Uji Kompetensi Guru Prakarya Ahli Madya menuntut penguasaan materi prakarya sekaligus kemampuan pedagogik dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran. Peserta perlu memahami berbagai bidang prakarya, mulai dari kerajinan, rekayasa, budidaya, hingga pengolahan, serta mampu mengaitkannya dengan pembelajaran yang kontekstual dan kreatif.
Melalui artikel Persiapan Uji Kompetensi Guru Prakarya Ahli Madya: Materi & Latihan Soal, Anda dapat mempelajari materi penting sekaligus berlatih mengerjakan soal yang menguji pemahaman konsep, kemampuan analisis, serta penerapan kompetensi guru dalam situasi pembelajaran.
Daftar Isi
ToggleMemahami Uji Kompetensi Guru Prakarya Ahli Madya
Uji Kompetensi Guru Prakarya Ahli Madya merupakan penilaian yang mengukur kemampuan profesional dan pedagogik guru dalam melaksanakan pembelajaran prakarya secara efektif. Pada jenjang Ahli Madya, guru tidak hanya dituntut menguasai materi, tetapi juga mampu merancang pembelajaran, memilih strategi yang tepat, serta mengevaluasi hasil belajar secara sistematis.
Ruang lingkup kompetensi mencakup bidang kerajinan, rekayasa, budidaya, dan pengolahan, sekaligus kemampuan mengintegrasikan kreativitas, pemecahan masalah, keselamatan kerja, serta pemanfaatan sumber daya di sekitar. Selain itu, peserta perlu memahami karakteristik peserta didik, asesmen pembelajaran, pengembangan perangkat ajar, dan penerapan pembelajaran yang kontekstual serta berorientasi pada keterampilan.
Materi Uji Kompetensi Guru Prakarya Ahli Madya
Materi Uji Kompetensi Guru Prakarya Ahli Madya mencakup dua kelompok besar, yaitu kompetensi profesional pada bidang prakarya dan kompetensi pedagogik dalam mengelola pembelajaran. Peserta perlu memahami konsep sekaligus mampu menerapkannya dalam situasi pembelajaran yang nyata.
Materi yang perlu dipersiapkan meliputi:
- Kerajinan
Bahan alam dan buatan, teknik pembentukan, konstruksi, finishing, fungsi produk, estetika, ergonomi, kemasan, dan pengembangan produk kerajinan. - Rekayasa
Prinsip kerja alat, mekanisme sederhana, teknologi tepat guna, energi, kelistrikan dasar, sistem kontrol sederhana, perancangan, dan pengujian produk. - Budidaya
Budidaya tanaman, ternak, perikanan, media tanam, pemeliharaan, pengendalian hama, panen, pascapanen, dan pemanfaatan sumber daya lokal. - Pengolahan
Pengolahan pangan dan nonpangan, pemilihan bahan, teknik pengolahan, sanitasi, penyimpanan, pengemasan, mutu produk, dan keamanan pangan. - Perancangan Produk
Identifikasi kebutuhan, ide, sketsa, pemilihan bahan, proses produksi, pengujian, evaluasi, hingga perbaikan produk. - Kreativitas dan Inovasi
Pengembangan ide baru, modifikasi produk, pemanfaatan bahan lokal, prinsip keberlanjutan, dan penciptaan nilai tambah. - Kewirausahaan Dasar
Analisis kebutuhan pasar, biaya produksi, harga jual, promosi, kemasan, pemasaran, serta pengembangan produk yang memiliki nilai ekonomi. - Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Penggunaan alat, APD, pengelolaan bahan, identifikasi risiko, tata ruang kerja, dan pencegahan kecelakaan dalam kegiatan praktik. - Pembelajaran Berbasis Proyek
Perencanaan proyek, pembagian tugas, pelaksanaan, monitoring, evaluasi, refleksi, dan penilaian hasil karya. - Perencanaan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran, pemilihan materi, aktivitas belajar, media, sumber belajar, asesmen, dan penyesuaian dengan karakter peserta didik. - Strategi Pembelajaran
Pembelajaran kontekstual, problem based learning, project based learning, inquiry, kolaboratif, dan pembelajaran berbasis praktik. - Asesmen Pembelajaran
Asesmen diagnostik, formatif, sumatif, rubrik penilaian, penilaian proses, produk, portofolio, dan unjuk kerja. - Diferensiasi Pembelajaran
Penyesuaian konten, proses, produk, serta dukungan belajar berdasarkan kesiapan, minat, dan kebutuhan peserta didik. - Media dan Teknologi Pembelajaran
