100+ Soal Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Perencana + Pembahasan Kisi-kisi

100+ Soal Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Perencana + Pembahasan Kisi-kisi

Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Perencana menjadi bagian penting dalam memastikan ASN memiliki kemampuan profesional di bidang perencanaan pembangunan. Jabatan Fungsional Perencana (JFP) berperan dalam menyusun, menganalisis, serta mengevaluasi kebijakan di tingkat pusat dan daerah. Anda dituntut memahami isu strategis, mengolah data, dan merumuskan rencana yang tepat. Kompetensi ini menjadi dasar dalam mendukung pembangunan yang terarah. Oleh karena itu, uji kompetensi digunakan sebagai alat ukur kemampuan yang objektif.

Untuk mencapai standar tersebut, penilaian tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga kemampuan analisis dan penerapan dalam konteks nyata. Pemahaman terhadap pola soal serta alur perencanaan yang sistematis menjadi hal yang penting. Dalam Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Perencana, aspek yang diuji meliputi analisis kebijakan, penyusunan rencana, serta monitoring dan evaluasi program pembangunan. Artikel ini menyajikan latihan soal Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Perencana yang dapat membantu meningkatkan kesiapan. Dengan persiapan yang baik, kesiapan menghadapi ujian akan meningkat.

Kisi-Kisi Soal Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Perencanaan

Kisi-Kisi Soal Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Perencanaan

Kisi-Kisi Soal Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Perencanaan memuat gambaran materi yang akan diujikan. Pemahaman ini membantu memfokuskan persiapan pada kompetensi inti yang dibutuhkan dalam Uji Kompetensi Jabatan Fungsional.

1. Konsep Dasar Perencanaan Pembangunan

Menguji pemahaman prinsip, tujuan, dan fungsi perencanaan pembangunan dalam sistem pemerintahan.

2. Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN)

Menguji pemahaman dokumen perencanaan seperti RPJPN, RPJMN, RKPD, Renstra, dan Renja serta keterkaitannya.

3. Analisis Kebijakan Publik

Menguji kemampuan menganalisis masalah publik, merumuskan alternatif kebijakan, serta evaluasi dampak kebijakan.

4. Teknik Penyusunan Dokumen Perencanaan

Menguji kemampuan menyusun dokumen perencanaan berbasis data, indikator kinerja, dan prioritas pembangunan.

5. Penganggaran Berbasis Kinerja

Menguji pemahaman keterkaitan perencanaan dengan penganggaran (money follows program), RKA, dan output-outcome.

6. Analisis Data Perencanaan

Menguji kemampuan menggunakan data statistik dalam perencanaan, termasuk interpretasi indikator pembangunan.

7. Monitoring dan Evaluasi (Monev)

Menguji kemampuan melakukan pemantauan, evaluasi program, serta penyusunan rekomendasi perbaikan.

8. Perencanaan Partisipatif

Menguji pemahaman mekanisme partisipasi masyarakat dalam perencanaan seperti musrenbang.

9. Perencanaan Berbasis Wilayah

Menguji kemampuan analisis spasial, kesenjangan wilayah, dan perencanaan berbasis potensi daerah.

10. Manajemen Proyek Pembangunan

Menguji kemampuan perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, dan evaluasi proyek pembangunan.

11. Indikator Kinerja dan Target Pembangunan

Menguji kemampuan menyusun indikator kinerja, baseline, target, serta pengukuran capaian program.

12. Sinkronisasi dan Integrasi Perencanaan

Menguji kemampuan menyelaraskan program lintas sektor, lintas daerah, dan pusat-daerah.

13. Regulasi dan Kebijakan Perencanaan

Menguji pemahaman peraturan perundang-undangan terkait perencanaan pembangunan.

14. Etika dan Profesionalisme Perencana

Menguji integritas, objektivitas, dan tanggung jawab dalam proses perencanaan pembangunan.

15. Evidence-Based Planning

Menguji kemampuan menggunakan data dan hasil penelitian dalam menyusun perencanaan yang efektif dan tepat sasaran.

Contoh Soal Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Perencanaan

Contoh soal Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Perencanaan membantu mengasah pemahaman dan analisis perencanaan. Materi dirancang untuk menguji penerapan konsep secara nyata. Dengan latihan Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Perencanaan ini meningkatkan ketajaman berpikir.

