Soal UPKP Penyuluh Pertanian Gol II/d ke III/a + Pembahasan 

tumnail2

UPKP Penyuluh Pertanian Golongan II/d ke III/a menjadi salah satu tahapan penting bagi pegawai yang akan naik golongan dan perlu menunjukkan penguasaan kompetensi sesuai bidang tugasnya. Melalui artikel Soal UPKP Penyuluh Pertanian Gol II/d ke III/a + Pembahasan, Anda dapat mempelajari materi yang relevan sekaligus berlatih menghadapi soal yang menguji pemahaman penyuluhan pertanian, kelembagaan petani, teknologi budidaya, komunikasi penyuluhan, administrasi, pelayanan publik, hingga kemampuan menerapkan pengetahuan tersebut dalam situasi kerja.

Mengenal UPKP Penyuluh Pertanian Gol II/d ke III/a

UPKP Penyuluh Pertanian Golongan II/d ke III/a merupakan ujian yang berkaitan dengan kenaikan pangkat/golongan dan digunakan untuk menilai kesiapan pegawai dalam menjalankan tugas pada tingkat yang lebih tinggi. Bagi Penyuluh Pertanian, ujian tidak hanya menuntut pemahaman administrasi kepegawaian, tetapi juga penguasaan materi teknis penyuluhan dan kemampuan menerapkannya dalam kegiatan pendampingan petani.

Fokus penilaian dapat mencakup:

  • dasar-dasar penyuluhan pertanian;
  • perencanaan program penyuluhan;
  • identifikasi potensi dan masalah wilayah;
  • komunikasi serta metode penyuluhan;
  • kelembagaan petani dan kelompok tani;
  • pendampingan usaha tani;
  • teknologi budidaya pertanian;
  • perlindungan tanaman;
  • pengelolaan hasil dan pascapanen;
  • administrasi penyuluhan;
  • pelayanan publik;
  • etika dan profesionalisme;
  • pemecahan masalah dalam pelaksanaan tugas.

Materi UPKP Penyuluh Pertanian Gol II/d ke III/a

Materi UPKP Penyuluh Pertanian Golongan II/d ke III/a mencakup kompetensi teknis penyuluhan, administrasi pemerintahan, pelayanan publik, serta kemampuan memecahkan masalah di lapangan. Peserta perlu memahami teori sekaligus mampu menerapkannya dalam konteks pendampingan petani. Materi utama yang perlu dikuasai meliputi:

  • Dasar-Dasar Penyuluhan Pertanian
    Pengertian, tujuan, prinsip, fungsi, sasaran, serta peran penyuluh dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian petani.
  • Perencanaan Program Penyuluhan
    Identifikasi potensi wilayah, analisis kebutuhan, penetapan tujuan, penyusunan materi, metode, jadwal, serta evaluasi kegiatan penyuluhan.
  • Metode dan Media Penyuluhan
    Ceramah, diskusi, demonstrasi, sekolah lapang, kunjungan, temu lapang, media cetak, audiovisual, dan pemanfaatan teknologi digital.
  • Komunikasi Penyuluhan
    Teknik komunikasi efektif, pendekatan persuasif, penyampaian pesan, mendengarkan aktif, serta penanganan perbedaan pendapat di kelompok tani.
  • Kelembagaan Petani
    Kelompok tani, gabungan kelompok tani, pembagian peran, dinamika kelompok, kepemimpinan, dan penguatan kapasitas kelembagaan.
  • Adopsi Inovasi Pertanian
    Tahapan adopsi, faktor yang memengaruhi penerimaan teknologi, hambatan perubahan perilaku, serta strategi mempercepat adopsi inovasi.
  • Teknologi Budidaya Tanaman
    Pemilihan benih, pengolahan tanah, pemupukan, pengairan, pemeliharaan, panen, dan penerapan praktik budidaya yang baik.
  • Perlindungan Tanaman
    Identifikasi organisme pengganggu tanaman, pengendalian terpadu, penggunaan pestisida secara bijak, serta pencegahan kerugian hasil.
  • Pascapanen dan Pengolahan Hasil
    Penanganan hasil panen, penyimpanan, pengemasan, mutu produk, pengurangan kehilangan hasil, serta peningkatan nilai tambah.
  • Agribisnis dan Usaha Tani
    Perencanaan usaha, analisis biaya, pendapatan, pemasaran, rantai pasok, kemitraan, dan pengembangan usaha petani.
  • Pertanian Berkelanjutan
    Efisiensi sumber daya, konservasi tanah dan air, adaptasi terhadap perubahan iklim, serta pemanfaatan teknologi ramah lingkungan.
  • Administrasi Penyuluhan
    Penyusunan laporan, dokumentasi kegiatan, pencatatan data kelompok tani, monitoring, evaluasi, dan tindak lanjut program.
  • Pelayanan Publik dan Etika Aparatur
    Integritas, akuntabilitas, kedisiplinan, komunikasi dengan masyarakat, pelayanan tanpa diskriminasi, serta tanggung jawab terhadap tugas.
  • Pemecahan Masalah Lapangan
    Analisis penyebab masalah, penentuan prioritas, penyusunan alternatif solusi, koordinasi dengan pihak terkait, serta evaluasi hasil intervensi.