Pemanfaatan media visual, video, simulasi, platform digital, aplikasi desain, serta teknologi sederhana untuk mendukung pembelajaran prakarya. - Pengelolaan Kelas Praktik
Penataan alat dan bahan, pembagian kelompok, waktu kerja, prosedur keselamatan, kontrol aktivitas, dan efektivitas penggunaan ruang praktik. - Evaluasi dan Refleksi Pembelajaran
Analisis hasil belajar, identifikasi kesulitan, tindak lanjut, remedial, pengayaan, dan perbaikan strategi pembelajaran. - Pengembangan Profesional Guru
Refleksi diri, kolaborasi dengan guru lain, pengembangan kompetensi, pemanfaatan hasil asesmen, serta pembaruan metode dan materi pembelajaran. - Pembelajaran Kontekstual dan Berbasis Lingkungan
Pemanfaatan potensi lokal, limbah, bahan sekitar, budaya daerah, serta isu keberlanjutan sebagai sumber dan konteks pembelajaran. - Literasi dan Numerasi dalam Prakarya
Membaca instruksi, memahami prosedur, menghitung ukuran, proporsi, biaya, bahan, serta menganalisis data hasil praktik. - Soal Berbasis HOTS
Analisis proses produksi, evaluasi kualitas produk, pemilihan strategi pembelajaran, penyelesaian masalah praktik, dan pengambilan keputusan berdasarkan situasi kelas.
Kisi-Kisi Uji Kompetensi Guru Prakarya Ahli Madya Jenjang SMP–SMA
Kisi-kisi Uji Kompetensi Guru Prakarya Ahli Madya perlu mengukur dua kemampuan utama, yaitu kompetensi profesional bidang Prakarya dan kompetensi pedagogik dalam mengelola pembelajaran SMP–SMA. Pada jenjang ini, materi Prakarya terbagi ke dalam empat bidang utama, yaitu Kerajinan, Rekayasa, Budi Daya, dan Pengolahan.
| Kisi-Kisi | Materi yang Perlu Dikuasai |
| CP Prakarya SMP–SMA | Memahami karakter Fase D, E, F serta perkembangan tingkat kompetensi dari SMP menuju SMA. |
| Analisis Capaian Pembelajaran | Menguraikan CP menjadi tujuan pembelajaran, indikator ketercapaian, aktivitas, dan asesmen. |
| Perencanaan Pembelajaran | Menyusun tujuan, aktivitas, sumber belajar, media, asesmen, dan tindak lanjut pembelajaran Prakarya. |
| Pembelajaran Mendalam | Merancang pembelajaran yang mendorong pemahaman konsep, penerapan, refleksi, dan transfer pengetahuan ke konteks berbeda. |
| Kerajinan SMP | Modifikasi bahan, bentuk, alat, teknik, ergonomi, kearifan lokal, fungsi, estetika, dan kewirausahaan. |
| Kerajinan SMA | Pengembangan desain, eksplorasi sumber daya, studi kelayakan pasar, teknologi produksi, proposal produk, dan evaluasi. |
| Rekayasa SMP | Rekonstruksi desain, teknologi tepat guna, teori kerja alat, teknik perakitan, fungsi, dan manfaat produk. |
| Rekayasa SMA | Prototype, teknologi terapan, analisis kebutuhan, nilai guna, kajian ilmiah, proposal, dan evaluasi dampak teknologi. |
| Budi Daya SMP | Perencanaan, pembibitan, pemeliharaan, pengendalian organisme pengganggu, panen, dan pemanfaatan potensi lokal. |
| Budi Daya SMA | Pengembangan sistem budi daya, analisis kebutuhan, efisiensi produksi, kajian usaha, teknologi, dan keberlanjutan. |
| Pengolahan SMP | Produk pangan higienis dan nonpangan, teknik pengolahan, penyajian, fungsi, budaya lokal, dan nilai ekonomi. |
| Pengolahan SMA | Pengembangan produk pangan nusantara maupun mancanegara, kelayakan pasar, rancangan usaha, teknologi tepat guna, dan evaluasi produk. |
| Desain Produk | Identifikasi kebutuhan, ide, sketsa, pemilihan material, prototyping, produksi, pengujian, dan revisi. |
| Ergonomi | Kenyamanan, keamanan, ukuran, fungsi, kemudahan penggunaan, dan kesesuaian produk dengan pengguna. |
| Estetika Produk | Bentuk, warna, tekstur, proporsi, komposisi, serta keselarasan fungsi dan visual. |
| Teknik dan Material | Pemilihan bahan berdasarkan karakter, fungsi, kekuatan, keamanan, biaya, dan ketersediaan. |
| Teknologi Tepat Guna | Pemanfaatan teknologi yang sesuai kebutuhan, kondisi lokal, efektivitas, biaya, dan dampak lingkungan. |
| K3 Praktik Prakarya | APD, penggunaan alat, bahan berbahaya, tata ruang praktik, risiko listrik, panas, benda tajam, serta prosedur darurat. |
