Soal Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Pemadam Kebakaran (Damkar) + Pembahasan 

uji kompetensi damkar

Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Pemadam Kebakaran menilai kesiapan peserta dalam memahami penanggulangan kebakaran, penyelamatan, keselamatan kerja, penggunaan peralatan, serta pengambilan keputusan saat kondisi darurat. Melalui artikel Soal Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Pemadam Kebakaran (Damkar) + Pembahasan, Anda dapat mempelajari materi penting sekaligus berlatih menghadapi soal berbasis kasus yang relevan dengan tugas Pemadam Kebakaran.

Kompetensi yang Dinilai dalam Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Pemadam Kebakaran

Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Pemadam Kebakaran bertujuan menilai kemampuan peserta dalam melaksanakan tugas pemadaman, penyelamatan, pencegahan, serta penanganan kondisi darurat secara aman dan profesional.

Kompetensi yang perlu dipersiapkan meliputi:

  • Penanggulangan Kebakaran
    Memahami klasifikasi kebakaran, metode pemadaman, penggunaan media pemadam, serta strategi pengendalian api.
  • Operasi Penyelamatan
    Mencakup evakuasi korban, penyelamatan dari bangunan, kecelakaan, ruang terbatas, dan kondisi berbahaya lainnya.
  • Keselamatan dan Kesehatan Kerja
    Penggunaan APD, identifikasi bahaya, pengendalian risiko, serta keselamatan personel selama operasi.
  • Peralatan Pemadam Kebakaran
    Penggunaan selang, nozzle, hydrant, APAR, pompa, tangga, alat bantu pernapasan, serta perlengkapan penyelamatan.
  • Kegawatdaruratan dan Pertolongan Awal
    Penilaian kondisi korban, bantuan hidup dasar, penanganan trauma, serta koordinasi dengan layanan medis.
  • Komunikasi dan Koordinasi Operasi
    Meliputi komunikasi radio, pembagian tugas, koordinasi tim, serta penyampaian informasi saat keadaan darurat.
  • Pencegahan Kebakaran
    Identifikasi potensi bahaya, inspeksi proteksi kebakaran, edukasi masyarakat, dan upaya pengurangan risiko.
  • Profesionalisme dan Disiplin
    Menunjukkan integritas, kepatuhan terhadap prosedur, tanggung jawab, kerja sama, dan kesiapan bekerja dalam situasi berisiko tinggi.

Kisi-Kisi Terbaru Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Pemadam Kebakaran Oktober 2026

Per Oktober 2026, PermenPANRB Nomor 16 Tahun 2019 tentang Jabatan Fungsional Pemadam Kebakaran masih berstatus berlaku, dengan sebagian ketentuannya telah disesuaikan oleh PermenPANRB Nomor 1 Tahun 2023 tentang Jabatan Fungsional. Kerangka uji kompetensi tetap menekankan kompetensi teknis, manajerial, dan sosial kultural.

Selain itu, Kementerian Dalam Negeri tetap menjadi instansi pembina yang memfasilitasi pengembangan kompetensi dan uji kompetensi bagi Jabatan Fungsional Pemadam Kebakaran.

1. Kompetensi Teknis Pemadaman

Fokus materi:

  • teori dan klasifikasi kebakaran;
  • perkembangan api dan perpindahan panas;
  • pemilihan media pemadam;
  • teknik serangan langsung dan tidak langsung;
  • penggunaan nozzle, selang, pompa, hydrant, dan APAR;
  • pengendalian penjalaran api;
  • overhaul dan pemeriksaan pascakebakaran.

2. Operasi Penyelamatan

Kisi-kisi:

  • pencarian dan evakuasi korban;
  • rescue pada bangunan;
  • kecelakaan kendaraan;
  • penyelamatan di ketinggian;
  • ruang terbatas;
  • penanganan korban terjebak;
  • penentuan jalur evakuasi yang aman.

3. Keselamatan Personel

Materi yang perlu dikuasai:

  • penggunaan APD;
  • breathing apparatus;
  • identifikasi bahaya;
  • penilaian risiko;
  • keselamatan masuk area kebakaran;
  • pemantauan kondisi regu;
  • prosedur darurat bagi petugas.

