Persiapan menghadapi UPKP Tingkat III perlu dilakukan secara terarah karena peserta akan berhadapan dengan beberapa jenis tes yang memiliki fokus penilaian berbeda. Mulai dari Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Kompetensi Teknis (TKT), Tes Substansi Instansi (TSI), hingga Tes Karakteristik Pribadi (TKP), setiap materi membutuhkan pemahaman konsep sekaligus kemampuan menerapkannya ketika menjawab soal.
Melalui artikel Soal UPKP Tingkat III: TWK, TKT, TSI & TKP, peserta dapat mempelajari materi sekaligus memperbanyak latihan sebelum mengikuti ujian. Pembahasan akan mencakup kisi-kisi, materi penting, serta contoh soal yang dapat digunakan untuk mengenali karakter pertanyaan dan melatih kemampuan menentukan jawaban secara lebih tepat.
Daftar Isi
ToggleMengenal UPKP Tingkat III dan Kompetensi yang Diujikan
Ujian Penyesuaian Kenaikan Pangkat (UPKP) merupakan salah satu mekanisme yang berkaitan dengan penyesuaian kenaikan pangkat bagi Pegawai Negeri Sipil yang memenuhi persyaratan sesuai ketentuan instansi dan peraturan yang berlaku. Dalam menghadapi UPKP Tingkat III, peserta perlu mempersiapkan pengetahuan sekaligus kemampuan memahami dan menganalisis berbagai persoalan yang berkaitan dengan tugas sebagai aparatur.
1. Tujuan Pelaksanaan UPKP
UPKP pada dasarnya digunakan untuk mengukur kesiapan dan kompetensi peserta dalam proses penyesuaian kenaikan pangkat. Oleh karena itu, peserta tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman kerja, tetapi juga perlu mempersiapkan materi yang akan diujikan.
2. Kemampuan yang Perlu Dipersiapkan
Persiapan UPKP Tingkat III dapat diarahkan pada beberapa kemampuan utama, yaitu:
- pemahaman wawasan kebangsaan;
- pengetahuan mengenai pemerintahan dan ASN;
- kompetensi teknis sesuai bidang pekerjaan;
- pemahaman terhadap tugas dan fungsi instansi;
- kemampuan menganalisis permasalahan;
- orientasi pelayanan publik;
- integritas dan profesionalitas;
- kemampuan beradaptasi dan bekerja sama.
3. Kelompok Materi Tes
Dalam artikel ini, pembahasan latihan UPKP Tingkat III difokuskan pada empat kelompok materi, yaitu:
TWK (Tes Wawasan Kebangsaan)
Mengukur pemahaman peserta mengenai nilai kebangsaan, dasar negara, konstitusi, pemerintahan, dan kehidupan berbangsa serta bernegara.
TKT (Tes Kompetensi Teknis)
Mengukur kemampuan peserta dalam memahami dan menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan kompetensi teknis pekerjaan.
TSI (Tes Substansi Instansi)
Berfokus pada pengetahuan peserta mengenai organisasi, tugas dan fungsi, kebijakan, program, serta substansi pekerjaan pada instansi masing-masing.
TKP (Tes Karakteristik Pribadi)
Mengukur respons peserta terhadap berbagai situasi kerja, seperti pelayanan publik, integritas, kerja sama, profesionalitas, adaptasi, dan penyelesaian masalah.
Materi UPKP Tingkat III: TWK, TKT, TSI & TKP
Materi UPKP Tingkat III perlu dipelajari berdasarkan kelompok kompetensi yang diujikan. Setiap bagian memiliki fokus berbeda, mulai dari wawasan kebangsaan hingga kemampuan menentukan tindakan yang tepat dalam situasi kerja.
1. Materi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)
TWK berfokus pada pemahaman mengenai kehidupan berbangsa, bernegara, serta penyelenggaraan pemerintahan.
Materi yang perlu dipelajari antara lain:
- Pancasila;
- Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
- Negara Kesatuan Republik Indonesia;
- Bhinneka Tunggal Ika;
- sejarah perjuangan bangsa;
- sistem pemerintahan Indonesia;
- lembaga-lembaga negara;
- hak dan kewajiban warga negara;
- nasionalisme;
- integritas;
- bela negara;
- bahasa Indonesia.
Soal dapat dikembangkan dalam bentuk kasus sehingga peserta perlu menerapkan nilai kebangsaan dalam situasi tertentu, bukan sekadar menghafal materi.