Kisi-Kisi Terbaru UPKP Penyuluh Pertanian Gol II/d ke III/a

Persiapan ujian untuk Penyuluh Pertanian Gol II/d ke III/a perlu mencakup dua kelompok besar, yaitu materi umum kenaikan pangkat PNS dan substansi teknis Penyuluh Pertanian.

Pedoman BKN terbaru menggunakan metode CAT BKN. Untuk Ujian Dinas Tingkat I, materi terdiri dari Tes Wawasan Kebangsaan, Tes Pengetahuan Umum, dan Tes Substansi Instansi.

1. Pancasila

Fokus materi:

  • kedudukan Pancasila;
  • nilai setiap sila;
  • penerapan Pancasila dalam tugas ASN;
  • persatuan dan toleransi;
  • integritas;
  • pelayanan kepada masyarakat.

Soal dapat berbentuk kasus yang meminta peserta memilih tindakan paling sesuai dengan nilai Pancasila.

2. UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945

Kuasai:

  • Pembukaan UUD 1945;
  • hak dan kewajiban warga negara;
  • sistem pemerintahan;
  • lembaga negara;
  • hubungan pusat dan daerah;
  • prinsip negara hukum.

3. Sejarah Indonesia

Materi:

  • pergerakan nasional;
  • Proklamasi Kemerdekaan;
  • pembentukan pemerintahan;
  • perjuangan mempertahankan kemerdekaan;
  • perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara.

4. Bahasa Indonesia

Fokus:

  • kalimat efektif;
  • ejaan;
  • kata baku;
  • ide pokok;
  • simpulan;
  • hubungan antarparagraf;
  • penyuntingan kalimat;
  • pemahaman teks kedinasan.

5. Sistem Perencanaan Pembangunan

Materi:

  • perencanaan pembangunan nasional;
  • RPJPN;
  • RPJMN;
  • RKP;
  • hubungan perencanaan pusat dan daerah;
  • keterkaitan program dengan target pembangunan.

Untuk Penyuluh Pertanian, pahami bagaimana program penyuluhan mendukung target pembangunan sektor pertanian.

6. Peraturan Kepegawaian

Fokus materi:

  • hak dan kewajiban PNS;
  • disiplin;
  • kinerja;
  • pengembangan kompetensi;
  • kenaikan pangkat;
  • jabatan fungsional;
  • kode etik;
  • netralitas;
  • tanggung jawab ASN.

Pedoman BKN memasukkan peraturan kepegawaian sebagai bagian Tes Pengetahuan Umum.