4. Bahan Berbahaya dan Beracun

Penanganan risiko kebakaran akibat bahan berbahaya dan beracun juga menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan urusan kebakaran daerah. SIPD

Fokus:

  • identifikasi bahan;
  • isolasi area;
  • zona aman;
  • APD sesuai risiko;
  • dekontaminasi;
  • pencegahan paparan;
  • koordinasi dengan instansi terkait.

5. Pencegahan dan Proteksi Kebakaran

Materi:

  • pemeriksaan APAR dan hydrant;
  • sistem proteksi aktif dan pasif;
  • jalur evakuasi;
  • inspeksi bangunan;
  • identifikasi potensi kebakaran;
  • edukasi masyarakat;
  • rekomendasi pengurangan risiko.

Pengawasan sistem proteksi keselamatan kebakaran pada bangunan juga termasuk bagian penyelenggaraan suburusan kebakaran di daerah. SIPD

6. Pertolongan Pertama

Kisi-kisi:

  • penilaian awal korban;
  • bantuan hidup dasar;
  • gangguan pernapasan;
  • perdarahan;
  • luka bakar;
  • trauma;
  • syok;
  • pemindahan korban secara aman.

7. Komando dan Koordinasi Operasi

Materi dapat meliputi:

  • pembagian tugas regu;
  • komunikasi radio;
  • laporan situasi;
  • penentuan prioritas operasi;
  • koordinasi antarunit;
  • pengendalian sumber daya;
  • pengambilan keputusan pada kondisi dinamis.

8. Kompetensi Manajerial

Uji kompetensi Jabatan Fungsional juga mencakup kompetensi manajerial. Ppid Kemendagri

Fokus:

  • integritas;
  • kerja sama;
  • komunikasi;
  • orientasi hasil;
  • pelayanan publik;
  • pengembangan diri;
  • mengelola perubahan;
  • pengambilan keputusan.

9. Kompetensi Sosial Kultural

Materi:

  • komunikasi dengan masyarakat;
  • pelayanan saat kondisi krisis;
  • empati terhadap korban;
  • keberagaman masyarakat;
  • koordinasi dengan relawan;
  • penyelesaian konflik di lokasi kejadian.

10. Soal HOTS Berbasis Operasi

Soal dapat berupa kasus seperti:

  • beberapa korban berada di lokasi berbeda;
  • api mulai menjalar ke bangunan lain;
  • petugas mengalami kehabisan udara;
  • ditemukan tabung bahan berbahaya;
  • jalur utama evakuasi tertutup asap;
  • sumber air terbatas;
  • masyarakat memasuki zona berbahaya.

Contoh Soal HOTS Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Pemadam Kebakaran dan Pembahasan

Contoh soal berikut disusun berdasarkan kisi-kisi sebelumnya, mencakup pemadaman, rescue, keselamatan personel, bahan berbahaya, proteksi kebakaran, pertolongan pertama, komando operasi, manajerial, dan sosial kultural.

Soal 1 — Strategi Pemadaman

Regu tiba di lokasi kebakaran gudang. Api sudah membesar pada satu sisi bangunan, asap pekat keluar dari ventilasi, dan belum diketahui apakah masih ada korban di dalam.

Tindakan awal paling tepat adalah ….

A. Melakukan size-up, mengidentifikasi risiko, kemungkinan korban, sumber air, dan menentukan strategi operasi
B. Langsung masuk untuk menyerang api
C. Memecahkan seluruh kaca bangunan
D. Memusatkan seluruh personel pada pemadaman luar
E. Menunggu api mengecil

Jawaban: A

Pembahasan:
Size-up menjadi dasar pengambilan keputusan. Regu perlu mengetahui kondisi api, struktur, potensi korban, akses, serta risiko sebelum menentukan strategi.

Soal 2 — Rescue

Dua korban dilaporkan berada di lantai dua. Tangga utama dipenuhi asap, sedangkan akses samping masih memungkinkan digunakan.

Prioritas tindakan adalah ….

A. Memadamkan seluruh api terlebih dahulu
B. Menentukan jalur penyelamatan paling aman dan melakukan pencarian dengan perlindungan regu
C. Meminta korban menunggu sampai asap hilang
D. Membuka seluruh pintu bangunan
E. Memasuki tangga utama karena jalurnya lebih pendek

Jawaban: B

Pembahasan:
Penyelamatan harus tetap mempertimbangkan keselamatan petugas. Jalur yang paling aman dipilih untuk mengurangi paparan asap dan risiko lain.

