Soal Uji Kompetensi Penyuluh Kehutanan Ahli Muda ke Ahli Madya + Pembahasan Lengkap

Uji Kompetensi Penyuluh Kehutanan Ahli Muda ke Ahli Madya menjadi tahapan penting untuk menilai kemampuan peserta dalam melaksanakan penyuluhan, pemberdayaan masyarakat, pendampingan kelompok, pengelolaan program, serta pengembangan kompetensi sesuai jenjang jabatan. Melalui artikel Soal Uji Kompetensi Penyuluh Kehutanan Ahli Muda ke Ahli Madya + Pembahasan Lengkap, Anda dapat mempelajari materi penting sekaligus berlatih menghadapi soal berbasis kasus yang menuntut analisis, pengambilan keputusan, dan penerapan kompetensi penyuluhan kehutanan secara profesional.

Ruang Lingkup Uji Kompetensi Penyuluh Kehutanan Ahli Muda ke Ahli Madya

Uji Kompetensi Penyuluh Kehutanan Ahli Muda ke Ahli Madya bertujuan menilai kesiapan peserta untuk menjalankan tugas pada jenjang yang lebih tinggi, terutama dalam aspek perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, pengembangan metode penyuluhan, serta pemberdayaan masyarakat di bidang kehutanan. Kompetensi yang perlu dipersiapkan antara lain:

  • Perencanaan Penyuluhan Kehutanan
    Analisis kebutuhan, penetapan sasaran, penyusunan program, serta penentuan metode penyuluhan.
  • Pelaksanaan Penyuluhan
    Teknik komunikasi, fasilitasi, pendampingan kelompok, diseminasi informasi, dan penerapan metode penyuluhan sesuai karakter sasaran.
  • Pemberdayaan Masyarakat
    Penguatan kelembagaan, partisipasi masyarakat, pengembangan kapasitas, dan peningkatan kemandirian kelompok.
  • Pengelolaan Sumber Daya Hutan
    Pemanfaatan hutan secara lestari, rehabilitasi, konservasi, perlindungan hutan, dan pengendalian kerusakan lingkungan.
  • Evaluasi Program Penyuluhan
    Pengukuran hasil, analisis capaian, identifikasi kendala, penyusunan rekomendasi, serta tindak lanjut program.
  • Pengembangan Metode dan Inovasi
    Pemanfaatan teknologi informasi, media penyuluhan, inovasi lapangan, dan pendekatan berbasis kebutuhan masyarakat.
  • Koordinasi dan Kemitraan
    Kerja sama dengan kelompok tani hutan, pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya.
  • Profesionalisme Jabatan
    Integritas, tanggung jawab, etika, kemampuan mengambil keputusan, serta pengembangan kompetensi secara berkelanjutan.

Materi Uji Kompetensi Penyuluh Kehutanan Ahli Muda ke Ahli Madya

Materi Uji Kompetensi Penyuluh Kehutanan Ahli Muda ke Ahli Madya perlu dipersiapkan dengan fokus pada kemampuan analisis, perencanaan strategis, pemberdayaan masyarakat, evaluasi program, serta pengembangan penyuluhan kehutanan.

1. Perencanaan Penyuluhan Kehutanan

Materi meliputi:

  • identifikasi potensi wilayah;
  • analisis kebutuhan sasaran;
  • penentuan prioritas masalah;
  • penyusunan programa penyuluhan;
  • penetapan tujuan;
  • penyusunan rencana kerja;
  • pemilihan metode dan media penyuluhan.

2. Metode dan Teknik Penyuluhan

Peserta perlu memahami:

  • penyuluhan individu;
  • penyuluhan kelompok;
  • penyuluhan massal;
  • demonstrasi;
  • diskusi;
  • sekolah lapang;
  • media cetak dan digital;
  • pemilihan metode berdasarkan karakter sasaran.

