Uji Kompetensi Akuntansi Syariah (USKAS) merupakan salah satu bentuk evaluasi kompetensi yang digunakan untuk mengukur pemahaman dan kesiapan peserta dalam bidang akuntansi berbasis syariah. Ujikom ini umumnya diikuti oleh mahasiswa, peserta pelatihan, maupun calon tenaga kerja di bidang keuangan dan perbankan syariah untuk menguji kemampuan teoritis sekaligus kemampuan analisis dalam menyelesaikan persoalan akuntansi syariah.
Dalam pelaksanaannya, soal USKAS tidak hanya berisi materi teknis seperti akad syariah, jurnal transaksi, dan laporan keuangan syariah, tetapi juga sering disertai soal psikotes, logika numerik, verbal, ketelitian, serta analisis kasus. Karena itu, peserta perlu melatih kemampuan berpikir cepat, fokus, dan pemecahan masalah selain memahami konsep dasar akuntansi syariah itu sendiri.
Table of Contents
ToggleKisi-Kisi Soal Uji Kompetensi Akuntansi Syariah (USKAS)

Dengan memahami Kisi-Kisi Soal Uji Kompetensi Akuntansi Syariah (USKAS), Anda dapat mengetahui pola materi yang sering muncul dalam ujikom, mulai dari akuntansi syariah, logika numerik, hingga soal psikotes dan analisis kasus.
1. Konsep Dasar Akuntansi Syariah
Pemahaman dasar mengenai prinsip, tujuan, dan karakteristik akuntansi syariah serta perbedaannya dengan akuntansi konvensional.
2. Prinsip Transaksi dan Larangan dalam Syariah
Materi mengenai konsep riba, gharar, maisir, dan prinsip transaksi yang sesuai syariah.
3. Akad dalam Perbankan dan Keuangan Syariah
Pemahaman akad seperti mudharabah, murabahah, musyarakah, ijarah, salam, dan wadiah dalam praktik keuangan syariah.
4. Jurnal Transaksi Akuntansi Syariah
Pencatatan transaksi dan penyusunan jurnal berdasarkan prinsip akuntansi syariah.
5. PSAK dan Standar Akuntansi Syariah
Pemahaman dasar mengenai PSAK syariah dan standar pelaporan keuangan syariah di Indonesia.
6. Laporan Keuangan Syariah
Materi mengenai jenis laporan keuangan syariah serta fungsi masing-masing laporan dalam pengambilan keputusan.
7. Analisis Kasus Akuntansi Syariah
Soal berbasis studi kasus untuk menguji kemampuan analisis transaksi dan penyelesaian masalah akuntansi syariah.
8. Logika Numerik dan Deret Angka
Mengukur kemampuan memahami pola angka, berhitung cepat, dan menyelesaikan persoalan numerik sederhana.
9. Psikotes Verbal dan Analogi Kata
Materi sinonim, antonim, hubungan kata, dan penalaran verbal untuk mengukur kemampuan memahami informasi.
10. Tes Ketelitian dan Konsentrasi
Soal yang menguji fokus, ketelitian data, pencocokan angka, dan kemampuan bekerja cepat serta tepat.
11. Analisis Data dan Informasi Keuangan
Kemampuan membaca data transaksi dan menarik kesimpulan berdasarkan informasi yang tersedia.
12. Problem Solving dan Pengambilan Keputusan
Soal situasional yang mengukur kemampuan memilih solusi yang tepat dalam persoalan administrasi maupun keuangan syariah.
13. Etika Profesi dan Sikap Kerja Syariah
Pemahaman mengenai amanah, tanggung jawab, kejujuran, dan etika kerja dalam bidang akuntansi syariah.
Soal Uji Kompetensi Akuntansi Syariah (USKAS)
Berikut ini adalah Contoh Soal Uji Kompetensi Akuntansi Syariah (USKAS) yang dapat Anda gunakan sebagai bahan latihan untuk memahami pola soal yang sering muncul dalam ujikom.
Soal 1
Perhatikan deret angka berikut:
3 – 8 – 15 – 24 – …
Angka berikutnya adalah…
A. 33
B. 35
C. 37
D. 39
E. 41
Jawaban: B
Pembahasan:
Pola pertambahan angka:
3 + 5 = 8
8 + 7 = 15
15 + 9 = 24
Berikutnya ditambah 11:
24 + 11 = 35
Jadi jawaban yang benar adalah B.
Soal 2
Akad kerja sama antara pemilik modal dan pengelola usaha dalam sistem keuangan syariah disebut…
A. Wadiah
B. Murabahah
C. Mudharabah
D. Ijarah
E. Salam
Jawaban: C
Pembahasan:
Mudharabah merupakan akad kerja sama antara pemilik modal dan pengelola usaha dengan sistem pembagian keuntungan sesuai kesepakatan.
