Seleksi Rekrutmen Pegawai Puskesmas Pademangan membutuhkan kesiapan peserta dalam memahami pelayanan kesehatan tingkat pertama, kemampuan dasar, keselamatan pasien, komunikasi, serta kompetensi teknis sesuai formasi. Melalui artikel Soal Rekrutmen Pegawai Puskesmas Pademangan + Kunci Jawaban dan Pembahasan, Anda dapat mempelajari materi penting sekaligus berlatih menghadapi soal berbasis kasus yang relevan dengan lingkungan kerja puskesmas.
Gambaran Rekrutmen Pegawai Puskesmas Pademangan 2026
Puskesmas Pademangan membuka penerimaan pegawai tahun 2026 untuk formasi Calon Dokter Gigi serta Calon Terapis Gigi dan Mulut. Proses penerimaan dilakukan melalui tahapan administrasi dan tes sesuai jadwal yang telah diumumkan oleh Puskesmas Pademangan.
Berdasarkan informasi pada pengumuman, tahapan seleksi meliputi:
- 15 Oktober 2026: pengumuman penerimaan;
- 15–19 Oktober 2026: seleksi berkas administrasi;
- 21 Oktober 2026: pengumuman hasil seleksi administrasi;
- 22 Oktober 2026: tes Calon Dokter Gigi;
- 23 Oktober 2026: tes Calon Terapis Gigi dan Mulut;
- 26 Oktober 2026: pengumuman kelulusan penerimaan.
Dengan adanya tes khusus untuk masing-masing formasi, peserta perlu mempersiapkan kompetensi teknis kedokteran gigi atau terapi gigi dan mulut, sekaligus memahami pelayanan kesehatan primer, keselamatan pasien, pencegahan infeksi, komunikasi dengan pasien, serta etika profesi.
Materi Tes Rekrutmen Pegawai Puskesmas Pademangan
Berdasarkan informasi pada pengumuman yang Anda kirimkan, tes dilaksanakan terpisah untuk Calon Dokter Gigi dan Calon Terapis Gigi dan Mulut. Namun, foto tersebut tidak merinci materi tes. Karena itu, materi berikut disusun sebagai fokus persiapan yang relevan dengan masing-masing formasi.
1. Materi Calon Dokter Gigi
Fokus materi dapat mencakup:
- pemeriksaan dan diagnosis masalah kesehatan gigi dan mulut;
- karies, penyakit periodontal, dan infeksi rongga mulut;
- pencabutan sederhana dan tindakan dasar kedokteran gigi;
- kegawatdaruratan dental;
- penggunaan obat secara rasional;
- pencegahan dan pengendalian infeksi;
- patient safety;
- komunikasi dan edukasi pasien;
- rujukan kasus;
- etika dan profesionalisme.
2. Materi Calon Terapis Gigi dan Mulut
Materi yang perlu dipersiapkan antara lain:
- pelayanan kesehatan gigi dan mulut dasar;
- tindakan promotif dan preventif;
- scaling dan pemeliharaan kesehatan periodontal sesuai kewenangan;
- asistensi tindakan kedokteran gigi;
- sterilisasi alat;
- pencegahan infeksi;
- edukasi menyikat gigi;
- pencatatan pelayanan;
- komunikasi dengan pasien;
- batas kewenangan profesi.
3. Pelayanan Kesehatan Primer
Karena seleksi dilakukan untuk bekerja di puskesmas, peserta juga perlu memahami:
- pelayanan promotif dan preventif;
- skrining kesehatan gigi;
- edukasi masyarakat;
- pelayanan berbasis keluarga;
- rujukan;
- pencatatan dan pelaporan;
- pelayanan yang aman dan berorientasi pada pasien.
4. Keselamatan Pasien dan PPI
Fokus:
- identifikasi pasien;
- hand hygiene;
- penggunaan APD;
- sterilisasi dan desinfeksi;
- pengelolaan alat tajam;
- pencegahan infeksi silang;
- penanganan pajanan;
- pelaporan insiden.
5. Komunikasi dan Etika Profesi
Materi dapat mencakup:
- komunikasi dengan pasien dan keluarga;
- informed consent;
- kerahasiaan data;
- empati;
- integritas;
- kerja sama tim;
- pelayanan sesuai SOP;
- bekerja sesuai kewenangan.
