Seleksi Pejabat Pengelola Badan Layanan Umum KEMENPORA membutuhkan pemahaman yang kuat mengenai tata kelola organisasi, pengelolaan keuangan, pelayanan publik, perencanaan strategis, serta pencapaian kinerja yang akuntabel. Peserta tidak hanya dituntut memahami regulasi, tetapi juga mampu menganalisis persoalan manajerial dan menentukan keputusan yang tepat sesuai karakteristik pengelolaan BLU di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Melalui artikel Soal Seleksi Pejabat Pengelola Badan Pelayanan Umum KEMENPORA: Kisi-Kisi, Materi & Pembahasan, Anda dapat mempelajari ruang lingkup materi penting sekaligus berlatih menghadapi soal yang menguji kemampuan analisis, kepemimpinan, tata kelola, pengelolaan keuangan, serta penyelesaian masalah berbasis kasus.
Daftar Isi
ToggleRuang Lingkup Seleksi Pejabat Pengelola BLU KEMENPORA
Seleksi Pejabat Pengelola Badan Layanan Umum KEMENPORA bertujuan menilai kesiapan calon pejabat dalam mengelola unit layanan yang menuntut keseimbangan antara kualitas pelayanan, efisiensi pengelolaan sumber daya, dan pencapaian kinerja organisasi.
Peserta perlu memahami karakteristik pengelolaan BLU sekaligus konteks pelayanan di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Kompetensi yang dibutuhkan dapat mencakup tata kelola organisasi, perencanaan strategis, pengelolaan keuangan, penganggaran, manajemen aset, peningkatan kualitas layanan, pengukuran kinerja, manajemen risiko, serta kepemimpinan.
Selain pemahaman konsep dan regulasi, seleksi juga dapat menuntut kemampuan menghadapi persoalan berbasis kasus. Misalnya ketika target pendapatan tidak tercapai, kualitas layanan menurun, penggunaan anggaran kurang efisien, atau terjadi konflik antara kebutuhan operasional dan pencapaian sasaran organisasi.
Karena itu, persiapan seleksi sebaiknya diarahkan pada kemampuan menganalisis masalah, menentukan prioritas, menilai alternatif kebijakan, serta memilih keputusan yang efektif, efisien, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan dalam pengelolaan BLU KEMENPORA.
Materi Seleksi Pejabat Pengelola BLU KEMENPORA
Materi Seleksi Pejabat Pengelola Badan Layanan Umum KEMENPORA umumnya menuntut penguasaan aspek manajerial, tata kelola, keuangan, pelayanan, serta kemampuan mengambil keputusan strategis. Peserta perlu memahami konsep sekaligus penerapannya dalam pengelolaan unit BLU di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Materi yang perlu dipersiapkan meliputi:
- Konsep dan Karakteristik Badan Layanan Umum
Pengertian BLU, tujuan pembentukan, karakteristik pengelolaan, fleksibilitas keuangan, serta perbedaannya dengan satuan kerja biasa. - Tata Kelola BLU
Prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, efektivitas, dan efisiensi dalam penyelenggaraan organisasi. - Struktur dan Tugas Pejabat Pengelola BLU
Peran pemimpin BLU, pejabat keuangan, pejabat teknis, pembagian kewenangan, koordinasi, serta pertanggungjawaban kinerja. - Perencanaan Strategis
Penyusunan visi, misi, sasaran strategis, indikator kinerja, target layanan, serta penentuan prioritas organisasi. - Rencana Bisnis dan Anggaran
Penyusunan RBA, perencanaan pendapatan dan belanja, proyeksi keuangan, target layanan, serta keterkaitan anggaran dengan sasaran kinerja. - Pengelolaan Pendapatan BLU
Sumber pendapatan, optimalisasi penerimaan, pengembangan layanan, tarif layanan, serta pengelolaan pendapatan secara efektif dan akuntabel. - Pengelolaan Belanja
Efisiensi penggunaan anggaran, prioritas belanja, pengendalian biaya, serta penyesuaian penggunaan sumber daya terhadap kebutuhan layanan. - Pengelolaan Kas dan Likuiditas
Perencanaan arus kas, kebutuhan operasional, pengelolaan saldo kas, serta menjaga kemampuan BLU memenuhi kewajiban jangka pendek. - Akuntansi dan Pelaporan Keuangan
Pencatatan transaksi, penyusunan laporan keuangan, analisis laporan, pertanggungjawaban, serta pemanfaatan informasi keuangan untuk pengambilan keputusan. - Pengelolaan Aset
