Seleksi BLUD RSUD Dr. Tjitrowardojo menjadi salah satu tahapan penting bagi pelamar yang ingin bergabung sebagai tenaga profesional di lingkungan rumah sakit. Melalui artikel Soal Seleksi BLUD RSUD Dr. Tjitrowardojo: Tes Tahap I & II, TKD, TKB + Pembahasan, Anda dapat mempelajari gambaran materi sekaligus berlatih menghadapi soal yang menguji kemampuan dasar, kompetensi bidang, pelayanan publik, komunikasi, ketelitian, pemecahan masalah, hingga kesiapan bekerja sesuai standar pelayanan rumah sakit.
Mengenal Seleksi BLUD RSUD Dr. Tjitrowardojo Tahap I dan II
Seleksi BLUD RSUD Dr. Tjitrowardojo umumnya dirancang untuk menilai kesiapan peserta dari sisi kemampuan dasar, kompetensi teknis, sikap kerja, serta kesesuaian dengan kebutuhan pelayanan rumah sakit. Karena itu, peserta perlu mempersiapkan diri tidak hanya pada soal pengetahuan umum, tetapi juga pada materi yang berkaitan dengan bidang formasi masing-masing.
Secara umum, materi seleksi dapat terbagi ke dalam beberapa bagian utama, seperti:
- Tes Tahap I
Berfokus pada penyaringan awal, seperti kemampuan dasar, ketelitian, logika, pelayanan publik, etika kerja, dan pemahaman umum tentang lingkungan rumah sakit. - Tes Tahap II
Lebih menekankan kompetensi yang berkaitan langsung dengan pekerjaan, termasuk pemecahan masalah, situasi kerja, komunikasi, profesionalisme, dan kemampuan teknis sesuai formasi. - Tes Kompetensi Dasar (TKD)
Menguji kemampuan umum seperti penalaran verbal, numerik, logika, wawasan pelayanan, integritas, disiplin, serta kemampuan mengambil keputusan secara objektif. - Tes Kompetensi Bidang (TKB)
Menguji pengetahuan dan keterampilan teknis sesuai posisi yang dilamar, misalnya tenaga kesehatan, administrasi, teknis, penunjang, atau formasi profesional lainnya.
Materi Seleksi BLUD RSUD Dr. Tjitrowardojo Terbaru
Materi Seleksi BLUD RSUD Dr. Tjitrowardojo perlu dipersiapkan dari dua sisi, yaitu kemampuan dasar pada Tahap I/TKD dan kompetensi teknis pada Tahap II/TKB. Selain itu, peserta juga perlu memahami situasi kerja rumah sakit, keselamatan pasien, pelayanan publik, teknologi informasi, dan profesionalisme.
A. Materi Tes Tahap I dan TKD
Materi yang perlu dikuasai antara lain:
- Kemampuan Verbal
Sinonim, antonim, analogi, hubungan kata, pemahaman bacaan, ide pokok, dan penarikan kesimpulan. - Kemampuan Numerik
Operasi hitung, persentase, perbandingan, rata-rata, deret angka, soal cerita, serta interpretasi data. - Penalaran Logis
Silogisme, hubungan sebab-akibat, analisis pernyataan, pola logika, dan pemecahan masalah. - Ketelitian dan Konsentrasi
Mencocokkan data, menemukan kesalahan, membaca tabel, urutan informasi, dan ketepatan administrasi. - Pelayanan Publik
Respons terhadap keluhan, pelayanan tanpa diskriminasi, komunikasi yang sopan, empati, dan penyelesaian masalah. - Integritas dan Etika Kerja
Kejujuran, disiplin, tanggung jawab, menjaga rahasia, menghindari konflik kepentingan, dan kepatuhan terhadap aturan. - Kerja Sama Tim
Koordinasi, komunikasi, penanganan konflik, pembagian tugas, dan kemampuan bekerja lintas profesi. - Situational Judgement Test
Memilih respons paling tepat ketika menghadapi masalah pelayanan, tekanan kerja, konflik, atau kondisi yang membutuhkan prioritas.
B. Materi Tes Tahap II dan TKB
TKB perlu disesuaikan dengan formasi yang dilamar, sehingga materi teknis antara tenaga kesehatan, administrasi, dan tenaga penunjang dapat berbeda.
