Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Kementerian Pemuda dan Olahraga Tahun 2026 dibuka untuk mengisi delapan jabatan Eselon II.a di lingkungan Kemenpora, mulai dari Inspektur, Kepala Biro, Sekretaris Deputi, hingga Asisten Deputi. Seleksi ini ditujukan bagi PNS yang memenuhi persyaratan dan memiliki kompetensi teknis, manajerial, serta sosial kultural sesuai standar jabatan.
Melalui artikel Persiapan Seleksi Terbuka JPT Pratama Kemenpora: Soal Mansoskul dan Pembahasan, Anda dapat mempersiapkan diri menghadapi Seleksi Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural yang dilaksanakan dengan metode Assessment Center, sebelum melanjutkan ke tahap penulisan makalah, presentasi, dan wawancara.
Gambaran Seleksi Terbuka JPT Pratama Kemenpora Tahun 2026
Kementerian Pemuda dan Olahraga membuka Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Tahun 2026 bagi Pegawai Negeri Sipil yang memenuhi persyaratan. Seleksi ini dilakukan untuk mengisi delapan jabatan Eselon II.a di lingkungan Kemenpora, meliputi jabatan Inspektur, Kepala Biro, Sekretaris Deputi, dan Asisten Deputi.
Peserta diwajibkan memiliki kompetensi teknis, kompetensi manajerial, dan kompetensi sosial kultural sesuai standar kompetensi jabatan. Selain itu, peserta harus memiliki rekam jejak jabatan, integritas, dan moralitas yang baik serta pengalaman yang relevan dengan jabatan yang dilamar.
Salah satu tahapan penting dalam seleksi adalah Seleksi Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural (Mansoskul) yang dilaksanakan menggunakan metode Assessment Center oleh lembaga terakreditasi. Tahap ini dilanjutkan dengan penulisan makalah, paparan, serta wawancara.
Karena seleksi ditujukan untuk jabatan pimpinan tinggi, peserta perlu mempersiapkan kemampuan seperti kepemimpinan, integritas, kerja sama, komunikasi, pengambilan keputusan, pengelolaan perubahan, pelayanan publik, serta kemampuan menghadapi keberagaman. Kompetensi tersebut menjadi penting karena seorang pejabat JPT Pratama dituntut mampu memimpin unit kerja dan mengambil keputusan strategis secara profesional.
Tahapan Seleksi dan Posisi Tes Mansoskul JPT Pratama Kemenpora 2026
Seleksi Terbuka JPT Pratama Kemenpora Tahun 2026 dilaksanakan melalui beberapa tahapan. Peserta tidak hanya dinilai dari kelengkapan administrasi, tetapi juga rekam jejak, kompetensi manajerial dan sosial kultural, kemampuan menyusun gagasan strategis, serta wawancara. Tahapan seleksi meliputi:
1. Seleksi Administrasi
Panitia melakukan verifikasi terhadap seluruh dokumen pelamar. Peserta yang dinyatakan Memenuhi Syarat (MS) berhak mengikuti tahapan seleksi berikutnya.
2. Penelusuran Rekam Jejak Jabatan
Panitia melakukan penelusuran terhadap rekam jejak peserta melalui data pelamar serta informasi yang dapat dikonfirmasi kepada pimpinan, rekan kerja, unit pengawasan instansi asal, maupun pihak lain yang relevan.
3. Seleksi Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural
Tahap Mansoskul dilaksanakan menggunakan metode Assessment Center oleh lembaga yang terakreditasi. Tahap ini penting karena peserta dipersyaratkan memiliki kompetensi manajerial dan sosial kultural sesuai Standar Kompetensi Jabatan yang ditetapkan. Berdasarkan jadwal pada pengumuman, Seleksi Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural direncanakan berlangsung pada 9–13 November 2026.
4. Penulisan Makalah
Peserta yang telah mengikuti seleksi Mansoskul selanjutnya menjalani penulisan makalah. Tema dan ketentuan penulisan disampaikan langsung oleh Panitia Seleksi pada saat pelaksanaan.
5. Presentasi dan Wawancara
Tahap berikutnya adalah presentasi dan wawancara dengan Panitia Seleksi. Peserta yang mengikutinya harus telah memenuhi syarat administrasi serta mengikuti Seleksi Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural serta penulisan makalah. Penilaian akhir dilakukan secara kumulatif dari nilai peserta pada setiap tahapan seleksi. Karena itu, persiapan Mansoskul perlu dilakukan secara serius karena hasilnya menjadi bagian dari keseluruhan penilaian Seleksi Terbuka JPT Pratama Kemenpora 2026.
