Seleksi Pegawai RS Pendidikan USK Tahun 2026 membuka formasi Dokter Umum, Dokter Gigi, Perawat, dan Ahli Teknik Elektromedik. Tahap seleksi meliputi administrasi, tes kompetensi berbasis CAT, serta SKB dan wawancara. Melalui artikel Soal Tes Seleksi Pegawai RS Pendidikan USK: Materi & Pembahasan, Anda dapat mempelajari materi Intelegensia Umum, Karakteristik Pribadi, dan Kompetensi Teknis sesuai formasi yang dilamar.
Gambaran Seleksi Pegawai Tidak Tetap RS Pendidikan USK Tahun 2026
Universitas Syiah Kuala membuka Seleksi Penerimaan Pegawai Tidak Tetap Formasi Umum Tahun Anggaran 2026 untuk memenuhi kebutuhan tenaga kependidikan dan tenaga kesehatan di Rumah Sakit Pendidikan USK.
Formasi yang dibuka meliputi:
- Dokter Umum sebanyak 1 formasi;
- Dokter Gigi sebanyak 1 formasi;
- Perawat Profesi Ners sebanyak 12 formasi;
- Ahli Teknik Elektromedik sebanyak 1 formasi.
Beberapa formasi juga memiliki persyaratan khusus. Dokter Umum wajib memiliki STR, sedangkan sertifikat ATLS/ACLS dan pengalaman kerja minimal satu tahun lebih diutamakan. Perawat wajib memiliki STR, sementara sertifikat BTCLS dan pengalaman kerja minimal satu tahun juga menjadi nilai tambah. Ahli Teknik Elektromedik wajib memiliki STR dan pengalaman kerja minimal satu tahun lebih diutamakan.
Proses seleksi terdiri dari Seleksi Administrasi, Seleksi Kompetensi berbasis CAT, serta Seleksi Kompetensi Bidang dan Wawancara. Materi Seleksi Kompetensi meliputi:
- Intelegensia Umum;
- Karakteristik Pribadi;
- Kompetensi Teknis.
Karena itu, peserta perlu mempersiapkan kemampuan dasar sekaligus kompetensi teknis sesuai formasi yang dilamar agar lebih siap menghadapi seluruh tahapan seleksi.
Persyaratan dan Tahapan Seleksi Pegawai RS Pendidikan USK 2026
Peserta Seleksi Pegawai Tidak Tetap RS Pendidikan Universitas Syiah Kuala Tahun 2026 harus memenuhi persyaratan umum dan khusus sesuai formasi yang dilamar.
1. Persyaratan Umum
Beberapa persyaratan utama meliputi:
- Warga Negara Indonesia;
- sehat jasmani dan rohani;
- berusia minimal 18 tahun dan maksimal 35 tahun per 30 Oktober 2026;
- tidak sedang terikat kontrak kerja atau ikatan dinas dengan instansi lain;
- memiliki pendidikan sesuai kebutuhan formasi;
- memenuhi kompetensi atau sertifikasi khusus apabila dipersyaratkan.
2. Dokumen Pendaftaran
Pelamar perlu menyiapkan:
- surat lamaran;
- KTP;
- pas foto terbaru;
- ijazah;
- transkrip nilai;
- surat keterangan sehat;
- daftar riwayat hidup;
- surat pernyataan tidak terikat kepegawaian dengan instansi lain;
- STR, sertifikat, atau dokumen pendukung lain sesuai formasi.
Pendaftaran dilakukan melalui laman rekrutmen SDM Universitas Syiah Kuala dengan memilih jabatan, unit penempatan, dan homebase yang dituju.
3. Seleksi Administrasi
Pada tahap ini panitia memeriksa kesesuaian kualifikasi dan kelengkapan dokumen. Peserta yang dinyatakan lolos berhak mengikuti Seleksi Kompetensi.
4. Seleksi Kompetensi Berbasis CAT
Seleksi Kompetensi dilaksanakan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) dengan materi:
- Intelegensia Umum;
- Karakteristik Pribadi;
- Kompetensi Teknis.
Tahap ini menjadi bagian penting karena menguji kemampuan dasar sekaligus kesiapan peserta sesuai jabatan yang dilamar.
5. SKB dan Wawancara
Peserta dengan nilai tertinggi dapat melanjutkan ke Seleksi Kompetensi Bidang dan Wawancara. Jumlah peserta yang mengikuti tahap ini paling banyak dua kali jumlah formasi yang tersedia.