3. Komunikasi Penyuluhan

Fokus materi:

  • komunikasi efektif;
  • komunikasi persuasif;
  • fasilitasi kelompok;
  • active listening;
  • pengelolaan konflik;
  • penyampaian inovasi;
  • komunikasi lintas budaya.

4. Pemberdayaan Masyarakat

Materi mencakup:

  • partisipasi masyarakat;
  • peningkatan kapasitas;
  • pendampingan;
  • pengembangan kemandirian;
  • pemetaan kebutuhan;
  • penguatan peran masyarakat dalam pengelolaan hutan.

5. Kelembagaan Kelompok

Kuasai materi:

  • pembentukan dan pengembangan kelompok;
  • dinamika kelompok;
  • kepemimpinan;
  • administrasi kelompok;
  • perencanaan usaha;
  • penguatan organisasi;
  • jejaring dan kemitraan.

6. Pengelolaan Hutan Lestari

Materi penting meliputi:

  • pemanfaatan sumber daya hutan;
  • konservasi;
  • rehabilitasi;
  • perlindungan hutan;
  • keseimbangan ekonomi, sosial, dan lingkungan;
  • pemanfaatan hasil hutan secara berkelanjutan.

7. Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Fokus:

  • identifikasi lahan kritis;
  • pemilihan jenis tanaman;
  • penanaman;
  • pemeliharaan;
  • konservasi tanah dan air;
  • evaluasi keberhasilan rehabilitasi.

8. Perlindungan Hutan

Materi meliputi:

  • kebakaran hutan dan lahan;
  • gangguan hutan;
  • perambahan;
  • pengendalian kerusakan;
  • mitigasi;
  • pencegahan;
  • keterlibatan masyarakat dalam perlindungan hutan.

9. Perhutanan Sosial

Peserta perlu memahami:

  • pemberdayaan masyarakat sekitar hutan;
  • pengelolaan kawasan berbasis masyarakat;
  • kelembagaan;
  • pengembangan usaha;
  • akses kelola;
  • pendampingan;
  • peningkatan kesejahteraan masyarakat.

10. Pengembangan Usaha Kehutanan

Materi:

  • hasil hutan kayu;
  • hasil hutan bukan kayu;
  • pengolahan hasil;
  • pemasaran;
  • nilai tambah;
  • analisis peluang usaha;
  • kemitraan.

11. Evaluasi Penyuluhan

Fokus materi:

  • indikator input;
  • proses;
  • output;
  • outcome;
  • pengumpulan data;
  • analisis hasil;
  • identifikasi kesenjangan;
  • rekomendasi tindak lanjut.

12. Monitoring Program

Peserta perlu mampu:

  • membandingkan target dan realisasi;
  • menemukan kendala;
  • menganalisis penyebab;
  • menentukan tindakan korektif;
  • menyusun rekomendasi.

13. Teknologi dan Inovasi Penyuluhan

Materi mencakup:

  • media digital;
  • sistem informasi;
  • pemanfaatan data;
  • penyebaran informasi;
  • inovasi metode;
  • adaptasi teknologi terhadap kondisi masyarakat.

14. Kemitraan dan Koordinasi

Fokus:

  • koordinasi pemerintah;
  • kelompok masyarakat;
  • dunia usaha;
  • akademisi;
  • lembaga swadaya masyarakat;
  • pembagian peran;
  • pengembangan jejaring.

15. Penyusunan Kajian dan Rekomendasi

Pada jenjang Ahli Madya, peserta perlu mampu:

  • mengidentifikasi isu strategis;
  • menganalisis data;
  • membandingkan alternatif;
  • menilai dampak;
  • menyusun rekomendasi;
  • memberikan dasar pengambilan keputusan.

16. Etika dan Profesionalisme

Materi:

  • integritas;
  • akuntabilitas;
  • objektivitas;
  • pelayanan masyarakat;
  • tanggung jawab;
  • etika komunikasi;
  • pengembangan kompetensi berkelanjutan.

