Rekrutmen RSUD Welas Asih untuk formasi seperti Perawat, Penata Anestesi, dan Fisikawan Medis umumnya menuntut peserta mempersiapkan diri menghadapi Tes Kompetensi Dasar (TKD) dan Tes Kompetensi Bidang (TKB). Kedua jenis tes tersebut digunakan untuk menilai kemampuan umum sekaligus penguasaan kompetensi yang sesuai dengan posisi yang dilamar.
Bagi Anda yang sedang mengikuti proses seleksi, memahami pola materi dan membiasakan diri mengerjakan latihan soal dapat membantu meningkatkan kesiapan. Artikel ini membahas contoh soal TKD dan TKB Rekrutmen RSUD Welas Asih lengkap dengan pembahasan agar Anda dapat berlatih secara lebih terarah sesuai karakter masing-masing formasi.
Mengenal Rekrutmen Tenaga Kesehatan RSUD Welas Asih 2026
RSUD Welas Asih Provinsi Jawa Barat membuka rekrutmen tenaga kesehatan tahun 2026 untuk beberapa formasi yang membutuhkan kompetensi profesional di bidang pelayanan rumah sakit. Berdasarkan informasi rekrutmen yang dipublikasikan, terdapat empat formasi utama yang dibutuhkan, yaitu Perawat Ners, Perawat D3, Penata Anestesi D4, dan Fisikawan Medis.
Jumlah formasi yang tersedia yaitu:
- Perawat Ners: 12 formasi
- Perawat D3: 10 formasi
- Penata Anestesi D4: 2 formasi
- Fisikawan Medis: 1 formasi
Persyaratan Khusus Perawat Ners
Calon pelamar Perawat Ners wajib memiliki:
- STR yang masih berlaku.
- Sertifikat BCLS/ENIL yang masih berlaku.
Pelamar akan lebih diprioritaskan apabila memiliki pengalaman kerja di rumah sakit, seperti IGD, rawat inap, atau kamar bedah, minimal 3 tahun. Selain itu, kepemilikan sertifikat pelatihan kamar bedah, BNLS, atau asuhan keperawatan anak juga menjadi nilai tambah.
Persyaratan Khusus Perawat D3
Untuk formasi Perawat D3, pelamar wajib memiliki:
- STR yang masih berlaku.
- Sertifikat BCLS/ENIL yang masih berlaku.
Pelamar juga diutamakan memiliki pengalaman kerja di rumah sakit, baik di IGD, rawat inap, maupun kamar bedah, minimal 4 tahun. Sertifikat pelatihan kamar bedah, BNLS, atau asuhan keperawatan anak dapat menjadi pertimbangan tambahan dalam proses seleksi.
Persyaratan Khusus Penata Anestesi D4
Calon pelamar Penata Anestesi D4 wajib memiliki:
- STR IPAI yang masih berlaku.
- Sertifikat BCLS yang masih berlaku.
Selain itu, pelamar diutamakan memiliki pengalaman kerja di rumah sakit minimal 3 tahun, terutama pada bidang yang berkaitan dengan pelayanan anestesi.
Persyaratan Khusus Fisikawan Medis
Formasi Fisikawan Medis mensyaratkan pendidikan minimal S1 + Profesi serta wajib memiliki:
- STR seumur hidup.
Pelamar akan lebih diprioritaskan jika memiliki sertifikasi Petugas Proteksi Radiasi (PPR) Medik 1 atau PPR Kedokteran Nuklir, serta pengalaman kerja minimal 1 tahun.
Dengan persyaratan yang cukup spesifik pada tiap formasi, peserta perlu mempersiapkan diri tidak hanya dari sisi administrasi, tetapi juga dari kemampuan menghadapi tahapan tes. Karena itu, memahami materi TKD dan TKB sesuai posisi yang dilamar menjadi bagian penting dalam persiapan Rekrutmen RSUD Welas Asih 2026.
Materi TKD dan TKB Rekrutmen RSUD Welas Asih
Dalam Rekrutmen RSUD Welas Asih, peserta perlu mempersiapkan dua kelompok kemampuan utama, yaitu Tes Kompetensi Dasar (TKD) dan Tes Kompetensi Bidang (TKB). TKD lebih berfokus pada kemampuan umum yang dibutuhkan dalam proses seleksi, sedangkan TKB menilai penguasaan kompetensi teknis sesuai formasi yang dilamar, seperti Perawat, Penata Anestesi, dan Fisikawan Medis.
