Universitas Lampung membuka Rekrutmen Terbuka Tenaga Profesional Non-ASN Kontrak Tahun 2026 untuk mendukung operasional RSPTN UNILA dengan total 76 kebutuhan formasi tenaga kesehatan dan nonkesehatan. Melalui artikel Rekrutmen Terbuka RSPTN UNILA, Anda dapat mempelajari formasi, tahapan seleksi, serta persiapan menghadapi Seleksi Potensi Akademik, Seleksi Kompetensi Teknis, dan wawancara.
Formasi dan Tahapan Rekrutmen Terbuka RSPTN UNILA 2026
Rekrutmen Terbuka RSPTN UNILA 2026 merupakan pengadaan Tenaga Profesional Non-ASN Kontrak BLU Universitas Lampung untuk memenuhi kebutuhan operasional rumah sakit. Berdasarkan pengumuman resmi, tersedia 18 jenis formasi dengan total 76 kebutuhan.
Formasi yang dibuka meliputi:
- dokter umum dan dokter gigi;
- bidan;
- perawat S1/Ners dan D3;
- perawat gigi;
- ATLM;
- radiografer;
- fisikawan medik;
- elektromedik;
- tenaga teknis kefarmasian;
- rekam medis;
- ahli gizi;
- CSSD;
- kesehatan lingkungan;
- staf IT;
- staf IPSRS;
- juru masak.
Setiap formasi memiliki persyaratan pendidikan dan pengalaman yang berbeda. Untuk tenaga kesehatan, beberapa jabatan juga mensyaratkan STR, akun Satu Sehat, pengalaman kerja, dan sertifikat kompetensi tertentu.
Tahapan seleksinya terdiri dari:
- seleksi administrasi;
- Seleksi Potensi Akademik;
- Seleksi Kompetensi Teknis;
- wawancara;
- pengumuman hasil akhir.
Karena seleksi dilakukan secara bertahap, peserta perlu menyiapkan kemampuan dasar, kompetensi teknis sesuai formasi, pengalaman kerja, serta kesiapan menghadapi wawancara sejak awal.
Persyaratan dan Dokumen Rekrutmen Terbuka RSPTN UNILA 2026
Peserta Rekrutmen Terbuka RSPTN UNILA 2026 harus memenuhi persyaratan umum serta persyaratan khusus sesuai formasi yang dilamar. Pelamar antara lain harus berstatus WNI, memiliki kualifikasi pendidikan sesuai jabatan, sehat jasmani dan rohani, berusia 21–35 tahun per 1 Oktober 2026, serta memiliki rekam jejak, integritas, dan moralitas yang baik.
1. Persyaratan Khusus Formasi
Persyaratan berbeda untuk setiap jabatan. Beberapa ketentuan yang tercantum dalam pengumuman antara lain:
- Tenaga kesehatan: umumnya membutuhkan STR dan akun Satu Sehat;
- Dokter dan perawat: beberapa formasi mewajibkan pengalaman kerja minimal 1 tahun;
- Perawat: sertifikat BTCLS, ACLS, Triase, PPGD, atau PPGD Lanjut menjadi nilai tambah;
- ATLM: sertifikasi phlebotomi diutamakan;
- Radiografer: sertifikasi proteksi radiasi diutamakan;
- Staf IT: pengalaman pengelolaan sistem informasi atau jaringan rumah sakit diutamakan;
- Juru Masak: wajib memiliki pengalaman minimal 1 tahun di dapur rumah sakit atau katering.
2. Dokumen Administrasi
Peserta perlu menyiapkan dokumen seperti:
- pasfoto terbaru;
- surat lamaran bermeterai;
- daftar riwayat hidup;
- surat keterangan sehat;
- SKCK;
- KTP;
- ijazah dan transkrip;
- STR dan sertifikat kompetensi sesuai formasi;
- surat pengalaman kerja;
- bukti akun Satu Sehat;
- sertifikat keahlian;
- surat pernyataan;
- pakta integritas.
3. Ketentuan Pendaftaran
Setiap pelamar hanya boleh memilih satu jabatan atau formasi menggunakan satu NIK dan satu email pribadi. Dokumen harus dipindai dengan jelas dan lengkap sebelum dikirim melalui mekanisme pendaftaran yang ditetapkan panitia. Dokumen yang tidak lengkap, tidak sesuai persyaratan, atau dikirim melewati batas waktu dapat dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Karena itu, peserta perlu memastikan seluruh data dan dokumen benar sebelum melakukan pendaftaran.
