Rekrutmen Pegawai BLUD RSUD Dr. Soetomo Perawat Ahli Pertama: Latihan Soal CAT, Materi Lengkap

Rekrutmen Pegawai BLUD RSUD Dr. Soetomo untuk formasi Perawat Ahli Pertama menjadi peluang bagi tenaga keperawatan yang ingin berkarier di salah satu rumah sakit rujukan utama. Persiapan yang matang diperlukan karena peserta perlu menguasai kompetensi klinis, keselamatan pasien, etika profesi, serta kemampuan mengambil keputusan dalam situasi pelayanan.

Melalui artikel Rekrutmen Pegawai BLUD RSUD Dr. Soetomo Perawat Ahli Pertama: Latihan Soal CAT, Materi Lengkap, Anda dapat mempelajari materi penting sekaligus berlatih mengerjakan soal berbasis kasus untuk meningkatkan ketelitian, kemampuan analisis, dan kesiapan menghadapi seleksi.

Mengenal Rekrutmen BLUD RSUD Dr. Soetomo Perawat Ahli Pertama

Rekrutmen Pegawai BLUD RSUD Dr. Soetomo Formasi Perawat Ahli Pertama merupakan proses seleksi untuk menjaring tenaga keperawatan yang memiliki kompetensi klinis, kemampuan analisis, serta profesionalisme dalam memberikan asuhan kepada pasien. Posisi ini menuntut peserta tidak hanya memahami teori keperawatan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam situasi pelayanan rumah sakit yang kompleks.

Sebagai Perawat Ahli Pertama, peserta perlu menguasai proses keperawatan, keselamatan pasien, kegawatdaruratan, pemberian obat, pencegahan infeksi, dokumentasi, komunikasi terapeutik, serta kolaborasi antarprofesi. Karena itu, latihan soal CAT berbasis kasus menjadi penting untuk melatih kemampuan menentukan prioritas masalah, memilih intervensi yang tepat, dan mengambil keputusan secara cepat serta aman.

Materi Seleksi Perawat Ahli Pertama RSUD Dr. Soetomo

Materi seleksi untuk formasi Perawat Ahli Pertama umumnya berfokus pada kompetensi klinis, keselamatan pasien, kemampuan analisis, serta penerapan asuhan keperawatan di rumah sakit. Peserta perlu memahami teori sekaligus mampu menentukan tindakan yang tepat berdasarkan kondisi pasien.

Materi yang perlu dipersiapkan meliputi:

  • Proses Keperawatan
    Pengkajian, analisis data, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, evaluasi, dan dokumentasi.
  • Keperawatan Medikal Bedah
    Gangguan sistem kardiovaskular, pernapasan, neurologis, pencernaan, ginjal, endokrin, hematologi, dan muskuloskeletal.
  • Keperawatan Gawat Darurat
    ABCDE, triase, syok, henti jantung, gangguan jalan napas, perdarahan, trauma, dan stabilisasi awal.
  • Keperawatan Kritis
    Pemantauan pasien tidak stabil, perubahan tanda vital, gangguan oksigenasi, penurunan kesadaran, dan deteksi dini perburukan.
  • Farmakologi Keperawatan
    Prinsip benar pemberian obat, efek samping, alergi, obat high-alert, perhitungan dosis, serta pencegahan medication error.
  • Terapi Cairan dan Elektrolit
    Dehidrasi, kelebihan cairan, keseimbangan input-output, gangguan natrium dan kalium, serta pemantauan terapi intravena.
  • Oksigenasi dan Jalan Napas
    Terapi oksigen, pemantauan saturasi, suction, posisi pasien, dan identifikasi tanda hipoksia.
  • Keperawatan Maternitas
    Asuhan kehamilan, persalinan, nifas, perdarahan, hipertensi dalam kehamilan, serta pemantauan ibu dan bayi.
  • Keperawatan Anak
    Tumbuh kembang, dehidrasi, demam, kejang, gangguan pernapasan, nutrisi, dan kebutuhan cairan anak.
  • Keperawatan Jiwa
    Kecemasan, depresi, halusinasi, risiko bunuh diri, perilaku kekerasan, isolasi sosial, dan komunikasi terapeutik.
  • Keperawatan Gerontik
    Risiko jatuh, gangguan mobilitas, delirium, demensia, penyakit kronis, dan pemenuhan kebutuhan lansia.
  • Perawatan Luka
    Luka operasi, luka tekan, luka kronis, infeksi luka, teknik aseptik, dan evaluasi penyembuhan.
  • Pencegahan dan Pengendalian Infeksi
    Hand hygiene, APD, teknik aseptik, isolasi, pengelolaan alat, serta pencegahan infeksi terkait pelayanan kesehatan.
  • Keselamatan Pasien
    Identifikasi pasien, komunikasi efektif, keamanan obat, pencegahan jatuh, keselamatan prosedur, dan pelaporan insiden.
  • Manajemen Nyeri
    Pengkajian skala nyeri, karakteristik nyeri, intervensi farmakologis maupun nonfarmakologis, serta evaluasi respons.
  • Transfusi Darah
    Verifikasi identitas, pemantauan selama transfusi, reaksi transfusi, dan tindakan awal bila terjadi komplikasi.
  • Nutrisi dan Eliminasi
    Pemenuhan kebutuhan makan, risiko aspirasi, enteral feeding, kateter urin, retensi urin, konstipasi, dan diare.
  • Mobilisasi dan Pencegahan Komplikasi
    Ambulasi, range of motion, pencegahan dekubitus, trombosis, dan komplikasi akibat imobilisasi.
  • Komunikasi Terapeutik
    Teknik komunikasi dengan pasien dan keluarga, empati, active listening, serta komunikasi pada situasi sulit.
  • Dokumentasi Keperawatan
    Pencatatan hasil pengkajian, tindakan, respons pasien, perkembangan kondisi, handover, dan pelaporan.
  • Etika dan Hukum Keperawatan
    Hak pasien, informed consent, kerahasiaan, tanggung jawab profesional, batas kewenangan, serta prinsip etik.
  • Kolaborasi Antarprofesi
    Koordinasi dengan dokter, apoteker, ahli gizi, fisioterapis, dan tenaga kesehatan lain.
  • Manajemen Pelayanan Keperawatan
    Penentuan prioritas, pembagian tugas, pengelolaan pasien, supervisi, dan kesinambungan pelayanan.
  • Interpretasi Data Klinis
    Membaca tanda vital, GCS, saturasi, gula darah, hemoglobin, elektrolit, fungsi ginjal, serta hasil pemeriksaan lain untuk menentukan prioritas masalah.
  • Soal Prioritas dan Clinical Reasoning
    Menentukan pasien yang harus ditangani lebih dahulu, tindakan pertama, intervensi paling aman, serta kondisi yang membutuhkan eskalasi.

Kisi-Kisi Seleksi Perawat Ahli Pertama RSUD Dr. Soetomo

Kisi-kisi seleksi Perawat Ahli Pertama RSUD Dr. Soetomo perlu diarahkan pada kemampuan profesional seorang Ners dalam memberikan asuhan keperawatan, mengenali kegawatan, mengambil keputusan klinis, menjaga keselamatan pasien, serta bekerja secara kolaboratif di lingkungan rumah sakit rujukan.

Standar Profesi Perawat berdasarkan Kepmenkes Nomor HK.01.07/MENKES/425/2020 mencakup standar kompetensi dan kode etik profesi sebagai dasar kualitas pelayanan keperawatan. Kisi-kisi yang perlu dipersiapkan meliputi:

Kisi-KisiMateri yang Perlu Dikuasai
Pengkajian KeperawatanData subjektif dan objektif, pemeriksaan fisik head-to-toe, riwayat penyakit, tanda vital, status kesadaran, nyeri, kebutuhan dasar, dan faktor risiko.
Diagnosis KeperawatanAnalisis data, identifikasi masalah aktual maupun risiko, penentuan etiologi, serta prioritas diagnosis berdasarkan kondisi pasien.
Perencanaan AsuhanPenentuan tujuan, luaran, prioritas intervensi, serta penyusunan rencana sesuai kebutuhan klinis pasien.
Implementasi KeperawatanPelaksanaan intervensi mandiri, kolaboratif, edukatif, observasional, dan tindakan sesuai kewenangan profesi.
Evaluasi KeperawatanMenilai respons pasien, menentukan ketercapaian luaran, serta memodifikasi intervensi jika kondisi tidak membaik.
Clinical ReasoningMenghubungkan gejala, tanda vital, pemeriksaan fisik, laboratorium, dan respons terapi untuk menentukan masalah prioritas.
Keperawatan KardiovaskularSindrom koroner akut, gagal jantung, hipertensi, aritmia, syok, gangguan perfusi, edema, dan pemantauan pasi

Contoh Soal CAT Perawat Ahli Pertama RSUD Dr. Soetomo

Contoh soal berikut dibuat dalam format pilihan ganda A–E dengan pendekatan HOTS. Soal menekankan clinical reasoning, penentuan prioritas, kegawatdaruratan, patient safety, farmakologi, PPI, komunikasi klinis, serta pengambilan keputusan keperawatan.

