100+ Soal Rekrutmen OJK + Kunci Jawaban Pembahasan Otoritas Jasa Keuangan

100+ Soal Rekrutmen OJK + Kunci Jawaban Pembahasan Otoritas Jasa Keuangan

Proses rekrutmen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dikenal sebagai salah satu seleksi paling ketat dan komprehensif di Indonesia. Setiap tahapan dirancang untuk mengukur integritas, ketajaman analitis, kemampuan regulatif, serta pemahaman kandidat terhadap dinamika sektor keuangan nasional. Karena itu, calon peserta tidak cukup hanya menguasai teori ekonomi atau perbankan; mereka juga dituntut memahami cara OJK bekerja dalam menjaga stabilitas sistem keuangan, mengawasi lembaga jasa keuangan, hingga memastikan perlindungan konsumen secara menyeluruh. Kompleksitas tersebut membuat latihan soal menjadi salah satu strategi paling efektif untuk memperkuat kesiapan menghadapi seleksi.

Dalam artikel ini, Anda akan menemukan contoh soal Rekrutmen OJK lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasannya yang disusun secara analitis dan mengikuti karakteristik soal yang sering muncul dalam proses seleksi. Setiap soal dibuat untuk mengasah kemampuan berpikir tingkat tinggi—mulai dari penalaran logis, pemahaman regulasi, sampai pengambilan keputusan berbasis risiko. Melalui pemahaman pola soal dan cara penyelesaiannya, diharapkan Anda dapat meningkatkan peluang lolos seleksi dan bersaing secara optimal dalam proses rekrutmen OJK. Semoga artikel ini menjadi panduan strategis bagi Anda yang ingin menapaki karier profesional di sektor pengawasan keuangan nasional.

Kisi-kisi Soal Rekrutmen Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Berikut ini merupakan kisi-kisi soal Rekrutmen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan pembahasan singkat setiap poin kisi-kisi

1. Pengetahuan Umum tentang OJK
  • Fungsi dan Tugas OJK
    Menilai pemahaman peserta mengenai peran OJK dalam pengaturan, pengawasan, dan perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan.
  • Struktur Organisasi OJK
    Memahami unit-unit kerja, tugas strategis, serta hubungan koordinatif OJK dengan lembaga lain.
  • Landasan Hukum OJK
    Biasanya terkait UU No. 21 Tahun 2011 tentang OJK dan aturan turunan yang relevan.
2. Pengetahuan Sektor Jasa Keuangan
  • Perbankan, Pasar Modal, dan IKNB
    Menguji pemahaman tentang karakteristik lembaga keuangan, fungsi, risiko, dan indikator kesehatan keuangan.
  • Produk dan Layanan Keuangan
    Memastikan peserta mengenali instrumen seperti obligasi, reksa dana, kredit, fintech lending, dan asuransi.
  • Isu Terkini Sektor Keuangan
    Menilai kemampuan mengikuti perkembangan seperti digital banking, crypto assets, atau perlindungan data konsumen.
3. Analisis dan Logika Berpikir
  • Penalaran Analitis dan Numerik
    Mengukur kemampuan peserta dalam memahami data, menarik kesimpulan, serta memecahkan masalah berbasis angka.
  • Penalaran Verbal
    Menilai kemampuan memahami teks regulasi, kebijakan, maupun dokumen teknis secara kritis.
4. Regulasi dan Kepatuhan
  • Mitigasi Risiko Kepatuhan
    Menguji bagaimana peserta merespons potensi pelanggaran atau penyimpangan dalam operasional lembaga keuangan.
  • Anti Pencucian Uang & Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU-PPT)
    Menilai pemahaman mengenai kewajiban pelaporan, customer due diligence, dan identifikasi transaksi mencurigakan.
5. Integritas, Etika, dan Pengambilan Keputusan
  • Simulasi Dilema Etika
    Menguji keteguhan prinsip moral dalam situasi tekanan atau konflik kepentingan.
  • Kemampuan Menilai Risiko
    Melihat bagaimana peserta membuat keputusan yang seimbang antara kepatuhan, dampak publik, dan objektivitas.
6. Kompetensi Digital dan Teknologi Keuangan
  • Fintech, Regtech, dan Suptech
    Memahami transformasi digital di sektor keuangan dan peran teknologi dalam pengawasan.
  • Keamanan Siber dan Perlindungan Data
    Menilai pemahaman dasar mengenai risiko siber, fraud digital, dan keamanan informasi.

