Uji Kompetensi Teknisi Elektromedis Ahli Pertama ke Ahli Muda menuntut peserta memiliki pemahaman teknis yang kuat mengenai pengelolaan, pemeliharaan, pengujian, kalibrasi, serta keselamatan penggunaan alat elektromedik. Peserta juga perlu mampu menganalisis gangguan, menentukan prioritas tindakan, dan memastikan setiap peralatan medis bekerja sesuai standar mutu dan keselamatan. Melalui artikel Soal Uji Kompetensi Teknisi Elektromedis Ahli Pertama ke Ahli Muda + Pembahasan, Anda dapat mempelajari materi penting sekaligus berlatih menghadapi soal berbasis kasus yang menguji ketelitian, logika teknis, dan kemampuan mengambil keputusan secara tepat.
Mengenal Uji Kompetensi Teknisi Elektromedis Ahli Pertama ke Ahli Muda
Uji Kompetensi Teknisi Elektromedis Ahli Pertama ke Ahli Muda merupakan penilaian untuk mengukur kemampuan teknis, analitis, dan profesional dalam pengelolaan peralatan elektromedik. Pada jenjang Ahli Muda, peserta dituntut tidak hanya mampu menjalankan prosedur, tetapi juga menganalisis kondisi alat, menentukan prioritas penanganan, serta mengambil keputusan teknis berdasarkan risiko dan keselamatan.
Ruang lingkup kompetensi dapat mencakup pemeliharaan preventif dan korektif, pengujian fungsi, kalibrasi, troubleshooting, keselamatan listrik, pengelolaan risiko alat kesehatan, dokumentasi teknis, hingga evaluasi kinerja peralatan medis.
Soal uji kompetensi juga dapat berbentuk studi kasus, misalnya alat menunjukkan hasil pengukuran tidak stabil, terjadi kebocoran arus, performa alat menurun, atau ditemukan ketidaksesuaian hasil kalibrasi. Peserta perlu menentukan penyebab, tindakan awal, pemeriksaan lanjutan, dan keputusan apakah alat masih aman digunakan.
Karena itu, persiapan sebaiknya diarahkan pada penguasaan teori sekaligus latihan soal berbasis analisis gangguan, keselamatan alat, prioritas tindakan, dan problem solving teknis sesuai tuntutan kompetensi Teknisi Elektromedis Ahli Muda.
Materi Uji Kompetensi Teknisi Elektromedis Ahli Pertama ke Ahli Muda
Materi Uji Kompetensi Teknisi Elektromedis Ahli Pertama ke Ahli Muda berfokus pada kemampuan mengelola peralatan elektromedik secara aman, akurat, dan sesuai prosedur. Peserta perlu memahami aspek teknis sekaligus mampu menganalisis risiko dan menentukan tindakan ketika terjadi gangguan alat. Materi yang perlu dipelajari meliputi:
- Pemeliharaan Preventif
Pemeriksaan berkala, pembersihan, pengecekan komponen, penggantian bagian yang aus, serta pencatatan jadwal pemeliharaan. - Pemeliharaan Korektif
Identifikasi kerusakan, analisis penyebab, perbaikan, penggantian komponen, dan verifikasi fungsi setelah perbaikan. - Troubleshooting Peralatan Elektromedik
Analisis gejala kerusakan, penelusuran blok sistem, pengukuran parameter, dan penentuan sumber gangguan. - Pengujian Fungsi
Pemeriksaan performa alat untuk memastikan seluruh fungsi bekerja sesuai spesifikasi teknis. - Kalibrasi
Pemeriksaan ketepatan hasil ukur, deviasi, toleransi, ketertelusuran pengukuran, dan evaluasi hasil kalibrasi. - Keselamatan Listrik