Soal 1

Seorang pasien gagal jantung mengalami sesak semakin berat. Saturasi oksigen turun dari 96% menjadi 87%, frekuensi napas 32 kali per menit, terdengar ronki bilateral, dan pasien tampak gelisah. Tindakan pertama perawat yang paling tepat adalah ….

A. Membatasi seluruh asupan cairan tanpa pengkajian lanjutan
B. Memposisikan pasien untuk membantu ventilasi, menilai ABC, dan segera menangani gangguan oksigenasi
C. Menunggu dokter visite
D. Melakukan edukasi diet rendah garam
E. Mengukur berat badan terlebih dahulu

Jawaban: B

Pembahasan:
Masalah utama adalah gangguan breathing dan oksigenasi. Penanganan awal harus difokuskan pada ABC, posisi yang mendukung ventilasi, pemberian oksigen sesuai indikasi, serta eskalasi bila kondisi memburuk.

Soal 2

Pasien diabetes yang baru menerima insulin tampak berkeringat dingin, tremor, bingung, dan lemah. Gula darah sewaktu 46 mg/dL. Pasien masih sadar dan dapat menelan. Tindakan paling tepat adalah ….

A. Memberikan insulin tambahan
B. Memberikan sumber glukosa kerja cepat sesuai protokol dan mengevaluasi ulang kadar gula darah
C. Membatasi asupan oral
D. Menunggu hasil laboratorium lengkap
E. Memberikan cairan tanpa gula

Jawaban: B

Pembahasan:
Pasien mengalami hipoglikemia simptomatik. Karena masih sadar dan mampu menelan, koreksi glukosa cepat perlu dilakukan segera kemudian respons dievaluasi.

Soal 3

Perawat menerima empat pasien berikut. Pasien yang harus dinilai terlebih dahulu adalah ….

A. Pasien pascaoperasi dengan nyeri skala 6 tetapi tanda vital stabil
B. Pasien pneumonia dengan saturasi 82% dan kesulitan berbicara
C. Pasien diabetes dengan gula darah 180 mg/dL tanpa keluhan
D. Pasien luka tekan yang membutuhkan pergantian balutan
E. Pasien hipertensi yang menunggu obat rutin

Jawaban: B

Pembahasan:
Hipoksemia berat dan kesulitan berbicara menunjukkan ancaman terhadap breathing. Berdasarkan prinsip ABC, pasien tersebut harus diprioritaskan.

Soal 4

Seorang pasien yang sedang menerima transfusi darah tiba-tiba mengalami demam, menggigil, nyeri pinggang, dan sesak. Tindakan pertama adalah ….

A. Memperlambat transfusi
B. Menghentikan transfusi dan menilai kondisi pasien
C. Memberikan antipiretik lalu melanjutkan transfusi
D. Mengganti posisi pasien
E. Menunggu gejala mereda

Jawaban: B

Pembahasan:
Gejala tersebut dapat menunjukkan reaksi transfusi akut. Transfusi harus dihentikan segera, kemudian dilakukan penilaian dan penanganan sesuai prosedur.

Soal 5

Seorang pasien stroke batuk setiap kali diberi minum dan suaranya menjadi basah setelah menelan. Intervensi paling tepat adalah ….

A. Melanjutkan pemberian minum perlahan
B. Menunda pemberian oral dan melakukan pengkajian risiko aspirasi
C. Memberikan makanan padat lebih dahulu
D. Meminta keluarga menyuapi pasien
E. Menurunkan posisi kepala saat minum

Jawaban: B

Pembahasan:
Batuk dan perubahan suara setelah menelan merupakan tanda risiko disfagia dan aspirasi. Pemberian oral perlu dihentikan sementara sampai kemampuan menelan dinilai.

Soal 6

Pasien gagal ginjal memiliki kalium serum 6,7 mmol/L dan EKG menunjukkan gelombang T tinggi runcing. Prioritas perawat adalah ….

