Seleksi CPNS dan PPPK di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) membuka berbagai jabatan teknis dan fungsional yang berperan langsung dalam pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan, seperti pengawas kehutanan, penyuluh, hingga pengelola data lingkungan. Setiap jabatan memiliki tuntutan kompetensi yang berbeda, sehingga pelamar perlu menyesuaikan persiapan dengan karakteristik jabatan yang dilamar.
Dalam sistem seleksi CASN berbasis CAT BKN/SSCASN, CPNS mengikuti SKD dan SKB yang disesuaikan dengan jabatan formasi, sedangkan PPPK menitikberatkan pada penguasaan kompetensi teknis jabatan. Oleh karena itu, latihan menggunakan Soal CPNS PPPK Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang disusun sesuai kisi-kisi dan kebutuhan jabatan menjadi langkah efektif untuk meningkatkan kesiapan dan peluang lolos seleksi.
Table of Contents
ToggleKisi Kisi Soal CPNS PPPK Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Terbaru

Kisi-kisi CPNS dan PPPK Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terbaru memberikan gambaran materi dan kompetensi yang akan diujikan dalam seleksi CASN Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berbasis CAT. Dengan memahami ruang lingkup tersebut, Anda dapat menyiapkan strategi belajar yang lebih terarah dan efektif sesuai kebutuhan seleksi.
A. KOMPETENSI DASAR (SKD CPNS)
- Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)
Aspek ini menguji pemahaman ideologi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, serta kemampuan mengaitkan nilai-nilai kebangsaan dengan tugas ASN di sektor lingkungan hidup dan kehutanan.
- Tes Intelegensi Umum (TIU)
Kompetensi ini menilai kemampuan penalaran verbal, numerik, dan logis, termasuk kemampuan analisis data dan pemecahan masalah yang dibutuhkan dalam perumusan kebijakan dan pelaksanaan program KLHK.
- Tes Karakteristik Pribadi (TKP)
Aspek ini mengukur integritas, etika kerja, kemampuan bekerja sama, orientasi pelayanan publik, adaptasi terhadap perubahan, serta kepedulian terhadap isu lingkungan dan sosial.
B. KOMPETENSI TEKNIS (SKB CPNS & UKOM PPPK)
- Kebijakan Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Aspek ini menilai pemahaman terhadap kebijakan nasional di bidang lingkungan hidup dan kehutanan, termasuk perlindungan lingkungan, pengelolaan hutan, perubahan iklim, konservasi sumber daya alam, serta peran KLHK dalam pembangunan berkelanjutan.
- Pengelolaan Lingkungan Hidup
Kompetensi ini menguji kemampuan memahami dan menerapkan prinsip pengelolaan lingkungan, seperti pengendalian pencemaran, pengelolaan limbah, AMDAL, UKL-UPL, serta instrumen perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
- Pengelolaan Kehutanan
Aspek ini menilai pemahaman mengenai tata kelola kehutanan, pengelolaan hutan lestari, perizinan kehutanan, rehabilitasi hutan dan lahan, serta pemanfaatan hasil hutan secara berkelanjutan.
- Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem
Kompetensi ini menguji pengetahuan tentang konservasi keanekaragaman hayati, pengelolaan kawasan konservasi, perlindungan satwa dan tumbuhan, serta upaya pelestarian ekosistem darat dan perairan.
- Pengendalian Perubahan Iklim
Aspek ini menilai pemahaman tentang mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, inventarisasi gas rumah kaca, kebijakan penurunan emisi, serta peran sektor kehutanan dan lingkungan dalam pencapaian target iklim nasional.
- Penegakan Hukum Lingkungan dan Kehutanan
Kompetensi ini mengukur pemahaman terhadap instrumen hukum lingkungan dan kehutanan, pengawasan, sanksi administratif, pidana, dan perdata, serta peran ASN dalam mendukung penegakan hukum yang adil dan berintegritas.
