Penugasan Khusus Kemenkes 2026 menjadi salah satu kesempatan bagi tenaga kesehatan untuk berkontribusi dalam memperkuat pelayanan kesehatan di berbagai wilayah Indonesia. Dalam proses seleksinya, peserta perlu mempersiapkan diri menghadapi berbagai tahapan, termasuk psikotes yang menguji kemampuan berpikir, karakter, serta kesiapan menghadapi tuntutan penugasan.
Artikel Soal Psikotes Penugasan Khusus Kemenkes 2026: Kisi-Kisi, Materi & Pembahasan disusun untuk membantu peserta mengenali materi yang perlu dipelajari, memahami kisi-kisi, serta berlatih mengerjakan contoh soal dan pembahasannya agar persiapan seleksi menjadi lebih terarah.
Daftar Isi
ToggleKompetensi yang Perlu Dipersiapkan Peserta Penugasan Khusus Kemenkes
Mengikuti Penugasan Khusus Kemenkes 2026 membutuhkan kesiapan yang lebih luas daripada sekadar kemampuan teknis sebagai tenaga kesehatan. Peserta juga perlu menunjukkan kemampuan menghadapi lingkungan kerja, berinteraksi dengan masyarakat, dan menyelesaikan berbagai situasi selama menjalankan tugas.
Beberapa kompetensi yang penting dipersiapkan meliputi:
1. Kemampuan Adaptasi
Kesiapan menyesuaikan diri dengan lingkungan, fasilitas, budaya masyarakat, serta kondisi pelayanan kesehatan yang berbeda.
2. Komunikasi
Kemampuan menyampaikan informasi dengan jelas serta membangun komunikasi yang baik dengan pasien, masyarakat, rekan kerja, dan tenaga kesehatan lainnya.
3. Kerja Sama Tim
Kemampuan berkoordinasi, menghargai pembagian tugas, membantu anggota tim, dan bekerja bersama untuk mencapai tujuan pelayanan.
4. Pemecahan Masalah
Kemampuan menganalisis situasi, menentukan prioritas, mempertimbangkan alternatif, dan mengambil tindakan secara tepat sesuai kewenangan.
5. Integritas dan Tanggung Jawab
Peserta perlu menunjukkan sikap jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta tetap mematuhi etika dan prosedur selama menjalankan tugas.
6. Orientasi Pelayanan
Tenaga kesehatan perlu mampu memberikan pelayanan secara profesional dengan memperhatikan kebutuhan pasien dan masyarakat tanpa membeda-bedakan latar belakang.
7. Ketahanan Menghadapi Tekanan
Kondisi penugasan dapat menghadirkan tantangan dan keterbatasan. Karena itu, peserta perlu memiliki pengendalian diri, konsistensi, dan kemampuan menentukan prioritas ketika menghadapi tekanan. Kompetensi tersebut dapat menjadi dasar untuk mempersiapkan diri menghadapi psikotes Penugasan Khusus Kemenkes 2026, terutama soal yang mengukur kemampuan berpikir, karakter, adaptasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan.
Materi Tes Penugasan Khusus Kemenkes 2026
Berdasarkan informasi resmi Penugasan Khusus Kemenkes 2026, proses seleksi mencakup Seleksi Tahap I Administrasi dan Seleksi Tahap II Psikotes/kelayakan. Peserta yang lolos kemudian dapat melanjutkan ke proses pembekalan dan penempatan sesuai ketentuan.
Untuk mempersiapkan tahap psikotes, berikut area yang dapat dijadikan fokus belajar:
1. Kemampuan Verbal
Fokus latihan:
- pemahaman bacaan;
- hubungan antarkata;
- analogi;
- sinonim dan antonim;
- penarikan kesimpulan dari informasi tertulis.
2. Kemampuan Numerik
Materi latihan:
- operasi hitung;
- persentase dan perbandingan;
- deret angka;
- pola bilangan;
- soal cerita;
- interpretasi data sederhana.
