Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) secara berkala membuka rekrutmen Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) untuk berbagai posisi pendukung program dan kegiatan, termasuk Pengelola Program dan Kegiatan, yang berperan penting dalam menyusun dan mengelola dokumen administrasi kegiatan seperti surat, undangan, nota dinas, kontrak, notulensi, dan dokumentasi kegiatan lainnya, serta memahami konsep sistem pemerintahan berbasis elektronik hingga pemerintahan digital. Posisi ini menjadi krusial dalam mendukung kelancaran pelaksanaan program-program strategis kementerian di tengah pesatnya transformasi digital nasional.
Menghadapi seleksi rekrutmen JF Pengelola Program dan Kegiatan Komdigi membutuhkan persiapan yang matang, mengingat materi tes yang diujikan mencakup administrasi kegiatan, pengelolaan dokumen, penguasaan aplikasi perkantoran, hingga wawasan kelembagaan Komdigi. Untuk membantu calon pelamar mempersiapkan diri secara optimal, artikel ini menghadirkan lebih dari 100 soal latihan pilihan ganda lengkap beserta kisi-kisi materi seleksi yang disusun berdasarkan karakteristik tes rekrutmen PJLP di lingkungan Komdigi, agar calon peserta lebih siap dan percaya diri menghadapi seleksi yang sesungguhnya.
Table of Contents
ToggleMengenal Rekrutmen Pengelola Program dan Kegiatan KOMDIGI
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) membuka rekrutmen Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) untuk posisi Pengelola Program dan Kegiatan di berbagai unit kerja, sebagai bagian dari dukungan operasional pelaksanaan program-program strategis kementerian di bidang komunikasi dan transformasi digital. Posisi ini bertugas menyusun dan mengelola dokumen administrasi kegiatan seperti surat, undangan, nota dinas, kontrak, MoM/notulensi, dan dokumentasi kegiatan lainnya, serta memahami konsep sistem pemerintahan berbasis elektronik hingga konsep pemerintahan digital.
Calon pelamar diharuskan menguasai aplikasi perkantoran (Word, Excel, PowerPoint, atau sejenisnya) dan aplikasi komputer lainnya untuk mendukung proses kerja dengan baik, serta bersedia bekerja penuh waktu (full time) selama kontrak berlangsung dan bersedia diperpanjang sekurang-kurangnya 1 tahun. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi seleksi.komdigi.go.id, dan seluruh proses seleksi tidak dipungut biaya apa pun.
Tugas Dan Kompetensi Pengelola Program dan Kegiatan KOMDIGI
Posisi Pengelola Program dan Kegiatan memiliki lingkup tugas yang berfokus pada dukungan administratif terhadap pelaksanaan program kerja unit. Tugas utamanya meliputi menyusun dan mengelola dokumen administrasi kegiatan seperti surat, undangan, nota dinas, kontrak, MoM/notulensi, dan dokumentasi kegiatan lainnya. Selain itu, posisi ini juga dituntut memahami konsep sistem pemerintahan berbasis elektronik hingga konsep pemerintahan digital, mengingat seluruh program Komdigi erat kaitannya dengan transformasi digital nasional.
Dari sisi kompetensi, pemegang posisi ini wajib menguasai aplikasi perkantoran (Word, Excel, Powerpoint, atau sejenisnya) dan aplikasi komputer lainnya untuk mendukung proses kerja dengan baik, serta memiliki ketelitian dan kedisiplinan dalam mengelola dokumen kegiatan secara tertib dan akuntabel. Kombinasi kemampuan administratif dan pemahaman konsep digital ini menjadikan Pengelola Program dan Kegiatan sebagai sosok pendukung penting dalam menjamin kelancaran setiap program kerja di lingkungan Komdigi.
Kisi-Kisi Materi Seleksi Pengelola Program dan Kegiatan KOMDIGI
Tahapan seleksi terdiri dari seleksi administrasi, seleksi kompetensi teknis, dan wawancara, dengan kemungkinan mengerjakan ujian studi kasus setelah lolos tahap ujian teknis, yang kemudian dipresentasikan hasil analisisnya pada saat wawancara. Tes teknis dilaksanakan secara daring melalui Zoom dengan verifikasi identitas KTP dan menggunakan aplikasi pengolah kata (Google Docs) untuk mengerjakan bahan tes yang dibagikan panitia. Berikut kisi-kisi materinya:
A. Administrasi Program dan Kegiatan
- Penyiapan bahan rencana kerja, pengumpulan data dukung kegiatan, rekapitulasi kebutuhan anggaran, serta penyusunan dokumen administrasi pelaksanaan program.