Grounding, kebocoran arus, resistansi isolasi, perlindungan terhadap sengatan listrik, dan keamanan instalasi. - Keselamatan Penggunaan Alat
Identifikasi bahaya mekanik, listrik, termal, radiasi, dan risiko lain terhadap pasien maupun operator. - Manajemen Risiko Alat Kesehatan
Identifikasi risiko, analisis kemungkinan dan dampak, mitigasi, serta prioritas penanganan alat kritis. - Inventarisasi dan Manajemen Aset
Identifikasi alat, pencatatan kondisi, riwayat pemeliharaan, umur teknis, dan status kelayakan. - Dokumentasi Teknis
Form pemeliharaan, laporan kerusakan, hasil pengujian, kalibrasi, riwayat perbaikan, dan rekomendasi teknis. - Quality Control Peralatan Medis
Pemantauan performa, pemeriksaan konsistensi hasil, evaluasi penyimpangan, dan tindakan korektif. - Analisis Kelayakan Alat
Menentukan apakah alat masih layak digunakan, memerlukan perbaikan, pembatasan penggunaan, atau penghentian sementara. - Kelistrikan dan Elektronika Dasar
Tegangan, arus, resistansi, daya, rangkaian AC/DC, sensor, power supply, dan komponen elektronik. - Sistem Instrumentasi Medis
Transduser, amplifier, filter, sistem akuisisi data, pemrosesan sinyal, dan output pengukuran. - Peralatan Diagnostik
Pemahaman prinsip kerja ECG, patient monitor, pulse oximeter, sphygmomanometer, dan perangkat diagnostik lainnya. - Peralatan Terapi
Prinsip kerja defibrillator, electrosurgical unit, infusion pump, syringe pump, ventilator, dan alat terapi lain. - Peralatan Laboratorium dan Penunjang
Centrifuge, incubator, autoclave, analyzer, serta peralatan pendukung pelayanan kesehatan. - Sistem Gas Medis dan Utilitas Pendukung
Pemahaman dasar sistem gas medis, tekanan, distribusi, keamanan, dan keterkaitannya dengan alat medis. - K3 Elektromedis
Penggunaan APD, keselamatan saat bekerja pada peralatan bertegangan, lockout/tagout, dan pengendalian risiko kerja. - Patient Safety
Memastikan kondisi alat tidak menimbulkan risiko terhadap pasien dan segera menindaklanjuti temuan yang berpotensi membahayakan. - Problem Solving Teknis
Menentukan prioritas pemeriksaan, menghubungkan gejala dengan kemungkinan penyebab, dan memilih tindakan yang paling efektif. - Etika dan Profesionalisme
Tanggung jawab terhadap hasil pemeriksaan, kejujuran dalam dokumentasi, batas kewenangan, dan komunikasi dengan pengguna alat.
Kisi-Kisi Terbaru Uji Kompetensi Teknisi Elektromedis Ahli Pertama ke Ahli Muda
Uji Kompetensi Teknisi Elektromedis Ahli Pertama ke Ahli Muda perlu dipersiapkan dengan fokus pada kemampuan teknis, analitis, keselamatan, manajemen risiko, serta pengambilan keputusan profesional. Dalam regulasi terbaru, Uji Kompetensi Jabatan Fungsional kesehatan menjadi bagian dari pengembangan karier, kompetensi, profesionalisme, dan kinerja pejabat fungsional.
Pada ketentuan Kementerian Kesehatan tahun 2026, Elektromedis tetap tercantum sebagai salah satu Jabatan Fungsional kesehatan, dengan jenjang tertinggi Madya dan digunakan antara lain di rumah sakit, puskesmas, laboratorium kesehatan masyarakat, serta BPAFK.