Berikut versi yang lebih singkat.
Kisi-Kisi Seleksi Rekrutmen RSPTN UNILA 2026
Berdasarkan pengumuman resmi, seleksi meliputi Seleksi Administrasi, Seleksi Potensi Akademik, Seleksi Kompetensi Teknis, dan Wawancara. Pengumuman tidak merinci kisi-kisi materi per subtes, sehingga materi berikut merupakan fokus persiapan berdasarkan tahapan dan formasi yang dibuka.
1. Seleksi Potensi Akademik
Fokus latihan:
- verbal;
- numerik;
- logika;
- silogisme;
- deret angka;
- analisis data;
- ketelitian;
- pemecahan masalah.
2. Kompetensi Teknis Tenaga Kesehatan
Materi menyesuaikan formasi, seperti:
- Dokter: pelayanan klinis, kegawatdaruratan, patient safety, PPI, rujukan;
- Perawat: asuhan keperawatan, triase, BHD, kegawatdaruratan, pemberian obat;
- Bidan: ANC, persalinan, nifas, bayi baru lahir, kegawatdaruratan maternal-neonatal;
- ATLM: spesimen, phlebotomi, quality control, biosafety;
- Radiografer/Fisikawan Medik: proteksi radiasi, keselamatan, penggunaan alat;
- TTK: pengelolaan obat, dispensing, penyimpanan, medication safety;
- Rekam Medis: coding, kerahasiaan, dokumentasi, keamanan data.
Persyaratan khusus tiap formasi seperti STR, pengalaman kerja, serta sertifikat kegawatdaruratan atau keahlian juga tercantum dalam pengumuman.
3. Kompetensi Teknis Penunjang Rumah Sakit
Fokus dapat meliputi:
- Ahli Gizi: asesmen dan pelayanan gizi;
- CSSD: sterilisasi dan pengendalian infeksi;
- Kesehatan Lingkungan: sanitasi, limbah, kualitas lingkungan;
- Staf IT: jaringan, sistem informasi, troubleshooting, keamanan data;
- IPSRS: pemeliharaan sarana, listrik, mesin, dan K3.
4. Wawancara
Materi yang perlu dipersiapkan:
- motivasi;
- integritas;
- pengalaman kerja;
- komunikasi;
- kerja sama;
- pelayanan;
- etika profesi;
- kesiapan bekerja di lingkungan rumah sakit.
Contoh Soal HOTS Rekrutmen RSPTN UNILA dan Pembahasan
Contoh soal berikut disusun mengikuti kisi-kisi sebelumnya dan karakter RSPTN UNILA sebagai rumah sakit pendidikan milik Universitas Lampung yang merekrut tenaga kesehatan dan tenaga penunjang dalam skema Tenaga Profesional Non-ASN Kontrak BLU. Karena pengumuman resmi tidak memuat bank soal atau kisi-kisi rinci, soal berikut merupakan latihan berbasis formasi, tahapan seleksi, dan tuntutan kerja rumah sakit pendidikan.
Soal 1 — Seleksi Potensi Akademik
Jumlah pasien rawat jalan selama empat hari berturut-turut adalah 420, 465, 450, dan 505 pasien. Rata-rata pasien per hari adalah ….
A. 460
B. 465
C. 470
D. 475
E. 480
Jawaban: A
Pembahasan:
Total pasien = 1.840. Rata-rata = 1.840 ÷ 4 = 460 pasien.
Soal 2 — Perawat: Triase dan Kegawatdaruratan
Empat pasien datang hampir bersamaan ke unit pelayanan:
- pasien dengan demam 38°C;
- pasien dengan nyeri dada, keringat dingin, dan sesak;
- pasien dengan luka lecet;
- pasien meminta kontrol ulang.
Pasien yang harus diprioritaskan adalah ….
A. Pasien demam
B. Pasien nyeri dada disertai sesak dan keringat dingin
C. Pasien luka lecet
D. Pasien kontrol ulang
E. Semua berdasarkan urutan kedatangan
Jawaban: B
Pembahasan:
Nyeri dada disertai sesak dan keringat dingin dapat menunjukkan kondisi akut yang mengancam nyawa. Kegawatdaruratan memang relevan dengan formasi Perawat karena sertifikat seperti BTCLS, ACLS, Triase, PPGD, atau PPGD Lanjut diutamakan dalam pengumuman.