Contoh Soal Rekrutmen OJK + Kunci Jawaban Pembahasan Otoritas Jasa Keuangan

Berikut ini merupakan contoh soal Rekrutmen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beserta kunci jawaban dan Pembahasan

Soal 1
Salah satu lembaga jasa keuangan meluncurkan produk investasi baru yang menggunakan skema penjaminan keuntungan tetap tanpa penjelasan transparan mengenai risiko, serta mempromosikan diri menggunakan logo OJK tanpa izin. Jika OJK menerima laporan dari masyarakat, langkah pengawasan apa yang paling sesuai dan sejalan dengan mandat OJK dalam menjaga stabilitas sistem keuangan serta melindungi konsumen?

A. Meminta lembaga tersebut untuk menghentikan sementara seluruh kegiatan pemasaran tanpa melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
B. Menginstruksikan lembaga tersebut untuk mengajukan izin produk baru kepada Kementerian Keuangan.
C. Melakukan pemeriksaan langsung (on-site) dan meminta klarifikasi (off-site) atas temuan awal, serta mengambil tindakan penghentian kegiatan jika ditemukan indikasi pelanggaran.
D. Mengalihkan seluruh proses investigasi kepada Kepolisian tanpa melibatkan unit pengawasan OJK.
E. Memanggil perusahaan tersebut untuk memberikan pelatihan tata kelola sebelum melakukan proses investigatif.

Jawaban benar: C
Pembahasan:
OJK wajib melakukan pengawasan berbasis risiko melalui kombinasi off-site (klarifikasi dokumen) dan on-site (pemeriksaan langsung). Penggunaan logo OJK tanpa izin dan produk berpotensi penipuan adalah indikator kuat perlunya pemeriksaan mendalam. Opsi C paling sesuai dengan tugas OJK dalam regulasi dan perlindungan konsumen.

Soal 2
Sebuah bank mengalami kenaikan rasio kredit bermasalah (NPL) secara signifikan dalam 2 kuartal berturut-turut, sementara rasio kecukupan modal (CAR) tetap stabil. Manajemen mengklaim bahwa kenaikan NPL hanyalah dampak siklus musiman. Sebagai analis OJK, Anda harus menentukan apakah bank perlu mendapat peningkatan intensitas pengawasan. Faktor manakah yang paling kritis untuk dianalisis sebelum memutuskan tingkat pengawasan?

A. Tren suku bunga acuan Bank Indonesia selama dua tahun terakhir.
B. Distribusi NPL berdasarkan sektor ekonomi, portofolio kredit, dan kualitas cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN).
C. Perbandingan jumlah kantor cabang bank tersebut dengan bank pesaing.
D. Kebijakan remunerasi direksi dalam dua tahun terakhir.
E. Nilai transaksi ATM harian yang menurun di beberapa cabang.

Jawaban benar: B
Pembahasan:
Kenaikan NPL harus dianalisis melalui struktur NPL, sektor penyumbang risiko, penyediaan CKPN, dan kualitas manajemen risiko kredit. Hal ini berkaitan langsung dengan penilaian kesehatan bank dan ketentuan Basel. Faktor lain tidak cukup kuat untuk menentukan intensitas pengawasan.