| Kisi-Kisi | Materi yang Perlu Dikuasai |
| Inventarisasi Alat Elektromedik | Identifikasi alat, spesifikasi, nomor aset, lokasi, kondisi, dan riwayat teknis. |
| Preventive Maintenance | Jadwal pemeliharaan, inspeksi visual, pembersihan, penggantian komponen, dan verifikasi fungsi. |
| Corrective Maintenance | Analisis kerusakan, perbaikan, penggantian komponen, dan pengujian pascaperbaikan. |
| Troubleshooting | Analisis gejala, blok diagram, pengukuran parameter, isolasi masalah, dan root cause. |
| Pengujian Fungsi | Verifikasi fungsi alat terhadap spesifikasi teknis dan parameter performa. |
| Kalibrasi | Akurasi, deviasi, toleransi, standar pembanding, ketertelusuran, dan interpretasi hasil. |
| Ketidakpastian Pengukuran | Sumber ketidakpastian dan pengaruhnya terhadap keputusan teknis. |
| Keselamatan Listrik | Protective earth, leakage current, grounding, isolasi, dan keselamatan pasien/operator. |
| Instrumentasi Medis | Sensor, transduser, amplifier, filter, akuisisi serta pemrosesan sinyal. |
| Peralatan Monitoring | ECG, patient monitor, SpO₂, NIBP, dan parameter fisiologis. |
| Infusion & Syringe Pump | Akurasi laju alir, alarm, occlusion, battery, dan fungsi keselamatan. |
| Defibrillator | Energi keluaran, charging time, sinkronisasi, paddle/electrode, dan keselamatan. |
| Ventilator | Volume, tekanan, flow, alarm, sensor, dan pengujian parameter ventilasi. |
| Electrosurgical Unit | Output energi, return electrode, leakage, serta risiko luka bakar. |
| Alat Diagnostik | Prinsip kerja, QC, performa, dan analisis penyimpangan alat diagnostik. |
| Quality Control | Konsistensi performa, acceptance criteria, tren penyimpangan, dan tindakan korektif. |
| Manajemen Risiko | Identifikasi bahaya, probabilitas, dampak, mitigasi, dan prioritas alat kritis. |
| Kelayakan Alat | Keputusan layak pakai, pembatasan penggunaan, perbaikan, atau penghentian sementara. |
| Manajemen Aset | Umur teknis, utilisasi, biaya pemeliharaan, downtime, dan rekomendasi penggantian. |
| Dokumentasi Teknis | Maintenance record, hasil kalibrasi, laporan kerusakan, status alat, dan rekomendasi. |
| K3 Elektromedis | APD, energi listrik, lockout/tagout, bahaya mekanik, termal, dan lingkungan kerja. |
| Patient Safety | Dampak kegagalan alat terhadap pasien dan tindakan pengendalian risiko. |
| Komunikasi Teknis | Koordinasi dengan pengguna alat, tenaga kesehatan, vendor, dan unit manajemen. |
| Etika Profesional | Integritas hasil pemeriksaan, batas kewenangan, akuntabilitas, dan kepatuhan prosedur. |
Contoh Soal Uji Kompetensi Teknisi Elektromedis Ahli Pertama ke Ahli Muda dan Pembahasan
Contoh soal berikut dirancang untuk menguji kemampuan analisis teknis, troubleshooting, interpretasi hasil pengujian, penilaian risiko, serta pengambilan keputusan terhadap kelayakan peralatan elektromedik. Soal tidak hanya menanyakan prinsip kerja, tetapi juga meminta peserta menentukan tindakan yang paling aman dan rasional.
Soal 1
Sebuah infusion pump disetel pada 100 mL/jam. Hasil pengujian sebanyak tiga kali menunjukkan 112 mL/jam, 111 mL/jam, dan 113 mL/jam. Langkah paling tepat adalah ….
A. Menyatakan alat normal karena hasil konsisten
B. Langsung mengganti motor pompa
C. Membandingkan deviasi dengan batas toleransi, memverifikasi metode uji, lalu melakukan tindakan korektif bila tidak memenuhi syarat
D. Menurunkan setting menjadi 90 mL/jam
E. Mengembalikan alat ke ruangan tanpa dokumentasi
Jawaban: C
Pembahasan:
Hasil yang konsisten tidak berarti akurat. Deviasi harus dibandingkan dengan acceptance criteria. Metode dan alat ukur juga perlu diverifikasi sebelum menyimpulkan kerusakan.
Soal 2
Patient monitor menampilkan ECG normal, tetapi hasil electrical safety analyzer menunjukkan patient leakage current melebihi batas yang diizinkan. Tindakan yang paling tepat adalah ….
A. Menghentikan penggunaan alat sementara dan melakukan investigasi keselamatan listrik
B. Tetap menggunakan karena ECG masih normal
C. Mengganti kabel ECG saja tanpa pengujian lain
D. Mengurangi waktu penggunaan pasien
E. Menempelkan label peringatan lalu tetap digunakan
Jawaban: A
Pembahasan:
Fungsi klinis yang terlihat normal tidak menjamin alat aman. Kegagalan uji leakage current berpotensi menimbulkan risiko sengatan listrik sehingga alat harus ditahan sampai penyebab diperbaiki dan diverifikasi.
Soal 3
Ventilator menunjukkan nilai tidal volume yang lebih rendah dibanding pengaturan. Sensor aliran sudah dibersihkan dan hasil tetap sama. Pemeriksaan berikutnya yang paling rasional adalah ….
