 7

Setelah penawaran masuk, Pokja menyadari salah satu kriteria evaluasi kurang menguntungkan peserta tertentu. Ada usulan mengubah kriteria agar peserta tersebut tetap dapat memenuhi persyaratan.

Tindakan yang tepat adalah …

A. Mengubah kriteria secara diam-diam
B. Mengubah hanya untuk peserta tersebut
C. Tetap melakukan proses berdasarkan ketentuan Dokumen Pemilihan dan menangani kekeliruan sesuai prosedur
D. Meminta peserta menyesuaikan dokumen
E. Menghapus hasil evaluasi peserta lain

Jawaban: C

Pembahasan: Kriteria tidak boleh dimodifikasi setelah penawaran masuk hanya untuk menguntungkan peserta tertentu. Konsistensi, transparansi, dan perlakuan yang adil harus dijaga.

Soal 8

Satu paket hanya dapat dipenuhi oleh satu pelaku usaha karena barang bersifat spesifik dan hanya dapat disediakan oleh pemegang hak tertentu. Sebelum menggunakan Penunjukan Langsung, langkah analitis yang penting adalah …

A. Langsung membuat kontrak
B. Memastikan dan mendokumentasikan bahwa kondisi tersebut memenuhi kriteria keadaan tertentu sesuai ketentuan
C. Membagi paket
D. Menghilangkan spesifikasi
E. Meminta penyedia menentukan sendiri metode pengadaan

Jawaban: B

Pembahasan: Penggunaan Penunjukan Langsung harus memiliki dasar yang memenuhi kriteria keadaan tertentu. Alasan dan bukti pendukungnya harus dapat dipertanggungjawabkan.

C. Pengelolaan Kontrak

Soal 9

Dalam pelaksanaan kontrak, penyedia mengalami keterlambatan. Penyedia meminta tambahan waktu dengan alasan kendala internal perusahaan.

Tindakan pertama yang paling tepat adalah …

A. Otomatis memberikan tambahan waktu
B. Langsung memutus kontrak
C. Menganalisis penyebab keterlambatan, ketentuan kontrak, progres pekerjaan, dan tanggung jawab para pihak
D. Mengabaikan keterlambatan
E. Menghapus target kontrak

Jawaban: C

Pembahasan: Keputusan kontraktual harus didasarkan pada fakta, penyebab keterlambatan, ketentuan kontrak, dan tanggung jawab masing-masing pihak.

Soal 10

Saat pekerjaan berlangsung, pengguna meminta tambahan pekerjaan yang tidak tercantum dalam kontrak karena dianggap sangat diperlukan.

Pengelola PBJ sebaiknya …

A. Langsung memerintahkan penyedia mengerjakannya
B. Menganalisis kebutuhan, ruang lingkup, dasar perubahan, anggaran, dan ketentuan perubahan kontrak
C. Membayar setelah pekerjaan selesai tanpa dokumen
D. Menganggap tambahan tersebut otomatis menjadi kewajiban penyedia
E. Mengubah kontrak secara lisan

Jawaban: B

Pembahasan: Perubahan kebutuhan tidak otomatis dapat dimasukkan ke kontrak. Harus dianalisis kesesuaiannya dengan ruang lingkup dan ketentuan perubahan kontrak serta didokumentasikan dengan benar.

Soal 11

Penyedia menyatakan pekerjaan telah selesai 100%, tetapi pemeriksaan menunjukkan sebagian hasil belum sesuai spesifikasi.

Tindakan yang paling tepat adalah …

A. Tetap menerima karena batas waktu hampir selesai
B. Melakukan pemeriksaan berdasarkan kontrak dan meminta penyelesaian ketidaksesuaian sesuai ketentuan
C. Membayar seluruh pekerjaan terlebih dahulu
D. Mengubah spesifikasi agar sesuai hasil pekerjaan
E. Mengabaikan kekurangan kecil maupun besar

Jawaban: B

Pembahasan: Serah terima harus didasarkan pada kesesuaian hasil dengan kontrak. Ketidaksesuaian harus ditindaklanjuti berdasarkan ketentuan kontraktual.

Soal 12

Pengelola kontrak mengetahui progres fisik yang dilaporkan penyedia tidak sesuai kondisi sebenarnya.

Tindakan paling tepat adalah …

A. Mengikuti laporan penyedia
B. Memverifikasi kondisi, mendokumentasikan hasil, dan menindaklanjutinya sesuai kontrak
C. Mengubah laporan agar terlihat sesuai
D. Membayar berdasarkan laporan
E. Menunggu hingga kontrak selesai

Jawaban: B

Pembahasan: Pengendalian kontrak memerlukan bukti dan verifikasi. Ketidaksesuaian progres perlu ditangani sebelum menimbulkan risiko yang lebih besar.