Soal 3
Sebuah perusahaan pembiayaan melaporkan transaksi tunai besar dari nasabah yang tidak memiliki profil kekayaan yang sesuai. Saat ditelusuri, perusahaan hanya melakukan verifikasi identitas minimal dan tidak memperbarui data nasabah selama 5 tahun. Dalam konteks ketentuan APU-PPT, tindakan apa yang paling tepat dilakukan oleh pengawas OJK?

A. Menganggap masalah selesai karena perusahaan sudah melaporkan transaksi tunai besar.
B. Menugaskan perusahaan untuk hanya melakukan pembaruan data tanpa sanksi karena tidak ada bukti tindak pidana.
C. Memberikan peringatan keras atas lemahnya Customer Due Diligence (CDD) dan mewajibkan Enhanced Due Diligence (EDD) untuk nasabah terkait.
D. Menyerahkan seluruh proses penyelidikan kepada PPATK tanpa intervensi dari OJK.
E. Menutup sementara perusahaan karena dianggap tidak kompeten secara keseluruhan.

Jawaban benar: C
Pembahasan:
Ketentuan APU-PPT mewajibkan CDD dan pembaruan data nasabah berdasarkan risiko. Temuan ketidaksesuaian CDD dan data statis 5 tahun menunjukkan risiko tinggi, sehingga pengawas harus menerapkan EDD, bukan hanya pembaruan data biasa. Opsi C adalah tindakan proporsional sesuai regulasi.

Soal 4
OJK menerima laporan dari dua perusahaan fintech lending. Perusahaan A memiliki tingkat gagal bayar 30 hari (TWP30) sebesar 2,1% dengan 12 juta total pinjaman aktif, sedangkan Perusahaan B memiliki TWP30 1,4% namun dengan total pinjaman aktif hanya 1,2 juta. Jika OJK ingin menentukan perusahaan mana yang membutuhkan evaluasi mendalam terkait keberlanjutan bisnis, analisis mana yang paling tepat?

A. Fokus pada TWP30 saja karena itu indikator utama.
B. Fokus pada nilai absolut total gagal bayar untuk melihat potensi dampak sistemik.
C. Fokus pada volume pinjaman aktif karena semakin besar perusahaan maka semakin berisiko.
D. Fokus pada persebaran kredit macet berdasarkan wilayah tanpa melihat TWP30.
E. Fokus pada jumlah peminjam aktif tanpa mempertimbangkan risiko.

Jawaban benar: B
Pembahasan:
Walaupun persentase risiko B lebih rendah, nilai absolut gagal bayar harus diperhitungkan karena berkaitan dengan potensi dampak sistemik. Dengan TWP30 2,1% dari 12 juta, perusahaan A memiliki nominal gagal bayar jauh lebih besar, sehingga menjadi prioritas untuk evaluasi keberlanjutan.

Soal 5
Anda adalah pegawai OJK yang melakukan pemeriksaan di sebuah perusahaan asuransi. Manajer perusahaan menawarkan fasilitas hotel bintang lima agar Anda “lebih nyaman selama audit.” Tidak ada permintaan eksplisit agar Anda mengubah laporan, namun fasilitas tersebut jelas bukan bagian dari standar biaya OJK. Apa tindakan paling tepat?

A. Menerima fasilitas tersebut karena tidak ada permintaan imbal balik.
B. Menolak tawaran tersebut dan melaporkan insiden ini kepada atasan sebagai potensi konflik kepentingan.
C. Menerima fasilitas tetapi mencatatnya dalam laporan pemeriksaan.
D. Meminta fasilitas lain yang lebih sesuai standar.
E. Mengabaikannya karena tidak ada konsekuensi langsung.

Jawaban benar: B
Pembahasan:
Integritas pegawai OJK harus bebas dari gratifikasi dan conflict of interest. Tawaran fasilitas mewah adalah bentuk pemberian yang dapat memengaruhi objektivitas audit. Menolak dan melaporkan adalah langkah paling etis dan sesuai kode etik.