A. Mengganti seluruh ventilator
B. Memeriksa kebocoran breathing circuit dan melakukan verifikasi menggunakan analyzer
C. Mengganti baterai
D. Mengubah mode ventilasi
E. Menghapus alarm
Jawaban: B
Pembahasan:
Setelah sensor diperiksa, penyebab lain yang logis adalah kebocoran circuit atau ketidaksesuaian sistem pengukuran. Verifikasi dengan analyzer diperlukan sebelum mengganti komponen.
Soal 4
Defibrillator disetel 200 joule, tetapi analyzer menunjukkan delivered energy hanya 150 joule secara berulang. Tindakan paling tepat adalah ….
A. Menambah setting menjadi 250 joule saat digunakan
B. Membiarkan karena alat masih mengeluarkan energi
C. Mengubah paddle
D. Menarik alat dari penggunaan dan melakukan troubleshooting sistem charging/output
E. Menggunakan hanya pada pasien dewasa
Jawaban: D
Pembahasan:
Energi keluaran yang jauh dari setting menunjukkan kegagalan performa. Mengompensasi dengan menaikkan setting bukan tindakan yang benar karena dapat menimbulkan risiko klinis.
Soal 5
Riwayat pemeliharaan menunjukkan satu syringe pump mengalami kerusakan sensor occlusion sebanyak lima kali dalam enam bulan. Setelah beberapa kali diperbaiki, gangguan terus berulang. Keputusan paling tepat adalah ….
A. Terus mengganti sensor setiap terjadi kerusakan
B. Menghapus catatan kerusakan lama
C. Menggunakan alat hanya saat darurat
D. Mengubah interval preventive maintenance
E. Melakukan root cause analysis dan mengevaluasi kelayakan alat untuk dipertahankan
Jawaban: E
Pembahasan:
Kerusakan berulang menunjukkan kemungkinan masalah sistemik. Selain perbaikan, perlu analisis pola kerusakan, usia alat, biaya, risiko, dan manfaat penggantian.
Soal 6
Sebuah ECG menghasilkan baseline yang tidak stabil. Pemeriksaan awal menunjukkan kabel pasien baik dan elektroda terpasang benar. Langkah selanjutnya adalah ….
A. Memeriksa grounding, sumber interferensi listrik, dan integritas input amplifier
B. Mengganti printer
C. Mengubah ukuran kertas ECG
D. Menurunkan gain secara permanen
E. Mengganti baterai tanpa pemeriksaan
Jawaban: A
Pembahasan:
Baseline wandering atau noise dapat berasal dari grounding, interferensi elektromagnetik, koneksi input, maupun rangkaian amplifier. Pemeriksaan harus sistematis berdasarkan sumber gangguan yang paling mungkin.
Soal 7
Pulse oximeter menunjukkan SpO₂ 82%, tetapi pasien tampak stabil dan alat lain menunjukkan 97%. Sensor sudah dipasang dengan benar. Tindakan paling tepat adalah ….
A. Menyatakan pasien hipoksia
B. Membandingkan alat dengan simulator atau reference device untuk menilai akurasi pengukuran
C. Mengubah alarm menjadi lebih rendah
D. Mengganti layar
E. Menonaktifkan fungsi SpO₂
Jawaban: B
Pembahasan:
Perbedaan signifikan antaralat perlu diverifikasi menggunakan alat uji atau simulator agar dapat dibedakan apakah masalah berasal dari pasien, sensor, atau alat.
Soal 8
Saat preventive maintenance, ditemukan insulation pada kabel daya electrosurgical unit mulai retak meskipun alat masih berfungsi normal. Tindakan paling tepat adalah ….
A. Menutup retakan dengan isolasi sementara dan tetap digunakan
B. Menunggu hingga terjadi gangguan
C. Mengganti kabel sebelum alat dikembalikan ke pelayanan
D. Mengurangi daya output
E. Menggunakan hanya pada operasi singkat
Jawaban: C
Pembahasan:
Kerusakan insulation dapat meningkatkan risiko sengatan atau hubung singkat. Temuan keselamatan harus ditangani sebelum alat dinyatakan layak digunakan.
Soal 9
Sebuah alat mengalami downtime semakin tinggi selama tiga tahun berturut-turut. Biaya perbaikan juga meningkat dan suku cadang mulai sulit diperoleh. Rekomendasi paling tepat adalah ….