- Penyusunan dan pengelolaan dokumen administrasi kegiatan: surat, undangan, nota dinas, kontrak, notulensi (MoM), dan dokumentasi kegiatan.
B. Monitoring, Evaluasi & Pelaporan
- Penyiapan bahan monitoring dan pelaporan pelaksanaan program.
- Penginputan dan pemutakhiran data pada aplikasi teknis terkait perencanaan, penganggaran, monitoring, dan pelaporan program/kegiatan.
C. Koordinasi & Perencanaan Kebijakan
- Penyiapan bahan perencanaan program dan kegiatan terkait pembahasan regulasi, kebijakan, dan isu strategis.
- Dukungan pelaksanaan rapat, diskusi, koordinasi, dan pembahasan kebijakan, termasuk penyiapan bahan rapat, notulensi, dan rekapitulasi masukan.
D. Penguasaan Aplikasi Digital
- Penguasaan aplikasi perkantoran (Word, Excel, PowerPoint) dan aplikasi komputer pendukung kerja lainnya.
- Kemampuan mengoperasikan aplikasi pengolah dokumen, sharing folder, dan online meeting.
- Pemahaman konsep sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) hingga pemerintahan digital.
E. Studi Kasus & Presentasi
- Analisis studi kasus administratif/program yang dipresentasikan pada saat wawancara.
- Kemampuan berpikir kritis dan analitis dalam menyelesaikan masalah program kerja.
F. Sikap Kerja & Integritas
- Ketelitian, akurasi kerja tinggi, integritas, disiplin, serta kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama dalam tim.
- Kesediaan bekerja penuh waktu dan komitmen kontrak kerja.
Contoh Soal Rekrutmen Pengelola Program dan Kegiatan KOMDIGI
Berikut disajikan 20 contoh soal latihan yang mencakup administrasi program, monitoring-evaluasi, koordinasi kebijakan, aplikasi digital, studi kasus, hingga sikap kerja, sesuai kisi-kisi seleksi Pengelola Program dan Kegiatan Komdigi.
Soal 1
Dalam menyusun dokumen rencana kerja sebuah program, hal yang PALING PENTING untuk disiapkan terlebih dahulu adalah…
A. Daftar nama peserta rapat tanpa kaitan dengan tujuan program
B. Tujuan program, target capaian, jadwal pelaksanaan, dan kebutuhan anggaran yang saling terkait C. Hanya mencantumkan nominal anggaran tanpa rincian kegiatan
D. Dokumentasi foto kegiatan tahun sebelumnya
E. Daftar hadir kegiatan yang belum dilaksanakan
Jawaban: B
Pembahasan: Sesuai tugas penyiapan bahan rencana kerja, pengumpulan data dukung kegiatan, rekapitulasi kebutuhan anggaran, serta penyusunan dokumen administrasi pelaksanaan program, rencana kerja yang baik harus memuat komponen yang saling terkait secara logis: tujuan, target, jadwal, dan anggaran, agar pelaksanaan program dapat terukur dan terarah.
Soal 2
Seorang Pengelola Program menerima permintaan dari pimpinan untuk menyiapkan nota dinas terkait pengajuan kegiatan baru. Unsur yang WAJIB tercantum dalam nota dinas tersebut adalah…
A. Hanya tanda tangan pejabat tanpa keterangan perihal
B. Kop surat, nomor, tanggal, perihal, isi nota dinas, dan tanda tangan pejabat berwenang
C. Cap basah tanpa nomor dan tanggal
D. Stiker logo instansi tanpa keterangan resmi
E. Hanya lampiran tanpa surat pengantar
Jawaban: B
Pembahasan: Sesuai tugas menyusun dan mengelola dokumen administrasi kegiatan seperti surat, undangan, nota dinas, kontrak, MoM/notulensi, nota dinas resmi harus memuat unsur lengkap—kop, nomor, tanggal, perihal, isi, dan tanda tangan pejabat berwenang—agar memiliki keabsahan administratif.