1. Materi Tes Kompetensi Dasar (TKD)
Materi TKD dapat mencakup kemampuan yang bersifat umum, seperti:
- penalaran verbal dan pemahaman bacaan;
- kemampuan numerik dan perhitungan dasar;
- logika dan analisis;
- pengetahuan umum;
- pelayanan publik;
- etika kerja;
- integritas;
- kerja sama;
- pengambilan keputusan;
- pemecahan masalah.
Soal TKD biasanya menuntut ketelitian dan kemampuan memilih jawaban yang paling logis berdasarkan informasi yang tersedia.
2. Materi TKB Perawat
Untuk formasi Perawat Ners dan Perawat D3, materi TKB dapat meliputi:
- proses keperawatan;
- pengkajian pasien;
- diagnosis keperawatan;
- perencanaan intervensi;
- tindakan keperawatan;
- evaluasi pasien;
- kegawatdaruratan;
- BCLS;
- keselamatan pasien;
- pencegahan infeksi;
- pemberian obat;
- komunikasi terapeutik;
- dokumentasi keperawatan;
- asuhan keperawatan pada pasien rawat inap, IGD, dan kamar bedah.
Peserta juga perlu terbiasa menghadapi soal berbasis kasus karena banyak situasi keperawatan membutuhkan prioritas tindakan yang cepat dan tepat.
3. Materi TKB Penata Anestesi
Untuk formasi Penata Anestesi D4, materi yang perlu dipelajari antara lain:
- persiapan pasien sebelum anestesi;
- penilaian kondisi pasien;
- pemantauan tanda vital;
- alat dan mesin anestesi;
- obat-obatan anestesi;
- airway management;
- BCLS;
- penanganan komplikasi anestesi;
- monitoring intraoperatif;
- pemulihan pascaanestesi;
- keselamatan pasien;
- prosedur kegawatdaruratan.
Soal TKB Penata Anestesi dapat berbentuk kasus yang meminta peserta menentukan prioritas tindakan pada kondisi pasien tertentu.
4. Materi TKB Fisikawan Medis
Untuk formasi Fisikawan Medis, materi dapat mencakup:
- dasar fisika radiasi;
- proteksi radiasi;
- dosimetri;
- keselamatan radiasi;
- quality assurance dan quality control;
- radioterapi;
- radiodiagnostik;
- kedokteran nuklir;
- penggunaan alat ukur radiasi;
- kalibrasi alat;
- analisis dosis pasien;
- pemantauan paparan radiasi;
- prinsip ALARA;
- tugas Petugas Proteksi Radiasi.
Kisi-Kisi TKD dan TKB Rekrutmen RSUD Welas Asih
Kisi-kisi seleksi dapat dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu Tes Kompetensi Dasar (TKD) yang mengukur kemampuan umum peserta dan Tes Kompetensi Bidang (TKB) yang lebih spesifik sesuai formasi. Karena formasi yang dibuka berada di lingkungan rumah sakit, soal juga sangat mungkin menekankan aspek pelayanan, keselamatan pasien, komunikasi, ketelitian, dan pengambilan keputusan klinis.
A. Kisi-Kisi Tes Kompetensi Dasar (TKD)
1. Penalaran Verbal dan Pemahaman Informasi
Materi dapat mencakup analogi, hubungan kata, pemahaman bacaan, ide pokok, simpulan, dan interpretasi informasi tertulis.
2. Penalaran Numerik
Mencakup persentase, rasio, perbandingan, aritmetika, tabel, grafik, dan soal cerita yang membutuhkan ketelitian perhitungan.
3. Logika dan Analisis
Peserta perlu mampu memahami hubungan sebab-akibat, menyusun urutan, menarik kesimpulan dari beberapa premis, dan menyelesaikan masalah dengan sejumlah syarat.
4. Pelayanan Publik di Rumah Sakit
Materi dapat berkaitan dengan komunikasi kepada pasien, respons terhadap keluhan, empati, profesionalisme, dan cara menghadapi situasi pelayanan yang sensitif.
5. Integritas dan Etika Kerja
Mencakup kejujuran, kerahasiaan data, disiplin, tanggung jawab, konflik kepentingan, dan kepatuhan terhadap prosedur.