1. Untuk Tenaga Kesehatan
Materi dapat mencakup:
- kompetensi klinis sesuai profesi;
- patient safety;
- pencegahan dan pengendalian infeksi;
- kegawatdaruratan dasar;
- komunikasi dengan pasien;
- dokumentasi pelayanan;
- etik profesi;
- kewenangan klinis;
- kolaborasi antarprofesi.
Pada 2026, RSUD dr. Tjitrowardojo masih menekankan proses kredensial untuk memastikan kompetensi tenaga kesehatan sesuai dengan kewenangan klinisnya.
2. Untuk Formasi Administrasi
Materi meliputi:
- tata naskah;
- pengarsipan;
- pengelolaan dokumen;
- pelayanan front office;
- pengolahan data;
- Microsoft Office;
- ketelitian administrasi;
- komunikasi;
- kerahasiaan data pasien.
3. Untuk Tenaga Penunjang
Materi menyesuaikan bidang, seperti:
- laboratorium;
- radiologi;
- farmasi;
- gizi;
- rekam medis;
- rehabilitasi medik;
- anestesi;
- sarana dan prasarana.
Kemampuan teknis harus selalu dikaitkan dengan SOP, keselamatan, mutu pelayanan, dan batas kewenangan.
Kisi-Kisi Seleksi BLUD RSUD Dr. Tjitrowardojo
Kisi-kisi Seleksi BLUD RSUD Dr. Tjitrowardojo perlu dipahami berdasarkan dua kelompok utama, yaitu Tes Tahap I/TKD untuk kemampuan dasar dan Tes Tahap II/TKB untuk kompetensi bidang sesuai formasi.
A. Kisi-Kisi Tes Tahap I / TKD
1. Kemampuan Verbal
- sinonim dan antonim;
- analogi kata;
- hubungan makna;
- ide pokok;
- simpulan;
- pemahaman bacaan;
- kalimat efektif.
2. Kemampuan Numerik
- operasi hitung;
- persentase;
- perbandingan;
- rata-rata;
- deret angka;
- soal cerita;
- interpretasi tabel dan grafik.
3. Penalaran Logis
- silogisme;
- logika pernyataan;
- sebab-akibat;
- analisis kondisi;
- pola hubungan;
- penarikan kesimpulan.
4. Ketelitian
- mencocokkan data;
- menemukan perbedaan;
- membaca kode;
- urutan angka/huruf;
- validasi data administrasi.
5. Pelayanan Publik
- menangani keluhan;
- komunikasi sopan;
- empati;
- pelayanan tanpa diskriminasi;
- penyelesaian masalah;
- orientasi kepuasan pengguna layanan.
6. Integritas dan Etika Kerja
- kejujuran;
- disiplin;
- tanggung jawab;
- kepatuhan SOP;
- kerahasiaan;
- konflik kepentingan.
7. Kerja Sama
- koordinasi;
- pembagian tugas;
- komunikasi tim;
- penyelesaian konflik;
- kolaborasi lintas profesi.
8. Situational Judgement Test
Soal dapat berupa situasi:
- pasien atau keluarga marah;
- rekan kerja melakukan kesalahan;
- pelayanan sedang padat;
- terjadi konflik dalam tim;
- terdapat dua pekerjaan dengan prioritas berbeda.
Fokus jawaban adalah tindakan yang paling aman, profesional, objektif, dan sesuai SOP.
B. Kisi-Kisi Tes Tahap II / TKB
Materi TKB harus disesuaikan dengan formasi yang dilamar.
1. Kompetensi Teknis Formasi
Untuk tenaga kesehatan:
- asuhan/pelayanan sesuai profesi;
- pemeriksaan;
- tindakan klinis;
- kegawatdaruratan;
- dokumentasi;
- batas kewenangan.
Untuk administrasi:
- surat-menyurat;
- arsip;
- pengolahan data;
- pelayanan front office;
- Microsoft Office;
- dokumentasi.
Untuk tenaga penunjang:
- materi teknis sesuai profesi;
- alat dan bahan;
- prosedur kerja;
- quality control;
- keselamatan kerja.
2. Keselamatan Pasien
- identifikasi pasien;
- komunikasi efektif;
- medication safety;
- pencegahan jatuh;
- keamanan tindakan;
- near miss;
- pelaporan insiden.
3. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi
- hand hygiene;
- APD;
- teknik aseptik;
- isolasi;
- sterilisasi;
- desinfeksi;
- limbah medis;
- pencegahan infeksi silang.
4. Kegawatdaruratan Dasar
- ABCDE;
- penurunan kesadaran;
- sesak;
- syok;
- perdarahan;
- kejang;
- henti jantung;
- BHD;
- aktivasi bantuan.
