Rekrutmen Awak Kapal Perikanan (AKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjadi salah satu peluang kerja yang banyak diminati, terutama bagi masyarakat yang ingin berkarier di bidang kelautan dan perikanan. Melalui program Modernisasi Kapal Perikanan Indonesia, KKP membuka kesempatan bagi putra-putri terbaik bangsa untuk bergabung sebagai bagian dari operasional kapal perikanan modern yang mendukung sektor maritim nasional.
Dalam rekrutmen ini, terdapat beberapa posisi yang dibuka seperti Nakhoda, Perwira, Kepala Kamar Mesin (KKM), dan Anak Buah Kapal (ABK). Masing-masing posisi memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda, mulai dari memimpin pelayaran, mengelola mesin kapal, hingga membantu operasional penangkapan ikan di laut. Oleh karena itu, proses seleksi tidak hanya menilai kesiapan fisik, tetapi juga kemampuan kerja sama, disiplin, keselamatan kerja, serta pemahaman dasar operasional kapal.
Melalui artikel ini, Anda akan mempelajari kisi-kisi sekaligus berlatih Soal Rekrutmen Awak Kapal Perikanan (AKP) Kementerian KKP yang disusun berdasarkan kondisi kerja nyata di lapangan. Dengan memahami pola soal dan tugas tiap posisi, Anda akan lebih siap menghadapi proses seleksi AKP KKP.
Table of Contents
TogglePosisi yang Dibuka dalam Rekrutmen AKP KKP

Dalam Rekrutmen Awak Kapal Perikanan (AKP) Kementerian KKP, terdapat beberapa posisi yang dibuka untuk mendukung operasional kapal perikanan modern. Setiap posisi memiliki tugas, tanggung jawab, serta kemampuan kerja yang berbeda sesuai bidangnya masing-masing.
A. Nakhoda
Nakhoda merupakan pemimpin utama di kapal yang bertanggung jawab terhadap keseluruhan operasional pelayaran. Posisi ini memiliki peran penting dalam pengambilan keputusan, keselamatan kru, serta memastikan kapal beroperasi sesuai prosedur dan tujuan pelayaran.
Tugas utama Nakhoda meliputi:
- Memimpin operasional kapal
- Menentukan navigasi dan arah pelayaran
- Mengambil keputusan saat kondisi darurat
- Mengawasi kedisiplinan dan koordinasi kru kapal
- Memastikan keselamatan pelayaran
B. Perwira Kapal
Perwira bertugas membantu Nakhoda dalam menjalankan operasional kapal sehari-hari. Posisi ini juga memiliki tanggung jawab dalam pengawasan kru, pelaksanaan tugas pelayaran, serta memastikan prosedur kerja berjalan dengan baik.
Tugas utama Perwira meliputi:
- Membantu pengawasan operasional kapal
- Mengatur aktivitas kru kapal
- Melakukan koordinasi kerja selama pelayaran
- Membantu pengawasan keselamatan kerja di kapal
- Menyampaikan laporan operasional kepada Nakhoda
C. Kepala Kamar Mesin (KKM)
Kepala Kamar Mesin atau KKM bertanggung jawab terhadap seluruh sistem mesin dan teknis kapal. Posisi ini sangat penting karena kondisi mesin kapal menentukan kelancaran operasional selama pelayaran.
Tugas utama KKM meliputi:
- Mengawasi kondisi mesin kapal
- Melakukan pengecekan dan perawatan mesin
- Menangani kerusakan teknis
- Memastikan mesin beroperasi optimal
- Mengatur penggunaan sistem mekanikal kapal
D. Anak Buah Kapal (ABK)
ABK merupakan kru kapal yang membantu pelaksanaan operasional harian di kapal perikanan. Posisi ini berperan penting dalam mendukung kegiatan penangkapan ikan, kebersihan kapal, hingga membantu proses kerja lainnya selama pelayaran.
