Seleksi Perawat BLUD UPTD Puskesmas Bumi Rahayu menjadi tahapan penting untuk menilai kesiapan peserta dalam memberikan pelayanan keperawatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Melalui artikel Soal Tes Perawat BLUD UPTD Puskesmas Bumi Rahayu: Kisi-Kisi, Materi & Pembahasan, Anda dapat mempelajari materi penting sekaligus berlatih menghadapi soal tentang keperawatan dasar, kegawatdaruratan, keselamatan pasien, PPI, pelayanan masyarakat, dokumentasi, serta profesionalisme perawat.
Gambaran Seleksi Perawat BLUD UPTD Puskesmas Bumi Rahayu
Seleksi Perawat BLUD UPTD Puskesmas Bumi Rahayu bertujuan menilai kesiapan peserta dalam menjalankan pelayanan keperawatan yang aman, tepat, dan sesuai kebutuhan masyarakat di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Kemampuan yang umumnya perlu dipersiapkan meliputi:
- Keperawatan Dasar
Pengkajian, pemenuhan kebutuhan dasar, pemantauan kondisi, tindakan keperawatan, dan evaluasi. - Kegawatdaruratan
Penilaian awal, ABCDE, sesak, penurunan kesadaran, syok, kejang, perdarahan, dan bantuan hidup dasar. - Keselamatan Pasien
Identifikasi pasien, pencegahan jatuh, keamanan pemberian obat, komunikasi efektif, dan pelaporan insiden. - Pencegahan dan Pengendalian Infeksi
Hand hygiene, APD, teknik aseptik, pengelolaan limbah medis, serta pencegahan penularan. - Pelayanan Puskesmas
Pelayanan individu, promotif, preventif, edukasi kesehatan, serta koordinasi dengan program kesehatan masyarakat. - Dokumentasi Keperawatan
Pencatatan hasil pengkajian, tindakan, evaluasi, dan informasi penting secara akurat serta dapat dipertanggungjawabkan. - Komunikasi dan Edukasi
Komunikasi terapeutik, pemberian informasi kesehatan, menghadapi keluhan, serta komunikasi dengan keluarga pasien. - Etika dan Profesionalisme
Menjaga kerahasiaan, bekerja sesuai kewenangan, mematuhi SOP, serta mengutamakan keselamatan pasien.
Materi Tes Perawat BLUD UPTD Puskesmas Bumi Rahayu
Materi Tes Perawat BLUD UPTD Puskesmas Bumi Rahayu perlu dipersiapkan dengan menyesuaikan karakter pelayanan puskesmas, yaitu pelayanan keperawatan individu sekaligus pelayanan kesehatan masyarakat. Karena itu, peserta perlu menguasai aspek klinis, kegawatdaruratan, promotif-preventif, dokumentasi, serta profesionalisme.
1. Keperawatan Dasar
Materi yang perlu dikuasai meliputi:
- pengkajian kondisi pasien;
- pemeriksaan tanda vital;
- pemenuhan kebutuhan dasar;
- mobilisasi;
- personal hygiene;
- keseimbangan cairan;
- pemantauan nyeri;
- evaluasi respons pasien.
2. Kegawatdaruratan
Fokus materi:
- primary survey ABCDE;
- penurunan kesadaran;
- sesak napas;
- syok;
- kejang;
- perdarahan;
- hipoglikemia;
- henti jantung;
- bantuan hidup dasar;
- penentuan kebutuhan rujukan.
3. Keselamatan Pasien
Kuasai materi:
- identifikasi pasien;
- komunikasi efektif;
- keamanan pemberian obat;
- pencegahan jatuh;
- pencegahan kesalahan tindakan;
- near miss;
- pelaporan insiden keselamatan.
4. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi
Materi meliputi:
- hand hygiene;
- penggunaan APD;
- teknik aseptik;
- pengelolaan alat;
- limbah medis;
- benda tajam;
- pencegahan infeksi silang;
- penanganan pajanan biologis.