5. Rekam Medik Elektronik
- input data;
- ketepatan dokumentasi;
- kerahasiaan;
- keamanan akun;
- akses sesuai kewenangan;
- koreksi data;
- perlindungan informasi pasien.
6. K3 Rumah Sakit
- APD;
- pajanan biologis;
- needle stick injury;
- bahan berbahaya;
- kebakaran;
- evakuasi;
- ergonomi;
- insiden kerja.
7. Komunikasi dengan Pasien dan Keluarga
- pasien marah;
- keluarga menuntut informasi;
- pasien cemas;
- informed consent;
- kerahasiaan;
- komunikasi empatik.
8. Pelayanan Prima
- respons cepat;
- kejelasan informasi;
- keramahan;
- ketepatan pelayanan;
- penyelesaian keluhan;
- pelayanan tanpa diskriminasi.
9. Etika dan Profesionalisme
- tanggung jawab;
- disiplin;
- integritas;
- privasi;
- kerahasiaan pasien;
- batas kewenangan;
- kepatuhan terhadap SOP.
10. Dokumentasi dan Pelaporan
- pencatatan objektif;
- kelengkapan data;
- kronologi kejadian;
- laporan insiden;
- handover;
- koreksi dokumentasi yang benar.
11. Kerja Sama Antarprofesi
- koordinasi dengan dokter;
- perawat;
- farmasi;
- laboratorium;
- radiologi;
- administrasi;
- profesi penunjang lain.
12. Prioritas Pelayanan
Soal dapat menanyakan:
- siapa yang harus dilayani terlebih dahulu;
- kondisi mana yang paling mendesak;
- kapan tindakan harus dihentikan;
- kapan perlu eskalasi;
- siapa yang harus dihubungi.
Gunakan prinsip:
keselamatan → kegawatan → urgensi → kewenangan → koordinasi.
C. Fokus Khusus Lingkungan RSUD
Peserta juga perlu memahami karakter kerja rumah sakit, seperti:
- pelayanan rawat jalan;
- rawat inap;
- IGD;
- pelayanan intensif;
- pelayanan penunjang;
- rekam medis;
- alur pasien;
- mutu dan keselamatan.
Karena itu, soal dapat menampilkan situasi nyata di lingkungan rumah sakit, bukan hanya teori.
Contoh Soal Seleksi BLUD RSUD Dr. Tjitrowardojo Tahap I dan II + Pembahasan
Latihan berikut dibagi menjadi dua bagian. Tes Tahap I/TKD berfokus pada kemampuan verbal, numerik, logika, ketelitian, pelayanan, integritas, dan situational judgement. Sementara Tes Tahap II/TKB menilai kesiapan menghadapi situasi kerja rumah sakit, keselamatan pasien, PPI, kegawatdaruratan, RME, K3RS, serta profesionalisme.
A. Contoh Soal Tes Tahap I / TKD
Soal 1 — Pelayanan Publik
Seorang keluarga pasien datang ke loket dengan nada tinggi karena merasa antreannya terlalu lama. Setelah diperiksa, keterlambatan terjadi karena proses verifikasi data sebelumnya belum selesai.
Respons petugas paling tepat adalah ….
A. Menjelaskan kondisi dengan tenang, memeriksa progres layanan, dan memberikan informasi tindak lanjut yang jelas
B. Meminta keluarga menunggu tanpa penjelasan
C. Membalas dengan nada tegas agar keluarga tertib
D. Mengarahkan langsung kepada petugas keamanan
E. Mendahulukan keluarga tersebut agar tidak komplain
Jawaban: A
Pembahasan:
Pelayanan yang baik membutuhkan empati, kejelasan informasi, dan penyelesaian masalah. Mendahulukan tanpa dasar justru dapat menimbulkan ketidakadilan terhadap pengguna layanan lain.
Soal 2 — Numerik
Jumlah pasien rawat jalan selama lima hari berturut-turut adalah 180, 210, 195, 225, dan 240 pasien. Rata-rata jumlah pasien per hari adalah ….
A. 205
B. 210
C. 215
D. 220
E. 225
Jawaban: B
Pembahasan:
Total = 180 + 210 + 195 + 225 + 240 = 1.050.
Rata-rata = 1.050 ÷ 5 = 210 pasien.
Soal 3 — Penalaran Logis
Semua tenaga yang bertugas di ruang isolasi wajib menggunakan APD sesuai risiko. Sebagian petugas laboratorium bertugas di ruang isolasi.