7. Pelayanan Publik

Kuasai:

  • prinsip pelayanan;
  • kepastian prosedur;
  • transparansi;
  • responsivitas;
  • non-diskriminasi;
  • penanganan keluhan;
  • orientasi kepentingan masyarakat.

Soal dapat menampilkan konflik kepentingan antara prosedur administrasi dan kebutuhan petani.

8. Perkantoran

Materi:

  • surat dinas;
  • tata naskah;
  • arsip;
  • pengelolaan dokumen;
  • agenda kegiatan;
  • laporan;
  • administrasi perkantoran;
  • pengelolaan data.

9. Literasi Digital

Fokus:

  • keamanan akun;
  • perlindungan data;
  • phishing;
  • penggunaan aplikasi perkantoran;
  • komunikasi digital;
  • verifikasi informasi;
  • etika penggunaan media digital.

Literasi digital merupakan salah satu bagian materi dalam pedoman ujian BKN terbaru.

10. Renstra dan Substansi Instansi

Kuasai:

  • visi dan misi instansi;
  • program strategis;
  • sasaran pembangunan pertanian;
  • struktur organisasi;
  • tugas unit kerja;
  • hubungan program penyuluhan dengan sasaran instansi.

Tes Substansi Instansi dalam pedoman BKN mencakup Renstra instansi/sistem perencanaan pembangunan daerah dan SOTK.

11. Tugas Pokok Penyuluh Pertanian

Regulasi Jabatan Fungsional terbaru menegaskan bahwa Penyuluh Pertanian bertugas melaksanakan penyuluhan kepada pelaku utama dan pelaku usaha serta melakukan penumbuhan dan pengembangan kelembagaan petani maupun kelembagaan ekonomi petani.

Fokus materi:

  • penyuluhan kepada petani;
  • pendampingan pelaku usaha;
  • diseminasi informasi;
  • kelembagaan petani;
  • kelembagaan ekonomi petani.

12. Data Potensi Wilayah

Kuasai:

  • identifikasi potensi;
  • data komoditas;
  • kondisi lahan;
  • sumber daya petani;
  • produktivitas;
  • masalah wilayah;
  • kebutuhan teknologi.

Data wilayah menjadi dasar penyusunan kegiatan penyuluhan dan pemilihan intervensi.

13. Perencanaan Penyuluhan

Fokus:

  • identifikasi masalah;
  • penetapan prioritas;
  • tujuan penyuluhan;
  • sasaran;
  • materi;
  • metode;
  • media;
  • jadwal;
  • indikator hasil.

Gunakan pola:

potensi → masalah → kebutuhan → tujuan → metode → evaluasi.

14. Metode Penyuluhan

Kuasai:

  • demonstrasi cara;
  • demonstrasi hasil;
  • sekolah lapang;
  • kunjungan;
  • diskusi kelompok;
  • temu tani;
  • penyuluhan massal;
  • media digital.

Soal dapat meminta peserta memilih metode berdasarkan karakter sasaran dan masalah.

15. Komunikasi Penyuluhan

Materi:

  • komunikasi dua arah;
  • komunikasi persuasif;
  • mendengarkan aktif;
  • penyampaian pesan;
  • hambatan komunikasi;
  • pendekatan kepada kelompok;
  • penggunaan bahasa sesuai sasaran.

16. Adopsi Inovasi

Fokus:

  • awareness;
  • interest;
  • evaluation;
  • trial;
  • adoption;
  • hambatan adopsi;
  • tingkat risiko;
  • manfaat inovasi;
  • pengaruh tokoh kelompok.

Soal HOTS dapat meminta strategi ketika petani menolak teknologi baru karena risiko dianggap terlalu tinggi.

17. Kelembagaan Petani

Materi:

  • kelompok tani;
  • gapoktan;
  • kepemimpinan;
  • pembagian peran;
  • dinamika kelompok;
  • penguatan organisasi;
  • kemandirian kelompok.