Kisi-Kisi Tes Rekrutmen Pegawai Puskesmas Pademangan
Berdasarkan informasi rekrutmen yang Anda kirimkan, tes dilaksanakan khusus untuk Calon Dokter Gigi dan Calon Terapis Gigi dan Mulut. Sementara itu, situs resmi Puskesmas Pademangan menunjukkan bahwa instansi ini menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut sebagai bagian dari pelayanan kesehatan primer yang terintegrasi.
Karena pengumuman pada foto tidak mencantumkan kisi-kisi tes secara rinci, materi berikut merupakan fokus persiapan yang disesuaikan dengan formasi dan karakter pelayanan Puskesmas Pademangan.
1. Kisi-Kisi Calon Dokter Gigi
Fokus materi:
- pemeriksaan dan diagnosis penyakit gigi dan mulut;
- karies dan penyakit periodontal;
- infeksi odontogenik;
- tindakan konservasi sederhana;
- ekstraksi sederhana;
- kegawatdaruratan dental;
- farmakologi dasar kedokteran gigi;
- patient safety;
- rujukan kasus;
- komunikasi dan informed consent.
2. Kisi-Kisi Calon Terapis Gigi dan Mulut
Materi yang perlu diprioritaskan:
- promotif dan preventif kesehatan gigi;
- pemeriksaan kesehatan gigi dasar;
- pembersihan karang gigi sesuai kewenangan;
- pemeliharaan jaringan periodontal;
- asistensi tindakan kedokteran gigi;
- sterilisasi dan desinfeksi alat;
- edukasi menyikat gigi;
- pencatatan pelayanan;
- batas kewenangan profesi.
3. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi
Karena pelayanan dilakukan langsung pada rongga mulut, aspek PPI menjadi penting.
Kisi-kisi:
- hand hygiene;
- penggunaan APD;
- dekontaminasi alat;
- sterilisasi;
- pengelolaan benda tajam;
- pencegahan infeksi silang;
- penanganan pajanan darah atau cairan tubuh.
4. Pelayanan Kesehatan Primer
Puskesmas Pademangan menjalankan pelayanan primer dengan pendekatan yang mengutamakan promotif dan preventif, serta pelayanan yang berpusat pada individu, keluarga, dan masyarakat.
Materi dapat mencakup:
- skrining kesehatan gigi;
- edukasi masyarakat;
- pencegahan karies;
- promosi kesehatan;
- pelayanan kelompok berisiko;
- rujukan berjenjang;
- kesinambungan pelayanan.
5. Patient Safety dan Etika Profesi
Fokus:
- identifikasi pasien;
- verifikasi tindakan;
- alergi obat;
- keamanan pemberian obat;
- persetujuan tindakan;
- kerahasiaan data;
- dokumentasi;
- bekerja sesuai kompetensi dan kewenangan.
6. Pelayanan dan Komunikasi Pasien
Puskesmas Pademangan juga menekankan pelayanan kesehatan yang dekat dengan masyarakat.
Kisi-kisi dapat berupa:
- pasien takut tindakan;
- anak tidak kooperatif;
- keluarga menyampaikan keluhan;
- komunikasi hasil pemeriksaan;
- edukasi perawatan gigi di rumah;
- komunikasi profesional antarpetugas.
7. Soal Berbasis Kasus
Pola soal kemungkinan lebih relevan bila berbentuk situasi klinis, misalnya:
- pasien datang dengan nyeri gigi akut;
- terjadi perdarahan setelah pencabutan;
- pasien memiliki riwayat alergi;
- alat belum melalui sterilisasi yang benar;
- ditemukan masalah di luar kewenangan Terapis Gigi dan Mulut;
- pasien membutuhkan rujukan.
Contoh Soal HOTS Rekrutmen Pegawai Puskesmas Pademangan dan Pembahasan
Contoh soal berikut disusun berdasarkan formasi Dokter Gigi dan Terapis Gigi dan Mulut, serta disesuaikan dengan kisi-kisi sebelumnya seperti pelayanan kesehatan primer, patient safety, PPI, komunikasi pasien, kegawatdaruratan, dan batas kewenangan profesi.
A. Contoh Soal Dokter Gigi
Soal 1 — Diagnosis dan Prioritas Tindakan
Pasien datang dengan nyeri gigi hebat sejak dua hari, pembengkakan wajah, demam, dan kesulitan membuka mulut.
Tindakan paling tepat adalah ….