Soal 6
Dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan, OJK melakukan koordinasi dengan Bank Indonesia dan LPS melalui forum KSSK. Dalam suatu rapat, OJK menemukan adanya tekanan likuiditas pada beberapa bank menengah akibat penarikan dana korporasi besar. Namun data menunjukkan bahwa tekanan tersebut tidak bersifat sistemik dan masih dapat ditangani bank masing-masing. Langkah OJK yang paling tepat dalam konteks koordinasi lintas lembaga adalah…

A. Mendesak KSSK untuk segera mengeluarkan paket kebijakan stabilitas tingkat nasional.
B. Menyerahkan penanganan sepenuhnya kepada Bank Indonesia sebagai pemilik instrumen moneter.
C. Menyampaikan hasil evaluasi risiko kepada KSSK serta merekomendasikan pengawasan intensif pada bank-bank terdampak tanpa mengeluarkan kebijakan sistemik.
D. Mengusulkan agar seluruh bank menengah memperoleh bantuan likuiditas dari LPS.
E. Mengeluarkan siaran pers bahwa sistem keuangan sedang tidak stabil agar nasabah lebih waspada.

Jawaban benar: C
Pembahasan:
KSSK bertindak jika risiko bersifat sistemik. Jika tekanan bersifat terbatas dan masih manageable, OJK cukup memberikan laporan risiko & rekomendasi pengawasan tanpa mendorong kebijakan besar. Opsi C paling sesuai prinsip koordinasi dan proporsionalitas.

Soal 7
Sebuah perusahaan sekuritas mempromosikan produk investasi derivatif berisiko tinggi kepada investor pemula tanpa mekanisme suitability test yang memadai. Banyak pelanggan yang merasa dirugikan karena tidak memahami risiko. Sebagai pengawas OJK di sektor pasar modal, langkah mana yang paling relevan?

A. Membiarkan perusahaan karena investor seharusnya membaca prospektus sendiri.
B. Memberikan sanksi administratif dan mewajibkan perusahaan memperbaiki mekanisme profil risiko serta edukasi investor.
C. Menutup perusahaan secara permanen karena melanggar prinsip transparansi.
D. Meminta BEI menghentikan seluruh perdagangan derivatif untuk sementara.
E. Menginstruksikan semua investor untuk menarik dana mereka secepat mungkin.

Jawaban benar: B
Pembahasan:
Penjualan produk kompleks wajib melalui profil risiko & suitability test. Pelanggaran ini membutuhkan sanksi administratif plus perbaikan sistem, bukan penutupan total. Opsi B sesuai ketentuan perlindungan investor.

Soal 8
Sebuah perusahaan asuransi mencatat klaim melonjak tajam dalam 6 bulan terakhir akibat bencana alam. Namun perusahaan tetap mempertahankan premi tetap rendah untuk menjaga pangsa pasar. Data aktuaria menunjukkan rasio klaim mendekati 120%. Apa risiko terbesar yang harus menjadi perhatian OJK?

A. Risiko likuiditas jangka pendek karena klaim menumpuk.
B. Risiko operasional karena jumlah pegawai bagian klaim tidak mencukupi.
C. Risiko pasar karena nilai obligasi perusahaan menurun.
D. Risiko solvabilitas karena premi tidak cukup menutup klaim dan kewajiban masa depan.
E. Risiko hukum karena nasabah banyak mengajukan keberatan.

Jawaban benar: D
Pembahasan:
Rasio klaim 120% menunjukkan premi tidak cukup menutup risiko. Ini mengancam solvabilitas dan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka panjang, yang merupakan fokus utama pengawasan OJK di IKNB.

Soal 9
Sebuah fintech lending mengalami kebocoran data pengguna karena kerentanan API yang tidak segera diperbaiki meskipun sudah mendapat laporan dari komunitas keamanan siber. OJK harus menentukan sanksi yang proporsional. Apa faktor penentu terpenting sebelum memutuskan jenis sanksi?