SKB dan wawancara dilaksanakan secara langsung dengan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan, kualifikasi, dan karakteristik jabatan.
Dengan demikian, peserta perlu mempersiapkan diri dari sisi administrasi, kemampuan dasar, karakteristik pribadi, kompetensi teknis, serta kemampuan menjelaskan pengalaman dan kesiapan kerja saat wawancara.
Kisi-Kisi Seleksi Pegawai RS Pendidikan USK 2026
Berdasarkan pengumuman yang Anda kirimkan, materi Seleksi Kompetensi terdiri dari Intelegensia Umum, Karakteristik Pribadi, dan Kompetensi Teknis. Setelah itu, peserta dengan nilai tertinggi dapat mengikuti SKB dan Wawancara.
1. Intelegensia Umum
Fokus materi:
- kemampuan verbal;
- sinonim dan antonim;
- analogi;
- pemahaman bacaan;
- numerik;
- persentase dan perbandingan;
- deret angka;
- logika;
- penalaran analitis;
- pemecahan masalah.
2. Karakteristik Pribadi
Materi dapat mencakup:
- integritas;
- tanggung jawab;
- disiplin;
- kerja sama;
- komunikasi;
- pelayanan;
- pengendalian diri;
- adaptasi;
- orientasi hasil;
- pengambilan keputusan.
Soal biasanya berbentuk situasi kerja dan meminta peserta memilih tindakan yang paling profesional.
3. Kompetensi Teknis Dokter Umum
Fokus persiapan:
- pelayanan klinis;
- anamnesis dan pemeriksaan;
- kegawatdaruratan;
- patient safety;
- PPI;
- penggunaan obat;
- rujukan;
- dokumentasi medis.
4. Kompetensi Teknis Dokter Gigi
Materi:
- pemeriksaan dan diagnosis;
- karies dan penyakit periodontal;
- infeksi odontogenik;
- tindakan dasar kedokteran gigi;
- kegawatdaruratan dental;
- PPI;
- patient safety;
- rujukan.
5. Kompetensi Teknis Perawat
Fokus:
- asuhan keperawatan;
- triase;
- ABCDE;
- BHD;
- kegawatdaruratan;
- pemberian obat;
- komunikasi terapeutik;
- dokumentasi;
- patient safety;
- PPI.
6. Kompetensi Teknis Ahli Teknik Elektromedik
Materi dapat difokuskan pada:
- fungsi dan penggunaan alat elektromedik;
- pemeriksaan kondisi alat;
- pemeliharaan;
- troubleshooting;
- keselamatan listrik;
- kalibrasi;
- dokumentasi pemeliharaan;
- keselamatan penggunaan alat kesehatan.
7. SKB dan Wawancara
Pada tahap ini, materi akan disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik jabatan yang dilamar.
Fokus persiapan:
- pengalaman kerja;
- penguasaan teknis;
- penyelesaian kasus;
- komunikasi;
- motivasi bekerja;
- integritas;
- kerja sama;
- kesiapan bekerja di lingkungan rumah sakit pendidikan.
Contoh Soal HOTS Seleksi Pegawai RS Pendidikan USK dan Pembahasan
Berdasarkan pengumuman seleksi, tes kompetensi mencakup Intelegensia Umum, Karakteristik Pribadi, dan Kompetensi Teknis. Karena pengumuman tidak merinci submateri teknis setiap jabatan, contoh berikut disusun sebagai model latihan HOTS yang disesuaikan dengan karakteristik formasi Dokter Umum, Dokter Gigi, Perawat, dan Ahli Teknik Elektromedik.
Soal 1 – Intelegensia Umum
Sebuah unit memiliki 24 pegawai. Sebanyak 1/3 bertugas pagi, 25% bertugas sore, dan sisanya malam. Berapa pegawai yang bertugas malam?
A. 10 orang
B. 8 orang
C. 9 orang
D. 11 orang
E. 12 orang
Jawaban: A
Pembahasan:
Shift pagi = 1/3 × 24 = 8 orang. Shift sore = 25% × 24 = 6 orang. Jadi, shift malam = 24 − 8 − 6 = 10 orang.
Soal 2 – Penalaran Analitis
Semua tenaga kesehatan yang bertugas di ruang tertentu wajib mengikuti orientasi keselamatan. Sebagian perawat bertugas di ruang tersebut. Kesimpulan yang paling tepat adalah ….
