Uji Kompetensi (Ujikom) Jabatan Fungsional Pengantar Kerja merupakan instrumen evaluasi resmi yang diselenggarakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) untuk mengukur dan memvalidasi kompetensi teknis, manajerial, dan sosial kultural pejabat fungsional Pengantar Kerja dalam menjalankan tugas dan fungsinya secara profesional. Sebagai jabatan fungsional yang memiliki peran strategis dalam mempertemukan pencari kerja dengan lowongan kerja, memberikan bimbingan jabatan, mengembangkan dan memasarkan informasi pasar kerja, serta memfasilitasi penempatan tenaga kerja baik di dalam maupun luar negeri, Pengantar Kerja dituntut untuk selalu memutakhirkan kompetensinya melalui mekanisme uji kompetensi yang dilaksanakan secara berkala sesuai ketentuan yang berlaku. Hasil uji kompetensi ini menjadi dasar pertimbangan kenaikan jenjang jabatan, pengembangan karier, serta penjaminan mutu layanan ketenagakerjaan yang diberikan kepada masyarakat pencari kerja di seluruh Indonesia.
Menghadapi Ujikom Jabatan Fungsional Pengantar Kerja membutuhkan persiapan yang matang dan komprehensif, mengingat materi yang diujikan mencakup berbagai aspek penting mulai dari regulasi ketenagakerjaan terbaru, teknis penempatan tenaga kerja dalam dan luar negeri, bimbingan jabatan, analisis pasar kerja, sistem informasi ketenagakerjaan, hingga kompetensi manajerial dan sosial kultural yang semuanya harus dikuasai secara mendalam. Untuk membantu para pejabat fungsional Pengantar Kerja dalam mempersiapkan diri secara optimal, artikel ini menghadirkan lebih dari 120 soal latihan pilihan ganda lengkap beserta kisi-kisi materi terbaru dan pembahasan mendalam yang disusun berdasarkan karakteristik dan pola soal Ujikom Jabatan Fungsional Pengantar Kerja. Dengan berlatih secara konsisten menggunakan kumpulan soal ini, diharapkan peserta dapat memperkuat penguasaan regulasi ketenagakerjaan, mempertajam kemampuan teknis layanan penempatan kerja, serta tampil lebih percaya diri dalam menghadapi uji kompetensi yang sesungguhnya.
Table of Contents
ToggleMetode Ujikom Pengantar Kerja: Policy Brief, Wawancara, dan LGD
Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Pengantar Kerja diikuti oleh PNS sebagai Pengantar Kerja yang ingin naik jenjang satu tingkat di atasnya atau PNS dari jabatan lain yang ingin menjadi Pengantar Kerja, dengan para peserta wajib mengikuti serangkaian tahapan penilaian berupa ujian tertulis, penilaian karya tulis/policy brief, wawancara praktik, serta diskusi kelompok terarah (LGD) yang meliputi kompetensi teknis dan mansoskul. Tahapan Ujikom mencakup penilaian Karya Tulis/Policy Brief, Wawancara dan Praktik, serta Leaderless Group Discussion (LGD), dilanjutkan perbaikan Policy Brief, dan ditutup dengan Ujian Tertulis melalui Computer Assisted Test (CAT). Berikut penjelasan singkat setiap metode:
1. Policy Brief
Policy brief bertujuan untuk memberikan rekomendasi kebijakan yang tajam kepada pengambil keputusan berdasarkan analisis terhadap isu kebijakan tertentu, dan memuat empat komponen utama yaitu identifikasi masalah kebijakan, evaluasi kebijakan saat ini, alternatif kebijakan yang direkomendasikan, dan rencana tindakan kebijakan. Dalam konteks Ujikom Pengantar Kerja, peserta menyusun policy brief terkait isu aktual ketenagakerjaan seperti penempatan tenaga kerja, perluasan kesempatan kerja, atau perlindungan TKI, yang kemudian direvisi setelah tahap wawancara dan LGD selesai dilaksanakan.
2. Wawancara dan Praktik
Pengumpulan bukti langsung maupun tidak langsung dalam pengukuran kompetensi teknis dilaksanakan melalui metode simulasi, wawancara, tes lisan, tes tertulis, demonstrasi, dan metode lainnya. Pada tahap wawancara, asesor menggali penguasaan kompetensi teknis Pengantar Kerja secara mendalam melalui pertanyaan situasional dan berbasis pengalaman nyata di lapangan, serta praktik demonstrasi tugas-tugas teknis seperti pelayanan penempatan dan bimbingan pencari kerja.
