150 Soal Uji Kompetensi Pejabat Eselon 3​ + Kunci Jawaban

Contoh Soal UJIKOM Pejabat Eselon 3

Uji kompetensi bagi pejabat administrator (Eselon III) merupakan bagian penting dalam menjamin kualitas kepemimpinan di lingkungan instansi pemerintah. Proses ini bertujuan untuk menilai kesesuaian kompetensi pejabat dengan tuntutan jabatan yang diemban, sekaligus memastikan bahwa setiap promosi atau rotasi dilakukan secara objektif, transparan, dan berbasis merit.

Dokumen ini menyajikan kumpulan soal uji kompetensi yang disusun berdasarkan kisi-kisi resmi sesuai regulasi nasional, seperti Permen PANRB No. 53 Tahun 2020 dan Permen PANRB No. 15 Tahun 2024. Materi soal mencakup aspek manajerial, teknis, dan sosial-kultural yang wajib dikuasai pejabat Eselon III. Setiap soal dilengkapi dengan kunci jawaban untuk mendukung proses evaluasi secara terstandar dan akuntabel.

Kisi-Kisi Uji Kompetensi Pejabat Administrator (Eselon III)

Kisi-kisi ini mencakup materi inti yang diujikan dalam seleksi jabatan Eselon III, meliputi aspek regulasi, manajerial, teknis, dan sosial-kultural. Disusun berdasarkan peraturan terbaru, seperti Permen PANRB No. 53/2020 dan No. 15/2024, kisi-kisi ini menjadi dasar penyusunan soal dan penilaian kompetensi secara objektif. 

1. Permen PAN & RB No. 53 Tahun 2020

Merupakan dasar nasional standar kompetensi untuk eselon III, mencakup aspek manajerial, teknis, dan sosial-kultural. Materi uji harus mengacu pada pedoman kompetensi ini agar akuntabel dan terstandar.

2. Permen PAN & RB No. 15 Tahun 2024

Mengatur bahwa pengisian pejabat eselon III harus melalui proses terbuka, transparan, dan kompetitif. Termasuk uji kompetensi sebagai syarat sah promosi atau rotasi jabatan.

3. PP No. 11 Tahun 2017 (diubah PP No. 17 Tahun 2020)

Menetapkan sistem manajemen ASN yang mendukung promosi berbasis kualifikasi, integritas, dan hasil uji kompetensi. Merupakan landasan legal pengukuhan peserta yang layak mengisi pejabat struktural.

4. Kompetensi Manajerial dan Pengambilan Keputusan

Menilai kemampuan menyusun perencanaan strategis, pendelegasian tugas, serta pengendalian organisasi. Pengambilan keputusan diharapkan responsif berdasarkan data dan kebijakan yang berlaku.

5. Kepemimpinan Tim dan Supervisi Tim

Mengukur kemampuan membina dan memimpin tim kerja, mengevaluasi kinerja bawahan, dan membangun sinergi antar unit. Kepemimpinan efektif menciptakan produktivitas dan budaya kerja positif.

6. Penguasaan Tupoksi dan Regulasi Jabatan

Pejabat eselon III wajib memahami tugas pokok & fungsi instansi, regulasi sektoral, serta SOP internal. Pengetahuan ini memastikan pelaksanaan tugas sesuai wewenang dan aturan.

7. Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan Kinerja (SAKIP)

Menilai kemampuan merancang dan melaksanakan monitoring program, serta menyusun laporan evaluasi kinerja. Ini penting untuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan OPD

Contoh Soal beserta Kunci Jawaban

Berikut adalah contoh soal uji kompetensi untuk pejabat administrator lengkap dengan kunci jawaban, yang dapat membantu Anda memahami jenis pertanyaan dan materi yang akan diujikan dalam seleksi jabatan eselon 3. 

Soal 1

Sebagai pejabat administrator, Anda menemukan bahwa salah satu staf Anda menyusun laporan kegiatan dengan data yang belum sepenuhnya akurat karena terburu-buru memenuhi tenggat waktu pimpinan. Di sisi lain, pimpinan Anda meminta laporan tersebut segera dikirim agar instansi tidak terlambat menyampaikan hasil capaian kinerja. Berdasarkan Permen PAN & RB No. 53 Tahun 2020 tentang Standar Kompetensi Jabatan, pejabat eselon III diharapkan menunjukkan integritas tinggi dalam setiap pelaksanaan tugasnya. Dalam situasi dilematik ini, tindakan yang paling sesuai dengan prinsip integritas dan akuntabilitas publik adalah…