Soal 1
Dalam sistem perencanaan pembangunan, perencana dihadapkan pada kondisi di mana program yang disusun tidak selaras dengan kebutuhan masyarakat di lapangan. Beberapa program prioritas hanya berdasarkan arahan pusat tanpa mempertimbangkan aspirasi masyarakat, sehingga banyak kegiatan tidak berjalan efektif dan masyarakat merasa kurang terlayani. Untuk mengatasi masalah tersebut, prinsip dasar perencanaan yang paling tepat diterapkan adalah …

A. Sentralisasi kebijakan secara penuh
B. Efisiensi anggaran tanpa mempertimbangkan kebutuhan
C. Partisipatif dan berbasis kebutuhan masyarakat
D. Fokus pada target output semata
E. Penguatan struktur birokrasi

Jawaban : C
Pembahasan : Perencanaan pembangunan efektif harus berbasis kebutuhan riil masyarakat, bukan hanya asumsi perencana. Pendekatan partisipatif melibatkan masyarakat sejak identifikasi masalah hingga penentuan prioritas, sehingga program lebih relevan, tepat sasaran, dan meningkatkan rasa kepemilikan. Tanpa partisipasi, program berisiko tidak berdampak dan menimbulkan konflik sosial.

Soal 2
Dokumen perencanaan jangka menengah nasional memiliki peran penting dalam menjabarkan visi pembangunan pemerintah pusat. Dalam struktur SPPN, dokumen yang memuat arah kebijakan dan program prioritas selama lima tahun, menjadi pedoman kementerian/lembaga, serta menyesuaikan target pembangunan nasional adalah …

A. RPJPN
B. RPJMN
C. RKPD
D. Renja
E. APBN

Jawaban : B
Pembahasan : RPJMN merupakan dokumen strategis yang merinci visi, misi, dan kebijakan pembangunan nasional lima tahunan sesuai arahan presiden. Dokumen ini menjadi panduan utama bagi kementerian/lembaga dalam menyusun rencana kerja dan alokasi anggaran. RPJPN bersifat jangka panjang (20 tahun) sehingga lebih umum, sedangkan RKPD dan Renja bersifat tahunan dan operasional di tingkat daerah. Tanpa RPJMN, arah pembangunan nasional bisa kehilangan konsistensi, dan program prioritas tidak selaras lintas sektor. Oleh karena itu, RPJMN memegang posisi sentral dalam sistem perencanaan nasional.

Soal 3
Seorang perencana diminta menganalisis kebijakan subsidi energi yang menimbulkan beban fiskal tinggi namun tetap dibutuhkan masyarakat. Selain masalah fiskal, terdapat isu distribusi manfaat yang tidak merata. Dalam proses analisis kebijakan publik, langkah paling tepat setelah identifikasi masalah adalah …

A. Implementasi kebijakan langsung
B. Evaluasi dampak tanpa alternatif
C. Perumusan berbagai alternatif kebijakan
D. Penghapusan kebijakan lama
E. Penyusunan laporan akhir

Jawaban : C
Pembahasan : Setelah masalah diidentifikasi, tahap krusial berikutnya adalah menyusun berbagai alternatif kebijakan yang memungkinkan. Hal ini memberi pengambil keputusan pilihan solusi yang bisa dibandingkan dari sisi manfaat, biaya, dan dampak sosial. Alternatif juga penting untuk analisis risiko dan keberlanjutan kebijakan. Tanpa tahap ini, keputusan bisa kurang optimal dan menimbulkan masalah baru, seperti ketimpangan distribusi atau beban fiskal yang berlebihan. Oleh karena itu, perumusan alternatif menjadi inti dari analisis kebijakan publik yang komprehensif.

Soal 4
Dalam penyusunan dokumen perencanaan, sering terjadi ketidaksesuaian antara indikator kinerja dengan tujuan program. Misalnya, program peningkatan kualitas pendidikan hanya menggunakan jumlah peserta sebagai indikator, sehingga capaian kualitas tidak terukur. Pendekatan paling tepat untuk mengatasi masalah ini adalah …

A. Menambah jumlah program
B. Fokus pada kegiatan
C. Menghapus indikator
D. Menggunakan indikator yang terukur dan relevan
E. Mengurangi target

Jawaban : D
Pembahasan : Indikator kinerja harus mencerminkan tujuan program agar bisa digunakan sebagai alat ukur keberhasilan. Indikator yang tidak relevan akan menghasilkan data menyesatkan, menyulitkan evaluasi, dan mengurangi akuntabilitas. Pendekatan SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound) memastikan indikator jelas dan dapat diukur. Dengan indikator yang tepat, capaian program dapat dianalisis objektif, memudahkan monitoring, evaluasi, dan pengambilan keputusan. Hal ini meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya dan keberhasilan program.