5. Pemberian Obat
Fokus:
- prinsip benar pemberian obat;
- dosis;
- rute;
- waktu;
- identifikasi pasien;
- alergi obat;
- efek samping;
- dokumentasi;
- pemantauan setelah pemberian.
6. Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak
Materi yang penting:
- pemantauan ibu hamil;
- tanda bahaya kehamilan;
- masa nifas;
- bayi baru lahir;
- pertumbuhan dan perkembangan;
- imunisasi;
- edukasi keluarga;
- deteksi kondisi yang memerlukan rujukan.
7. Penyakit Menular dan Tidak Menular
Peserta perlu memahami pelayanan dasar pada kasus seperti:
- tuberkulosis;
- ISPA;
- diare;
- hipertensi;
- diabetes melitus;
- penyakit jantung;
- penyakit kronis lainnya.
Fokusnya adalah pengkajian, edukasi, pemantauan, pencegahan komplikasi, dan kepatuhan terapi.
8. Promosi dan Edukasi Kesehatan
Materi meliputi:
- komunikasi kesehatan;
- edukasi individu;
- edukasi keluarga;
- perubahan perilaku;
- pencegahan penyakit;
- pola hidup sehat;
- kepatuhan pengobatan.
9. Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Perawat puskesmas perlu memahami:
- kegiatan promotif dan preventif;
- kunjungan rumah;
- pelayanan kelompok berisiko;
- pemantauan keluarga;
- koordinasi lintas program;
- pencatatan kegiatan kesehatan masyarakat.
10. Dokumentasi Keperawatan
Fokus materi:
- pengkajian;
- masalah keperawatan;
- intervensi;
- implementasi;
- evaluasi;
- pencatatan objektif;
- kerahasiaan;
- kesinambungan informasi.
11. Komunikasi Terapeutik
Materi:
- active listening;
- empati;
- komunikasi dengan pasien cemas;
- menghadapi keluarga marah;
- edukasi;
- komunikasi dengan kelompok rentan;
- penyampaian informasi sesuai kewenangan.
12. Etika dan Profesionalisme
Peserta perlu menguasai:
- kerahasiaan pasien;
- informed consent;
- batas kewenangan;
- tanggung jawab;
- integritas;
- pelayanan tanpa diskriminasi;
- kepatuhan terhadap SOP.
13. Kolaborasi dan Rujukan
Fokus:
- komunikasi dengan dokter;
- koordinasi antarprofesi;
- stabilisasi awal;
- indikasi rujukan;
- kesinambungan pelayanan;
- serah terima pasien.
14. Prioritas Pelayanan
Soal dapat meminta peserta menentukan:
- pasien yang harus ditangani lebih dahulu;
- masalah paling mengancam;
- tindakan pertama;
- kebutuhan kolaborasi;
- kapan harus melakukan rujukan.
Kisi-Kisi Tes Perawat BLUD UPTD Puskesmas Bumi Rahayu Terbaru
Kisi-kisi Tes Perawat BLUD UPTD Puskesmas Bumi Rahayu perlu disesuaikan dengan karakter pelayanan puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan Puskesmas Bumi Rahayu di Kabupaten Bulungan merupakan Puskesmas Perkotaan Rawat Inap, sehingga kemampuan klinis dasar, kegawatdaruratan, pelayanan komunitas, rujukan, serta kesinambungan pelayanan menjadi materi penting.
Permenkes Nomor 19 Tahun 2024 yang saat ini berlaku juga menegaskan bahwa penyelenggaraan puskesmas mencakup pelayanan kesehatan, peningkatan mutu, jejaring pelayanan, pencatatan dan pelaporan, serta fungsi kesehatan primer dan komunitas.
1. Pengkajian dan Asuhan Keperawatan
Fokus kisi-kisi:
- pengkajian bio-psiko-sosial;
- tanda vital;
- identifikasi masalah keperawatan;
- penentuan prioritas;
- intervensi;
- implementasi;
- evaluasi;
- dokumentasi asuhan.
Standar Profesi Perawat menempatkan pelayanan kepada individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat sebagai bagian dari kompetensi perawat.