Soal 3
Dalam pengumpulan data dukung kegiatan dari beberapa unit kerja, langkah PALING TEPAT yang harus dilakukan Pengelola Program adalah…
A. Menggunakan data tanpa verifikasi dari sumber yang memberikan
B. Memverifikasi keakuratan dan kelengkapan data sebelum direkapitulasi menjadi dokumen pendukung kegiatan
C. Mengabaikan data yang dianggap tidak relevan tanpa konfirmasi
D. Mengubah data sesuai asumsi pribadi
E. Menunda rekapitulasi data tanpa batas waktu yang jelas
Jawaban: B
Pembahasan: Sesuai tugas pengumpulan data dukung kegiatan, rekapitulasi kebutuhan anggaran, verifikasi data sebelum direkapitulasi adalah langkah krusial untuk menjamin keakuratan dokumen administrasi yang akan digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan program.
Soal 4
Penulisan kata yang sesuai PUEBI dalam dokumen administrasi program adalah…
A. Di rekapitulasi
B. Direkapitulasi
C. Di-rekapitulasi
D. Rekapitulasi-kan
E. Di rekapitulasikan
Jawaban: B
Pembahasan: Kata “direkapitulasi” merupakan kata berimbuhan dari “rekapitulasi” yang ditulis serangkai tanpa spasi maupun tanda hubung saat mendapat awalan “di-” sebagai bentuk pasif.
Soal 5
Seorang Pengelola Program menemukan bahwa progres salah satu kegiatan tertinggal dari target yang ditetapkan dalam rencana kerja. Sikap PALING TEPAT dalam menyiapkan laporan monitoring adalah…
A. Menyembunyikan ketertinggalan agar laporan terlihat baik
B. Melaporkan progres secara objektif disertai analisis penyebab keterlambatan dan rekomendasi tindak lanjut
C. Mengubah target awal agar terlihat sudah tercapai
D. Mengabaikan kegiatan yang tertinggal dalam laporan
E. Menyalahkan unit pelaksana tanpa analisis lebih lanjut
Jawaban: B
Pembahasan: Sesuai tugas penyiapan bahan monitoring dan pelaporan pelaksanaan program, prinsip akuntabilitas pelaporan mengharuskan setiap capaian dilaporkan secara objektif dan transparan, disertai analisis akar masalah dan rekomendasi perbaikan, bukan manipulasi data.
Soal 6
Dalam memutakhirkan data pada aplikasi teknis terkait monitoring program, frekuensi pemutakhiran yang PALING TEPAT dilakukan adalah…
A. Hanya sekali pada akhir tahun anggaran
B. Secara rutin dan berkala sesuai perkembangan terkini pelaksanaan kegiatan di lapangan
C. Hanya jika diminta oleh auditor eksternal
D. Tidak perlu dimutakhirkan jika data awal sudah lengkap
E. Setiap lima tahun sekali
Jawaban: B
Pembahasan: Sesuai tugas penginputan dan pemutakhiran data pada aplikasi teknis yang berkaitan dengan perencanaan, penganggaran, monitoring, dan pelaporan program/kegiatan, pemutakhiran data harus dilakukan secara rutin agar sistem informasi program selalu mencerminkan kondisi terkini, bukan dilakukan sesekali atau hanya saat diminta pihak eksternal.
Soal 7
Jika target capaian program ditetapkan 80 kegiatan dalam satu tahun, dan hingga bulan ke-9 telah terealisasi 54 kegiatan, maka persentase capaian saat ini adalah…
A. 60%
B. 62,5%
C. 65%
D. 67,5%
E. 70%
Jawaban: D
Pembahasan: Persentase = (Realisasi ÷ Target) × 100% Persentase = (54 ÷ 80) × 100% = 67,5% Kemampuan menghitung persentase capaian secara akurat dibutuhkan dalam menyusun laporan monitoring program kepada pimpinan.
Soal 8
Laporan monitoring yang baik harus mencantumkan perbandingan antara target dan realisasi. Tujuan utama dari perbandingan tersebut adalah…
A. Mempermalukan unit kerja yang tidak mencapai target
B. Mengidentifikasi gap capaian sebagai dasar evaluasi dan perbaikan strategi pelaksanaan ke depan
C. Menghapus target yang sudah ditetapkan sebelumnya
D. Menentukan sanksi bagi pelaksana program secara langsung
E. Mengabaikan capaian yang sudah tercapai
✅ Jawaban: B
Pembahasan: Perbandingan target-realisasi berfungsi sebagai alat evaluasi objektif untuk mengidentifikasi kesenjangan (gap) pelaksanaan, sehingga dapat menjadi dasar perbaikan strategi program di periode berikutnya, bukan sekadar alat penilaian yang bersifat punitif.