A. Semua peserta orientasi adalah perawat
B. Sebagian perawat wajib mengikuti orientasi keselamatan
C. Semua perawat bertugas di ruang tersebut
D. Tidak ada dokter yang mengikuti orientasi
E. Seluruh tenaga kesehatan adalah perawat
Jawaban: B
Pembahasan:
Karena sebagian perawat termasuk tenaga kesehatan yang bertugas di ruang tersebut, maka sebagian perawat wajib mengikuti orientasi keselamatan.
Soal 3 – Karakteristik Pribadi
Anda mengetahui rekan kerja hampir melakukan kesalahan pencatatan yang belum menimbulkan dampak terhadap pelayanan. Tindakan terbaik adalah ….
A. Membiarkannya karena belum terjadi kerugian
B. Menyampaikan kepada rekan lain agar menjadi pelajaran
C. Mengingatkan rekan, membantu melakukan koreksi, dan mengikuti prosedur pelaporan yang berlaku
D. Langsung menyalahkan rekan di hadapan tim
E. Menunggu hingga atasan mengetahui sendiri
Jawaban: C
Pembahasan:
Pilihan terbaik menunjukkan integritas, kerja sama, komunikasi profesional, dan orientasi keselamatan.
Soal 4 – Karakteristik Pribadi
Dua pekerjaan penting harus diselesaikan hampir bersamaan, sedangkan waktu dan sumber daya terbatas. Sikap paling tepat adalah ….
A. Mengerjakan tugas yang paling mudah
B. Menunda keduanya
C. Memilih pekerjaan yang disukai
D. Menentukan prioritas berdasarkan urgensi dan dampak, kemudian mengoordinasikan pekerjaan
E. Menyerahkan seluruh tugas kepada rekan
Jawaban: D
Pembahasan:
Kemampuan menentukan prioritas berdasarkan urgensi, risiko, dan dampak pelayanan merupakan bagian penting dalam pengambilan keputusan.
Soal 5
Seorang pasien datang dengan nyeri dada hebat, berkeringat dingin, dan tampak sesak. Ruang pelayanan sedang cukup ramai.
Tindakan awal yang paling tepat adalah ….
A. Menunggu seluruh pemeriksaan laboratorium selesai
B. Memberikan obat simptomatik lalu meminta pasien menunggu
C. Mengutamakan pencatatan administrasi
D. Mengarahkan pasien untuk kembali jika keluhan memburuk
E. Melakukan penilaian kegawatdaruratan dan stabilisasi awal sesuai prioritas ABCDE
Jawaban: E
Pembahasan:
Gejala menunjukkan kondisi yang berpotensi mengancam jiwa. Prioritas pertama adalah penilaian cepat dan stabilisasi, bukan administrasi atau pemeriksaan lanjutan terlebih dahulu.
Soal 6
Dokter menerima pasien dengan penurunan kesadaran dan informasi riwayat penyakit belum lengkap. Keluarga belum tiba.
Langkah terbaik adalah ….
A. Melakukan penilaian dan tindakan emergensi berdasarkan kondisi klinis sambil mencari informasi tambahan
B. Menunggu keluarga sebelum melakukan tindakan apa pun
C. Menunda pemeriksaan hingga data administratif lengkap
D. Memberikan obat berdasarkan dugaan tanpa pemeriksaan
E. Langsung merujuk tanpa stabilisasi
Jawaban: A
Pembahasan:
Pada kondisi emergensi, keselamatan pasien menjadi prioritas. Pemeriksaan dan stabilisasi harus dilakukan sambil melengkapi informasi yang tersedia.
Soal 7
Hasil pemeriksaan pasien menunjukkan kondisi di luar kemampuan fasilitas yang tersedia di unit pelayanan.
Keputusan paling tepat adalah ….
A. Tetap menangani sampai selesai
B. Melakukan stabilisasi awal kemudian merujuk sesuai indikasi
C. Meminta keluarga menentukan terapi sendiri
D. Menunda rujukan sampai seluruh pemeriksaan lengkap
E. Menghentikan pelayanan
Jawaban: B
Pembahasan:
Prinsip pelayanan yang aman adalah melakukan stabilisasi sesuai kemampuan, kemudian merujuk apabila pasien membutuhkan fasilitas atau kompetensi yang lebih tinggi.
Soal 8
Dokter menemukan hasil pemeriksaan yang tidak sesuai dengan diagnosis awal.
Tindakan yang paling tepat adalah ….