| Sanitasi dan Higiene | Kebersihan personal, alat, bahan, ruang kerja, penyimpanan pangan, dan pencegahan kontaminasi. |
| Keamanan Pangan | Bahan aman, kontaminasi silang, suhu pengolahan, penyimpanan, kemasan, dan mutu produk. |
| Kewirausahaan | Analisis kebutuhan konsumen, nilai jual, biaya produksi, harga jual, promosi, branding, dan pemasaran. |
| Kelayakan Produk | Analisis fungsi, biaya, pasar, keamanan, dampak lingkungan, dan kemungkinan pengembangan. |
| Potensi dan Kearifan Lokal | Pemanfaatan bahan, teknik, budaya, dan sumber daya lokal dalam pengembangan produk Prakarya. |
| Keberlanjutan | Efisiensi bahan, pengurangan limbah, daur ulang, upcycling, dan pemilihan proses yang lebih ramah lingkungan. |
| Literasi dalam Prakarya | Memahami petunjuk, proposal, informasi bahan, spesifikasi alat, dan laporan proses produksi. |
| Numerasi dalam Prakarya | Ukuran, skala, perbandingan, luas, volume, kebutuhan bahan, biaya, harga jual, dan persentase keuntungan. |
| Pembelajaran Berbasis Proyek | Identifikasi masalah, perencanaan, produksi, monitoring, presentasi, evaluasi, dan refleksi proyek. |
| Problem Based Learning | Penggunaan masalah nyata sebagai pemicu analisis, pencarian informasi, pengembangan solusi, dan evaluasi. |
| Inquiry dan Eksperimen | Pengujian bahan, alat, teknik, variabel produksi, dan evaluasi berdasarkan bukti. |
| Pembelajaran Kontekstual | Menghubungkan materi dengan kebutuhan lingkungan, budaya, usaha lokal, dan kehidupan sehari-hari. |
| Diferensiasi Pembelajaran | Penyesuaian konten, aktivitas, dukungan, dan produk berdasarkan kesiapan serta kebutuhan peserta didik. |
| Asesmen Diagnostik | Mengidentifikasi pengetahuan awal, keterampilan dasar, miskonsepsi, dan kesiapan sebelum praktik. |
| Asesmen Formatif | Observasi proses, umpan balik, jurnal kerja, checkpoint proyek, dan perbaikan selama pembelajaran. |
| Asesmen Sumatif | Penilaian produk, laporan, presentasi, portofolio, tes tertulis, dan unjuk kerja. |
| Rubrik Penilaian Produk | Fungsi, kreativitas, teknik, estetika, keamanan, ketepatan proses, dan kualitas hasil. |
| Penilaian Proses | Perencanaan, ketelitian, kerja sama, penggunaan alat, penerapan K3, dan kemampuan menyelesaikan masalah. |
| Portofolio Prakarya | Dokumentasi proses desain, sketsa, eksperimen, revisi, hasil akhir, dan refleksi peserta didik. |
| Remedial dan Pengayaan | Menentukan tindak lanjut berdasarkan kesulitan atau capaian peserta didik. |
| Media Pembelajaran | Video demonstrasi, gambar prosedur, contoh produk, simulasi, aplikasi desain, dan sumber digital. |
| Teknologi Digital | Dokumentasi digital, desain sederhana, presentasi produk, pemasaran virtual, dan pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab. |
| Pengelolaan Kelas Praktik | Distribusi alat-bahan, kelompok kerja, alur aktivitas, pengawasan keselamatan, waktu, dan penyimpanan. |
| Manajemen Risiko Praktik | Mengidentifikasi bahaya sebelum kegiatan serta menentukan tindakan pencegahan dan respons insiden. |
| Kolaborasi Peserta Didik | Pembagian tugas, komunikasi kelompok, pemecahan konflik, tanggung jawab, dan evaluasi kontribusi. |
| Refleksi Pembelajaran | Mengevaluasi keberhasilan metode, kesulitan siswa, kualitas produk, dan perbaikan pembelajaran berikutnya. |
| Pengembangan Profesional Guru | Refleksi, kolaborasi sejawat, pemanfaatan data hasil belajar, dan pembaruan pengetahuan bidang Prakarya. |
| HOTS dalam Prakarya | Analisis kegagalan produk, evaluasi desain, pemilihan teknik, perbaikan proses, dan penciptaan alternatif solusi. |
Contoh Soal Uji Kompetensi Guru Prakarya Ahli Madya
Contoh soal berikut disusun dalam bentuk pilihan ganda A–E dengan pendekatan HOTS. Soal menekankan kemampuan menganalisis situasi pembelajaran, memilih strategi yang sesuai, mengevaluasi produk, menerapkan K3, serta menghubungkan materi Prakarya dengan kebutuhan peserta didik jenjang SMP–SMA.