Soal 9
Dalam menyiapkan bahan perencanaan program yang berkaitan dengan pembahasan regulasi baru, langkah PALING TEPAT yang harus dilakukan Pengelola Program adalah…
A. Menyusun bahan tanpa merujuk pada regulasi yang sedang dibahas
B. Mengumpulkan dan merangkum poin-poin regulasi terkait secara akurat sebagai dasar bahan diskusi pimpinan
C. Menyusun opini pribadi tanpa dasar regulasi
D. Mengabaikan isu strategis yang sedang berkembang
E. Menunda penyiapan bahan hingga regulasi resmi diundangkan
Jawaban: B
Pembahasan: Sesuai tugas membantu penyiapan bahan perencanaan program dan kegiatan yang berkaitan dengan pembahasan regulasi, kebijakan, dan isu strategis, Pengelola Program harus mampu merangkum poin regulasi secara akurat agar pimpinan memiliki bahan diskusi yang valid dan terkini.
Soal 10
Dalam mendukung pelaksanaan rapat koordinasi pembahasan kebijakan, tugas yang PALING RELEVAN bagi Pengelola Program adalah…
A. Hanya menyediakan konsumsi rapat tanpa keterlibatan substansi
B. Menyiapkan bahan rapat, menyusun notulensi, dan merekapitulasi masukan dari peserta rapat
C. Mengambil keputusan kebijakan secara mandiri tanpa melibatkan pimpinan
D. Menolak hadir dalam rapat koordinasi
E. Menyampaikan pendapat pribadi sebagai keputusan resmi rapat
Jawaban: B
Pembahasan: Sesuai tugas mendukung pelaksanaan rapat, diskusi, koordinasi, dan pembahasan kebijakan, termasuk penyiapan bahan rapat, notulensi, rekapitulasi masukan, bahan laporan kegiatan, peran Pengelola Program bersifat mendukung substansi rapat secara administratif, bukan mengambil keputusan kebijakan secara sepihak.
Soal 11
Ketika dua unit kerja memiliki pandangan berbeda dalam pembahasan kebijakan suatu program, sikap PALING TEPAT dari Pengelola Program dalam menyiapkan bahan rapat lanjutan adalah…
A. Memihak salah satu unit kerja secara terang-terangan
B. Merangkum kedua pandangan secara objektif sebagai bahan pertimbangan pimpinan dalam mengambil keputusan
C. Mengabaikan salah satu pandangan yang dianggap kurang penting
D. Menggabungkan kedua pandangan tanpa analisis lebih lanjut
E. Menunda penyusunan bahan rapat hingga kedua unit mencapai kesepakatan sendiri
Jawaban: B
Pembahasan: Sebagai pihak yang mendukung proses pembahasan kebijakan, Pengelola Program harus objektif dan netral, merangkum seluruh pandangan yang relevan agar pimpinan memiliki informasi lengkap dan seimbang sebelum mengambil keputusan.
Soal 12
Dalam berbagi dokumen rencana kerja kepada beberapa unit terkait secara daring agar dapat diedit bersama, fitur yang PALING TEPAT digunakan adalah…
A. Mengirim file melalui email tanpa fitur kolaborasi
B. Menggunakan fitur sharing folder/dokumen kolaboratif dengan akses edit/komentar sesuai kebutuhan
C. Mencetak dan membagikan dokumen secara fisik
D. Mengunggah dokumen ke media sosial pribadi
E. Mengirim dokumen dalam format gambar agar tidak dapat diubah
Jawaban: B
Pembahasan: Sesuai kemampuan mengoperasikan aplikasi pengolah dokumen, sharing folder, online meeting, fitur kolaborasi dokumen daring memungkinkan beberapa unit kerja mengedit dan memberi masukan secara bersamaan, jauh lebih efisien dibandingkan distribusi dokumen konvensional.