Soal 3 — Dokter: Patient Safety
Dokter hendak melakukan tindakan pada pasien dengan nama hampir sama dengan pasien lain. Saat verifikasi, ditemukan gelang identitas tidak terbaca jelas.
Tindakan paling tepat adalah ….
A. Menggunakan nomor tempat tidur sebagai identitas utama
B. Menanyakan nama kepada keluarga lalu langsung melakukan tindakan
C. Menghentikan proses sementara dan melakukan verifikasi identitas menggunakan identitas yang sah
D. Mengikuti data pada daftar tindakan saja
E. Menunda sampai shift berikutnya
Jawaban: C
Pembahasan:
Keselamatan pasien harus didahulukan. Verifikasi identitas perlu dipastikan sebelum tindakan dilakukan.
Soal 4 — Bidan: Kegawatdaruratan Maternal
Ibu hamil 36 minggu datang dengan tekanan darah 170/110 mmHg, nyeri kepala hebat, dan pandangan kabur.
Tindakan paling tepat adalah ….
A. Memberikan edukasi diet rendah garam lalu kontrol ulang
B. Meminta ibu beristirahat di rumah
C. Melakukan pemeriksaan rutin terlebih dahulu
D. Mengenali kondisi sebagai kegawatdaruratan, melakukan stabilisasi awal, dan menyiapkan rujukan sesuai prosedur
E. Menunggu keluhan berkurang
Jawaban: D
Pembahasan:
Hipertensi berat disertai gejala neurologis membutuhkan penilaian dan penanganan segera.
Soal 5 — ATLM: Nilai Kritis
Petugas laboratorium memperoleh hasil pemeriksaan dengan nilai yang sangat kritis dan berpotensi mengancam keselamatan pasien.
Tindakan terbaik adalah ….
A. Menunggu dokter melihat hasil di sistem
B. Mengulang pemeriksaan esok hari
C. Mengubah hasil agar tidak terlalu ekstrem
D. Menyimpan hasil sampai seluruh pemeriksaan selesai
E. Memastikan validitas hasil lalu menyampaikan nilai kritis sesuai prosedur
Jawaban: E
Pembahasan:
Hasil kritis harus diverifikasi dan dikomunikasikan secara cepat agar tindakan klinis tidak terlambat. Untuk formasi ATLM, pengalaman kerja dan sertifikasi phlebotomi juga menjadi perhatian dalam pengumuman.
Soal 6 — Radiografer: Proteksi Radiasi
Saat pemeriksaan radiologi, petugas menemukan alat pelindung radiasi yang seharusnya digunakan tidak tersedia di tempat.
Tindakan paling tepat adalah ….
A. Menghentikan sementara proses hingga aspek proteksi radiasi dipastikan terpenuhi
B. Tetap melakukan pemeriksaan karena waktunya terbatas
C. Mengurangi waktu pemeriksaan tanpa perlindungan
D. Meminta pasien menandatangani persetujuan risiko
E. Menggunakan alat lain tanpa verifikasi
Jawaban: A
Pembahasan:
Keselamatan radiasi harus menjadi prioritas. Sertifikasi proteksi radiasi bahkan diutamakan untuk formasi Radiografer.
Soal 7 — TTK: Medication Safety
Tenaga Teknis Kefarmasian menemukan dua obat dengan nama dan kemasan sangat mirip ditempatkan bersebelahan.
Tindakan terbaik adalah ….
A. Membiarkan karena petugas sudah terbiasa
B. Memisahkan dan memberi penandaan yang jelas sesuai prosedur penyimpanan obat
C. Menggabungkan stok agar lebih mudah dihitung
D. Menyimpan berdasarkan ukuran kemasan
E. Menyerahkan sepenuhnya kepada pasien untuk membedakan
Jawaban: B
Pembahasan:
Obat LASA berisiko menimbulkan medication error, sehingga perlu pengelolaan yang aman dan sistematis.
Soal 8 — Rekam Medis: Kerahasiaan Data
Seorang pihak luar meminta salinan rekam medis pasien dengan alasan sedang melakukan penelitian, tetapi tidak membawa persetujuan atau dokumen kewenangan.
Tindakan paling tepat adalah ….
A. Memberikan sebagian data tanpa identitas
B. Memberikan jika tujuannya untuk akademik
C. Tidak memberikan sebelum persyaratan akses dan kewenangan dipenuhi
D. Meminta pasien lain menjadi saksi
E. Mengirim data melalui email pribadi
Jawaban: C
Pembahasan:
Data rekam medis bersifat rahasia dan aksesnya harus sesuai kewenangan serta prosedur.