Regulasi terbaru juga mempertahankan penumbuhan dan pengembangan kelembagaan sebagai bagian utama ruang lingkup Penyuluh Pertanian.

18. Kelembagaan Ekonomi Petani

Fokus:

  • pengembangan usaha kelompok;
  • kemitraan;
  • pemasaran;
  • akses pembiayaan;
  • peningkatan posisi tawar;
  • pengelolaan usaha bersama.

19. Agribisnis

Kuasai:

  • analisis biaya;
  • pendapatan;
  • keuntungan;
  • rantai pasok;
  • pemasaran;
  • nilai tambah;
  • kemitraan.

20. Budidaya Pertanian

Materi teknis dasar:

  • benih;
  • pengolahan tanah;
  • pemupukan;
  • pengairan;
  • pemeliharaan;
  • panen;
  • produktivitas.

21. Pengendalian OPT

Fokus:

  • identifikasi OPT;
  • prinsip PHT;
  • monitoring;
  • ambang pengendalian;
  • pengendalian biologis;
  • penggunaan pestisida secara tepat.

22. Pascapanen

Kuasai:

  • kehilangan hasil;
  • sortasi;
  • penyimpanan;
  • pengeringan;
  • pengemasan;
  • mutu hasil;
  • distribusi.

23. Pertanian Berkelanjutan

Materi:

  • konservasi tanah;
  • efisiensi air;
  • efisiensi pupuk;
  • adaptasi perubahan iklim;
  • teknologi ramah lingkungan;
  • keberlanjutan usaha tani.

24. Diseminasi Informasi Pertanian

Regulasi terbaru untuk Jabatan Fungsional Penyuluh Pertanian memasukkan diseminasi materi dan informasi pertanian sebagai bagian kegiatan pada beberapa jenjang.

Kuasai:

  • pemilihan informasi;
  • validasi informasi;
  • media penyampaian;
  • penyesuaian bahasa;
  • evaluasi pemahaman petani.

25. Monitoring dan Evaluasi

Fokus:

  • indikator output;
  • outcome;
  • perubahan pengetahuan;
  • perubahan keterampilan;
  • perubahan perilaku;
  • tingkat adopsi;
  • produktivitas;
  • tindak lanjut.

26. Administrasi Penyuluhan

Materi:

  • pencatatan kegiatan;
  • laporan;
  • dokumentasi;
  • data kelompok tani;
  • data wilayah;
  • bukti pelaksanaan kegiatan.

27. Pemecahan Masalah Lapangan

Soal dapat berupa:

  • produktivitas turun;
  • petani menolak inovasi;
  • konflik kelompok;
  • distribusi pupuk bermasalah;
  • serangan OPT meningkat;
  • harga hasil panen turun;
  • program penyuluhan gagal mencapai target.

Gunakan pola:

identifikasi fakta → cari akar masalah → tentukan prioritas → pilih intervensi → evaluasi.

28. Integritas dan Profesionalisme

Fokus:

  • objektivitas;
  • kejujuran;
  • tidak memihak;
  • pelayanan tanpa diskriminasi;
  • penggunaan data yang benar;
  • menghindari konflik kepentingan.

29. Perkembangan Jabatan Fungsional Penyuluh Pertanian

Regulasi terbaru adalah PermenPANRB Nomor 23 Tahun 2024 yang kemudian diubah dengan PermenPANRB Nomor 11 Tahun 2025. Aturan tersebut masih berlaku dan mengatur kategori serta jenjang Penyuluh Pertanian, termasuk Pemula, Terampil, Mahir, Penyelia, Ahli Pertama, Ahli Muda, Ahli Madya, dan Ahli Utama.

Perubahan 2025 juga berkaitan dengan peningkatan pendayagunaan Penyuluh Pertanian untuk mendukung percepatan swasembada pangan.