A. Menunda pelaporan karena pasien belum mengeluh
B. Melakukan eskalasi segera karena berisiko aritmia fatal
C. Memberikan makanan tinggi kalium
D. Meminta pasien berjalan
E. Menunggu pemeriksaan ulang esok hari

Jawaban: B

Pembahasan:
Hiperkalemia dengan perubahan EKG merupakan kondisi emergensi yang dapat menyebabkan aritmia berat.

Soal 7

Perawat akan memberikan obat intravena, tetapi nama pada gelang pasien berbeda dengan nama di lembar terapi. Tindakan yang benar adalah ….

A. Memberikan obat berdasarkan nomor tempat tidur
B. Menunda pemberian dan melakukan verifikasi identitas pasien
C. Menanyakan identitas hanya kepada keluarga
D. Memberikan setengah dosis
E. Mengganti gelang berdasarkan perkiraan

Jawaban: B

Pembahasan:
Ketidaksesuaian identitas merupakan risiko patient safety. Obat tidak boleh diberikan sebelum identitas benar-benar terverifikasi.

Soal 8

Seorang pasien lansia yang sebelumnya orientasi baik tiba-tiba menjadi bingung, gelisah, dan tidak mengenali tempat sejak pagi. Langkah perawat yang paling tepat adalah ….

A. Menganggap sebagai demensia
B. Melakukan pengkajian kemungkinan delirium dan mencari penyebab akut
C. Memberikan sedatif tanpa penilaian
D. Mengisolasi pasien tanpa komunikasi
E. Menunggu sampai kondisi membaik sendiri

Jawaban: B

Pembahasan:
Perubahan kesadaran akut lebih mengarah pada delirium. Penyebab seperti infeksi, hipoksia, gangguan metabolik, dan obat perlu segera dikaji.

Soal 9

Pasien pascaoperasi tiba-tiba mengalami sesak, nyeri dada, takikardia, dan saturasi turun menjadi 84%. Tindakan paling tepat adalah ….

A. Meminta pasien beristirahat
B. Menilai ABC dan segera melakukan eskalasi klinis
C. Menunda sampai dokter visite
D. Memberikan makanan tinggi kalori
E. Melakukan ambulasi

Jawaban: B

Pembahasan:
Kombinasi sesak akut, nyeri dada, takikardia, dan hipoksemia dapat menunjukkan komplikasi serius seperti emboli paru.

Soal 10

Pasien dengan infus mengeluhkan nyeri pada area pemasangan. Terlihat kemerahan, bengkak, dan terasa hangat. Tindakan paling tepat adalah ….

A. Meningkatkan kecepatan infus
B. Menghentikan penggunaan akses tersebut dan mengevaluasi lokasi infus
C. Menutup area dengan perban lebih tebal
D. Mengabaikan selama cairan masih menetes
E. Memberikan kompres tanpa penilaian

Jawaban: B

Pembahasan:
Temuan tersebut mengarah pada komplikasi seperti flebitis. Jalur infus perlu dihentikan dari lokasi tersebut dan ditindaklanjuti sesuai prosedur.

Soal 11

Perawat menemukan pasien jatuh di kamar mandi dan mengeluh nyeri pinggul. Pasien masih sadar. Tindakan pertama adalah ….

A. Langsung memindahkan pasien ke tempat tidur
B. Menilai kondisi, kesadaran, nyeri, dan kemungkinan cedera sebelum memindahkan
C. Meminta pasien berdiri sendiri
D. Memarahi pasien karena berjalan tanpa bantuan
E. Mendokumentasikan kejadian sebelum melakukan pengkajian

Jawaban: B

Pembahasan:
Pasien yang jatuh harus dinilai terlebih dahulu untuk mencegah perburukan cedera, terutama kemungkinan trauma kepala atau fraktur.

Soal 12

Pasien dengan pneumonia memiliki suhu 39°C, frekuensi napas 34 kali per menit, saturasi 86%, tekanan darah 105/70 mmHg. Data yang paling membutuhkan intervensi segera adalah ….

A. Suhu 39°C
B. Saturasi 86% dan takipnea
C. Diagnosis pneumonia
D. Tekanan darah 105/70 mmHg
E. Riwayat batuk

Jawaban: B

Pembahasan:
Gangguan oksigenasi merupakan ancaman paling langsung terhadap kehidupan dan harus diprioritaskan.

Soal 13

Perawat akan memberikan insulin yang termasuk high-alert medication. Tindakan paling tepat adalah ….