Soal 3 — Keselamatan Personel

Seorang anggota regu yang menggunakan breathing apparatus melaporkan tekanan udara hampir mencapai batas minimum ketika masih berada cukup jauh dari titik keluar.

Tindakan paling tepat adalah ….

A. Melanjutkan sampai tugas selesai
B. Meminta anggota bernapas lebih pelan
C. Segera melakukan penarikan diri melalui jalur aman bersama tim
D. Melepaskan alat untuk menghemat udara
E. Menunggu sampai alarm berbunyi

Jawaban: C

Pembahasan:
Cadangan udara harus memperhitungkan kebutuhan untuk keluar dari zona berbahaya. Petugas tidak boleh menunggu hingga suplai udara benar-benar kritis.

Soal 4 — Kebakaran Cairan Mudah Terbakar

Kebakaran terjadi pada tumpahan cairan mudah terbakar di area industri.

Pendekatan paling tepat adalah ….

A. Menyemprotkan air langsung dengan tekanan tinggi ke permukaan cairan
B. Mengalirkan cairan ke saluran pembuangan
C. Mendekati sumber api tanpa perlindungan
D. Menggunakan media pemadam yang sesuai dan mencegah penyebaran bahan bakar
E. Menunggu bahan bakar habis

Jawaban: D

Pembahasan:
Pemilihan media harus mempertimbangkan jenis bahan yang terbakar. Penyemprotan yang salah dapat menyebarkan cairan dan memperbesar kebakaran.

Soal 5 — Bahan Berbahaya

Saat penanganan kebakaran gudang, petugas menemukan beberapa tabung bahan kimia dengan label bahaya yang belum teridentifikasi.

Tindakan paling tepat adalah ….

A. Memindahkan semua tabung secara manual
B. Menyiram seluruh tabung dengan air
C. Membuka tabung untuk mengetahui isinya
D. Mengabaikan karena api belum mengenainya
E. Mengisolasi area, mengidentifikasi bahan, dan menyesuaikan APD serta strategi penanganan

Jawaban: E

Pembahasan:
Bahan yang belum teridentifikasi harus diperlakukan sebagai potensi bahaya tinggi sampai sifat dan risikonya diketahui.

Soal 6 — Peralatan Pemadam

Tekanan air pada nozzle tiba-tiba menurun saat pemadaman berlangsung.

Langkah paling tepat adalah ….

A. Memeriksa suplai air, pompa, selang, sambungan, dan kemungkinan kebocoran secara sistematis
B. Tetap menyerang api dengan aliran yang ada
C. Membuka nozzle semaksimal mungkin
D. Mengganti seluruh selang tanpa pemeriksaan
E. Menghentikan semua operasi

Jawaban: A

Pembahasan:
Penurunan tekanan dapat berasal dari beberapa faktor. Pemeriksaan sistematis membantu menemukan sumber masalah secara cepat.

Soal 7 — Pencegahan Kebakaran

Saat inspeksi ditemukan APAR tersedia tetapi aksesnya tertutup barang dan masa pemeriksaannya telah lewat.

Rekomendasi paling tepat adalah ….

A. Mempertahankan karena APAR masih terlihat
B. Membuka akses dan memastikan pemeriksaan serta pemeliharaan dilakukan sesuai ketentuan
C. Memindahkan APAR ke gudang
D. Menambah tanda tanpa melakukan pemeriksaan
E. Mengganti seluruh sistem proteksi bangunan

Jawaban: B

Pembahasan:
Peralatan proteksi harus mudah diakses dan dipastikan siap digunakan ketika keadaan darurat terjadi.

Soal 8 — Pertolongan Pertama

Korban kebakaran ditemukan sadar tetapi mengalami luka bakar luas dan tanda-tanda syok.

Prioritas tindakan adalah ….

A. Memberikan makanan
B. Membiarkan korban berjalan
C. Melakukan penilaian awal, menjaga fungsi vital, mencegah kehilangan panas, dan mengoordinasikan bantuan medis
D. Mengoleskan bahan tertentu pada luka
E. Memecahkan lepuhan

Jawaban: C

Pembahasan:
Luka bakar luas dapat menyebabkan gangguan sistemik. Prioritasnya adalah fungsi vital dan penanganan syok sebelum tindakan lainnya.

Soal 9 — Komando Operasi

Pada kejadian besar, beberapa regu mulai menerima instruksi berbeda dari dua orang pejabat di lokasi.

