CPNS PPPK Pentasih Al-Qur’an Kemenag adalah jabatan yang memiliki peran penting dalam menjaga kesucian dan keaslian mushaf Al-Qur’an. Para pentashih bertugas meneliti, memverifikasi, dan memastikan setiap naskah Al-Qur’an, baik cetak, digital, maupun braille, sesuai dengan standar rasm usmani. Posisi ini berada di bawah Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kemenag, dengan jenjang karier mulai dari Ahli Pertama hingga Utama, lengkap dengan tunjangan sesuai jabatan, sehingga menegaskan peran profesional yang signifikan dalam mendukung pemahaman Al-Qur’an di masyarakat.
Dalam soal CPNS dan PPPK Pentashih Al-Qur’an Kemenag, peserta akan menghadapi seleksi administrasi serta tes kemampuan membaca Al-Qur’an dan melakukan tashih secara detail. Tes ini menekankan keterampilan membaca dengan benar, ketelitian dalam memeriksa naskah, serta penguasaan hafalan 30 Juz sesuai standar rasm usmani. Artikel ini memberikan latihan soal beserta Kisi-kisi Rekrutmen CPNS dan PPPK Pentashih Al-Qur’an Kemenag sehingga peserta dapat menyiapkan diri secara lebih terarah dan maksimal.
Table of Contents
ToggleKisi-Kisi Soal CPNS PPPK Pentasih Al-Qur’an Kemenag

Kisi-kisi soal CPNS PPPK Pentasih Al-Qur’an Kemenag membantu memahami materi dan kemampuan yang akan diuji. Melalui panduan ini memudahkan peserta menyiapkan strategi belajar dengan tepat.
1. Ulumul Qur’an (Ilmu-ilmu Al-Qur’an)
Menguji pemahaman dasar tentang wahyu, asbabun nuzul, makkiyah-madaniyah, nasikh-mansukh, serta sejarah kodifikasi Al-Qur’an.
2. Rasm Utsmani
Menguji pemahaman kaidah penulisan mushaf Al-Qur’an sesuai rasm utsmani, termasuk penulisan huruf, حذف (hadzf), زيادة (ziyadah), dan bentuk penulisan khusus.
3. Ilmu Tajwid
Menguji pemahaman hukum bacaan seperti makharijul huruf, sifat huruf, mad, ghunnah, idgham, ikhfa, dan hukum lainnya dalam membaca Al-Qur’an.
4. Qira’at Al-Qur’an
Menguji pemahaman variasi bacaan (qira’at sab’ah/‘asyrah), perbedaan riwayat, serta implikasinya dalam penulisan dan pembacaan mushaf.
5. Dhabt (Tanda Baca Mushaf)
Menguji pemahaman tanda baca dalam mushaf seperti harakat, tanda waqaf, tanda mad, dan simbol bacaan lainnya.
6. Waqaf dan Ibtida’
Menguji pemahaman tempat berhenti dan memulai bacaan Al-Qur’an yang benar sesuai kaidah.
7. Bahasa Arab (Nahwu & Sharaf)
Menguji pemahaman struktur bahasa Arab, i’rab, bentuk kata, serta pengaruhnya terhadap makna ayat.
8. Tafsir Al-Qur’an
Menguji pemahaman makna ayat berdasarkan tafsir klasik dan kontemporer untuk mendukung proses pentashihan.
9. Sejarah Mushaf dan Percetakan Al-Qur’an
Menguji pemahaman perkembangan mushaf, standar percetakan, serta peran lembaga pentashihan.
10. Standar Pentashihan Mushaf Al-Qur’an
Menguji pemahaman prosedur, standar, dan tahapan pentashihan mushaf di Indonesia.
11. Ketelitian dan Verifikasi Naskah
Menguji kemampuan mendeteksi kesalahan penulisan, tanda baca, dan inkonsistensi dalam mushaf.
12. Teknologi dan Digitalisasi Mushaf
Menguji pemahaman penggunaan teknologi dalam pentashihan, termasuk software Al-Qur’an dan digital publishing.
13. Etika Profesi Pentashih
Menguji integritas, tanggung jawab, serta kehati-hatian dalam menjaga keaslian dan kemurnian Al-Qur’an.
14. Regulasi dan Kebijakan Kementerian Agama
Menguji pemahaman peraturan terkait pentashihan, penerbitan, dan distribusi mushaf Al-Qur’an di Indonesia.