A. Tetap menggunakan diagnosis pertama
B. Mengabaikan hasil pemeriksaan baru
C. Mengevaluasi kembali diagnosis berdasarkan seluruh data klinis yang tersedia
D. Langsung mengganti seluruh terapi tanpa evaluasi
E. Menunggu kondisi memburuk
Jawaban: C
Pembahasan:
Pendekatan klinis yang baik bersifat dinamis. Diagnosis perlu dievaluasi kembali ketika muncul data baru yang bermakna.
Soal 9
Pasien datang dengan pembengkakan wajah akibat dugaan infeksi odontogenik disertai kesulitan membuka mulut dan menelan.
Prioritas tindakan adalah ….
A. Langsung melakukan perawatan kosmetik
B. Memberikan obat tanpa pemeriksaan
C. Menjadwalkan kontrol beberapa minggu kemudian
D. Menilai risiko penyebaran infeksi dan gangguan jalan napas sebelum menentukan tindakan lanjutan
E. Melakukan tindakan elektif terlebih dahulu
Jawaban: D
Pembahasan:
Infeksi odontogenik dengan tanda penyebaran dapat berkembang menjadi kondisi serius. Penilaian terhadap jalan napas dan luas infeksi menjadi prioritas.
Soal 10
Sebelum tindakan pencabutan, dokter gigi menemukan identitas gigi pada catatan berbeda dengan hasil pemeriksaan klinis.
Tindakan terbaik adalah ….
A. Mengikuti catatan lama
B. Meminta pasien memilih gigi
C. Melakukan pencabutan berdasarkan perkiraan
D. Membatalkan seluruh pelayanan
E. Melakukan verifikasi ulang identitas pasien, lokasi gigi, pemeriksaan klinis, dan data penunjang
Jawaban: E
Pembahasan:
Verifikasi lokasi tindakan merupakan bagian penting dari patient safety untuk mencegah tindakan pada lokasi yang salah.
Soal 11
Pasien memiliki riwayat alergi terhadap salah satu obat yang biasa digunakan setelah tindakan dental.
Tindakan paling tepat adalah ….
A. Memilih alternatif terapi yang aman setelah mengevaluasi riwayat alergi
B. Tetap memberikan obat dengan dosis lebih kecil
C. Mengabaikan riwayat alergi karena belum tentu terjadi
D. Memberikan seluruh obat profilaksis
E. Meminta pasien mencoba obat terlebih dahulu
Jawaban: A
Pembahasan:
Riwayat alergi harus menjadi pertimbangan utama sebelum pemberian obat agar risiko reaksi yang membahayakan dapat dicegah.
Soal 12
Pasien mengalami perdarahan setelah tindakan dental yang tidak berhenti seperti yang diharapkan.
Langkah terbaik adalah ….
A. Langsung meminta pasien pulang
B. Melakukan penilaian penyebab, kontrol perdarahan, serta menilai kebutuhan tindakan atau rujukan lebih lanjut
C. Memberikan antibiotik saja
D. Menunggu tanpa observasi
E. Mengabaikan karena merupakan efek biasa
Jawaban: B
Pembahasan:
Perdarahan yang berlanjut harus dievaluasi secara sistematis untuk menentukan penyebab dan tindakan yang sesuai.
Soal 13
Perawat menerima beberapa pasien secara bersamaan. Salah satunya mengalami sesak berat, satu pasien mengeluh nyeri sedang, sedangkan dua lainnya dalam kondisi stabil.
Prioritas pelayanan adalah ….
A. Pasien yang datang terlebih dahulu
B. Pasien yang paling banyak mengeluh
C. Pasien dengan sesak berat karena memiliki risiko gangguan jalan napas dan pernapasan
D. Pasien yang didampingi keluarga
E. Pasien yang proses administrasinya selesai
Jawaban: C
Pembahasan:
Triase mengutamakan kondisi dengan ancaman terhadap airway, breathing, dan circulation dibanding urutan kedatangan.
Soal 14
Saat akan memberikan obat, perawat menemukan nama pasien hampir sama dengan pasien lain di ruangan yang sama.
Tindakan terbaik adalah ….
A. Menggunakan nomor tempat tidur
B. Mengandalkan ingatan
C. Bertanya kepada keluarga saja
D. Melakukan identifikasi pasien menggunakan sedikitnya dua identitas sesuai prosedur sebelum pemberian obat
E. Memberikan obat kemudian mengecek data
Jawaban: D
Pembahasan:
Identifikasi pasien sebelum pemberian obat merupakan prinsip penting dalam pencegahan medication error.
Soal 15
Perawat menemukan perubahan mendadak pada tekanan darah dan tingkat kesadaran pasien.