A. Mengirim laporan sementara dengan catatan perbaikan agar pimpinan tidak kecewa
B. Menunda pengiriman laporan sampai data terverifikasi sepenuhnya meski berisiko ditegur
C. Menugaskan staf untuk segera melengkapi data tanpa memberi tahu pimpinan
D. Mengirim laporan sesuai permintaan pimpinan dan memperbaikinya kemudian
E. Menunggu instruksi lanjutan dari pimpinan sebelum mengambil tindakan

Jawaban: B
Pembahasan:
Integritas mengharuskan pejabat publik mengutamakan kebenaran dan akurasi di atas tekanan waktu atau kepentingan pribadi. Sesuai Permen PAN & RB No. 53 Tahun 2020, salah satu indikator kompetensi manajerial adalah kemampuan menegakkan nilai moral dan etika organisasi. Mengirim laporan yang belum valid dapat menurunkan kredibilitas instansi dan melanggar prinsip akuntabilitas. Menunda sementara demi keakuratan data adalah wujud tanggung jawab profesional dan moral seorang pejabat administrator.

Soal 2

Dalam proses pengisian jabatan administrator di instansi Anda, muncul desakan dari pejabat senior agar salah satu calon diprioritaskan karena dianggap “berpengalaman lama” meskipun hasil uji kompetensinya lebih rendah dibanding peserta lain. Anda sebagai anggota panitia seleksi dihadapkan pada dilema antara menghormati senioritas atau menegakkan merit system. Berdasarkan Permen PAN & RB No. 15 Tahun 2024, prinsip keterbukaan dan kompetisi menjadi dasar pengisian jabatan struktural. Apa keputusan yang paling tepat untuk menjaga integritas proses seleksi?

A. Menyetujui usulan tersebut demi menjaga hubungan baik antarpejabat
B. Mempertimbangkan pengalaman calon sebagai faktor dominan dalam penilaian
C. Menetapkan hasil akhir sesuai skor kompetensi dan transparansi hasil seleksi
D. Mengajukan kompromi agar kedua calon mendapat jabatan berbeda
E. Menunda hasil seleksi sampai ada arahan dari pimpinan tertinggi

Jawaban: C
Pembahasan:
Permen PAN & RB No. 15 Tahun 2024 menegaskan bahwa pengisian jabatan harus terbuka, objektif, dan kompetitif. Pejabat administrator harus berani menolak intervensi yang berpotensi melanggar sistem merit. Dengan memilih hasil berdasarkan skor kompetensi, panitia tidak hanya menegakkan keadilan, tetapi juga menjaga kepercayaan publik terhadap proses birokrasi. Keputusan tersebut mencerminkan kepemimpinan yang profesional dan transparan sesuai prinsip good governance.

Soal 3

Anda menerima laporan hasil monitoring program yang menunjukkan capaian kinerja mencapai 100%. Namun, ketika memeriksa data lapangan, ternyata terdapat perbedaan antara output fisik dan laporan administratif. Dalam PP No. 11 Tahun 2017 yang diubah PP No. 17 Tahun 2020, ditegaskan bahwa pejabat ASN wajib menjaga objektivitas dan berbasis data dalam pengambilan keputusan. Dalam konteks ini, keputusan terbaik yang mencerminkan profesionalitas seorang pejabat administrator adalah…

A. Meneruskan laporan sesuai format agar tidak mengganggu jadwal evaluasi instansi
B. Melaporkan hasil tersebut tanpa komentar tambahan agar tanggung jawab beralih ke pihak lain
C. Meminta klarifikasi secara informal kepada penyusun laporan dan tetap melanjutkan
D. Mengubah angka capaian agar selaras dengan kondisi lapangan
E. Memverifikasi kembali data lapangan meski berpotensi memperlambat proses laporan

Jawaban: E
Pembahasan:
PP No. 11 Tahun 2017 mengatur ASN sebagai pelaksana kebijakan publik yang profesional, jujur, dan objektif. Mengambil keputusan berbasis data valid merupakan prinsip dasar manajemen kinerja. Verifikasi ulang menunjukkan kemampuan analitis, tanggung jawab, dan integritas seorang pejabat administrator. Tindakan ini tidak hanya melindungi kredibilitas instansi tetapi juga memperkuat akuntabilitas hasil kinerja yang dilaporkan.