2. Materi Tes Kompetensi Teknis (TKT)
TKT berhubungan dengan pengetahuan dan kemampuan teknis yang diperlukan dalam menjalankan pekerjaan.
Materi dapat mencakup:
- pelaksanaan tugas jabatan;
- administrasi pemerintahan;
- pelayanan publik;
- pengelolaan dokumen;
- penyusunan laporan;
- tata naskah dinas;
- pengelolaan data;
- penggunaan teknologi informasi;
- penyelesaian masalah pekerjaan;
- penerapan prosedur kerja.
Materi teknis dapat berbeda sesuai jabatan dan instansi peserta, sehingga penting mempelajari tugas, fungsi, serta prosedur pekerjaan masing-masing.
3. Materi Tes Substansi Instansi (TSI)
TSI mengukur sejauh mana peserta memahami organisasi tempatnya bekerja.
Materi yang perlu dipersiapkan dapat meliputi:
- visi dan misi instansi;
- struktur organisasi;
- tugas dan fungsi;
- unit kerja;
- program dan kegiatan;
- kebijakan instansi;
- regulasi sektoral;
- pelayanan yang diselenggarakan;
- proses bisnis organisasi;
- isu strategis instansi.
Untuk bagian ini, peserta perlu mempelajari peraturan organisasi, dokumen resmi, SOP, kebijakan, dan informasi terbaru dari instansi masing-masing.
4. Materi Tes Karakteristik Pribadi (TKP)
TKP umumnya berbentuk situasi pekerjaan. Peserta diminta memilih respons yang menunjukkan perilaku profesional sebagai aparatur.
Aspek yang perlu dipahami antara lain:
- pelayanan publik;
- integritas;
- profesionalisme;
- kerja sama;
- komunikasi;
- kemampuan beradaptasi;
- pengendalian diri;
- orientasi hasil;
- tanggung jawab;
- pengambilan keputusan;
- penyelesaian konflik;
- penggunaan teknologi;
- kemampuan bekerja dalam keberagaman.
Dalam mengerjakan TKP, peserta sebaiknya memahami prinsip profesional dan menjawab secara konsisten sesuai konteks soal.
5. Administrasi Pemerintahan
Materi administrasi perlu diperhatikan karena berkaitan dengan pekerjaan aparatur, seperti:
- penyelenggaraan administrasi;
- kewenangan pemerintahan;
- pelayanan masyarakat;
- prosedur kerja;
- koordinasi;
- dokumentasi;
- pertanggungjawaban pekerjaan.
6. Manajemen ASN
Peserta juga perlu memahami dasar-dasar pengelolaan ASN, antara lain:
- kedudukan ASN;
- fungsi dan peran ASN;
- hak dan kewajiban;
- kode etik dan perilaku;
- sistem merit;
- pengembangan kompetensi;
- kinerja;
- disiplin;
- profesionalitas;
- pelayanan publik.
Gunakan regulasi ASN terbaru sebagai bahan belajar karena ketentuan dapat mengalami perubahan.
7. Pelayanan Publik
Materi ini dapat muncul dalam TKT maupun TKP. Fokus belajarnya antara lain:
- prinsip pelayanan;
- standar pelayanan;
- kebutuhan masyarakat;
- penanganan pengaduan;
- komunikasi pelayanan;
- pelayanan yang adil dan tidak diskriminatif;
- peningkatan kualitas pelayanan.
Kisi-Kisi UPKP Tingkat III Terbaru
Berdasarkan pedoman BKN dan ketentuan penyelenggaraan UPKP Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026, peserta UPKP Tingkat III perlu mempersiapkan empat kelompok tes utama, yaitu Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Kompetensi Teknis (TKT), Tes Substansi Instansi (TSI), dan Tes Kompetensi Penunjang (TKP). Khusus Tingkat III juga terdapat Karya Tulis.
1. Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)
Untuk kelompok pendidikan D3 sampai S2, termasuk UPKP Tingkat III, TWK terdiri dari 30 soal.
Kisi-kisi materinya meliputi:
- Pancasila: 10 soal
- UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945: 10 soal
- Bahasa Indonesia: 5 soal
- Sejarah Indonesia: 5 soal
Fokus Pancasila.
Pelajari:
- sejarah perumusan Pancasila;
- kedudukan dan fungsi Pancasila;
- nilai setiap sila;
- penerapan Pancasila;
- hubungan antarsila;
- Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi;
- penerapan nilai Pancasila dalam tugas ASN.
Soal dapat berbentuk kasus yang meminta peserta menentukan tindakan paling sesuai dengan nilai Pancasila.