D. Swakelola

Soal 13

Sebuah kegiatan direncanakan melalui Swakelola. Namun, tim hanya berfokus pada penggunaan anggaran dan belum menentukan sasaran serta keluaran kegiatan.

Apa masalah utamanya?

A. Tidak ada masalah
B. Perencanaan Swakelola belum memadai
C. Swakelola tidak membutuhkan keluaran
D. Seluruh Swakelola harus diubah menjadi Tender
E. Anggaran harus dihabiskan terlebih dahulu

Jawaban: B

Pembahasan: Swakelola tetap memerlukan perencanaan yang jelas, termasuk sasaran, keluaran, kebutuhan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban.

Soal 14

Dalam menentukan tipe Swakelola, tim memilih tipe tertentu hanya karena pernah digunakan pada tahun sebelumnya.

Pendekatan yang lebih tepat adalah …

A. Selalu menggunakan tipe yang sama
B. Menentukan tipe berdasarkan pelaksana, karakteristik kegiatan, kemampuan, dan ketentuan Swakelola
C. Memilih tipe secara acak
D. Memilih tipe dengan anggaran terbesar
E. Membiarkan calon pelaksana menentukan sendiri

Jawaban: B

Pembahasan: Penetapan tipe Swakelola harus disesuaikan dengan karakteristik kegiatan dan pihak yang melaksanakan, bukan semata-mata kebiasaan tahun sebelumnya.

E. Manajemen Risiko PBJ

Soal 15

Sebuah pengadaan memiliki risiko hanya terdapat sedikit penyedia yang mampu memenuhi kebutuhan.

Apa langkah terbaik?

A. Mengabaikannya
B. Langsung menunjuk penyedia tertentu
C. Menganalisis pasar, kebutuhan, spesifikasi, strategi pengadaan, dan menyiapkan mitigasi risiko
D. Mengurangi transparansi
E. Membatalkan kebutuhan

Jawaban: C

Pembahasan: Risiko keterbatasan pasar perlu dianalisis sejak awal agar strategi pengadaan tidak membatasi persaingan tanpa dasar.

Soal 16

Suatu risiko memiliki kemungkinan terjadi tinggi dan dampaknya juga tinggi terhadap keberhasilan pengadaan.

Bagaimana risiko tersebut seharusnya diperlakukan?

A. Diabaikan
B. Diberi prioritas dalam penanganan dan mitigasi
C. Dicatat setelah kontrak selesai
D. Dialihkan tanpa analisis
E. Tidak perlu dipantau

Jawaban: B

Pembahasan: Risiko dengan kemungkinan dan dampak tinggi memerlukan perhatian serta mitigasi yang lebih kuat.

Soal 17

Mitigasi risiko telah dibuat pada tahap perencanaan. Setelah kontrak berjalan, kondisi lapangan berubah secara signifikan.

Apa tindakan terbaik?

A. Tetap menggunakan mitigasi lama tanpa evaluasi
B. Mengevaluasi kembali risiko dan menyesuaikan tindakan penanganan bila diperlukan
C. Menghapus seluruh daftar risiko
D. Menyerahkan seluruh risiko kepada penyedia
E. Menghentikan kontrak secara otomatis

Jawaban: B

Pembahasan: Manajemen risiko merupakan proses berkelanjutan. Perubahan kondisi dapat mengubah kemungkinan, dampak, maupun strategi mitigasi.

F. Etika, Integritas, dan Konflik Kepentingan

Soal 18

Seorang anggota tim evaluasi mengetahui bahwa salah satu perusahaan peserta dimiliki kerabat dekatnya.

Tindakan profesional yang paling tepat adalah …

A. Tetap melakukan evaluasi tanpa memberitahu siapa pun
B. Memberikan nilai lebih rendah agar terlihat objektif
C. Mengungkapkan potensi konflik kepentingan dan mengikuti mekanisme penanganannya
D. Memberi informasi kepada kerabat
E. Menghapus peserta tanpa evaluasi

Jawaban: C

Pembahasan: Konflik kepentingan harus diidentifikasi dan dikelola secara transparan. Menyembunyikannya dapat mengganggu objektivitas dan integritas proses.

Soal 19

Sebelum evaluasi selesai, seorang peserta meminta informasi mengenai nilai teknis pesaingnya.

Apa tindakan yang tepat?