2. Kegawatdaruratan dan Rawat Inap
Materi yang perlu dikuasai:
- primary survey ABCDE;
- sesak napas;
- penurunan kesadaran;
- kejang;
- syok;
- perdarahan;
- hipoglikemia;
- dehidrasi berat;
- henti jantung;
- BHD;
- stabilisasi sebelum rujukan.
Karena Puskesmas Bumi Rahayu berstatus rawat inap, soal dapat menuntut peserta menentukan tindakan pertama, kondisi paling gawat, dan kapan pasien harus dirujuk.
3. Penyakit Menular
Kisi-kisi:
- tuberkulosis;
- ISPA;
- diare;
- penyakit dengan demam dan ruam;
- penyakit berbasis lingkungan;
- deteksi kasus;
- edukasi kontak;
- pencegahan penularan;
- pemantauan dan kunjungan rumah.
Konteks ini relevan karena pada 2026 Puskesmas Bumi Rahayu terlibat dalam penyelidikan epidemiologi dan rujukan kasus suspek campak serta TB di wilayah kerjanya.
4. Penyakit Tidak Menular
Materi:
- hipertensi;
- diabetes melitus;
- penyakit jantung;
- gangguan pernapasan kronis;
- skrining faktor risiko;
- kepatuhan terapi;
- edukasi gaya hidup;
- pencegahan komplikasi.
5. Kesehatan Ibu, Bayi, dan Anak
Fokus:
- tanda bahaya kehamilan;
- perdarahan;
- preeklamsia;
- masa nifas;
- bayi baru lahir;
- pertumbuhan dan perkembangan;
- imunisasi;
- demam;
- diare anak;
- kebutuhan rujukan.
6. Keselamatan Pasien
Kisi-kisi:
- identifikasi pasien;
- keamanan obat;
- pencegahan jatuh;
- komunikasi efektif;
- tindakan aman;
- near miss;
- insiden keselamatan;
- pelaporan dan tindak lanjut.
7. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi
Materi:
- hand hygiene;
- APD;
- teknik aseptik;
- transmisi infeksi;
- pengelolaan benda tajam;
- limbah medis;
- dekontaminasi;
- pencegahan infeksi silang.
8. Pemberian Obat dan Terapi
Fokus:
- prinsip benar pemberian obat;
- dosis dan rute;
- identifikasi pasien;
- alergi;
- pemantauan efek obat;
- obat berisiko;
- dokumentasi;
- tindakan bila terjadi medication error.
9. Pelayanan Promotif dan Preventif
Perawat puskesmas tidak hanya menangani orang sakit. Kisi-kisi juga mencakup:
- promosi kesehatan;
- PHBS;
- pencegahan penyakit;
- edukasi keluarga;
- skrining;
- imunisasi;
- kunjungan rumah;
- pemantauan kelompok berisiko.
10. Keperawatan Keluarga dan Komunitas
Materi:
- identifikasi masalah kesehatan keluarga;
- prioritas masalah komunitas;
- home visit;
- edukasi;
- pemberdayaan keluarga;
- tindak lanjut kasus;
- koordinasi lintas program.
11. Rujukan dan Jejaring Pelayanan
Kuasai:
- indikasi rujukan;
- stabilisasi awal;
- komunikasi rujukan;
- serah terima;
- dokumentasi;
- koordinasi dengan fasilitas kesehatan lanjutan.
Permenkes 19 Tahun 2024 memasukkan sistem jejaring pelayanan kesehatan sebagai bagian penting penyelenggaraan puskesmas.
12. Rekam Medis Elektronik
Permenkes Nomor 24 Tahun 2022 mewajibkan puskesmas menyelenggarakan Rekam Medis Elektronik.
Kisi-kisi meliputi:
- ketepatan input;
- kelengkapan catatan;
- keamanan akun;
- kerahasiaan;
- akses sesuai kewenangan;
- koreksi dokumentasi;
- kesinambungan data pelayanan.