Kesimpulan paling tepat adalah ….
A. Semua petugas laboratorium selalu memakai APD lengkap
B. Semua petugas rumah sakit bertugas di ruang isolasi
C. Sebagian petugas laboratorium wajib menggunakan APD sesuai risiko ketika bertugas di ruang isolasi
D. Tidak ada petugas laboratorium yang bertugas di isolasi
E. APD hanya digunakan petugas laboratorium
Jawaban: C
Pembahasan:
Premis hanya menjelaskan sebagian petugas laboratorium bertugas di ruang isolasi. Karena itu, kelompok tersebut wajib mengikuti ketentuan APD ketika menjalankan tugas di sana.
Soal 4 — Ketelitian Data
Dalam daftar pasien terdapat data berikut:
- 012845 — Andi Saputra
- 012854 — Andi Saputra
- 012458 — Andi Saputra
Petugas harus menginput hasil pemeriksaan untuk nomor rekam medis 012854. Tindakan paling tepat adalah ….
A. Memilih data pertama karena namanya sama
B. Menggunakan tanggal lahir saja
C. Memilih nomor yang paling mirip
D. Memastikan kecocokan nomor rekam medis dan identitas tambahan sebelum input
E. Menginput ke semua data untuk berjaga-jaga
Jawaban: D
Pembahasan:
Nama yang sama tidak cukup untuk memastikan identitas. Verifikasi perlu menggunakan identitas yang spesifik untuk mencegah kesalahan data.
Soal 5 — Integritas
Seorang rekan meminta Anda mencatat waktu kedatangannya lebih awal agar tidak tercatat terlambat.
Respons paling tepat adalah ….
A. Membantu karena hanya sekali
B. Mengubah data sedikit agar tidak terlihat
C. Membiarkan orang lain melakukannya
D. Menunggu atasan mengetahui sendiri
E. Menolak karena pencatatan kehadiran harus sesuai kondisi sebenarnya
Jawaban: E
Pembahasan:
Manipulasi data kehadiran bertentangan dengan integritas dan akuntabilitas kerja.
Soal 6 — Kemampuan Verbal
Kalimat yang paling efektif adalah ….
A. Petugas segera menghubungi unit terkait agar proses pelayanan dapat ditindaklanjuti
B. Petugas dengan segera kemudian menghubungi unit terkait supaya agar dapat ditindaklanjuti
C. Petugas menghubungi unit yang terkait terkait pelayanan
D. Petugas segera langsung menghubungi unit terkait tersebut
E. Petugas menghubungi agar supaya proses segera ditindaklanjuti
Jawaban: A
Pembahasan:
Kalimat A ringkas, jelas, tidak memiliki pengulangan makna, dan hubungan antarunsurnya logis.
Soal 7 — Numerik Persentase
Sebuah unit menerima 400 kunjungan pasien. Sebanyak 12% di antaranya merupakan pasien baru. Jumlah pasien baru adalah ….
A. 36
B. 48
C. 52
D. 60
E. 72
Jawaban: B
Pembahasan:
12% × 400 = 48 pasien.
Soal 8 — Situational Judgement
Dua pekerjaan harus diselesaikan bersamaan. Satu berupa laporan rutin yang tenggatnya hari ini, sedangkan satu lagi adalah permintaan verifikasi data pasien yang diperlukan segera untuk proses pelayanan.
Tindakan terbaik adalah ….
A. Menyelesaikan laporan dahulu karena sudah direncanakan
B. Mengabaikan keduanya sampai ada instruksi
C. Memprioritaskan verifikasi yang berdampak langsung pada pelayanan, lalu mengatur penyelesaian laporan secara efektif
D. Menyerahkan semua pekerjaan kepada rekan
E. Menyelesaikan tugas yang paling mudah
Jawaban: C
Pembahasan:
Prioritas ditentukan berdasarkan urgensi dan dampak. Kebutuhan yang langsung memengaruhi pelayanan pasien lebih mendesak, tetapi tanggung jawab laporan tetap perlu diselesaikan.
Soal 9 — Kerja Sama
Seorang anggota tim melakukan kesalahan input data yang dapat segera diperbaiki dan belum menimbulkan dampak pada pasien.
Sikap paling tepat adalah ….