Tindakan paling tepat adalah ….
A. Menunggu pergantian shift
B. Hanya mencatat pada rekam medis
C. Meminta keluarga mengamati pasien
D. Melanjutkan aktivitas rutin
E. Melakukan penilaian segera, intervensi sesuai kewenangan, dan melaporkan kondisi kepada tenaga medis terkait
Jawaban: E
Pembahasan:
Perubahan kondisi yang signifikan membutuhkan respons cepat, penilaian ulang, komunikasi, dan eskalasi.
Soal 16
Setelah melakukan tindakan, perawat baru menyadari dokumentasi belum dibuat.
Tindakan yang paling tepat adalah ….
A. Mendokumentasikan tindakan secara akurat sesuai ketentuan tanpa memanipulasi waktu atau informasi
B. Meminta rekan menuliskan tindakan
C. Tidak perlu mendokumentasikan
D. Mengubah catatan sebelumnya
E. Membuat data berdasarkan perkiraan
Jawaban: A
Pembahasan:
Dokumentasi harus lengkap, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan karena menjadi bagian dari kesinambungan pelayanan.
Soal 17
Sebuah monitor pasien menunjukkan hasil tidak stabil dan berbeda dengan kondisi klinis pasien.
Tindakan awal teknisi elektromedik yang paling tepat adalah ….
A. Mengganti seluruh komponen
B. Menghentikan penggunaan alat yang dicurigai bermasalah dan melakukan pemeriksaan sistematis sesuai prosedur
C. Menganggap alat tetap normal
D. Mengubah hasil pembacaan secara manual
E. Membiarkan tenaga kesehatan mencoba berulang kali
Jawaban: B
Pembahasan:
Jika fungsi alat diragukan, keselamatan pengguna dan pasien harus didahulukan sebelum troubleshooting lebih lanjut.
Soal 18
Sebuah alat selesai diperbaiki setelah mengalami kerusakan pada bagian tertentu.
Sebelum dikembalikan ke unit pengguna, teknisi seharusnya ….
A. Langsung menyerahkan alat
B. Hanya membersihkan bagian luar
C. Melakukan pengujian fungsi dan keselamatan sesuai prosedur serta mendokumentasikan hasilnya
D. Meminta pengguna menguji sendiri
E. Menganggap alat aman karena sudah menyala
Jawaban: C
Pembahasan:
Alat yang telah diperbaiki perlu melalui pemeriksaan fungsi dan keselamatan sebelum kembali digunakan.
Soal 19
Hasil pemeliharaan menunjukkan sebuah alat medis masih dapat berfungsi, tetapi nilai pengukurannya mulai menyimpang dari toleransi.
Keputusan terbaik adalah ….
A. Tetap digunakan karena masih menyala
B. Mengubah data pemeriksaan
C. Membiarkan sampai alat rusak total
D. Melakukan kalibrasi atau tindak lanjut teknis sebelum alat digunakan kembali untuk pelayanan
E. Mengurangi frekuensi penggunaannya
Jawaban: D
Pembahasan:
Alat pengukuran harus memiliki akurasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Penyimpangan di luar toleransi memerlukan tindak lanjut teknis.
Soal 20
Teknisi menerima laporan kerusakan pada perangkat yang digunakan untuk pelayanan penting, sementara pada saat yang sama terdapat pekerjaan pemeliharaan rutin alat lain.
Tindakan yang paling tepat adalah ….
A. Menyelesaikan pekerjaan berdasarkan urutan laporan
B. Mengabaikan laporan kerusakan
C. Memilih alat yang paling mudah diperbaiki
D. Menunda seluruh pekerjaan
E. Memprioritaskan berdasarkan risiko terhadap keselamatan dan keberlangsungan pelayanan, kemudian mengatur pekerjaan lainnya
Jawaban: E
Pembahasan:
Penentuan prioritas harus mempertimbangkan tingkat risiko, urgensi, dan dampak terhadap pelayanan pasien.
Maksimalkan Persiapan Seleksi Pegawai RS Pendidikan USK

Perbanyak latihan agar Anda lebih siap menghadapi Intelegensia Umum, Karakteristik Pribadi, Kompetensi Teknis, SKB, dan wawancara sesuai formasi yang dilamar. Kunjungi fungsional.id untuk mendapatkan lebih banyak latihan Soal Tes Seleksi Pegawai RS Pendidikan USK lengkap dengan materi, kisi-kisi, kunci jawaban, pembahasan, dan simulasi ujian.