6. Kerja Sama dan Komunikasi Tim
Soal dapat menilai kemampuan berkoordinasi dengan tenaga kesehatan lain, menyampaikan informasi penting, menerima instruksi, dan menyelesaikan konflik secara profesional.
7. Pengambilan Keputusan Situasional
Peserta dapat dihadapkan pada kasus pelayanan rumah sakit yang menuntut prioritas, ketenangan, ketelitian, dan keputusan yang proporsional.
8. Keselamatan Pasien dan Budaya Mutu
Materi dapat mencakup pelaporan insiden, pencegahan kesalahan, identifikasi pasien, komunikasi efektif, dan budaya keselamatan. Fokus RSUD Welas Asih terhadap penguatan kompetensi dan pelayanan yang berorientasi pada keselamatan pasien juga tampak dalam kegiatan keperawatan mereka.
B. Kisi-Kisi TKB Perawat Ners dan Perawat D3
1. Pengkajian Keperawatan
Mencakup pengumpulan data subjektif dan objektif, tanda vital, pemeriksaan fisik, identifikasi keluhan utama, dan faktor risiko pasien.
2. Diagnosis Keperawatan
Peserta perlu mampu menentukan masalah keperawatan berdasarkan data yang tersedia dan membedakannya dari diagnosis medis.
3. Perencanaan dan Prioritas Intervensi
Soal dapat menuntut peserta menentukan tindakan paling mendesak berdasarkan kondisi pasien, terutama pada situasi akut.
4. Kegawatdaruratan dan BCLS
Materi meliputi penilaian awal, airway, breathing, circulation, henti jantung, syok, resusitasi, dan respons cepat terhadap perburukan pasien.
5. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi
Mencakup hand hygiene, penggunaan APD, teknik aseptik, isolasi, dan pencegahan infeksi terkait pelayanan kesehatan.
6. Keselamatan Pasien
Peserta perlu memahami identifikasi pasien, pencegahan jatuh, keamanan pemberian obat, komunikasi antarpetugas, dan pelaporan insiden.
7. Pemberian Obat
Materi dapat meliputi prinsip benar pemberian obat, perhitungan dosis, efek samping, kontraindikasi, dan monitoring respons pasien.
8. Keperawatan IGD dan Rawat Inap
Soal dapat berbasis triase, prioritas tindakan, monitoring pasien, perubahan kondisi klinis, dan koordinasi dengan dokter.
9. Keperawatan Perioperatif
Mencakup persiapan pasien sebelum operasi, keselamatan kamar bedah, pencegahan infeksi, monitoring, dan asuhan pascaoperasi.
10. Komunikasi Terapeutik
Peserta perlu memahami cara berkomunikasi dengan pasien, keluarga, pasien cemas, pasien tidak kooperatif, maupun saat menyampaikan informasi sensitif.
11. Dokumentasi Keperawatan
Mencakup pencatatan yang akurat, objektif, kronologis, dan sesuai standar.
12. Asuhan Keperawatan Anak
Karena pelatihan asuhan keperawatan anak menjadi salah satu nilai tambah pada rekrutmen, materi pediatrik juga layak dipersiapkan, terutama pemantauan kondisi anak, kebutuhan cairan, dan tanda kegawatan.
C. Kisi-Kisi TKB Penata Anestesi D4
1. Pengkajian Pra-Anestesi
Mencakup identifikasi kondisi umum pasien, riwayat penyakit, alergi, obat, puasa, airway, serta faktor risiko anestesi.
2. Airway Management
Materi meliputi penilaian jalan napas, teknik mempertahankan airway, penggunaan alat bantu, ventilasi, dan respons terhadap obstruksi.
3. Persiapan Alat dan Mesin Anestesi
Peserta perlu memahami pemeriksaan mesin anestesi, oksigen, sistem ventilasi, monitor, dan alat emergensi.
4. Farmakologi Anestesi
Mencakup obat induksi, analgesik, sedatif, relaksan otot, antagonis, serta efek samping dan monitoring.
5. Monitoring Intraoperatif
Materi meliputi tekanan darah, nadi, saturasi oksigen, ventilasi, suhu, dan parameter lain selama tindakan anestesi.