Soal 4

Seorang kepala bagian memimpin tim lintas bidang untuk menyiapkan laporan kinerja semester. Namun, beberapa anggota tim sering tidak hadir dalam rapat koordinasi dan merasa beban kerja tidak seimbang. Akibatnya, hasil laporan tertunda. Sebagai pejabat administrator, Anda dituntut mampu membina dan mengoordinasikan tim agar produktif dan solid. Berdasarkan kompetensi kepemimpinan dalam Permen PAN & RB No. 53 Tahun 2020, apa tindakan strategis yang seharusnya Anda ambil?

A. Memberi teguran tertulis kepada anggota tim yang tidak aktif agar disiplin meningkat
B. Melaporkan masalah kepada pimpinan agar diberikan sanksi
C. Menyerahkan penyusunan laporan kepada anggota yang paling kompeten agar cepat selesai
D. Menyusun ulang pembagian tugas dan mengadakan forum terbuka untuk evaluasi beban kerja
E. Mengabaikan keterlambatan karena laporan dapat diselesaikan oleh sebagian anggota saja

Jawaban: D
Pembahasan:
Kepemimpinan efektif ditandai oleh kemampuan mengelola potensi tim dan menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama. Melalui forum komunikasi terbuka, pemimpin dapat mendeteksi hambatan, menyesuaikan beban kerja, dan membangun solidaritas. Langkah ini sejalan dengan kompetensi manajerial yang menuntut kemampuan membina, mengarahkan, dan memotivasi tim agar mencapai kinerja optimal. Pendekatan ini bukan hanya menyelesaikan masalah, tetapi juga memperkuat budaya kerja kolaboratif.

Soal 5

Dalam proses penyusunan laporan SAKIP tahunan, Anda menemukan bahwa sebagian besar unit kerja belum memahami cara mengukur indikator kinerja utama (IKU) secara konsisten. Akibatnya, data capaian berbeda antarbidang. Sebagai pejabat administrator, Anda bertanggung jawab memastikan konsistensi laporan agar sesuai dengan prinsip akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Tindakan paling tepat untuk meningkatkan kualitas pelaporan SAKIP adalah…

A. Menyusun laporan akhir berdasarkan data rata-rata agar hasil terlihat seragam
B. Melakukan bimbingan teknis penyusunan IKU dan memberikan contoh perhitungan konkret
C. Mengambil alih penyusunan laporan agar selesai tepat waktu
D. Menginstruksikan tiap bidang untuk memperbaiki laporan tanpa pendampingan
E. Menghapus indikator yang sulit diukur agar hasil tampak baik

Jawaban: B
Pembahasan:
Monitoring dan evaluasi dalam sistem SAKIP menuntut kejelasan indikator serta pemahaman yang sama di semua lini. Pejabat administrator yang efektif tidak hanya menilai hasil, tetapi juga membangun kapasitas unit kerja. Melalui bimbingan teknis, Anda mendorong peningkatan kompetensi staf dan memastikan keselarasan data. Langkah ini sejalan dengan semangat continuous improvement dan akuntabilitas publik yang ditekankan dalam evaluasi kinerja pemerintah.

Soal 6

Dalam rangka percepatan reformasi birokrasi, instansi Anda diminta bekerja sama dengan lembaga lain yang memiliki sistem pelaporan digital yang berbeda. Sebagian staf merasa sistem baru terlalu rumit dan menolak perubahan karena khawatir menambah beban kerja. Sebagai pejabat administrator, Anda menyadari bahwa kolaborasi lintas instansi adalah bagian penting dari inovasi tata kelola pemerintahan. Namun, di sisi lain Anda juga harus menjaga moral kerja bawahan agar tidak menurun. Bagaimana langkah strategis yang paling tepat untuk Anda ambil?

A. Mengadakan pelatihan bersama dan membuka ruang dialog untuk memahami manfaat sistem baru
B. Memerintahkan seluruh staf mengikuti sistem baru tanpa diskusi agar target tercapai cepat
C. Menunda implementasi sistem baru hingga seluruh staf siap
D. Menugaskan hanya pegawai muda untuk menjalankan sistem baru karena lebih adaptif
E. Mengusulkan agar instansi tetap menggunakan sistem lama karena lebih efisien

Jawaban: A
Pembahasan:
Kepemimpinan adaptif menuntut kemampuan membaca dinamika perubahan dan mengelola resistensi internal secara konstruktif. Mengadakan pelatihan bersama serta dialog partisipatif menunjukkan pendekatan inklusif dan komunikatif. Langkah ini sejalan dengan kompetensi sosial-kultural yang menekankan pentingnya empati, kolaborasi, dan kesetaraan dalam perubahan organisasi. Pejabat administrator yang efektif bukan hanya pelaksana kebijakan, tetapi juga fasilitator perubahan budaya kerja menuju birokrasi digital.