3. Penalaran Logis
Fokus:
- silogisme;
- logika pernyataan;
- hubungan sebab-akibat;
- analisis informasi;
- pola;
- pemecahan masalah.
4. Ketelitian dan Konsentrasi
Latihan dapat diarahkan pada:
- pencocokan data;
- menemukan perbedaan;
- kecepatan dan ketepatan;
- konsistensi;
- konsentrasi pada pekerjaan berulang.
5. Kepribadian dan Sikap Kerja
Persiapan dapat mencakup aspek:
- integritas;
- tanggung jawab;
- kedisiplinan;
- kemampuan beradaptasi;
- kerja sama;
- komunikasi;
- kestabilan dalam menghadapi tekanan;
- orientasi pelayanan.
Untuk tes kepribadian, peserta sebaiknya menjawab secara jujur dan konsisten, bukan mencari jawaban yang dianggap paling sempurna.
6. Situational Judgment
Latihan berbasis kasus dapat mencakup:
- konflik dalam tim;
- keterbatasan fasilitas;
- perbedaan pendapat;
- pelayanan kepada masyarakat;
- penentuan prioritas;
- masalah di tempat penugasan;
- komunikasi dengan masyarakat;
- pengambilan keputusan sesuai kewenangan.
Gunakan pola:
Identifikasi masalah → tentukan prioritas → pertimbangkan risiko → cek kewenangan → koordinasi → ambil tindakan → evaluasi.
7. Adaptasi di Lokasi Penugasan
Karakter Penugasan Khusus membuat peserta perlu mempersiapkan:
- kesiapan ditempatkan sesuai lokus;
- adaptasi dengan lingkungan baru;
- menghadapi keterbatasan;
- komunikasi dengan masyarakat;
- kerja lintas profesi;
- kemampuan menjaga profesionalisme.
8. Orientasi Pelayanan Kesehatan
Materi persiapan juga dapat diarahkan pada:
- kebutuhan masyarakat;
- pelayanan yang adil;
- etika tenaga kesehatan;
- komunikasi dengan pasien;
- kerja sama antarprofesi;
- keselamatan pasien;
- penyelesaian masalah pelayanan.
9. Pemahaman Tugas Penugasan Khusus
Peserta sebaiknya memahami konteks pekerjaan di Puskesmas. Materi pembekalan resmi Kemenkes untuk peserta yang telah lulus seleksi mencakup kebijakan Penugasan Khusus, Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer, nilai BerAKHLAK, manajemen Puskesmas, KIA, imunisasi, stunting, TBC, PTM, surveilans KLB/wabah, mutu pelayanan, promosi kesehatan, bela negara, team building, dan antikorupsi.
Kisi-Kisi Psikotes Penugasan Khusus Kemenkes 2026
Berdasarkan karakter Seleksi Tahap II Psikotes/Kelayakan Penugasan Khusus Kemenkes 2026 dan tuntutan penugasan tenaga kesehatan di Puskesmas, peserta dapat mempersiapkan beberapa area berikut.
1. Kemampuan Verbal
Fokus soal:
- sinonim dan antonim;
- analogi kata;
- hubungan antarkata;
- pemahaman bacaan;
- menentukan ide pokok;
- menarik kesimpulan berdasarkan informasi.
Kemampuan yang diuji: memahami informasi dan berpikir secara sistematis.
2. Kemampuan Numerik
Fokus soal:
- operasi hitung dasar;
- pecahan dan persentase;
- rasio dan perbandingan;
- deret angka;
- pola bilangan;
- soal cerita;
- membaca tabel atau data sederhana.
Kemampuan yang diuji: ketepatan berhitung dan penalaran kuantitatif.
3. Penalaran Logis
Fokus soal:
- silogisme;
- logika pernyataan;
- sebab-akibat;
- hubungan informasi;
- menentukan kesimpulan;
- pemecahan masalah.
Kemampuan yang diuji: kemampuan menganalisis informasi sebelum mengambil keputusan.