Fokus UUD 1945
Pelajari:
- Pembukaan UUD 1945;
- pokok-pokok konstitusi;
- lembaga negara;
- kekuasaan pemerintahan;
- pemerintahan daerah;
- hak dan kewajiban warga negara;
- HAM;
- hubungan antarlembaga negara.
Fokus Bahasa Indonesia
Prioritaskan:
- kalimat efektif;
- ejaan;
- pilihan kata;
- ide pokok;
- pemahaman bacaan;
- penyusunan kalimat;
- penggunaan bahasa dalam dokumen kedinasan.
Fokus Sejarah Indonesia
Materi dapat mencakup:
- pergerakan nasional;
- proses kemerdekaan;
- Proklamasi;
- pembentukan pemerintahan Indonesia;
- perjalanan konstitusi;
- peristiwa penting dalam mempertahankan kemerdekaan.
2. Tes Kompetensi Teknis (TKT)
UPKP Tingkat III memiliki 25 soal TKT.
Untuk kelompok D3 sampai S2, kisi-kisi TKT diarahkan pada:
- Peraturan Kepegawaian: 10 soal
- Pelayanan Publik: 5 soal
- Good Governance: 5 soal
- Kebijakan Publik: 5 soal
Fokus Peraturan Kepegawaian
Pelajari:
- manajemen ASN;
- kedudukan dan peran ASN;
- hak dan kewajiban;
- kode etik dan kode perilaku;
- sistem merit;
- pengembangan kompetensi;
- pengelolaan kinerja;
- disiplin;
- kenaikan pangkat;
- pengembangan karier.
Untuk persiapan 2026, gunakan regulasi ASN dan aturan turunannya yang masih berlaku sebagai rujukan belajar.
Fokus Pelayanan Publik
Pelajari:
- prinsip pelayanan publik;
- standar pelayanan;
- hak dan kewajiban penyelenggara serta masyarakat;
- pengelolaan pengaduan;
- peningkatan kualitas pelayanan;
- pelayanan nondiskriminatif;
- evaluasi pelayanan.
Fokus Good Governance
Materi dapat diarahkan pada:
- akuntabilitas;
- transparansi;
- efektivitas;
- efisiensi;
- partisipasi;
- kepastian hukum;
- responsivitas;
- profesionalitas aparatur.
Fokus Kebijakan Publik
Pelajari:
Identifikasi masalah → formulasi kebijakan → penetapan → implementasi → monitoring → evaluasi kebijakan.
Soal HOTS dapat memberikan kasus pelayanan atau organisasi kemudian meminta peserta menentukan kebijakan atau tindakan yang paling tepat.
3. Tes Substansi Instansi (TSI)
TSI terdiri dari 30 soal, dengan pembagian:
- Renstra Instansi/Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah: 15 soal
- SOTK: 15 soal
Fokus Renstra dan Perencanaan
Pelajari dokumen resmi instansi masing-masing, terutama:
- visi dan misi;
- tujuan;
- sasaran;
- program;
- indikator kinerja;
- target;
- isu strategis;
- prioritas pembangunan;
- hubungan program unit kerja dengan perencanaan daerah.
Fokus SOTK
Pelajari Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) instansi masing-masing:
- kedudukan organisasi;
- struktur organisasi;
- tugas dan fungsi;
- kewenangan;
- pembagian unit kerja;
- hubungan antarunit;
- tugas jabatan;
- koordinasi.
TSI menjadi bagian yang sangat instansi-spesifik, sehingga peserta perlu menggunakan Renstra, SOTK, serta regulasi organisasi terbaru dari instansi tempat bekerja.
4. Tes Kompetensi Penunjang (TKP)
Untuk UPKP Tingkat III terdapat 15 soal TKP.
Dalam pedoman pelaksanaan Jawa Tengah 2026, materi penunjang diarahkan pada:
- Bahasa Inggris: 10 soal
- Literasi Digital: 5 soal
Fokus Bahasa Inggris
Pelajari kemampuan dasar seperti:
- vocabulary;
- grammar;
- reading comprehension;
- memahami informasi tertulis;
- penggunaan kata dalam konteks;
- teks sederhana terkait pekerjaan.
Fokus Literasi Digital
Materinya dapat mencakup:
- penggunaan teknologi informasi;
- pengelolaan informasi digital;
- keamanan data;
- komunikasi digital;
- etika digital;
- perlindungan akun;
- verifikasi informasi;
- penggunaan teknologi dalam pekerjaan pemerintahan.
