100+ Soal Seleksi Anggota Komisi Informasi + Pembahasan

Anggota Komisi Informasi (KI) memiliki peran strategis dalam menjamin keterbukaan informasi publik sekaligus menjaga batas-batas yang diatur oleh hukum. Posisi ini tidak hanya berkaitan dengan pemahaman regulasi seperti UU KIP dan PERKI, tetapi juga kemampuan menganalisis sengketa informasi, memimpin proses mediasi, hingga mengambil keputusan yang adil antara hak publik untuk tahu dan kewajiban negara melindungi informasi tertentu.

Dalam proses seleksi, peserta akan dihadapkan pada soal berbasis studi kasus yang menuntut analisis mendalam, pemahaman hukum yang kuat, serta kemampuan mengambil keputusan yang tepat. Materi yang diujikan tidak hanya teoritis, tetapi juga menyentuh isu aktual seperti perlindungan data pribadi, digitalisasi layanan informasi, hingga transparansi pengadaan publik. Oleh karena itu, persiapan yang terarah melalui latihan soal menjadi kunci untuk menghadapi seleksi ini.

Kisi-Kisi Soal Seleksi Anggota Komisi Informasi

Berikut materi utama yang menjadi dasar soal dalam seleksi Anggota Komisi Informasi, yang perlu Anda pahami untuk menjawab kasus sengketa informasi dan penerapan regulasi secara tepat:

  • UU KIP (Nomor 14 Tahun 2008): Pemahaman fundamental tentang asas, tujuan, serta hak dan kewajiban Badan Publik maupun Pemohon Informasi.
  • Klasifikasi Informasi Publik: Penguasaan perbedaan antara Informasi Berkala, Serta-merta, Setiap Saat, dan Informasi yang Dikecualikan (sangat sering diujikan).
  • Uji Konsekuensi & Uji Kepentingan Publik: Prosedur dan argumen hukum yang digunakan oleh Badan Publik sebelum menetapkan suatu informasi bersifat rahasia (dikecualikan).
  • Peraturan Komisi Informasi (PERKI): Pemahaman terkait PERKI Standar Layanan Informasi Publik (SLIP) di Badan Publik.
  • Tata Kerja PPID: Peran dan hierarki Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di instansi pemerintah/badan publik.
  • Prosedur Penyelesaian Sengketa Informasi Publik (PSIP): Batas waktu tanggapan, syarat formil pengajuan sengketa, dan tahapan persidangan.
  • Mediasi & Ajudikasi Non-Litigasi: Teknik memimpin sidang, melakukan mediasi antara pemohon dan termohon, serta penyusunan putusan ajudikasi.
  • Fungsi & Wewenang KI: Pemahaman tentang batas kewenangan Komisi Informasi Pusat, Provinsi, dan Kabupaten/Kota.
  • Keterbukaan Informasi vs. Pelindungan Data Pribadi (UU PDP): Ini adalah isu krusial saat ini. Anda harus bisa menganalisis batas irisan antara mana data yang boleh dibuka untuk publik (UU KIP) dan mana data pribadi yang harus dilindungi (merujuk pada UU No. 27 Tahun 2022 tentang PDP).
  • Digitalisasi Layanan Informasi: Inovasi e-Government, digitalisasi PPID, dan keamanan sistem informasi badan publik dari serangan siber (sangat relevan dengan latar belakang Anda di bidang IT/Sistem Digital).
  • Keterbukaan Informasi Pengadaan Barang/Jasa (PBJ): Transparansi anggaran dan proyek pemerintah untuk mencegah korupsi.

Contoh Soal Seleksi Anggota Komisi Informasi

Berikut kumpulan soal latihan yang dirancang untuk membantu Anda membiasakan diri dengan pola soal seleksi Komisi Informasi, terutama dalam menganalisis kasus sengketa informasi publik.

Contoh Soal Seleksi Anggota Komisi Informasi + Pembahasan

Berikut kumpulan soal latihan yang dirancang untuk membantu Anda membiasakan diri dengan pola soal seleksi Komisi Informasi, terutama dalam menganalisis kasus sengketa informasi publik.

Soal 1
Seorang pemohon mengajukan permintaan informasi terkait rincian anggaran proyek pembangunan infrastruktur kepada sebuah badan publik. Namun, PPID menolak dengan alasan informasi tersebut bersifat sensitif dan tidak dapat dibuka ke publik tanpa memberikan hasil uji konsekuensi maupun penjelasan rinci.

