Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) merupakan program strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir berbasis sektor kelautan dan perikanan. Program ini tidak hanya fokus pada hasil tangkap, tetapi juga mencakup pengelolaan usaha, hilirisasi produk, serta pemberdayaan keluarga nelayan agar tercipta sistem ekonomi yang berkelanjutan.
Seleksi Pengelola KNMP menuntut kemampuan analisis, pemahaman regulasi, serta keterampilan manajerial dalam menghadapi tantangan nyata di wilayah pesisir. Oleh karena itu, penting bagi calon peserta untuk memahami materi yang diujikan dan berlatih dengan soal yang relevan sesuai kisi-kisi terbaru.
Table of Contents
ToggleKisi-Kisi Soal Rekrutmen Pengelola Kampung Nelayan Merah Putih

Untuk membantu Anda lebih siap menghadapi seleksi Pengelola Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), berikut materi-materi penting yang perlu Anda kuasai karena sering muncul dalam soal ujian:
- Konsep & Visi KNMP: Memahami tujuan utama KNMP sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis kelautan, integrasi infrastruktur dasar pesisir, serta kaitannya dengan program ketahanan pangan nasional.
- Aturan Penangkapan & Konservasi Laut: Penguasaan regulasi tentang penangkapan ikan terukur, pelarangan alat tangkap merusak (seperti trawl atau bom ikan), serta tata ruang wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.
- Hilirisasi Produk Perikanan: Strategi mengelola fasilitas terpadu KNMP (seperti cold storage dan pabrik es) untuk menjaga kualitas tangkapan, serta inovasi pengolahan hasil laut agar memiliki nilai jual tinggi di pasaran.
- Keuangan & Koperasi Nelayan: Tata cara pendampingan permodalan bagi nelayan, manajemen Koperasi Nelayan, dan pengelolaan sistem lelang ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) agar nelayan terhindar dari jeratan tengkulak.
- Resolusi Konflik Wilayah Tangkap: Studi kasus tentang cara melakukan mediasi jika terjadi perebutan daerah operasi penangkapan (DPI) antar-nelayan tradisional atau dengan nelayan modern.
- Pemberdayaan Keluarga Nelayan: Merancang program pendampingan untuk perempuan pesisir (istri nelayan) dalam sektor pengolahan kuliner atau kerajinan laut untuk menciptakan sumber pendapatan alternatif saat musim paceklik/cuaca ekstrem.
- Manajemen Risiko & Cuaca Ekstrem: Prosedur tanggap darurat dan SOP evakuasi aset desa pesisir (kapal, alat tangkap) saat terjadi gelombang tinggi, abrasi, atau cuaca buruk.
- Ekologi Laut Berkelanjutan: Pendekatan edukasi kepada masyarakat untuk menjaga sanitasi pesisir, pengelolaan sampah laut, dan rehabilitasi ekosistem penting seperti mangrove dan terumbu karang yang menjadi habitat ikan.
Contoh Soal Seleksi Pengelola KNMP + Pembahasan
Untuk membantu Anda memahami penerapan materi pada kisi-kisi di atas, berikut contoh soal seleksi Pengelola Kampung Nelayan Merah Putih yang dirancang sesuai standar ujian.
Soal 1
Di sebuah wilayah KNMP, ditemukan nelayan yang masih menggunakan alat tangkap tidak ramah lingkungan karena dianggap lebih cepat menghasilkan tangkapan. Jika dibiarkan, hal ini berpotensi merusak ekosistem laut dalam jangka panjang.
Sebagai pengelola, langkah paling tepat adalah:
A. Melarang secara langsung tanpa sosialisasi
B. Membiarkan karena hasil tangkapan meningkat
C. Melaporkan ke pihak berwenang tanpa tindakan lain
D. Mengganti alat tangkap nelayan secara paksa
E. Melakukan edukasi dan pendampingan penggunaan alat tangkap ramah lingkungan
Jawaban: E
Pembahasan:
Pendekatan edukatif dan pendampingan lebih efektif dalam jangka panjang karena membangun kesadaran nelayan. Larangan tanpa solusi justru berpotensi menimbulkan resistensi.
Soal 2
Fasilitas cold storage di KNMP sering tidak dimanfaatkan optimal karena nelayan lebih memilih menjual langsung hasil tangkapan kepada tengkulak.