Soal 13
Saat mengikuti tes kompetensi teknis secara daring melalui Zoom, hal yang WAJIB dilakukan peserta sesuai prosedur adalah…
A. Mematikan kamera selama proses verifikasi identitas
B. Menunjukkan KTP ke kamera untuk verifikasi identitas sebelum tes dimulai dan membagikan keseluruhan layar (entire screen)
C. Menggunakan aplikasi pengolah kata selain yang diinstruksikan panitia
D. Tidak perlu memastikan stabilitas koneksi internet
E. Membagikan sebagian layar saja sesuai keinginan peserta
Jawaban: B
Pembahasan: Sepuluh menit sebelum tes dimulai akan dilakukan absensi dan verifikasi identitas (KTP/tanda pengenal ditunjukkan ke kamera), dan peserta diwajibkan membagikan keseluruhan layar (entire screen) kepada panitia. Prosedur ini wajib dipatuhi karena jika jaringan terputus, peserta berisiko dianggap gugur dari tahapan tes.
Soal 14
Konsep pemerintahan digital yang relevan dengan tugas Pengelola Program dan Kegiatan Komdigi mencakup pemahaman tentang…
A. Sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) yang mengintegrasikan proses kerja, data, dan layanan pemerintah secara digital
B. Penghapusan seluruh proses administrasi manual tanpa pengecualian
C. Penggunaan media sosial pribadi untuk keperluan kedinasan
D. Penggantian seluruh pegawai dengan sistem otomatis
E. Penundaan transformasi digital hingga infrastruktur lengkap
Jawaban: A
Pembahasan: Sesuai tugas memahami konsep sistem pemerintahan berbasis elektronik hingga konsep pemerintahan digital, SPBE adalah kerangka kerja yang mengintegrasikan proses kerja, data, dan layanan pemerintah melalui teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi, sejalan dengan misi Komdigi dalam transformasi digital nasional.
Soal 15
Dalam sesi wawancara, peserta diminta menganalisis sebuah studi kasus di mana progres pelaporan program terlambat karena data dari beberapa unit kerja tidak terkumpul tepat waktu. Solusi yang PALING TEPAT untuk dipresentasikan adalah…
A. Menyalahkan unit kerja yang terlambat tanpa solusi konkret
B. Mengidentifikasi akar masalah (kurangnya sistem reminder dan deadline yang jelas), lalu mengusulkan perbaikan seperti sistem notifikasi otomatis dan jadwal pengumpulan data yang terstandar
C. Mengusulkan agar pelaporan dihapus dari prosedur kerja
D. Menunda seluruh program hingga data lengkap tanpa batas waktu
E. Tidak memberikan analisis dan hanya menjelaskan kronologi kejadian
Jawaban: B
Pembahasan: Dalam ujian studi kasus yang dipresentasikan pada saat wawancara, peserta dinilai dari kemampuan mengidentifikasi akar masalah secara objektif dan mengusulkan solusi sistemik yang konkret, bukan sekadar menyalahkan pihak lain atau menyajikan solusi yang tidak realistis.
Soal 16
Struktur presentasi yang PALING EFEKTIF saat memaparkan hasil analisis studi kasus program kerja adalah…
A. Langsung menyampaikan solusi tanpa menjelaskan latar belakang masalah
B. Menjelaskan latar belakang masalah, analisis akar penyebab, solusi yang diusulkan, dan rencana implementasi secara berurutan
C. Menyampaikan seluruh detail teknis tanpa kesimpulan
D. Membahas topik yang tidak relevan dengan studi kasus
E. Membacakan studi kasus kata demi kata tanpa analisis tambahan
Jawaban: B
Pembahasan: Struktur presentasi yang logis—latar belakang, analisis, solusi, dan rencana implementasi—memudahkan pewawancara memahami alur pemikiran peserta secara sistematis, sekaligus menunjukkan kemampuan berpikir kritis dan analitis yang dibutuhkan dalam posisi ini.
Soal 17
Seorang Pengelola Program menemukan kesalahan kecil pada data anggaran yang sudah ia rekapitulasi, namun kesalahan tersebut belum diketahui oleh pimpinan. Sikap PALING TEPAT adalah…
A. Membiarkan kesalahan tersebut karena dianggap tidak signifikan
B. Segera memperbaiki dan melaporkan kesalahan tersebut kepada pimpinan secara proaktif
C. Menunggu hingga kesalahan tersebut ditemukan oleh pihak lain
D. Menyembunyikan kesalahan agar tidak dianggap tidak teliti
E. Menyalahkan sistem aplikasi atas kesalahan yang terjadi
Jawaban: B
Pembahasan: Sesuai tuntutan ketelitian dan akurasi kerja yang tinggi, berintegritas, disiplin, sikap profesional yang tepat adalah proaktif memperbaiki dan melaporkan kesalahan begitu ditemukan, bukan menyembunyikannya, karena integritas dan akurasi data menjadi nilai inti dalam pekerjaan administrasi program.