30. Pelatihan dan Pengembangan Kompetensi

Permentan Nomor 35 Tahun 2025 mengatur penyelenggaraan pelatihan dan sertifikasi kompetensi sumber daya manusia pertanian, termasuk pelatihan teknis, fungsional, dan pengembangan kompetensi aparatur.

Karena itu, peserta juga perlu memahami pentingnya:

  • pengembangan kompetensi berkelanjutan;
  • peningkatan keterampilan teknis;
  • pembaruan informasi pertanian;
  • penggunaan teknologi;
  • pembelajaran sepanjang karier.

Contoh Soal UPKP Penyuluh Pertanian Gol II/d ke III/a dan Pembahasan

Contoh soal berikut menggabungkan materi umum ASN, pelayanan publik, administrasi, serta substansi teknis Penyuluh Pertanian. Soal dibuat berbasis kasus sehingga peserta perlu menganalisis masalah sebelum menentukan jawaban yang paling tepat.

Soal 1 — Nilai Pancasila

Dalam kegiatan pendampingan, penyuluh menemukan adanya perbedaan perlakuan terhadap anggota kelompok tani karena latar belakang sosialnya. Sikap yang paling tepat adalah ….

A. Memastikan seluruh anggota memperoleh pelayanan secara adil tanpa diskriminasi
B. Mengikuti keputusan ketua kelompok
C. Mendahulukan anggota yang paling berpengaruh
D. Menghindari keterlibatan
E. Melayani hanya anggota aktif

Jawaban: A

Pembahasan:
Pelayanan harus mencerminkan nilai keadilan, persamaan, dan penghormatan terhadap martabat setiap warga.

Soal 2 — Pelayanan Publik

Petani datang untuk meminta informasi bantuan program, tetapi dokumen yang dibawa belum lengkap. Tindakan penyuluh paling tepat adalah ….

A. Menolak tanpa penjelasan
B. Menjelaskan kekurangan dokumen dan prosedur yang harus dilengkapi secara jelas
C. Meminta petani kembali bulan berikutnya
D. Mengabaikan permintaan karena bukan tugas teknis
E. Mendahulukan petani yang dikenal

Jawaban: B

Pembahasan:
Pelayanan publik yang baik menekankan kejelasan prosedur, responsivitas, dan pelayanan tanpa diskriminasi.

Soal 3 — Perencanaan Penyuluhan

Produktivitas padi di suatu desa turun selama dua musim. Sebelum menentukan materi penyuluhan, langkah paling tepat adalah ….

A. Langsung memberikan pelatihan pemupukan
B. Membagikan pestisida
C. Mengidentifikasi penyebab penurunan produktivitas melalui data dan kondisi lapangan
D. Mengganti seluruh varietas
E. Menunggu musim berikutnya

Jawaban: C

Pembahasan:
Program penyuluhan harus berbasis masalah nyata. Analisis penyebab dilakukan sebelum menentukan intervensi.

Soal 4 — Metode Penyuluhan

Petani mengetahui teori penggunaan alat tanam baru, tetapi masih ragu karena belum pernah melihat penggunaannya.

Metode paling tepat adalah ….

A. Ceramah satu arah
B. Membagikan brosur
C. Mengirim pesan singkat
D. Demonstrasi cara secara langsung di lapangan
E. Memberikan ujian tertulis

Jawaban: D

Pembahasan:
Demonstrasi cara efektif ketika sasaran membutuhkan bukti praktis tentang bagaimana suatu teknologi digunakan.

Soal 5 — Adopsi Inovasi

Kelompok tani menolak varietas baru karena khawatir hasilnya tidak sesuai harapan. Penyuluh telah menjelaskan keunggulannya, tetapi petani masih ragu.

Langkah berikutnya paling tepat adalah ….