- Pengelolaan Data, Informasi, dan Pelaporan
Aspek ini menilai kemampuan mengelola data lingkungan dan kehutanan, penyusunan laporan teknis, pemanfaatan sistem informasi, serta pengambilan keputusan berbasis data.
- Pemberdayaan Masyarakat dan Perhutanan Sosial
Kompetensi ini menguji pemahaman terhadap pendekatan pemberdayaan masyarakat, perhutanan sosial, kemitraan kehutanan, serta penguatan peran masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkeadilan.
- Keselamatan Kerja dan Etika ASN Lingkungan
Aspek ini menilai penerapan keselamatan dan kesehatan kerja di lapangan, etika profesi ASN, serta sikap bertanggung jawab dalam menjalankan tugas di wilayah kerja KLHK.
C. KOMPETENSI MANAJERIAL & SOSIAL KULTURAL (KHUSUS PPPK)
- Manajemen Kinerja dan Kerja Tim
Aspek ini mengukur kemampuan merencanakan pekerjaan, bekerja dalam tim lintas sektor, serta berkontribusi secara efektif dalam pencapaian target organisasi KLHK.
Pelayanan Publik dan Sensitivitas Sosial Kompetensi ini menilai kemampuan memberikan pelayanan publik yang adil, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat, dengan memperhatikan keragaman sosial dan budaya di wilayah kerja.
Contoh Soal CPNS PPPK Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Contoh soal CPNS dan PPPK Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan disusun selaras dengan kisi-kisi seleksi CPNS PPPK Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan agar peserta memahami keterkaitan materi dan bentuk soal dalam tes berbasis CAT. Melalui latihan ini, Anda dapat meningkatkan pemahaman konsep dan kesiapan menghadapi seleksi CPNS PPPK secara lebih efektif.
Soal Nomor 1
Sebagai ASN di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pemahaman terhadap Pancasila menjadi landasan utama dalam menjalankan tugas. Nilai-nilai Pancasila tidak hanya bersifat normatif, tetapi harus diwujudkan dalam kebijakan dan tindakan nyata. Dalam konteks pengelolaan lingkungan, prinsip keadilan sosial dan kemanusiaan sangat relevan. ASN dituntut mampu menyeimbangkan kepentingan pembangunan dan pelestarian lingkungan. Hal ini juga berkaitan dengan perlindungan hak masyarakat sekitar hutan. Nilai Pancasila yang paling tepat menjadi dasar tersebut adalah …
A. Ketuhanan Yang Maha Esa
B. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
C. Persatuan Indonesia
D. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan
E. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Jawaban: E
Pembahasan: Keadilan sosial menekankan keseimbangan kepentingan pembangunan, lingkungan, dan masyarakat, sehingga sangat relevan dalam pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan.
Soal Nomor 2
NKRI menegaskan bahwa seluruh wilayah Indonesia merupakan satu kesatuan yang utuh. Dalam pengelolaan sumber daya alam, prinsip ini menghindarkan adanya eksploitasi berlebihan di satu daerah. ASN KLHK harus memahami bahwa kebijakan lingkungan bersifat nasional dan berdampak lintas wilayah. Setiap kebijakan daerah tetap berada dalam kerangka NKRI. Hal ini bertujuan menjaga keberlanjutan ekosistem secara menyeluruh. Prinsip NKRI tersebut mencerminkan konsep …
A. Desentralisasi penuh
B. Federalisme
C. Kesatuan wilayah
D. Otonomi mutlak daerah
E. Demokrasi langsung
Jawaban: C
Pembahasan: NKRI menekankan kesatuan wilayah dan kebijakan nasional yang terintegrasi, termasuk dalam pengelolaan lingkungan dan kehutanan.