Soal 9 — CSSD: Sterilisasi
Indikator proses sterilisasi menunjukkan hasil yang tidak memenuhi standar, tetapi alat dibutuhkan segera untuk tindakan.
Tindakan paling tepat adalah ….
A. Menggunakan alat karena sudah melewati proses sterilisasi
B. Menambah waktu penggunaan antiseptik
C. Memberi label steril secara manual
D. Tidak mendistribusikan alat sampai proses sterilisasi dinyatakan valid
E. Menggunakan hanya untuk tindakan ringan
Jawaban: D
Pembahasan:
CSSD bertanggung jawab memastikan alat benar-benar steril sebelum digunakan. Pengalaman di bidang pengelolaan sterilisasi alat juga diutamakan pada formasi ini.
Soal 10 — Kesehatan Lingkungan
Petugas menemukan limbah medis infeksius tercampur dengan limbah domestik.
Tindakan terbaik adalah ….
A. Membiarkan karena akan diangkut bersamaan
B. Membakar seluruh limbah
C. Menyerahkan masalah kepada cleaning service
D. Mengurangi volume limbah terlebih dahulu
E. Mengamankan, memilah ulang sesuai prosedur, dan menelusuri penyebab kesalahan
Jawaban: E
Pembahasan:
Kesalahan pemilahan berisiko terhadap keselamatan dan lingkungan. Formasi Kesehatan Lingkungan juga mengutamakan pengalaman dalam sanitasi dan pengendalian lingkungan rumah sakit.
Soal 11 — Staf IT
Sistem informasi rumah sakit pada satu unit tidak dapat diakses, tetapi unit lain tetap normal.
Langkah awal paling tepat adalah ….
A. Memeriksa koneksi, perangkat, dan konfigurasi lokal pada unit yang bermasalah
B. Menganggap server pusat rusak
C. Menghapus aplikasi
D. Mengganti seluruh jaringan rumah sakit
E. Menonaktifkan sistem informasi
Jawaban: A
Pembahasan:
Troubleshooting dilakukan dari sumber masalah yang paling spesifik terlebih dahulu. Pengalaman pengelolaan sistem informasi atau jaringan rumah sakit juga diutamakan untuk Staf IT.
Soal 12 — IPSRS
Pompa air cadangan rumah sakit menunjukkan getaran tidak normal saat pemeriksaan berkala, tetapi belum mengalami kerusakan total.
Tindakan terbaik adalah ….
A. Tetap digunakan sampai rusak
B. Melakukan pemeriksaan lanjutan dan preventive maintenance sebelum terjadi kegagalan fungsi
C. Menunggu laporan pengguna
D. Menonaktifkan permanen
E. Mengabaikan karena masih berfungsi
Jawaban: B
Pembahasan:
IPSRS harus berorientasi pada pemeliharaan preventif agar sarana vital rumah sakit tetap andal.
Soal 13 — Ahli Gizi
Pasien rawat inap mengalami penurunan berat badan yang signifikan dan asupan makan terus menurun.
Langkah paling tepat adalah ….
A. Memberikan menu standar
B. Menambah porsi tanpa asesmen
C. Melakukan asesmen gizi dan menyusun intervensi berdasarkan kondisi pasien
D. Menunggu dokter meminta konsultasi ulang
E. Menghentikan diet
Jawaban: C
Pembahasan:
Intervensi gizi harus didasarkan pada asesmen, kebutuhan, dan kondisi klinis pasien.
Soal 14 — Potensi Akademik: Logika
Semua tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan klinis wajib mematuhi standar keselamatan pasien. Sebagian pegawai baru memberikan pelayanan klinis.
Kesimpulan yang benar adalah ….
A. Semua pegawai baru tenaga kesehatan
B. Semua pegawai baru wajib melakukan tindakan klinis
C. Hanya pegawai lama yang mematuhi keselamatan pasien
D. Sebagian pegawai baru wajib mematuhi standar keselamatan pasien
E. Tidak ada pegawai baru yang memberikan pelayanan
Jawaban: D
Pembahasan:
Kesimpulan logis hanya berlaku pada sebagian pegawai baru yang memberikan pelayanan klinis.
Soal 15 — Integritas
Peserta diterima bekerja kemudian diminta rekan untuk menggunakan akun milik orang lain agar proses input lebih cepat.
Sikap paling tepat adalah ….