Kisi-Kisi Persiapan Mansoskul JPT Pratama Kemenpora 2026
Pengumuman resmi Seleksi Terbuka JPT Pratama Kemenpora Tahun 2026 menegaskan bahwa peserta harus memiliki Kompetensi Manajerial dan Kompetensi Sosial Kultural sesuai Standar Kompetensi Jabatan. Penilaiannya dilakukan melalui Assessment Center oleh lembaga terakreditasi. seleksi-terbuka-jabatan-pimpina… seleksi-terbuka-jabatan-pimpina…
Pengumuman tersebut tidak mencantumkan rincian submateri atau bentuk soal Mansoskul. Karena itu, kisi-kisi berikut merupakan fokus persiapan yang relevan dengan karakter seleksi JPT Pratama dan tuntutan jabatan pimpinan.
1. Integritas
Fokus penilaian dapat diarahkan pada kemampuan:
- menjaga kejujuran dan akuntabilitas;
- menaati peraturan;
- menghindari konflik kepentingan;
- menolak gratifikasi atau penyalahgunaan kewenangan;
- berani mengambil tindakan terhadap pelanggaran;
- menjadi teladan bagi bawahan.
Aspek ini juga selaras dengan Pakta Integritas seleksi yang menekankan sikap transparan, jujur, objektif, akuntabel, serta pencegahan korupsi, kolusi, dan nepotisme. seleksi-terbuka-jabatan-pimpina…
2. Kerja Sama
Materi dapat berbentuk kasus mengenai:
- koordinasi lintas unit;
- membangun sinergi;
- menyelesaikan konflik antartim;
- membagi peran dan tanggung jawab;
- membangun komitmen terhadap target organisasi;
- melibatkan pemangku kepentingan.
Untuk level JPT Pratama, peserta perlu menunjukkan kemampuan membangun kerja sama tidak hanya di dalam unit, tetapi juga lintas organisasi.
3. Komunikasi
Fokusnya meliputi:
- menyampaikan kebijakan secara jelas;
- komunikasi dengan bawahan dan pimpinan;
- menyampaikan informasi sensitif;
- melakukan negosiasi;
- menangani perbedaan pendapat;
- menyampaikan keputusan yang tidak populer secara profesional.
4. Orientasi pada Hasil
Peserta dapat dihadapkan pada kondisi seperti:
- target organisasi tidak tercapai;
- keterbatasan anggaran;
- kinerja unit menurun;
- program tidak menghasilkan dampak yang diharapkan;
- terjadi keterlambatan pelaksanaan program.
Jawaban terbaik biasanya menunjukkan kemampuan menentukan prioritas, menggunakan data, menyusun langkah perbaikan, dan memastikan hasil dapat diukur.
5. Pelayanan Publik
Materi dapat menguji kemampuan:
- meningkatkan kualitas layanan;
- menangani pengaduan;
- memperbaiki proses layanan;
- menjaga kepentingan masyarakat;
- memastikan pelayanan adil dan tidak diskriminatif;
- menyeimbangkan aturan dengan kebutuhan pengguna layanan.
6. Pengembangan Diri dan Orang Lain
Untuk jabatan pimpinan, peserta perlu mampu:
- memetakan kompetensi bawahan;
- memberikan coaching dan mentoring;
- melakukan delegasi;
- memberikan umpan balik;
- menyusun pengembangan kompetensi;
- mempersiapkan kader kepemimpinan berikutnya.
7. Mengelola Perubahan
Kisi-kisi dapat berbentuk kasus mengenai:
- transformasi organisasi;
- digitalisasi layanan;
- resistensi pegawai;
- perubahan kebijakan;
- restrukturisasi;
- penerapan cara kerja baru.
Peserta perlu menunjukkan kemampuan membangun kebutuhan perubahan, mengelola resistensi, melibatkan pegawai, dan memastikan perubahan berjalan berkelanjutan.
8. Pengambilan Keputusan
Fokus soal dapat mencakup:
- keputusan dengan informasi terbatas;
- konflik kepentingan;
- risiko program;
- kondisi darurat;
- perbedaan rekomendasi dari bawahan;
- pilihan kebijakan dengan konsekuensi berbeda.
Peserta diharapkan mampu menggunakan data, analisis risiko, ketentuan, kepentingan organisasi, dan dampak kepada masyarakat sebagai dasar keputusan.