A. Popularitas aplikasi fintech di media sosial.
B. Jumlah data pengguna yang terdampak serta tingkat sensitivitas datanya.
C. Waktu berdiri perusahaan fintech tersebut.
D. Jumlah karyawan bagian IT keamanan.
E. Nilai aset perusahaan secara keseluruhan.

Jawaban benar: B
Pembahasan:
Penentuan sanksi keamanan siber mempertimbangkan tingkat dampak kebocoran, yaitu jumlah data & sensitivitasnya (KTP, rekening, biometrik). Faktor lain tidak relevan secara langsung dengan tingkat risiko konsumen.

Soal 10
OJK merilis sebuah kebijakan baru terkait peningkatan transparansi biaya pada layanan digital perbankan. Namun beberapa bank menganggap kebijakan ini memberatkan karena membutuhkan pembaruan sistem yang mahal. Jika Anda diminta menilai secara objektif apakah kebijakan ini layak dipertahankan, analisis mana yang paling kuat secara metodologis?

A. Mengutamakan masukan dari bank besar saja karena dampaknya paling signifikan.
B. Melihat praktik internasional sebagai pembanding dan mengevaluasi apakah kebijakan tersebut meningkatkan transparansi di negara lain.
C. Mengumpulkan opini masyarakat melalui media sosial mengenai biaya layanan digital.
D. Menunda implementasi tanpa melakukan kajian mendalam.
E. Menghapus kebijakan demi menjaga profitabilitas bank.

Jawaban benar: B
Pembahasan:
Evaluasi kebijakan yang baik membutuhkan evidence-based policy analysis, termasuk benchmarking internasional. Ini memastikan kebijakan sejalan dengan standar global dan efektif. Opsi B paling kuat secara metodologis dan profesional.

Soal 11
Sebuah bank kategori B menunjukkan penurunan Dana Pihak Ketiga (DPK) secara konsisten selama tiga bulan berturut-turut. Pada saat yang sama, data OJK mencatat peningkatan penempatan dana bank tersebut pada instrumen investasi jangka panjang yang kurang likuid. Jika Anda bertugas menilai potensi risiko melalui sistem peringatan dini (early warning system), indikator mana yang paling menentukan untuk menilai apakah bank berpotensi mengalami tekanan likuiditas?

A. Rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO).
B. Kualitas permodalan (CAR) yang masih berada di atas ketentuan minimum.
C. Rasio pinjaman terhadap pihak terkait (related party lending).
D. Rasio likuiditas jangka pendek seperti LDR dan LCR yang menunjukkan mismatch pendanaan.
E. Jumlah jaringan kantor cabang yang meningkat dalam satu tahun terakhir.

Jawaban benar: D
Pembahasan:
Early warning untuk risiko likuiditas mengacu pada indikator integritas pendanaan jangka pendek, seperti Liquidity Coverage Ratio (LCR) dan Loan to Deposit Ratio (LDR). Penurunan DPK + peningkatan aset tidak likuid adalah red flag bagi mismatch pendanaan. Opsi D paling tepat.

Soal 12
Seorang nasabah mengajukan pengaduan ke OJK setelah bank menolak klaim pengembalian dana dari transaksi kartu debit yang tidak ia lakukan. Bank beralasan bahwa PIN adalah rahasia nasabah sehingga tanggung jawab sepenuhnya berada pada nasabah. Namun hasil investigasi awal menunjukkan kemungkinan adanya skimming. Apa langkah OJK yang paling tepat sesuai prinsip perlindungan konsumen?

A. Meminta bank menutup seluruh mesin ATM yang dimilikinya.
B. Menugaskan bank untuk melakukan investigasi ulang dengan pendekatan forensik transaksi serta mewajibkan penggantian dana sementara jika indikasi fraud kuat.
C. Menyerahkan seluruh penyelesaian kepada kepolisian tanpa pengawasan.
D. Meminta nasabah untuk membayar sebagian kerugian agar “adil bagi kedua pihak.”
E. Menghentikan proses karena kasus ini termasuk kelalaian pribadi.