Soal 1
Guru Prakarya kelas VIII meminta siswa membuat produk kerajinan dari bahan limbah lokal. Sebagian besar siswa langsung meniru contoh dari internet tanpa mempertimbangkan fungsi produk. Perbaikan pembelajaran yang paling tepat adalah ….
A. Meminta siswa membuat produk yang sama agar mudah dinilai
B. Mengarahkan siswa mengidentifikasi kebutuhan pengguna sebelum menentukan desain
C. Menambah jumlah contoh produk dari internet
D. Mengurangi waktu perancangan agar produksi lebih cepat
E. Menilai hanya dari tampilan akhir produk
Jawaban: B
Pembahasan:
Pembelajaran Prakarya sebaiknya mendorong siswa memahami hubungan antara kebutuhan, fungsi, bahan, dan desain. Identifikasi kebutuhan membantu produk tidak sekadar meniru, tetapi memiliki tujuan yang jelas.
Soal 2
Pada proyek rekayasa kelas X, prototype alat penyiram tanaman otomatis bekerja, tetapi menggunakan komponen yang terlalu mahal dibandingkan manfaatnya. Evaluasi yang paling tepat adalah ….
A. Produk tetap dinilai sempurna karena dapat berfungsi
B. Menilai ulang aspek efisiensi, biaya, dan kesesuaian teknologi dengan kebutuhan
C. Mengganti semua komponen dengan yang paling murah
D. Mengabaikan biaya produksi
E. Menilai hanya kreativitas siswa
Jawaban: B
Pembahasan:
Produk rekayasa tidak hanya dinilai dari keberhasilan fungsi, tetapi juga efisiensi, nilai guna, biaya, dan kesesuaian teknologi.
Soal 3
Saat praktik pengolahan pangan, guru menemukan satu kelompok menggunakan talenan yang sama untuk bahan mentah dan makanan siap konsumsi. Tindakan paling tepat adalah ….
A. Membiarkan karena produk akan dimasak
B. Menghentikan proses sementara dan menjelaskan risiko kontaminasi silang
C. Menilai kelompok dari hasil rasa saja
D. Meminta kelompok membersihkan meja setelah praktik selesai
E. Mengurangi nilai tanpa memberikan umpan balik
Jawaban: B
Pembahasan:
Penggunaan alat yang sama dapat menyebabkan kontaminasi silang. Guru harus segera mengoreksi praktik yang berisiko dan menjadikannya bagian dari pembelajaran keamanan pangan.
Soal 4
Guru kelas XI memberikan proyek budidaya. Siswa diminta memilih salah satu komoditas berdasarkan kondisi lingkungan sekolah. Langkah awal yang paling sesuai adalah ….
A. Langsung menentukan komoditas yang paling mahal
B. Menganalisis kondisi lahan, sumber air, iklim, dan kebutuhan pemeliharaan
C. Memilih tanaman yang paling cepat dipanen
D. Mengikuti pilihan sekolah lain
E. Menentukan komoditas berdasarkan tren media sosial
Jawaban: B
Pembahasan:
Pemilihan komoditas budidaya harus mempertimbangkan kesesuaian lingkungan, sumber daya, serta kemampuan pengelolaan.