Langkah strategis yang paling tepat adalah:
A. Menutup fasilitas cold storage
B. Memaksa nelayan menggunakan fasilitas tersebut
C. Membiarkan karena itu pilihan nelayan
D. Memberikan insentif dan edukasi manfaat penyimpanan hasil tangkapan
E. Menjual fasilitas kepada pihak lain
Jawaban: D
Pembahasan:
Cold storage bertujuan menjaga kualitas dan meningkatkan nilai jual ikan. Dengan edukasi dan insentif, nelayan akan lebih tertarik memanfaatkan fasilitas tersebut secara optimal.
Soal 3
Terjadi konflik antara nelayan tradisional dan nelayan modern terkait wilayah penangkapan ikan yang saling tumpang tindih. Konflik mulai memanas dan berpotensi mengganggu stabilitas wilayah.
Sebagai pengelola KNMP, tindakan paling tepat adalah:
A. Membiarkan konflik hingga selesai sendiri
B. Memihak salah satu kelompok yang lebih kuat
C. Menghentikan seluruh aktivitas penangkapan
D. Melakukan mediasi dan mencari kesepakatan bersama
E. Melaporkan konflik tanpa terlibat langsung
Jawaban: D
Pembahasan:
Peran pengelola adalah menjaga stabilitas sosial. Mediasi menjadi solusi terbaik untuk mencapai kesepakatan yang adil dan mencegah konflik berkepanjangan.
Soal 4
Pada musim cuaca ekstrem, banyak kapal nelayan mengalami kerusakan karena tidak ada prosedur pengamanan yang jelas.
Langkah paling tepat adalah:
A. Membiarkan karena cuaca tidak dapat dikendalikan
B. Menyalahkan nelayan atas kerusakan
C. Mengurangi aktivitas nelayan tanpa solusi
D. Menunggu bantuan dari pemerintah pusat
E. Menyusun SOP mitigasi dan evakuasi aset nelayan
Jawaban: E
Pembahasan:
Manajemen risiko sangat penting di wilayah pesisir. SOP yang jelas akan membantu meminimalkan kerugian dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem.
Soal 5
Istri nelayan di suatu wilayah KNMP belum memiliki sumber penghasilan tambahan saat musim paceklik, sehingga ekonomi keluarga sangat bergantung pada hasil tangkapan suami.
Program yang paling tepat dirancang adalah:
A. Memberikan bantuan langsung tunai secara terus-menerus
B. Mengabaikan karena bukan prioritas
C. Mendorong migrasi pekerjaan ke kota
D. Membatasi aktivitas ekonomi keluarga
E. Mengembangkan pelatihan usaha olahan hasil laut atau kerajinan
Jawaban: E
Pembahasan:
Pemberdayaan keluarga nelayan, khususnya perempuan, dapat menciptakan sumber pendapatan alternatif. Program berbasis keterampilan akan lebih berkelanjutan dibanding bantuan langsung.
Soal 6
Di wilayah KNMP, banyak nelayan masih menjual hasil tangkapan langsung ke tengkulak dengan harga rendah karena sistem lelang di TPI kurang berjalan efektif.
Langkah paling tepat sebagai pengelola adalah:
A. Membiarkan karena sudah menjadi kebiasaan
B. Menutup TPI karena tidak berjalan optimal
C. Memaksa nelayan menjual hanya melalui TPI
D. Menghapus sistem lelang dan mengganti dengan sistem bebas
E. Mengoptimalkan sistem lelang dengan transparansi harga dan edukasi nelayan
Jawaban: E
Pembahasan:
Masalah utama ada pada sistem, bukan nelayan. Dengan memperbaiki transparansi dan edukasi, nelayan akan melihat manfaat TPI sehingga mau beralih dari tengkulak.
Soal 7
Program rehabilitasi mangrove di wilayah pesisir tidak berjalan optimal karena masyarakat menganggapnya tidak memberikan manfaat ekonomi langsung.
Langkah terbaik yang dapat dilakukan adalah:
A. Menghentikan program rehabilitasi
B. Memaksa masyarakat ikut program
C. Memberikan sanksi bagi yang tidak ikut
D. Mengganti program dengan kegiatan lain
E. Mengaitkan rehabilitasi mangrove dengan manfaat ekonomi seperti ekowisata atau budidaya
Jawaban: E
Pembahasan:
Program lingkungan akan lebih efektif jika dikaitkan dengan manfaat ekonomi. Pendekatan ini meningkatkan partisipasi masyarakat secara berkelanjutan.
Soal 8
Dalam satu musim, hasil tangkapan ikan melimpah namun harga justru turun drastis karena over supply di pasar lokal.