A. Menyebarkan kesalahan kepada rekan lain
B. Mengabaikan agar tidak terjadi konflik
C. Mengambil alih semua pekerjaannya
D. Menginformasikan kesalahan secara profesional, memperbaiki data, dan membantu mencegah pengulangan
E. Langsung meminta petugas tersebut dipindahkan
Jawaban: D
Pembahasan:
Kerja sama yang sehat berfokus pada perbaikan masalah dan pencegahan, bukan mempermalukan individu.
Soal 10 — Logika Prioritas
Tiga permintaan masuk bersamaan: pasien menanyakan arah poli, atasan meminta dokumen rapat sore, dan unit pelayanan melaporkan data pasien tertukar.
Prioritas pertama adalah ….
A. Menunjukkan arah poli
B. Menyiapkan dokumen rapat
C. Menjawab semua permintaan secara bersamaan
D. Menunggu instruksi atasan
E. Menangani potensi tertukarnya data pasien karena berdampak pada keselamatan dan pelayanan
Jawaban: E
Pembahasan:
Kesalahan data pasien memiliki risiko langsung terhadap keselamatan dan ketepatan pelayanan sehingga harus diprioritaskan.
B. Contoh Soal Tes Tahap II / TKB
Soal 11 — Keselamatan Pasien
Dua pasien memiliki nama yang hampir sama dan dijadwalkan menjalani pemeriksaan berbeda. Sebelum tindakan dilakukan, petugas menemukan gelang identitas salah satu pasien tidak terbaca jelas.
Tindakan pertama adalah ….
A. Menghentikan proses sementara dan melakukan verifikasi identitas menggunakan minimal dua identitas yang valid
B. Menggunakan nomor kamar sebagai identitas
C. Menanyakan nama saja
D. Mengikuti jadwal yang tertulis
E. Meminta keluarga menentukan pasien
Jawaban: A
Pembahasan:
Identifikasi pasien harus dilakukan secara akurat sebelum tindakan untuk mencegah wrong patient atau wrong procedure.
Soal 12 — Pencegahan Infeksi
Petugas telah menggunakan sarung tangan saat menangani bahan terkontaminasi, lalu hendak menyentuh komputer di nurse station.
Tindakan paling tepat adalah ….
A. Menyentuh komputer karena masih menggunakan sarung tangan
B. Melepas sarung tangan, melakukan hand hygiene, kemudian menyentuh peralatan bersih
C. Menyemprot sarung tangan dengan alkohol
D. Menggunakan keyboard dengan ujung sarung tangan
E. Meminta orang lain menekan tombol
Jawaban: B
Pembahasan:
Sarung tangan yang terkontaminasi dapat menjadi media transmisi. Perpindahan dari area kotor ke bersih memerlukan pelepasan sarung tangan dan hand hygiene.
Soal 13 — Rekam Medik Elektronik
Seorang pegawai meninggalkan komputer dalam keadaan akun RME masih aktif dan pergi cukup lama.
Risiko utama adalah ….
A. Komputer menjadi lambat
B. Data otomatis hilang
C. Orang lain dapat mengakses atau mengubah data menggunakan akun yang bukan miliknya
D. Printer tidak berfungsi
E. Sistem otomatis logout permanen
Jawaban: C
Pembahasan:
Akun RME bersifat personal. Membiarkan akun terbuka menimbulkan risiko kebocoran data, akses tidak sah, dan masalah audit trail.
Soal 14 — K3RS
Petugas tertusuk jarum bekas setelah tindakan.
Langkah yang paling tepat adalah ….
A. Menutup luka dan kembali bekerja
B. Memijat luka sekuat mungkin
C. Menunggu sampai muncul gejala
D. Melakukan pertolongan awal dan segera mengikuti prosedur pelaporan serta evaluasi pajanan
E. Menganggap tidak berisiko karena lukanya kecil
Jawaban: D
Pembahasan:
Needle stick injury membutuhkan tindakan cepat, pelaporan, risk assessment, dan tindak lanjut sesuai protokol pajanan.
Soal 15 — Kegawatdaruratan Dasar
Seseorang tiba-tiba kolaps di area rumah sakit. Ia tidak merespons dan tidak bernapas normal.
Tindakan paling tepat adalah ….
A. Membawanya ke kursi roda
B. Memberikan minum
C. Menunggu dokter datang
D. Memeriksa identitas terlebih dahulu
E. Mengaktifkan bantuan kegawatdaruratan dan memulai BHD sesuai prosedur
Jawaban: E
Pembahasan:
Tidak responsif dan tidak bernapas normal harus diperlakukan sebagai kondisi henti jantung sampai terbukti sebaliknya. Aktivasi bantuan dan BHD tidak boleh ditunda.