5. Karya Tulis UPKP Tingkat III
Khusus UPKP Tingkat III, peserta juga perlu mempersiapkan Karya Tulis.
Topik karya tulis harus memiliki keterkaitan antara pendidikan yang diperoleh dengan tugas pokok dan fungsi SKPD/unit kerja peserta.
Struktur yang perlu dipersiapkan:
Judul → Pendahuluan → Latar Belakang → Ruang Lingkup → Maksud dan Tujuan → Pembahasan → Penutup → Kesimpulan → Saran.
Aspek penilaian yang perlu diperhatikan adalah:
- struktur penulisan;
- sistematika dan estetika;
- kesesuaian isi dengan pendidikan dan tugas pokok/fungsi peserta.
Contoh Soal UPKP Tingkat III dan Pembahasan
Contoh soal berikut dirancang sebagai latihan HOTS (Higher Order Thinking Skills). Peserta tidak hanya dituntut mengingat materi, tetapi juga menganalisis kasus, memahami aturan, membaca informasi, serta menentukan tindakan yang paling tepat.
A. Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)
Soal 1 — Pancasila
Dalam penyusunan program pelayanan, sebuah unit hanya memprioritaskan wilayah yang mudah dijangkau. Wilayah terpencil dengan kebutuhan pelayanan lebih tinggi justru memperoleh alokasi lebih sedikit.
Jika ditinjau dari nilai Pancasila, evaluasi yang paling tepat adalah …
A. Kebijakan tepat karena menekan biaya
B. Kebijakan perlu dievaluasi agar pelayanan memperhatikan keadilan dan kebutuhan masyarakat
C. Wilayah terpencil harus mengurus kebutuhan sendiri
D. Seluruh wilayah harus memperoleh anggaran identik tanpa mempertimbangkan kebutuhan
E. Efisiensi selalu lebih penting daripada pemerataan
Jawaban: B
Pembahasan: Nilai keadilan sosial mendorong penyelenggaraan pelayanan yang mempertimbangkan kebutuhan masyarakat secara adil. Adil tidak selalu berarti memberikan jumlah yang sama, tetapi mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan.
Soal 2 — Pancasila
Dalam rapat terdapat perbedaan pendapat mengenai penyelesaian suatu masalah. Pimpinan langsung menetapkan keputusannya sendiri tanpa memberikan kesempatan anggota menyampaikan argumentasi.
Tindakan yang lebih sesuai dengan nilai Pancasila adalah …
A. Membiarkan pimpinan menentukan seluruh keputusan
B. Menunda rapat tanpa batas
C. Mengutamakan musyawarah dengan memberikan kesempatan menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab
D. Mengikuti pendapat anggota paling senior
E. Melakukan pemungutan suara sebelum masalah dibahas
Jawaban: C
Pembahasan: Musyawarah menekankan proses pembahasan yang menghargai pendapat dan diarahkan pada keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Soal 3 — UUD 1945
Sebuah kebijakan pelayanan menghasilkan perlakuan berbeda terhadap warga hanya karena latar belakang sosialnya, padahal kebutuhan dan persyaratannya sama.
Prinsip konstitusional yang paling relevan adalah …
A. Persamaan kedudukan dan perlakuan yang adil
B. Kebebasan aparatur menentukan pelayanan
C. Kekuasaan pemerintah tanpa pembatasan
D. Prioritas berdasarkan status sosial
E. Pelayanan berdasarkan kedekatan
Jawaban: A
Pembahasan: Penyelenggaraan pemerintahan harus menghormati prinsip persamaan, keadilan, serta hak warga negara sesuai kerangka konstitusi.
Soal 4 — UUD 1945
Seorang peserta mengatakan bahwa Indonesia menganut prinsip negara hukum. Konsekuensi yang paling tepat dari prinsip tersebut adalah …
A. Pemerintah dapat bertindak tanpa dasar hukum
B. Kekuasaan harus dijalankan berdasarkan hukum
C. Hukum hanya berlaku bagi masyarakat
D. Aparatur dapat mengabaikan prosedur ketika situasi mendesak
E. Kebijakan pimpinan selalu berada di atas peraturan
Jawaban: B
Pembahasan: Prinsip negara hukum mengandung konsekuensi bahwa penyelenggaraan pemerintahan harus memiliki dasar hukum dan tunduk pada ketentuan yang berlaku.