Soal 5
Dalam proyek kerajinan, produk seorang siswa sangat menarik secara visual, tetapi mudah patah ketika digunakan. Aspek yang perlu mendapat perhatian utama adalah ….
A. Estetika
B. Branding
C. Fungsi dan kekuatan konstruksi
D. Warna kemasan
E. Popularitas desain
Jawaban: C
Pembahasan:
Produk Prakarya harus memenuhi fungsi dan keamanan, bukan hanya estetika. Kelemahan konstruksi menunjukkan desain perlu diperbaiki.
Soal 6
Guru ingin menilai kemampuan siswa selama proses pembuatan produk, bukan hanya hasil akhirnya. Instrumen yang paling sesuai adalah ….
A. Tes pilihan ganda saja
B. Rubrik observasi proses dan unjuk kerja
C. Daftar hadir
D. Nilai teman sebaya saja
E. Tes hafalan istilah
Jawaban: B
Pembahasan:
Rubrik observasi dapat menilai perencanaan, penggunaan alat, penerapan K3, kerja sama, dan pemecahan masalah selama proses.
Soal 7
Pada pembelajaran kelas IX, beberapa siswa cepat memahami teknik pembuatan produk, sedangkan yang lain masih kesulitan menggunakan alat. Strategi paling tepat adalah ….
A. Memberikan tugas yang sama tanpa penyesuaian
B. Menerapkan diferensiasi dukungan dan tingkat kompleksitas tugas
C. Meminta siswa yang kesulitan berhenti mengikuti praktik
D. Menurunkan standar seluruh kelas
E. Menilai hanya siswa yang cepat
Jawaban: B
Pembahasan:
Diferensiasi memungkinkan guru menyesuaikan dukungan tanpa mengubah tujuan pembelajaran utama.
Soal 8
Siswa SMA membuat produk makanan inovatif, tetapi tidak melakukan uji penerimaan konsumen sebelum menentukan harga jual. Kekurangan utama proyek tersebut adalah ….
A. Tidak ada dekorasi produk
B. Belum mempertimbangkan kelayakan pasar
C. Tidak menggunakan bahan impor
D. Produk terlalu sederhana
E. Tidak membuat video promosi
Jawaban: B
Pembahasan:
Pada Fase E–F, produk perlu dikembangkan dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kelayakan pasar, termasuk respons calon konsumen.
Soal 9
Guru memberikan proyek rekayasa sederhana, tetapi semua langkah sudah ditentukan secara rinci sehingga siswa hanya mengikuti instruksi. Agar lebih HOTS, guru sebaiknya ….
A. Menambah jumlah langkah kerja
B. Memberikan masalah terbuka dan meminta siswa merancang solusi sendiri
C. Mengurangi waktu diskusi
D. Menentukan semua bahan yang wajib digunakan
E. Menilai berdasarkan kecepatan menyelesaikan tugas
Jawaban: B
Pembahasan:
HOTS berkembang ketika siswa menganalisis masalah, memilih alternatif, menguji solusi, dan mengevaluasi hasil.
Soal 10
Saat praktik, siswa menggunakan cutter tanpa alas potong dan mengarahkannya ke tubuh. Tindakan guru yang paling tepat adalah ….
A. Menunggu sampai siswa selesai
B. Menghentikan praktik dan memperbaiki prosedur keselamatan
C. Mengurangi nilai tanpa intervensi
D. Mengganti cutter setelah praktik
E. Meminta siswa lain memperhatikan saja
Jawaban: B
Pembahasan:
Keselamatan harus didahulukan. Guru perlu menghentikan tindakan berisiko dan memastikan teknik penggunaan alat benar.
Soal 11
Produk kerajinan siswa dibuat dari bahan plastik bekas. Guru ingin menilai aspek keberlanjutan. Indikator terbaik adalah ….
A. Harga produk paling tinggi
B. Jumlah warna paling banyak
C. Pemanfaatan ulang bahan dan pengurangan limbah
D. Ukuran produk terbesar
E. Waktu produksi paling lama
Jawaban: C
Pembahasan:
Keberlanjutan berkaitan dengan penggunaan sumber daya secara efisien, pengurangan limbah, serta pemanfaatan kembali bahan.
Soal 12
Siswa kelas X merancang kemasan makanan yang sangat menarik, tetapi bahan kemasan tidak aman untuk kontak langsung dengan pangan. Keputusan guru yang paling tepat adalah ….