15. Manajemen Dokumen dan Arsip Mushaf
Menguji kemampuan pengelolaan dokumen pentashihan, arsip, dan administrasi terkait mushaf.
Contoh Soal CPNS PPPK Pentasih Al-Qur’an Kemenag
Berikut contoh soal CPNS PPPK Pentasih Al-Qur’an Kemenag untuk membantu membiasakan diri dengan pola pertanyaan. Soal-soal CPNS PPPK Pentasih Al-Qur’an Kemenag ini dibuat untuk memberikan pengalaman langsung menghadapi beragam tipe pertanyaan yang kemungkinan muncul dalam seleksi.
Soal 1
Ulumul Qur’an menjelaskan berbagai ilmu yang berkaitan dengan wahyu, termasuk asbabun nuzul dan nasikh-mansukh. Dalam konteks pentashihan, pemahaman tentang makkiyah dan madaniyah menjadi penting untuk mengetahui konteks ayat saat pertama kali diturunkan. Berdasarkan hal tersebut, pernyataan manakah yang paling tepat terkait fungsi utama ilmu Ulumul Qur’an dalam pentashihan mushaf?
A. Menentukan jumlah halaman mushaf yang harus dicetak
B. Menjelaskan konteks ayat untuk memastikan kebenaran dan pemahaman yang tepat
C. Menetapkan warna tinta dan ukuran huruf dalam cetakan mushaf
D. Memberikan ketentuan distribusi mushaf ke berbagai lembaga
E. Menentukan jadwal pembacaan mushaf di masjid
Jawaban : B
Pembahasan : Ilmu Ulumul Qur’an bertujuan membantu pentashih memahami konteks turunnya ayat dan membedakan ayat makkiyah dan madaniyah. Hal ini penting untuk memverifikasi makna dan memastikan kesesuaian teks sebelum diterbitkan. Pemahaman ini juga berperan dalam menilai ayat nasikh-mansukh agar penerapan hukum bacaan dan penulisan mushaf sesuai prinsip syar’i. Fungsi ini tidak terkait dengan aspek fisik cetakan atau distribusi, melainkan menjaga akurasi dan keaslian Al-Qur’an.
Soal 2
Rasm Utsmani menetapkan kaidah penulisan huruf, harakat, dan bentuk khusus dalam mushaf Al-Qur’an. Pentashih harus mampu mendeteksi perbedaan seperti حذف (hadzf) dan زيادة (ziyadah). Jika ditemukan teks yang menyimpang dari rasm, tindakan yang paling tepat dilakukan adalah …
A. Mengubah bentuk huruf agar sesuai dengan tulisan modern
B. Mengabaikan perbedaan karena tidak memengaruhi makna
C. Menandai dan memperbaiki kesalahan sesuai standar rasm Utsmani
D. Menambahkan catatan kaki untuk setiap huruf yang berbeda
E. Menyimpan teks asli tanpa perubahan dan tetap diterbitkan
Jawaban : C
Pembahasan : Rasm Utsmani berfungsi sebagai standar penulisan mushaf. Setiap perbedaan yang menyimpang dari kaidah harus diperbaiki untuk menjaga kesucian dan konsistensi naskah. Pentashih tidak boleh mengubah teks berdasarkan preferensi modern atau menambahkan catatan sembarangan. Peran utama adalah mendeteksi dan melakukan perbaikan sesuai standar agar mushaf yang diedarkan tetap akurat dan sahih.
Soal 3
Hukum tajwid mencakup makharijul huruf, sifat huruf, mad, idgham, dan ikhfa. Dalam pentashihan, pemahaman tajwid sangat penting untuk menilai apakah bacaan yang diikuti sesuai rasm dan kaidah. Jika seorang pembaca melakukan idgham tanpa ghunnah di tempat yang seharusnya, maka …
A. Bacaan tetap sah tanpa koreksi
B. Pentashih harus mencatat dan mengoreksi agar sesuai kaidah tajwid
C. Bacaan langsung dibatalkan dan tidak boleh diteruskan
D. Ghunnah ditambahkan secara otomatis oleh pentashih saat membaca
E. Pentashih hanya memberi komentar lisan tanpa perubahan pada naskah
Jawaban : B
Pembahasan : Dalam pentashihan, tajwid berfungsi sebagai standar validasi bacaan. Idgham tanpa ghunnah yang salah harus dicatat agar pembaca atau naskah dikoreksi. Bacaan tidak otomatis sah jika melanggar hukum tajwid. Pentashih berperan menegakkan akurasi bacaan dengan memperhatikan semua hukum tajwid yang berlaku, termasuk idgham, ikhfa, dan makharijul huruf.