Soal Nomor 3
Seorang ASN KLHK diminta menyusun laporan hasil pengawasan lingkungan. Laporan tersebut harus disusun secara sistematis, objektif, dan mudah dipahami. Kesalahan dalam memilih kata dapat menimbulkan multitafsir kebijakan. Oleh karena itu, kemampuan memahami makna kata sangat penting. Kata “berkelanjutan” dalam konteks lingkungan paling tepat bermakna …
A. Berorientasi keuntungan jangka pendek
B. Dilakukan secara terus-menerus tanpa batas
C. Mengutamakan kepentingan ekonomi
D. Memperhatikan keseimbangan masa kini dan masa depan
E. Dilaksanakan sesuai instruksi pimpinan
Jawaban: D
Pembahasan: Berkelanjutan berarti memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang.
Soal Nomor 4
KLHK melakukan rehabilitasi hutan seluas 1.200 hektare. Pada tahap pertama telah direhabilitasi 35% dari total luas. Tahap kedua direncanakan 25% dari sisa lahan. Sisanya akan dikerjakan pada tahap akhir. Perhitungan luas tahap akhir harus dilakukan secara cermat agar anggaran tepat sasaran. Luas rehabilitasi pada tahap akhir adalah …
A. 588 hektare
B. 585 hektare
C. 555 hektare
D. 858 hektare
E. 888 hektare
Jawaban: B
Pembahasan: Tahap 1 = 420 ha, sisa 780 ha. Tahap 2 = 25% × 780 = 195 ha. Sisa akhir = 780 − 195 = 585 ha.Setelah tahap pertama dan kedua, sisa rehabilitasi adalah 585 hektare.
Soal Nomor 5
Jika suatu kawasan hutan rusak, maka fungsi ekologis akan menurun. Jika fungsi ekologis menurun, maka risiko bencana meningkat. Fakta menunjukkan kawasan A mengalami kerusakan hutan yang signifikan. Berdasarkan pola hubungan tersebut, kesimpulan yang paling logis adalah …
A. Kawasan A tidak berisiko bencana
B. Risiko bencana di kawasan A meningkat
C. Kerusakan hutan tidak memengaruhi bencana
D. Fungsi ekologis kawasan A tetap stabil
E. Risiko bencana hanya dipengaruhi faktor iklim
Jawaban: B
Pembahasan: Berdasarkan penalaran sebab-akibat, kerusakan hutan meningkatkan risiko bencana.
Soal Nomor 6
Dalam tim pengawasan lingkungan, terjadi perbedaan pendapat antaranggota. Masing-masing memiliki latar belakang keilmuan yang berbeda. Kondisi ini berpotensi menghambat kinerja jika tidak dikelola dengan baik. Sebagai ASN, sikap yang paling tepat adalah …
A. Memaksakan pendapat pribadi
B. Menghindari diskusi tim
C. Mengutamakan kerja sama dan musyawarah
D. Menunggu perintah pimpinan saja
E. Menyerahkan tugas kepada pihak lain
Jawaban: C
Pembahasan: Kerjasama dan musyawarah mencerminkan etika ASN dan mendukung kinerja tim.
Soal Nomor 7
ASN KLHK sering dihadapkan pada tuntutan masyarakat terkait pencemaran lingkungan. Tidak semua tuntutan dapat langsung dipenuhi karena keterbatasan kewenangan. Namun, sikap pelayanan publik tetap harus dijaga. Tindakan paling tepat adalah …
A. Menolak laporan masyarakat
B. Mengabaikan keluhan yang tidak mendesak
C. Menunda penanganan tanpa alasan
D. Menyalahkan pihak lain
E. Memberikan penjelasan dan solusi sesuai prosedur
Jawaban: E
Pembahasan: ASN wajib bersikap responsif dan memberikan pelayanan yang jelas serta profesional.
Soal Nomor 8
Kebijakan lingkungan nasional bertujuan melindungi fungsi lingkungan hidup. Prinsip pencegahan menjadi bagian penting dalam kebijakan tersebut. Hal ini berarti kerusakan lingkungan harus dicegah sebelum terjadi. Instrumen yang paling mencerminkan prinsip pencegahan adalah …
A. Sanksi pidana
B. Pemulihan pasca pencemaran
C. AMDAL
D. Gugatan perdata
E. Denda administratif
Jawaban: C
Pembahasan: AMDAL berfungsi mencegah dampak negatif sebelum kegiatan dilaksanakan.