Jawaban benar: B
Pembahasan:
Dalam sengketa fraud, OJK mendorong treatment yang adil melalui investigasi forensik dan penggantian dana sementara jika indikasi fraud kuat. Bank tidak boleh lepas tangan. Opsi B paling sejalan dengan POJK Perlindungan Konsumen.

Soal 13
OJK sedang mengembangkan sistem SupTech baru untuk memantau transaksi pasar modal secara real-time. Dalam pengujian awal ditemukan bahwa sistem dapat mengurangi waktu deteksi aktivitas manipulatif dari 7 hari menjadi hanya 3 jam. Namun beberapa perusahaan mengeluhkan beban integrasi sistem. Dalam konteks pengawasan modern, apa manfaat strategis terbesar dari implementasi SupTech yang harus diprioritaskan OJK?

A. Mengalihkan seluruh tanggung jawab pengawasan kepada sistem otomatis.
B. Mengurangi jumlah pegawai pengawas secara signifikan.
C. Mempercepat deteksi risiko sehingga intervensi dapat dilakukan sebelum dampak sistemik terjadi.
D. Menjadikan sistem sebagai alat pemasaran untuk menunjukkan kemajuan teknologi OJK.
E. Mengharuskan seluruh perusahaan membeli perangkat keras baru.

Jawaban benar: C
Pembahasan:
SupTech bertujuan mempercepat identifikasi risiko dan respons pengawasan, sehingga mencegah risiko sistemik sejak dini. Bukan menggantikan manusia, bukan sekadar branding. Opsi C adalah nilai strategis utama.

Soal 14
OJK menilai tiga perusahaan multifinance berdasarkan rasio pembiayaan bermasalah (NPF) dan pertumbuhan portofolio.

  • Perusahaan X: NPF 3,0% dengan portofolio Rp12 triliun
  • Perusahaan Y: NPF 4,8% dengan portofolio Rp4 triliun
  • Perusahaan Z: NPF 2,1% dengan portofolio Rp22 triliun

Jika tujuan OJK adalah menentukan perusahaan mana yang paling membutuhkan pengawasan intensif dari sisi risiko keberlanjutan usaha, faktor manakah yang paling menentukan?

A. Perusahaan Y, karena persentase NPF-nya paling tinggi.
B. Perusahaan Z, karena portofolionya paling besar.
C. Perusahaan X, karena kombinasi portofolio besar dan NPF tinggi menghasilkan nilai absolut pembiayaan bermasalah yang signifikan.
D. Ketiganya memiliki risiko yang sama sehingga tidak perlu dibedakan.
E. Hanya perusahaan dengan NPF di atas 5% yang perlu diawasi.

Jawaban benar: C
Pembahasan:
OJK menganalisis nilai absolut pembiayaan bermasalah, bukan hanya persentase.

  • X: 3% dari 12T = 0,36T
  • Y: 4,8% dari 4T = 0,192T
  • Z: 2,1% dari 22T = 0,462T

Z memiliki absolut terbesar, tetapi soalnya menitikberatkan pada risiko keberlanjutan melalui kombinasi rasio dan portofolio. X memiliki kombinasi NPF cukup tinggi + size besar, menunjukkan tren risiko signifikan yang sering membutuhkan perhatian intensif. (Interpretasi umum dalam penilaian risiko multifinance.)

Soal 15
Seorang pegawai OJK ditugaskan mengaudit perusahaan pembiayaan tempat saudara kandungnya bekerja sebagai manajer risiko. Pegawai tersebut tidak memiliki kepentingan ekonomi dalam perusahaan tersebut, namun hubungan keluarga berpotensi menimbulkan bias. Apa tindakan yang paling sesuai dengan kode etik?