17. Kepemimpinan dalam Penyuluhan

Jenjang Ahli Madya juga menuntut kemampuan:

  • mengarahkan kegiatan;
  • memberikan konsultasi;
  • memecahkan masalah kompleks;
  • membimbing penyuluh lain;
  • mengembangkan strategi;
  • mengoordinasikan berbagai pihak.

18. Analisis Permasalahan Kehutanan

Soal dapat berbentuk kasus seperti:

  • partisipasi kelompok menurun;
  • konflik pemanfaatan kawasan;
  • program rehabilitasi tidak mencapai target;
  • kelompok belum mandiri;
  • inovasi tidak diadopsi;
  • usaha hasil hutan tidak berkembang.

Kisi-Kisi Uji Kompetensi Penyuluh Kehutanan Ahli Muda ke Ahli Madya Terbaru

Uji Kompetensi Penyuluh Kehutanan Ahli Muda ke Ahli Madya menilai kemampuan peserta pada level yang lebih strategis. Fokusnya tidak hanya pada pelaksanaan penyuluhan, tetapi juga analisis, evaluasi, koordinasi, pengembangan sistem, serta penyusunan rekomendasi.

Kisi-kisi utama yang perlu dipelajari meliputi:

1. Perencanaan Penyuluhan

  • analisis potensi wilayah;
  • identifikasi kebutuhan;
  • penentuan prioritas;
  • penyusunan programa;
  • evaluasi perencanaan.

2. Metode dan Materi Penyuluhan

  • pemilihan metode;
  • penyuluhan kelompok dan massal;
  • media cetak dan digital;
  • komunikasi persuasif;
  • evaluasi efektivitas penyuluhan.

3. Pemberdayaan Masyarakat

  • pendampingan kelompok;
  • penguatan kelembagaan;
  • peningkatan kapasitas;
  • kemandirian masyarakat;
  • fasilitasi kemitraan.

4. Pengelolaan Kehutanan

  • perhutanan sosial;
  • rehabilitasi hutan dan lahan;
  • konservasi;
  • perlindungan hutan;
  • hasil hutan bukan kayu;
  • agroforestri;
  • usaha kehutanan.

5. Monitoring dan Evaluasi

  • penentuan indikator;
  • analisis capaian;
  • output dan outcome;
  • identifikasi kendala;
  • evaluasi dampak;
  • rekomendasi tindak lanjut.

6. Pengembangan Sistem Penyuluhan

  • inovasi metode;
  • pemanfaatan teknologi;
  • pengembangan prosedur kerja;
  • perbaikan sistem monitoring;
  • penyusunan kajian dan rekomendasi.

7. Koordinasi dan Kemitraan

  • kerja sama lintas sektor;
  • pemerintah daerah;
  • dunia usaha;
  • kelompok masyarakat;
  • lembaga lain;
  • penyelesaian konflik kepentingan.

8. Kompetensi Manajerial

  • integritas;
  • komunikasi;
  • kerja sama;
  • pengambilan keputusan;
  • kepemimpinan;
  • pelayanan publik;
  • mengelola perubahan.

9. Kompetensi Sosial Kultural

  • keberagaman masyarakat;
  • budaya lokal;
  • komunikasi lintas budaya;
  • inklusivitas;
  • penyelesaian konflik sosial.

10. Analisis Kasus Strategis

Soal dapat berupa kasus seperti:

  • program penyuluhan tidak mencapai target;
  • kelompok belum mandiri;
  • inovasi sulit diterima;
  • kemitraan tidak berjalan;
  • konflik antarpemangku kepentingan;
  • hasil evaluasi tidak sesuai tujuan.

Contoh Soal Uji Kompetensi Penyuluh Kehutanan Ahli Muda ke Ahli Madya + Pembahasan

Contoh soal berikut dibuat dalam bentuk HOTS dan studi kasus. Fokusnya tidak hanya pada pelaksanaan penyuluhan, tetapi juga kemampuan menganalisis masalah, mengevaluasi program, mengembangkan strategi, membangun kemitraan, serta memberikan rekomendasi.