Soal 7

Seorang rekan sejawat yang juga teman dekat Anda mengajukan permohonan dukungan proyek ke unit Anda. Secara administratif permohonan tersebut memenuhi syarat, tetapi Anda mengetahui bahwa rekan tersebut memiliki hubungan kerja sama bisnis dengan salah satu vendor yang pernah menjadi mitra instansi. Berdasarkan prinsip integritas dan pencegahan konflik kepentingan dalam Permen PAN & RB No. 53 Tahun 2020, bagaimana tindakan yang paling tepat dilakukan?

A. Meneruskan dukungan karena semua dokumen administrasi sudah lengkap
B. Mengabaikan hubungan pribadi dan menandatangani dukungan tanpa pertimbangan lain
C. Melaporkan potensi konflik kepentingan kepada atasan dan menyerahkan penilaian objektif
D. Menolak permohonan tanpa menjelaskan alasan untuk menghindari kesalahpahaman
E. Menyetujui dengan catatan agar proyek diawasi lebih ketat

Jawaban: C
Pembahasan:
Dalam birokrasi modern, integritas diuji melalui kemampuan pejabat publik mengelola konflik kepentingan secara transparan. Melaporkan potensi benturan kepada atasan menunjukkan kejujuran dan akuntabilitas pribadi. Permen PAN & RB No. 53 Tahun 2020 menekankan bahwa pejabat harus berani menolak atau melimpahkan keputusan jika terdapat unsur kedekatan pribadi yang berpotensi memengaruhi objektivitas. Tindakan ini menjaga kepercayaan publik serta menjamin netralitas dalam pengambilan keputusan.

Soal 8

Anda baru dilantik sebagai pejabat administrator di instansi yang memiliki tugas utama pengelolaan data dan layanan publik. Dalam 100 hari pertama, Anda diminta menyusun SOP baru agar sesuai dengan peraturan terbaru dari kementerian teknis. Namun, beberapa staf senior berpendapat bahwa SOP lama sudah cukup efektif dan tidak perlu diubah. Berdasarkan kompetensi teknis dan pemahaman terhadap regulasi jabatan, bagaimana langkah terbaik yang harus Anda ambil?

A. Mengadopsi sepenuhnya SOP lama agar tidak menimbulkan resistensi
B. Menyusun SOP baru tanpa melibatkan staf agar lebih cepat disahkan
C. Melakukan telaah regulasi sektoral, membandingkan SOP lama dan baru, serta menyelaraskan keduanya
D. Menghapus aturan lama sepenuhnya karena tidak sesuai dengan perkembangan
E. Menunggu instruksi tertulis dari pimpinan sebelum meninjau regulasi

Jawaban: C
Pembahasan:
Pemahaman terhadap regulasi jabatan mencakup kemampuan menyesuaikan kebijakan internal dengan peraturan eksternal tanpa mengganggu stabilitas organisasi. Melalui telaah komparatif dan pelibatan staf, pejabat administrator menunjukkan kompetensi analitis dan kolaboratif. Langkah ini menghasilkan SOP yang tidak hanya sesuai hukum, tetapi juga operasional di lapangan. Pendekatan berbasis regulasi dan konsultatif ini sejalan dengan prinsip evidence-based policy making.

Soal 9

Sebuah laporan menunjukkan bahwa program utama instansi Anda tertunda akibat vendor gagal memenuhi target kontrak. Pimpinan meminta Anda mengambil keputusan cepat agar kegiatan tetap berjalan sesuai rencana. Anda memiliki dua opsi: mengganti vendor yang bermasalah atau melakukan perpanjangan kontrak dengan sanksi administratif. Keputusan harus diambil dalam waktu satu minggu. Sebagai pejabat administrator, tindakan yang mencerminkan kemampuan pengambilan keputusan strategis adalah…

A. Membentuk tim evaluasi cepat untuk menilai risiko hukum, biaya, dan dampak kinerja
B. Memperpanjang kontrak karena sudah berjalan setengah jalan
C. Segera mengganti vendor tanpa kajian agar tidak kehilangan waktu
D. Melimpahkan keputusan kepada pimpinan agar tidak menanggung risiko
E. Mengabaikan masalah karena sudah menjadi tanggung jawab vendor

Jawaban: A
Pembahasan:
Pengambilan keputusan strategis tidak hanya menuntut kecepatan, tetapi juga ketepatan berbasis analisis risiko dan data. Dengan membentuk tim evaluasi cepat, pejabat administrator menunjukkan kemampuan sistematis dalam mempertimbangkan aspek hukum, finansial, dan efektivitas kinerja. Langkah ini sejalan dengan kompetensi manajerial dalam Permen PAN & RB No. 53 Tahun 2020, yang menuntut pejabat mampu berpikir kritis dan terukur dalam kondisi krisis.