9. Perekat Bangsa dan Kompetensi Sosial Kultural
Bagian sosial kultural dapat menguji kemampuan menghadapi:
- perbedaan latar belakang;
- keberagaman sosial dan budaya;
- potensi diskriminasi;
- konflik antar kelompok;
- pelayanan kepada masyarakat yang beragam;
- kebutuhan membangun persatuan dalam organisasi.
Peserta perlu menunjukkan sikap inklusif, objektif, menghargai keberagaman, dan mampu menjaga persatuan.
Contoh Soal HOTS Mansoskul JPT Pratama Kemenpora dan Pembahasan
Berikut contoh soal HOTS yang disusun sesuai kisi-kisi integritas, kerja sama, komunikasi, orientasi hasil, pelayanan publik, pengembangan diri dan orang lain, mengelola perubahan, pengambilan keputusan, serta sosial kultural/perekat bangsa.
Soal 1 – Integritas
Anda baru menjabat sebagai pimpinan unit. Audit internal menemukan indikasi bahwa salah satu program memiliki dokumentasi pertanggungjawaban yang tidak lengkap. Program tersebut sebelumnya dipimpin pejabat senior yang memiliki pengaruh kuat dan dikenal dekat dengan sejumlah pihak penting.
Tindakan yang paling tepat adalah ….
A. Memastikan fakta melalui pemeriksaan objektif, menjaga independensi proses, dan menindaklanjuti sesuai ketentuan tanpa mempertimbangkan kedekatan personal
B. Menunda pemeriksaan agar tidak menimbulkan konflik pada awal masa jabatan
C. Meminta pejabat senior memperbaiki dokumen tanpa proses lebih lanjut
D. Menyerahkan seluruh persoalan kepada bawahan agar tidak menjadi isu pimpinan
E. Menunggu sampai terdapat laporan eksternal
Jawaban: A
Pembahasan:
Pemimpin JPT Pratama harus menjaga integritas dan objektivitas. Kedekatan, senioritas, atau pengaruh pihak tertentu tidak boleh memengaruhi proses penanganan dugaan pelanggaran.
Soal 2 – Kerja Sama
Program nasional kepemudaan melibatkan beberapa unit, tetapi masing-masing mempertahankan agenda sendiri sehingga pelaksanaan berpotensi tumpang tindih.
Langkah terbaik adalah ….
A. Menetapkan seluruh keputusan sendiri agar proses cepat
B. Menyatukan tujuan, membagi peran secara jelas, menyepakati indikator bersama, dan membangun mekanisme koordinasi lintas unit
C. Membiarkan setiap unit menjalankan program masing-masing
D. Menyerahkan koordinasi kepada unit dengan anggaran terbesar
E. Mengurangi jumlah unit yang terlibat tanpa analisis
Jawaban: B
Pembahasan:
Kerja sama pada level pimpinan bukan sekadar membagi pekerjaan, tetapi membangun tujuan bersama, kejelasan peran, dan akuntabilitas lintas unit.
Soal 3 – Komunikasi
Kebijakan baru Kemenpora memunculkan resistensi karena sebagian pegawai merasa tidak dilibatkan dalam proses perubahan.
Strategi komunikasi paling efektif adalah ….
A. Menyampaikan bahwa kebijakan wajib dilaksanakan tanpa diskusi
B. Mengirim surat edaran tanpa penjelasan tambahan
C. Menjelaskan tujuan dan dampak perubahan, membuka ruang dialog, serta memastikan pimpinan lini mampu menjawab kekhawatiran pegawai
D. Menunggu pegawai memahami kebijakan dengan sendirinya
E. Membatalkan kebijakan agar tidak terjadi konflik
Jawaban: C
Pembahasan:
Komunikasi kepemimpinan yang efektif harus mampu menjelaskan alasan perubahan, mendengar kekhawatiran, dan membangun pemahaman bersama.
Soal 4 – Orientasi pada Hasil
Evaluasi menunjukkan penyerapan anggaran tinggi, tetapi indikator manfaat program bagi pemuda tidak mengalami peningkatan berarti.
Sebagai pimpinan, tindakan terbaik adalah ….
A. Mempertahankan program karena anggaran sudah terserap
B. Meningkatkan anggaran tahun berikutnya
C. Mengganti seluruh staf pelaksana
D. Mengevaluasi hubungan antara output dan outcome, menemukan akar masalah, lalu memperbaiki desain program berdasarkan data
E. Mengurangi indikator agar target mudah tercapai
Jawaban: D
Pembahasan:
Orientasi hasil menekankan dampak dan outcome, bukan hanya tingkat penyerapan anggaran atau penyelesaian kegiatan.