Perencanaan kebutuhan, penggunaan, pemeliharaan, pengamanan, pemanfaatan, serta evaluasi efektivitas aset yang mendukung pelayanan. - Manajemen Risiko
Identifikasi risiko strategis, keuangan, operasional, layanan, reputasi, dan kepatuhan, termasuk penyusunan langkah mitigasi. - Sistem Pengendalian Intern
Pengendalian kegiatan, pemisahan fungsi, pengawasan, monitoring, dokumentasi, dan pencegahan kesalahan maupun penyimpangan. - Pengukuran Kinerja BLU
Penetapan indikator, target output dan outcome, evaluasi pencapaian, analisis penyebab deviasi, serta tindak lanjut perbaikan. - Peningkatan Mutu Pelayanan
Standar pelayanan, kepuasan pengguna, waktu layanan, kualitas fasilitas, penyelesaian keluhan, dan inovasi layanan. - Pelayanan Publik
Prinsip keterbukaan, aksesibilitas, keadilan, responsivitas, kepastian layanan, serta orientasi pada kebutuhan pengguna. - Manajemen Sumber Daya Manusia
Perencanaan kebutuhan pegawai, pembagian tugas, pengembangan kompetensi, evaluasi kinerja, motivasi, dan pengelolaan konflik. - Kepemimpinan Strategis
Kemampuan menetapkan arah organisasi, mengambil keputusan, mengelola perubahan, membangun budaya kerja, dan menggerakkan tim. - Pengambilan Keputusan Manajerial
Analisis masalah, identifikasi alternatif, penilaian risiko, prioritas kepentingan, dan pemilihan solusi berdasarkan data. - Manajemen Perubahan
Strategi menghadapi perubahan regulasi, teknologi, kebutuhan pengguna, pola pelayanan, serta resistensi internal organisasi. - Transformasi Digital
Pemanfaatan sistem informasi, digitalisasi layanan, integrasi data, keamanan informasi, dan peningkatan efisiensi proses bisnis. - Pengadaan Barang dan Jasa
Perencanaan kebutuhan, efisiensi pengadaan, pengendalian pelaksanaan, pengawasan kontrak, serta mitigasi risiko pengadaan. - Kemitraan dan Kerja Sama
Pengembangan kerja sama dengan pemerintah, swasta, komunitas, federasi olahraga, maupun pihak lain yang mendukung layanan. - Kepatuhan terhadap Regulasi
Pemahaman terhadap ketentuan pengelolaan BLU, keuangan negara, pengadaan, pelayanan publik, serta regulasi sektoral yang relevan. - Integritas dan Etika Kepemimpinan
Pencegahan konflik kepentingan, transparansi keputusan, akuntabilitas, antikorupsi, serta penerapan etika jabatan. - Penanganan Konflik Kepentingan
Identifikasi potensi benturan kepentingan, pengambilan keputusan objektif, dokumentasi, dan pengendalian risiko integritas. - Analisis Data Kinerja
Membaca tren pendapatan, biaya, volume layanan, kepuasan pengguna, serta menggunakan data sebagai dasar perbaikan kebijakan. - Pengelolaan Layanan Bidang Pemuda dan Olahraga
Pemahaman terhadap karakteristik layanan yang berkaitan dengan fasilitas olahraga, pembinaan, pelatihan, kegiatan pemuda, dan layanan pendukung lainnya di lingkungan KEMENPORA. - Inovasi Pelayanan
Pengembangan layanan baru, penyederhanaan proses, peningkatan pengalaman pengguna, serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas layanan. - Problem Solving dan Studi Kasus
Penyelesaian masalah seperti penurunan pendapatan, pembengkakan biaya, rendahnya kualitas layanan, aset tidak produktif, konflik internal, hingga target kinerja yang tidak tercapai.
Kisi-Kisi Seleksi Pejabat Pengelola BLU KEMENPORA
Kisi-kisi Seleksi Pejabat Pengelola Badan Layanan Umum KEMENPORA perlu dipahami dalam dua konteks sekaligus, yaitu pengelolaan BLU berdasarkan regulasi keuangan negara dan pengembangan usaha serta layanan keolahragaan di lingkungan KEMENPORA. Pada 2026, Lembaga Pengelola Dana dan Usaha Keolahragaan (LPDUK) telah bertransformasi menjadi Lembaga Pengelola Usaha Keolahragaan (LPUK). LPUK merupakan unit organisasi noneselon KEMENPORA yang menerapkan pola pengelolaan keuangan BLU. Transformasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan usaha keolahragaan serta mendukung pengelolaan aset dan kawasan keolahragaan KEMENPORA.