Tindakan terbaik adalah ….

A. Mengikuti instruksi yang paling cepat
B. Membiarkan tiap regu memilih
C. Membagi komando berdasarkan senioritas
D. Menegaskan satu rantai komando dan memastikan seluruh tugas terkoordinasi melalui struktur operasi
E. Menghentikan komunikasi radio

Jawaban: D

Pembahasan:
Komando yang jelas mencegah instruksi tumpang tindih dan meningkatkan keselamatan serta efektivitas operasi.

Soal 10 — Keselamatan Struktur

Saat operasi berlangsung terdengar suara retakan dan terlihat deformasi pada bagian struktur bangunan.

Tindakan paling tepat adalah ….

A. Mempercepat masuk ke dalam bangunan
B. Menambah personel di dalam
C. Mengabaikan selama api belum mencapai struktur
D. Memasang tangga pada struktur tersebut
E. Mengevaluasi risiko keruntuhan dan menarik personel dari zona yang tidak aman

Jawaban: E

Pembahasan:
Perubahan kondisi struktur merupakan tanda bahaya yang harus segera masuk dalam penilaian risiko.

Soal 11 — Ventilasi

Asap panas terkumpul di bagian atas ruangan tertutup. Regu mempertimbangkan melakukan ventilasi.

Tindakan paling tepat adalah ….

A. Mengoordinasikan ventilasi dengan operasi pemadaman dan memperhitungkan arah aliran udara
B. Membuka semua pintu dan jendela sekaligus
C. Melakukan ventilasi tanpa komunikasi
D. Menunggu struktur terbuka sendiri
E. Mengarahkan asap ke jalur evakuasi

Jawaban: A

Pembahasan:
Ventilasi dapat memperbaiki kondisi tetapi juga dapat meningkatkan suplai oksigen ke api. Karena itu harus terkoordinasi.

Soal 12 — Pelayanan Masyarakat

Warga panik dan berusaha memasuki zona kebakaran untuk mengambil barang berharga.

Respons petugas paling tepat adalah ….

A. Membiarkan jika warga bersedia menanggung risiko
B. Mencegah akses, menjelaskan risiko, dan mengarahkan warga ke area aman
C. Meminta warga membantu pemadaman
D. Menghentikan operasi untuk berdebat
E. Mengabaikan warga

Jawaban: B

Pembahasan:
Pengendalian area merupakan bagian dari keselamatan operasi. Petugas juga perlu berkomunikasi secara tegas tetapi tetap profesional.

Soal 13 — Prioritas Penyelamatan

Terdapat dua laporan: satu korban terlihat di jendela lantai dua dan satu ruangan kosong mulai terbakar lebih besar.

Prioritas utama adalah ….

A. Memadamkan ruangan kosong terlebih dahulu
B. Menunggu regu tambahan
C. Memprioritaskan penyelamatan korban sambil mengendalikan ancaman api yang memengaruhi jalur penyelamatan
D. Mengalihkan seluruh regu ke sumber air
E. Menunggu korban keluar sendiri

Jawaban: C

Pembahasan:
Keselamatan jiwa menjadi prioritas utama, tetapi operasi penyelamatan tetap harus dilindungi dari ancaman api.

Soal 14 — Manajerial

Komandan mengetahui satu regu telah bekerja cukup lama di lingkungan panas dan mulai menunjukkan tanda kelelahan.

Tindakan terbaik adalah ….

A. Meminta regu menyelesaikan tugas dahulu
B. Mengurangi waktu istirahat
C. Mengabaikan jika tidak ada keluhan
D. Melakukan rotasi dan rehabilitasi personel sesuai kondisi operasi
E. Menambah beban agar operasi cepat selesai

Jawaban: D

Pembahasan:
Kelelahan meningkatkan risiko kesalahan dan cedera. Pengelolaan personel merupakan bagian penting keselamatan operasi.

Soal 15 — Integritas

Petugas menemukan laporan inspeksi sebelumnya mencatat hydrant dalam kondisi baik, padahal saat diperiksa ternyata sudah lama tidak berfungsi.

Sikap paling tepat adalah ….