A. Memaksa petani menggunakannya
B. Menghentikan program
C. Menyalahkan kelompok
D. Mengganti ketua kelompok
E. Melakukan uji coba skala terbatas atau demonstrasi plot untuk menunjukkan hasil secara nyata

Jawaban: E

Pembahasan:
Hambatan adopsi dapat dikurangi dengan memberikan kesempatan mencoba inovasi dalam skala kecil sehingga risiko dirasakan lebih rendah.

Soal 6 — Komunikasi Penyuluhan

Saat diskusi kelompok, seorang petani mendominasi pembicaraan sehingga anggota lain tidak berani menyampaikan pendapat.

Tindakan penyuluh adalah ….

A. Memfasilitasi diskusi agar seluruh anggota memperoleh kesempatan berbicara
B. Membiarkan karena petani tersebut paling berpengalaman
C. Mengakhiri diskusi
D. Meminta anggota lain diam
E. Menyerahkan seluruh keputusan kepadanya

Jawaban: A

Pembahasan:
Penyuluhan partisipatif membutuhkan komunikasi dua arah dan ruang bagi seluruh anggota untuk menyampaikan kebutuhan maupun pendapat.

Soal 7 — Pengendalian OPT

Petani menemukan populasi hama meningkat, tetapi belum mencapai tingkat yang menimbulkan kerugian ekonomi berarti.

Pendekatan paling tepat adalah ….

A. Langsung menggunakan pestisida dosis tinggi
B. Melakukan monitoring dan menerapkan prinsip Pengendalian Hama Terpadu
C. Membakar seluruh tanaman
D. Menghentikan budidaya
E. Meningkatkan frekuensi pestisida sebagai pencegahan

Jawaban: B

Pembahasan:
Pengendalian Hama Terpadu menekankan monitoring, ambang pengendalian, dan kombinasi metode yang aman sebelum penggunaan pestisida secara intensif.

Soal 8 — Kelembagaan Petani

Kelompok tani sering gagal menjalankan kegiatan karena seluruh keputusan hanya dibuat ketua dan anggota kurang dilibatkan.

Langkah penyuluh paling tepat adalah ….

A. Mengganti kelompok
B. Membiarkan karena ketua memiliki kewenangan
C. Mendorong pembagian peran, partisipasi anggota, dan penguatan tata kelola kelompok
D. Membubarkan kelompok
E. Mengambil alih seluruh keputusan

Jawaban: C

Pembahasan:
Kelembagaan yang sehat membutuhkan partisipasi, pembagian tugas, dan kepemimpinan yang mampu memberdayakan anggota.

Soal 9 — Agribisnis

Petani berhasil meningkatkan produksi cabai, tetapi harga turun tajam saat panen raya.

Tindakan pendampingan paling relevan adalah ….

A. Menambah luas lahan
B. Meningkatkan penggunaan pupuk
C. Mengurangi pencatatan hasil
D. Membantu kelompok menganalisis pasar, alternatif pemasaran, pengolahan, dan kemitraan
E. Menunggu harga naik

Jawaban: D

Pembahasan:
Masalah tidak lagi berada pada produksi, tetapi pemasaran dan nilai tambah. Pendampingan perlu diarahkan pada sisi agribisnis.

Soal 10 — Pascapanen

Hasil panen jagung kelompok tani sering mengalami penurunan mutu selama penyimpanan karena kadar air terlalu tinggi.

Langkah paling tepat adalah ….

A. Menambah pupuk pada musim berikutnya
B. Menyimpan jagung lebih lama
C. Mengurangi sortasi
D. Meningkatkan volume produksi
E. Memperbaiki proses pengeringan dan kondisi penyimpanan

Jawaban: E

Pembahasan:
Kadar air tinggi meningkatkan risiko kerusakan selama penyimpanan. Penanganan pascapanen harus memperhatikan pengeringan dan kondisi gudang.

Soal 11 — Monitoring dan Evaluasi

Program penyuluhan menargetkan peningkatan penggunaan pupuk berimbang. Setelah kegiatan selesai, peserta mampu menjelaskan materi tetapi praktik pemupukan tidak berubah.