Soal 5
Dalam penganggaran berbasis kinerja, hubungan antara perencanaan dan anggaran sangat penting. Misalnya, alokasi anggaran untuk pembangunan infrastruktur kesehatan harus mengikuti program prioritas yang telah direncanakan, bukan hanya berdasarkan jumlah anggaran tersedia. Prinsip utama pendekatan ini adalah …

A. Money follows function
B. Money follows program
C. Program follows money
D. Budget follows structure
E. Activity follows output

Jawaban : B
Pembahasan : Prinsip money follows program menekankan bahwa alokasi anggaran harus mengikuti prioritas program yang direncanakan, agar sumber daya digunakan efektif dan tidak terbuang pada kegiatan kurang prioritas. Pendekatan ini juga memperkuat hubungan antara output dan outcome program. Jika anggaran tidak berbasis program, risiko pemborosan dan ketidakefektifan meningkat. Oleh karena itu, prinsip ini menjadi dasar sistem penganggaran modern yang menekankan efektivitas dan pencapaian hasil yang diharapkan.

Soal 6
Dalam analisis data perencanaan, seorang perencana menemukan bahwa angka kemiskinan menurun, tetapi ketimpangan ekonomi meningkat di beberapa wilayah. Artinya, pertumbuhan tidak dirasakan merata. Interpretasi yang tepat terhadap kondisi ini adalah …

A. Pertumbuhan tidak merata
B. Semua masyarakat sejahtera
C. Pembangunan gagal total
D. Tidak ada perubahan ekonomi
E. Data tidak valid

Jawaban : A
Pembahasan : Penurunan angka kemiskinan menunjukkan peningkatan kesejahteraan sebagian masyarakat, tetapi peningkatan ketimpangan menandakan manfaat pembangunan tidak merata. Biasanya, pertumbuhan hanya dinikmati kelompok tertentu, berpotensi menimbulkan masalah sosial dan ketidakadilan. Perencana perlu menganalisis penyebab ketimpangan dan merumuskan kebijakan redistributif agar pertumbuhan lebih inklusif. Oleh karena itu, interpretasi tepat adalah adanya pertumbuhan yang tidak merata, menuntut intervensi lebih terfokus.

Soal 7
Monitoring dan evaluasi (monev) dilakukan untuk memastikan program berjalan sesuai rencana. Dalam praktik, fungsi utama monitoring adalah mengawasi pelaksanaan program secara berkesinambungan agar setiap kendala dapat terdeteksi dan diperbaiki sejak dini. Dengan demikian, monitoring berbeda dari evaluasi yang menilai hasil akhir. Fungsi utama monitoring adalah …

A. Menilai dampak jangka panjang
B. Menghentikan program
C. Menyusun kebijakan baru
D. Mengawasi pelaksanaan kegiatan secara berkala
E. Menentukan anggaran

Jawaban : D
Pembahasan : Monitoring adalah proses pengawasan secara kontinu untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai rencana dan target tercapai. Proses ini memungkinkan perbaikan cepat saat masalah muncul, meminimalkan risiko kegagalan program, dan membantu pengambilan keputusan berbasis bukti. Evaluasi berbeda karena menilai capaian akhir dan dampak program. Monitoring yang efektif meningkatkan peluang keberhasilan, efisiensi penggunaan sumber daya, dan kualitas pelaksanaan kegiatan.

Soal 8
Dalam perencanaan partisipatif, musrenbang berfungsi sebagai forum untuk menyampaikan aspirasi masyarakat dan menyelaraskan program pembangunan daerah. Tanpa partisipasi masyarakat, program cenderung tidak sesuai kondisi lapangan. Tujuan utama pelaksanaan musrenbang adalah …

A. Menyusun anggaran pusat
B. Menentukan kebijakan luar negeri
C. Menyerap aspirasi masyarakat
D. Mengontrol birokrasi
E. Mengurangi program

Jawaban : C
Pembahasan : Musrenbang adalah forum koordinasi antara pemerintah dan masyarakat untuk membahas rencana pembangunan. Tujuannya menyerap aspirasi masyarakat, memastikan program relevan dan tepat sasaran. Forum ini juga meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kepemilikan masyarakat terhadap program. Tanpa forum partisipatif, perencanaan menjadi top-down, risiko ketidaksesuaian meningkat, dan program sulit diimplementasikan secara efektif.