Soal 3
Sinonim dari kata amanah adalah…
A. Curang
B. Jujur
C. Lalai
D. Ragu
E. Keras
Jawaban: B
Pembahasan:
Amanah memiliki makna dapat dipercaya, jujur, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas.
Soal 4
Sebuah koperasi syariah memperoleh keuntungan Rp12.000.000 dari hasil usaha bersama. Jika keuntungan dibagi antara pemilik modal dan pengelola dengan rasio 60% : 40%, maka bagian pengelola adalah…
A. Rp3.600.000
B. Rp4.200.000
C. Rp4.800.000
D. Rp5.200.000
E. Rp6.000.000
Jawaban: C
Pembahasan:
Bagian pengelola = 40% × Rp12.000.000
= 40/100 × Rp12.000.000
= Rp4.800.000
Jadi jawaban yang benar adalah C.
Soal 5
Dalam pekerjaan administrasi keuangan syariah, ketelitian sangat diperlukan karena…
A. Semua laporan harus dibuat panjang
B. Kesalahan kecil dapat mempengaruhi data dan laporan keuangan
C. Pekerjaan keuangan tidak membutuhkan tanggung jawab
D. Data keuangan dapat diubah kapan saja
E. Laporan tidak perlu diperiksa kembali
Jawaban: B
Pembahasan:
Ketelitian penting dalam pekerjaan keuangan karena kesalahan kecil pada angka atau pencatatan dapat mempengaruhi hasil laporan dan pengambilan keputusan.
Soal 6
Dalam transaksi syariah, praktik pengambilan keuntungan tambahan secara tidak sah atau bunga yang memberatkan disebut…
A. Mudharabah
B. Murabahah
C. Riba
D. Wadiah
E. Ijarah
Jawaban: C
Pembahasan:
Riba merupakan tambahan atau bunga yang dilarang dalam transaksi syariah karena dianggap merugikan dan tidak sesuai prinsip keadilan dalam Islam.
Soal 7
Perhatikan hubungan kata berikut:
Jujur : Amanah = Curang : …
A. Adil
B. Lalai
C. Disiplin
D. Khianat
E. Bijaksana
Jawaban: D
Pembahasan:
Jujur berhubungan dengan amanah, sedangkan curang berhubungan dengan khianat. Keduanya menunjukkan hubungan makna yang sejenis.
Soal 8
Perhatikan deret angka berikut:
4 – 10 – 18 – 28 – …
Angka berikutnya adalah…
A. 36
B. 38
C. 40
D. 42
E. 44
Jawaban: C
Pembahasan:
Pola pertambahan angka:
4 + 6 = 10
10 + 8 = 18
18 + 10 = 28
Berikutnya ditambah 12:
28 + 12 = 40
Jadi jawaban yang benar adalah C.
Soal 9
Sebuah koperasi syariah memperoleh keuntungan sebesar Rp15.000.000. Jika keuntungan dibagikan kepada pengelola sebesar 30%, maka bagian yang diterima pengelola adalah…
A. Rp3.500.000
B. Rp4.000.000
C. Rp4.250.000
D. Rp4.500.000
E. Rp5.000.000
Jawaban: D
Pembahasan:
30% × Rp15.000.000
= 30/100 × Rp15.000.000
= Rp4.500.000
Jadi jawaban yang benar adalah D.
Soal 10
Dalam pekerjaan administrasi keuangan syariah, seorang staf diminta memeriksa kembali data transaksi sebelum laporan dicetak dan diserahkan kepada pimpinan.
Tujuan utama pemeriksaan ulang tersebut adalah…
A. Mengurangi jumlah transaksi
B. Memastikan data dan laporan tetap akurat
C. Menambah isi laporan
D. Mengganti seluruh transaksi lama
E. Mempercepat pencetakan laporan tanpa pengecekan
Jawaban: B
Pembahasan:
Pemeriksaan ulang diperlukan untuk memastikan data transaksi dan laporan keuangan tetap akurat, rapi, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Soal 11
Dalam transaksi murabahah, lembaga keuangan syariah memperoleh keuntungan dari…
A. Bunga pinjaman
B. Denda keterlambatan
C. Selisih kurs mata uang
D. Margin penjualan yang disepakati
E. Spekulasi harga pasar
Jawaban: D
Pembahasan:
Murabahah merupakan akad jual beli dengan keuntungan berupa margin yang telah disepakati antara penjual dan pembeli di awal transaksi.
Soal 12
Perhatikan data transaksi berikut:
Kas masuk : Rp12.000.000
Kas keluar : Rp4.500.000
Berdasarkan data tersebut, saldo kas akhir adalah…
A. Rp6.500.000
B. Rp7.500.000
C. Rp8.000.000
D. Rp8.500.000
E. Rp9.000.000
Jawaban: B
Pembahasan:
Saldo kas akhir dihitung dengan:
Rp12.000.000 − Rp4.500.000 = Rp7.500.000
Jadi jawaban yang benar adalah B.