Kesimpulan yang paling tepat adalah ….

A. Output pengetahuan tercapai, tetapi outcome perubahan perilaku belum tercapai
B. Program sepenuhnya berhasil
C. Evaluasi tidak diperlukan
D. Petani gagal total
E. Program harus dihentikan

Jawaban: A

Pembahasan:
Keberhasilan penyuluhan tidak hanya diukur dari kehadiran atau pengetahuan, tetapi juga perubahan perilaku dan hasil.

Soal 12 — Administrasi Penyuluhan

Penyuluh menemukan data luas tanam pada laporan berbeda dengan hasil verifikasi lapangan.

Langkah paling tepat adalah ….

A. Menggunakan angka terbesar
B. Melakukan verifikasi dan memperbaiki data berdasarkan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan
C. Membiarkan agar laporan cepat selesai
D. Menyalin data tahun sebelumnya
E. Menghapus data tersebut

Jawaban: B

Pembahasan:
Data yang valid menjadi dasar perencanaan. Penyuluh harus menjaga akurasi dan integritas informasi.

Soal 13 — Literasi Digital

Sebuah pesan media sosial menyebutkan adanya pupuk baru yang diklaim mampu meningkatkan hasil 200% tanpa uji yang jelas. Banyak petani ingin segera membeli.

Tindakan paling tepat adalah ….

A. Langsung merekomendasikan karena viral
B. Menyebarkan ulang pesan
C. Memverifikasi informasi melalui sumber resmi dan bukti teknis sebelum memberikan rekomendasi
D. Melarang petani menggunakan internet
E. Membiarkan petani memutuskan tanpa edukasi

Jawaban: C

Pembahasan:
Literasi digital menuntut kemampuan memverifikasi sumber sebelum informasi digunakan untuk pengambilan keputusan.

Soal 14 — Pertanian Berkelanjutan

Daerah penyuluhan mengalami kekurangan air saat musim kemarau.

Strategi paling tepat adalah ….

A. Menambah penggunaan air tanpa batas
B. Memperluas lahan tanpa perencanaan
C. Menghentikan semua kegiatan pertanian
D. Mendorong efisiensi irigasi, pemilihan teknologi hemat air, dan penyesuaian pola tanam
E. Mengabaikan risiko iklim

Jawaban: D

Pembahasan:
Adaptasi perubahan iklim membutuhkan efisiensi sumber daya dan strategi budidaya yang sesuai kondisi wilayah.

Soal 15 — Integritas ASN

Seorang penyedia sarana pertanian memberikan hadiah kepada penyuluh dengan harapan produknya direkomendasikan kepada kelompok tani.

Sikap paling tepat adalah ….

A. Menerima karena bukan uang tunai
B. Membagikan hadiah kepada petani
C. Menerima selama produk berkualitas
D. Menyimpan hadiah tanpa melapor
E. Menolak dan menjaga rekomendasi tetap objektif serta bebas konflik kepentingan

Jawaban: E

Pembahasan:
Penyuluh harus menjaga integritas dan objektivitas agar rekomendasi didasarkan pada kebutuhan serta bukti, bukan keuntungan pribadi.

Soal 16 — Bahasa Indonesia Kedinasan

Dalam laporan, penyuluh menggunakan kalimat panjang yang ambigu sehingga tujuan kegiatan sulit dipahami.

Perbaikan paling tepat adalah ….

A. Menggunakan kalimat efektif, jelas, logis, dan sesuai kaidah bahasa Indonesia
B. Menambah istilah asing
C. Menggunakan singkatan sebanyak mungkin
D. Menghilangkan data utama
E. Membuat paragraf semakin panjang

Jawaban: A

Pembahasan:
Laporan kedinasan harus menggunakan bahasa yang jelas, efektif, dan tidak menimbulkan penafsiran ganda.