6. BCLS dan Penanganan Kegawatan
Soal dapat berupa henti jantung, hipoksia, hipotensi, reaksi anafilaksis, atau perubahan kondisi mendadak.
7. Komplikasi Anestesi
Mencakup gangguan airway, mual muntah, hipotensi, aritmia, hipotermia, dan komplikasi lain yang memerlukan respons cepat.
8. Pemulihan Pascaanestesi
Peserta perlu memahami monitoring pasien di ruang pemulihan, kesadaran, nyeri, pernapasan, hemodinamik, dan kesiapan transfer.
9. Keselamatan Pasien Perioperatif
Mencakup identifikasi pasien, checklist operasi, verifikasi prosedur, komunikasi tim, dan pencegahan insiden.
D. Kisi-Kisi TKB Fisikawan Medis
1. Dasar Fisika Radiasi
Mencakup jenis radiasi, interaksi radiasi dengan materi, energi, dosis, dan prinsip dasar pengukuran radiasi.
2. Dosimetri
Peserta perlu memahami besaran dosis, pengukuran dosis, kalibrasi alat, dan faktor yang memengaruhi distribusi dosis.
3. Proteksi Radiasi
Materi meliputi waktu, jarak, shielding, batas dosis, pemantauan paparan, dan prinsip ALARA.
4. Quality Assurance dan Quality Control
Peserta perlu memahami pengujian kinerja peralatan, konsistensi hasil, kalibrasi, dan dokumentasi mutu.
5. Radiodiagnostik
Soal dapat mencakup CT, radiografi, fluoroskopi, optimasi dosis, dan kualitas citra.
6. Radioterapi
Mencakup perencanaan dosis, verifikasi, keselamatan, karakteristik sumber, dan akurasi pemberian terapi.
7. Kedokteran Nuklir
Materi dapat meliputi radionuklida, aktivitas radioaktif, pencitraan, proteksi terhadap kontaminasi, dan pengelolaan sumber terbuka.
8. Pemantauan Paparan Radiasi
Peserta perlu memahami personal dosimeter, surveymeter, interpretasi hasil pengukuran, dan tindak lanjut jika paparan meningkat.
9. Petugas Proteksi Radiasi (PPR)
Karena sertifikasi PPR Medik 1 atau PPR Kedokteran Nuklir menjadi nilai tambah pada formasi Fisikawan Medis, materi terkait tanggung jawab PPR sangat relevan untuk dipelajari, termasuk pemantauan, pencatatan, pengendalian area, dan respons terhadap insiden.
10. Analisis Risiko dan Keselamatan Radiasi
Soal dapat berbentuk kasus kebocoran, paparan tak terduga, kesalahan setting alat, atau ketidaksesuaian prosedur yang menuntut peserta menentukan respons paling aman.
E. Kompetensi Lintas Formasi
Selain materi teknis, seluruh formasi sebaiknya juga mempersiapkan:
- keselamatan pasien;
- komunikasi efektif;
- etika profesi;
- kerja sama interprofesional;
- pencegahan infeksi;
- pelayanan humanis;
- penggunaan teknologi kesehatan;
- budaya mutu;
- tanggung jawab profesional.
Contoh Soal TKD dan TKB Rekrutmen RSUD Welas Asih + Pembahasan
Setelah memahami kisi-kisi, Anda dapat menguji kesiapan melalui latihan berikut. Soal dibuat berbasis kasus dan analisis agar tidak hanya menguji hafalan, tetapi juga kemampuan menentukan prioritas, membaca situasi, dan mengambil keputusan sesuai kompetensi masing-masing formasi.
A. Contoh Soal Tes Kompetensi Dasar (TKD)
Soal 1
Sebuah unit pelayanan menerima rata-rata 240 pasien per hari. Setelah diberlakukan sistem antrean baru, waktu tunggu rata-rata turun dari 50 menit menjadi 35 menit. Persentase penurunan waktu tunggu adalah ….
A. 25%
B. 30%
C. 35%
D. 40%
E. 45%
Jawaban: B
Pembahasan:
Penurunan waktu = 50 − 35 = 15 menit. Persentasenya adalah 15/50 × 100% = 30%.
Soal 2
Semua petugas yang bertugas di ruang isolasi wajib menggunakan APD sesuai risiko. Sebagian petugas Unit X bertugas di ruang isolasi.
Kesimpulan yang pasti benar adalah ….