A. Menambah jumlah preventive maintenance
B. Mengganti seluruh teknisi
C. Mengurangi frekuensi penggunaan
D. Melakukan evaluasi life-cycle cost dan mempertimbangkan penggantian alat
E. Tetap mempertahankan selama alat masih dapat menyala
Jawaban: D
Pembahasan:
Keputusan manajemen aset harus mempertimbangkan biaya, reliabilitas, downtime, availability spare part, risiko, dan umur teknis.
Soal 10
Infusion pump baru selesai diperbaiki karena penggantian motor. Sebelum dikembalikan ke ruangan, tindakan yang paling tepat adalah ….
A. Langsung digunakan karena motor baru
B. Menguji hanya tombol on/off
C. Meminta pengguna mencoba di pasien
D. Melakukan inspeksi visual saja
E. Melakukan pengujian fungsi, akurasi aliran, alarm, dan keselamatan sesuai prosedur
Jawaban: E
Pembahasan:
Setelah perbaikan, alat harus diverifikasi secara menyeluruh agar dapat dipastikan fungsi dan keselamatannya telah kembali sesuai spesifikasi.
Soal 11
Electrical safety analyzer menunjukkan protective earth resistance meningkat dibanding hasil sebelumnya, tetapi masih mendekati batas toleransi. Langkah paling tepat adalah ….
A. Memeriksa sambungan grounding dan tren perubahan sebelum menyatakan alat layak
B. Mengabaikan karena belum melewati batas
C. Mengganti motherboard
D. Mengurangi penggunaan alat
E. Menghapus hasil pengujian lama
Jawaban: A
Pembahasan:
Nilai yang mendekati batas dan mengalami tren memburuk perlu dianalisis. Pemeriksaan grounding dapat mencegah kegagalan yang lebih serius.
Soal 12
Sebuah ventilator ICU mengalami alarm tekanan tinggi berulang. Circuit tidak tertekuk dan filter sudah diganti. Tindakan teknis berikutnya adalah ….
A. Menonaktifkan alarm
B. Memeriksa sensor tekanan dan sistem expiratory valve menggunakan analyzer
C. Mengurangi volume alarm
D. Mengganti layar
E. Memindahkan ventilator ke ruangan lain
Jawaban: B
Pembahasan:
Setelah faktor eksternal dieliminasi, fokus beralih ke subsistem yang berkaitan dengan pengukuran dan kontrol tekanan.
Soal 13
Sebuah hasil kalibrasi NIBP monitor menunjukkan error meningkat bertahap dalam tiga kali periode kalibrasi. Nilainya masih berada dalam toleransi, tetapi tren terus memburuk. Tindakan paling tepat adalah ….
A. Tidak melakukan apa pun karena masih lulus
B. Memperpanjang interval kalibrasi
C. Melakukan evaluasi tren dan mempertimbangkan preventive action sebelum melewati batas
D. Menghapus data periode sebelumnya
E. Mengubah batas toleransi
Jawaban: C
Pembahasan:
Quality control tidak hanya melihat pass/fail saat ini. Tren dapat menjadi indikator dini deteriorasi komponen atau sistem.
Soal 14
Dua alat mengalami kerusakan bersamaan. Alat pertama adalah patient monitor di ICU tanpa unit cadangan. Alat kedua adalah tensimeter digital di poliklinik yang memiliki lima unit cadangan. Prioritas perbaikan adalah ….
A. Alat yang lebih murah
B. Alat dengan usia lebih muda
C. Alat yang paling mudah diperbaiki
D. Patient monitor ICU karena tingkat kritikalitas dan ketersediaan cadangannya lebih rendah
E. Keduanya harus memiliki prioritas sama
Jawaban: D
Pembahasan:
Prioritas pemeliharaan berbasis risiko mempertimbangkan dampak kegagalan terhadap pasien, tingkat kritikalitas, utilisasi, dan ketersediaan alat cadangan.
Soal 15
Teknisi menemukan vendor mengganti komponen dengan spesifikasi berbeda tanpa dokumentasi resmi. Alat tampak berfungsi normal. Tindakan paling tepat adalah ….
A. Menerima karena fungsi alat kembali normal
B. Mengubah dokumentasi agar sesuai komponen baru
C. Menggunakan alat selama belum ada keluhan
D. Menunggu jadwal kalibrasi berikutnya
E. Menahan alat, memverifikasi kesesuaian spesifikasi, dan meminta dokumentasi teknis resmi
Jawaban: E
Pembahasan:
Penggantian komponen yang tidak terverifikasi dapat memengaruhi performa dan keselamatan. Dokumentasi dan kompatibilitas harus dipastikan sebelum alat digunakan.