3. Leaderless Group Discussion (LGD)
LGD adalah diskusi kelompok tanpa pemimpin yang ditetapkan, di mana seluruh peserta mendiskusikan kasus atau isu ketenagakerjaan secara bersama-sama tanpa ada yang ditunjuk sebagai ketua diskusi. Melalui LGD, asesor menilai kemampuan komunikasi, argumentasi, kolaborasi, kepemimpinan alami, pengendalian diri, dan kemampuan peserta dalam mempengaruhi arah diskusi menuju solusi yang konstruktif, yang semuanya mencerminkan kompetensi manajerial dan sosial kultural seorang Pengantar Kerja yang profesional.
Penyusunan dan Penyampaian Portofolio serta Karya Tulis
Dalam Uji Kompetensi Pengantar Kerja, peserta tidak hanya dinilai melalui wawancara, Policy Brief, dan Leaderless Group Discussion (LGD), tetapi juga melalui kemampuan menyusun serta mempresentasikan portofolio dan karya tulis. Kedua komponen ini menjadi bukti kompetensi peserta dalam mendokumentasikan pengalaman kerja, menganalisis permasalahan, serta menyusun solusi yang relevan sesuai tugas dan fungsi Pengantar Kerja.
Portofolio umumnya memuat rekam jejak pelaksanaan tugas, hasil kerja, inovasi, sertifikat pendukung, dan bukti kegiatan yang menunjukkan kompetensi peserta. Sementara itu, karya tulis disusun secara sistematis dengan memuat latar belakang, identifikasi permasalahan, analisis, serta rekomendasi yang didasarkan pada data dan ketentuan yang berlaku. Pada tahap penyampaian, peserta diharapkan mampu mempresentasikan isi portofolio dan karya tulis secara jelas, logis, dan profesional, serta menjawab pertanyaan penguji dengan argumentasi yang kuat dan berbasis fakta.
Computer Assisted Test (CAT) pada Ujikom Pengantar Kerja
Salah satu tahapan penting dalam Uji Kompetensi Pengantar Kerja adalah Computer Assisted Test (CAT). Pada tahap ini, peserta mengerjakan soal secara komputerisasi untuk mengukur penguasaan kompetensi teknis, kemampuan analisis, pengetahuan mengenai kebijakan ketenagakerjaan, serta kemampuan menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan pelayanan penempatan tenaga kerja. Soal yang diujikan umumnya berbentuk pilihan ganda dan studi kasus yang menuntut kemampuan berpikir kritis (Higher Order Thinking Skills/HOTS).
Agar memperoleh hasil yang optimal, peserta perlu memahami materi sesuai kisi-kisi terbaru, membiasakan diri mengerjakan latihan soal berbasis CAT, serta melatih ketelitian dan manajemen waktu selama ujian. Dengan persiapan yang matang dan latihan yang konsisten, peserta akan lebih percaya diri dalam menghadapi CAT dan memiliki peluang lebih besar untuk lulus Uji Kompetensi Pengantar Kerja.