Soal 5 — Bahasa Indonesia
Perhatikan kalimat berikut:
“Para peserta-peserta diwajibkan untuk hadir tepat waktu agar supaya pelaksanaan ujian dapat berjalan dengan lancar.”
Perbaikan yang paling efektif adalah …
A. Para peserta-peserta diwajibkan hadir agar supaya ujian lancar.
B. Peserta diwajibkan hadir tepat waktu agar pelaksanaan ujian berjalan lancar.
C. Para peserta diwajibkan untuk hadir tepat waktu agar supaya lancar.
D. Peserta-peserta wajib untuk hadir dengan tepat waktu.
E. Para peserta-peserta harus hadir tepat waktu.
Jawaban: B
Pembahasan: Pilihan B menghilangkan penggunaan bentuk jamak dan konjungsi yang berlebihan sehingga kalimat menjadi lebih efektif.
Soal 6 — Sejarah Indonesia
Peristiwa Sumpah Pemuda memiliki arti penting bagi perkembangan nasionalisme Indonesia karena …
A. langsung membentuk pemerintahan Indonesia
B. menghapus seluruh organisasi pemuda
C. memperkuat kesadaran mengenai persatuan tanah air, bangsa, dan bahasa Indonesia
D. menjadi awal pemilihan umum Indonesia
E. mengakhiri seluruh perjuangan daerah
Jawaban: C
Pembahasan: Sumpah Pemuda menjadi salah satu tonggak penting penguatan identitas dan persatuan nasional.
B. Tes Kompetensi Teknis (TKT)
Soal 7 — Manajemen ASN
Seorang pegawai memiliki kinerja tinggi tetapi membutuhkan peningkatan kemampuan untuk menjalankan tugas baru akibat perubahan sistem kerja.
Tindakan organisasi yang paling tepat adalah …
A. Membiarkan pegawai belajar sendiri
B. Memberikan pengembangan kompetensi berdasarkan kebutuhan pekerjaan
C. Memindahkan seluruh pekerjaannya
D. Mengurangi target kinerjanya secara permanen
E. Mengabaikan perubahan sistem
Jawaban: B
Pembahasan: Pengembangan kompetensi perlu dikaitkan dengan kebutuhan organisasi dan kemampuan yang diperlukan pegawai untuk melaksanakan tugas.
Soal 8 — Sistem Merit
Terdapat dua pegawai yang dipertimbangkan untuk suatu posisi. Pegawai A memiliki hubungan dekat dengan pimpinan, sedangkan Pegawai B memiliki kompetensi dan kinerja yang lebih sesuai.
Prinsip sistem merit mengarah pada …
A. memilih Pegawai A karena lebih dikenal
B. memilih berdasarkan senioritas semata
C. menggunakan kualifikasi, kompetensi, kinerja, dan persyaratan objektif sebagai dasar
D. melakukan undian
E. memilih berdasarkan hubungan pribadi
Jawaban: C
Pembahasan: Sistem merit menempatkan kualifikasi, kompetensi, kinerja, serta persyaratan jabatan sebagai pertimbangan objektif.
Soal 9 — Pelayanan Publik
Sebuah layanan sering memperoleh keluhan karena waktu penyelesaian tidak jelas. Tindakan perbaikan yang paling tepat adalah …
A. Mengurangi informasi kepada masyarakat
B. Menetapkan dan menginformasikan standar pelayanan secara jelas serta mengevaluasi pelaksanaannya
C. Meminta masyarakat menunggu
D. Menghapus kanal pengaduan
E. Mengurangi jumlah pemohon
Jawaban: B
Pembahasan: Standar pelayanan memberikan kepastian mengenai prosedur, waktu, persyaratan, dan unsur pelayanan lainnya.
Soal 10 — Pelayanan Publik
Seorang warga kesulitan menggunakan layanan digital. Petugas mengetahui terdapat mekanisme bantuan yang dapat digunakan.
Sikap yang tepat adalah …
A. Menolak karena layanan sudah digital
B. Meminta warga mencari bantuan sendiri
C. Memberikan bantuan sesuai prosedur tanpa memberikan perlakuan diskriminatif
D. Meminta warga memberikan data akun pribadi kepada orang lain
E. Mengabaikan permohonan
Jawaban: C
Pembahasan: Transformasi digital tidak menghilangkan kewajiban penyelenggara untuk memberikan pelayanan yang dapat diakses secara layak.
Soal 11 — Good Governance
Sebuah program menggunakan anggaran besar, tetapi masyarakat tidak mengetahui target, hasil, maupun indikator keberhasilannya.