Soal 5 – Pelayanan Publik
Kelompok pemuda di daerah terpencil mengeluhkan kesulitan mengakses program kementerian karena seluruh proses pendaftaran beralih ke sistem digital.
Tindakan terbaik adalah ….
A. Mempertahankan sistem karena digitalisasi sudah menjadi kebijakan
B. Menghapus seluruh layanan digital
C. Menyarankan masyarakat mencari bantuan sendiri
D. Membatasi program hanya bagi daerah dengan akses internet memadai
E. Mempertahankan efisiensi digital sambil menyediakan alternatif atau pendampingan bagi kelompok yang menghadapi keterbatasan akses
Jawaban: E
Pembahasan:
Pelayanan publik yang baik harus tetap inklusif dan mudah diakses, termasuk bagi kelompok yang menghadapi hambatan geografis atau teknologi.
Soal 6 – Pengembangan Diri dan Orang Lain
Seorang kepala bagian memiliki kompetensi teknis tinggi, tetapi kemampuan memimpin tim masih lemah sehingga sering terjadi konflik internal.
Tindakan Anda adalah ….
A. Menyusun rencana pengembangan melalui coaching, umpan balik terukur, dan penugasan yang memperkuat kapasitas kepemimpinannya
B. Segera memindahkan pejabat tersebut
C. Mengabaikan kelemahannya karena kompetensi teknisnya bagus
D. Mengambil alih seluruh tugas kepemimpinannya
E. Memberikan teguran tanpa program pengembangan
Jawaban: A
Pembahasan:
Pemimpin JPT Pratama perlu mampu mengembangkan orang lain secara sistematis melalui coaching, mentoring, feedback, dan penugasan pengembangan.
Soal 7 – Mengelola Perubahan
Penerapan sistem kerja baru mendapat penolakan dari pegawai senior yang merasa metode lama sudah berjalan baik.
Pendekatan paling efektif adalah ….
A. Memaksa implementasi tanpa penjelasan
B. Mengidentifikasi sumber resistensi, melibatkan pegawai kunci, menunjukkan manfaat perubahan, dan melakukan implementasi secara terukur
C. Membatalkan perubahan
D. Mengganti seluruh pegawai yang menolak
E. Menunda perubahan tanpa batas waktu
Jawaban: B
Pembahasan:
Mengelola perubahan membutuhkan pemetaan resistensi, komunikasi, pelibatan pihak penting, dan monitoring implementasi.
Soal 8 – Pengambilan Keputusan
Dua rekomendasi kebijakan diajukan kepada Anda. Opsi pertama menghasilkan dampak cepat tetapi memiliki risiko jangka panjang cukup tinggi. Opsi kedua memerlukan waktu lebih lama tetapi manfaatnya lebih berkelanjutan.
Langkah terbaik adalah ….
A. Memilih opsi tercepat
B. Mengikuti pendapat bawahan terbanyak
C. Membandingkan dampak, risiko, biaya, keberlanjutan, dan keselarasan dengan tujuan strategis sebelum memutuskan
D. Menunda keputusan sampai risiko hilang
E. Memilih opsi dengan biaya terbesar
Jawaban: C
Pembahasan:
Pengambilan keputusan strategis harus mempertimbangkan data, risiko, manfaat, biaya, dan dampak jangka panjang.
Soal 9 – Sosial Kultural
Program kepemudaan akan dilaksanakan di wilayah dengan karakter sosial dan budaya yang sangat berbeda dari daerah lain.
Pendekatan terbaik adalah ….
A. Menggunakan satu model program nasional tanpa penyesuaian
B. Menyerahkan seluruh keputusan kepada tokoh lokal
C. Membatasi peserta dari kelompok tertentu
D. Menyesuaikan pendekatan pelaksanaan dengan karakter lokal tanpa mengurangi tujuan dan prinsip kebijakan nasional
E. Membatalkan program agar tidak menimbulkan konflik
Jawaban: D
Pembahasan:
Kompetensi sosial kultural menuntut kemampuan memahami keberagaman dan menyesuaikan pendekatan tanpa mengorbankan tujuan organisasi.
Soal 10 – Integritas dan Konflik Kepentingan
Salah satu peserta tender program merupakan perusahaan milik kerabat dekat pejabat di unit Anda. Secara administratif perusahaan tersebut memenuhi persyaratan.