13. Komunikasi Terapeutik
Materi:
- active listening;
- empati;
- edukasi;
- pasien cemas;
- keluarga marah;
- penolakan tindakan;
- komunikasi pada kelompok rentan;
- komunikasi sesuai kewenangan.
14. Etika dan Profesionalisme
Fokus:
- batas kewenangan;
- kerahasiaan;
- informed consent;
- integritas;
- pelayanan tanpa diskriminasi;
- tanggung jawab;
- kepatuhan SOP;
- kolaborasi antarprofesi.
15. K3 dan Keselamatan Kerja
Materi:
- needle stick injury;
- pajanan biologis;
- penggunaan APD;
- bahan berbahaya;
- ergonomi;
- kebakaran;
- evakuasi;
- pelaporan kecelakaan kerja.
16. Prioritas dan Clinical Reasoning
Soal HOTS kemungkinan besar lebih efektif bila berupa kasus yang meminta peserta menentukan:
- tindakan pertama;
- masalah paling mengancam;
- pasien yang harus didahulukan;
- kondisi yang dapat ditangani di puskesmas;
- kondisi yang harus dirujuk;
- kapan berkolaborasi dengan dokter;
- tindakan yang berada dalam kewenangan perawat.
Contoh Soal Tes Perawat BLUD UPTD Puskesmas Bumi Rahayu + Pembahasan
Contoh soal berikut dibuat dalam bentuk HOTS dan studi kasus, sehingga peserta dituntut mampu menentukan prioritas, mengenali risiko, memilih tindakan sesuai kewenangan, serta memahami kapan diperlukan kolaborasi atau rujukan.
Soal 1 — Kegawatdaruratan
Seorang laki-laki datang dengan sesak berat, frekuensi napas 34 kali/menit, saturasi 84%, dan tampak gelisah.
Tindakan awal paling tepat adalah ….
A. Melakukan penilaian ABCDE dan memberikan intervensi oksigen sesuai kebutuhan
B. Menggali riwayat penyakit secara lengkap terlebih dahulu
C. Meminta keluarga mengurus administrasi
D. Menunggu pemeriksaan dokter tanpa tindakan
E. Memberikan edukasi teknik batuk efektif
Jawaban: A
Pembahasan:
Gangguan pernapasan dengan hipoksemia merupakan prioritas. Penilaian airway dan breathing serta intervensi awal tidak boleh ditunda.
Soal 2 — Diabetes Melitus
Seorang penderita diabetes tampak berkeringat, gemetar, lemas, tetapi masih sadar dan mampu menelan. Pemeriksaan glukosa menunjukkan 54 mg/dL.
Tindakan paling tepat adalah ….
A. Menyarankan istirahat tanpa intervensi
B. Memberikan sumber glukosa cepat serap dan mengevaluasi kembali kadar glukosa
C. Memberikan insulin kerja cepat
D. Langsung merujuk tanpa intervensi
E. Memberikan makanan tinggi serat saja
Jawaban: B
Pembahasan:
Hipoglikemia pada orang sadar yang mampu menelan ditangani dengan pemberian karbohidrat cepat serap kemudian dilakukan evaluasi ulang.
Soal 3 — Keselamatan Pasien
Dua orang dengan nama hampir sama datang untuk mendapatkan terapi berbeda. Gelang identitas salah satunya tidak terbaca jelas.
Tindakan paling tepat adalah ….
A. Menggunakan nomor antrean
B. Menanyakan nama saja
C. Menghentikan proses dan memastikan identitas menggunakan minimal dua pengenal yang valid
D. Meminta keluarga memilih pasien yang dimaksud
E. Mengikuti urutan kedatangan
Jawaban: C
Pembahasan:
Identifikasi yang benar wajib dilakukan sebelum pemberian terapi untuk mencegah kesalahan pasien maupun tindakan.
Soal 4 — PPI
Setelah melakukan perawatan luka, perawat hendak mencatat hasil tindakan pada komputer sambil masih memakai sarung tangan yang digunakan saat prosedur.