Prinsip tata kelola yang paling perlu diperkuat adalah …
A. Kerahasiaan
B. Akuntabilitas dan transparansi
C. Sentralisasi
D. Kompetisi antarpegawai
E. Formalitas
Jawaban: B
Pembahasan: Penggunaan sumber daya publik perlu dapat dipertanggungjawabkan serta didukung keterbukaan informasi sesuai ketentuan.
Soal 12 — Kebijakan Publik
Program pemerintah telah berjalan selama dua tahun tetapi hasilnya jauh di bawah target. Sebelum memutuskan program dihentikan, langkah paling tepat adalah …
A. Langsung mengganti seluruh petugas
B. Melakukan evaluasi terhadap implementasi, hasil, kendala, dan penyebab tidak tercapainya target
C. Menambah anggaran tanpa analisis
D. Mengubah target agar terlihat berhasil
E. Menghapus laporan kinerja
Jawaban: B
Pembahasan: Evaluasi kebijakan diperlukan untuk mengetahui apakah masalah berasal dari desain kebijakan, implementasi, sumber daya, sasaran, atau faktor lainnya.
Soal 13 — Kebijakan Publik
Data menunjukkan masalah pelayanan disebabkan proses administrasi yang berulang pada tiga unit berbeda.
Langkah perbaikan yang paling rasional adalah …
A. Menambah tahapan pemeriksaan
B. Menganalisis proses bisnis dan menyederhanakan tahapan yang tidak memberikan nilai tambah
C. Mempertahankan seluruh prosedur
D. Mengurangi informasi pelayanan
E. Mengalihkan seluruh pekerjaan kepada masyarakat
Jawaban: B
Pembahasan: Kebijakan perbaikan harus berangkat dari akar masalah. Jika terjadi proses berulang, evaluasi dan penyederhanaan proses menjadi langkah yang relevan.
C. Tes Substansi Instansi (TSI)
Soal 14 — Renstra
Sebuah unit ingin membuat program baru. Namun, program tersebut tidak memiliki hubungan yang jelas dengan sasaran strategis instansi.
Tindakan yang paling tepat adalah …
A. Tetap menjalankan karena program menarik
B. Memastikan program memiliki keterkaitan dengan tujuan, sasaran, indikator, dan prioritas organisasi
C. Mengubah Renstra tanpa prosedur
D. Menghilangkan indikator program
E. Menjalankan tanpa evaluasi
Jawaban: B
Pembahasan: Program organisasi seharusnya mendukung pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam perencanaan strategis.
Soal 15 — Renstra
Target indikator kinerja suatu program adalah 90%, tetapi realisasinya hanya 72%.
Apa yang paling tepat dilakukan?
A. Mengubah realisasi menjadi 90%
B. Menghapus indikator
C. Menganalisis penyebab kesenjangan dan menentukan tindak lanjut perbaikan
D. Menyatakan target tercapai
E. Menggunakan data tahun sebelumnya
Jawaban: C
Pembahasan: Selisih target dan realisasi harus dianalisis untuk menemukan penyebab serta menentukan tindakan perbaikan.
Soal 16 — SOTK
Unit A menerima pekerjaan yang menurut struktur organisasi merupakan tugas utama Unit B.
Tindakan awal yang paling tepat adalah …
A. Langsung menolak seluruh pekerjaan
B. Mengerjakan tanpa koordinasi
C. Memeriksa tugas dan fungsi masing-masing unit serta melakukan koordinasi
D. Mengalihkan kepada pihak luar
E. Membuat struktur organisasi baru
Jawaban: C
Pembahasan: SOTK memberikan dasar mengenai pembagian tugas, fungsi, dan hubungan antarunit sehingga perlu menjadi acuan dalam penyelesaian masalah tersebut.
Soal 17 — SOTK
Mengapa peserta UPKP perlu memahami struktur organisasi instansinya?
A. Hanya untuk menghafal nama pejabat
B. Agar memahami pembagian tugas, fungsi, kewenangan, dan hubungan kerja antarunit
C. Agar dapat memilih unit sendiri
D. Agar tidak perlu berkoordinasi
E. Hanya untuk kebutuhan administrasi ujian
Jawaban: B
Pembahasan: Pemahaman SOTK membantu pegawai mengetahui posisi unit, tugas, fungsi, kewenangan, serta pola koordinasi organisasi.
Soal 18 — Perencanaan
Sebuah program mencapai 100% realisasi anggaran, tetapi indikator hasil hanya mencapai 65%.