Sikap paling tepat adalah ….
A. Langsung menggugurkan perusahaan
B. Memilih perusahaan tersebut karena memenuhi persyaratan
C. Meminta pejabat terkait menentukan pemenang
D. Menyembunyikan hubungan tersebut agar proses tetap berjalan
E. Mengungkapkan potensi konflik kepentingan dan memastikan proses dilakukan secara transparan serta independen
Jawaban: E
Pembahasan:
Pakta integritas seleksi menekankan transparansi, objektivitas, akuntabilitas, dan pencegahan konflik kepentingan.
Soal 11 – Kerja Sama Strategis
Kemenpora membutuhkan dukungan pemerintah daerah, komunitas pemuda, dan sektor swasta untuk menjalankan program nasional.
Sebagai pimpinan, Anda sebaiknya ….
A. Memetakan kepentingan tiap pihak dan membangun kemitraan dengan tujuan, peran, serta ukuran keberhasilan yang jelas
B. Menyerahkan seluruh program kepada pemerintah daerah
C. Menghindari sektor swasta untuk mencegah perbedaan kepentingan
D. Menjalankan program tanpa melibatkan pihak eksternal
E. Hanya melibatkan organisasi yang sudah pernah bekerja sama
Jawaban: A
Pembahasan:
Pada level JPT Pratama, kerja sama membutuhkan kemampuan membangun jejaring strategis dan kolaborasi lintas sektor.
Soal 12 – Komunikasi Strategis
Media menyoroti keterlambatan program kementerian dan mulai muncul persepsi negatif di masyarakat.
Tindakan terbaik adalah ….
A. Tidak memberikan respons sampai pemberitaan berhenti
B. Menyampaikan informasi faktual mengenai kondisi, penyebab, tindakan korektif, dan perkembangan penyelesaian secara transparan
C. Menyalahkan unit teknis di depan publik
D. Membantah seluruh pemberitaan
E. Meminta media menghapus berita
Jawaban: B
Pembahasan:
Komunikasi strategis perlu menjaga kredibilitas organisasi melalui informasi yang faktual, transparan, dan disertai tindakan korektif.
Soal 13 – Orientasi Hasil
Sebuah program olahraga telah berjalan tiga tahun dengan capaian kegiatan yang selalu 100%, tetapi indikator partisipasi masyarakat justru stagnan.
Keputusan terbaik adalah ….
A. Mempertahankan desain karena target kegiatan tercapai
B. Menambah jumlah kegiatan tanpa evaluasi
C. Mengevaluasi teori perubahan program dan menyesuaikan intervensi berdasarkan penyebab rendahnya dampak
D. Mengubah indikator partisipasi
E. Menurunkan target
Jawaban: C
Pembahasan:
Pemimpin harus mampu membedakan output dan outcome. Banyak kegiatan tidak otomatis menghasilkan dampak yang diharapkan.
Soal 14 – Pengelolaan SDM
Dua pegawai berkinerja tinggi bersaing memperebutkan posisi strategis sehingga hubungan mereka memburuk dan mulai memengaruhi tim.
Tindakan terbaik adalah ….
A. Memilih salah satunya secepat mungkin
B. Memindahkan keduanya
C. Membiarkan karena kompetisi dapat meningkatkan kinerja
D. Mengelola konflik secara objektif, menjelaskan kriteria karier, dan mengarahkan keduanya pada kontribusi organisasi
E. Mengurangi tanggung jawab keduanya
Jawaban: D
Pembahasan:
Pemimpin harus mampu menjaga kinerja sekaligus mengelola konflik dengan kriteria yang transparan dan berbasis merit.
Soal 15 – Pelayanan Publik dan Inklusivitas
Sebuah program olahraga masyarakat memiliki partisipasi tinggi, tetapi laporan menunjukkan kelompok penyandang disabilitas hampir tidak terlibat.
Langkah terbaik adalah ….
A. Membiarkan karena jumlah peserta secara keseluruhan tinggi
B. Membuat program terpisah tanpa evaluasi
C. Menghapus target partisipasi
D. Menunggu kelompok tersebut mendaftar sendiri
E. Mengidentifikasi hambatan akses dan memperbaiki desain program agar lebih inklusif
Jawaban: E
Pembahasan:
Pelayanan publik yang berkualitas bukan hanya mengejar jumlah peserta, tetapi memastikan kelompok masyarakat dapat memperoleh kesempatan yang adil.