A. Sebagian petugas Unit X wajib menggunakan APD sesuai risiko
B. Semua petugas Unit X bekerja di ruang isolasi
C. Semua pengguna APD berasal dari Unit X
D. Sebagian petugas Unit X tidak membutuhkan APD
E. Tidak ada petugas Unit X yang bekerja di ruang lain
Jawaban: A
Pembahasan:
Karena sebagian petugas Unit X bekerja di ruang isolasi dan semua petugas di ruang tersebut wajib memakai APD, maka sebagian petugas Unit X wajib menggunakan APD.
Soal 3
Seorang pasien menyampaikan keluhan dengan nada tinggi karena waktu pelayanan lebih lama dari perkiraan. Petugas mengetahui keterlambatan terjadi akibat penanganan kasus kegawatdaruratan.
Respons paling tepat adalah ….
A. Menjelaskan bahwa pasien harus memahami kondisi rumah sakit tanpa mendengarkan keluhannya
B. Meminta pasien membuat pengaduan tertulis sebelum diberi penjelasan
C. Membiarkan pasien hingga emosinya mereda sendiri
D. Mendengarkan keluhan, menjelaskan penyebab keterlambatan secara proporsional, dan memberikan informasi perkiraan pelayanan
E. Memindahkan pasien ke antrean terakhir karena telah mengganggu pelayanan
Jawaban: D
Pembahasan:
Pelayanan yang baik tetap membutuhkan empati, komunikasi yang jelas, dan pemberian informasi. Petugas tidak perlu defensif, tetapi juga harus menjelaskan kondisi secara profesional.
Soal 4
Data kepuasan pasien sebuah unit selama empat bulan adalah 82%, 85%, 80%, dan 89%. Target minimal rumah sakit adalah rata-rata 85%.
Kesimpulan yang tepat adalah ….
A. Target tercapai karena nilai tertinggi mencapai 89%
B. Target tidak dapat dievaluasi tanpa jumlah pasien
C. Target tercapai tepat 85%
D. Target terlampaui lebih dari 2%
E. Target belum tercapai karena rata-ratanya 84%
Jawaban: E
Pembahasan:
Rata-rata = (82 + 85 + 80 + 89) / 4 = 84%. Jadi masih berada 1% di bawah target.
Soal 5
Seorang pegawai menemukan kesalahan pencatatan yang dilakukan dirinya sehari sebelumnya. Kesalahan tersebut belum berdampak kepada pasien, tetapi berpotensi menimbulkan masalah jika dibiarkan.
Tindakan paling tepat adalah ….
A. Memperbaiki catatan diam-diam tanpa dokumentasi
B. Menunggu sampai atasan mengetahui sendiri
C. Melaporkan kesalahan sesuai prosedur dan melakukan koreksi yang dapat ditelusuri
D. Menghapus seluruh dokumen terkait
E. Meminta rekan kerja mengambil tanggung jawab
Jawaban: C
Pembahasan:
Integritas menuntut pengakuan dan koreksi kesalahan melalui prosedur yang dapat dipertanggungjawabkan. Perubahan data diam-diam justru dapat menimbulkan persoalan baru.
Soal 6
Lima petugas P, Q, R, S, dan T mendapat giliran presentasi. Diketahui P sebelum R, Q setelah S, dan T tidak boleh terakhir.
Susunan yang mungkin adalah ….
A. S – Q – P – T – R
B. Q – S – P – R – T
C. P – R – Q – T – S
D. T – Q – S – P – R
E. R – P – S – Q – T
Jawaban: A
Pembahasan:
Pada pilihan A, P berada sebelum R, Q setelah S, dan T bukan posisi terakhir. Seluruh syarat terpenuhi.
Soal 7
Sebuah unit memiliki 80 pegawai. Sebanyak 45% bertugas pada shift pagi dan 30% pada shift sore. Sisanya bertugas malam.
Jumlah pegawai shift malam adalah ….
A. 16 orang
B. 18 orang
C. 20 orang
D. 22 orang
E. 24 orang
Jawaban: C
Pembahasan:
Persentase shift malam = 100% − 45% − 30% = 25%.
25% × 80 = 20 orang.
Soal 8
Dua tenaga kesehatan berbeda pendapat mengenai langkah pelayanan. Keduanya memiliki dasar klinis, tetapi perdebatan mulai mengganggu koordinasi tim.