4. Penalaran Figural
Fokus soal:
- pola gambar;
- kelanjutan bentuk;
- rotasi objek;
- hubungan antarfigur;
- mencari gambar berbeda;
- visualisasi spasial.
Kemampuan yang diuji: kemampuan mengenali pola dan hubungan visual.
5. Ketelitian dan Konsentrasi
Fokus soal:
- pencocokan angka, huruf, atau simbol;
- menemukan perbedaan;
- mendeteksi kesalahan data;
- pekerjaan berulang;
- kecepatan dan ketepatan;
- konsistensi pengerjaan.
6. Kepribadian dan Sikap Kerja
Aspek yang perlu diperhatikan:
- integritas;
- tanggung jawab;
- kedisiplinan;
- kestabilan dalam bekerja;
- kemampuan beradaptasi;
- kerja sama;
- komunikasi;
- profesionalisme;
- kepatuhan terhadap aturan;
- orientasi pelayanan.
Pada bagian ini, peserta sebaiknya menjawab secara jujur dan konsisten sesuai kondisi dirinya.
7. Adaptasi terhadap Lingkungan Penugasan
Peserta dapat menghadapi pertanyaan atau kasus mengenai:
- penempatan di lingkungan baru;
- perbedaan budaya masyarakat;
- keterbatasan fasilitas;
- perubahan kondisi pekerjaan;
- bekerja dengan tim baru;
- berkomunikasi dengan masyarakat;
- menjalankan tugas dalam situasi yang tidak ideal.
Respons yang baik umumnya mempertimbangkan profesionalisme, komunikasi, koordinasi, dan tanggung jawab.
8. Kerja Sama Tim
Fokus kasus:
- pembagian pekerjaan;
- anggota tim mengalami kesulitan;
- perbedaan pendapat;
- koordinasi antarprofesi;
- konflik dalam tim;
- pencapaian target bersama.
Peserta perlu menunjukkan kemampuan berkomunikasi, menghargai peran anggota lain, dan mencari penyelesaian secara profesional.
9. Situational Judgment Test
Soal dapat berbentuk skenario pekerjaan, misalnya:
- pasien membutuhkan bantuan;
- terjadi kesalahan pelayanan;
- konflik dengan rekan kerja;
- masyarakat menyampaikan keluhan;
- keterbatasan tenaga atau fasilitas;
- pelanggaran prosedur;
- beberapa pekerjaan harus diselesaikan bersamaan;
- menghadapi situasi pelayanan yang mendesak.
Gunakan pola berpikir:
Identifikasi masalah → tentukan prioritas → perhatikan keselamatan → cek kewenangan → koordinasikan → ambil tindakan → evaluasi.
10. Orientasi Pelayanan Kesehatan
Fokus persiapan:
- pelayanan yang profesional;
- komunikasi dengan pasien;
- kebutuhan masyarakat;
- keselamatan pasien;
- etika pelayanan;
- menjaga kerahasiaan;
- pelayanan tanpa diskriminasi;
- peningkatan mutu pelayanan.
11. Integritas dan Etika
Peserta perlu memahami sikap dalam menghadapi:
- konflik kepentingan;
- ketidakjujuran;
- penyalahgunaan kewenangan;
- pelanggaran prosedur;
- kerahasiaan informasi;
- tanggung jawab pekerjaan.
Pilihan tindakan sebaiknya mengutamakan integritas, aturan, kepentingan pelayanan, dan tanggung jawab profesional.
12. Pemecahan Masalah di Lokasi Penugasan
Contoh situasi:
- fasilitas terbatas;
- kebutuhan pelayanan meningkat;
- kekurangan tenaga;
- program kesehatan tidak berjalan optimal;
- komunikasi dengan masyarakat kurang efektif.
Peserta perlu mampu menentukan masalah utama, membuat prioritas, memanfaatkan sumber daya yang tersedia, berkoordinasi, dan mengevaluasi hasil tindakan.