Soal 17 — Pelayanan Kelompok

Dua kelompok tani meminta pendampingan pada waktu yang sama. Salah satu menghadapi serangan OPT yang berpotensi menyebabkan kerugian luas, sedangkan kelompok lain meminta pendampingan administrasi rutin.

Prioritas penyuluh adalah ….

A. Kelompok yang lebih dekat lokasi rumah
B. Mendahulukan masalah OPT karena memiliki tingkat urgensi dan dampak lebih besar
C. Kelompok dengan anggota terbanyak tanpa melihat masalah
D. Administrasi rutin karena lebih mudah
E. Menunda keduanya

Jawaban: B

Pembahasan:
Prioritas ditentukan berdasarkan urgensi, risiko, dan dampak masalah, bukan kedekatan atau kemudahan pekerjaan.

Soal 18 — Analisis Usaha Tani

Petani merasa usaha taninya menguntungkan karena penerimaan penjualan lebih tinggi daripada biaya benih. Namun ia tidak menghitung pupuk, tenaga kerja, transportasi, dan biaya lainnya.

Tindakan penyuluh paling tepat adalah ….

A. Menyetujui perhitungan petani
B. Hanya menghitung biaya benih dan pupuk
C. Membantu menghitung seluruh biaya dan pendapatan untuk mengetahui keuntungan usaha secara lebih akurat
D. Mengabaikan biaya tenaga kerja
E. Menggunakan omzet sebagai keuntungan

Jawaban: C

Pembahasan:
Analisis usaha tani harus memperhitungkan keseluruhan biaya relevan agar keuntungan tidak dinilai secara keliru.

Soal 19 — Diseminasi Informasi

Penyuluh akan menyampaikan rekomendasi teknis kepada petani dengan tingkat pendidikan dan pengalaman yang beragam.

Strategi paling tepat adalah ….

A. Menggunakan istilah ilmiah sebanyak mungkin
B. Memberikan dokumen teknis tanpa penjelasan
C. Menggunakan satu pendekatan yang sama untuk semua kondisi
D. Menyesuaikan bahasa, media, dan metode dengan karakteristik sasaran
E. Menyampaikan materi hanya kepada ketua kelompok

Jawaban: D

Pembahasan:
Informasi akan lebih efektif jika disesuaikan dengan kemampuan, kebutuhan, serta karakter sasaran.

Soal 20 — Pemecahan Masalah

Program adopsi teknologi baru menunjukkan hasil rendah. Data menunjukkan petani memahami manfaat teknologi, tetapi biaya awal penerapan dianggap terlalu tinggi.

Langkah berikutnya paling tepat adalah ….

A. Mengulang ceramah dengan materi yang sama
B. Menyalahkan petani karena tidak inovatif
C. Menghentikan seluruh program
D. Memaksa penggunaan teknologi
E. Menyusun alternatif solusi yang mengurangi hambatan biaya, seperti uji skala kecil, akses pembiayaan, atau penerapan bertahap

Jawaban: E

Pembahasan:
Akar masalah bukan kurangnya pengetahuan, melainkan hambatan ekonomi. Solusi harus diarahkan pada penyebab utama tersebut.

Persiapkan UPKP Penyuluh Pertanian dengan Latihan yang Tepat

cta-4

Perbanyak latihan soal untuk memperkuat pemahaman penyuluhan pertanian, pelayanan publik, administrasi, agribisnis, kelembagaan petani, serta kemampuan memecahkan masalah di lapangan. Kunjungi fungsional.id untuk mengakses lebih banyak Soal UPKP Penyuluh Pertanian Gol II/d ke III/a lengkap dengan pembahasan dan simulasi CAT.

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Picture of Tim Asn

Tim Asn

Tim ASN adalah kelompok profesional yang terbiasa menyusun soal. Kami terdiri dari ahli berbagai bidang, berkomitmen menciptakan soal berkualitas tinggi yang relevan dengan kompetensi jabatan.