Soal 4
Qira’at Al-Qur’an menampilkan variasi bacaan yang sah berdasarkan riwayat sahabat dan tabi’in. Perbedaan riwayat dapat memengaruhi penulisan mushaf tertentu. Dalam konteks pentashihan, peran qira’at adalah …
A. Memilih bacaan yang paling populer di masyarakat
B. Mengikuti salah satu qira’at tanpa mempertimbangkan rasm mushaf
C. Memastikan variasi bacaan dicatat dan naskah sesuai standar yang sahih
D. Mengubah ayat untuk menyesuaikan qira’at modern
E. Menentukan tafsir yang paling mudah dipahami
Jawaban : C
Pembahasan : Qira’at membantu pentashih mengenali variasi bacaan yang sah dan mencatatnya dengan benar. Pentashih harus memastikan naskah tetap konsisten dengan rasm Utsmani, sementara variasi qira’at yang sah diakui. Tujuannya bukan untuk memilih bacaan populer atau mengubah ayat, melainkan menjaga keaslian teks sesuai riwayat yang sahih.
Soal 5
Tanda baca dalam mushaf seperti harakat, mad, dan tanda waqaf sangat penting untuk kelancaran bacaan. Jika seorang pentashih menemukan tanda baca yang tidak sesuai standar, maka tindakan yang paling tepat adalah …
A. Mengganti semua harakat dengan versi baru sesuai keinginan pentashih
B. Menyimpan naskah tanpa perubahan untuk referensi sejarah
C. Memperbaiki tanda baca agar sesuai standar dan memberikan catatan jika perlu
D. Menghapus semua tanda baca agar pembaca menafsirkan sendiri
E. Menambahkan tanda baca tambahan yang tidak ada di standar
Jawaban : C
Pembahasan : Tanda baca dalam mushaf memastikan pembaca mengikuti bacaan yang tepat dan sesuai tajwid. Pentashih harus memperbaiki tanda baca yang tidak sesuai standar untuk menjaga akurasi bacaan. Penghapusan atau penambahan tanda secara sembarangan dapat menimbulkan kesalahan, sehingga tindakan yang tepat adalah koreksi sesuai standar dengan catatan yang jelas jika diperlukan.
Soal 6
Waqaf dan ibtida’ menjadi bagian penting dalam membaca Al-Qur’an karena menentukan tempat berhenti dan memulai ayat. Kesalahan dalam waqaf dapat mengubah makna ayat atau membingungkan pembaca. Dalam pentashihan, pentashih harus menilai kesesuaian tanda waqaf dengan konteks ayat dan rasm Utsmani. Manakah pernyataan yang paling tepat terkait peran waqaf dan ibtida’ dalam pentashihan mushaf?
A. Waqaf hanya dipakai untuk memisahkan halaman cetak saja
B. Pentashih menyesuaikan waqaf dengan kebiasaan pembaca modern
C. Menentukan posisi berhenti dan memulai bacaan agar makna tetap utuh
D. Ibtida’ digunakan untuk memperindah tampilan naskah
E. Waqaf dan ibtida’ diabaikan karena tidak memengaruhi rasm
Jawaban : C
Pembahasan : Waqaf dan ibtida’ memastikan pembaca berhenti dan memulai ayat dengan tepat, menjaga makna ayat tetap utuh. Pentashih menilai apakah tanda waqaf sesuai konteks ayat dan standar rasm Utsmani. Kesalahan penempatan waqaf atau ibtida’ dapat menyebabkan salah tafsir atau membingungkan pembaca. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam tentang tanda waqaf dan ibtida’ sangat penting bagi setiap pentashih. Selain itu, pentashih juga perlu mencatat semua koreksi untuk referensi verifikasi dan audit di masa mendatang, sehingga mushaf yang diedarkan tetap sahih.