13. Pemahaman Konteks Penugasan Khusus
Sebagai bekal menghadapi pertanyaan kontekstual, peserta juga sebaiknya memahami:
- tujuan Penugasan Khusus;
- pelayanan kesehatan primer;
- peran Puskesmas;
- tugas tenaga kesehatan;
- pelayanan kepada masyarakat;
- kerja lintas profesi;
- nilai BerAKHLAK;
- mutu pelayanan;
- promosi kesehatan;
- antikorupsi.
Contoh Soal Psikotes Penugasan Khusus Kemenkes 2026 dan Pembahasan
Berikut contoh soal yang disusun berdasarkan kisi-kisi sebelumnya. Beberapa soal sengaja memiliki pilihan jawaban yang sama-sama terlihat benar sehingga peserta perlu memilih jawaban yang paling logis, profesional, sesuai kewenangan, dan berorientasi pada pelayanan.
A. Kemampuan Verbal dan Penalaran
Soal 1
Tenaga kesehatan yang bertugas di daerah dengan keterbatasan fasilitas dituntut mampu beradaptasi tanpa mengurangi kualitas pelayanan. Adaptasi bukan berarti mengabaikan standar, melainkan mencari cara agar pelayanan tetap berjalan sesuai sumber daya dan kewenangan yang tersedia.
Kesimpulan paling tepat adalah …
A. Standar pelayanan dapat diabaikan apabila fasilitas terbatas.
B. Tenaga kesehatan harus menghentikan pelayanan jika fasilitas tidak lengkap.
C. Adaptasi berarti menyesuaikan cara bekerja tanpa mengabaikan prinsip pelayanan.
D. Keterbatasan fasilitas sepenuhnya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan.
E. Semua pelayanan harus dilakukan dengan cara yang sama di setiap wilayah.
Jawaban: C
Pembahasan: Inti paragraf menekankan bahwa kemampuan beradaptasi bukan berarti menurunkan standar, tetapi menyesuaikan pelaksanaan pelayanan dengan kondisi dan sumber daya yang tersedia.
Soal 2
Hubungan kata yang paling sesuai dengan:
Dokter : Diagnosis = Apoteker : …
A. Administrasi
B. Obat
C. Pelayanan
D. Farmasi
E. Konseling
Jawaban: B
Pembahasan: Hubungan yang dicari adalah profesi dengan objek utama yang berkaitan erat dengan pekerjaannya. Dokter berkaitan dengan diagnosis, sedangkan apoteker erat dengan pengelolaan dan pelayanan obat.
Soal 3
Semua tenaga yang ditempatkan wajib mematuhi prosedur pelayanan. Sebagian peserta Penugasan Khusus adalah tenaga yang ditempatkan di Puskesmas.
Kesimpulan yang pasti benar adalah …
A. Semua peserta Penugasan Khusus bekerja di Puskesmas.
B. Sebagian peserta Penugasan Khusus wajib mematuhi prosedur pelayanan.
C. Hanya peserta Penugasan Khusus yang wajib mengikuti prosedur.
D. Sebagian tenaga di Puskesmas tidak perlu mengikuti prosedur.
E. Semua tenaga kesehatan merupakan peserta Penugasan Khusus.
Jawaban: B
Pembahasan: Karena sebagian peserta termasuk tenaga yang ditempatkan dan seluruh tenaga yang ditempatkan wajib mematuhi prosedur, maka sebagian peserta tersebut juga wajib mematuhinya.
B. Kemampuan Numerik
Soal 4
Sebuah Puskesmas menargetkan pelayanan terhadap 640 warga. Sampai minggu ketiga telah terlayani 75% dari target. Berapa warga yang belum terlayani?
A. 120
B. 140
C. 160
D. 180
E. 200
Jawaban: C
Pembahasan:
75% × 640 = 480 warga telah terlayani.
Sisa = 640 − 480 = 160 warga.
Soal 5
Perhatikan pola berikut:
3 – 7 – 15 – 31 – 63 – …
Angka berikutnya adalah …
A. 95
B. 111
C. 125
D. 127
E. 129
Jawaban: D
Pembahasan: Polanya adalah dikali 2 kemudian ditambah 1.