A. Melakukan penilaian menyeluruh terhadap tanda infeksi dan menentukan kebutuhan penanganan serta rujukan segera
B. Langsung melakukan scaling
C. Memberikan edukasi menyikat gigi
D. Menunda pemeriksaan sampai demam turun
E. Memberikan obat tanpa pemeriksaan
Jawaban: A
Pembahasan:
Pembengkakan wajah, demam, dan trismus dapat mengarah pada infeksi odontogenik yang lebih serius. Prioritasnya adalah menilai kegawatan dan menentukan penanganan yang aman.
Soal 2 — Karies
Pasien mengalami karies cukup dalam, tetapi belum terdapat tanda infeksi akut dan struktur gigi masih memungkinkan dipertahankan.
Pendekatan paling tepat adalah ….
A. Melakukan pencabutan segera
B. Menilai kondisi pulpa dan menentukan perawatan konservatif yang sesuai
C. Memberikan antibiotik tanpa tindakan
D. Menunda sampai timbul nyeri
E. Melakukan scaling saja
Jawaban: B
Pembahasan:
Keputusan terapi harus didasarkan pada kondisi jaringan gigi dan pulpa. Gigi yang masih dapat dipertahankan sebaiknya tidak langsung dicabut.
Soal 3 — Patient Safety
Dokter gigi akan melakukan ekstraksi, tetapi saat verifikasi ditemukan data gigi yang akan dicabut berbeda antara rekam medis dan informasi pasien.
Tindakan paling tepat adalah ….
A. Mengikuti rekam medis
B. Mengikuti keterangan pasien
C. Menghentikan tindakan sementara dan melakukan verifikasi ulang sebelum prosedur dilanjutkan
D. Meminta asisten menentukan
E. Melakukan pencabutan pada gigi yang paling sakit
Jawaban: C
Pembahasan:
Ketidaksesuaian informasi sebelum tindakan harus diselesaikan terlebih dahulu untuk mencegah salah lokasi tindakan.
Soal 4 — Farmakologi
Pasien dengan riwayat alergi terhadap obat tertentu membutuhkan terapi setelah tindakan dental.
Langkah terbaik adalah ….
A. Memberikan obat dalam dosis lebih kecil
B. Mencoba obat lalu mengobservasi
C. Mengabaikan riwayat alergi bila reaksinya sudah lama
D. Memilih terapi alternatif yang aman setelah menilai riwayat alergi secara jelas
E. Membiarkan pasien membeli obat sendiri
Jawaban: D
Pembahasan:
Riwayat alergi merupakan bagian penting dari keselamatan pasien dan harus dipertimbangkan sebelum pemberian obat.
Soal 5 — Perdarahan Pascatindakan
Setelah pencabutan, perdarahan masih berlangsung dan tidak berhenti dengan tekanan awal.
Tindakan berikutnya adalah ….
A. Memulangkan pasien
B. Meminta pasien berkumur terus
C. Memberikan makanan dingin
D. Menunggu satu jam tanpa evaluasi
E. Mengevaluasi sumber perdarahan dan melakukan penatalaksanaan hemostasis sesuai kondisi
Jawaban: E
Pembahasan:
Perdarahan persisten membutuhkan evaluasi dan tindakan hemostasis, bukan hanya observasi pasif.
Soal 6 — Pencegahan Infeksi
Instrumen yang akan digunakan ternyata belum melalui proses sterilisasi lengkap.
Tindakan paling tepat adalah ….
A. Tidak menggunakan instrumen tersebut sampai proses sterilisasi sesuai standar selesai
B. Membilas dengan air
C. Mengelap menggunakan alkohol lalu digunakan
D. Menggunakan jika tindakan singkat
E. Mengganti hanya bila pasien meminta
Jawaban: A
Pembahasan:
Instrumen yang belum steril berisiko menyebabkan infeksi silang dan tidak boleh digunakan.
Soal 7 — Komunikasi Pasien
Pasien merasa takut terhadap pencabutan dan menolak tindakan setelah melihat alat.
Respons terbaik adalah ….
A. Memaksa karena tindakan diperlukan
B. Menjelaskan prosedur, manfaat, risiko, dan alternatif dengan bahasa yang mudah dipahami
C. Meminta keluarga menekan pasien
D. Mengurangi informasi agar pasien tidak takut
E. Langsung memberikan obat penenang
Jawaban: B
Pembahasan:
Komunikasi efektif dan informed consent membantu pasien mengambil keputusan secara sadar dan mengurangi kecemasan.