A. Tetap memberi nilai tinggi karena desain menarik
B. Meminta siswa mengganti bahan dan menjelaskan aspek keamanan pangan
C. Menilai hanya dari kreativitas
D. Menghapus aspek keamanan dari rubrik
E. Membiarkan karena hanya prototype
Jawaban: B
Pembahasan:
Dalam pengolahan pangan, keamanan bahan kemasan merupakan bagian penting dari kualitas produk.
Soal 13
Pada proyek kelompok, satu siswa mengerjakan hampir seluruh tugas sedangkan anggota lain pasif. Agar penilaian lebih adil, guru sebaiknya ….
A. Memberikan nilai sama kepada semua anggota
B. Menilai produk saja
C. Menggabungkan penilaian produk, proses, dan kontribusi individu
D. Memberikan nilai tertinggi kepada ketua kelompok
E. Membatalkan proyek kelompok
Jawaban: C
Pembahasan:
Penilaian proyek perlu mempertimbangkan kontribusi individu agar hasil mencerminkan kompetensi setiap siswa.
Soal 14
Guru ingin mengintegrasikan numerasi ke dalam pembelajaran Prakarya. Aktivitas paling tepat adalah ….
A. Meminta siswa menghafal definisi produk
B. Menghitung kebutuhan bahan, biaya produksi, dan persentase keuntungan
C. Menyalin teori dari buku
D. Menonton video tanpa tugas lanjutan
E. Membuat poster tanpa perhitungan
Jawaban: B
Pembahasan:
Prakarya sangat cocok mengintegrasikan numerasi melalui ukuran, jumlah bahan, biaya, harga jual, dan keuntungan.
Soal 15
Hasil produk budidaya kelompok A lebih rendah dibandingkan kelompok lain. Setelah dianalisis, penyiraman dilakukan terlalu sering. Tindakan pembelajaran paling tepat adalah ….
A. Menyatakan kelompok gagal
B. Meminta siswa menganalisis penyebab dan memperbaiki prosedur pemeliharaan
C. Mengganti tanaman tanpa evaluasi
D. Menurunkan nilai akhir langsung
E. Menghapus proyek budidaya
Jawaban: B
Pembahasan:
Kesalahan merupakan bagian dari proses belajar. Analisis penyebab dan perbaikan prosedur melatih problem solving dan refleksi.
Soal 16
Guru kelas XII meminta siswa membuat proposal usaha produk pengolahan. Komponen yang paling penting untuk menunjukkan kelayakan usaha adalah ….
A. Warna halaman proposal
B. Analisis kebutuhan pasar, biaya, harga jual, dan strategi pemasaran
C. Jumlah gambar sebanyak mungkin
D. Riwayat hidup seluruh anggota kelompok
E. Ukuran font yang seragam
Jawaban: B
Pembahasan:
Kelayakan usaha perlu ditunjukkan melalui analisis pasar, biaya, harga jual, dan strategi pemasaran.
Soal 17
Guru ingin menerapkan pembelajaran mendalam dalam topik kerajinan. Aktivitas paling sesuai adalah ….
A. Siswa menghafal jenis bahan
B. Siswa menyalin langkah pembuatan
C. Siswa membandingkan beberapa bahan, memilih yang paling sesuai, membuat produk, lalu merefleksikan hasilnya
D. Guru menjelaskan seluruh materi tanpa praktik
E. Siswa mengerjakan tes definisi
Jawaban: C
Pembahasan:
Pembelajaran mendalam menekankan pemahaman, penerapan, analisis, dan refleksi.
Soal 18
Dalam proyek teknologi tepat guna, siswa menghasilkan alat yang efektif tetapi sulit diperbaiki jika rusak. Aspek yang perlu ditingkatkan adalah ….
A. Estetika
B. Maintainability atau kemudahan pemeliharaan
C. Jumlah fitur
D. Warna produk
E. Nama merek
Jawaban: B
Pembahasan:
Teknologi tepat guna perlu mempertimbangkan kemudahan perawatan, biaya, ketersediaan komponen, dan keberlanjutan penggunaan.
Soal 19
Guru ingin menilai kreativitas produk dengan objektif. Kriteria rubrik yang paling tepat adalah ….