Tindakan paling tepat adalah ….
A. Membiarkan hingga salah satu mengalah
B. Memilih pendapat tenaga yang lebih senior tanpa telaah
C. Menunda pelayanan sampai pergantian shift
D. Memfasilitasi klarifikasi berdasarkan data pasien dan prosedur yang berlaku
E. Mengalihkan seluruh keputusan kepada keluarga pasien
Jawaban: D
Pembahasan:
Perbedaan profesional sebaiknya diselesaikan dengan data, kondisi pasien, dan standar pelayanan, bukan berdasarkan senioritas atau tekanan.
Soal 9
Sebuah program berhasil menurunkan jumlah keluhan dari 50 menjadi 32 kasus per bulan. Namun, dua bulan kemudian keluhan kembali meningkat menjadi 46 kasus.
Langkah evaluasi paling tepat adalah ….
A. Menyatakan program gagal dan langsung menghentikannya
B. Menganalisis penyebab peningkatan kembali dan menilai konsistensi implementasi program
C. Mengabaikan kenaikan karena pernah terjadi penurunan
D. Mengganti seluruh petugas
E. Menurunkan target jumlah keluhan
Jawaban: B
Pembahasan:
Perubahan hasil harus dianalisis berdasarkan proses pelaksanaan. Kenaikan kembali dapat disebabkan ketidakkonsistenan implementasi atau faktor baru.
Soal 10
Petugas memperoleh informasi kesehatan pasien dari sistem rumah sakit. Seorang kenalan meminta informasi tersebut dengan alasan mengenal keluarga pasien.
Tindakan paling tepat adalah ….
A. Memberikan informasi umum tanpa meminta izin
B. Mengirim informasi hanya sebagian
C. Menolak memberikan informasi dan menjaga kerahasiaan sesuai kewenangan
D. Memberikan informasi jika kenalan berjanji merahasiakan
E. Meminta imbalan karena informasi bersifat sensitif
Jawaban: C
Pembahasan:
Informasi kesehatan pasien bersifat rahasia dan hanya dapat diakses atau dibagikan sesuai kewenangan serta prosedur yang berlaku.
B. Contoh Soal TKB Perawat Ners
Soal 11
Seorang pasien 62 tahun datang ke IGD dengan sesak berat, frekuensi napas 34 kali/menit, SpO₂ 84%, tampak gelisah, dan hanya mampu berbicara beberapa kata.
Prioritas awal perawat adalah ….
A. Melakukan pengkajian riwayat penyakit secara lengkap
B. Memastikan jalan napas dan memberikan dukungan oksigen sesuai kebutuhan sambil melakukan penilaian cepat
C. Meminta keluarga mengisi seluruh administrasi terlebih dahulu
D. Menimbang berat badan sebelum intervensi
E. Mengukur asupan makanan terakhir
Jawaban: B
Pembahasan:
Kondisi menunjukkan gangguan oksigenasi yang memerlukan pendekatan airway-breathing-circulation. Pengkajian rinci dilakukan setelah kebutuhan fisiologis yang mengancam jiwa ditangani.
Soal 12
Pasien pascaoperasi tiba-tiba tampak pucat, tekanan darah menurun dari 120/80 menjadi 88/58 mmHg, nadi 118 kali/menit, dan balutan tampak semakin basah oleh darah.
Tindakan yang paling tepat adalah ….
A. Mengganti balutan lalu mengevaluasi esok hari
B. Memberikan minum untuk meningkatkan tekanan darah
C. Meminta pasien berlatih berjalan
D. Mengidentifikasi kemungkinan perdarahan, melakukan monitoring ketat, dan segera melakukan eskalasi sesuai prosedur
E. Menunda tindakan sampai hasil laboratorium keluar
Jawaban: D
Pembahasan:
Hipotensi, takikardia, pucat, dan perdarahan pada luka menunjukkan kemungkinan perdarahan akut. Situasi ini memerlukan penanganan cepat dan eskalasi segera.
Soal 13
Seorang pasien mengatakan obat yang diberikan berbeda warna dari obat yang biasanya diminumnya. Data pada lembar obat juga tampak tidak sesuai dengan label kemasan.
Tindakan perawat yang paling tepat adalah ….