Tindakan terbaik adalah ….
A. Menggunakan komputer kemudian mengganti sarung tangan
B. Membersihkan sarung tangan dengan alkohol
C. Meminta rekan mengetikkan data
D. Melepas sarung tangan dan melakukan hand hygiene sebelum menyentuh area bersih
E. Menggunakan ujung sarung tangan yang tampak bersih
Jawaban: D
Pembahasan:
Sarung tangan dapat terkontaminasi. Perpindahan dari tindakan klinis menuju area bersih membutuhkan pelepasan sarung tangan dan hand hygiene.
Soal 5 — Kesehatan Ibu
Ibu hamil 34 minggu datang dengan tekanan darah 170/110 mmHg, nyeri kepala berat, dan pandangan kabur.
Tindakan paling tepat adalah ….
A. Memberikan edukasi diet rendah garam dan memulangkan
B. Meminta kontrol ulang keesokan hari
C. Menunggu tekanan darah turun sendiri
D. Memberikan obat tanpa pemantauan
E. Melakukan stabilisasi awal dan segera mengoordinasikan rujukan
Jawaban: E
Pembahasan:
Tekanan darah sangat tinggi disertai gejala neurologis mengarah pada kondisi obstetri berisiko tinggi yang memerlukan penanganan segera dan rujukan.
Soal 6 — Tuberkulosis
Seseorang dengan batuk lama berhenti mengonsumsi obat TB karena merasa sudah sembuh setelah beberapa minggu.
Tindakan perawat paling tepat adalah ….
A. Mengkaji penyebab ketidakpatuhan, memberikan edukasi, dan mengoordinasikan kelanjutan pengobatan
B. Menyalahkan karena tidak mengikuti program
C. Memulai seluruh pengobatan sendiri tanpa evaluasi
D. Menghentikan pemantauan
E. Menyarankan obat batuk saja
Jawaban: A
Pembahasan:
Ketidakpatuhan terapi TB perlu ditangani dengan mencari penyebab, memberikan edukasi, dan mengembalikan pasien ke program pengobatan yang tepat.
Soal 7 — Keperawatan Anak
Balita dengan diare tampak haus, mata cekung, dan turgor kulit kembali lambat, tetapi masih dapat minum.
Prioritas tindakan adalah ….
A. Menghentikan semua cairan oral
B. Menilai tingkat dehidrasi dan memberikan rehidrasi sesuai derajatnya
C. Memberikan antibiotik tanpa pemeriksaan
D. Memberikan obat antidiare rutin
E. Memulangkan tanpa edukasi
Jawaban: B
Pembahasan:
Penanganan diare pada anak berfokus pada penilaian dehidrasi dan penggantian cairan yang sesuai.
Soal 8 — Rekam Medis Elektronik
Perawat menyadari telah memasukkan hasil tanda vital ke rekam medis pasien yang salah.
Tindakan terbaik adalah ….
A. Membiarkan karena nilainya hampir sama
B. Menghapus seluruh catatan tanpa jejak
C. Melakukan koreksi melalui mekanisme resmi dan memastikan data masuk pada rekam medis pasien yang benar
D. Menggunakan akun rekan untuk memperbaiki
E. Mengubah identitas pasien pada catatan lama
Jawaban: C
Pembahasan:
Kesalahan dokumentasi harus diperbaiki dengan mekanisme yang dapat ditelusuri tanpa menghilangkan jejak perubahan secara tidak sah.
Soal 9 — K3
Setelah menyuntik, perawat tidak sengaja tertusuk jarum bekas.
Langkah paling tepat adalah ….
A. Memijat luka keras-keras
B. Menutup luka dan tetap bekerja
C. Menunggu hasil pemeriksaan pasien
D. Melakukan pertolongan awal dan segera mengikuti prosedur pelaporan serta evaluasi pajanan
E. Mengabaikan karena luka kecil
Jawaban: D
Pembahasan:
Needle stick injury merupakan pajanan biologis yang membutuhkan penanganan cepat, pelaporan, serta penilaian risiko.