Kisi-Kisi Uji Kompetensi Pengantar Kerja Terbaru
Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Pengantar Kerja bertujuan mengukur kompetensi teknis, manajerial, dan profesional pejabat fungsional dalam melaksanakan pelayanan penempatan tenaga kerja, informasi pasar kerja, bimbingan jabatan, hubungan dengan pemberi kerja, serta implementasi kebijakan ketenagakerjaan. Berdasarkan Petunjuk Teknis Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Pengantar Kerja Tahun 2026 yang diterbitkan Kementerian Ketenagakerjaan, metode penilaian meliputi CAT, portofolio, karya tulis, policy brief, wawancara, dan LGD. (JDIH Kemnaker)
| Nomor | Materi Uji | Pokok Bahasan |
| 1 | Kebijakan Ketenagakerjaan | UU Ketenagakerjaan, regulasi ketenagakerjaan, kebijakan penempatan tenaga kerja. |
| 2 | Jabatan Fungsional Pengantar Kerja | Tugas, fungsi, kewenangan, jenjang jabatan, dan kode etik profesi. |
| 3 | Pelayanan Penempatan Tenaga Kerja | Proses penempatan tenaga kerja dalam negeri sesuai prosedur yang berlaku. |
| 4 | Informasi Pasar Kerja (IPK) | Pengumpulan, analisis, penyajian, dan pemanfaatan data pasar kerja. |
| 5 | Analisis Jabatan dan Kebutuhan Tenaga Kerja | Identifikasi kebutuhan SDM dan pencocokan kompetensi pencari kerja. |
| 6 | Pelayanan Antar Kerja | Pendaftaran pencari kerja, seleksi awal, pencocokan kerja (matching), dan penempatan. |
| 7 | Bimbingan Jabatan | Konseling karier, pemilihan pekerjaan, dan pengembangan karier pencari kerja. |
| 8 | Hubungan dengan Pemberi Kerja | Kemitraan dengan perusahaan, penggalian lowongan, dan pelayanan rekrutmen. |
| 9 | Bursa Kerja dan Job Fair | Perencanaan, pelaksanaan, promosi, dan evaluasi kegiatan bursa kerja. |
| 10 | Penyelesaian Kasus Penempatan | Analisis permasalahan dan pengambilan keputusan dalam pelayanan penempatan tenaga kerja. |
| 11 | Pelayanan Publik | Standar pelayanan, kepuasan masyarakat, komunikasi efektif, dan etika pelayanan. |
| 12 | Penyusunan Policy Brief | Identifikasi isu, analisis kebijakan, dan penyusunan rekomendasi. |
| 13 | Penyusunan Portofolio | Bukti kinerja, inovasi, angka kredit, serta dokumentasi hasil pekerjaan. |
| 14 | Penyusunan Karya Tulis | Penulisan ilmiah, analisis masalah, penyusunan rekomendasi, dan sistematika penulisan. |
| 15 | Computer Assisted Test (CAT) | Soal teknis, studi kasus, analisis kebijakan, dan pemecahan masalah berbasis HOTS. |
| 16 | Wawancara Kompetensi | Pengalaman kerja, profesionalisme, komunikasi, integritas, dan pengambilan keputusan. |
| 17 | Leaderless Group Discussion (LGD) | Kepemimpinan, kolaborasi, argumentasi, negosiasi, dan penyelesaian masalah. |
| 18 | Etika dan Integritas ASN | Nilai BerAKHLAK, profesionalisme, akuntabilitas, dan pelayanan prima. |
| 19 | Literasi Digital | Pemanfaatan aplikasi layanan ketenagakerjaan, pengelolaan data, dan keamanan informasi. |
| 20 | Soal HOTS Terintegrasi | Studi kasus yang mengintegrasikan pelayanan penempatan tenaga kerja, kebijakan ketenagakerjaan, pelayanan publik, komunikasi, serta pengambilan keputusan profesional. |
Materi yang Perlu Diprioritaskan
- Pahami tugas dan fungsi Pengantar Kerja serta mekanisme pelayanan penempatan tenaga kerja.
- Kuasai informasi pasar kerja, bimbingan jabatan, hubungan dengan pemberi kerja, dan penyelenggaraan job fair.
- Latih kemampuan menyusun policy brief, portofolio, dan karya tulis sesuai permasalahan ketenagakerjaan.
- Biasakan mengerjakan soal CAT berbasis studi kasus (HOTS) yang menguji analisis, pelayanan publik, dan pengambilan keputusan.
- Tingkatkan kemampuan komunikasi, presentasi, wawancara, dan LGD karena menjadi bagian penting dalam penilaian kompetensi.
Contoh Soal Uji Kompetensi Pengantar Kerja dan Pembahasan
Berikut merupakan contoh soal pilihan ganda berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) yang disusun berdasarkan kisi-kisi Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Pengantar Kerja. Soal mengacu pada tugas dan fungsi Pengantar Kerja di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan, meliputi pelayanan penempatan tenaga kerja, informasi pasar kerja, pelayanan publik, hubungan dengan pemberi kerja, hingga pengambilan keputusan berbasis studi kasus.