Soal 7
Dalam ilmu Nahwu dan Sharaf, perubahan bentuk kata dan i’rab memengaruhi makna ayat. Pentashih yang memahami struktur bahasa Arab dapat menilai apakah teks tertulis dengan benar sesuai tata bahasa klasik. Apabila ditemukan kata yang bentuknya tidak sesuai konteks ayat, tindakan yang paling tepat adalah …
A. Membiarkan saja karena pembaca bisa menafsirkan sendiri
B. Memberikan catatan perbaikan dan menyesuaikan dengan aturan Nahwu dan Sharaf
C. Mengubah kata sesuai dialek modern agar lebih mudah dipahami
D. Menghapus kata yang salah dari naskah
E. Menambahkan kata penjelas di sisi margin
Jawaban : B
Pembahasan : Pentashih harus menjaga teks sesuai kaidah Nahwu dan Sharaf klasik. Catatan perbaikan membantu memastikan bacaan akurat dan makna ayat tidak berubah. Mengubah kata secara modern atau menambah kata penjelas dapat menimbulkan distorsi. Pemahaman mendalam tentang struktur bahasa Arab membantu pentashih mendeteksi kesalahan dan memastikan konsistensi naskah. Selain itu, dokumentasi setiap perbaikan berguna untuk audit, referensi, dan peninjauan ulang oleh tim pentashih lain, sehingga kualitas mushaf tetap terjaga.
Soal 8
Tafsir Al-Qur’an membantu pentashih memahami makna ayat dalam konteks sejarah dan hukum. Seorang pentashih yang menguasai tafsir dapat menilai apakah suatu bacaan atau penulisan ayat sudah sesuai konteks. Pernyataan yang paling tepat mengenai peran tafsir dalam pentashihan adalah …
A. Tafsir digunakan untuk menentukan warna dan layout mushaf
B. Memastikan setiap ayat dimengerti secara benar sebelum dicetak
C. Menyusun catatan tambahan agar pembaca dapat menafsirkan sendiri
D. Menghapus ayat yang dianggap sulit dipahami
E. Menambahkan komentar pribadi pada setiap halaman
Jawaban : B
Pembahasan : Tafsir menjadi alat penting bagi pentashih untuk memahami konteks ayat sebelum dicetak. Hal ini mencegah kesalahan makna dan memastikan bacaan sesuai tujuan syar’i. Pentashih tidak diperbolehkan menambahkan komentar pribadi atau menghapus ayat karena dapat merusak integritas naskah. Pemahaman tafsir membantu menilai variasi bacaan dan implikasinya terhadap penulisan rasm. Dokumentasi dan catatan terkait tafsir juga menjadi bukti validasi dalam proses pentashihan, memperkuat akurasi mushaf.
Soal 9
Sejarah mushaf dan percetakan Al-Qur’an menunjukkan perkembangan dari naskah manual hingga digital. Pentashih perlu memahami standar percetakan agar setiap mushaf yang diterbitkan memenuhi kaidah rasm dan tajwid. Jika ditemukan naskah cetak yang tidak sesuai standar, langkah yang tepat adalah …
A. Mengizinkan cetakan diterbitkan karena tetap bisa dibaca
B. Memperbaiki dan menandai kesalahan sebelum distribusi
C. Mengganti seluruh halaman dengan naskah digital
D. Menambahkan catatan panjang di margin agar pembaca tahu
E. Mengabaikan kesalahan karena tidak memengaruhi bacaan
Jawaban : B
Pembahasan : Standar percetakan penting untuk menjaga kesesuaian teks dengan rasm Utsmani. Pentashih harus memperbaiki kesalahan sebelum naskah diedarkan, menandai perubahan, dan mencatatnya untuk dokumentasi. Mengabaikan kesalahan atau mengganti halaman sembarangan dapat menyebabkan ketidakakuratan. Pentashih juga harus memahami perkembangan format mushaf agar penyesuaian dengan standar digital tetap mengikuti prinsip rasm dan tajwid. Dokumentasi ini membantu audit internal dan memastikan konsistensi antar cetakan.
Soal 10
Standar pentashihan mushaf Al-Qur’an di Indonesia mengatur prosedur verifikasi teks agar sesuai rasm Utsmani. Pentashih dituntut mengecek kesalahan penulisan huruf, tanda baca, dan harakat sebelum mushaf diedarkan. Manakah langkah yang paling tepat dilakukan pentashih saat menemukan ketidaksesuaian naskah dengan standar?