3 × 2 + 1 = 7
7 × 2 + 1 = 15
15 × 2 + 1 = 31
31 × 2 + 1 = 63
Maka:
63 × 2 + 1 = 127.
Soal 6
Jumlah pasien yang dilayani tiga tenaga kesehatan memiliki perbandingan 2 : 3 : 5. Jika total pasien adalah 150 orang, tenaga kesehatan dengan bagian terbesar menangani …
A. 30 pasien
B. 45 pasien
C. 60 pasien
D. 75 pasien
E. 90 pasien
Jawaban: D
Pembahasan: Total perbandingan = 2 + 3 + 5 = 10.
Bagian terbesar:
5/10 × 150 = 75 pasien.
C. Logika dan Analisis
Soal 7
Jika stok obat tertentu menipis, petugas harus melakukan pelaporan. Hari ini petugas belum melakukan pelaporan.
Kesimpulan paling tepat adalah …
A. Stok obat pasti masih banyak.
B. Stok obat pasti habis.
C. Petugas pasti melakukan pelanggaran.
D. Tidak dapat dipastikan apakah stok obat menipis hanya berdasarkan informasi tersebut.
E. Puskesmas tidak memiliki obat tersebut.
Jawaban: D
Pembahasan: Informasi bahwa pelaporan belum dilakukan tidak cukup untuk memastikan kondisi stok. Bisa saja stok tidak menipis atau terdapat kondisi lain. Soal ini menguji kemampuan menghindari kesimpulan yang terlalu cepat.
Soal 8
Lima tenaga kesehatan—P, Q, R, S, dan T—mendapat giliran presentasi. P harus sebelum R. Q harus setelah S. T berada sebelum P.
Urutan yang mungkin adalah …
A. P – R – Q – T – S
B. T – P – S – Q – R
C. S – Q – R – P – T
D. Q – S – T – P – R
E. R – T – P – S – Q
Jawaban: B
Pembahasan: Pilihan B memenuhi seluruh syarat: T sebelum P, P sebelum R, dan Q setelah S.
D. Ketelitian dan Konsentrasi
Soal 9
Perhatikan kode berikut:
A. PK-26081734
B. PK-26081734
C. PK-26087134
D. PK-26081734
E. PK-26081734
Kode yang berbeda adalah …
A. A
B. B
C. C
D. D
E. E
Jawaban: C
Pembahasan: Pada pilihan C terdapat perubahan urutan angka 17 menjadi 71. Soal seperti ini menuntut ketelitian, bukan sekadar kecepatan.
Soal 10
Data awal:
KM-42658179
Manakah data yang identik?
A. KM-42651879
B. KM-42658179
C. KM-42658197
D. KM-46258179
E. KM-42685179
Jawaban: B
Pembahasan: Hanya pilihan B yang memiliki susunan huruf dan angka sama persis.
E. Situational Judgment dan Adaptasi
Soal 11
Anda baru ditempatkan di wilayah dengan kebiasaan masyarakat yang berbeda. Beberapa warga kurang menerima cara komunikasi yang biasa Anda gunakan. Tindakan terbaik adalah …
A. Tetap menggunakan cara yang sama karena Anda tenaga profesional.
B. Mengurangi interaksi dengan masyarakat.
C. Mempelajari karakter masyarakat dan menyesuaikan komunikasi tanpa mengabaikan prinsip profesional.
D. Meminta rekan kerja selalu menggantikan Anda.
E. Menganggap masyarakat sulit diajak bekerja sama.
Jawaban: C
Pembahasan: Adaptasi yang baik dilakukan dengan memahami konteks masyarakat sambil tetap menjaga profesionalisme.
Soal 12
Anda mengetahui seorang rekan melewati salah satu prosedur karena antrean pasien sedang panjang. Menurutnya, hal tersebut dilakukan agar pelayanan lebih cepat. Apa tindakan paling tepat?