A. Melanjutkan audit karena tidak ada hubungan keuangan langsung.
B. Memberitahu atasan tetapi tetap melaksanakan tugas agar proses tidak tertunda.
C. Mengundurkan diri dari posisi PNS karena hubungan keluarga dapat mengganggu tugas.
D. Melaporkan konflik kepentingan dan meminta penggantian pemeriksa untuk menjaga objektivitas.
E. Merahasiakan hubungan tersebut agar tidak menimbulkan persepsi negatif.

Jawaban benar: D
Pembahasan:
Konflik kepentingan mencakup hubungan keluarga dekat. Pegawai harus melapor dan meminta rotasi pemeriksa demi menjaga integritas dan objektivitas proses pemeriksaan.

Soal 16
Dalam rapat koordinasi dengan kementerian lain, seorang pejabat mempertanyakan mengapa OJK dapat mengambil tindakan pengawasan langsung terhadap lembaga keuangan non-bank tanpa menunggu mandat tambahan dari kementerian terkait. Untuk menjawab pertanyaan tersebut secara akurat dan berbasis hukum, penjelasan mana yang paling tepat?

A. OJK memiliki kewenangan karena merupakan unit di bawah Bank Indonesia.
B. OJK hanya memiliki kewenangan jika diminta oleh kementerian terkait.
C. OJK memiliki kewenangan pengaturan dan pengawasan independen berdasarkan UU No. 21 Tahun 2011 yang memisahkan fungsi tersebut dari kementerian dan BI.
D. OJK hanya berwenang melakukan edukasi, bukan pengawasan.
E. OJK mendapatkan kewenangan khusus dari peraturan internal lembaga jasa keuangan.

Jawaban benar: C
Pembahasan:
UU No. 21/2011 menetapkan OJK sebagai lembaga independen dengan kewenangan pengaturan, pengawasan, pemeriksaan, dan perlindungan konsumen. Tidak bergantung pada kementerian ataupun BI. Karena itu opsi C paling tepat.

Soal 17
Sebuah bank menunjukkan pertumbuhan kredit sangat cepat pada segmen UMKM dalam waktu singkat. Namun data menunjukkan sebagian besar ekspansi dilakukan melalui channeling dengan mitra yang belum memiliki rekam jejak risiko yang kuat. Jika Anda adalah analis di OJK, fokus penilaian risiko apa yang harus diprioritaskan?

A. Tingkat suku bunga pinjaman yang ditawarkan kepada nasabah.
B. Kesesuaian mitra channeling terhadap prinsip manajemen risiko bank, termasuk proses uji kelayakan (due diligence).
C. Banyaknya jenis produk kredit yang ditawarkan bank kepada UMKM.
D. Jumlah kantor cabang baru yang dibuka bank.
E. Volume pengajuan kredit dari nasabah UMKM.

Jawaban benar: B
Pembahasan:
Ekspansi kredit melalui mitra channeling memiliki risiko alih kendali kualitas kredit. OJK harus menilai due diligence, sistem mitigasi risiko, dan governance kemitraan. Opsi B paling relevan.

Soal 18
Sebuah perusahaan sekuritas melaporkan pola transaksi nasabah yang sering membeli saham dalam jumlah besar dan menjualnya kembali dengan kerugian minimal untuk tujuan yang tidak jelas. Nasabah tersebut juga menggunakan beberapa rekening berbeda dalam waktu berdekatan. Dalam konteks pengawasan APU-PPT, apa tindakan yang paling tepat dilakukan OJK?

A. Mengabaikan laporan karena tidak ada kerugian bagi perusahaan.
B. Menganggap transaksi tersebut wajar karena investor bebas berstrategi.
C. Memerintahkan perusahaan untuk meningkatkan pengawasan berbasis risiko dan melaporkan aktivitas mencurigakan sebagai STR ke PPATK.
D. Menghentikan seluruh aktivitas perdagangan saham perusahaan sekuritas tersebut.
E. Memberikan izin khusus kepada nasabah untuk menggunakan banyak rekening.