Sementara itu, regulasi utama pengelolaan BLU adalah PP Nomor 23 Tahun 2005 sebagaimana diubah dengan PP Nomor 74 Tahun 2012 serta PMK Nomor 129/PMK.05/2020 yang terakhir diubah melalui PMK Nomor 76 Tahun 2025. Perubahan terbaru tersebut antara lain menyentuh Rencana Strategis Bisnis, pendapatan dan belanja, hibah, Dewan Pengawas, Komite Audit, remunerasi, serta tata kelola BLU. Berdasarkan regulasi, arah kebijakan KEMENPORA, dan karakter LPUK tersebut, kisi-kisi yang relevan untuk dipelajari meliputi:
| Kisi-Kisi | Materi yang Perlu Dikuasai |
| Konsep Dasar BLU | Pengertian, tujuan, karakteristik, fleksibilitas pengelolaan keuangan, praktik bisnis yang sehat, efisiensi, produktivitas, dan orientasi pelayanan. |
| PPK-BLU | Prinsip Pola Pengelolaan Keuangan BLU, ruang fleksibilitas, tanggung jawab, serta batas kewenangan BLU. |
| Regulasi BLU Terbaru | PP 23/2005 jo. PP 74/2012, PMK 129/2020 beserta perubahan PMK 202/2022 dan PMK 76/2025. |
| Transformasi LPDUK–LPUK | Perubahan kelembagaan, orientasi pengelolaan usaha keolahragaan, aset, kawasan olahraga, serta implikasinya terhadap tata kelola. |
| Organisasi LPUK | Struktur organisasi, hubungan kerja, fungsi pengelolaan usaha, fungsi administrasi dan keuangan, serta koordinasi internal. |
| Pejabat Pengelola BLU | Peran pemimpin, pejabat keuangan, pejabat teknis, tanggung jawab, delegasi kewenangan, dan akuntabilitas. |
| Rencana Strategis Bisnis | Analisis lingkungan, visi, misi, sasaran strategis, program, proyeksi keuangan, indikator kinerja, dan pengembangan layanan. |
| Rencana Bisnis dan Anggaran | Penyusunan RBA, target pendapatan, belanja, volume layanan, prioritas kegiatan, efisiensi, dan keterkaitan anggaran dengan kinerja. |
| Pendapatan BLU | Pendapatan layanan, hasil kerja sama, hibah, sumber lain yang sah, pengadministrasian, dan optimalisasi penerimaan. |
| Belanja BLU | Penetapan prioritas belanja, efisiensi biaya, fleksibilitas belanja, pengendalian, dan kesesuaian dengan RBA. |
| Pengelolaan Kas | Perencanaan kas, likuiditas, rekening, proyeksi arus kas, kebutuhan operasional, surplus, dan optimalisasi kas. |
| Surplus Anggaran | Penggunaan dan pengelolaan surplus dengan mempertimbangkan kebutuhan layanan, likuiditas, pengembangan, dan ketentuan pemerintah. |
| Piutang dan Utang | Pengendalian piutang, kualitas penagihan, kewajiban pembayaran, mitigasi risiko, dan pencatatan. |
| Hibah BLU | Penerimaan hibah, registrasi, perjanjian, rekening, pertanggungjawaban, serta ketentuan terbaru berdasarkan PMK 76/2025. |
| Akuntansi BLU | Pencatatan transaksi, laporan keuangan, penyajian informasi keuangan, konsolidasi, dan pertanggungjawaban. |
| Analisis Laporan Keuangan | Pendapatan, beban, aset, kewajiban, kas, tren kinerja, efisiensi biaya, dan keberlanjutan finansial. |
| Tarif Layanan | Prinsip penetapan tarif, kemampuan masyarakat, kontinuitas layanan, keadilan, kompetisi, dan keberlanjutan BLU. |
| Pengelolaan Aset/BMN | Perencanaan kebutuhan, penggunaan, pemanfaatan, pemeliharaan, pengamanan, penatausahaan, dan optimalisasi BMN. |
| Optimalisasi Aset Olahraga | Pemanfaatan venue, fasilitas, kawasan, ruang komersial, event, dan aset pendukung secara produktif tanpa mengganggu fungsi pelayanan. |
| Kerja Sama Usaha | Analisis mitra, model kerja sama, manfaat ekonomi, pembagian risiko, due diligence, KPI, evaluasi kontrak, dan mitigasi konflik kepentingan. |
| Pengembangan Usaha Keolahragaan | Identifikasi peluang usaha, monetisasi aset, pengembangan layanan, event, sponsorship, komersialisasi yang akuntabel, dan penciptaan nilai. |
| Industri Olahraga | Ekosistem industri olahraga, produk dan jasa olahraga, event, fasilitas, teknologi, pemasaran, serta kemitraan dunia usaha. |
| Manajemen Event Olahraga | Perencanaan, anggaran, venue, vendor, sponsorship, keamanan, pelayanan peserta, tiket, risiko, dan evaluasi kegiatan. |
| Pengelolaan Venue | Utilisasi, kapasitas, jadwal, maintenance, biaya operasi, keselamatan, pengalaman pengguna, dan peningkatan produktivitas fasilitas. |
| Business Development | Market mapping, segmentasi pengguna, value proposition, model bisnis, diversifikasi layanan, dan strategi pertumbuhan. |