Soal 10

Hasil audit internal menunjukkan bahwa sebagian kegiatan di unit Anda memiliki realisasi keuangan tinggi tetapi capaian output rendah. Auditor merekomendasikan perbaikan mekanisme monitoring. Sebagai pejabat administrator, Anda bertanggung jawab atas perencanaan, pengendalian, dan evaluasi kinerja. Berdasarkan prinsip akuntabilitas kinerja pemerintah, tindakan paling efektif yang harus Anda ambil adalah…

A. Menyusun laporan pembelaan agar hasil audit tidak menurunkan citra unit
B. Menjalankan rapat evaluasi lintas bidang untuk mengidentifikasi akar penyebab dan solusi berkelanjutan
C. Mengoreksi laporan keuangan agar selaras dengan capaian output
D. Mengabaikan hasil audit karena sudah melewati tahun anggaran
E. Menyalahkan staf keuangan atas rendahnya capaian output

Jawaban: B
Pembahasan:
Kinerja yang tidak seimbang antara realisasi anggaran dan output menunjukkan lemahnya sistem monitoring. Tindakan yang tepat adalah melakukan evaluasi kolaboratif untuk menemukan akar masalah dan menetapkan strategi perbaikan. Langkah ini sesuai dengan semangat SAKIP yang menekankan continuous improvement dan evidence-based decision making. Pejabat administrator yang mampu mengubah hasil audit menjadi peluang peningkatan kinerja menunjukkan kepemimpinan reflektif dan berorientasi hasil.

Soal 11

Dalam pelaksanaan tugasnya, seorang pejabat administrator dituntut tidak hanya mampu mencapai target kinerja, tetapi juga menjamin setiap proses dilakukan secara akuntabel. Dalam satu kasus, seorang pejabat menghadapi tekanan dari pihak eksternal agar mempercepat proses pengadaan barang dengan menyesuaikan spesifikasi yang tidak sesuai dengan dokumen perencanaan. Pejabat tersebut menyadari bahwa menuruti tekanan tersebut akan mempercepat serapan anggaran namun berpotensi menyalahi ketentuan. Berdasarkan prinsip integritas dalam Permen PANRB No. 53 Tahun 2020, langkah paling tepat yang harus diambil pejabat tersebut adalah…

A. Menyesuaikan spesifikasi sesuai permintaan pihak eksternal agar proses tidak tertunda.
B. Mengabaikan hal tersebut karena percepatan serapan anggaran menjadi prioritas utama instansi.
C. Mencari jalan tengah dengan mengubah sebagian spesifikasi agar tetap terlihat sesuai prosedur.
D. Melaporkan potensi pelanggaran kepada atasan langsung dan memastikan dokumen sesuai aturan.
E. Menunda pengadaan hingga tekanan dari pihak eksternal mereda.

Jawaban: D
Pembahasan:
Permen PANRB No. 53 Tahun 2020 menegaskan bahwa integritas meliputi keberanian bersikap objektif, jujur, dan taat hukum meski di bawah tekanan. Tindakan melaporkan potensi pelanggaran dan memastikan kesesuaian dokumen menunjukkan tanggung jawab moral serta profesional. Langkah ini tidak hanya melindungi pejabat dari risiko hukum, tetapi juga menjaga kredibilitas dan akuntabilitas organisasi.

Soal 12

Proses pengisian jabatan administrator harus melalui mekanisme terbuka dan kompetitif agar setiap ASN memiliki kesempatan yang sama untuk berkarier. Dalam praktiknya, terdapat kasus di mana seorang calon pejabat merasa bahwa hasil uji kompetensi tidak transparan karena kurangnya publikasi nilai dan kriteria penilaian. Jika Anda sebagai anggota panitia seleksi, tindakan apa yang paling tepat dilakukan untuk menjaga transparansi dan keadilan seleksi sesuai Permen PANRB No. 15 Tahun 2024?

A. Menjelaskan hasil seleksi hanya kepada peserta yang mengajukan keberatan secara resmi.
B. Mengumumkan hasil seleksi secara terbuka dengan menjelaskan bobot penilaian dan dasar pertimbangannya.
C. Memberikan nilai tambahan bagi peserta yang sudah berpengalaman lama di jabatan sebelumnya.
D. Menunda pengumuman hasil agar dapat dikonsultasikan kembali dengan pimpinan instansi.
E. Membatasi publikasi hasil seleksi hanya pada peserta yang lulus tahap akhir.