A. Produk yang paling disukai guru
B. Kebaruan ide, kesesuaian fungsi, pengembangan desain, dan kualitas solusi
C. Produk dengan warna paling cerah
D. Produk paling mahal
E. Produk terbesar
Jawaban: B
Pembahasan:
Kreativitas perlu dinilai menggunakan indikator yang jelas dan terukur, bukan preferensi subjektif guru.
Soal 20
Siswa mengalami kegagalan karena sambungan pada prototype rekayasa tidak kuat. Sebelum memperbaiki produk, langkah paling tepat adalah ….
A. Mengganti seluruh desain
B. Menganalisis penyebab kegagalan sambungan dan karakter bahan
C. Menambah dekorasi
D. Mengurangi fungsi produk
E. Mengabaikan hasil uji
Jawaban: B
Pembahasan:
Perbaikan produk sebaiknya diawali dengan analisis penyebab kegagalan agar solusi tepat sasaran.
Soal 21
Guru SMP menggunakan proyek yang membutuhkan mesin berisiko tinggi tanpa mempertimbangkan usia dan pengalaman siswa. Masalah utama dalam perencanaan tersebut adalah ….
A. Kurangnya variasi warna
B. Tidak mempertimbangkan kesiapan peserta didik dan K3
C. Biaya terlalu murah
D. Produk terlalu sederhana
E. Waktu terlalu panjang
Jawaban: B
Pembahasan:
Pemilihan proyek harus mempertimbangkan tahap perkembangan, kompetensi, dan keselamatan siswa.
Soal 22
Dalam praktik pengolahan, hasil produk aman tetapi teksturnya tidak konsisten antar kelompok. Agar siswa memahami penyebabnya, guru sebaiknya ….
A. Menentukan satu kelompok terbaik tanpa diskusi
B. Mengajak siswa membandingkan variabel proses seperti suhu, waktu, dan takaran
C. Mengulang teori tanpa menghubungkan dengan hasil praktik
D. Menghapus nilai produk
E. Menyamakan semua hasil secara manual
Jawaban: B
Pembahasan:
Membandingkan variabel proses melatih inquiry dan membantu siswa memahami hubungan sebab-akibat.
Soal 23
Setelah asesmen formatif, guru mengetahui sebagian siswa belum mampu membuat sketsa desain dengan benar. Tindak lanjut paling tepat adalah ….
A. Melanjutkan materi tanpa perubahan
B. Memberikan penguatan dan latihan tambahan sebelum tahap produksi
C. Langsung memberikan asesmen sumatif
D. Menurunkan nilai akhir
E. Memindahkan siswa ke kelompok lain
Jawaban: B
Pembahasan:
Asesmen formatif digunakan untuk memperbaiki proses belajar sebelum kegiatan dilanjutkan.
Soal 24
Siswa membuat produk yang memanfaatkan motif budaya lokal, tetapi tidak memahami makna motif tersebut. Agar pembelajaran lebih bermakna, guru sebaiknya ….
A. Meminta siswa mengganti motif
B. Mengajak siswa menelusuri makna budaya dan menghubungkannya dengan desain produk
C. Menilai hanya ketepatan warna
D. Menghapus unsur budaya
E. Membatasi diskusi pada teknik produksi
Jawaban: B
Pembahasan:
Pemanfaatan kearifan lokal sebaiknya disertai pemahaman konteks budaya agar tidak sekadar dekoratif.
Soal 25
Pada akhir proyek, produk siswa sudah selesai tetapi mereka tidak melakukan evaluasi terhadap proses dan hasil. Agar kompetensi Fase F lebih kuat, guru perlu ….
A. Langsung memberi nilai akhir
B. Meminta siswa melakukan refleksi, menilai kelebihan-kekurangan, dan menyusun usulan perbaikan
C. Menambah tugas hafalan
D. Mengulang proyek dari awal
E. Menilai hanya laporan tertulis
Jawaban: B
Pembahasan:
Refleksi dan evaluasi membantu siswa memahami proses, kualitas keputusan, dan kemungkinan pengembangan produk berikutnya.
Perkuat Persiapan Uji Kompetensi Guru Prakarya

Latihan yang terarah dapat membantu Anda memahami materi Prakarya sekaligus membiasakan diri menghadapi soal pedagogik, asesmen, K3, proyek, hingga studi kasus pembelajaran jenjang SMP–SMA. Kunjungi fungsional.id untuk mengakses latihan soal lebih banyak dan coba simulasi CAT sebagai bagian dari persiapan Uji Kompetensi Guru Prakarya Ahli Madya.