| Studi Kelayakan | Analisis pasar, teknis, operasional, legal, keuangan, risiko, dan manfaat suatu pengembangan usaha. |
| Analisis Investasi | Biaya-manfaat, payback, kelayakan ekonomi, prioritas investasi, serta dampaknya terhadap layanan. |
| Pemasaran Layanan | Segmentasi, positioning, promosi, brand, komunikasi publik, digital marketing, dan pengembangan pelanggan. |
| Kualitas Pelayanan | Standar layanan, aksesibilitas, waktu layanan, kepuasan pengguna, keluhan, SLA, dan continuous improvement. |
| Kinerja BLU | KPI keuangan dan layanan, target, outcome, produktivitas, efisiensi, evaluasi deviasi, serta tindak lanjut. |
| Kontrak Kinerja Pemimpin BLU | Penetapan indikator, target, monitoring, evaluasi capaian, dan pertanggungjawaban pimpinan. |
| Manajemen Risiko | Risiko strategis, finansial, operasional, hukum, reputasi, fraud, teknologi, keselamatan, serta mitigasinya. |
| Sistem Pengendalian Intern | Lingkungan pengendalian, penilaian risiko, kegiatan pengendalian, informasi, komunikasi, dan monitoring. |
| Audit dan Pengawasan | Peran SPI, Dewan Pengawas, Komite Audit, auditor eksternal, tindak lanjut temuan, dan perbaikan pengendalian. |
| Dewan Pengawas BLU | Fungsi pengawasan, pemberian nasihat, evaluasi kinerja, pengawasan tata kelola, dan hubungan dengan pejabat pengelola. |
| Komite Audit | Dukungan kepada Dewan Pengawas, evaluasi pengendalian, pelaporan, audit, dan risiko. |
| Good Governance | Transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, kewajaran, serta kepatuhan. |
| Integritas | Pencegahan korupsi, gratifikasi, benturan kepentingan, penyalahgunaan kewenangan, dan keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan. |
| Fraud Risk | Red flags transaksi, manipulasi pendapatan, vendor, pengadaan, penggunaan aset, sponsorship, dan tindakan mitigasi. |
| Pengadaan Barang/Jasa | Kebutuhan, spesifikasi, nilai manfaat, efisiensi, transparansi, kontrak, vendor performance, dan pengendalian risiko. |
| Manajemen SDM | Perencanaan SDM, kompetensi, target kerja, pengembangan pegawai, evaluasi kinerja, dan budaya organisasi. |
| Remunerasi BLU | Prinsip remunerasi, keterkaitan dengan tanggung jawab dan kinerja, tata kelola, dan ketentuan BLU. |
| Leadership | Kepemimpinan strategis, keteladanan, komunikasi, delegasi, pengelolaan konflik, dan pengambilan keputusan. |
| Change Management | Transformasi kelembagaan, perubahan proses bisnis, resistensi pegawai, komunikasi perubahan, dan monitoring implementasi. |
| Transformasi Digital | Digitalisasi proses, sistem informasi manajemen, layanan digital, data analytics, otomasi, dan keamanan informasi. |
| Data-Driven Decision Making | Interpretasi laporan, dashboard, tren pendapatan, biaya, utilisasi fasilitas, kepuasan pengguna, dan penetapan keputusan berbasis data. |
| Manajemen Krisis | Gangguan layanan, kecelakaan venue, masalah reputasi, kegagalan sistem, krisis event, dan business continuity. |
| Komunikasi Publik | Penanganan keluhan, informasi publik, komunikasi krisis, hubungan pemangku kepentingan, dan reputasi organisasi. |
| Kepemudaan dan Keolahragaan | Arah kebijakan KEMENPORA, pembangunan pemuda, pembudayaan olahraga, olahraga prestasi, dan industri olahraga. |
| Renstra KEMENPORA 2025–2029 | Sasaran strategis, indikator kinerja, prioritas pembangunan pemuda dan olahraga, serta keterkaitan LPUK dengan target kementerian. |
| Desain Besar Olahraga Nasional | Visi, sasaran, strategi, kolaborasi, peta jalan, pembinaan olahraga, prestasi, dan keberlanjutan pembangunan olahraga. |
| Problem Solving | Analisis akar masalah, alternatif solusi, risiko, manfaat, prioritas, implementasi, serta monitoring keputusan. |
| Studi Kasus Eksekutif | Kasus pendapatan turun, aset tidak produktif, biaya tinggi, konflik mitra, keluhan pengguna, target gagal, serta transformasi organisasi. |
Contoh Soal Seleksi Pejabat Pengelola BLU KEMENPORA dan Pembahasan
Contoh soal berikut disusun berbasis HOTS dan studi kasus. Peserta tidak hanya diuji pada pemahaman regulasi, tetapi juga kemampuan menganalisis data, menentukan prioritas, mengelola risiko, menjaga akuntabilitas, serta mengambil keputusan strategis dalam konteks pengelolaan BLU KEMENPORA.