Soal 9
Dalam perencanaan berbasis wilayah, perencana harus menganalisis kesenjangan antar daerah agar pembangunan merata. Misalnya, wilayah A memiliki infrastruktur lengkap sedangkan wilayah B kekurangan akses pendidikan dan kesehatan. Tujuan utama analisis kesenjangan wilayah adalah …

A. Mengidentifikasi disparitas pembangunan
B. Mengurangi jumlah wilayah
C. Menentukan pajak daerah
D. Menghapus program nasional
E. Menentukan struktur organisasi

Jawaban : A
Pembahasan : Analisis kesenjangan wilayah bertujuan mengetahui perbedaan tingkat pembangunan antar daerah, sehingga intervensi dapat diarahkan pada wilayah yang tertinggal. Informasi ini penting untuk merumuskan kebijakan lebih adil, inklusif, dan mengurangi ketimpangan sosial-ekonomi. Tanpa analisis, prioritas pembangunan bisa bias, memperburuk ketimpangan. Oleh karena itu, identifikasi disparitas menjadi langkah penting untuk memastikan keadilan pembangunan di seluruh wilayah.

Soal 10
Dalam manajemen proyek pembangunan, tahap perencanaan mencakup penentuan tujuan, ruang lingkup, jadwal, dan alokasi sumber daya. Tahap ini menjadi fondasi bagi pelaksanaan dan pengendalian proyek agar sesuai target, efisien, dan berkualitas. Salah satu komponen utama dalam tahap perencanaan proyek adalah …

A. Evaluasi akhir proyek
B. Audit keuangan
C. Penghapusan proyek
D. Pelaporan hasil
E. Penentuan tujuan dan jadwal kegiatan

Jawaban : E
Pembahasan : Tahap perencanaan proyek sangat penting karena menentukan arah, tujuan, dan strategi pelaksanaan. Kejelasan tujuan dan jadwal membantu pengendalian proyek, mencegah keterlambatan, dan pembengkakan biaya. Perencanaan yang matang juga memudahkan alokasi sumber daya sesuai prioritas. Tanpa tahap ini, risiko kegagalan meningkat dan evaluasi akhir sulit dilakukan. Oleh karena itu, penentuan tujuan dan jadwal menjadi komponen utama untuk menjamin kesuksesan proyek.

Soal 11
Seorang perencana ditugaskan menyusun indikator kinerja untuk program pengentasan kemiskinan di daerah terpencil. Indikator yang paling tepat harus …

A. Mudah diukur dan relevan dengan tujuan program
B. Hanya fokus pada jumlah penerima bantuan
C. Mengabaikan data baseline
D. Berdasarkan asumsi perencana semata
E. Mengutamakan kegiatan administratif

Jawaban : A
Pembahasan : Indikator kinerja harus spesifik, terukur, dan selaras dengan tujuan program agar dapat menilai pencapaian secara objektif. Menggunakan data baseline memungkinkan evaluasi kemajuan yang akurat. Indikator yang tepat juga membantu memprioritaskan sumber daya dan menilai efektivitas intervensi. Tanpa indikator yang relevan, program sulit dinilai dan pengambilan keputusan menjadi tidak berbasis bukti. Oleh karena itu, pemilihan indikator yang mudah diukur dan relevan sangat krusial.

Soal 12
Dalam menyelaraskan program lintas sektor dan daerah, seorang perencana menghadapi konflik prioritas antara sektor kesehatan dan infrastruktur. Pendekatan terbaik untuk memastikan integrasi program adalah …

A. Mengutamakan sektor dengan anggaran terbesar
B. Menyelaraskan program melalui forum koordinasi lintas sektor
C. Mengabaikan masukan daerah
D. Memutuskan secara sepihak dari pusat
E. Mengurangi program di sektor kesehatan

Jawaban : B
Pembahasan : Sinkronisasi lintas sektor memerlukan forum koordinasi yang melibatkan semua pihak terkait. Hal ini memastikan prioritas pembangunan selaras antara pusat dan daerah serta antar sektor. Pendekatan partisipatif mencegah konflik dan meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya. Tanpa koordinasi, program dapat tumpang tindih atau tidak efektif. Oleh karena itu, forum koordinasi lintas sektor menjadi sarana utama untuk integrasi perencanaan.