A. Mengandalkan pengalaman pribadi
B. Memastikan identitas, jenis insulin, dosis, waktu, serta melakukan double-check sesuai prosedur
C. Meminta keluarga menghitung dosis
D. Memberikan lebih awal agar tidak terlambat
E. Mengurangi dosis tanpa konfirmasi

Jawaban: B

Pembahasan:
High-alert medication memerlukan verifikasi ketat untuk mencegah kesalahan yang berakibat serius.

Soal 14

Pasien gagal jantung mengalami edema bertambah, berat badan naik 2,5 kg dalam tiga hari, ronki bilateral, dan urine output menurun. Masalah keperawatan yang paling prioritas adalah ….

A. Gangguan pola tidur
B. Kelebihan volume cairan
C. Defisit pengetahuan
D. Gangguan citra tubuh
E. Risiko konstipasi

Jawaban: B

Pembahasan:
Kenaikan berat badan cepat, edema, ronki, dan penurunan urine output menunjukkan retensi cairan.

Soal 15

Pasien mengatakan ingin mengakhiri hidup dan telah menyiapkan cara untuk melakukannya. Respons perawat yang paling tepat adalah ….

A. Meninggalkan pasien agar tenang
B. Memastikan keselamatan pasien, meningkatkan pengawasan, dan segera melakukan eskalasi
C. Menganggap hanya mencari perhatian
D. Mengganti topik pembicaraan
E. Meminta keluarga membawa pulang pasien

Jawaban: B

Pembahasan:
Pernyataan bunuh diri dengan rencana spesifik menunjukkan risiko tinggi dan membutuhkan intervensi keselamatan segera.

Soal 16

Pasien anak dengan diare tampak sangat haus, mata cekung, turgor kulit menurun, dan lemah. Penilaian yang paling tepat adalah ….

A. Kemungkinan dehidrasi yang memerlukan penilaian derajat dan terapi cairan
B. Hipertensi
C. Gangguan neurologis primer
D. Gangguan pendengaran
E. Alergi makanan

Jawaban: A

Pembahasan:
Gejala tersebut konsisten dengan dehidrasi. Derajat dehidrasi perlu ditentukan untuk menentukan terapi cairan yang sesuai.

Soal 17

Seorang pasien memiliki GCS yang turun dari 15 menjadi 11 dalam satu jam. Perawat juga menemukan pupil kanan lebih besar daripada kiri. Tindakan paling tepat adalah ….

A. Menunggu pengkajian berikutnya
B. Menganggap sebagai perubahan biasa
C. Melakukan pengkajian neurologis cepat dan segera melakukan eskalasi
D. Memberikan makanan
E. Memindahkan pasien tanpa pengawasan

Jawaban: C

Pembahasan:
Penurunan GCS dan anisokor menunjukkan potensi kegawatan neurologis dan memerlukan penanganan segera.

Soal 18

Dalam handover, perawat shift sebelumnya hanya menyampaikan diagnosis medis tanpa menyebutkan penurunan saturasi yang terjadi satu jam terakhir. Masalah utama dari handover tersebut adalah ….

A. Terlalu singkat
B. Tidak menyampaikan perubahan kondisi klinis yang relevan terhadap keselamatan pasien
C. Tidak menggunakan bahasa medis yang rumit
D. Tidak menyebutkan nama keluarga pasien
E. Tidak mencantumkan biaya perawatan

Jawaban: B

Pembahasan:
Handover harus menekankan perubahan kondisi, risiko, intervensi, dan tindak lanjut yang memengaruhi keselamatan pasien.

Soal 19

Seorang pasien menolak tindakan setelah mendapatkan penjelasan lengkap, sadar, dan mampu mengambil keputusan. Sikap perawat adalah ….

A. Memaksa pasien karena tindakan bermanfaat
B. Menghormati keputusan, memastikan pasien memahami konsekuensi, dan mendokumentasikan proses
C. Meminta keluarga menggantikan keputusan pasien
D. Mengabaikan penolakan
E. Menunda dokumentasi

Jawaban: B

Pembahasan:
Pasien kompeten berhak menerima atau menolak tindakan setelah mendapat informasi yang memadai.

Soal 20

Perawat menghadapi dua kondisi bersamaan: pasien A meminta penggantian balutan rutin, sedangkan pasien B mengalami penurunan tekanan darah mendadak menjadi 75/45 mmHg dan tampak pucat. Prioritas adalah ….