Soal 1
Sebuah perusahaan manufaktur membutuhkan 100 operator produksi dalam waktu singkat. Namun, data pencari kerja yang tersedia di aplikasi layanan ketenagakerjaan menunjukkan sebagian besar pelamar tidak memiliki kompetensi yang dibutuhkan. Sebagai Pengantar Kerja, langkah yang paling tepat adalah….
A. Menolak permintaan perusahaan.
B. Mengirim seluruh pencari kerja tanpa seleksi.
C. Melakukan job matching, berkoordinasi dengan lembaga pelatihan kerja, dan memberikan rekomendasi kandidat yang sesuai.
D. Menunggu perusahaan mencari pelamar sendiri.
E. Menghapus data pencari kerja.
Jawaban: C
Pembahasan: Pengantar Kerja berperan melakukan pencocokan kompetensi (job matching) dan memfasilitasi pemenuhan kebutuhan tenaga kerja.
Soal 2
Tujuan utama penyusunan Informasi Pasar Kerja (IPK) adalah….
A. Menambah jumlah pegawai.
B. Menyediakan data kebutuhan dan ketersediaan tenaga kerja sebagai dasar pelayanan penempatan.
C. Mengurangi jumlah perusahaan.
D. Menentukan besaran upah minimum.
E. Mengawasi perpajakan perusahaan.
Jawaban: B
Pembahasan: IPK menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan dan pelayanan ketenagakerjaan.
Soal 3
Dalam kegiatan bursa kerja (job fair), indikator keberhasilan yang paling tepat adalah….
A. Banyaknya dekorasi acara.
B. Jumlah tamu undangan.
C. Tingkat penempatan tenaga kerja dan kepuasan peserta serta perusahaan.
D. Jumlah panitia.
E. Lama pelaksanaan kegiatan.
Jawaban: C
Pembahasan: Keberhasilan job fair diukur dari efektivitas pelayanan penempatan kerja.
Soal 4
Seorang pencari kerja memiliki keterampilan yang baik, tetapi gagal dalam setiap wawancara kerja karena kemampuan komunikasinya rendah. Tindakan Pengantar Kerja yang paling tepat adalah….
A. Menyarankan berhenti mencari kerja.
B. Menghapus data pencari kerja.
C. Memberikan bimbingan jabatan dan pelatihan persiapan wawancara.
D. Mengirimkan ke seluruh perusahaan.
E. Menolak memberikan layanan.
Jawaban: C
Pembahasan: Salah satu tugas Pengantar Kerja adalah memberikan bimbingan jabatan kepada pencari kerja.
Soal 5
Prinsip utama pelayanan publik yang harus diterapkan oleh Pengantar Kerja adalah….
A. Cepat, transparan, akuntabel, dan tidak diskriminatif.
B. Mengutamakan kenalan.
C. Melayani berdasarkan jabatan.
D. Membatasi akses informasi.
E. Mengutamakan perusahaan besar.
Jawaban: A
Pembahasan: Pelayanan publik harus berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Soal 6
Perusahaan meminta data pribadi seluruh pencari kerja yang terdaftar tanpa alasan yang jelas. Sikap Pengantar Kerja yang paling tepat adalah….
A. Memberikan seluruh data.
B. Menjual data kepada perusahaan.
C. Menolak memberikan data yang tidak sesuai ketentuan dan menjaga kerahasiaan informasi.
D. Menghapus seluruh data.
E. Membiarkan perusahaan mengakses sistem.
Jawaban: C
Pembahasan: Pengantar Kerja wajib menjaga kerahasiaan data sesuai etika pelayanan dan peraturan yang berlaku.
Soal 7
Tujuan utama kegiatan job matching adalah….
A. Menambah jumlah lowongan.
B. Menyesuaikan kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan perusahaan.
C. Menentukan besaran gaji.
D. Mengurangi jumlah pelamar.
E. Menentukan lokasi perusahaan.
Jawaban: B
Pembahasan: Job matching meningkatkan peluang penempatan tenaga kerja yang tepat.
Soal 8
Seorang Pengantar Kerja diminta menyusun policy brief mengenai tingginya angka pengangguran lulusan SMK. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah….
A. Menentukan solusi tanpa data.
B. Mengumpulkan data dan mengidentifikasi akar permasalahan.
C. Menyalin kebijakan daerah lain.
D. Menunggu arahan pimpinan.
E. Mengabaikan kondisi lapangan.
Jawaban: B
Pembahasan: Analisis kebijakan harus diawali dengan identifikasi masalah berbasis data.