Soal 1 — Perencanaan Penyuluhan

Hasil pemetaan menunjukkan tiga persoalan utama di wilayah binaan: produktivitas agroforestri rendah, kelembagaan kelompok lemah, dan pemasaran hasil hutan bukan kayu belum berkembang. Sumber daya penyuluhan terbatas.

Langkah paling tepat adalah ….

A. Menentukan prioritas berdasarkan tingkat dampak, urgensi, potensi wilayah, serta kebutuhan kelompok
B. Menjalankan semua kegiatan secara bersamaan
C. Memprioritaskan masalah yang paling mudah diselesaikan
D. Mengikuti usulan kelompok terbesar saja
E. Menunggu tambahan anggaran

Jawaban: A

Pembahasan:
Perencanaan pada level Ahli Madya harus menggunakan analisis prioritas. Keputusan tidak cukup berdasarkan kemudahan, tetapi perlu mempertimbangkan dampak, kebutuhan, potensi, dan sumber daya.

Soal 2 — Evaluasi Program

Program penyuluhan diikuti 90% anggota kelompok, tetapi enam bulan kemudian hanya sedikit anggota yang menerapkan praktik baru.

Kesimpulan paling tepat adalah ….

A. Program berhasil karena tingkat kehadiran tinggi
B. Output tercapai, tetapi outcome adopsi masih rendah sehingga penyebabnya perlu dianalisis
C. Program harus dihentikan
D. Kelompok tidak mampu menerima inovasi
E. Target peserta perlu dikurangi

Jawaban: B

Pembahasan:
Kehadiran merupakan output, sedangkan perubahan perilaku dan adopsi termasuk outcome. Evaluasi harus melihat mengapa hasil penyuluhan belum diterapkan.

Soal 3 — Metode Penyuluhan

Masyarakat di wilayah terpencil memiliki akses internet terbatas dan lebih terbiasa belajar melalui kegiatan kelompok serta praktik langsung.

Metode paling tepat adalah ….

A. Webinar rutin
B. Modul digital mandiri
C. Demonstrasi lapang disertai diskusi kelompok
D. Media sosial sebagai media utama
E. Pengiriman materi melalui email

Jawaban: C

Pembahasan:
Metode perlu disesuaikan dengan karakter sasaran dan kondisi wilayah. Demonstrasi lapang memungkinkan masyarakat melihat dan mencoba praktik secara langsung.

Soal 4 — Pemberdayaan Masyarakat

Kelompok tani hutan selalu menunggu instruksi penyuluh dan belum mampu menyusun rencana kegiatan secara mandiri.

Strategi terbaik adalah ….

A. Penyuluh menyusun seluruh rencana untuk kelompok
B. Mengurangi kegiatan kelompok
C. Memberikan bantuan dana lebih besar
D. Memfasilitasi kelompok mengidentifikasi masalah, menyusun rencana, dan mengambil keputusan sendiri
E. Mengganti seluruh pengurus

Jawaban: D

Pembahasan:
Pemberdayaan bertujuan meningkatkan kapasitas dan kemandirian, bukan menciptakan ketergantungan pada penyuluh.

Soal 5 — Kemitraan

Kelompok penghasil madu hutan memperoleh tawaran kerja sama dari perusahaan, tetapi syarat pembelian dinilai kurang menguntungkan kelompok.

Tindakan Ahli Madya paling tepat adalah ….

A. Menerima karena ada kepastian pasar
B. Menolak seluruh kerja sama dengan perusahaan
C. Membiarkan kelompok bernegosiasi sendiri
D. Menentukan harga tanpa analisis
E. Memfasilitasi analisis manfaat-risiko dan negosiasi agar kemitraan lebih adil

Jawaban: E

Pembahasan:
Fasilitasi kemitraan harus membantu kelompok memahami posisi tawar, manfaat, risiko, serta hak dan kewajiban setiap pihak.