Soal 10 — Henti Jantung
Seseorang tiba-tiba kolaps, tidak merespons, dan tidak bernapas normal.
Tindakan prioritas adalah ….
A. Mencari identitas
B. Memberikan minum
C. Membawa ke ruang tunggu
D. Menunggu keluarga
E. Mengaktifkan bantuan dan memulai bantuan hidup dasar sesuai prosedur
Jawaban: E
Pembahasan:
Tidak responsif dan tidak bernapas normal merupakan tanda kegawatdaruratan yang membutuhkan BHD segera.
Soal 11 — Hipertensi
Seorang penderita hipertensi rutin datang ke puskesmas. Tekanan darah masih tinggi karena ia sering lupa minum obat.
Tindakan perawat paling tepat adalah ….
A. Menggali penyebab ketidakpatuhan dan menyusun strategi bersama agar terapi lebih teratur
B. Menambah dosis obat sendiri
C. Menghentikan edukasi karena sudah pernah diberikan
D. Meminta keluarga mengambil seluruh keputusan
E. Menyarankan berhenti obat saat tekanan darah normal
Jawaban: A
Pembahasan:
Pendekatan pada penyakit kronis perlu berfokus pada faktor penyebab, edukasi, dan perubahan perilaku yang realistis.
Soal 12 — Komunikasi Terapeutik
Keluarga marah karena merasa pelayanan terlalu lambat. Saat itu beberapa kasus kegawatdaruratan sedang ditangani.
Respons paling tepat adalah ….
A. Meminta keluarga diam
B. Mendengarkan keluhan dan menjelaskan prioritas pelayanan secara tenang sesuai kondisi klinis
C. Mendahulukan agar keluarga tidak marah
D. Mengabaikan keluhan
E. Menyalahkan jumlah petugas
Jawaban: B
Pembahasan:
Komunikasi yang baik harus tetap empatik namun tidak mengabaikan prinsip prioritas berdasarkan kegawatan.
Soal 13 — Near Miss
Obat hampir diberikan kepada orang yang salah, tetapi kesalahan diketahui sebelum obat diminum.
Tindakan paling tepat adalah ….
A. Tidak perlu dilaporkan karena belum terjadi cedera
B. Menghapus bukti kejadian
C. Melaporkan sebagai near miss dan mengevaluasi faktor penyebab
D. Menyalahkan petugas farmasi
E. Mengganti seluruh obat di unit
Jawaban: C
Pembahasan:
Near miss tetap penting dilaporkan untuk mencegah kesalahan serupa berkembang menjadi insiden yang merugikan.
Soal 14 — Pelayanan Komunitas
Saat kunjungan rumah, ditemukan lansia tinggal sendiri, beberapa kali jatuh, dan rumah memiliki pencahayaan buruk serta banyak benda berserakan.
Tindakan paling tepat adalah ….
A. Fokus hanya memeriksa tekanan darah
B. Menyarankan lansia pindah rumah
C. Menganggap jatuh sebagai bagian normal penuaan
D. Menilai faktor risiko jatuh, memberikan edukasi modifikasi lingkungan, dan mengoordinasikan dukungan keluarga
E. Melarang lansia berjalan
Jawaban: D
Pembahasan:
Keperawatan komunitas mencakup identifikasi faktor risiko lingkungan dan pemberdayaan keluarga untuk mencegah kejadian berulang.
Soal 15 — Rujukan
Seseorang datang dengan nyeri dada hebat, keringat dingin, tekanan darah menurun, dan tampak pucat.
Tindakan terbaik adalah ….
A. Meminta pulang dan istirahat
B. Memberikan edukasi diet
C. Menjadwalkan kontrol minggu depan
D. Menunggu keluhan mereda
E. Melakukan stabilisasi awal dan segera menyiapkan rujukan sesuai sistem kegawatdaruratan
Jawaban: E
Pembahasan:
Nyeri dada dengan tanda ketidakstabilan hemodinamik merupakan kondisi berisiko tinggi dan membutuhkan penanganan serta rujukan segera.