A. Membiarkannya karena tujuannya mempercepat pelayanan.
B. Mengikuti cara tersebut agar antrean berkurang.
C. Menegur rekan di depan pasien.
D. Mengingatkan prosedur dan mengupayakan penyelesaian antrean tanpa mengabaikan keselamatan serta ketentuan pelayanan.
E. Langsung menyebarkan kejadian tersebut kepada seluruh pegawai.
Jawaban: D
Pembahasan: Kecepatan pelayanan tidak boleh mengorbankan prosedur dan keselamatan. Respons terbaik juga tetap mempertimbangkan komunikasi profesional.
Soal 13
Saat bertugas, tiga hal terjadi hampir bersamaan:
- laporan administrasi harus segera diselesaikan;
- seorang rekan meminta bantuan mengatur dokumen;
- seorang pasien menunjukkan kondisi yang membutuhkan penanganan segera.
Apa yang Anda lakukan terlebih dahulu?
A. Menyelesaikan laporan.
B. Membantu dokumen rekan.
C. Memprioritaskan kebutuhan pasien sesuai kompetensi dan prosedur.
D. Menunggu arahan meskipun situasi membutuhkan respons.
E. Menyelesaikan pekerjaan yang paling mudah terlebih dahulu.
Jawaban: C
Pembahasan: Dalam situasi pelayanan kesehatan, kondisi yang berpotensi berkaitan dengan keselamatan pasien menjadi prioritas, dengan tindakan tetap sesuai kompetensi, kewenangan, dan prosedur.
Soal 14
Program kesehatan di wilayah penugasan kurang diminati masyarakat. Anda sudah memberikan informasi, tetapi kehadiran warga tetap rendah. Tindakan terbaik adalah …
A. Menghentikan program karena masyarakat tidak berminat.
B. Memaksa masyarakat mengikuti kegiatan.
C. Mengevaluasi penyebab, berdiskusi dengan tim dan pihak terkait, lalu menyesuaikan pendekatan komunikasi.
D. Menyalahkan masyarakat dalam laporan.
E. Menjalankan program tanpa melakukan perubahan.
Jawaban: C
Pembahasan: Pendekatan yang tepat adalah mencari akar masalah, melakukan koordinasi, kemudian menentukan strategi yang lebih sesuai.
F. Integritas dan Sikap Kerja
Soal 15
Rekan dekat meminta Anda mengubah sedikit data laporan agar capaian program terlihat memenuhi target. Menurutnya, perubahan tersebut tidak akan merugikan siapa pun.
Apa respons terbaik?
A. Membantu karena perubahan datanya kecil.
B. Menolak dan memastikan laporan tetap berdasarkan data sebenarnya.
C. Membantu karena target program penting.
D. Mengubah data kemudian memperbaikinya bulan depan.
E. Mengabaikan permintaan tanpa memberikan penjelasan.
Jawaban: B
Pembahasan: Integritas mengharuskan laporan disusun berdasarkan kondisi sebenarnya. Hubungan pribadi maupun tekanan pencapaian target tidak membenarkan manipulasi data.
Soal 16
Anda menyadari telah melakukan kesalahan administratif yang belum diketahui atasan dan masih dapat diperbaiki. Apa yang sebaiknya dilakukan?
A. Diam karena belum ada yang mengetahuinya.
B. Menghapus bukti kesalahan.
C. Meminta rekan mengambil tanggung jawab.
D. Segera memperbaiki dan melaporkan sesuai prosedur apabila diperlukan.
E. Menunggu sampai kesalahan ditemukan.
Jawaban: D
Pembahasan: Sikap bertanggung jawab ditunjukkan dengan mengakui dan memperbaiki kesalahan, bukan menyembunyikannya.