Soal 1
Sebuah unit BLU KEMENPORA mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 18% dalam satu tahun. Namun, pada periode yang sama, biaya operasional meningkat 32% dan tingkat kepuasan pengguna turun dari 89% menjadi 76%. Kesimpulan manajerial yang paling tepat adalah ….
A. Kinerja BLU membaik karena pendapatan meningkat
B. Fokus utama cukup pada peningkatan pendapatan tahun berikutnya
C. Pertumbuhan pendapatan perlu dievaluasi karena belum diikuti efisiensi dan peningkatan mutu layanan
D. Kenaikan biaya tidak menjadi masalah selama pendapatan tumbuh
E. Penurunan kepuasan pengguna tidak berkaitan dengan kinerja BLU
Jawaban: C
Pembahasan:
Kinerja BLU tidak hanya diukur dari pertumbuhan pendapatan. Efisiensi biaya dan kualitas pelayanan tetap menjadi indikator penting. Pertumbuhan pendapatan yang diikuti kenaikan biaya lebih tinggi dan penurunan kepuasan menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh.
Soal 2
Sebuah venue olahraga milik BLU hanya memiliki tingkat utilisasi 38% per tahun. Biaya pemeliharaan tinggi, sementara sebagian ruang komersial belum dimanfaatkan. Strategi yang paling tepat adalah ….
A. Menutup venue pada hari kerja
B. Menaikkan tarif seluruh layanan secara drastis
C. Mengembangkan kalender kegiatan, kerja sama usaha, dan pemanfaatan ruang yang belum produktif
D. Mengurangi seluruh anggaran pemeliharaan
E. Menjual seluruh aset yang tidak digunakan setiap hari
Jawaban: C
Pembahasan:
Optimalisasi aset sebaiknya diarahkan pada peningkatan utilisasi dan produktivitas tanpa menghilangkan fungsi pelayanan publik. Kerja sama, event, dan pemanfaatan ruang dapat menjadi strategi yang lebih seimbang.
Soal 3
BLU menerima dua proposal kerja sama. Proposal pertama menawarkan pendapatan tinggi tetapi memiliki risiko hukum dan reputasi besar. Proposal kedua menawarkan pendapatan lebih rendah namun memiliki struktur kontrak, pembagian risiko, dan target kinerja yang jelas. Pilihan yang paling rasional adalah ….
A. Proposal pertama karena pendapatannya paling tinggi
B. Proposal kedua setelah melalui analisis kelayakan dan risiko
C. Menolak keduanya tanpa evaluasi
D. Memilih proposal berdasarkan kedekatan mitra dengan pejabat
E. Membagi proyek kepada kedua pihak tanpa kajian
Jawaban: B
Pembahasan:
Keputusan kerja sama harus mempertimbangkan manfaat, risiko, legalitas, tata kelola, dan keberlanjutan. Pendapatan tinggi tidak otomatis menjadikan suatu proposal lebih layak.
Soal 4
Dalam penyusunan RBA, terdapat lima program yang semuanya dinilai penting, tetapi anggaran hanya cukup untuk tiga program. Dasar prioritas yang paling tepat adalah ….
A. Program yang paling mudah dilaksanakan
B. Program dengan jumlah pegawai terbanyak
C. Keterkaitan dengan sasaran strategis, dampak layanan, risiko, dan kelayakan biaya
D. Program yang diajukan paling awal
E. Program yang memiliki anggaran terbesar
Jawaban: C
Pembahasan:
Prioritas anggaran harus dikaitkan dengan strategi organisasi, manfaat layanan, efisiensi, dan risiko, bukan semata-mata urutan pengajuan atau besar anggaran.
Soal 5
BLU memiliki saldo kas yang tinggi selama dua tahun, tetapi pengembangan layanan stagnan dan beberapa fasilitas mengalami penurunan kualitas. Keputusan yang paling tepat adalah ….
A. Membiarkan saldo kas tetap tinggi untuk keamanan
B. Menggunakan seluruh kas untuk meningkatkan remunerasi
C. Menilai kembali kebutuhan investasi, pengembangan layanan, dan likuiditas
D. Mengalokasikan seluruh saldo untuk promosi
E. Mengurangi seluruh aktivitas pelayanan
Jawaban: C
Pembahasan:
Kas harus dikelola untuk menjaga likuiditas sekaligus mendukung pengembangan layanan. Saldo tinggi yang tidak produktif dapat menunjukkan belum optimalnya perencanaan.