Tugas utama ABK meliputi:
- Membantu operasional penangkapan ikan
- Menjaga kebersihan dan perawatan kapal
- Membantu kegiatan bongkar muat
- Menjalankan instruksi dari Perwira dan Nakhoda
- Bekerja sama dengan kru lain selama pelayaran
Dengan memahami posisi yang dibuka dalam Rekrutmen AKP KKP, Anda dapat lebih fokus mempersiapkan diri sesuai bidang dan tanggung jawab yang dilamar.
Kisi-Kisi Soal Rekrutmen Awak Kapal Perikanan (AKP) KKP Terbaru
Sebelum mulai mengerjakan latihan soal, penting untuk memahami terlebih dahulu materi yang sering muncul dalam proses seleksi AKP KKP. Dengan mengetahui arah pembahasan sejak awal, Anda bisa lebih fokus mempersiapkan kemampuan yang dibutuhkan sesuai posisi yang dilamar, baik sebagai Nakhoda, Perwira, KKM, maupun ABK.
- Pengetahuan Dasar Kelautan dan Perikanan
Memahami dasar operasional kapal perikanan, aktivitas penangkapan ikan, jenis kapal, serta gambaran umum pekerjaan di lingkungan kapal perikanan. - Keselamatan Kerja di Kapal (Safety Awareness)
Pemahaman penggunaan alat keselamatan, prosedur keadaan darurat, penggunaan pelampung, hingga tindakan saat terjadi kecelakaan atau kondisi berbahaya di laut. - Kerja Tim dan Disiplin Kerja
Kemampuan bekerja sama antar kru kapal, mematuhi instruksi atasan, menjaga disiplin selama pelayaran, serta menyelesaikan tugas sesuai tanggung jawab. - Navigasi dan Operasional Kapal
Khusus posisi Nakhoda dan Perwira, materi mencakup dasar navigasi, pengambilan keputusan saat pelayaran, serta pemahaman kondisi cuaca dan arah pelayaran. - Mesin dan Perawatan Kapal
Khusus posisi teknis seperti KKM, meliputi pemahaman fungsi mesin kapal, perawatan dasar, pengecekan mesin, serta penanganan kerusakan ringan. - Problem Solving di Laut
Kemampuan menghadapi situasi darurat atau kendala selama pelayaran seperti cuaca buruk, kerusakan alat, keterbatasan logistik, atau masalah operasional lainnya. - Integritas dan Etika Kerja
Menjaga tanggung jawab kerja, kejujuran, kepatuhan terhadap aturan kapal, serta profesionalitas selama bekerja di laut. - Ketahanan Fisik dan Mental
Kesiapan bekerja dalam waktu lama di laut, kemampuan beradaptasi dengan lingkungan kerja kapal, serta menghadapi tekanan pekerjaan. - Komunikasi dan Koordinasi Kru
Cara menyampaikan informasi kerja, koordinasi antar kru kapal, serta pelaporan kondisi operasional selama pelayaran. - Pemahaman Dasar Regulasi Kelautan
Pemahaman aturan keselamatan pelayaran, SOP kerja kapal, serta kepatuhan terhadap ketentuan operasional perikanan.
Contoh Soal Rekrutmen Awak Kapal Perikanan (AKP) KKP
Kerjakan Contoh Soal Rekrutmen Awak Kapal Perikanan (AKP) KKP berikut untuk melatih kesiapan Anda menghadapi proses seleksi.
Soal 1
Saat kapal sedang beroperasi di laut, cuaca tiba-tiba berubah menjadi buruk disertai gelombang tinggi. Sebagian kru mulai panik dan pekerjaan menjadi tidak terkoordinasi dengan baik.
Apa tindakan yang paling tepat dilakukan?
A. Tetap melanjutkan pekerjaan seperti biasa
B. Mengabaikan kondisi cuaca karena target harus tercapai
C. Menunggu instruksi tanpa melakukan apa pun
D. Mengikuti instruksi keselamatan dan menjaga koordinasi antar kru
E. Membiarkan kru mengambil keputusan masing-masing
Jawaban: D
Pembahasan:
Dalam kondisi darurat di laut, koordinasi dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan sangat penting untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Soal 2
Seorang ABK menemukan adanya kerusakan kecil pada alat kerja kapal, namun alat tersebut masih bisa digunakan sementara waktu.