Soal 6 — Perhutanan Sosial

Kelompok memperoleh akses kelola, tetapi kegiatan masih terfokus pada pemanfaatan hasil tanpa rencana usaha dan perlindungan kawasan yang jelas.

Prioritas pendampingan adalah ….

A. Membantu menyusun pengelolaan yang mengintegrasikan aspek usaha, kelembagaan, dan kelestarian
B. Mendorong peningkatan produksi sebesar-besarnya
C. Memprioritaskan pemasaran saja
D. Menghentikan pemanfaatan hasil
E. Menyerahkan seluruh pengelolaan kepada pemerintah

Jawaban: A

Pembahasan:
Perhutanan sosial tidak hanya menekankan akses kelola, tetapi juga keberlanjutan ekonomi, sosial, kelembagaan, dan ekologis.

Soal 7 — Monitoring

Target program adalah 20 kelompok menggunakan teknik konservasi tanah. Setelah enam bulan, 18 kelompok telah mengikuti pelatihan tetapi hanya 9 kelompok menerapkan teknik tersebut.

Indikator yang paling membutuhkan perhatian adalah ….

A. Jumlah peserta pelatihan
B. Tingkat penerapan teknik konservasi
C. Jumlah pertemuan penyuluhan
D. Banyaknya materi yang dibagikan
E. Jumlah penyuluh

Jawaban: B

Pembahasan:
Tujuan utama program adalah penerapan teknik, sehingga indikator outcome lebih penting daripada hanya jumlah kegiatan atau peserta.

Soal 8 — Perlindungan Hutan

Kebakaran lahan terus berulang meskipun sosialisasi pencegahan rutin dilakukan setiap tahun.

Langkah strategis berikutnya adalah ….

A. Menambah frekuensi sosialisasi dengan materi yang sama
B. Memasang lebih banyak poster
C. Menganalisis penyebab perilaku pembakaran dan mengembangkan intervensi yang melibatkan masyarakat
D. Menghentikan kegiatan penyuluhan
E. Memusatkan kegiatan hanya pada penindakan

Jawaban: C

Pembahasan:
Jika informasi sudah diberikan tetapi perilaku tidak berubah, diperlukan analisis akar penyebab dan pendekatan pemberdayaan yang lebih sesuai.

Soal 9 — Pengembangan Sistem Penyuluhan

Hasil evaluasi menunjukkan laporan penyuluhan dari berbagai wilayah menggunakan format berbeda sehingga sulit dibandingkan.

Solusi terbaik adalah ….

A. Membiarkan setiap wilayah menggunakan format sendiri
B. Menunjuk satu wilayah sebagai contoh
C. Meminta laporan dibuat lebih panjang
D. Mengembangkan standar indikator dan format pelaporan yang konsisten
E. Menghapus proses evaluasi

Jawaban: D

Pembahasan:
Standardisasi diperlukan agar data dapat dibandingkan dan digunakan untuk evaluasi serta pengambilan keputusan yang lebih baik.

Soal 10 — Integritas

Mitra usaha menawarkan fasilitas pribadi kepada penyuluh agar kelompok tertentu direkomendasikan sebagai penerima program.

Sikap paling tepat adalah ….

A. Menerima selama kelompok tersebut memenuhi syarat
B. Menerima tetapi tidak menggunakan fasilitas
C. Membagi fasilitas kepada tim
D. Menunda keputusan
E. Menolak dan memastikan rekomendasi dilakukan berdasarkan kriteria yang objektif

Jawaban: E

Pembahasan:
Keputusan profesional harus bebas konflik kepentingan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Soal 11 — Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Kegiatan rehabilitasi memiliki tingkat hidup tanaman rendah meskipun jumlah bibit dan luas tanam sesuai target.

Tindakan evaluatif paling tepat adalah ….