Soal 6
Salah satu calon mitra usaha ternyata memiliki hubungan bisnis pribadi dengan pejabat yang terlibat dalam proses evaluasi. Tindakan yang paling tepat adalah ….
A. Melanjutkan proses selama penawaran menguntungkan
B. Meminta pejabat tersebut menyembunyikan hubungan bisnisnya
C. Mengungkapkan potensi konflik kepentingan dan mengatur mitigasi sesuai tata kelola
D. Menghentikan seluruh proses kerja sama
E. Memilih mitra tanpa dokumentasi agar proses cepat
Jawaban: C
Pembahasan:
Konflik kepentingan harus diidentifikasi, diungkapkan, dan dimitigasi untuk menjaga objektivitas serta akuntabilitas keputusan.
Soal 7
Dalam evaluasi kinerja, pendapatan BLU meningkat, tetapi piutang juga naik tajam selama tiga tahun berturut-turut. Analisis yang paling tepat adalah ….
A. Pendapatan meningkat sehingga tidak perlu khawatir
B. Piutang tinggi menunjukkan potensi masalah dalam kualitas penagihan dan arus kas
C. Piutang dapat dianggap sebagai kas
D. Semakin besar piutang semakin baik
E. Piutang tidak berkaitan dengan kinerja keuangan
Jawaban: B
Pembahasan:
Kenaikan piutang dapat mengganggu likuiditas dan menunjukkan lemahnya proses penagihan atau kualitas penerimaan.
Soal 8
Sejumlah pengguna mengeluhkan proses pemesanan fasilitas olahraga yang lambat dan masih manual. Langkah perbaikan yang paling tepat adalah ….
A. Menambah dokumen administrasi
B. Mengembangkan digitalisasi proses pemesanan dan monitoring layanan
C. Mengurangi jumlah pengguna
D. Menaikkan tarif layanan
E. Menutup layanan pada jam sibuk
Jawaban: B
Pembahasan:
Digitalisasi dapat mempercepat proses, meningkatkan transparansi, mengurangi kesalahan administratif, dan memperbaiki pengalaman pengguna.
Soal 9
Sebuah proyek pengembangan fasilitas olahraga diproyeksikan menghasilkan pendapatan tinggi, tetapi membutuhkan investasi besar dan memiliki payback period yang panjang. Sebelum mengambil keputusan, pejabat pengelola perlu ….
A. Langsung menyetujui proyek
B. Membatalkan karena investasi besar
C. Melakukan analisis kelayakan finansial, operasional, risiko, dan manfaat layanan
D. Hanya membandingkan pendapatan kotor
E. Menentukan berdasarkan intuisi
Jawaban: C
Pembahasan:
Investasi perlu dianalisis dari berbagai aspek, termasuk arus kas, risiko, dampak layanan, kesiapan operasional, dan keberlanjutan.
Soal 10
Terjadi gangguan sistem digital menjelang event olahraga besar sehingga proses registrasi peserta berhenti. Prioritas pejabat pengelola adalah ….
A. Menunggu sistem pulih sendiri
B. Mengaktifkan business continuity plan dan alternatif layanan sementara
C. Membatalkan event langsung
D. Menghapus seluruh data registrasi
E. Menutup akses publik tanpa informasi
Jawaban: B
Pembahasan:
Gangguan operasional harus ditangani melalui rencana keberlangsungan layanan, komunikasi, pemulihan sistem, dan mekanisme alternatif.
Soal 11
Sebuah kerja sama sponsorship menawarkan nilai tinggi, tetapi mitra meminta hak eksklusif yang berpotensi membatasi akses publik terhadap fasilitas. Sikap paling tepat adalah ….
A. Menyetujui karena nilai sponsorship besar
B. Menolak seluruh bentuk sponsorship
C. Menilai kembali klausul agar tidak bertentangan dengan fungsi layanan publik
D. Menyerahkan seluruh keputusan kepada mitra
E. Menghilangkan seluruh ketentuan layanan publik
Jawaban: C
Pembahasan:
Kerja sama usaha harus tetap mempertimbangkan kepentingan layanan dan tujuan BLU. Manfaat ekonomi tidak boleh menghilangkan fungsi publik.
Soal 12
Hasil audit menemukan proses pengadaan sudah mengikuti prosedur, tetapi spesifikasi barang tidak sesuai kebutuhan operasional. Masalah utama yang perlu diperbaiki adalah ….
A. Jumlah auditor
B. Perencanaan kebutuhan dan penyusunan spesifikasi
C. Sistem remunerasi
D. Jumlah vendor
E. Publikasi kegiatan
Jawaban: B
Pembahasan:
Pengadaan yang prosedural belum tentu efektif jika kebutuhan tidak direncanakan dengan baik.