Soal 16 – Mengelola Perubahan
Transformasi digital meningkatkan kecepatan kerja, tetapi beberapa proses baru justru menambah beban administrasi.
Sebagai pimpinan, tindakan terbaik adalah ….
A. Mengevaluasi proses end-to-end, menghilangkan tahapan yang tidak memberi nilai tambah, dan memastikan digitalisasi benar-benar meningkatkan efektivitas
B. Mempertahankan seluruh proses karena sudah menggunakan teknologi
C. Kembali seluruhnya ke sistem manual
D. Menambah aplikasi baru
E. Menyerahkan evaluasi kepada vendor
Jawaban: A
Pembahasan:
Transformasi bukan sekadar mengganti proses manual menjadi digital. Tujuannya adalah meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan kualitas layanan.
Soal 17 – Pengambilan Keputusan Berbasis Risiko
Anda harus menentukan prioritas tiga program ketika terjadi pengurangan anggaran cukup besar.
Tindakan paling tepat adalah ….
A. Memotong semua program dengan persentase sama
B. Memprioritaskan program berdasarkan mandat, dampak strategis, manfaat publik, risiko, dan efisiensi anggaran
C. Mempertahankan program dengan anggaran terbesar
D. Memilih program yang paling populer
E. Menunda seluruh program
Jawaban: B
Pembahasan:
Pimpinan perlu menetapkan prioritas dengan mempertimbangkan nilai strategis dan dampak, bukan sekadar pembagian anggaran secara merata.
Soal 18 – Sosial Kultural dan Perekat Bangsa
Dalam kegiatan nasional, muncul ketegangan antar peserta dari dua kelompok daerah akibat stereotip budaya.
Sebagai pimpinan, Anda sebaiknya ….
A. Memisahkan kedua kelompok sepanjang kegiatan
B. Menghentikan kegiatan
C. Menghentikan eskalasi, membangun dialog objektif, menegaskan nilai kesetaraan, dan menciptakan interaksi kolaboratif
D. Menentukan kelompok yang paling bersalah berdasarkan jumlah peserta
E. Membiarkan peserta menyelesaikan sendiri
Jawaban: C
Pembahasan:
Kompetensi perekat bangsa menuntut kemampuan menjaga persatuan, mengurangi prasangka, serta menciptakan interaksi yang menghargai keberagaman.
Soal 19 – Integritas Kepemimpinan
Seorang bawahan berkinerja sangat tinggi terbukti melakukan pelanggaran prosedur untuk mempercepat pencapaian target.
Tindakan terbaik adalah ….
A. Membiarkan karena target tercapai
B. Memberikan penghargaan tetapi mengingatkan secara informal
C. Menyembunyikan pelanggaran demi reputasi unit
D. Menindak pelanggaran secara proporsional sekaligus mengevaluasi apakah target atau sistem kerja mendorong perilaku tersebut
E. Menurunkan target seluruh unit
Jawaban: D
Pembahasan:
Orientasi hasil tidak boleh mengorbankan integritas. Pemimpin juga perlu mencari akar masalah pada sistem, bukan hanya menghukum individu.
Soal 20 – Kasus Integratif JPT Pratama
Anda memimpin program prioritas yang menghadapi tiga masalah sekaligus: anggaran terbatas, penolakan dari sebagian stakeholder, dan tenggat waktu yang semakin dekat.
Langkah terbaik adalah ….
A. Fokus pada penggunaan seluruh anggaran terlebih dahulu
B. Meminta tambahan anggaran sebelum melakukan apa pun
C. Mengurangi target tanpa analisis
D. Memaksakan program karena merupakan kebijakan pusat
E. Memetakan prioritas, risiko dan stakeholder, menyesuaikan strategi, membangun dukungan, menetapkan indikator kritis, serta memonitor pelaksanaan secara berkala
Jawaban: E
Pembahasan:
Soal integratif seperti ini menguji beberapa kompetensi sekaligus: pengambilan keputusan, kerja sama, komunikasi, orientasi hasil, dan pengelolaan perubahan. Jawaban terbaik adalah yang menunjukkan pendekatan sistematis dan strategis.
Persiapkan Seleksi JPT Pratama Kemenpora

Perbanyak latihan soal Mansoskul untuk memperkuat kemampuan kepemimpinan, integritas, komunikasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan. Kunjungi fungsional.id untuk latihan soal Mansoskul JPT Pratama Kemenpora lengkap dengan materi dan pembahasan.