Apa tindakan yang paling tepat?
A. Tetap menggunakan tanpa melapor
B. Segera melaporkan agar dapat diperiksa dan diperbaiki
C. Menyembunyikan kerusakan agar pekerjaan tidak terganggu
D. Menghentikan seluruh operasional kapal
E. Membiarkan kru lain menggunakan alat tersebut
Jawaban: B
Pembahasan:
Kerusakan sekecil apa pun harus dilaporkan agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar selama pelayaran.
Soal 3
Saat pelayaran berlangsung, terjadi perbedaan pendapat antar kru yang menyebabkan pekerjaan menjadi tidak efektif.
Apa sikap yang paling tepat?
A. Membiarkan konflik berlangsung
B. Memihak salah satu kru
C. Mengutamakan komunikasi dan kerja sama agar pekerjaan tetap berjalan
D. Menghentikan pekerjaan sementara
E. Mengabaikan masalah tersebut
Jawaban: C
Pembahasan:
Kerja tim sangat penting dalam operasional kapal. Konflik harus diselesaikan dengan komunikasi yang baik agar tidak mengganggu pekerjaan.
Soal 4
Seorang kru kapal merasa lelah setelah bekerja cukup lama selama pelayaran, namun tugas operasional masih harus berjalan.
Apa tindakan yang paling tepat?
A. Tetap bekerja tanpa memperhatikan kondisi fisik
B. Meninggalkan tugas tanpa izin
C. Mengabaikan kondisi kelelahan
D. Menolak semua pekerjaan
E. Mengatur waktu istirahat sesuai prosedur dan tetap menjaga tanggung jawab kerja
Jawaban: E
Pembahasan:
Ketahanan fisik penting, namun keselamatan kerja juga harus diperhatikan. Istirahat yang cukup membantu menjaga fokus dan keamanan kerja.
Soal 5
Saat melakukan pengecekan mesin kapal, ditemukan adanya suara tidak normal dari salah satu bagian mesin.
Apa langkah yang paling tepat dilakukan?
A. Mengabaikan karena mesin masih berjalan
B. Tetap menjalankan mesin tanpa pemeriksaan
C. Melakukan pengecekan dan melaporkan kondisi mesin kepada pihak terkait
D. Menghentikan seluruh aktivitas kapal tanpa koordinasi
E. Menunggu hingga mesin benar-benar rusak
Jawaban: C
Pembahasan:
Pemeriksaan dini sangat penting untuk mencegah kerusakan lebih besar yang dapat mengganggu operasional kapal.
Soal 6
Saat kapal sedang melakukan operasi penangkapan ikan di tengah laut, salah satu kru menemukan bahwa perlengkapan keselamatan seperti pelampung tidak tersusun pada tempat yang seharusnya. Kondisi ini berpotensi memperlambat proses evakuasi apabila terjadi keadaan darurat.
Apa tindakan yang paling tepat dilakukan?
A. Membiarkan karena kondisi masih aman
B. Menunggu instruksi tanpa melakukan apa pun
C. Segera menata kembali perlengkapan keselamatan dan melaporkan kondisi tersebut
D. Mengabaikan karena bukan tugasnya
E. Menyimpan perlengkapan di tempat lain agar lebih mudah diambil
Jawaban: C
Pembahasan:
Peralatan keselamatan harus selalu siap digunakan dalam kondisi darurat. Penataan ulang dan pelaporan penting untuk menjaga keamanan seluruh kru kapal.
Soal 7
Dalam perjalanan pelayaran, cuaca mulai memburuk dan gelombang laut semakin tinggi. Sebagian kru mulai bekerja tanpa koordinasi karena panik terhadap kondisi tersebut.
Apa sikap yang paling tepat?