Jawaban: B
Pembahasan:
Permen PANRB No. 15 Tahun 2024 menekankan pentingnya proses pengisian jabatan yang terbuka, transparan, dan berbasis merit. Mengumumkan hasil dan dasar penilaiannya merupakan bentuk akuntabilitas publik. Transparansi ini meningkatkan kepercayaan ASN terhadap sistem promosi dan mencegah persepsi diskriminatif dalam birokrasi.

Soal 13

Seorang pejabat administrator dihadapkan pada dilema antara menjalankan program baru yang dicanangkan pimpinan atau mempertahankan kegiatan lama yang telah direncanakan sebelumnya. Program baru tersebut mendukung prioritas nasional, tetapi membutuhkan realokasi anggaran yang cukup besar dari kegiatan lama yang sudah berjalan. Dalam konteks manajemen ASN dan prinsip pengambilan keputusan strategis, apa langkah yang paling rasional dilakukan?

A. Menghentikan seluruh kegiatan lama untuk fokus pada program prioritas nasional.
B. Melaksanakan kedua program secara bersamaan agar tidak ada yang terabaikan.
C. Melakukan analisis kebutuhan, risiko, dan manfaat untuk mendukung rekomendasi keputusan berbasis data.
D. Mengikuti arahan pimpinan tanpa mempertimbangkan kondisi riil anggaran.
E. Menunda keputusan hingga tahun anggaran berikutnya agar tidak mengganggu kegiatan lama.

Jawaban: C
Pembahasan:
PP No. 11 Tahun 2017 menegaskan bahwa pejabat ASN wajib mengedepankan keputusan berbasis data dan analisis risiko. Analisis kebutuhan, risiko, dan manfaat membantu memastikan kebijakan yang diambil selaras dengan tujuan organisasi dan efisien dalam penggunaan anggaran. Pendekatan rasional ini juga mencerminkan kemampuan manajerial yang menjadi inti jabatan administrator.

Soal 14

Dalam sebuah unit kerja, pejabat administrator menemukan bahwa produktivitas tim menurun karena adanya konflik antara dua staf kunci. Konflik ini berdampak pada keterlambatan penyusunan laporan kinerja triwulanan. Sebagai pemimpin tim, pejabat tersebut harus segera mengambil tindakan agar situasi tidak berlarut. Berdasarkan prinsip kepemimpinan efektif dalam jabatan administrator, langkah yang paling tepat dilakukan adalah…

A. Memisahkan kedua staf ke unit yang berbeda agar konflik tidak berlanjut.
B. Memanggil seluruh anggota tim dan memberikan sanksi kepada pihak yang dianggap penyebab masalah.
C. Melakukan mediasi yang berfokus pada penyelesaian masalah kerja, bukan pribadi, serta menetapkan peran dan tanggung jawab yang jelas.
D. Mengabaikan konflik karena fokus utama adalah menyelesaikan laporan secepat mungkin.
E. Menyerahkan penanganan konflik kepada atasan langsung agar tidak terjadi bias kepemimpinan.

Jawaban: C
Pembahasan:
Kepemimpinan tim yang efektif menekankan penyelesaian konflik berbasis solusi dan komunikasi. Mediasi yang konstruktif mengembalikan fokus tim pada tujuan organisasi. Dengan memperjelas peran dan tanggung jawab, pejabat menunjukkan kemampuan manajerial dan interpersonal yang menjadi kunci sukses dalam supervisi tim kerja ASN.

Soal 15

Dalam pelaksanaan program kerja, pejabat administrator menemukan bahwa indikator kinerja (IKU) yang dilaporkan oleh salah satu subbagian tampak terlalu tinggi dibandingkan dengan realisasi faktual di lapangan. Setelah dilakukan pemeriksaan internal, diketahui adanya kekeliruan dalam penginputan data dan pelaporan hasil kegiatan. Sebagai pejabat yang bertanggung jawab atas SAKIP, apa tindakan yang paling tepat untuk menjaga akuntabilitas laporan kinerja?

A. Mengoreksi data tanpa melaporkan kesalahan agar tidak memengaruhi nilai evaluasi instansi.
B. Membiarkan laporan tetap berjalan agar tidak menimbulkan polemik di tingkat pimpinan.
C. Menunda pelaporan hingga seluruh data dianggap sempurna.
D. Menghapus seluruh data yang salah agar sistem penilaian tidak terganggu.
E. Memerintahkan verifikasi ulang data, melakukan pembinaan teknis, dan melaporkan perbaikan sesuai mekanisme resmi.