Soal 16 — Kerahasiaan
Seorang tetangga mengetahui Anda bekerja di rumah sakit dan meminta informasi apakah kerabatnya sedang dirawat serta diagnosisnya.
Respons paling tepat adalah ….
A. Menjaga kerahasiaan dan tidak memberikan informasi tanpa dasar kewenangan atau persetujuan yang sah
B. Memberikan diagnosis tetapi tidak nomor kamar
C. Memberi tahu secara lisan saja
D. Menunjukkan data tanpa mencetaknya
E. Memberi informasi jika orang tersebut mengenal pasien
Jawaban: A
Pembahasan:
Informasi medis merupakan data rahasia. Hubungan pribadi tidak menjadi dasar untuk membuka informasi pasien.
Soal 17 — Komunikasi Efektif
Keluarga pasien marah karena belum memahami alasan pemeriksaan tambahan yang diminta tim medis.
Sikap petugas yang paling tepat adalah ….
A. Menyuruh keluarga membaca informasi sendiri
B. Mendengarkan keluhan, memberikan penjelasan sesuai kewenangan, dan mengarahkan ke tenaga yang tepat bila membutuhkan informasi klinis lebih lanjut
C. Menjawab dengan istilah medis sebanyak mungkin
D. Menghindari keluarga
E. Menyatakan keputusan tidak dapat dipertanyakan
Jawaban: B
Pembahasan:
Petugas perlu menunjukkan empati dan komunikasi yang jelas, tetapi tetap menjaga batas kewenangan saat menjelaskan informasi klinis.
Soal 18 — Insiden Keselamatan
Obat hampir diberikan kepada pasien yang salah, tetapi kesalahan ditemukan sebelum obat masuk.
Tindakan paling tepat adalah ….
A. Tidak melakukan apa pun karena belum terjadi cedera
B. Menghapus catatan kejadian
C. Melaporkan sebagai near miss dan melakukan evaluasi penyebab untuk mencegah kejadian serupa
D. Menyalahkan petugas yang menyiapkan obat
E. Memindahkan pasien ke ruangan lain
Jawaban: C
Pembahasan:
Near miss merupakan sumber pembelajaran penting. Pelaporan membantu rumah sakit memperbaiki sistem sebelum terjadi insiden yang mencederai pasien.
Soal 19 — Profesionalisme
Petugas diminta atasannya melakukan tindakan yang menurut SOP berada di luar kewenangannya.
Tindakan paling tepat adalah ….
A. Melakukan karena diperintahkan atasan
B. Melakukan hanya sebagian
C. Meminta rekan lain melakukannya tanpa penjelasan
D. Menjelaskan batas kewenangan dan mengarahkan tindakan kepada petugas yang memiliki kompetensi serta kewenangan
E. Meninggalkan unit kerja
Jawaban: D
Pembahasan:
Instruksi atasan tidak menghapus tanggung jawab profesional. Setiap tindakan harus dilakukan sesuai kompetensi dan kewenangan.
Soal 20 — Prioritas Pelayanan
Dalam waktu bersamaan terdapat empat kondisi:
- pasien meminta salinan jadwal kontrol;
- keluarga menanyakan lokasi kantin;
- seorang pasien mengeluh sesak mendadak;
- petugas membutuhkan formulir administratif.
Prioritas pertama adalah ….
A. Memberikan jadwal kontrol
B. Menunjukkan lokasi kantin
C. Mencari formulir
D. Menyelesaikan tugas yang paling cepat
E. Menangani pasien yang mengalami sesak mendadak dan mengaktifkan bantuan sesuai kondisi
Jawaban: E
Pembahasan:
Keluhan sesak mendadak memiliki potensi mengancam keselamatan sehingga harus didahulukan daripada kebutuhan administratif.
Persiapkan Seleksi BLUD RSUD Dr. Tjitrowardojo dengan Latihan yang Tepat

Perbanyak latihan soal untuk menghadapi Tes Tahap I, Tahap II, TKD, dan TKB, mulai dari kemampuan dasar, logika, pelayanan publik, hingga kompetensi teknis dan situasi kerja di rumah sakit. Kunjungi fungsional.id untuk mengakses lebih banyak Soal Seleksi BLUD RSUD Dr. Tjitrowardojo lengkap dengan pembahasan dan simulasi CAT.