Soal Nomor 9
AMDAL dan UKL-UPL merupakan instrumen penting dalam pengelolaan lingkungan. Keduanya bertujuan mengendalikan dampak kegiatan terhadap lingkungan. Perbedaan utama keduanya terletak pada …
A. Skala dan dampak kegiatan
B. Jenis sanksi
C. Waktu pelaksanaan
D. Pelaksana pengawasan
E. Bentuk laporan
Jawaban: A
Pembahasan: AMDAL untuk kegiatan berdampak besar dan penting, sedangkan UKL-UPL untuk dampak lebih kecil.
Soal Nomor 10
Pengelolaan hutan lestari menekankan keseimbangan aspek ekologi, ekonomi, dan sosial. Eksploitasi tanpa kendali akan merusak fungsi hutan. Oleh karena itu, perizinan kehutanan harus dilakukan secara ketat. Tujuan utama prinsip ini adalah …
A. Meningkatkan pendapatan jangka pendek
B. Memaksimalkan hasil hutan
C. Mengurangi peran masyarakat
D. Menjamin keberlanjutan fungsi hutan
E. Mempercepat alih fungsi lahan
Jawaban: D
Pembahasan: Hutan lestari bertujuan menjaga fungsi hutan untuk generasi sekarang dan mendatang.
Soal Nomor 11
Konservasi keanekaragaman hayati tidak hanya melindungi satwa dan tumbuhan. Upaya ini juga menjaga keseimbangan ekosistem. Kawasan konservasi memiliki fungsi penting dalam pelestarian tersebut. Contoh kawasan konservasi adalah …
A. Kawasan industri
B. Kawasan pemukiman
C. Taman nasional
D. Kawasan perdagangan
E. Kawasan ekonomi khusus
Jawaban: C
Pembahasan: Taman nasional ditetapkan khusus untuk konservasi sumber daya alam dan ekosistem.
Soal Nomor 12
Sektor kehutanan memiliki peran strategis dalam mitigasi perubahan iklim. Hutan berfungsi sebagai penyerap karbon. Deforestasi akan meningkatkan emisi gas rumah kaca. Oleh karena itu, kebijakan penurunan emisi harus melibatkan sektor kehutanan. Peran utama hutan dalam mitigasi iklim adalah …
A. Penghasil oksigen
B. Penyerap karbon
C. Pengatur cuaca lokal
D. Sumber ekonomi masyarakat
E. Penyedia bahan baku industri
Jawaban: B
Pembahasan: Hutan menyerap karbon sehingga menurunkan konsentrasi gas rumah kaca.
Soal Nomor 13
Penegakan hukum lingkungan bertujuan memberikan efek jera. Sanksi administratif sering digunakan sebagai langkah awal. Sanksi ini bersifat cepat dan langsung. Contoh sanksi administratif adalah …
A. Pencabutan izin
B. Gugatan perdata
C. Penjara
D. Denda pidana
E. Hukuman badan
Jawaban: A
Pembahasan: Pencabutan izin merupakan sanksi administratif dalam hukum lingkungan.
Soal Nomor 14
Pengambilan keputusan di KLHK harus berbasis data. Data yang tidak akurat dapat menghasilkan kebijakan keliru. Oleh karena itu, pengelolaan data menjadi aspek penting. Prinsip utama pengelolaan data adalah …
A. Cepat dan murah
B. Lengkap dan subjektif
C. Akurat dan dapat dipertanggungjawabkan
D. Bersifat rahasia seluruhnya
E. Mengikuti intuisi pimpinan
Jawaban: C
Pembahasan: Data harus akurat agar keputusan yang diambil tepat dan kredibel.