A. Pasien A karena datang lebih dulu
B. Pasien B karena menunjukkan gangguan sirkulasi akut
C. Menyelesaikan administrasi keduanya
D. Menunggu dokter
E. Meminta keluarga menentukan prioritas

Jawaban: B

Pembahasan:
Hipotensi akut dan tanda hipoperfusi menunjukkan ancaman circulation dan harus diprioritaskan.

Soal 21

Pasien dengan kateter urin menunjukkan urine keruh, demam, dan nyeri suprapubik. Tindakan paling tepat adalah ….

A. Mengabaikan karena kateter masih berfungsi
B. Melakukan pengkajian kemungkinan infeksi, menilai indikasi kateter, dan melakukan kolaborasi sesuai kondisi
C. Menambah cairan tanpa pengkajian
D. Memasang kateter kedua
E. Menutup selang kateter sementara

Jawaban: B

Pembahasan:
Temuan dapat mengarah pada infeksi saluran kemih terkait kateter dan perlu dievaluasi segera.

Soal 22

Pasien pascaoperasi tidak pernah berubah posisi selama beberapa jam dan memiliki risiko tinggi luka tekan. Intervensi terbaik adalah ….

A. Membiarkan pasien tetap diam untuk menghindari nyeri
B. Melakukan reposisi terjadwal, memantau kulit, dan mengurangi tekanan pada area berisiko
C. Memijat kuat area kemerahan
D. Mengurangi nutrisi
E. Menutup area dengan perban tanpa pengkajian

Jawaban: B

Pembahasan:
Pencegahan luka tekan dilakukan dengan reposisi, pengurangan tekanan, pemantauan kulit, dan pemenuhan nutrisi.

Soal 23

Perawat melihat rekannya hendak memberikan obat tanpa memverifikasi identitas pasien karena merasa sudah hafal. Respons paling tepat adalah ….

A. Membiarkan karena rekan berpengalaman
B. Mengingatkan untuk mengikuti prosedur identifikasi dan menghentikan tindakan sampai verifikasi dilakukan
C. Membantu mempercepat pemberian obat
D. Mengganti identitas pasien di sistem
E. Menunggu sampai terjadi kesalahan

Jawaban: B

Pembahasan:
Keselamatan pasien harus lebih diutamakan daripada kebiasaan atau pengalaman individu.

Soal 24

Seorang pasien dengan COPD menggunakan oksigen tambahan. Setelah beberapa waktu pasien tampak lebih mengantuk dan frekuensi napas menurun. Langkah paling tepat adalah ….

A. Meningkatkan aliran oksigen tanpa penilaian
B. Menilai kembali status respirasi, kesadaran, saturasi, dan segera melakukan eskalasi bila terdapat perburukan
C. Menghentikan seluruh oksigen tanpa evaluasi
D. Membiarkan pasien tidur
E. Memberikan makanan

Jawaban: B

Pembahasan:
Perubahan kesadaran dan pola napas pada pasien COPD dapat menunjukkan perburukan ventilasi. Kondisi harus dinilai ulang secara cepat.

Soal 25

Seorang perawat diminta mendelegasikan tugas kepada tenaga yang kompetensinya lebih terbatas. Prinsip paling tepat adalah ….

A. Mendelegasikan semua tindakan agar pekerjaan cepat selesai
B. Memastikan tugas sesuai kompetensi penerima, kondisi pasien, tingkat risiko, dan tetap melakukan supervisi
C. Mendelegasikan tindakan invasif kompleks tanpa supervisi
D. Menghindari seluruh delegasi
E. Menentukan tugas hanya berdasarkan senioritas

Jawaban: B

Pembahasan:
Delegasi harus mempertimbangkan kompetensi, kondisi pasien, kompleksitas tindakan, tingkat risiko, serta kebutuhan supervisi.

Tingkatkan Kesiapan Sebelum Mengikuti Seleksi

Jangan berhenti pada satu set latihan saja. Perbanyak latihan soal Perawat Ahli Pertama untuk mengasah kemampuan analisis kasus, memahami prioritas tindakan, serta membiasakan diri menghadapi soal CAT dengan variasi materi yang lebih luas. Akses latihan soal selengkapnya di fungsional.id dan uji kemampuan Anda melalui simulasi CAT yang tersedia.

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Picture of Tim Asn

Tim Asn

Tim ASN adalah kelompok profesional yang terbiasa menyusun soal. Kami terdiri dari ahli berbagai bidang, berkomitmen menciptakan soal berkualitas tinggi yang relevan dengan kompetensi jabatan.
Butuh Paket Soal Ini?
Akses Sekarang!