Jawaban: E
Pembahasan:
Dalam sistem SAKIP, akuntabilitas berarti kejujuran dan transparansi dalam pelaporan kinerja. Pejabat administrator wajib melakukan koreksi melalui mekanisme resmi dan memastikan pembinaan berkelanjutan bagi staf yang terlibat. Pendekatan ini memperkuat budaya organisasi yang berbasis data valid, objektif, dan berorientasi hasil (outcome).

Soal 16

Dalam upaya mencapai target kinerja tahunan, seorang pejabat administrator menginisiasi program baru yang melibatkan kerja sama dengan sektor swasta. Namun, sebelum program dijalankan, auditor internal menemukan adanya potensi risiko penyimpangan dalam proses pengadaan dan pelaporan hasil kerja. Pejabat tersebut menyadari bahwa penundaan program akan berdampak pada keterlambatan realisasi target, tetapi mengabaikan risiko akan menimbulkan masalah hukum di kemudian hari. Berdasarkan prinsip manajemen risiko dalam organisasi pemerintahan, tindakan yang paling tepat adalah…

A. Melanjutkan program sambil melakukan perbaikan administrasi di tahap pelaksanaan.
B. Menghentikan seluruh program hingga semua risiko dapat dihapus sepenuhnya.
C. Mengidentifikasi, menilai, dan mengendalikan risiko melalui mitigasi yang terukur sebelum melanjutkan program.
D. Mengalihkan tanggung jawab pengelolaan risiko kepada pihak swasta agar proses berjalan cepat.
E. Menunggu instruksi langsung dari pimpinan sebelum mengambil langkah apa pun.

Jawaban: C
Pembahasan:
Manajemen risiko organisasi bertujuan mengidentifikasi, menilai, dan mengendalikan potensi masalah sebelum berdampak pada kinerja. Pendekatan mitigatif memungkinkan pejabat tetap mencapai target tanpa mengabaikan akuntabilitas. Tindakan ini menunjukkan kemampuan berpikir sistemik dan tanggung jawab profesional yang menjadi indikator kompetensi manajerial eselon III.

Soal 17

Sebuah unit pelayanan publik di bawah kepemimpinan pejabat administrator mengalami penurunan kepuasan masyarakat akibat lambatnya proses pelayanan. Pejabat tersebut ingin melakukan inovasi dengan membangun sistem digitalisasi antrian berbasis aplikasi daring. Namun, sebagian staf menilai ide ini sulit diterapkan karena keterbatasan SDM dan infrastruktur. Dalam konteks kepemimpinan inovatif dan pengelolaan perubahan, apa langkah strategis yang seharusnya dilakukan pejabat tersebut?

A. Memaksa seluruh staf untuk segera beradaptasi dengan sistem digital agar tidak tertinggal.
B. Mengusulkan kerja sama dengan pihak eksternal untuk pendampingan teknis dan pelatihan staf secara bertahap.
C. Menghentikan rencana inovasi karena berpotensi menimbulkan resistensi internal.
D. Mengalihkan proyek digitalisasi ke unit lain yang lebih siap.
E. Menunggu kebijakan nasional terkait digitalisasi pelayanan publik agar tidak melanggar aturan.

Jawaban: B
Pembahasan:
Kepemimpinan inovatif berfokus pada pemberdayaan, kolaborasi, dan transformasi sistem kerja. Dengan menggandeng mitra eksternal, pejabat menunjukkan kemampuan adaptif dalam menciptakan solusi yang realistis dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Strategi ini memperkuat budaya kerja kolaboratif tanpa mengabaikan keterbatasan internal.

Soal 18

Dalam audit internal, ditemukan bahwa beberapa kegiatan di unit kerja terlaksana tanpa dokumen pertanggungjawaban yang lengkap. Pejabat administrator berpendapat bahwa kegiatan tersebut tetap sah karena mendukung kinerja organisasi secara nyata. Namun, auditor menilai bahwa kegiatan tanpa bukti administrasi dapat menimbulkan masalah akuntabilitas di kemudian hari. Berdasarkan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), apa tindakan yang paling tepat dilakukan pejabat tersebut?

A. Menyusun dokumen pertanggungjawaban formal setelah kegiatan selesai sebagai langkah administrasi tambahan.
B. Mengabaikan hasil audit karena kegiatan telah memberikan hasil yang positif bagi instansi.
C. Menghentikan seluruh kegiatan serupa sampai ada petunjuk teknis baru dari atasan.
D. Melaporkan temuan audit dan memperbaiki mekanisme administrasi sesuai rekomendasi auditor.
E. Meminta auditor untuk mempertimbangkan kembali hasil audit karena manfaat kegiatan sangat besar.