A. Mencatat kesalahan dan memperbaikinya sesuai prosedur pentashihan
B. Mengizinkan naskah tetap diterbitkan karena minor
C. Menghapus seluruh halaman yang bermasalah
D. Menyerahkan naskah ke penerbit untuk diperbaiki tanpa catatan
E. Mengubah teks sesuai tafsir pribadi
Jawaban : A
Pembahasan : Pentashih harus menandai dan memperbaiki kesalahan naskah sesuai prosedur resmi. Tindakan ini menjamin setiap mushaf yang diedarkan akurat dan sahih. Mengabaikan kesalahan atau mengubah teks tanpa prosedur bisa merusak integritas Al-Qur’an. Dokumentasi setiap koreksi juga penting untuk audit internal dan referensi pentashih lain. Proses ini memastikan mushaf sesuai standar rasm Utsmani dan meminimalkan risiko kesalahan pada publikasi berikutnya.
Soal 11
Ketelitian dan kemampuan verifikasi naskah menjadi faktor utama dalam pentashihan mushaf. Pentashih harus mampu mendeteksi kesalahan yang tersembunyi, termasuk huruf yang mirip dan tanda baca yang salah. Pernyataan yang paling tepat mengenai pentingnya ketelitian pentashih adalah …
A. Pentashih harus membaca cepat agar selesai sebelum tenggat
B. Kesalahan minor dapat diabaikan karena pembaca bisa memahami sendiri
C. Ketelitian tinggi diperlukan untuk menjaga kesesuaian teks dan makna ayat
D. Memperbaiki naskah sebaiknya dilakukan oleh penerbit saja
E. Pentashih hanya fokus pada bentuk huruf, bukan tanda baca
Jawaban : C
Pembahasan : Ketelitian memastikan teks sesuai rasm Utsmani dan makna ayat tetap utuh. Pentashih harus mengecek huruf, tanda baca, dan harakat dengan cermat. Kesalahan yang tampak sepele dapat memengaruhi pemahaman dan bacaan. Pentashih juga perlu membuat catatan perbaikan sebagai bukti dokumentasi. Hal ini membantu audit internal dan menjamin standar mushaf tetap konsisten antarcetakan. Penguasaan ketelitian juga menjadi dasar profesionalisme pentashih.
Soal 12
Penggunaan teknologi dalam pentashihan mushaf semakin penting, termasuk software Al-Qur’an digital dan publikasi elektronik. Pentashih yang memahami digitalisasi mampu mendeteksi kesalahan teks lebih cepat. Langkah yang tepat bagi pentashih digital adalah …
A. Menggunakan software untuk membandingkan teks dengan rasm Utsmani
B. Mengabaikan versi digital karena hanya cetakan yang sah
C. Mengubah format digital sesuai selera penerbit
D. Membiarkan naskah digital tanpa verifikasi
E. Menambahkan catatan pribadi pada setiap file digital
Jawaban : A
Pembahasan : Teknologi mempermudah pentashih dalam mengecek teks, memverifikasi tanda baca, dan membandingkan naskah digital dengan rasm Utsmani. Penggunaan software tidak menggantikan prosedur resmi, tetapi mempercepat proses dan meningkatkan akurasi. Pentashih juga harus mendokumentasikan perbaikan digital untuk audit dan referensi. Memahami teknologi juga penting agar mushaf digital dapat dipublikasikan dengan standar yang sama seperti cetakan fisik, menjaga keseragaman bacaan dan keaslian teks.
Soal 13
Etika profesi pentashih menuntut integritas tinggi dalam menjaga kemurnian Al-Qur’an. Tanggung jawab ini termasuk hati-hati dalam koreksi, tidak menambah atau mengurangi teks, dan menjaga kerahasiaan naskah sebelum publikasi. Pernyataan paling tepat mengenai etika pentashih adalah …
A. Pentashih bebas menambahkan catatan pribadi di naskah
B. Integritas penting untuk menjaga kemurnian teks dan kredibilitas lembaga
C. Kesalahan minor dapat disembunyikan karena tidak berpengaruh
D. Semua perbaikan diserahkan ke penerbit tanpa catatan
E. Etika tidak penting selama naskah bisa dibaca
Jawaban : B
Pembahasan : Pentashih harus menjaga integritas teks, melakukan koreksi sesuai prosedur resmi, dan tidak menambahkan interpretasi pribadi. Etika ini penting untuk kredibilitas lembaga dan kepercayaan publik. Hati-hati dalam perbaikan naskah mencegah distorsi bacaan dan makna ayat. Pentashih juga harus menjaga kerahasiaan naskah sampai diterbitkan. Dokumentasi koreksi mendukung audit internal dan memastikan setiap tindakan sesuai standar profesional.