Langkah paling tepat adalah:
A. Menyetujui penolakan PPID tanpa evaluasi
B. Meminta PPID melakukan uji konsekuensi dan menjelaskan dasar pengecualian informasi
C. Mengabaikan permohonan pemohon
D. Menolak permohonan karena menyangkut anggaran
E. Menunda proses sengketa

Jawaban: B

Pembahasan:
Penetapan informasi sebagai dikecualikan harus melalui uji konsekuensi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Soal 2
Dalam suatu sengketa informasi, pemohon tidak mendapatkan tanggapan dari badan publik dalam jangka waktu yang telah ditentukan oleh regulasi. Pemohon kemudian mengajukan sengketa ke Komisi Informasi.

Langkah paling tepat adalah:
A. Menolak sengketa karena tidak ada tanggapan
B. Mengabaikan permohonan sengketa
C. Memproses sengketa karena batas waktu tanggapan telah dilanggar
D. Menunda proses hingga ada tanggapan dari badan publik
E. Menyalahkan pemohon

Jawaban: C

Pembahasan:
Tidak adanya tanggapan dari badan publik menjadi dasar sah untuk mengajukan sengketa informasi.

Soal 3
Seorang pemohon meminta dokumen yang mengandung data pribadi pihak ketiga, namun dokumen tersebut juga memiliki nilai penting bagi kepentingan publik.

Langkah paling tepat adalah:
A. Memberikan seluruh dokumen tanpa pengecualian
B. Menolak seluruh permintaan
C. Mengabaikan permintaan
D. Melakukan uji kepentingan publik dan menyaring data pribadi sebelum diberikan
E. Menunda tanpa keputusan

Jawaban: D

Pembahasan:
Harus ada keseimbangan antara keterbukaan informasi dan perlindungan data pribadi.

Soal 4
Dalam proses mediasi sengketa informasi, kedua pihak tetap tidak mencapai kesepakatan meskipun telah dilakukan beberapa kali pertemuan dan fasilitasi.

Langkah paling tepat adalah:
A. Menghentikan seluruh proses
B. Membiarkan tanpa keputusan
C. Melanjutkan proses ke ajudikasi non-litigasi
D. Menunda sidang tanpa batas waktu
E. Menyelesaikan secara sepihak

Jawaban: C

Pembahasan:
Jika mediasi tidak berhasil, maka proses dilanjutkan ke ajudikasi sebagai tahap berikutnya.

Soal 5
Sebuah badan publik tidak menyediakan informasi berkala seperti laporan kinerja dan penggunaan anggaran di situs resminya. Kondisi ini menyebabkan masyarakat kesulitan mengakses informasi dasar.

Langkah paling tepat adalah:
A. Mengabaikan karena bukan kewajiban utama
B. Membiarkan kondisi tersebut
C. Menutup akses informasi sepenuhnya
D. Menyalahkan masyarakat
E. Mendorong badan publik memenuhi kewajiban keterbukaan informasi sesuai regulasi

Jawaban: E

Pembahasan:
Badan publik wajib menyediakan informasi berkala sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas.

Soal 6
Seorang pemohon meminta salinan dokumen kontrak pengadaan barang/jasa di sebuah instansi pemerintah. PPID menolak dengan alasan dokumen tersebut mengandung rahasia perusahaan pihak ketiga tanpa menunjukkan hasil uji konsekuensi maupun bagian mana yang harus dikecualikan.

Langkah paling tepat adalah:
A. Menyetujui penolakan karena terkait pihak ketiga
B. Mengabaikan permohonan tersebut
C. Meminta PPID melakukan uji konsekuensi dan membuka bagian informasi yang tidak dikecualikan
D. Menolak seluruh permintaan tanpa evaluasi
E. Menunda proses sengketa

Jawaban: C

Pembahasan:
Informasi yang mengandung unsur rahasia tidak serta-merta ditolak seluruhnya. Harus dilakukan uji konsekuensi dan pemisahan informasi yang dapat dibuka.

Soal 7
Dalam suatu sengketa informasi, badan publik beralasan bahwa informasi yang diminta tidak tersedia karena belum didokumentasikan dengan baik oleh PPID.

Langkah paling tepat adalah:
A. Menyetujui alasan tersebut tanpa evaluasi
B. Mengabaikan permohonan pemohon
C. Menyalahkan pemohon
D. Menilai kewajiban badan publik dalam pengelolaan informasi dan memproses sengketa
E. Menunda proses hingga informasi tersedia

Jawaban: D

Pembahasan:
Badan publik memiliki kewajiban untuk mengelola dan menyediakan informasi. Ketidaksiapan dokumentasi bukan alasan untuk menolak.

Soal 8
Seorang pemohon meminta data terkait hasil pemeriksaan internal suatu instansi yang diduga mengandung potensi pelanggaran. Informasi tersebut dapat berdampak pada reputasi lembaga jika dibuka.