A. Menggunakan akun rekan jika mendapat izin
B. Menggunakan hanya sekali
C. Membagikan password secara terbatas
D. Meminta akun bersama untuk unit
E. Menolak dan menggunakan akun sesuai otorisasi pribadi
Jawaban: E
Pembahasan:
Pengumuman resmi menekankan integritas dan moralitas sebagai persyaratan umum peserta.
Soal 16 — Perawat: Medication Error
Perawat menyadari obat yang akan diberikan berbeda dari instruksi terapi pada rekam medis.
Tindakan terbaik adalah ….
A. Menahan pemberian dan melakukan klarifikasi kepada pihak yang berwenang
B. Memberikan lalu mengobservasi
C. Mengganti obat sendiri
D. Memberikan setengah dosis
E. Menanyakan pilihan pasien
Jawaban: A
Pembahasan:
Keselamatan pasien harus didahulukan. Obat tidak boleh diberikan sebelum ketidaksesuaian diklarifikasi.
Soal 17 — Wawancara: Kerja Sama
Saat wawancara, peserta ditanya apa yang dilakukan jika berbeda pendapat dengan rekan satu tim saat kondisi pelayanan sedang padat.
Jawaban terbaik adalah ….
A. Tetap mempertahankan pendapat sendiri
B. Berkomunikasi berdasarkan data dan tujuan pelayanan, lalu mencari solusi yang paling aman bersama tim
C. Menyerahkan semua keputusan kepada rekan senior
D. Menunda pelayanan sampai konflik selesai
E. Menghindari rekan tersebut
Jawaban: B
Pembahasan:
Lingkungan rumah sakit memerlukan kolaborasi lintas profesi dan keputusan yang berorientasi pada keselamatan pelayanan.
Soal 18 — Rumah Sakit Pendidikan
Seorang tenaga kesehatan sedang melayani pasien ketika mahasiswa profesi meminta penjelasan mengenai kasus tersebut.
Tindakan paling tepat adalah ….
A. Membahas seluruh data pasien secara bebas
B. Menyerahkan pasien kepada mahasiswa
C. Memberikan pembelajaran sesuai kewenangan dengan tetap menjaga privasi, keselamatan, dan kepentingan pasien
D. Menolak semua aktivitas pendidikan
E. Meminta pasien menjelaskan sendiri kondisinya
Jawaban: C
Pembahasan:
Sebagai rumah sakit perguruan tinggi, RSPTN memiliki konteks pelayanan sekaligus pendidikan. Namun, keselamatan serta kerahasiaan pasien tetap menjadi prioritas.
Soal 19 — Prioritas Kerja
Pada saat bersamaan terjadi gangguan sistem informasi, keluhan pasien menumpuk, dan laporan rutin harus selesai tiga hari lagi.
Tindakan paling tepat adalah ….
A. Menyelesaikan laporan rutin terlebih dahulu
B. Menunda seluruh pekerjaan
C. Menunggu pimpinan tanpa melakukan apa pun
D. Memprioritaskan gangguan yang berdampak langsung pada pelayanan sambil melakukan koordinasi lintas unit
E. Mengabaikan sistem dan menggunakan data perkiraan
Jawaban: D
Pembahasan:
Prioritas harus mempertimbangkan dampak terhadap pelayanan, keselamatan, dan kontinuitas operasional rumah sakit.
Soal 20 — Wawancara Integritas
Peserta mengetahui ada kesalahan data yang dibuatnya sendiri, tetapi belum diketahui atasan.
Tindakan paling profesional adalah ….
A. Membiarkan jika dampaknya kecil
B. Menghapus riwayat perubahan
C. Menunggu audit
D. Meminta rekan memperbaiki diam-diam
E. Mengakui kesalahan, melaporkan, dan melakukan koreksi sesuai prosedur
Jawaban: E
Pembahasan:
Sikap tersebut menunjukkan integritas, akuntabilitas, dan profesionalisme yang sesuai dengan persyaratan umum rekrutmen.
Siapkan Diri Menghadapi Rekrutmen RSPTN UNILA 2026

Perbanyak latihan agar Anda semakin siap menghadapi Seleksi Potensi Akademik, Kompetensi Teknis, dan Wawancara sesuai formasi yang dilamar. Kunjungi fungsional.id untuk mendapatkan lebih banyak latihan Soal Rekrutmen RSPTN UNILA lengkap dengan materi, kisi-kisi, pembahasan, dan simulasi ujian.