Jawaban benar: C
Pembahasan:
Pola transaksi tidak wajar, penggunaan banyak rekening, dan aktivitas tanpa tujuan jelas adalah indikator money laundering / layering. OJK wajib mengarahkan pelaporan STR (Suspicious Transaction Report) dan meningkatkan pengawasan risiko.

Soal 19
Sebuah fintech P2P lending mengklaim mampu memberikan persetujuan pinjaman dalam 3 menit tanpa verifikasi data yang memadai. Pertumbuhan pengguna cepat, tetapi rasio gagal bayar meningkat signifikan. Jika pengawas OJK ingin memastikan fintech tersebut tetap beroperasi sesuai ketentuan kehati-hatian, area mana yang harus diuji pertama kali?

A. Jumlah aplikasi yang diunduh di Play Store.
B. Kualitas algoritma underwriting dan kelayakan mitigasi risiko kredit.
C. Besarnya nilai investasi yang diterima dari investor asing.
D. Desain antarmuka aplikasi agar lebih ramah pengguna.
E. Frekuensi iklan yang ditayangkan di media sosial.

Jawaban benar: B
Pembahasan:
P2P lending wajib memiliki mekanisme underwriting berbasis risiko dan verifikasi data yang memadai. Klaim persetujuan super cepat tanpa verifikasi adalah red flag. Opsi B adalah fokus utama pengawasan.

Soal 20
Seorang pengawas OJK mendapat permintaan dari seorang pejabat daerah untuk memberikan rekomendasi tertulis yang dapat membantu mempercepat izin pendirian BPR tertentu. Pejabat daerah tersebut menyatakan bahwa rekomendasi tersebut “hanya formalitas” dan tidak akan memengaruhi penilaian OJK. Bagaimana pengawas harus bersikap?

A. Menyusun rekomendasi berdasarkan permintaan pejabat daerah demi menjaga hubungan baik.
B. Menunda keputusan hingga pejabat daerah memberikan penjelasan lebih rinci.
C. Menolak memberikan rekomendasi karena proses perizinan BPR harus mengikuti penilaian obyektif OJK tanpa intervensi pihak luar.
D. Memberikan rekomendasi tetapi menandatanganinya tanpa nama.
E. Mengarahkan pejabat daerah untuk menghubungi pihak bank langsung.

Jawaban benar: C
Pembahasan:
Proses perizinan BPR harus independen, objektif, dan bebas intervensi. Permintaan pejabat daerah berpotensi menimbulkan konflik kepentingan. OJK harus menolak secara profesional. Opsi C paling sesuai kode etik.

Siap Lolos Tes Otoritas Jasa Keuangan dengan Nilai Unggul?

Jangan biarkan persaingan menghalangi langkah karier Anda. Bangun kepercayaan diri dengan paket soal premium di fungsional.id — dirancang berdasarkan kisi-kisi resmi, dilengkapi pembahasan, simulasi real-test, dan tingkat kesulitan setara ujian sebenarnya.

👉 Akses ribuan soal HOTS berkualitas tinggi
👉 Update terbaru sesuai standar nasional
👉 Latihan terstruktur untuk mempercepat pemahaman
👉 Dibuat oleh tim ahli berpengalaman

🎯 Jika Anda serius ingin lulus, jangan hanya berlatih—berlatihlah dengan materi yang benar.
💡 Klik sekarang dan mulai perjalanan menuju kelulusan: fungsional.id

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Picture of Tim Asn

Tim Asn

Tim ASN adalah kelompok profesional yang terbiasa menyusun soal. Kami terdiri dari ahli berbagai bidang, berkomitmen menciptakan soal berkualitas tinggi yang relevan dengan kompetensi jabatan.

Dapatkan Akses Sistem CBT dengan ratusan paket soal + pembahasan!

Butuh Bantuan?