Soal 9
Dalam pelayanan kepada pencari kerja penyandang disabilitas, prinsip yang harus diterapkan adalah….
A. Membatasi pelayanan.
B. Memberikan perlakuan diskriminatif.
C. Memberikan pelayanan yang setara, aksesibel, dan sesuai kebutuhan.
D. Mengutamakan pencari kerja lain.
E. Menolak pendaftaran.
Jawaban: C
Pembahasan: Pelayanan ketenagakerjaan harus inklusif dan nondiskriminatif.
Soal 10
Indikator keberhasilan bimbingan jabatan adalah….
A. Banyaknya dokumen yang dicetak.
B. Peningkatan kesiapan pencari kerja dalam memperoleh pekerjaan.
C. Banyaknya ruang pelayanan.
D. Jumlah pegawai.
E. Lama waktu pelayanan.
Jawaban: B
Pembahasan: Bimbingan jabatan bertujuan meningkatkan kesiapan dan kompetensi pencari kerja.
Soal 11
Seorang Pengantar Kerja menemukan bahwa data lowongan kerja yang ditampilkan pada sistem sudah tidak sesuai dengan kondisi perusahaan. Langkah yang paling tepat adalah….
A. Membiarkan data tetap ditampilkan.
B. Menghapus seluruh data perusahaan.
C. Melakukan verifikasi kepada perusahaan dan memperbarui data lowongan pada sistem.
D. Menunggu adanya keluhan dari pencari kerja.
E. Mengalihkan seluruh pelamar ke perusahaan lain.
Jawaban: C
Pembahasan: Validitas informasi pasar kerja harus selalu dijaga agar pelayanan penempatan tenaga kerja berjalan efektif.
Soal 12
Dalam pelaksanaan pelayanan penempatan tenaga kerja, indikator yang menunjukkan proses job matching berjalan efektif adalah….
A. Seluruh pelamar diterima perusahaan.
B. Kesesuaian antara kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan jabatan yang tersedia.
C. Banyaknya perusahaan yang hadir.
D. Banyaknya dokumen yang dicetak.
E. Jumlah pegawai pada unit kerja bertambah.
Jawaban: B
Pembahasan: Tujuan utama job matching adalah mencocokkan kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan perusahaan.
Soal 13
Seorang Pengantar Kerja diminta menyusun rekomendasi untuk mengurangi tingginya angka pengangguran di suatu daerah. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah….
A. Menentukan solusi tanpa data.
B. Mengumpulkan dan menganalisis data ketenagakerjaan daerah tersebut.
C. Menunggu arahan perusahaan.
D. Menggunakan rekomendasi daerah lain tanpa penyesuaian.
E. Mengurangi jumlah pencari kerja yang terdaftar.
Jawaban: B
Pembahasan: Penyusunan rekomendasi kebijakan harus didasarkan pada data dan analisis yang objektif.
Soal 14
Dalam kegiatan wawancara kerja, perusahaan meminta Pengantar Kerja memberikan penilaian terhadap calon pelamar. Peran Pengantar Kerja yang paling tepat adalah….
A. Menentukan siapa yang diterima bekerja.
B. Memberikan rekomendasi berdasarkan hasil asesmen dan kompetensi pelamar.
C. Menggantikan seluruh proses rekrutmen perusahaan.
D. Memilih pelamar berdasarkan kedekatan pribadi.
E. Menentukan besaran gaji pelamar.
Jawaban: B
Pembahasan: Pengantar Kerja berfungsi memberikan rekomendasi profesional berdasarkan hasil pelayanan penempatan.
Soal 15
Saat menyusun portofolio uji kompetensi, bukti yang paling relevan untuk menunjukkan kompetensi Pengantar Kerja adalah….
A. Foto kegiatan pribadi.
B. Bukti pelaksanaan pelayanan penempatan tenaga kerja, laporan kegiatan, inovasi, dan dokumen pendukung lainnya.
C. Riwayat pendidikan teman kerja.
D. Data perusahaan lain.
E. Surat undangan rapat umum.
Jawaban: B
Pembahasan: Portofolio harus memuat bukti nyata pelaksanaan tugas sesuai jabatan fungsional.