A. Tetap memberikan obat karena sudah disiapkan petugas farmasi
B. Menghentikan sementara pemberian dan melakukan verifikasi obat serta identitas pasien
C. Meminta pasien mencoba dahulu satu dosis
D. Mengubah catatan agar sesuai dengan obat yang tersedia
E. Memberikan setengah dosis untuk mengurangi risiko
Jawaban: B
Pembahasan:
Jika ada ketidaksesuaian, pemberian obat harus dihentikan sementara sampai dilakukan verifikasi. Keselamatan pasien lebih utama daripada kecepatan pemberian.
C. Contoh Soal TKB Perawat D3
Soal 14
Empat pasien menunggu tindakan. Pasien manakah yang harus dinilai terlebih dahulu?
A. Pasien dengan nyeri luka operasi skala 4/10
B. Pasien demam 38°C sejak pagi tetapi sadar penuh
C. Pasien baru mengeluhkan nyeri dada disertai keringat dingin dan sesak
D. Pasien meminta bantuan mengganti posisi tidur
E. Pasien menanyakan jadwal pulang
Jawaban: C
Pembahasan:
Nyeri dada dengan sesak dan keringat dingin berpotensi menunjukkan kondisi kardiovaskular akut sehingga memiliki prioritas tertinggi.
Soal 15
Seorang pasien berisiko tinggi jatuh tetapi bersikeras pergi ke kamar mandi sendiri karena merasa masih kuat.
Tindakan perawat yang paling tepat adalah ….
A. Melarang pasien bergerak sepanjang hari
B. Membiarkan pasien karena mampu mengambil keputusan sendiri
C. Memasang restrain tanpa penilaian lebih lanjut
D. Menjelaskan risiko, menawarkan bantuan, dan menerapkan langkah pencegahan jatuh sesuai kondisi pasien
E. Meminta keluarga menjaga tanpa intervensi keperawatan lain
Jawaban: D
Pembahasan:
Pencegahan jatuh harus tetap menghormati pasien. Edukasi, bantuan mobilisasi, dan intervensi keselamatan merupakan respons yang lebih proporsional.
Soal 16
Saat pergantian shift, perawat menerima informasi bahwa seorang pasien mengalami penurunan kesadaran ringan dalam satu jam terakhir, tetapi data tersebut belum didokumentasikan.
Langkah paling tepat adalah ….
A. Menganggap informasi tidak valid karena belum tertulis
B. Memprioritaskan penilaian ulang pasien dan memastikan temuan penting didokumentasikan serta dikomunikasikan
C. Menunggu dokter datang tanpa memeriksa pasien
D. Meminta shift sebelumnya kembali bertugas
E. Menghapus informasi karena belum lengkap
Jawaban: B
Pembahasan:
Perubahan kesadaran merupakan temuan penting. Pasien perlu dinilai ulang segera dan informasi harus dikomunikasikan serta dicatat dengan benar.
D. Contoh Soal TKB Penata Anestesi D4
Soal 17
Sebelum induksi anestesi, pasien tampak memiliki pembukaan mulut terbatas dan riwayat sulit intubasi pada operasi sebelumnya.
Tindakan yang paling tepat adalah ….
A. Mengabaikan riwayat karena kondisi vital stabil
B. Melanjutkan induksi dengan teknik standar tanpa persiapan tambahan
C. Mengidentifikasi sebagai risiko difficult airway dan menyiapkan strategi serta perangkat alternatif sesuai prosedur
D. Membatalkan seluruh operasi tanpa evaluasi
E. Memberikan sedasi lebih dalam agar intubasi mudah
Jawaban: C
Pembahasan:
Riwayat sulit intubasi merupakan indikator penting. Tim harus mengantisipasi difficult airway dan memastikan perangkat serta rencana alternatif tersedia sebelum induksi.
Soal 18
Selama anestesi, SpO₂ pasien turun cepat dari 99% menjadi 86%. Monitor lain masih terpasang, tetapi gerakan dada tidak terlihat jelas.
Langkah awal yang paling tepat adalah ….
A. Menganggap sensor bermasalah dan menunggu satu menit
B. Segera mengevaluasi airway, ventilasi, koneksi sistem, dan memberikan oksigen sambil mencari penyebab
C. Menambah obat anestesi agar pasien tidak bergerak
D. Menurunkan konsentrasi oksigen
E. Mematikan alarm karena mengganggu konsentrasi
Jawaban: B
Pembahasan:
Penurunan saturasi mendadak harus dianggap serius. Evaluasi airway dan ventilasi dilakukan segera karena hipoksia dapat berkembang cepat.