A. Menganalisis kesesuaian jenis, waktu tanam, pemeliharaan, kondisi tapak, dan keterlibatan masyarakat
B. Menambah jumlah bibit tanpa evaluasi
C. Menganggap kegiatan berhasil karena target penanaman tercapai
D. Memindahkan seluruh lokasi
E. Mengurangi target tahun berikutnya

Jawaban: A

Pembahasan:
Keberhasilan rehabilitasi tidak diukur dari jumlah bibit yang ditanam saja, tetapi dari keberhasilan tumbuh dan keberlanjutan tanaman.

Soal 12 — Pengembangan Usaha

Kelompok menghasilkan produk olahan hasil hutan bukan kayu dengan kualitas baik, tetapi omzet tidak meningkat.

Analisis awal yang paling tepat adalah ….

A. Menambah produksi
B. Menilai pasar, kemasan, harga, saluran distribusi, dan kebutuhan konsumen
C. Mengganti seluruh produk
D. Meminta pemerintah membeli produk
E. Mengurangi anggota kelompok

Jawaban: B

Pembahasan:
Masalah usaha tidak selalu berasal dari produksi. Analisis pasar dan rantai nilai diperlukan sebelum menentukan intervensi.

Soal 13 — Sosial Kultural

Program konservasi mendapat penolakan karena masyarakat menganggap aturan baru bertentangan dengan kebiasaan lokal.

Pendekatan paling tepat adalah ….

A. Tetap menjalankan program tanpa perubahan
B. Menghentikan seluruh kebijakan
C. Melibatkan tokoh lokal, memahami nilai budaya, lalu mencari bentuk implementasi yang tetap mencapai tujuan konservasi
D. Mengganti kelompok sasaran
E. Memusatkan komunikasi melalui surat resmi

Jawaban: C

Pembahasan:
Kompetensi sosial kultural menuntut kemampuan menjembatani kebijakan dengan konteks budaya tanpa menghilangkan tujuan program.

Soal 14 — Koordinasi Lintas Lembaga

Program pemberdayaan terhambat karena dua instansi menjalankan kegiatan serupa dengan target kelompok yang sama.

Langkah terbaik adalah ….

A. Membiarkan kedua kegiatan berjalan sendiri
B. Meminta salah satu instansi berhenti
C. Memilih program dengan anggaran lebih besar
D. Mengkoordinasikan pemetaan peran, sasaran, jadwal, dan indikator agar kegiatan saling melengkapi
E. Menggabungkan anggaran tanpa kesepakatan

Jawaban: D

Pembahasan:
Ahli Madya diharapkan mampu mengoordinasikan stakeholder agar terjadi sinergi dan menghindari duplikasi program.

Soal 15 — Pengambilan Keputusan

Tiga alternatif program memiliki manfaat berbeda. Alternatif pertama murah tetapi dampaknya rendah, kedua lebih mahal dengan dampak tinggi, dan ketiga cepat tetapi berisiko tidak berkelanjutan.

Pendekatan terbaik adalah ….

A. Memilih yang paling murah
B. Memilih yang tercepat
C. Memilih program dengan anggaran terbesar
D. Mengikuti suara mayoritas tanpa analisis
E. Membandingkan manfaat, biaya, risiko, keberlanjutan, dan kesesuaiannya dengan tujuan program

Jawaban: E

Pembahasan:
Keputusan strategis harus berbasis analisis beberapa kriteria, bukan hanya satu faktor.

Soal 16 — Inovasi Penyuluhan

Media digital baru telah dikembangkan, tetapi hanya sedikit kelompok yang menggunakannya karena sebagian anggota tidak terbiasa dengan teknologi.

Tindakan terbaik adalah ….

A. Mengombinasikan media digital dengan pendampingan dan metode yang sesuai tingkat literasi pengguna
B. Menghentikan seluruh media konvensional
C. Mewajibkan semua anggota memakai aplikasi
D. Menganggap kelompok tidak adaptif
E. Menghapus program digital

Jawaban: A

Pembahasan:
Inovasi harus disertai strategi adopsi. Teknologi bukan tujuan akhir, melainkan sarana yang harus sesuai kemampuan sasaran.