Soal 8 — Pelayanan Primer
Pada kegiatan pelayanan puskesmas ditemukan banyak anak sekolah memiliki karies awal.
Strategi paling tepat adalah ….
A. Menunggu sampai anak datang dengan keluhan
B. Memprioritaskan tindakan pencabutan
C. Mengembangkan edukasi, skrining, dan intervensi preventif bersama program kesehatan gigi
D. Memberikan antibiotik massal
E. Membatasi pelayanan hanya di poli
Jawaban: C
Pembahasan:
Puskesmas menekankan upaya promotif dan preventif, sehingga masalah karies pada kelompok harus ditangani secara populasi sekaligus individual.
Soal 9 — Rujukan
Dokter gigi menemukan kasus yang membutuhkan tindakan di luar fasilitas dan kompetensi pelayanan puskesmas.
Tindakan paling tepat adalah ….
A. Tetap mencoba menangani
B. Menunda sampai fasilitas tersedia
C. Menyerahkan kepada pasien tanpa penjelasan
D. Melakukan stabilisasi awal bila diperlukan dan merujuk secara tepat
E. Memberikan obat saja
Jawaban: D
Pembahasan:
Kasus di luar kemampuan fasilitas harus dirujuk setelah kondisi pasien dinilai dan distabilkan sesuai kebutuhan.
Soal 10 — Etika
Kerabat pasien meminta informasi diagnosis tanpa persetujuan pasien.
Tindakan terbaik adalah ….
A. Memberikan karena masih keluarga
B. Menyampaikan sebagian saja
C. Memberikan jika kerabat terlihat khawatir
D. Membahas di ruang tunggu
E. Menjaga kerahasiaan dan memberikan informasi sesuai kewenangan serta persetujuan yang sah
Jawaban: E
Pembahasan:
Informasi kesehatan pasien merupakan informasi rahasia dan harus dilindungi.
B. Contoh Soal Terapis Gigi dan Mulut
Soal 11 — Promotif Preventif
Sekelompok anak sekolah memiliki kebiasaan menyikat gigi yang salah dan angka plak cukup tinggi.
Intervensi paling tepat adalah ….
A. Memberikan edukasi dan demonstrasi teknik menyikat gigi yang benar disertai evaluasi ulang
B. Memberikan obat kumur saja
C. Menunggu sampai muncul keluhan
D. Menyarankan semua anak ke rumah sakit
E. Meminta orang tua membeli sikat mahal
Jawaban: A
Pembahasan:
Peran promotif dan preventif Terapis Gigi dan Mulut sangat penting dalam membentuk perilaku kesehatan gigi sejak dini.
Soal 12 — Batas Kewenangan
Dalam pemeriksaan ditemukan kasus yang membutuhkan tindakan di luar kewenangan Terapis Gigi dan Mulut.
Tindakan paling tepat adalah ….
A. Tetap melakukan tindakan karena pasien sudah datang
B. Menginformasikan kondisi dan mengarahkan pasien kepada dokter gigi sesuai alur pelayanan
C. Menunda tanpa penjelasan
D. Memberikan obat sendiri
E. Meminta pasien mencari informasi sendiri
Jawaban: B
Pembahasan:
Tenaga kesehatan harus bekerja sesuai kompetensi dan kewenangan profesi.
Soal 13 — PPI
Setelah tindakan scaling, sarung tangan terlihat terkontaminasi dan petugas hendak menyentuh komputer.
Tindakan paling tepat adalah ….
A. Menyentuh komputer dengan ujung jari
B. Membersihkan sarung tangan dengan tisu
C. Melepas sarung tangan dan melakukan hand hygiene sebelum menyentuh area bersih
D. Meminta pasien mengoperasikan komputer
E. Menggunakan sarung tangan yang sama sampai selesai shift
Jawaban: C
Pembahasan:
Sarung tangan yang terkontaminasi tidak boleh digunakan untuk menyentuh area bersih.
Soal 14 — Sterilisasi
Instrumen yang baru dicuci akan digunakan kembali, tetapi belum melalui proses sterilisasi.
Tindakan terbaik adalah ….
A. Menggunakannya untuk pasien berikutnya
B. Mengeringkan lalu langsung dipakai
C. Menyemprot antiseptik saja
D. Memastikan proses dekontaminasi dan sterilisasi lengkap sebelum digunakan kembali
E. Menggunakan hanya untuk pemeriksaan ringan
Jawaban: D
Pembahasan:
Pencucian saja belum menjamin instrumen aman digunakan kembali.