Langkah paling tepat adalah:
A. Menolak seluruh permintaan
B. Memberikan seluruh informasi tanpa pertimbangan
C. Mengabaikan permintaan
D. Menunda tanpa keputusan
E. Melakukan uji konsekuensi dan uji kepentingan publik sebelum menentukan keputusan

Jawaban: E

Pembahasan:
Harus dilakukan analisis dampak pembukaan informasi. Kepentingan publik menjadi pertimbangan utama dalam keputusan.

Soal 9
Dalam proses ajudikasi, salah satu pihak tidak hadir dalam persidangan tanpa alasan yang jelas meskipun telah dipanggil secara resmi sesuai prosedur.

Langkah paling tepat adalah:
A. Membatalkan seluruh proses
B. Menunda sidang tanpa batas waktu
C. Menghentikan sengketa
D. Melanjutkan proses sesuai ketentuan yang berlaku
E. Mengabaikan perkara

Jawaban: D

Pembahasan:
Ketidakhadiran pihak tidak menghentikan proses. Sidang tetap dapat dilanjutkan sesuai aturan.

Soal 10
Sebuah badan publik telah menyediakan layanan informasi secara digital, namun sistem tersebut tidak memiliki pengamanan yang memadai sehingga berpotensi terjadi kebocoran data.

Langkah paling tepat adalah:
A. Mengabaikan karena sudah digital
B. Menutup layanan digital
C. Membiarkan sistem berjalan
D. Menunda perbaikan
E. Mendorong peningkatan keamanan sistem informasi untuk melindungi data

Jawaban: E

Pembahasan:
Digitalisasi harus diiringi dengan keamanan data. Perlindungan informasi menjadi bagian penting dari layanan publik.

Soal 11
Seorang pemohon meminta data daftar penerima bantuan sosial dari sebuah instansi pemerintah. Data tersebut memuat nama, alamat, dan kondisi ekonomi penerima. Di satu sisi penting untuk transparansi, namun juga mengandung data pribadi sensitif.

Langkah paling tepat adalah:
A. Memberikan seluruh data tanpa penyaringan
B. Menyaring data pribadi sensitif dan memberikan informasi yang relevan untuk kepentingan publik
C. Mengabaikan permintaan
D. Menolak seluruh permintaan
E. Menunda tanpa keputusan

Jawaban: B

Pembahasan:
Perlu keseimbangan antara keterbukaan dan perlindungan data pribadi. Data sensitif harus disaring.

Soal 12
Dalam sengketa informasi, badan publik menyatakan bahwa informasi yang diminta termasuk kategori dikecualikan, namun tidak memiliki dokumen uji konsekuensi sebagai dasar penetapan tersebut.

Langkah paling tepat adalah:
A. Menyetujui klaim badan publik
B. Menolak seluruh permohonan
C. Mengabaikan kasus
D. Menunda proses
E. Meminta badan publik menyusun uji konsekuensi sesuai ketentuan

Jawaban: E

Pembahasan:
Tanpa uji konsekuensi, penetapan informasi dikecualikan tidak sah secara prosedural.

Soal 13
Dalam proses mediasi sengketa informasi, kedua pihak memiliki kepentingan yang kuat dan sulit mencapai titik temu. Namun masih ada peluang kesepakatan jika pendekatan diubah.

Langkah paling tepat adalah:
A. Menghentikan mediasi
B. Memaksakan keputusan
C. Melanjutkan mediasi dengan pendekatan yang lebih adaptif dan komunikatif
D. Mengabaikan proses
E. Menunda tanpa arah

Jawaban: C

Pembahasan:
Mediator harus fleksibel agar peluang kesepakatan tetap terbuka.

Soal 14
Sebuah badan publik menolak memberikan informasi dengan alasan dokumen belum terdigitalisasi sehingga sulit diakses dalam waktu singkat.

Langkah paling tepat adalah:
A. Menyetujui alasan tersebut
B. Mengabaikan permohonan
C. Menolak permintaan
D. Menunda tanpa batas waktu
E. Menilai kewajiban badan publik tetap harus dipenuhi meskipun belum digital

Jawaban: E

Pembahasan:
Kewajiban menyediakan informasi tidak bergantung pada format digital.

Soal 15
Dalam suatu perkara, terdapat permintaan informasi terkait proses pengadaan barang/jasa yang masih berjalan dan berpotensi terganggu jika seluruh informasi dibuka.