A. Tetap bekerja sendiri-sendiri agar pekerjaan cepat selesai
B. Mengikuti instruksi pimpinan kapal dan menjaga koordinasi antar kru
C. Mengabaikan kondisi cuaca
D. Menghentikan seluruh komunikasi antar kru
E. Membiarkan kru mengambil keputusan masing-masing
Jawaban: B
Pembahasan:
Dalam kondisi darurat, koordinasi dan kepatuhan terhadap instruksi sangat penting untuk menjaga keselamatan seluruh kru kapal.
Soal 8
Seorang ABK menemukan adanya kebocoran kecil pada salah satu bagian kapal saat pelayaran berlangsung. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut dapat menjadi lebih serius.
Apa langkah paling tepat yang harus dilakukan?
A. Mengabaikan karena kebocoran masih kecil
B. Menunggu hingga kondisi memburuk
C. Menyembunyikan informasi agar tidak menimbulkan kepanikan
D. Tetap melanjutkan pekerjaan tanpa laporan
E. Segera melaporkan dan membantu penanganan sesuai prosedur keselamatan
Jawaban: E
Pembahasan:
Masalah sekecil apa pun di kapal harus segera ditangani untuk mencegah risiko yang lebih besar selama pelayaran.
Soal 9
Saat melakukan pekerjaan di atas kapal, salah satu kru tidak menggunakan perlengkapan keselamatan kerja karena merasa pekerjaannya ringan dan tidak berbahaya.
Apa tindakan yang paling tepat?
A. Membiarkan karena risiko dianggap kecil
B. Mengikuti tindakan kru tersebut
C. Menghentikan seluruh pekerjaan kapal
D. Mengingatkan pentingnya penggunaan perlengkapan keselamatan kerja
E. Mengabaikan karena bukan tanggung jawab Anda
Jawaban: D
Pembahasan:
Keselamatan kerja berlaku untuk semua aktivitas di kapal. Penggunaan alat keselamatan membantu mengurangi risiko kecelakaan kerja.
Soal 10
Dalam pelayaran jarak jauh, kru kapal mulai mengalami kelelahan karena jadwal kerja yang cukup padat. Jika kondisi ini tidak dikelola dengan baik, pekerjaan dapat menjadi tidak optimal dan berisiko menimbulkan kecelakaan kerja.
Apa langkah yang paling tepat dilakukan?
A. Tetap memaksakan seluruh kru bekerja tanpa istirahat
B. Mengurangi jumlah kru yang bekerja
C. Membiarkan kondisi tersebut hingga pelayaran selesai
D. Menghentikan seluruh aktivitas kapal
E. Mengatur jadwal kerja dan istirahat secara seimbang sesuai prosedur
Jawaban: E
Pembahasan:
Pengaturan waktu kerja dan istirahat sangat penting untuk menjaga kondisi fisik, fokus kerja, dan keselamatan kru selama pelayaran.
Soal 11
Saat kapal sedang melakukan pelayaran malam hari, salah satu alat navigasi mengalami gangguan sehingga informasi arah pelayaran menjadi kurang akurat. Kondisi ini membuat sebagian kru mulai panik karena khawatir kapal keluar dari jalur yang telah ditentukan.
Apa langkah paling tepat yang harus dilakukan?
A. Tetap melanjutkan pelayaran tanpa pemeriksaan
B. Mengabaikan gangguan karena masih bisa berjalan
C. Segera melaporkan kondisi kepada perwira atau nakhoda dan melakukan pengecekan sesuai prosedur
D. Menghentikan seluruh aktivitas kru tanpa koordinasi
E. Membiarkan kru mengambil keputusan masing-masing
Jawaban: C
Pembahasan:
Gangguan alat navigasi merupakan masalah serius dalam pelayaran karena dapat mempengaruhi keselamatan kapal. Langkah paling tepat adalah segera melapor kepada pihak yang bertanggung jawab dan melakukan pengecekan sesuai prosedur agar risiko kesalahan arah dapat diminimalkan.
Soal 12
Dalam proses operasional kapal, salah satu mesin utama mengalami penurunan performa dan mengeluarkan suara tidak normal. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut berpotensi mengganggu seluruh aktivitas kapal di tengah laut.
Apa tindakan yang paling tepat?