Soal 19
Di ruang pemulihan, pasien pascaanestesi tampak sangat mengantuk, frekuensi napas 7 kali/menit, dan saturasi menurun.
Prioritas tindakan adalah ….
A. Memberikan minum untuk meningkatkan kesadaran
B. Membiarkan pasien tidur karena efek anestesi masih ada
C. Memindahkan pasien langsung ke ruang rawat
D. Memastikan jalan napas, mendukung ventilasi dan oksigenasi, serta melakukan eskalasi sesuai kondisi
E. Mengurangi frekuensi pemantauan agar pasien dapat beristirahat
Jawaban: D
Pembahasan:
Bradipnea dan penurunan saturasi setelah anestesi merupakan keadaan yang membutuhkan perhatian segera pada airway dan breathing.
E. Contoh Soal TKB Fisikawan Medis
Soal 20
Hasil quality control pesawat radiologi menunjukkan dosis keluaran meningkat secara konsisten dibanding nilai baseline, sementara parameter teknik yang digunakan tidak berubah.
Langkah paling tepat adalah ….
A. Tetap menggunakan alat sampai ada keluhan pasien
B. Menambah dosis agar kualitas citra semakin baik
C. Melakukan evaluasi teknis, verifikasi kalibrasi, dan menilai potensi dampak dosis sebelum penggunaan rutin dilanjutkan
D. Menghapus hasil QC yang berbeda
E. Mengurangi dokumentasi agar tidak menimbulkan kekhawatiran
Jawaban: C
Pembahasan:
Perubahan output yang konsisten dapat menunjukkan masalah kalibrasi atau kinerja alat. Evaluasi perlu dilakukan sebelum risiko paparan pasien meningkat.
Soal 21
Seorang pekerja radiasi mencatat dosis personal lebih tinggi dari pola biasanya. Tidak ada laporan insiden yang diketahui.
Tindakan paling tepat adalah ….
A. Mengabaikan karena masih satu kali pengukuran
B. Mengganti dosimeter tanpa melakukan penelusuran
C. Mengurangi pencatatan dosis agar tidak memengaruhi evaluasi
D. Melakukan investigasi terhadap aktivitas kerja, penggunaan dosimeter, kondisi peralatan, dan kemungkinan sumber paparan
E. Menyimpulkan alat pasti bocor tanpa pemeriksaan
Jawaban: D
Pembahasan:
Kenaikan dosis personal perlu ditelusuri secara sistematis. Penyebab dapat berasal dari pola kerja, penggunaan dosimeter yang tidak tepat, maupun kondisi peralatan.
Soal 22
Dalam suatu prosedur pencitraan, kualitas citra masih diagnostik meskipun parameter paparan dapat diturunkan tanpa mengurangi informasi klinis yang dibutuhkan.
Prinsip proteksi radiasi yang paling tepat diterapkan adalah ….
A. Meningkatkan dosis untuk mendapatkan citra sebaik mungkin
B. Mempertahankan dosis tertinggi karena alat mampu menghasilkannya
C. Mengoptimalkan paparan serendah mungkin secara wajar dengan tetap mempertahankan kualitas diagnostik
D. Menghilangkan seluruh paparan tanpa mempertimbangkan kebutuhan diagnosis
E. Menggunakan parameter yang sama untuk semua pasien
Jawaban: C
Pembahasan:
Prinsip ALARA menekankan bahwa paparan harus dijaga serendah mungkin secara wajar tanpa mengorbankan tujuan diagnostik. Optimasi harus mempertimbangkan kualitas citra dan kebutuhan klinis pasien.
Tingkatkan Kesiapan Menghadapi TKD dan TKB RSUD Welas Asih

Perbanyak latihan soal untuk mengasah kemampuan dasar sekaligus kompetensi teknis sesuai formasi Perawat, Penata Anestesi, dan Fisikawan Medis. Kunjungi fungsional.id untuk mengakses latihan soal lebih banyak dan coba simulasi CAT agar persiapan Rekrutmen RSUD Welas Asih semakin matang.