Soal 16
Dalam penyusunan karya tulis, rekomendasi yang baik harus….
A. Disusun tanpa analisis.
B. Berdasarkan asumsi pribadi.
C. Didukung data, analisis, dan dapat diterapkan untuk menyelesaikan permasalahan.
D. Menyalin karya orang lain.
E. Berisi opini tanpa referensi.
Jawaban: C
Pembahasan: Karya tulis dinilai dari kemampuan menganalisis masalah dan memberikan solusi yang logis.
Soal 17
Seorang pencari kerja mengeluhkan proses pelayanan yang lambat. Sebagai Pengantar Kerja, tindakan yang paling tepat adalah….
A. Mengabaikan keluhan.
B. Menyalahkan pencari kerja.
C. Menindaklanjuti keluhan secara profesional serta melakukan evaluasi terhadap proses pelayanan.
D. Meminta pencari kerja datang di hari lain tanpa penjelasan.
E. Menghapus data pencari kerja.
Jawaban: C
Pembahasan: Pengantar Kerja harus memberikan pelayanan prima dan menjadikan keluhan sebagai bahan evaluasi.
Soal 18
Dalam pelaksanaan Leaderless Group Discussion (LGD), peserta yang memperoleh penilaian terbaik adalah….
A. Peserta yang mendominasi seluruh pembicaraan.
B. Peserta yang tidak menyampaikan pendapat.
C. Peserta yang mampu bekerja sama, menyampaikan argumentasi logis, serta membantu kelompok mencapai kesepakatan.
D. Peserta yang selalu mengikuti pendapat orang lain.
E. Peserta yang berbicara paling lama.
Jawaban: C
Pembahasan: LGD menilai kepemimpinan, komunikasi, kerja sama, dan kemampuan menyelesaikan masalah.
Soal 19
Saat mengerjakan CAT, peserta menemukan soal studi kasus mengenai meningkatnya angka pengangguran akibat penutupan beberapa perusahaan. Solusi yang paling sesuai dengan tugas Pengantar Kerja adalah….
A. Mengabaikan kondisi tersebut.
B. Memberikan bantuan modal usaha secara langsung.
C. Mengoptimalkan pelayanan penempatan tenaga kerja, memperbarui informasi pasar kerja, serta memperkuat koordinasi dengan dunia usaha dan lembaga pelatihan.
D. Menutup layanan penempatan kerja.
E. Mengurangi jumlah pencari kerja yang terdaftar.
Jawaban: C
Pembahasan: Pengantar Kerja berperan aktif mempertemukan pencari kerja dengan pemberi kerja melalui pelayanan penempatan yang efektif.
Soal 20
Sebuah perusahaan melaporkan kekurangan tenaga kerja terampil, sementara di wilayah yang sama terdapat banyak pencari kerja yang belum memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri. Sebagai Pengantar Kerja, strategi yang paling tepat adalah….
A. Menunggu perusahaan mendapatkan tenaga kerja sendiri.
B. Mengarahkan seluruh pencari kerja melamar tanpa seleksi.
C. Berkoordinasi dengan lembaga pelatihan kerja, melakukan pemetaan kompetensi pencari kerja, serta memfasilitasi program link and match antara pelatihan dan kebutuhan industri.
D. Mengurangi jumlah lowongan yang diumumkan.
E. Menyarankan perusahaan merekrut tenaga kerja tanpa mempertimbangkan kompetensi.
Jawaban: C
Pembahasan: Soal ini menguji kemampuan HOTS dalam menganalisis permasalahan ketenagakerjaan, memanfaatkan informasi pasar kerja, membangun kemitraan dengan dunia usaha, serta menyusun strategi penempatan tenaga kerja yang efektif sesuai tugas dan fungsi Jabatan Fungsional Pengantar Kerja.
Ingin belajar lebih terarah untuk menghadapi Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Pengantar Kerja?

Kunjungi Fungsional.id dan dapatkan kisi-kisi terbaru, ratusan soal HOTS, simulasi CAT, contoh portofolio, policy brief, karya tulis, serta pembahasan lengkap yang disusun sesuai ketentuan Ujikom Pengantar Kerja. Persiapkan diri Anda sejak sekarang dan tingkatkan peluang meraih hasil terbaik bersama Fungsional.id .