Soal 13
Pejabat pengelola ingin meningkatkan pendapatan dengan menaikkan tarif seluruh layanan. Namun, sebagian pengguna adalah kelompok yang perlu tetap memperoleh akses terjangkau. Keputusan yang paling tepat adalah ….
A. Menaikkan seluruh tarif secara seragam
B. Tidak pernah menaikkan tarif
C. Melakukan kajian tarif dengan mempertimbangkan biaya, daya beli, layanan, dan keberlanjutan
D. Menghapus layanan dengan tarif rendah
E. Menyerahkan penentuan tarif kepada pengguna
Jawaban: C
Pembahasan:
Tarif layanan harus mempertimbangkan keberlanjutan keuangan sekaligus aksesibilitas dan kepentingan pelayanan.
Soal 14
Dalam rapat evaluasi, beberapa unit hanya menyampaikan persentase serapan anggaran sebagai indikator keberhasilan. Kekurangan utama pendekatan tersebut adalah ….
A. Serapan anggaran tidak perlu diukur
B. Kinerja seharusnya juga dikaitkan dengan output, outcome, mutu, dan efisiensi
C. Anggaran harus selalu dihabiskan
D. Semua indikator sebaiknya berbentuk keuangan
E. Outcome tidak relevan bagi BLU
Jawaban: B
Pembahasan:
Serapan anggaran tidak otomatis menunjukkan keberhasilan. Evaluasi harus melihat hasil dan manfaat yang dihasilkan.
Soal 15
Transformasi organisasi menyebabkan sebagian pegawai merasa tugas baru tidak sesuai dengan kebiasaan kerja lama. Strategi pemimpin yang paling efektif adalah ….
A. Memaksakan perubahan tanpa komunikasi
B. Mengabaikan resistensi
C. Menjelaskan tujuan perubahan, melibatkan pegawai, dan memperkuat kompetensi yang dibutuhkan
D. Mengganti seluruh pegawai
E. Menunda transformasi tanpa batas
Jawaban: C
Pembahasan:
Change management membutuhkan komunikasi, partisipasi, pengembangan kompetensi, dan monitoring implementasi.
Soal 16
Salah satu event olahraga menghasilkan pendapatan tinggi tetapi memicu banyak keluhan terkait keselamatan dan kepadatan pengunjung. Evaluasi yang paling tepat adalah ….
A. Event tetap dianggap sangat berhasil
B. Keberhasilan harus dievaluasi dari aspek finansial, keselamatan, layanan, dan reputasi
C. Keluhan pengguna tidak perlu dihitung
D. Keselamatan cukup menjadi tanggung jawab vendor
E. Event harus selalu dihentikan
Jawaban: B
Pembahasan:
Kinerja event bersifat multidimensi. Pendapatan tinggi tidak dapat menutupi risiko keselamatan dan kualitas layanan.
Soal 17
Data menunjukkan satu fasilitas berpendapatan rendah tetapi memiliki dampak pelayanan yang tinggi bagi atlet dan masyarakat. Keputusan yang paling tepat adalah ….
A. Menutup fasilitas karena tidak menghasilkan banyak pendapatan
B. Mempertahankan fasilitas tanpa evaluasi
C. Mengevaluasi model operasional agar fungsi pelayanan tetap terjaga dengan biaya lebih efisien
D. Menaikkan tarif setinggi mungkin
E. Mengalihfungsikan seluruh fasilitas menjadi ruang komersial
Jawaban: C
Pembahasan:
BLU tetap berorientasi pelayanan. Solusi harus mencari keseimbangan antara efisiensi dan fungsi layanan.
Soal 18
Dalam evaluasi vendor, ditemukan kinerja yang terus menurun walaupun kontrak masih berjalan satu tahun lagi. Langkah paling tepat adalah ….
A. Membiarkan sampai kontrak selesai
B. Melakukan evaluasi sesuai KPI kontrak dan menerapkan tindak lanjut yang tersedia
C. Membayar seluruh kontrak di muka
D. Menambah pekerjaan vendor
E. Menghapus seluruh dokumentasi evaluasi
Jawaban: B
Pembahasan:
Pengelolaan kontrak harus berbasis indikator kinerja dan mekanisme pengendalian yang telah disepakati.
Soal 19
Sebuah program pengembangan usaha gagal mencapai target karena asumsi pasar yang digunakan ternyata tidak akurat. Langkah terbaik untuk periode berikutnya adalah ….