Soal 14
Regulasi dan kebijakan Kemenag mengatur prosedur pentashihan, penerbitan, dan distribusi mushaf. Pentashih yang memahami peraturan ini dapat menilai apakah naskah layak diedarkan. Langkah yang paling tepat ketika menemukan naskah yang tidak sesuai regulasi adalah …
A. Mengabaikan regulasi karena hanya formalitas
B. Tetap menerbitkan agar masyarakat bisa membaca
C. Menghapus ayat yang tidak sesuai
D. Menandai kesalahan dan menunda distribusi sampai sesuai aturan
E. Menyebarkan naskah digital tanpa persetujuan
Jawaban : D
Pembahasan : Regulasi menjadi panduan pentashih agar setiap mushaf memenuhi standar resmi. Menunda distribusi naskah yang tidak sesuai regulasi mencegah kesalahan tersebar ke publik. Pentashih harus mendokumentasikan semua temuan dan perbaikan. Memahami peraturan juga membantu koordinasi dengan lembaga lain. Langkah ini menjaga integritas dan kualitas mushaf, serta melindungi reputasi Kemenag sebagai lembaga resmi pentashihan.
Soal 15
Manajemen dokumen dan arsip mushaf penting untuk memastikan jejak koreksi, verifikasi, dan pentashihan tersimpan rapi. Pentashih harus dapat mengelola dokumen baik versi cetak maupun digital. Pernyataan yang paling tepat terkait manajemen dokumen adalah …
A. Arsip digunakan sebagai referensi dan bukti sah pentashihan
B. Dokumen bisa dibuang setelah mushaf diterbitkan
C. Pentashih bebas menyimpan catatan pribadi tanpa sistem
D. Hanya versi digital yang perlu diarsipkan
E. Arsip tidak perlu diperbarui selama teks sama
Jawaban : A
Pembahasan : Arsip dokumentasi menjadi bukti resmi pentashihan. Pentashih harus menyimpan semua koreksi, catatan, dan verifikasi agar dapat diaudit. Arsip yang terorganisir mempermudah rujukan di masa depan dan memastikan konsistensi naskah. Baik versi cetak maupun digital perlu disimpan dengan sistem. Manajemen dokumen juga mendukung koordinasi tim dan transparansi proses pentashihan, menjaga profesionalisme.
Soal 16
Dalam Rasm Utsmani, terdapat bentuk huruf yang dapat menimbulkan ambiguitas jika salah penempatan. Pentashih perlu memeriksa huruf yang mirip dan tanda tambahan (ziyadah atau hadzf) agar teks tidak salah baca. Langkah yang benar adalah …
A. Menghapus huruf yang salah tanpa mencatat
B. Membiarkan huruf mirip karena pembaca bisa menebak
C. Membandingkan setiap huruf dengan rasm resmi sebelum menyetujui naskah
D. Menambahkan huruf sesuai tafsir pribadi
E. Mengandalkan penerbit untuk memperbaiki
Jawaban : C
Pembahasan : Pentashih harus membandingkan huruf dengan standar rasm Utsmani agar bacaan tetap akurat. Huruf mirip yang tidak diperiksa bisa mengubah makna ayat. Setiap koreksi harus dicatat sebagai referensi audit. Langkah ini menjaga konsistensi antarcetakan dan memastikan mushaf yang diedarkan sahih. Pemahaman rasm Utsmani menjadi fondasi profesionalisme pentashih dalam menjaga keaslian Al-Qur’an.
Soal 17
Dalam ilmu tajwid, hukum bacaan seperti idgham, ikhfa, dan ghunnah memengaruhi kelancaran membaca mushaf. Pentashih harus memastikan tanda baca dan harakat mendukung hukum tajwid. Pernyataan yang paling tepat adalah …
A. Tanda bacaan harus mengikuti hukum tajwid agar bacaan benar
B. Bacaan bisa fleksibel karena pembaca menyesuaikan sendiri
C. Pentashih cukup memeriksa huruf, bukan harakat
D. Hukum tajwid tidak penting jika teks rasm sudah benar
E. Idgham dan ikhfa diabaikan karena sulit diterapkan
Jawaban : A
Pembahasan : Tanda baca dan harakat sangat penting agar hukum tajwid diterapkan dengan benar. Pentashih memastikan idgham, ikhfa, dan ghunnah sesuai konteks ayat. Kesalahan tajwid bisa merusak bacaan dan makna. Pentashih perlu mendokumentasikan setiap koreksi harakat untuk konsistensi. Pemahaman tajwid mendalam menjadi standar profesional agar mushaf bisa dibaca dengan tepat oleh semua pembaca.