A. Memberikan seluruh informasi
B. Memberikan secara informal
C. Menjaga informasi sesuai ketentuan dan tidak memberikan informasi yang belum dapat dibuka
D. Meminta imbalan
E. Memberikan hanya sebagian

Jawaban: C

Pembahasan: Pengelola PBJ harus menjaga informasi sesuai tahap proses dan ketentuan yang berlaku serta memperlakukan peserta secara adil.

Soal 20

Seorang atasan meminta anggota tim memenangkan perusahaan tertentu karena perusahaan tersebut pernah bekerja dengan baik pada proyek sebelumnya.

Tindakan paling tepat adalah …

A. Mengikuti perintah tanpa evaluasi
B. Memastikan proses dan evaluasi tetap dilakukan objektif berdasarkan ketentuan
C. Memberikan nilai maksimal
D. Mengubah dokumen pemilihan
E. Mengurangi persyaratan perusahaan tersebut

Jawaban: B

Pembahasan: Rekam jejak dapat dipertimbangkan apabila memang menjadi bagian dari ketentuan evaluasi yang sah, tetapi keputusan tidak boleh ditentukan oleh intervensi yang mengabaikan prosedur.

G. Pengelolaan Penyedia dan Kinerja

Soal 21

Penyedia berhasil menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, tetapi selama kontrak beberapa kali mengabaikan mekanisme pelaporan yang dipersyaratkan.

Dalam evaluasi kinerja, Pengelola PBJ sebaiknya …

A. Memberikan penilaian sempurna karena pekerjaan selesai
B. Menilai berdasarkan keseluruhan indikator kinerja yang ditetapkan
C. Mengabaikan kewajiban administrasi
D. Memberikan nilai nol untuk semua indikator
E. Tidak melakukan evaluasi

Jawaban: B

Pembahasan: Evaluasi kinerja harus menggunakan indikator yang relevan dan bukti pelaksanaan, bukan hanya satu aspek seperti ketepatan waktu.

Soal 22

Hasil evaluasi menunjukkan penyedia berulang kali mengalami masalah pada aspek yang sama.

Langkah yang paling tepat adalah …

A. Menghapus catatan evaluasi
B. Mendokumentasikan kinerja dan menggunakan hasil evaluasi sesuai ketentuan untuk pengelolaan penyedia
C. Mengubah nilai agar penyedia tidak dirugikan
D. Menyembunyikan masalah
E. Memutus semua kontrak penyedia tersebut secara otomatis

Jawaban: B

Pembahasan: Data kinerja harus objektif dan terdokumentasi sehingga dapat digunakan dalam pengelolaan penyedia sesuai ketentuan.

H. Kelembagaan dan SDM PBJ

Soal 23

Sebuah UKPBJ memiliki sistem kerja yang baik, tetapi sebagian SDM belum memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Apa langkah strategis yang paling tepat?

A. Mengganti seluruh pegawai
B. Melakukan analisis kesenjangan kompetensi dan menyusun pengembangan SDM
C. Mengurangi kegiatan pengadaan
D. Mengabaikannya karena sistem sudah tersedia
E. Menyerahkan seluruh PBJ kepada penyedia

Jawaban: B

Pembahasan: Peningkatan kapabilitas tidak hanya bergantung pada sistem, tetapi juga pada kompetensi SDM. Analisis kesenjangan membantu menentukan program pengembangan yang tepat.

Soal 24

Program peningkatan kompetensi telah dilaksanakan selama satu tahun, tetapi pimpinan belum mengetahui apakah program tersebut berdampak terhadap kinerja.

Apa yang perlu dilakukan?

A. Mengulang program tanpa evaluasi
B. Melakukan monitoring dan evaluasi berdasarkan indikator yang relevan
C. Menghentikan semua pelatihan
D. Menambah anggaran
E. Menganggap program berhasil karena telah dilaksanakan

Jawaban: B

Pembahasan: Keberhasilan program tidak cukup diukur dari terlaksananya kegiatan. Dampak terhadap kompetensi dan kinerja juga perlu dievaluasi.

I. Strategi, Kebijakan, dan Digitalisasi PBJ

Soal 25

Data pengadaan menunjukkan proses pemilihan berulang kali terlambat karena paket baru diproses mendekati waktu kebutuhan.

Solusi strategis paling tepat adalah …

A. Menambah jumlah penyedia
B. Menganalisis akar masalah dan memperbaiki perencanaan serta jadwal pengadaan
C. Mengurangi pemeriksaan dokumen
D. Menghapus tahapan evaluasi
E. Selalu menggunakan Penunjukan Langsung

Jawaban: B

Pembahasan: Permasalahan berulang perlu diselesaikan pada akar penyebab. Dalam kasus ini, masalah berkaitan dengan perencanaan dan waktu mulai proses.