Soal 15 — Komunikasi Anak
Anak menangis dan menolak membuka mulut saat pemeriksaan.
Pendekatan terbaik adalah ….
A. Memaksa agar pemeriksaan cepat selesai
B. Meminta orang tua keluar
C. Menghentikan pelayanan secara permanen
D. Mengancam anak agar tenang
E. Menggunakan komunikasi sederhana, pendekatan bertahap, dan membangun rasa aman
Jawaban: E
Pembahasan:
Pendekatan perilaku yang ramah membantu membangun kerja sama tanpa menimbulkan trauma.
Soal 16 — Edukasi
Pasien menyikat gigi sangat kuat karena merasa semakin keras tekanan maka semakin bersih.
Tindakan terbaik adalah ….
A. Menjelaskan teknik menyikat gigi yang tepat dan risiko trauma akibat tekanan berlebihan
B. Membiarkan karena pasien rajin menyikat gigi
C. Menyarankan berhenti menyikat gigi
D. Mengganti pasta gigi saja
E. Mengarahkan menyikat lebih lama
Jawaban: A
Pembahasan:
Edukasi perlu mengoreksi perilaku yang salah dan menjelaskan alasannya agar pasien memahami dampak jangka panjang.
Soal 17 — Pencatatan
Setelah pelayanan, petugas menyadari satu tindakan belum dicatat dalam sistem.
Tindakan paling tepat adalah ….
A. Tidak perlu dicatat karena pelayanan telah selesai
B. Melakukan pencatatan sesuai prosedur dengan informasi yang benar
C. Meminta petugas lain mengisi
D. Mengubah waktu agar tampak dicatat sebelumnya
E. Menghapus data pasien
Jawaban: B
Pembahasan:
Dokumentasi pelayanan harus lengkap, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Soal 18 — Pencegahan Karies
Pasien anak sering mengonsumsi makanan manis di antara waktu makan.
Intervensi terbaik adalah ….
A. Melarang seluruh makanan manis tanpa edukasi
B. Menyarankan obat kumur setiap jam
C. Memberikan edukasi pola konsumsi, kebersihan gigi, dan pemeriksaan berkala
D. Menunggu sampai timbul karies
E. Meminta anak berhenti makan camilan sepenuhnya
Jawaban: C
Pembahasan:
Pencegahan karies memerlukan perubahan perilaku yang realistis dan berkelanjutan.
Soal 19 — Keselamatan Pasien
Sebelum tindakan, pasien mengatakan memiliki riwayat penyakit tertentu yang belum tercatat.
Tindakan paling tepat adalah ….
A. Mengabaikan karena tidak ada dalam sistem
B. Melanjutkan tindakan agar antrean tidak terlambat
C. Menyuruh pasien pulang
D. Mengklarifikasi informasi dan memastikan hal tersebut diperhitungkan sebelum tindakan
E. Meminta pasien mengisi sendiri rekam medis
Jawaban: D
Pembahasan:
Informasi kesehatan yang baru diketahui perlu diverifikasi karena dapat memengaruhi keselamatan tindakan.
Soal 20 — Pelayanan Masyarakat
Dalam kegiatan luar gedung, masyarakat kurang tertarik mengikuti edukasi kesehatan gigi.
Strategi paling tepat adalah ….
A. Menghentikan kegiatan
B. Memberikan materi yang lebih panjang
C. Mengulang ceramah yang sama
D. Membatasi peserta hanya yang berminat
E. Menggunakan pendekatan interaktif dan contoh yang sesuai kebutuhan masyarakat
Jawaban: E
Pembahasan:
Promosi kesehatan akan lebih efektif jika disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan sasaran.
Maksimalkan Persiapan Rekrutmen Pegawai Puskesmas Pademangan

Perbanyak latihan soal agar Anda lebih siap menghadapi tes Dokter Gigi maupun Terapis Gigi dan Mulut, mulai dari kompetensi teknis, patient safety, PPI, kegawatdaruratan, pelayanan kesehatan primer, hingga etika profesi. Kunjungi fungsional.id untuk mendapatkan lebih banyak latihan Soal Rekrutmen Pegawai Puskesmas Pademangan lengkap dengan kunci jawaban, pembahasan, kisi-kisi, dan simulasi ujian.