Langkah paling tepat adalah:
A. Membuka sebagian informasi yang tidak mengganggu proses
B. Memberikan seluruh informasi
C. Mengabaikan permintaan
D. Menolak seluruh permintaan
E. Menunda seluruhnya

Jawaban: A

Pembahasan:
Prinsipnya adalah membuka informasi secara proporsional tanpa mengganggu proses yang sedang berjalan.

Soal 16
Dalam proses ajudikasi non-litigasi di Komisi Informasi, pemohon meminta seluruh dokumen investigasi internal suatu instansi. Badan publik menolak dengan alasan dokumen tersebut bersifat rahasia dan dapat mengganggu proses penegakan hukum yang masih berjalan.

Langkah paling tepat adalah:
A. Mengabulkan seluruh permohonan pemohon
B. Menolak seluruh permohonan tanpa evaluasi
C. Mengabaikan perkara
D. Melakukan uji konsekuensi dan mempertimbangkan kepentingan publik sebelum memutus
E. Menunda putusan tanpa batas waktu

Jawaban: D

Pembahasan:
Dalam ajudikasi, Majelis Komisioner harus mempertimbangkan dampak pembukaan informasi serta kepentingan publik sebelum mengambil keputusan.

Soal 17
Dalam persidangan sengketa informasi, pemohon tidak dapat membuktikan bahwa informasi yang diminta berkaitan langsung dengan kepentingan publik, sementara badan publik telah menunjukkan dasar hukum pengecualian yang cukup kuat.

Langkah paling tepat adalah:
A. Mengabulkan permohonan pemohon
B. Menolak permohonan berdasarkan dasar hukum yang ada
C. Mengabaikan fakta persidangan
D. Menunda putusan
E. Mengalihkan ke mediasi kembali

Jawaban: B

Pembahasan:
Jika dasar pengecualian kuat dan pemohon tidak dapat membuktikan kepentingan publik, maka permohonan dapat ditolak.

Soal 18
Dalam suatu perkara, terdapat permintaan informasi yang sebagian termasuk informasi publik, namun sebagian lainnya termasuk informasi yang dikecualikan.

Langkah paling tepat adalah:
A. Menolak seluruh permintaan
B. Memberikan seluruh informasi
C. Mengabaikan permintaan
D. Membuka sebagian informasi dan menutup bagian yang dikecualikan
E. Menunda seluruhnya

Jawaban: D

Pembahasan:
Prinsipnya adalah keterbukaan sebagian (partial disclosure), dengan tetap melindungi informasi yang dikecualikan.

Soal 19
Dalam proses pemeriksaan sengketa, diketahui bahwa badan publik tidak memiliki sistem pengelolaan informasi yang baik sehingga tidak dapat menyediakan informasi yang diminta secara tepat waktu.

Langkah paling tepat adalah:
A. Menyalahkan pemohon
B. Mengabaikan kondisi tersebut
C. Menolak permohonan
D. Memerintahkan badan publik untuk memperbaiki sistem pengelolaan informasi
E. Menunda proses

Jawaban: D

Pembahasan:
Badan publik wajib memiliki sistem pengelolaan informasi yang baik. KI dapat memberikan rekomendasi perbaikan.

Soal 20
Dalam penyusunan putusan ajudikasi, Majelis Komisioner harus mempertimbangkan berbagai aspek seperti regulasi, fakta persidangan, dan kepentingan publik.

Langkah paling tepat adalah:
A. Menyusun putusan berdasarkan opini pribadi
B. Mengabaikan fakta persidangan
C. Menunda penyusunan putusan
D. Menyusun putusan secara objektif berdasarkan fakta dan dasar hukum yang relevan
E. Mengikuti permintaan salah satu pihak

Jawaban: D

Pembahasan:
Putusan harus objektif, berbasis fakta dan hukum, serta mencerminkan keadilan dan kepastian hukum.

Latihan Intensif Soal Komisi Informasi Dimulai dari Sini

Kalau ingin lebih siap dan tidak sekadar coba-coba, Anda butuh latihan yang benar-benar sesuai pola seleksi. Di Fungsional.id tersedia ratusan soal Komisi Informasi berbasis kasus nyata, lengkap dengan pembahasan yang membantu Anda memahami cara berpikir saat menjawab. Akses sekarang dan maksimalkan persiapan Anda sebelum seleksi.

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Picture of Tim Asn

Tim Asn

Tim ASN adalah kelompok profesional yang terbiasa menyusun soal. Kami terdiri dari ahli berbagai bidang, berkomitmen menciptakan soal berkualitas tinggi yang relevan dengan kompetensi jabatan.
Butuh Paket Soal Ini?
Akses Sekarang!

Dapatkan Akses Sistem CBT dengan ratusan paket soal + pembahasan!

Butuh Bantuan?