Soal 18
Dalam bekerja sama dengan tim untuk menyelesaikan laporan program dalam waktu terbatas, sikap yang PALING MENCERMINKAN kerja sama tim yang baik adalah…
A. Mengerjakan tugas sendiri tanpa berbagi informasi dengan rekan tim
B. Saling berbagi informasi, membagi tugas sesuai kompetensi, dan berkomunikasi secara terbuka mengenai progres masing-masing
C. Menunggu instruksi detail untuk setiap langkah kecil tanpa inisiatif
D. Mengambil seluruh kredit pekerjaan tim sebagai pencapaian pribadi
E. Bekerja tanpa koordinasi dan menyerahkan hasil di saat-saat akhir
Jawaban: B
Pembahasan: Sesuai tuntutan mampu berkomunikasi dan bekerja sama dalam tim dengan baik, kerja sama tim yang efektif memerlukan keterbukaan informasi, pembagian tugas berdasarkan kompetensi, dan komunikasi rutin mengenai progres, sehingga hasil kerja tim dapat optimal meski dengan waktu terbatas.
Soal 19
Sebagai tenaga PJLP (Penyedia Jasa Lainnya Perorangan), pemahaman yang BENAR mengenai status kepegawaian Pengelola Program dan Kegiatan adalah…
A. Otomatis diangkat sebagai ASN/PPPK setelah kontrak berakhir
B. Merupakan tenaga kontrak yang tidak menimbulkan hak untuk diangkat sebagai ASN/PPPK
C. Memiliki hak yang sama persis dengan Pegawai Negeri Sipil
D. Berstatus pegawai tetap seumur hidup
E. Tidak terikat ketentuan kontrak kerja apapun
Jawaban: B
Pembahasan: Pengadaan PJLP bukan merupakan pengangkatan Pegawai ASN/PPPK dan tidak menimbulkan hak bagi peserta yang dinyatakan lulus untuk diangkat sebagai Pegawai ASN/PPPK. Pemahaman yang tepat mengenai status ini penting agar pelamar memiliki ekspektasi realistis sejak awal mengikuti seleksi.
Soal 20
Jika seorang Pengelola Program dinyatakan lulus seleksi administrasi namun tidak hadir pada tahapan Seleksi Kompetensi Teknis tanpa pemberitahuan, maka konsekuensi yang berlaku adalah…
A. Tetap dapat melanjutkan ke tahap wawancara
B. Dinyatakan tidak lulus/gugur dari proses seleksi
C. Diberikan kesempatan mengikuti ujian susulan tanpa batas waktu
D. Otomatis dinyatakan lulus karena sudah lolos administrasi
E. Mendapat pengurangan nilai tanpa dinyatakan gugur
Jawaban: B
Pembahasan: Pelamar yang telah dinyatakan lulus seleksi administrasi namun tidak mengikuti Seleksi Teknis sesuai jadwal yang telah ditentukan akan dinyatakan Tidak Lulus, dan keputusan panitia bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Oleh karena itu, kehadiran tepat waktu pada setiap tahapan seleksi menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi peserta.
Siap Hadapi Seleksi Pengelola Program dan Kegiatan Komdigi? Persiapkan Dirimu Bersama Fungsional.id

Lolos seleksi PJLP Komdigi bukan hanya soal melengkapi berkas administrasi, tapi juga soal kesiapan menghadapi tes kompetensi teknis dan studi kasus yang menuntut ketelitian, kemampuan koordinasi, serta daya analisis yang tajam. fungsional.id hadir membantumu melewati setiap tahapan seleksi dengan percaya diri, lewat kumpulan soal latihan terstruktur yang mencakup administrasi program, monitoring-evaluasi, koordinasi kebijakan, penguasaan aplikasi digital, hingga simulasi studi kasus serupa ujian sesungguhnya. Jangan biarkan persiapan yang kurang matang menghalangi langkahmu untuk berkarier di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Digital.