Soal 16
Sebuah autoclave menunjukkan suhu sesuai setting, tetapi indikator biologis beberapa kali menunjukkan kegagalan sterilisasi. Langkah paling tepat adalah ….
A. Menghentikan penggunaan untuk proses steril sampai akar masalah dievaluasi
B. Mengabaikan indikator biologis
C. Menaikkan suhu tanpa analisis
D. Memperpanjang waktu siklus secara manual
E. Mengganti printer autoclave
Jawaban: A
Pembahasan:
Parameter pada display saja tidak cukup. Jika indikator validasi proses menunjukkan kegagalan, efektivitas sterilisasi tidak dapat dianggap terpenuhi.
Soal 17
Sebuah electrosurgical unit menghasilkan keluhan luka bakar pada lokasi return electrode. Pemeriksaan output power normal. Area berikutnya yang paling perlu diperiksa adalah ….
A. Layar alat
B. Sistem return electrode monitoring, kabel, serta kualitas kontak elektroda
C. Roda alat
D. Baterai internal
E. Printer
Jawaban: B
Pembahasan:
Luka bakar pada return electrode dapat disebabkan distribusi arus yang tidak baik, kontak buruk, atau kegagalan monitoring return electrode.
Soal 18
Teknisi melakukan pengukuran menggunakan alat standar yang sertifikat kalibrasinya telah kedaluwarsa. Hasil pengujian alat medis menunjukkan lulus. Keputusan yang tepat adalah ….
A. Tetap menerima hasil karena nilainya normal
B. Menggunakan hasil jika selisih kecil
C. Menyatakan hasil belum dapat dijadikan dasar keputusan sampai ketertelusuran alat standar dipastikan
D. Mengubah tanggal sertifikat
E. Menggunakan standar lain hanya untuk dokumentasi
Jawaban: C
Pembahasan:
Ketertelusuran alat ukur merupakan dasar validitas hasil pengujian. Reference instrument yang tidak valid dapat membuat hasil pengujian tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Soal 19
Rumah sakit memiliki 100 unit alat. Sumber daya teknisi terbatas sehingga preventive maintenance tidak dapat dilakukan bersamaan. Strategi paling tepat adalah ….
A. Melakukan berdasarkan urutan nomor inventaris
B. Mendahulukan alat termurah
C. Memilih alat yang paling lama digunakan
D. Menentukan prioritas berdasarkan criticality, risiko, frekuensi penggunaan, dan riwayat kerusakan
E. Menunggu semua alat rusak
Jawaban: D
Pembahasan:
Risk-based maintenance lebih efektif dibanding sekadar menggunakan urutan administrasi karena sumber daya diarahkan pada alat yang memiliki dampak terbesar terhadap pelayanan dan keselamatan.
Soal 20
Setelah perbaikan, teknisi menyatakan alat “sudah baik” tetapi tidak mencatat hasil pengukuran sebelum dan sesudah perbaikan. Risiko utama dari tindakan tersebut adalah ….
A. Waktu perbaikan menjadi lebih cepat
B. Pengguna lebih mudah memahami kondisi alat
C. Tidak ada masalah selama alat berfungsi
D. Dokumentasi dapat dibuat kemudian dari ingatan
E. Tidak tersedia bukti objektif untuk menilai efektivitas perbaikan dan riwayat performa alat
Jawaban: E
Pembahasan:
Dokumentasi teknis merupakan bagian penting dari traceability, audit, evaluasi kualitas, dan pengambilan keputusan manajemen aset.
Tingkatkan Kesiapan Menghadapi UKOM Teknisi Elektromedis

Perbanyak latihan soal berbasis kasus untuk mengasah kemampuan troubleshooting, analisis hasil kalibrasi, keselamatan listrik, manajemen risiko, serta pengambilan keputusan terhadap kelayakan peralatan medis. Kunjungi fungsional.id untuk mengakses latihan soal lebih banyak dan coba simulasi CAT agar persiapan menghadapi Uji Kompetensi Teknisi Elektromedis Ahli Pertama ke Ahli Muda semakin terarah.