Strategi paling tepat adalah:
A. Menjual semua hasil tangkapan dengan harga murah
B. Mengurangi aktivitas melaut
C. Membuang sebagian hasil tangkapan
D. Menyimpan dan mengolah hasil tangkapan untuk meningkatkan nilai jual
E. Menunggu harga kembali normal
Jawaban: D
Pembahasan:
Hilirisasi menjadi solusi utama saat over supply. Penyimpanan dan pengolahan akan menjaga nilai jual serta menghindari kerugian besar.
Soal 9
Terjadi peningkatan sampah laut di wilayah pesisir KNMP yang mulai berdampak pada hasil tangkapan dan kesehatan lingkungan.
Langkah paling strategis adalah:
A. Mengabaikan karena bukan prioritas utama
B. Membersihkan secara insidental tanpa program lanjutan
C. Menyalahkan masyarakat sekitar
D. Menunggu bantuan pemerintah pusat
E. Membuat program pengelolaan sampah terpadu berbasis masyarakat
Jawaban: E
Pembahasan:
Masalah lingkungan membutuhkan solusi sistemik. Program berbasis masyarakat akan lebih efektif karena melibatkan langsung pihak yang terdampak.
Soal 10
Nelayan di wilayah KNMP sering memaksakan melaut saat cuaca buruk karena tekanan ekonomi, sehingga risiko kecelakaan meningkat.
Langkah paling tepat adalah:
A. Melarang total aktivitas melaut
B. Membiarkan karena itu keputusan nelayan
C. Memberikan bantuan tanpa solusi jangka panjang
D. Mengabaikan karena bukan tanggung jawab pengelola
E. Memberikan edukasi risiko dan menyediakan alternatif penghasilan saat cuaca buruk
Jawaban: E
Pembahasan:
Pendekatan yang tepat adalah kombinasi edukasi dan solusi ekonomi. Nelayan perlu diberi pemahaman risiko sekaligus alternatif agar tidak terpaksa mengambil keputusan berbahaya.
Soal 11
Di wilayah KNMP, nelayan mulai beralih menggunakan alat tangkap modern yang lebih efisien, namun menimbulkan kecemburuan dari nelayan tradisional karena dianggap mengurangi hasil tangkapan mereka.
Langkah paling tepat adalah:
A. Melarang penggunaan alat tangkap modern
B. Membiarkan konflik berkembang
C. Memihak nelayan tradisional
D. Menghentikan seluruh aktivitas penangkapan
E. Mengatur zonasi dan kesepakatan penggunaan alat tangkap secara adil
Jawaban: E
Pembahasan:
Perbedaan teknologi harus diatur, bukan dilarang. Zonasi dan kesepakatan bersama akan menjaga keseimbangan antara efisiensi dan keadilan sosial.
Soal 12
Fasilitas pabrik es di KNMP tidak berjalan optimal karena pengelolaannya kurang profesional dan sering mengalami kerusakan.
Langkah strategis yang paling tepat adalah:
A. Menutup fasilitas tersebut
B. Membiarkan karena masih bisa digunakan
C. Mengalihkan fungsi fasilitas
D. Menunggu bantuan pemerintah
E. Meningkatkan manajemen operasional dan pelatihan pengelola
Jawaban: E
Pembahasan:
Masalah utama ada pada pengelolaan. Dengan peningkatan kapasitas SDM dan manajemen operasional, fasilitas dapat kembali berfungsi optimal.
Soal 13
Pendapatan nelayan menurun karena hanya menjual ikan segar tanpa pengolahan, sementara pasar mulai menuntut produk olahan dengan nilai tambah.
Langkah terbaik adalah:
A. Tetap menjual ikan segar seperti biasa
B. Mengurangi aktivitas melaut
C. Menjual dengan harga lebih rendah
D. Mengembangkan usaha pengolahan hasil laut
E. Menghentikan penjualan sementara
Jawaban: D
Pembahasan:
Hilirisasi menjadi solusi utama untuk meningkatkan nilai jual. Produk olahan memiliki daya tahan lebih lama dan harga lebih stabil di pasar.
Soal 14
Dalam suatu program bantuan, terjadi ketidaktepatan sasaran penerima sehingga menimbulkan kecemburuan sosial di masyarakat nelayan.
Langkah paling tepat adalah:
A. Mengabaikan masalah tersebut
B. Menyalahkan pihak pemberi bantuan
C. Menghentikan seluruh program bantuan
D. Menunda program berikutnya tanpa evaluasi
E. Melakukan verifikasi ulang dan memperbaiki mekanisme penyaluran
Jawaban: E
Pembahasan:
Ketepatan sasaran sangat penting dalam program sosial. Evaluasi dan perbaikan sistem akan mencegah konflik serta meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Soal 15
Wilayah pesisir KNMP mengalami abrasi yang mulai mengancam permukiman nelayan dan fasilitas umum.