Kesimpulan yang paling tepat adalah …
A. Program otomatis berhasil karena anggaran habis
B. Realisasi anggaran tidak cukup untuk menilai keberhasilan; capaian hasil juga perlu dievaluasi
C. Program pasti gagal total
D. Indikator hasil tidak penting
E. Anggaran harus selalu ditambah
Jawaban: B
Pembahasan: Keberhasilan program tidak cukup dinilai dari penyerapan anggaran. Capaian output dan outcome juga perlu diperhatikan.
Soal 19 — TSI Berbasis Kasus
Pegawai diminta menjelaskan hubungan pekerjaannya dengan Renstra instansi. Jawaban terbaik adalah …
A. Menjelaskan nama jabatannya saja
B. Menghubungkan tugasnya dengan program, sasaran, indikator, dan tujuan organisasi yang relevan
C. Menyebutkan seluruh pegawai di unitnya
D. Menjelaskan riwayat instansi saja
E. Menyebutkan anggaran tanpa konteks
Jawaban: B
Pembahasan: Pemahaman substansi instansi terlihat dari kemampuan menghubungkan pekerjaan individu/unit dengan sasaran strategis organisasi.
D. Tes Kompetensi Penunjang (TKP)
Soal 20 — Bahasa Inggris
Read the sentence:
“All employees are required to submit the report before Friday.”
The sentence means …
A. Semua pegawai boleh mengumpulkan laporan setelah Jumat.
B. Semua pegawai diwajibkan menyerahkan laporan sebelum hari Jumat.
C. Hanya pimpinan yang membuat laporan.
D. Laporan dibuat pada hari Jumat saja.
E. Pegawai tidak perlu menyerahkan laporan.
Jawaban: B
Pembahasan: “Are required to” berarti diwajibkan, sedangkan “before Friday” berarti sebelum hari Jumat.
Soal 21 — Bahasa Inggris
The word “improve” in the sentence “The agency needs to improve the quality of public services” is closest in meaning to …
A. reduce
B. increase
C. enhance
D. remove
E. ignore
Jawaban: C
Pembahasan: Dalam konteks tersebut, improve berarti meningkatkan atau memperbaiki kualitas. Enhance memiliki makna yang paling dekat.
Soal 22 — Literasi Digital
Pegawai menerima email yang mengatasnamakan administrator dan meminta password untuk verifikasi akun.
Tindakan paling tepat adalah …
A. Memberikan password
B. Membalas dengan data akun
C. Tidak memberikan kredensial, memverifikasi pengirim melalui kanal resmi, dan melaporkan pesan mencurigakan
D. Meneruskan email kepada semua rekan
E. Mengunggah email ke media sosial
Jawaban: C
Pembahasan: Kredensial tidak boleh diberikan sembarangan. Permintaan mencurigakan harus diverifikasi melalui mekanisme resmi.
Soal 23 — Literasi Digital
Sebelum membagikan informasi yang beredar di grup kerja, pegawai menemukan bahwa sumbernya tidak jelas.
Tindakan terbaik adalah …
A. Membagikan agar cepat diketahui
B. Menambahkan informasi sendiri
C. Memeriksa sumber, tanggal, konteks, dan konfirmasi resmi sebelum menyebarkannya
D. Menganggap semua informasi grup benar
E. Menghapus seluruh pesan
Jawaban: C
Pembahasan: Literasi digital menuntut kemampuan mengevaluasi kredibilitas informasi sebelum menyebarkannya.
E. Soal HOTS Integratif UPKP Tingkat III
Soal 24
Sebuah unit memperoleh banyak pengaduan. Data menunjukkan 60% keluhan disebabkan waktu pelayanan, 25% informasi persyaratan, dan 15% faktor lainnya.
Prioritas awal yang paling rasional adalah …
A. Menangani faktor dengan persentase terkecil
B. Mengevaluasi penyebab lamanya waktu pelayanan sambil tetap memperhatikan masalah lainnya
C. Menghapus data pengaduan
D. Mengurangi jumlah pengguna layanan
E. Menganggap seluruh masalah sama tanpa analisis
Jawaban: B
Pembahasan: Data menunjukkan masalah terbesar berada pada waktu pelayanan sehingga aspek tersebut layak menjadi prioritas evaluasi.
Soal 25
Atasan meminta pegawai mengubah angka capaian agar laporan terlihat memenuhi target. Data sebenarnya menunjukkan target belum tercapai.