Soal 26

Instansi telah menerapkan sistem digital PBJ, tetapi pengguna sering membuat proses manual di luar sistem karena dianggap lebih cepat.

Apa tindakan yang paling tepat?

A. Membiarkannya
B. Mengevaluasi penyebab, kepatuhan, proses bisnis, kemampuan pengguna, dan kendala sistem sebelum menentukan perbaikan
C. Menghapus sistem digital
D. Melarang tanpa mencari penyebab
E. Membuat sistem manual permanen

Jawaban: B

Pembahasan: Transformasi digital tidak hanya terkait teknologi. Proses bisnis, SDM, kepatuhan, dan pengalaman pengguna perlu dianalisis bersama.

Soal 27

Pimpinan meminta strategi pengadaan untuk meningkatkan efisiensi. Data menunjukkan banyak kebutuhan sejenis dibeli secara terpisah sepanjang tahun.

Analisis awal yang paling relevan adalah …

A. Mengurangi jumlah kebutuhan
B. Mengkaji pola belanja dan peluang konsolidasi atau strategi pengadaan yang lebih efektif
C. Menunjuk satu penyedia selamanya
D. Membatasi peserta
E. Menghilangkan perencanaan

Jawaban: B

Pembahasan: Data historis dapat digunakan untuk menemukan pola kebutuhan dan menentukan strategi yang meningkatkan efisiensi tanpa mengorbankan persaingan serta akuntabilitas.

J. HOTS Integratif Kenaikan Jenjang

Soal 28

Sebuah paket strategis mengalami tiga masalah sekaligus: spesifikasi dinilai terlalu membatasi pasar, waktu pelaksanaan sangat pendek, dan hanya sedikit penyedia potensial.

Sebagai Pengelola PBJ, langkah paling tepat adalah …

A. Langsung Tender
B. Langsung Penunjukan Langsung
C.Melakukan analisis kebutuhan, pasar, spesifikasi, jadwal, serta risiko sebelum menentukan strategi pengadaan
D. Menghapus persyaratan teknis
E. Memilih penyedia yang paling dikenal

Jawaban: C

Pembahasan: Soal ini membutuhkan analisis lintas kompetensi. Strategi tidak boleh ditentukan hanya berdasarkan satu faktor. Kebutuhan, pasar, spesifikasi, waktu, persaingan, dan risiko harus dianalisis secara terpadu.

Soal 29

Dalam evaluasi pengadaan, ditemukan bahwa prosedur telah dilaksanakan sesuai jadwal, tetapi hasil barang kurang optimal karena spesifikasi sejak awal tidak menggambarkan kebutuhan pengguna.

Tahap yang paling perlu diperbaiki adalah …

A. Pembayaran
B. Perencanaan dan perumusan kebutuhan
C. Serah terima
D. Pengumuman pemenang
E. Administrasi pembayaran

Jawaban: B

Pembahasan: Permasalahan berasal dari kualitas perencanaan. Proses pemilihan yang tertib tidak dapat sepenuhnya memperbaiki kebutuhan yang sejak awal dirumuskan secara keliru.

Soal 30

Seorang Pengelola PBJ menghadapi pilihan antara tindakan A yang lebih cepat tetapi berisiko tidak sesuai ketentuan dan tindakan B yang membutuhkan waktu lebih lama tetapi memiliki dasar regulasi, dokumentasi, serta mitigasi risiko yang jelas.

Pilihan paling tepat adalah …

A. A karena kecepatan selalu menjadi prioritas
B. A jika pimpinan menyetujui
C. B karena keputusan PBJ harus dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai ketentuan
D. A jika nilai paket kecil
E. Keduanya sama

Jawaban: C

Pembahasan: Efisiensi merupakan bagian penting dalam PBJ, tetapi tidak berarti mengabaikan kepatuhan, integritas, risiko, dan akuntabilitas. Pengelola PBJ harus mampu mengambil keputusan yang memiliki dasar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Siapkan Diri Hadapi Uji Kompetensi Pengelola PBJ!

Perbanyak latihan soal melalui Fungsional.id untuk memahami materi dan mengasah kemampuan menghadapi soal HOTS. Latihan rutin dan persiapkan diri untuk kenaikan jenjang!

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Picture of Tim Asn

Tim Asn

Tim ASN adalah kelompok profesional yang terbiasa menyusun soal. Kami terdiri dari ahli berbagai bidang, berkomitmen menciptakan soal berkualitas tinggi yang relevan dengan kompetensi jabatan.
Butuh Paket Soal Ini?
Akses Sekarang!