Soal 18
Qira’at Al-Qur’an menunjukkan variasi bacaan yang sahih dari berbagai riwayat. Pentashih harus mengetahui perbedaan riwayat dan implikasinya terhadap naskah. Langkah yang paling tepat adalah …
A. Menyelaraskan bacaan semua riwayat menjadi satu versi
B. Memastikan bacaan naskah sesuai dengan qira’at riwayat yang diakui
C. Menghapus variasi riwayat yang membingungkan
D. Menambahkan riwayat baru berdasarkan pendapat pribadi
E. Mengabaikan perbedaan riwayat karena minor
Jawaban : B
Pembahasan : Pentashih harus memeriksa apakah naskah mengikuti qira’at riwayat yang sahih. Menyatukan semua riwayat atau menambah versi baru dapat merusak integritas teks. Pengetahuan qira’at membantu menilai variasi bacaan dan implikasinya terhadap tanda baca dan harakat. Dokumentasi perbedaan riwayat menjadi referensi resmi. Hal ini memastikan naskah tetap sahih sesuai standar rasm dan qira’at yang diakui.
Soal 19
Dhabt atau tanda baca dalam mushaf mencakup harakat, tanda waqaf, dan simbol bacaan lainnya. Pentashih harus memeriksa setiap tanda baca agar bacaan tidak salah. Pernyataan paling tepat adalah …
A. Tanda baca harus sesuai standar agar makna ayat tidak berubah
B. Harakat bisa disesuaikan dengan kebiasaan lokal
C. Waqaf dan simbol lain dapat diabaikan
D. Pentashih fokus hanya pada huruf, bukan tanda baca
E. Simbol bacaan tambahan boleh ditambah sesuai selera
Jawaban : A
Pembahasan : Tanda baca menjaga kelancaran bacaan dan makna ayat. Pentashih memeriksa harakat, waqaf, dan simbol agar sesuai rasm Utsmani. Kesalahan tanda baca bisa mengubah arti ayat. Pentashih juga harus mencatat setiap perbaikan untuk audit dan referensi. Konsistensi tanda baca menjamin mushaf dapat dibaca secara sahih oleh semua pembaca dan menjaga integritas teks.
Soal 20
Seorang pentashih menemukan naskah mushaf digital dengan huruf yang salah dan beberapa tanda baca tidak sesuai. Tindakan paling tepat adalah …
A. Menghapus naskah digital dan mencetak versi baru
B. Membiarkan naskah digital karena bisa diperbaiki nanti
C. Memperbaiki huruf dan tanda baca sesuai standar rasm Utsmani dan mencatat perubahan
D. Menambahkan catatan pribadi pada file digital
E. Mengubah teks sesuai selera pembaca modern
Jawaban : C
Pembahasan : Pentashih harus memperbaiki huruf dan tanda baca agar sesuai standar rasm Utsmani. Dokumentasi setiap perbaikan digital penting untuk audit internal. Mengabaikan kesalahan atau menambahkan catatan pribadi dapat merusak integritas mushaf. Pentashih perlu memastikan versi digital sama sahihnya dengan versi cetak. Langkah ini menjaga kualitas bacaan dan makna ayat, serta profesionalisme pentashih dalam menjaga kemurnian Al-Qur’an.
Siap Menguasai Soal CPNS PPPK Pentasih Al-Qur’an Kemenag ? Ikuti Latihan Soal dan Pembahasan Praktis Ini!

Dengan paket latihan soal CPNS dan PPPK Pentashih Al-Qur’an Kemenag yang lengkap beserta pembahasan, peserta dapat memperdalam pemahaman rasm, tajwid, dan kaidah pentashihan secara sistematis. Materi latihan soal CPNS dan PPPK Pentashih Al-Qur’an Kemenag tersedia di fungsional.or.id memungkinkan Anda berlatih secara bertahap, mengenali pola soal, serta meningkatkan ketelitian sebelum menghadapi tes resmi. Seluruh latihan soal CPNS dan PPPK Pentashih Al-Qur’an Kemenag dapat digunakan sesuai ritme belajar Anda, sehingga persiapan menjadi lebih terarah dan efektif.