G. Kerja Sama dan Pelayanan
Soal 17
Dalam rapat tim, usulan Anda tidak digunakan dan tim memilih gagasan anggota lain. Setelah dipertimbangkan, keputusan tersebut masih sesuai tujuan pelayanan. Sikap Anda adalah …
A. Tidak membantu pelaksanaan keputusan.
B. Tetap memaksakan pendapat sendiri.
C. Mendukung keputusan tim dan memberikan masukan jika ditemukan risiko atau masalah.
D. Menyalahkan anggota yang berbeda pendapat.
E. Keluar dari pembahasan berikutnya.
Jawaban: C
Pembahasan: Kerja sama bukan berarti seluruh pendapat harus diterima. Peserta perlu mampu menerima keputusan bersama selama tidak bertentangan dengan aturan atau keselamatan.
Soal 18
Seorang warga marah karena merasa menunggu pelayanan terlalu lama. Antrean memang sedang tinggi. Tindakan paling tepat adalah …
A. Menyuruh warga menunggu tanpa penjelasan.
B. Membalas dengan tegas karena semua warga juga menunggu.
C. Mendengarkan keluhan dengan tenang, menjelaskan kondisi secara profesional, dan membantu sesuai prosedur.
D. Mendahulukannya agar berhenti marah meskipun tidak memenuhi prioritas pelayanan.
E. Menghindari warga tersebut.
Jawaban: C
Pembahasan: Keluhan perlu ditangani dengan komunikasi profesional. Namun, peserta juga tidak boleh langsung memberikan perlakuan khusus yang mengabaikan prosedur dan prioritas pelayanan.
H. HOTS — Pemecahan Masalah
Soal 19
Anda bertugas bersama tim di wilayah dengan fasilitas terbatas. Pada hari yang sama terjadi peningkatan jumlah pasien, satu anggota tim tidak dapat bertugas, dan beberapa persediaan mulai terbatas.
Langkah paling tepat adalah …
A. Melayani seluruh pasien dengan pola kerja biasa.
B. Mengurangi standar pelayanan agar seluruh pasien cepat selesai.
C. Menentukan prioritas pelayanan, mengecek sumber daya, membagi tugas berdasarkan kompetensi, berkoordinasi dengan pihak terkait, dan melakukan eskalasi sesuai kebutuhan.
D. Menutup pelayanan sampai anggota tim kembali.
E. Menyerahkan seluruh keputusan kepada satu anggota tim.
Jawaban: C
Pembahasan: Situasi kompleks membutuhkan prioritas, pengelolaan sumber daya, pembagian tugas sesuai kompetensi, koordinasi, serta eskalasi jika kemampuan fasilitas tidak mencukupi.
Soal 20
Saat menjalankan program kesehatan, Anda menemukan bahwa instruksi dari seorang rekan senior berbeda dengan prosedur yang berlaku. Rekan tersebut mengatakan bahwa cara tersebut sudah biasa digunakan dan lebih cepat.
Apa tindakan terbaik?
A. Mengikuti senior karena lebih berpengalaman.
B. Mengikuti prosedur tanpa berkomunikasi dengan siapa pun.
C. Mengabaikan prosedur selama tidak ada masalah.
D. Mengklarifikasi perbedaan tersebut secara profesional, menjadikan ketentuan yang berlaku sebagai acuan, dan berkoordinasi dengan penanggung jawab jika diperlukan.
E. Menolak seluruh arahan senior pada masa mendatang.
Jawaban: D
Pembahasan: Senioritas tidak menggantikan prosedur. Namun, respons profesional juga tidak dilakukan dengan konfrontasi. Peserta perlu melakukan klarifikasi, berpegang pada ketentuan, dan menggunakan jalur koordinasi yang tepat.
Tingkatkan Kesiapan Menghadapi Psikotes!

Jangan hanya memahami materi, biasakan juga diri Anda mengerjakan berbagai variasi soal. Temukan latihan soal di Fungsional.id sebagai tambahan persiapan menghadapi Psikotes Penugasan Khusus Kemenkes 2026. Belajar lebih terarah, latihan lebih konsisten, dan persiapkan hasil terbaik saat seleksi!