A. Menggunakan kembali asumsi lama
B. Meningkatkan target tanpa riset tambahan
C. Melakukan evaluasi pasar dan memperbaiki dasar perencanaan
D. Menghapus seluruh kegiatan pengembangan usaha
E. Menurunkan seluruh target organisasi
Jawaban: C
Pembahasan:
Perencanaan berbasis data membutuhkan evaluasi terhadap asumsi dan bukti pasar aktual.
Soal 20
Pejabat teknis dan pejabat keuangan berbeda pendapat terkait pembelian peralatan baru. Pejabat teknis menilai alat mendesak, sementara pejabat keuangan menilai arus kas sedang terbatas. Langkah terbaik adalah ….
A. Mengikuti salah satu pihak tanpa analisis
B. Menilai urgensi layanan, arus kas, risiko, alternatif pembiayaan, dan prioritas RBA
C. Membatalkan pembelian otomatis
D. Menggunakan dana tanpa dokumentasi
E. Menunda seluruh keputusan satu tahun
Jawaban: B
Pembahasan:
Keputusan perlu menyeimbangkan kebutuhan operasional dengan kapasitas finansial dan perencanaan organisasi.
Soal 21
BLU berencana mengembangkan layanan baru karena sedang menjadi tren, tetapi belum ada data kebutuhan pengguna. Langkah awal terbaik adalah ….
A. Segera meluncurkan layanan
B. Melakukan market mapping dan analisis kebutuhan
C. Mengikuti layanan BLU lain
D. Menentukan tarif terlebih dahulu
E. Memilih vendor terbesar
Jawaban: B
Pembahasan:
Pengembangan usaha sebaiknya diawali dengan pemahaman terhadap kebutuhan pasar dan pengguna.
Soal 22
Manajemen menemukan sejumlah aset menganggur tetapi masih memiliki kondisi baik. Langkah paling tepat adalah ….
A. Membiarkan sampai ada kebutuhan internal
B. Mengkaji pemanfaatan yang produktif sesuai regulasi dan kebutuhan organisasi
C. Memberikan aset kepada pihak eksternal tanpa perjanjian
D. Menghapus seluruh aset
E. Menjual langsung tanpa prosedur
Jawaban: B
Pembahasan:
Aset yang idle perlu dioptimalkan secara sah, produktif, dan akuntabel.
Soal 23
Dashboard menunjukkan pendapatan naik 12%, jumlah pelanggan naik 15%, tetapi jumlah pengaduan meningkat 80%. Prioritas evaluasi adalah ….
A. Menganggap kinerja sangat baik
B. Menelusuri penyebab lonjakan keluhan dan dampaknya terhadap kualitas layanan
C. Hanya meningkatkan target pendapatan
D. Menghapus kanal pengaduan
E. Mengurangi publikasi layanan
Jawaban: B
Pembahasan:
Lonjakan pengaduan merupakan sinyal risiko terhadap mutu layanan dan reputasi yang perlu dianalisis lebih lanjut.
Soal 24
Dalam penyusunan KPI pemimpin BLU, seluruh indikator hanya berupa target pendapatan. Perbaikan yang paling tepat adalah ….
A. Menambah target pendapatan lebih tinggi
B. Memasukkan indikator layanan, efisiensi, kepuasan, tata kelola, dan pengembangan usaha
C. Menghapus seluruh KPI
D. Menggunakan indikator kehadiran saja
E. Menggunakan satu indikator keuntungan bersih
Jawaban: B
Pembahasan:
Kinerja BLU bersifat multidimensional sehingga KPI harus mencerminkan aspek finansial dan nonfinansial.
Soal 25
Sebuah keputusan usaha berpotensi meningkatkan pendapatan, tetapi bertentangan dengan sasaran strategis KEMENPORA dan berisiko mengurangi akses pelayanan. Keputusan yang paling tepat adalah ….
A. Tetap dijalankan karena menguntungkan
B. Ditinjau ulang agar selaras dengan sasaran strategis dan fungsi pelayanan
C. Dilaksanakan tanpa dokumentasi
D. Diserahkan sepenuhnya kepada pihak swasta
E. Diputuskan hanya berdasarkan opini pimpinan
Jawaban: B
Pembahasan:
Keputusan BLU harus selaras dengan strategi kementerian, tujuan pelayanan, prinsip tata kelola, dan keberlanjutan organisasi.
Tingkatkan Kesiapan Menghadapi Seleksi Pejabat Pengelola BLU KEMENPORA

Perbanyak latihan soal berbasis studi kasus untuk membiasakan diri menganalisis tata kelola, keuangan, pengembangan usaha, manajemen risiko, hingga pengambilan keputusan strategis dalam pengelolaan BLU. Kunjungi fungsional.id untuk mengakses latihan soal lebih banyak dan coba simulasi CAT agar Anda semakin terbiasa menghadapi pola soal Seleksi Pejabat Pengelola BLU KEMENPORA.