Jawaban: D
Pembahasan:
Good governance menuntut transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan prosedural. Melaporkan temuan serta memperbaiki administrasi menunjukkan tanggung jawab moral dan kepemimpinan berbasis aturan. Pejabat administrator yang responsif terhadap temuan audit berkontribusi dalam membangun budaya organisasi yang bersih, profesional, dan terpercaya.

Soal 19

Pejabat administrator di sebuah dinas teknis diminta mengoordinasikan kegiatan bersama antara dua bidang yang memiliki kepentingan berbeda. Bidang A ingin menonjolkan hasil kerja individunya, sedangkan Bidang B lebih menekankan kerja kolektif lintas fungsi. Ketidakharmonisan ini menyebabkan keterlambatan pelaksanaan kegiatan lintas bidang. Berdasarkan prinsip kepemimpinan kolaboratif, apa langkah yang paling efektif untuk menciptakan sinergi kerja?

A. Membagi kegiatan berdasarkan bidang masing-masing agar tidak terjadi tumpang tindih.
B. Menetapkan satu bidang sebagai penanggung jawab utama dan bidang lainnya sebagai pelaksana.
C. Mengadakan forum bersama untuk membangun kesepahaman, menyatukan tujuan, dan menyusun mekanisme kerja lintas fungsi.
D. Meminta keputusan langsung dari pimpinan tertinggi agar tidak menimbulkan perdebatan.
E. Mengizinkan masing-masing bidang bekerja secara terpisah dengan laporan terpisah.

Jawaban: C
Pembahasan:
Kepemimpinan kolaboratif menuntut kemampuan membangun komunikasi, kesepahaman, dan tujuan bersama. Forum bersama berfungsi sebagai wadah integrasi ide dan strategi, yang mengarah pada sinergi antarunit. Pejabat administrator harus menjadi fasilitator yang mampu menyeimbangkan kepentingan organisasi secara menyeluruh, bukan hanya antarbidang.

Soal 20

Dalam laporan akhir tahun, unit kerja yang dipimpin oleh pejabat administrator menunjukkan capaian 100% pada indikator output, namun hasil evaluasi masyarakat menunjukkan kepuasan publik hanya sebesar 65%. Kondisi ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara capaian administratif dan dampak nyata. Berdasarkan konsep evaluasi berbasis outcome dalam SAKIP, langkah strategis yang harus dilakukan pejabat tersebut adalah…

A. Mempertahankan indikator lama karena sudah memenuhi target administratif.
B. Menambah jumlah kegiatan agar tingkat kepuasan publik meningkat.
C. Melakukan evaluasi mendalam terhadap relevansi indikator output dengan hasil dan manfaat bagi masyarakat.
D. Mengalihkan fokus evaluasi ke faktor eksternal agar hasil survei tampak objektif.
E. Mengusulkan revisi laporan agar capaian output dan kepuasan publik terlihat seimbang.

Jawaban: C
Pembahasan:
Evaluasi berbasis outcome menekankan dampak dan manfaat hasil kerja bagi masyarakat, bukan sekadar pencapaian angka. Pejabat administrator wajib meninjau ulang relevansi indikator agar kinerja instansi mencerminkan efektivitas pelayanan publik. Pendekatan ini memperkuat budaya perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) dalam tata kelola pemerintahan.

Semoga soal dan pembahasan ini bermanfaat untuk persiapan uji kompetensi Pejabat Eselon III Anda. Selamat belajar dan semoga sukses!

Masih banyak soal dan pembahasan lengkap lainnya yang bisa membantu Anda mempersiapkan diri menghadapi Uji Kompetensi Pejabat Eselon 3. 

Dapatkan akses penuh melalui platform resmi kami di fungsional.id dan lanjutkan perjalanan belajarmu sekarang juga dengan materi yang terstruktur, terkini, dan sesuai kebutuhan kepemimpinan strategis di lingkungan instansi pemerintahan

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Picture of Tim Asn

Tim Asn

Tim ASN adalah kelompok profesional yang terbiasa menyusun soal. Kami terdiri dari ahli berbagai bidang, berkomitmen menciptakan soal berkualitas tinggi yang relevan dengan kompetensi jabatan.
Butuh Paket Soal Ini?
Akses Sekarang!

Dapatkan Akses Sistem CBT dengan ratusan paket soal + pembahasan!

Butuh Bantuan?