Soal 13
Peraturan perencanaan pembangunan memberikan batasan dan arahan dalam penyusunan dokumen rencana. Jika sebuah kementerian merancang program baru yang tidak sesuai regulasi, konsekuensi yang paling mungkin terjadi adalah …

A. Program tetap berjalan tanpa evaluasi
B. Anggaran ditambah
C. Program otomatis menjadi prioritas
D. Mendapatkan sanksi administratif atau pembatalan program
E. Program dipindahkan ke daerah lain

Jawaban : D
Pembahasan : Regulasi perencanaan memiliki peran memastikan semua program sesuai ketentuan hukum dan selaras dengan prioritas pembangunan nasional. Jika program melanggar regulasi, kementerian bisa dikenai sanksi administratif, termasuk pembatalan program atau revisi. Hal ini mencegah penyalahgunaan anggaran dan menjaga konsistensi arah pembangunan. Oleh karena itu, pemahaman regulasi menjadi elemen penting bagi perencana agar program sah dan efektif.

Soal 14
Seorang perencana harus menjaga integritas dan objektivitas dalam proses perencanaan pembangunan. Tindakan yang mencerminkan profesionalisme perencana adalah …

A. Memprioritaskan kepentingan pribadi
B. Fokus hanya pada target jangka pendek
C. Mengabaikan masukan masyarakat
D. Menyusun program tanpa kajian ilmiah
E. Memberikan rekomendasi berdasarkan data dan fakta

Jawaban : E
Pembahasan : Profesionalisme perencana tercermin dari kemampuan menjaga objektivitas, integritas, dan tanggung jawab. Rekomendasi berbasis data dan fakta mengurangi bias subjektif dan meningkatkan kualitas keputusan. Mengabaikan prinsip profesional berisiko menghasilkan program yang tidak efektif atau merugikan masyarakat. Oleh karena itu, sikap ilmiah dan berbasis bukti menjadi landasan etika perencana.

Soal 15
Dalam merancang rencana pembangunan berbasis bukti (evidence-based planning), perencana harus memanfaatkan data penelitian dan statistik. Kelebihan utama pendekatan ini adalah …

A. Mengurangi ketepatan program
B. Menjamin program lebih relevan dan efektif
C. Mengabaikan kebutuhan masyarakat
D. Membuat perencanaan lebih rumit tanpa manfaat
E. Hanya menekankan teori tanpa praktik

Jawaban : B
Pembahasan : Evidence-based planning memastikan keputusan perencanaan berdasarkan informasi akurat dan hasil penelitian. Hal ini meningkatkan relevansi dan efektivitas program, karena intervensi disesuaikan dengan kondisi nyata. Tanpa pendekatan ini, kebijakan cenderung spekulatif dan berisiko gagal. Data dan bukti menjadi dasar pemilihan prioritas dan pengalokasian sumber daya secara tepat. Oleh karena itu, perencanaan berbasis bukti sangat penting untuk keberhasilan pembangunan.

Soal 16
Seorang perencana ingin memastikan program pembangunan daerah dapat berkelanjutan dan memberi manfaat jangka panjang. Strategi yang tepat adalah …

A. Mengembangkan program tanpa evaluasi
B. Menyusun program dengan indikator capaian dan target jangka panjang
C. Fokus pada kegiatan satu kali tanpa tindak lanjut
D. Mengutamakan kegiatan administratif saja
E. Mengabaikan analisis dampak sosial

Jawaban : B
Pembahasan : Perencanaan berkelanjutan memerlukan indikator dan target yang jelas agar dampak program dapat diukur dari waktu ke waktu. Strategi ini memungkinkan evaluasi berkala dan penyesuaian program sesuai kondisi lapangan. Tanpa indikator dan target, sulit menilai efektivitas dan keberlanjutan program. Perencanaan yang matang juga meningkatkan akuntabilitas dan transparansi. Oleh karena itu, indikator capaian dan target jangka panjang adalah unsur utama.

Soal 17
Dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), data statistik menunjukkan adanya kebutuhan infrastruktur yang mendesak. Perencana harus …

A. Menggunakan data sebagai dasar prioritas pembangunan
B. Mengutamakan opini publik tanpa data
C. Menunda pembangunan hingga ada kepastian politik
D. Mengurangi program lain tanpa analisis
E. Menetapkan prioritas berdasarkan pengalaman pribadi

Jawaban : A
Pembahasan : Penyusunan RKPD harus didukung oleh data yang valid agar prioritas pembangunan tepat sasaran. Data statistik membantu mengidentifikasi kebutuhan riil masyarakat, menilai urgensi program, dan menentukan alokasi anggaran. Keputusan berbasis data juga meningkatkan legitimasi dan akuntabilitas program. Tanpa data, pembangunan rawan tidak efektif. Oleh karena itu, perencana wajib memanfaatkan informasi statistik sebagai dasar pengambilan keputusan.