Langkah strategis yang paling tepat adalah:
A. Memindahkan seluruh warga secara langsung
B. Membiarkan karena proses alami
C. Menunggu bantuan pusat
D. Mengurangi aktivitas nelayan
E. Melakukan mitigasi seperti penanaman mangrove dan perlindungan garis pantai
Jawaban: E
Pembahasan:
Abrasi harus ditangani dengan pendekatan lingkungan. Penanaman mangrove dan perlindungan pantai merupakan solusi jangka panjang yang efektif dan berkelanjutan.
Soal 16
Pengelolaan TPI di wilayah KNMP kurang transparan sehingga nelayan merasa harga ikan sering tidak sesuai dengan kondisi pasar.
Langkah paling tepat adalah:
A. Menutup sementara TPI
B. Membiarkan sistem berjalan seperti biasa
C. Mengganti seluruh petugas tanpa evaluasi
D. Menyerahkan pengelolaan ke pihak luar
E. Menerapkan sistem transparansi harga dan pencatatan terbuka
Jawaban: E
Pembahasan:
Transparansi adalah kunci kepercayaan. Dengan sistem terbuka, nelayan dapat melihat proses harga secara jelas sehingga meningkatkan kepercayaan terhadap TPI.
Soal 17
Program pelatihan bagi istri nelayan sudah dilakukan, namun tidak berkelanjutan karena tidak ada pendampingan setelah pelatihan selesai.
Langkah terbaik adalah:
A. Menghentikan program pelatihan
B. Mengulang pelatihan yang sama
C. Menyerahkan kepada peserta sepenuhnya
D. Memberikan bantuan dana tanpa pendampingan
E. Menyediakan pendampingan lanjutan dan akses pasar
Jawaban: E
Pembahasan:
Pelatihan tanpa pendampingan tidak efektif. Akses pasar dan monitoring menjadi kunci keberlanjutan program pemberdayaan.
Soal 18
Dalam satu kawasan, terjadi penangkapan ikan berlebih sehingga ukuran ikan yang ditangkap semakin kecil dari waktu ke waktu.
Langkah paling tepat adalah:
A. Membiarkan karena masih ada hasil tangkapan
B. Meningkatkan jumlah kapal penangkap
C. Menurunkan harga ikan kecil
D. Menghentikan seluruh aktivitas penangkapan
E. Menerapkan aturan penangkapan terukur dan pembatasan ukuran ikan
Jawaban: E
Pembahasan:
Overfishing harus dikendalikan. Aturan ukuran dan kuota tangkapan akan menjaga keberlanjutan sumber daya laut.
Soal 19
Koperasi nelayan di KNMP tidak berjalan efektif karena kurangnya kepercayaan anggota terhadap pengelola.
Langkah paling strategis adalah:
A. Membubarkan koperasi
B. Membiarkan kondisi tersebut
C. Mengganti seluruh anggota koperasi
D. Menutup akses anggota terhadap informasi
E. Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan
Jawaban: E
Pembahasan:
Kepercayaan adalah fondasi koperasi. Transparansi dan akuntabilitas akan memperbaiki hubungan antara pengelola dan anggota.
Soal 20
Saat terjadi cuaca ekstrem, tidak semua nelayan mendapatkan informasi peringatan dini sehingga masih banyak yang melaut dan berisiko.
Langkah paling tepat adalah:
A. Menyalahkan nelayan yang tetap melaut
B. Membiarkan karena sudah biasa terjadi
C. Menunggu sistem dari pusat
D. Menghentikan seluruh aktivitas nelayan
E. Membangun sistem informasi dan peringatan dini yang mudah diakses nelayan
Jawaban: E
Pembahasan:
Informasi adalah faktor penting dalam mitigasi risiko. Sistem peringatan dini yang mudah diakses akan membantu nelayan mengambil keputusan yang lebih aman.
Dapatkan Lebih Banyak Soal Seleksi Pengelola Kampung Nelayan Merah Putih Sekarang

Segera daftar dan order paket soal lengkap di Fungsional.id berisi ratusan soal seleksi Pengelola KNMP berbasis kisi-kisi terbaru, dilengkapi pembahasan mendalam dan simulasi sistem tes seperti ujian asli untuk membantu Anda lebih siap dan meningkatkan peluang lolos seleksi