Soal 16 — Etika
Seorang tetangga meminta informasi mengenai diagnosis kerabatnya yang sedang berobat di puskesmas.
Sikap perawat paling tepat adalah ….
A. Tidak memberikan informasi tanpa dasar kewenangan atau persetujuan yang sah
B. Memberikan diagnosis tanpa detail
C. Menunjukkan hasil pemeriksaan sebentar
D. Memberi informasi karena masih satu keluarga
E. Mengirim foto rekam medis
Jawaban: A
Pembahasan:
Data kesehatan merupakan informasi rahasia dan hanya dapat diberikan sesuai kewenangan serta ketentuan yang berlaku.
Soal 17 — Pemberian Obat
Sebelum memberikan antibiotik, perawat menemukan catatan riwayat alergi terhadap obat sejenis.
Tindakan paling tepat adalah ….
A. Memberikan dosis setengah
B. Menunda pemberian dan mengklarifikasi terapi kepada tenaga yang berwenang
C. Memberikan sambil mengobservasi
D. Menanyakan kepada keluarga apakah obat boleh diberikan
E. Mengganti obat sendiri
Jawaban: B
Pembahasan:
Riwayat alergi merupakan informasi keselamatan penting. Pemberian harus ditunda sampai terdapat klarifikasi terapi yang aman.
Soal 18 — Penyakit Menular
Di wilayah kerja puskesmas ditemukan peningkatan kasus demam disertai ruam pada anak dalam waktu berdekatan.
Tindakan perawat paling tepat adalah ….
A. Menunggu jumlah kasus lebih banyak
B. Hanya memberikan obat penurun panas
C. Melakukan pelaporan, membantu penyelidikan epidemiologi, dan menjalankan langkah pengendalian sesuai program
D. Menutup layanan puskesmas
E. Meminta seluruh warga tetap di rumah tanpa koordinasi
Jawaban: C
Pembahasan:
Peningkatan kasus dengan pola epidemiologis perlu ditindaklanjuti melalui surveilans, pelaporan, dan respons kesehatan masyarakat.
Soal 19 — Kolaborasi
Kondisi seseorang memburuk setelah tindakan awal, sementara perawat menilai kebutuhan penanganannya telah melampaui kewenangan mandiri.
Langkah paling tepat adalah ….
A. Melanjutkan seluruh tindakan sendiri
B. Menunggu pergantian shift
C. Meminta keluarga menentukan tindakan
D. Segera berkolaborasi dengan dokter dan menyiapkan tindak lanjut atau rujukan sesuai kondisi
E. Menghentikan pemantauan
Jawaban: D
Pembahasan:
Perawat harus memahami batas kewenangan dan segera melakukan kolaborasi ketika kondisi membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Soal 20 — Prioritas Pelayanan
Empat kondisi datang hampir bersamaan:
- permintaan surat kontrol;
- luka lecet ringan;
- pertanyaan jadwal imunisasi;
- seseorang mengalami kejang aktif.
Prioritas pertama adalah ….
A. Surat kontrol
B. Luka lecet
C. Jadwal imunisasi
D. Menyelesaikan berdasarkan urutan kedatangan
E. Menangani orang yang mengalami kejang aktif
Jawaban: E
Pembahasan:
Kejang aktif memiliki risiko gangguan jalan napas dan cedera sehingga menjadi prioritas dibanding kebutuhan administratif maupun kondisi ringan.
Tingkatkan Kesiapan Menghadapi Tes Perawat BLUD UPTD Puskesmas Bumi Rahayu

Persiapan yang konsisten akan membantu Anda lebih cepat memahami pola soal, menentukan prioritas klinis, serta memilih tindakan yang tepat sesuai kewenangan perawat. Akses fungsional.id untuk mendapatkan latihan Soal Tes Perawat BLUD UPTD Puskesmas Bumi Rahayu, pembahasan lengkap, kisi-kisi, materi belajar, dan simulasi CAT sebagai bekal menghadapi seleksi.