A. Mengubah kondisi menjadi baik agar laporan konsisten
B. Mengabaikan karena bukan pemeriksaan sebelumnya
C. Menunggu inspeksi berikutnya
D. Menyalahkan petugas lama
E. Mencatat kondisi sebenarnya dan menindaklanjuti perbaikan melalui prosedur yang berlaku

Jawaban: E

Pembahasan:
Integritas mengharuskan data menggambarkan kondisi nyata agar risiko dapat ditangani secara benar.

Soal 16 — Kecelakaan Kendaraan

Korban terjebak dalam kendaraan setelah kecelakaan dan kendaraan berada dalam posisi tidak stabil.

Langkah awal adalah ….

A. Menstabilkan kendaraan dan mengendalikan bahaya sebelum proses ekstrikasi
B. Menarik korban secepat mungkin
C. Memecahkan semua kaca
D. Membalik kendaraan ke posisi normal
E. Membuka pintu dengan paksa tanpa stabilisasi

Jawaban: A

Pembahasan:
Stabilisasi mencegah pergerakan kendaraan yang dapat memperburuk cedera korban maupun membahayakan petugas.

Soal 17 — Ruang Terbatas

Seorang pekerja pingsan di dalam ruang terbatas yang diduga kekurangan oksigen.

Tindakan terbaik adalah ….

A. Petugas pertama segera masuk tanpa alat
B. Melakukan penilaian atmosfer dan menggunakan prosedur serta perlindungan rescue ruang terbatas
C. Meminta rekan korban masuk
D. Mengandalkan masker biasa
E. Menunggu korban sadar sendiri

Jawaban: B

Pembahasan:
Ruang terbatas dapat memiliki atmosfer berbahaya. Penyelamat tidak boleh masuk tanpa penilaian dan perlindungan yang sesuai.

Soal 18 — Overhaul

Api utama telah padam, tetapi masih terdapat asap dan beberapa titik panas pada struktur.

Langkah paling tepat adalah ….

A. Meninggalkan lokasi
B. Membuka semua struktur tanpa penilaian
C. Melakukan pemeriksaan titik panas dan overhaul secara terkontrol untuk mencegah penyalaan kembali
D. Menyerahkan sepenuhnya kepada pemilik bangunan
E. Mengurangi pengawasan

Jawaban: C

Pembahasan:
Overhaul diperlukan untuk memastikan tidak ada sumber panas tersembunyi yang dapat memicu kebakaran kembali.

Soal 19 — Sosial Kultural

Saat edukasi pencegahan kebakaran, sebagian warga memiliki kebiasaan lokal yang berbeda dengan rekomendasi keselamatan.

Pendekatan paling tepat adalah ….

A. Menyalahkan kebiasaan warga
B. Membatalkan edukasi
C. Menyampaikan aturan tanpa dialog
D. Menjelaskan risiko dan mencari bentuk penerapan keselamatan yang dapat diterima tanpa mengurangi standar utama
E. Mengabaikan kebiasaan tersebut

Jawaban: D

Pembahasan:
Pendekatan sosial kultural membutuhkan komunikasi yang menghargai masyarakat tetapi tetap menjaga standar keselamatan.

Soal 20 — Evaluasi Pascakejadian

Setelah operasi selesai, ditemukan keterlambatan suplai air dan komunikasi antarregu kurang efektif.

Tindakan paling tepat adalah ….

A. Menganggap operasi selesai sehingga tidak perlu dibahas
B. Menyalahkan regu tertentu
C. Menyimpan masalah agar tidak diketahui
D. Mengganti seluruh personel
E. Melakukan evaluasi operasi, menentukan akar masalah, dan menyusun perbaikan prosedur

Jawaban: E

Pembahasan:
Evaluasi pascakejadian penting untuk meningkatkan kesiapan, koordinasi, dan keselamatan pada operasi berikutnya.

Tingkatkan Kesiapan Uji Kompetensi Damkar

Perbanyak latihan agar Anda semakin terbiasa menghadapi soal tentang pemadaman, rescue, keselamatan personel, bahan berbahaya, komando operasi, hingga pengambilan keputusan saat kondisi darurat. Kunjungi fungsional.id untuk mendapatkan lebih banyak Soal Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Pemadam Kebakaran lengkap dengan kisi-kisi, pembahasan, dan simulasi ujian.

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Picture of Tim Asn

Tim Asn

Tim ASN adalah kelompok profesional yang terbiasa menyusun soal. Kami terdiri dari ahli berbagai bidang, berkomitmen menciptakan soal berkualitas tinggi yang relevan dengan kompetensi jabatan.