Tindakan paling tepat adalah …
A. Mengubah angka karena perintah atasan
B. Menyampaikan data sebenarnya dan mempertahankan integritas laporan sesuai prosedur
C. Menghapus indikator
D. Tidak membuat laporan
E. Menggunakan angka tahun lalu
Jawaban: B
Pembahasan: Integritas dan akuntabilitas mengharuskan laporan menggambarkan kondisi sebenarnya.
Soal 26
Sebuah layanan digital baru ternyata sulit digunakan oleh sebagian masyarakat. Tim memiliki dua pilihan: mempertahankan sistem tanpa perubahan atau melakukan evaluasi berdasarkan data pengguna.
Pilihan yang lebih tepat adalah …
A. Mempertahankan sistem apa pun hasilnya
B. Mengevaluasi pengalaman pengguna, menemukan hambatan, dan melakukan perbaikan sesuai kebutuhan pelayanan
C. Menghentikan seluruh layanan digital
D. Menyalahkan masyarakat
E. Menghapus kanal pengaduan
Jawaban: B
Pembahasan: Pelayanan publik perlu responsif terhadap kebutuhan pengguna. Digitalisasi harus meningkatkan kualitas pelayanan, bukan menciptakan hambatan baru.
Soal 27
Dua unit memiliki tugas yang saling berkaitan. Sebuah pekerjaan terlambat karena masing-masing menganggap unit lain yang bertanggung jawab.
Solusi terbaik adalah …
A. Membiarkan sampai salah satu unit mengerjakan
B. Memeriksa SOTK/proses kerja, memperjelas pembagian tanggung jawab, dan memperkuat koordinasi
C. Menghapus pekerjaan
D. Menyerahkan seluruh pekerjaan kepada satu pegawai
E. Menambah laporan tanpa memperbaiki proses
Jawaban: B
Pembahasan: Persoalan pembagian tanggung jawab perlu diselesaikan dengan kejelasan tugas dan fungsi serta koordinasi antarunit.
Soal 28
Program memiliki target 1.000 penerima manfaat. Realisasi mencapai 950 orang, tetapi survei menunjukkan sebagian besar penerima belum memperoleh manfaat sesuai tujuan program.
Apa evaluasi paling tepat?
A. Program pasti berhasil karena realisasi mencapai 95%
B. Hanya jumlah penerima yang perlu diperhatikan
C. Perlu mengevaluasi tidak hanya output, tetapi juga kualitas dan outcome program
D. Survei harus diabaikan
E. Target harus diturunkan menjadi 950
Jawaban: C
Pembahasan: Tingginya capaian output tidak selalu berarti tujuan program telah tercapai. Evaluasi perlu melihat manfaat atau outcome.
Soal 29
Seorang pegawai menemukan kesalahan dalam dokumen penting beberapa menit sebelum dikirim kepada pimpinan.
Tindakan yang paling profesional adalah …
A. Tetap mengirim agar tepat waktu
B. Menyembunyikan kesalahan
C. Memeriksa dan memperbaiki kesalahan, lalu mengomunikasikan kondisi tersebut apabila memengaruhi tenggat
D. Menghapus dokumen
E. Menyalahkan pegawai lain
Jawaban: C
Pembahasan: Profesionalitas membutuhkan keseimbangan antara ketepatan waktu dan akurasi. Kesalahan penting perlu diperbaiki dan dikomunikasikan secara bertanggung jawab.
Soal 30
Sebuah unit menghadapi tiga masalah sekaligus: capaian indikator menurun, pengaduan masyarakat meningkat, dan koordinasi antarunit tidak berjalan baik.
Langkah pertama yang paling tepat adalah …
A. Langsung mengganti seluruh program
B. Menambah anggaran
C. Mengumpulkan data, mengidentifikasi akar masalah, memetakan keterkaitan ketiga persoalan, kemudian menentukan prioritas perbaikan
D. Mengubah indikator agar lebih mudah tercapai
E. Mengurangi layanan
Jawaban: C
Pembahasan: Permasalahan kompleks membutuhkan analisis terintegrasi. Keputusan sebaiknya diawali dengan data dan identifikasi akar masalah sebelum menentukan tindakan.
Maksimalkan Persiapan UPKP Tingkat III!

Perbanyak latihan soal melalui Fungsional.id untuk memperkuat pemahaman TWK, TKT, TSI, dan TKP sekaligus membiasakan diri menghadapi berbagai tipe soal UPKP. Latihan rutin, pahami pembahasannya, dan persiapkan diri menghadapi UPKP Tingkat III dengan lebih matang!