Soal 13
Perhatikan pasangan kata berikut:
Akurat : Teliti = Amanah : …
A. Jujur
B. Ragu
C. Lalai
D. Lambat
E. Curang
Jawaban: A
Pembahasan:
Akurat berhubungan dengan sikap teliti, sedangkan amanah berhubungan dengan sikap jujur dan dapat dipercaya.
Soal 14
Dalam penyusunan laporan keuangan syariah, pencatatan transaksi harus dilakukan berdasarkan…
A. Pendapat pribadi penyusun laporan
B. Keinginan pemilik usaha
C. Perkiraan sementara
D. Standar dan data transaksi yang sebenarnya
E. Informasi yang belum dipastikan
Jawaban: D
Pembahasan:
Laporan keuangan syariah harus disusun berdasarkan data transaksi yang valid dan mengikuti standar akuntansi yang berlaku agar informasi yang dihasilkan akurat.
Soal 15
Seorang staf administrasi menemukan dua data transaksi dengan nominal hampir sama, tetapi kode transaksi berbeda. Agar tidak terjadi kesalahan pencatatan, tindakan yang paling tepat adalah…
A. Menghapus salah satu transaksi
B. Mengabaikan perbedaan kode transaksi
C. Memeriksa kembali dokumen sumber transaksi
D. Langsung mencetak laporan akhir
E. Menyamakan seluruh kode transaksi
Jawaban: C
Pembahasan:
Pemeriksaan dokumen sumber diperlukan untuk memastikan transaksi dicatat dengan benar dan menghindari kesalahan laporan keuangan.
Soal 16
Akad penitipan barang atau dana dari nasabah kepada lembaga keuangan syariah disebut…
A. Mudharabah
B. Wadiah
C. Musyarakah
D. Salam
E. Murabahah
Jawaban: B
Pembahasan:
Wadiah merupakan akad penitipan barang atau dana dari pihak nasabah kepada pihak lain yang dipercaya untuk menjaga titipan tersebut.
Soal 17
Perhatikan data berikut:Pendapatan usaha : Rp25.000.000
Biaya operasional : Rp16.500.000
Berdasarkan data tersebut, laba usaha yang diperoleh adalah…
A. Rp7.500.000
B. Rp8.000.000
C. Rp8.500.000
D. Rp9.000.000
E. Rp9.500.000
Jawaban: C
Pembahasan:
Laba usaha dihitung dengan:
Rp25.000.000 − Rp16.500.000 = Rp8.500.000
Jadi jawaban yang benar adalah C.
Soal 18
Perhatikan deret angka berikut:
9 – 14 – 21 – 30 – …
Angka berikutnya adalah…
A. 39
B. 40
C. 41
D. 42
E. 43
Jawaban: C
Pembahasan:
Pola pertambahan angka:
9 + 5 = 14
14 + 7 = 21
21 + 9 = 30
Berikutnya ditambah 11:
30 + 11 = 41
Jadi jawaban yang benar adalah C.
Soal 19
Dalam prinsip kerja akuntansi syariah, sikap profesional sangat penting karena…
A. Mempermudah manipulasi data
B. Membantu pekerjaan selesai tanpa aturan
C. Mengurangi kebutuhan laporan keuangan
D. Menjaga kepercayaan dan tanggung jawab pekerjaan
E. Membuat proses pemeriksaan tidak diperlukan
Jawaban: D
Pembahasan:
Sikap profesional membantu menjaga amanah, kepercayaan, dan kualitas pekerjaan terutama dalam bidang keuangan dan akuntansi.
Soal 20
Perhatikan transaksi berikut:
Perusahaan membeli perlengkapan kantor secara tunai sebesar Rp2.500.000.
Pencatatan yang tepat pada jurnal umum adalah…
A. Kas (D) Rp2.500.000 ; Perlengkapan (K) Rp2.500.000
B. Perlengkapan (D) Rp2.500.000 ; Kas (K) Rp2.500.000
C. Pendapatan (D) Rp2.500.000 ; Kas (K) Rp2.500.000
D. Kas (D) Rp2.500.000 ; Utang (K) Rp2.500.000
E. Perlengkapan (D) Rp2.500.000 ; Pendapatan (K) Rp2.500.000
Jawaban: B
Pembahasan:
Pembelian perlengkapan secara tunai menyebabkan akun perlengkapan bertambah (debit) dan kas berkurang (kredit).
Latihan Soal USKAS Lebih Lengkap untuk Persiapan Ujikom

Persiapkan diri Anda menghadapi Uji Kompetensi Akuntansi Syariah (USKAS) dengan latihan soal yang lebih lengkap langsung di Fungsional.id. Tersedia paket Soal Uji Kompetensi Akuntansi Syariah (USKAS) lengkap dengan kunci jawaban, pembahasan detail, latihan psikotes, serta simulasi CBT untuk membantu memahami pola soal ujikom secara lebih mendalam.