A. Mengabaikan karena mesin masih dapat digunakan
B. Tetap memaksakan mesin bekerja normal
C. Menunggu hingga mesin berhenti total
D. Melakukan pemeriksaan awal dan melaporkan kondisi kepada bagian teknis atau KKM
E. Menghentikan seluruh pekerjaan tanpa arahan
Jawaban: D
Pembahasan:
Pemeriksaan awal sangat penting untuk mencegah kerusakan yang lebih besar. Bagian teknis atau KKM perlu segera mengetahui kondisi mesin agar dapat menentukan langkah penanganan yang tepat sebelum terjadi gangguan operasional yang lebih serius.
Soal 13
Saat melakukan pekerjaan di dek kapal, salah satu kru terlihat tidak mematuhi prosedur keselamatan kerja karena terburu-buru menyelesaikan tugas. Kondisi ini dapat membahayakan dirinya maupun kru lain di sekitarnya.
Apa tindakan paling tepat?
A. Membiarkan karena pekerjaan harus cepat selesai
B. Mengikuti cara kerja kru tersebut
C. Mengingatkan dan memastikan prosedur keselamatan tetap dipatuhi
D. Mengabaikan karena bukan tanggung jawab Anda
E. Menghentikan seluruh aktivitas kapal
Jawaban: C
Pembahasan:
Keselamatan kerja merupakan tanggung jawab bersama di kapal. Mengingatkan rekan kerja untuk tetap mematuhi prosedur keselamatan penting dilakukan agar risiko kecelakaan dapat dicegah.
Soal 14
Dalam pelayaran yang cukup panjang, persediaan logistik mulai menipis lebih cepat dari perhitungan awal karena penggunaan yang kurang terkontrol. Jika tidak segera diatur, kondisi ini dapat mengganggu kebutuhan kru hingga kapal kembali ke pelabuhan.
Apa langkah paling tepat yang harus dilakukan?
A. Membiarkan penggunaan logistik seperti biasa
B. Mengurangi jatah kru tanpa koordinasi
C. Mengabaikan kondisi tersebut
D. Menyalahkan kru yang menggunakan logistik
E. Mengatur penggunaan logistik secara lebih efisien dan terkoordinasi
Jawaban: E
Pembahasan:
Manajemen logistik sangat penting selama pelayaran. Penggunaan yang efisien dan terkoordinasi membantu memastikan kebutuhan kru tetap terpenuhi hingga perjalanan selesai.
Soal 15
Saat cuaca buruk terjadi, salah satu kru terlihat panik dan tidak fokus menjalankan tugasnya sehingga berpotensi mengganggu koordinasi kerja di kapal.
Apa tindakan paling tepat?
A. Membiarkan kru tersebut menenangkan diri sendiri
B. Memarahi kru di depan seluruh tim
C. Mengabaikan karena kondisi sedang sibuk
D. Membantu menenangkan kru dan mengarahkan agar tetap mengikuti prosedur kerja
E. Menghentikan seluruh aktivitas kapal
Jawaban: D
Pembahasan:
Dalam situasi darurat, kondisi mental kru sangat mempengaruhi keselamatan kerja. Membantu menenangkan rekan kerja dan menjaga koordinasi akan membuat situasi lebih terkendali dan mengurangi risiko kesalahan saat bekerja.
Soal 16
Saat kapal sedang melakukan operasi penangkapan ikan, salah satu alat bantu kerja mengalami kerusakan mendadak sehingga aktivitas menjadi terhambat. Beberapa kru ingin tetap memaksakan penggunaan alat tersebut agar pekerjaan cepat selesai.
Apa langkah paling tepat yang harus dilakukan?
A. Tetap menggunakan alat meskipun rusak
B. Mengabaikan kerusakan selama alat masih bisa dipakai
C. Menunggu alat rusak total baru diperbaiki
D. Menghentikan seluruh operasional kapal
E. Melaporkan kerusakan dan menggunakan prosedur kerja yang aman sesuai arahan teknis
Jawaban: E
Pembahasan:
Peralatan kerja yang rusak dapat membahayakan kru dan mengganggu operasional kapal. Kerusakan harus segera dilaporkan dan penanganannya dilakukan sesuai prosedur agar keselamatan tetap terjaga.