Soal 17 — Evaluasi Dampak

Setahun setelah program, pendapatan kelompok meningkat tetapi tekanan terhadap sumber daya hutan juga bertambah.

Kesimpulan evaluasi paling tepat adalah ….

A. Program berhasil sepenuhnya
B. Manfaat ekonomi meningkat, tetapi aspek keberlanjutan perlu diperbaiki
C. Program gagal total
D. Pendapatan harus dikurangi
E. Evaluasi lingkungan tidak diperlukan

Jawaban: B

Pembahasan:
Keberhasilan program kehutanan harus menilai aspek ekonomi sekaligus ekologis dan sosial.

Soal 18 — Kepemimpinan

Tim penyuluh berbeda pendapat mengenai strategi program dan mulai terbentuk dua kelompok yang saling mempertahankan pendapat.

Tindakan pemimpin paling tepat adalah ….

A. Memilih pendapat staf paling senior
B. Membiarkan konflik selesai sendiri
C. Memfasilitasi pembahasan berdasarkan data, tujuan, risiko, dan kelebihan masing-masing alternatif
D. Mengganti anggota tim
E. Membatalkan program

Jawaban: C

Pembahasan:
Kepemimpinan strategis membutuhkan fasilitasi keputusan berbasis data dan tujuan, bukan dominasi salah satu pihak.

Soal 19 — Rekomendasi Kebijakan

Evaluasi menunjukkan sebuah metode penyuluhan efektif di wilayah perkotaan tetapi kurang berhasil di daerah terpencil.

Rekomendasi paling tepat adalah ….

A. Menggunakan metode yang sama di semua wilayah
B. Menghapus metode tersebut
C. Mengurangi evaluasi
D. Menyesuaikan metode berdasarkan karakter wilayah dan bukti efektivitas masing-masing pendekatan
E. Memusatkan program di wilayah perkotaan

Jawaban: D

Pembahasan:
Rekomendasi Ahli Madya harus kontekstual dan berbasis bukti, bukan menerapkan satu pendekatan secara seragam.

Soal 20 — Analisis Strategis

Program pengembangan usaha kelompok telah berjalan tiga tahun. Produksi meningkat, kelembagaan membaik, tetapi ketergantungan terhadap bantuan pemerintah tetap tinggi.

Rekomendasi terbaik adalah ….

A. Menambah bantuan rutin
B. Mengurangi jumlah anggota
C. Menghentikan program mendadak
D. Mengganti seluruh pengurus
E. Mengarahkan pendampingan pada kemandirian usaha, akses pasar, permodalan, dan jejaring kemitraan

Jawaban: E

Pembahasan:
Pada tahap lanjut, pemberdayaan harus mengurangi ketergantungan dan memperkuat kemampuan kelompok mengelola usaha serta membangun akses sumber daya secara mandiri.

Maksimalkan Persiapan Uji Kompetensi Penyuluh Kehutanan

Perkuat pemahaman Anda melalui latihan soal yang membahas perencanaan penyuluhan, pemberdayaan masyarakat, perhutanan sosial, evaluasi program, kemitraan, hingga pengambilan keputusan strategis. Kunjungi fungsional.id untuk mendapatkan lebih banyak Soal Uji Kompetensi Penyuluh Kehutanan Ahli Muda ke Ahli Madya lengkap dengan pembahasan dan simulasi CAT.

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Picture of Tim Asn

Tim Asn

Tim ASN adalah kelompok profesional yang terbiasa menyusun soal. Kami terdiri dari ahli berbagai bidang, berkomitmen menciptakan soal berkualitas tinggi yang relevan dengan kompetensi jabatan.
Butuh Paket Soal Ini?
Akses Sekarang!