Soal 18
Seorang perencana menghadapi proyek pembangunan yang melibatkan banyak sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Tantangan utama yang harus dihadapi adalah …

A. Mengabaikan koordinasi antar sektor
B. Menghapus program minoritas
C. Menentukan anggaran tanpa analisis
D. Fokus pada satu sektor saja
E. Menyelaraskan program lintas sektor agar tidak tumpang tindih

Jawaban : E
Pembahasan : Proyek lintas sektor menuntut koordinasi yang efektif agar sumber daya dimanfaatkan optimal dan tidak terjadi tumpang tindih program. Penyelarasan memastikan setiap sektor berkontribusi pada tujuan pembangunan bersama. Tanpa koordinasi, program bisa berkonflik atau tidak efektif. Hal ini juga mencegah pemborosan anggaran dan meningkatkan sinergi antar instansi. Oleh karena itu, menyelaraskan program lintas sektor menjadi tantangan utama perencana.

Soal 19
Seorang perencana harus memastikan bahwa program pembangunan di setiap daerah sesuai dengan potensi lokal. Pendekatan yang paling tepat adalah …

A. Menggunakan satu model pembangunan untuk semua daerah
B. Analisis berbasis potensi dan kebutuhan lokal
C. Mengabaikan masukan pemerintah daerah
D. Fokus hanya pada target nasional
E. Menyalin program dari daerah lain

Jawaban : B
Pembahasan : Perencanaan berbasis potensi daerah memperhatikan kondisi geografis, ekonomi, sosial, dan budaya lokal. Analisis ini memastikan program relevan dan memberikan dampak optimal. Mengabaikan karakteristik lokal bisa menghasilkan program yang tidak efektif dan sia-sia. Dengan pendekatan ini, pembangunan lebih inklusif dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, perencanaan berbasis potensi lokal sangat penting untuk keberhasilan proyek.

Soal 20
Dalam manajemen proyek pembangunan, evaluasi proyek dilakukan untuk menilai pencapaian tujuan dan efektivitas penggunaan sumber daya. Langkah awal dalam evaluasi yang tepat adalah …

A. Menyusun laporan akhir tanpa data
B. Fokus pada anggaran saja
C. Mengabaikan target awal
D. Mengumpulkan dan menganalisis data capaian program
E. Mengurangi kegiatan yang berhasil

Jawaban : D
Pembahasan : Evaluasi proyek bertujuan mengukur keberhasilan program dan efisiensi penggunaan sumber daya. Langkah awal yang penting adalah mengumpulkan data yang relevan dan menganalisis capaian sesuai indikator. Data ini menjadi dasar rekomendasi perbaikan dan pengambilan keputusan di proyek berikutnya. Tanpa analisis data, evaluasi menjadi subjektif dan tidak akurat. Oleh karena itu, pengumpulan dan analisis data merupakan langkah awal yang krusial.

Siap Hadapi Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Perencana? Cek Kemampuan Anda Lewat Latihan Soal & Pembahasan Praktis!

Siap Hadapi Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Perencana? Cek Kemampuan Anda Lewat Latihan Soal & Pembahasan Praktis!

Persiapan Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Perencana jadi lebih efektif saat Anda memahami pola soal dan metode pembahasannya. Latihan  Uji Kompetensi Jabatan Fungsional ini membantu melatih kemampuan analisis kebijakan, perencanaan program, dan penyusunan dokumen secara praktis. Setiap pembahasan dirancang untuk mengasah pemikiran kritis. Dengan berlatih rutin, Anda bisa mengenali fokus kompetensi yang paling sering diuji. Untuk pengalaman belajar lebih lengkap, kunjungi fungsional.or.id dan akses berbagai materi latihan Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Perencana tambahan. 

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Picture of Tim Asn

Tim Asn

Tim ASN adalah kelompok profesional yang terbiasa menyusun soal. Kami terdiri dari ahli berbagai bidang, berkomitmen menciptakan soal berkualitas tinggi yang relevan dengan kompetensi jabatan.
Butuh Paket Soal Ini?
Akses Sekarang!

Dapatkan Akses Sistem CBT dengan ratusan paket soal + pembahasan!

Butuh Bantuan?