Soal 17
Dalam pelayaran jarak jauh, salah satu kru mulai menunjukkan sikap kurang disiplin seperti sering terlambat menjalankan tugas jaga dan tidak mengikuti instruksi dengan baik. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat mempengaruhi kerja tim di kapal.
Apa tindakan yang paling tepat?
A. Membiarkan agar tidak menimbulkan konflik
B. Mengingatkan dan melaporkan sesuai prosedur kedisiplinan kerja
C. Mengikuti sikap kru tersebut
D. Mengabaikan karena bukan tanggung jawab Anda
E. Menghentikan seluruh aktivitas kerja kru
Jawaban: B
Pembahasan:
Disiplin kerja sangat penting dalam operasional kapal karena menyangkut keselamatan dan koordinasi seluruh kru. Pelanggaran disiplin harus diingatkan dan ditindak sesuai prosedur agar tidak mempengaruhi kinerja tim.
Soal 18
Saat melakukan pengecekan rutin, ditemukan adanya tumpahan oli di area mesin kapal yang dapat menyebabkan risiko tergelincir dan membahayakan kru yang bekerja di sekitar lokasi tersebut.
Apa langkah paling tepat yang harus dilakukan?
A. Membiarkan karena tidak terlalu banyak
B. Menunggu petugas lain membersihkan
C. Mengabaikan selama mesin masih berjalan
D. Segera membersihkan area tersebut dan memastikan kondisi kembali aman
E. Menghentikan seluruh operasional kapal tanpa koordinasi
Jawaban: D
Pembahasan:
Kebersihan dan keamanan area kerja sangat penting di kapal. Tumpahan oli harus segera dibersihkan untuk mencegah kecelakaan kerja seperti terpeleset atau gangguan pada mesin.
Soal 19
Dalam kondisi cuaca yang kurang baik, komunikasi antar kru menjadi kurang efektif sehingga beberapa instruksi kerja tidak tersampaikan dengan jelas.
Apa tindakan paling tepat?
A. Tetap bekerja tanpa komunikasi
B. Membiarkan kondisi tersebut
C. Mengurangi jumlah kru yang bekerja
D. Mengabaikan instruksi yang kurang jelas
E. Memastikan komunikasi dilakukan lebih jelas dan terkoordinasi antar kru
Jawaban: E
Pembahasan:
Komunikasi yang baik sangat penting terutama saat kondisi cuaca buruk. Instruksi yang jelas membantu kru bekerja lebih aman dan terkoordinasi.
Soal 20
Saat kapal bersandar di pelabuhan, Anda diminta membantu proses bongkar muat hasil tangkapan. Namun, beberapa kru terlihat bekerja tanpa memperhatikan prosedur keselamatan karena ingin pekerjaan selesai lebih cepat.
Apa sikap yang paling tepat?
A. Mengikuti cara kerja tersebut agar pekerjaan cepat selesai
B. Mengabaikan karena pekerjaan hampir selesai
C. Membiarkan selama tidak terjadi kecelakaan
D. Menegur dan mengingatkan pentingnya prosedur keselamatan kerja
E. Menghentikan seluruh proses bongkar muat tanpa arahan
Jawaban: D
Pembahasan:
Prosedur keselamatan harus tetap diterapkan dalam setiap kondisi kerja. Mengingatkan rekan kerja penting dilakukan untuk mencegah kecelakaan dan menjaga keselamatan seluruh kru.
Jangan Berhenti di 20 Soal Saja, Latihan Rekrutmen AKP KKP Lebih Lengkap di Sini!

Akses ratusan Soal Rekrutmen Awak Kapal Perikanan (AKP) Kementerian KKP lengkap dengan pembahasan detail dan simulasi CBT seperti ujian asli langsung di fungsional.id untuk membantu Anda memahami pola soal, melatih kesiapan kerja lapangan, dan meningkatkan peluang lolos seleksi AKP KKP 2026.