Soal Nomor 15
Perhutanan sosial bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. Program ini juga mendorong partisipasi aktif masyarakat. Keterlibatan masyarakat akan memperkuat pengelolaan hutan. Prinsip utama perhutanan sosial adalah …
A. Sentralisasi pengelolaan
B. Eksploitasi maksimal
C. Pengurangan peran lokal
D. Kepentingan investor
E. Partisipasi dan keadilan
Jawaban: E
Pembahasan: Perhutanan sosial menekankan keadilan dan partisipasi masyarakat.
Soal Nomor 16
ASN KLHK sering bekerja di lapangan dengan risiko tinggi. Keselamatan kerja menjadi prioritas utama. Penerapan K3 bertujuan melindungi ASN dari kecelakaan kerja. Sikap paling tepat adalah …
A. Mengabaikan prosedur keselamatan
B. Mengutamakan kecepatan kerja
C. Mematuhi standar keselamatan kerja
D. Mengurangi penggunaan alat pelindung
E. Menunda pekerjaan tanpa alasan
Jawaban: C
Pembahasan: Kepatuhan terhadap K3 melindungi ASN dan mendukung kinerja berkelanjutan.
Soal Nomor 17
Dalam tim lintas sektor, setiap anggota memiliki peran berbeda. Koordinasi yang buruk dapat menghambat capaian kinerja. Oleh karena itu, manajemen kerja tim sangat penting. Peran utama anggota tim adalah …
A. Bekerja sendiri
B. Menunggu instruksi terus-menerus
C. Berkontribusi sesuai tugas
D. Menghindari tanggung jawab
E. Mengutamakan kepentingan pribadi
Jawaban: C
Pembahasan: Kerja tim menuntut kontribusi aktif sesuai peran masing-masing.
Soal Nomor 18
Manajemen kinerja bertujuan memastikan target organisasi tercapai. Perencanaan kerja yang baik harus realistis dan terukur. Evaluasi kinerja dilakukan secara berkala. Tujuan evaluasi kinerja adalah …
A. Memberi sanksi
B. Menunda pekerjaan
C. Mengetahui capaian dan perbaikan
D. Mengurangi beban kerja
E. Mengganti seluruh tim
Jawaban: C
Pembahasan: Evaluasi kinerja digunakan untuk perbaikan berkelanjutan.
Soal Nomor 19
ASN KLHK melayani masyarakat dengan latar belakang sosial budaya beragam. Sensitivitas sosial sangat diperlukan agar pelayanan berjalan adil. Sikap diskriminatif harus dihindari. Prinsip pelayanan publik yang tepat adalah …
A. Mengutamakan kelompok tertentu
B. Bersikap netral dan adil
C. Mengikuti tekanan masyarakat
D. Membatasi akses informasi
E. Melayani berdasarkan kedekatan
Jawaban: B
Pembahasan: Pelayanan publik harus adil dan tidak diskriminatif.
Soal Nomor 20
Dalam menjalankan tugas di daerah, ASN KLHK harus memahami kondisi sosial budaya setempat. Pendekatan yang salah dapat menimbulkan konflik. Oleh karena itu, kemampuan adaptasi sangat penting. Sikap paling tepat adalah …
A. Memaksakan kebijakan tanpa dialog
B. Mengabaikan nilai lokal
C. Menghindari masyarakat
D. Menghargai kearifan lokal
E. Menyerahkan seluruhnya ke pihak lain
Jawaban: D
Pembahasan: Menghargai kearifan lokal mendukung keberhasilan program dan menjaga hubungan sosial.
Dapatkan Kumpulan Soal CPNS PPPK Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Lengkap dengan Kisi-Kisi dan Pembahasan !

Dapatkan Soal CPNS PPPK Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan lengkap dengan pembahasan dan kisi-kisi terbaru untuk mendukung persiapan seleksi secara maksimal. Kunjungi fungsional.id untuk mengakses materi latihan yang terstruktur, relevan, dan efektif dalam meningkatkan peluang lulus CPNS maupun PPPK Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.


